cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Perbandingan Tingkat Kematangan Inti Oosit Sapi Pasca Maturasi In Vitro dengan Penambahan Serum Buatan 10 % dan Fetal Bovine Serum 10 % (Comparison Nuclear Maturation of Bovine Oocyte after In Vitro Maturation Suplemented with 10% Home-made Serum and 10 % Fetal Bovine Serum) Rini Widyastuti; Rangga Setiawan; Siti Darodjah Rasad
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9522

Abstract

Serum merupakan salah  satu suplemen yang diperlukan pada  media untuk maturasi in vitro.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan  tingkat kematangan inti oosit maturasi in vitro selama 24 jam dalam media maturasi yang ditambahkan serum buatan 10% dan Fetal Bovine Serum(FBS) 10%. Oosit dikoleksi dengan metode slicing dalam media modified  phosphate buffer saline. Oosit yang digunakan adalah oosit yang masih dilapisi dua lapis sel kumulus dan mempunyai sitoplasma homogen.Oosit dikultur menggunakan media maturasi dalam inkubator CO2 suhu 380C dan CO2 5%. Setelah 24 jam oosit difiksasi untuk mengevaluasi tingkat kematangan inti. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan inti oosit sapi yang dimaturasi secara in vitro dengan penambahan FBS 10% nyata lebihtinggi apabila dibandingkan dengan yang ditambahkan dengan serum buatan10% (78,5% vs 62,5% ; P < 0,05)Kata kunci: maturasi in vitro,  tingkat kematangan inti, serum.
Isolasi Yeasts dari Daging dan Potensinya sebagai Agen Biopreservasi dan Pewarna Makanan (Isolation of Yeasts from Meat and Its Potential as Bio Preservation Agent and Food Coloring) Wendry Setiyadi Putranto; Roostita L. Balia; Obin Rachmawan; Eka Wulandari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.451

Abstract

Yeasts merupakan mikroba potensial untuk dikembangkan sebagai penghasil komponen bioaktif seperti enzim, antimicrobial agent sebagai biopreservasi, serta pengahasil pewarna makanan (pigment).  Penelitian merupakan studi ekploratif potensi yeasts yang diisolasi dari daging ayam dan sapi. Ditemukan isolate yeasts yang memiliki karakteristik spesifik dengan warna merah.  Jumlah total yeasts pada daging ayam 2.105 cfu/gram sedangkan pada daging sapi 1.105 cfu/gram. Hasil pemurnian isolate  diperoleh dua isolate yang memiliki kemampuan daya hambat yang terhadap Pseudomonas aerugenes dan Staphylococus aureus serta tidak meiliki aktivitas penghambatan terhadap Escherichia coli dan Candida albicans. pH akhir media selama fermentasi 25 0C, 48 jam adalah 5,5 dan 5,6 dengan rendemen biomassa yang cukup tinggi.  Produksi slime (polisakarida) yang tinggi menunjukkan potensi yang besar isolat tersebut sebagai agen hayati untuk produksi pewarna makanan. Kata kunci  :  daging, isolate yestas, agen biopreservasi, pewarna makanan
Pengaruh Penggunaan Berbagai Tingkat Asam Sulfat (H2SO4) pada Proses Pikel terhadap Kualitas Kulit Wet Blue Domba Priangan Jantan (The Effects of Sulfuric Acid (H2SO4) Variuos Level Use on Wet Blue Quality of Priangan Sheep Leather) Jajang Gumilar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai tingkat asam sulfat (H2SO4) pada proses pikel terhadap kualitas kulit wet blue domba priangan jantan. Kualitas kulit wet blue didasarkan pada kadar air, nilai keasaman (pH), dan kadar krom (Cr2O3). Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 20 lembar kulit domba priangan jantan yang termasuk dalam klasifikasi kulit kecil. Penelitian terdiri atas lima perlakuan tingkat asam sulfat yaitu R1 = 0,5%, R2 = 1%, R3 = 1,2%, R4 = 1,5%, dan R5 = 2% asam sulfat  dihitung dari berat bloten, masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai tingkat asam sulfat (H2SO4) pada proses pikel berpengaruh (P<0,05) terhadap nilai keasaman (pH), dan kadar krom (Cr2O3) kulit wet blue domba priangan jantan. Penggunaan asam sulfat terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan ketiga (R3 = 1,2%).Kata kunci : asam sulfat, proses pikel, kualitas, wet blue, domba priangan jantan
Hambatan Sosiologis Peternak Sapi Potong pada Program IbW dalam Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik Padat (The Sociological Barriers of Small holders Beef Cattle Farmer on IbW Programme to Utilize Manure for Solid Organic Fertilizers) Lilis Nurlina; Ellin Harlia; Destian Karmilah
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji  (a) tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan peternak sapi potong dalam memanfaatkan limbah sapi potong menjadi Pupuk Organik Padat (POP) dan (2) hambatan sosiologis pada peternak sapi potong dalam adopsi inovasi POP pada Program IbW.  Metode penelitian dilakukan secara sensus terhadap 29 orang peternak dan 1 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap peternak dan wawancara mendalam terhadap PPL yang bertugas di Kecamatan Rancakalong. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) tingkat pengetahuan dan keterampilan peternak belum optimal, tetapi sikap dan dukungan  mereka terhadap pemanfaatan POP dinilai lebih baik; (b) hambatan sosiologis pada peternak yang dihadapi Program Ib W dalam pemanfaatan POP berupa masih kuatnya memegang budaya dan kebiasaan memanfaatkan pupuk anorganik, juga sikap mental peternak yang malas mengaduk POP dan membiarkan limbah menumpuk sehingga memungkinkan terjadinya proses fermentasi anaerob yang dapat menghasilkan gas methan. Fungsi pengadukan sangat penting dalam menciptakan suasana aerob. Selain itu, kurangnya dukungan dan mobilisasi dari aparat desa setempat menyebabkan penyebaran inovasi POP kurang optimal. Kata Kunci : Hambatan sosiologis, Pupuk Organik Padat, peternak sapi potong
Pemurnian Ekstraseluler Hyaluronidase Streptococcus agalactiae (Streptokokus Grup B ) (Extracellular Hyaluronidase Purification of Streptococcus agalactiae (Group B of Streptococus) Wendry Setiyadi Putranto; Sri Budiarti; Maggy T. Suhartono; I Wayan T. Wibawan; Zainatul Hayati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2260

Abstract

Hyaluronidase (EC 4.2.2.1) merupakan enzim ekstraseluler yang dihasilkan Streptococcus agalactiae (Streptokokus Grup B). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas spesifik dari hyaluronidase S. agalactiae dan berat molekul proteinnya. Pemurnian enzim dengan sentrifugasi, pengendapan amonium sulfat 45% dan kromatographi kolom dengan Sephadex G-100 dan Sodiumdodecyl sulfate polyacrylainide gel electrophoresis (SDS PAGE). Enzim hyaluronidase dari S. Agalactiae memiliki aktivitas spesifik sebesar 0,0012 U/mg (ekstrak kasar), 0,0125 U/mg (pengendapan dengan 45% ammonium sulfate) and 0,032 U/mg (Gel Filtration). Berat molekul protein hyaluronidase adalah 102 - 106 kD.Kata kunci : hyaluronidase, aktivitas spesifik, pemurnian
Perbandingan Indek Perdagingan Sapi-sapi Indonesia (Sapi Bali, Madura,PO) dengan Sapi Australian Commercial Cross (ACC) Muhamad Fatah Wiyatna
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2227

Abstract

Penelitian mengenai perbandingan indek perdagingan sapi-sapi Indonesia dengan sapi Austrlaia telah dilakukan di RPH Ciroyom Bandung. Penelitian ini menggunakan 75 ekor sapi lokal dan 25 ekor sapi ACC. Sapi mempunyai kondisi tubuh sedang dengan kisaran umur 2,5 sampai 3,5 tahun. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai indek perdagingan sapi-sapi lokal dan sapi Australia. Metode Penelitian yang digunakan adalah Causal Comparatif. Peubah yang diukur adalah bobot hidup, bobot karkas, panjang karkas dan indek perdagingan. Data yang terhimpun dianalisis berdasarkan metode sidik ragam selanjutnya untuk mengetahui perbedaan diantara bangsa sapi digunakan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas tertinggi diperoleh dari sapi Bali dengan rataan 54,00 persen, kemudian sapi ACC 51,00 persen, sapi Madura 47,00 persen dan sapi PO 44,00 persen. Pada perhitungan indek perdagingan sapi Australia nyata lebih tinggi yaitu 1,415, sedangkan sapi Bali 1,232 dan sapi PO bernilai 1,210. Sapi Bali mempunyai potensi yang baik seperti sapi ACC.Kata kunci : Sapi lokal, sapi ACC, indek perdagingan
Karakteristik Streptococcus spp., dan Clostridium spp., pada Darah Rusa Timor (Cervus TimorensisTimorensis) di Kota Kupang (Identification, Characteristics of Bacteria and Blood Hematology Picture of Timor Deer Cervus Timorensis) in Kupang City Novianti Neliyani Toelle
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8042

Abstract

Rusa timor merupakan hewan yang didomestikasi di Indonesia maupun di negara lain sehingga perlu  dikembangkan  dan  dibudidayakan  pada  konservasi  sehingga  jumlah  rusa  yang  ada  di pulau   timor   dapat   ditingkatkan.    Tujuan   penelitian   ini   adalah   untuk   mengetahui   dan mengidentifikasi   bakteri  yang  ada  pada  darah  rusa  timor  (Cervus  timorensis).  Sejumlah  4 sampel darah rusa timor (Cervus timorensis) yang diperoleh dari tempat penangkaran rusa timor di Oil Sonbai, Kota Kupang. Darah dikultur pada media Plat Agar Darah (PAD) secara aerobdan anaerob diinkubasi pada suhu 37oC selama 24-48 jam. Dilanjutkan penggelompokan koloniberdasarkan  pengecatan  Gram.  Gram  positif  bentuk  basil  dilanjutkan  pengecatan  spora,  uji katalase,  uji  oksidase,  uji  motilitas,  uji  indol,  dan  uji  Voges  Proskauer  (VP).  Gram  positif bentuk kokus dilanjutkan uji katalase dan oksidase.  Hasil penelitian  menunjukkan  identifikasi Streptococcus spp., dan Clostridium spp.Kata kunci: streptocuccus spp., clostridium spp., rusa timor.
Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid pada Ransum Babi Periode Starter terhadap Efisiensi Ransum (The Effect Adding Various Dosages Curcuminoid in Ration on Feed Efficiency of Starter Pigs) Sauland Sinaga; Sri Martini
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i2.431

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium dan Teaching Farm KPBI, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung pada tanggal 2 Desember 2009 sampai 20 Januari 2010 bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum yang mengandung berbagai dosis curcuminoid terhadap efisiensi ransum pada babi periode starter. Penelitian ini menggunakan 20 ekor babi periode starter yang berumur 8 minggu dengan bobot badan rata-rata 20 kg dan koefisien variasi 6,33 %. Rancangan Percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat macam perlakuan dosis curcuminoid dalam ransum (0, 4, 8, 12 mg/kg bobot badan), setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian curcuminoid sampai dosis 12 mg/kg bobot badan memberikan pengaruh yang tidak berbeda terhadap konsumsi ransum (1175,70-1241,40 gram/ekor/hari), pertambahan bobot badan (301,40-345,60 gram/ekor/hari) dan efisiensi ransum (0,250-0,269/ekor/hari). Pemberian curcuminoid hingga 12 mg/kg bobot badan dapat diberikan pada ransum babi starter sebagai feed aditif. Kata kunci : Konsumsi Ransum, Pertambahan Bobot Badan, Efisiensi Ransum, Curcuminoid
Pengaruh Antidenaturan dan Natrium Tripolifosfat terhadap pH, Kekuatan Gel, dan Kadar Protein Nikumi Daging Domba (The Effect of Cryoprotectan and Natrium Tripoliphosphate on pH, Gel Strength, and Protein Content of Mutton Nikumi) Lilis Suryaningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian antidenaturan dan natrium tripolifosfat terhadap pH, kekuatan gel, dan kadar protein nikumi daging domba.  Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL)  pola faktorial, dimana faktor pertama persentase antidenaturan (sukrosa 0% : sorbitol 0%/kontrol,  sukrosa 1% : sorbitol 1%, sukrosa 2% : sorbitol 2%), faktor kedua natrium tripolifosfat (0%/kontrol, 0.25% dan 0.5%), diulang sebanyak 3 kali untuk tiap peubah yang diukur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian antidenaturan dan natrium tripolifosfat  pada pembuatan nikumi domba berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pH, kekuatan gel dan kadar protein.Kata kunci : antidenaturan, natrium tripolifosfat, nikumi
Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Orientasi Prestasi terhadap Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi (The Impact of Achievement Oriented Leadership Behaviour to Business Sustainability of Cooperatives Member) Lilis Nurlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2250

Abstract

Kepemimpinan seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan nasib berjuta-juta orang. Kepemimpinan yang beorientasi prestasi pada Koperasi/ KUD Sapi Perah berperan dalam menunjang keberlanjutan usaha koperasi dan anggotanya. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Bandung Propinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel koperasi dilakukan secara multistage cluster random sampling dan peternak responden secara simple random sampling. Ukuran sampel koperasi berjumlah 4 koperasi dan responden berjumlah 140 orang peternak sapi perah serta 15 orang informan kunci. Data dianalisis dengan menggunakan Korelasi Pearson dan Model Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara simultan variabel perilaku kepemimpinan berpengaruh sebesar 47 % terhadap keberlanjutan usaha anggota, dan secara parsial perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dari pengurus, pengawas dan kepemimpinan orientasi prestasi dari penyuluh peternakan serta partisipasi anggota secara signifikan berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha anggota koperasi; dan (2) tingkat keberlanjutan usaha anggota pada Koperasi Mono Usaha signifikan lebih tinggi dibandingkan  dengan Koperasi Multi Usaha/KUD Sapi Perah.Kata Kunci :   Perilaku kepemimpinan, orientasi prestasi, peternak sapi perah, koperasi, kelanjutan usaha.