cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
Penggunaan Biochar dan Trichokompos untuk Pertumbuhan dan Hasil Padi pada Tanah Sulfat Masam Agusalim masulili; Rini Suryani; sutikarini sutikarini
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.9

Abstract

Peningkatan produktivitas padi pada tanah sulfat masam di Kalimantan Barat dengan penambahan bahan pembenah tanah yaitu biochar dan trichokompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran biochar dan trichokompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi di tanah sulfat masam Sungai Kakap, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya dimulai dari bulan April sampai bulan Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan perlakuan pembenah tanah (kode b) yaitu campuran biochar batok kelapa dan trichokompos perbandingan 1:1. Perlakuan terdiri dari 5 taraf yang diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 25 petak percobaan. Adapun taraf perlakuan dalam penelitian ini yaitu b0 sebagai kontrol (tanpa campuran biochar dan trichokompos), b1 berisi campuran biochar dan trichokompos sebanyak 1 kg/bedengan, b2 berisi campuran biochar dan trichokompos sebanyak 2 kg/bedengan, b3 berisi campuran biochar dan trichokompos sebanyak 3 kg/bedengan, b4 berisi campuran biochar dan trichokompos sebanyak 4 kg/bedengan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan campuran biochar dan trichokompos sebagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) di tanah sulfat masam memberikan pengaruh yang tidak nyata pada semua variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah malai, berat gabah dan volume akar. Campuran biochar dan trichokompos sebanyak 1 kg/bedengan menghasilkan pertumbuhan dan hasil lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. 
A SWOT Analysis of the Hydroponics Entrepreneurship as Sustainable Income in Covid-19 Pandemic Adaptation Glenn Pardede
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.5

Abstract

The COVID-19 pandemic made us adapt to changes. One kind of adaptation that provides opportunities is hydroponics entrepreneurship as sustainable income generation. The sustainability context in this research is about how impactful hydroponics is with regard to economic, social and environmental aspects. This study aims to give a comprehensive understanding of the potential of hydroponics entrepreneurship, located in urban areas of Indonesia, as sustainable income generation. The research is a qualitative study that was conducted in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi. The data collection was conducted through literature review and in-depth interviews with 25 respondents. The literature review aims to give an understanding of the sustainability context while the interview focused on the Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT) analysis of hydroponics entrepreneurship activity. The findings of the interview show that the quality of hydroponics products and customer responsiveness in the two study areas may become the strengths of hydroponics. Meanwhile, the efficiency of production and innovation turn out as the weaknesses of the activities. Furthermore, the hydroponics grower can find opportunities in political, social, technological, and legal aspects, but they should be aware of the economic and environmental threats. In conclusion, hydroponics is a promising sector for income generation in the two study areas but considering both helpful aspects such as quality, customer responsive, technology, political environment, social condition, and legalization and harmful factors such as efficiency, innovation, economic condition, and environment are essential for the hydroponics growers.
Evaluasi Kondisi Kebun Kelapa Sawit Menggunakan Indeks NDVI dari Citra Satelit Sentinel 2 Betti Yuniasih; Alief Rizky Purnama Adjie
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.10

Abstract

Citra satelit Sentinel 2 merupakan citra satelit resolusi sedang yang dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi kebun kelapa sawit menggunakan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Indeks NDVI merupakan indeks vegetasi yang dihitung berdasarkan rasio nilai reflektansi pada band merah dan inframerah dekat dari pelepah daun kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kerapatan dan kesehatan tanaman kelapa sawit tua (22-29 tahun) yang telah memasuki masa peremajaan. Penelitian dilakukan di Afdeling 1 Kebun Rantau Baru PT. Pusaka Megah Bumi Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan nilai NDVI untuk tanaman kelapa sawit memiliki rentang 0,51 - 0,84. Berdasarkan index NDVI untuk tanaman kelapa sawit, diketahui bahwa kerapatan tanaman kelapa sawit termasuk dalam kategori tinggi dan tingkat kesehatannya termasuk dalam kategori sangat sehat. Kelas kerapatan tinggi hasil pengkelasan indeks NDVI sesuai dengan kondisi kerapatan tanaman di blok kebun kelapa sawit yang memiliki nilai rerata Satuan Pohon per hektar (SPH) 118 pohon/hektar. Kelas kesehatan tanaman hasil NDVI sesuai dengan data Leaf Sampling Unit (LSU) yang menunjukkan nilai kandungan makronutrien dan mikronutrien dalam jumlah yang cukup tinggi. Pemanfaatan citra satelit Sentinel 2 dapat menjadi alternatif untuk evaluasi kondisi kebun kelapa sawit secara cepat dan efisien.
Laju Penurunan Kadar Air dan Nilai Karakteristik Fisik Berdasarkan Sistem Pengeringan Akhir pada Pengolahan Teh Hijau Mery Andriyani; Sugeng Harianto; Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja; Putri Wilujeng Lestari; S Shabri; Hilman Maulana; Selly Harnesa Putri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.1

Abstract

Komoditas teh merupakan salah satu komoditi hasil pertanian yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian. Teh merupakan produk agribisnis Indonesia yang mempunyai prospek yang cukup baik untuk terus dikembangkan sebagai sumber devisa. Hal ini menyebabkan Indonesia memperbaiki kualitas produk untuk bersaing di pasar global. Kualitas produk teh merupakan faktor utama guna meningkatkan daya saing produk teh Indonesia, dimana diperlukan evaluasi kesesuaian mutu produk teh dengan persyaratan SNI yang berlaku, salah satunya mengenai persyaratan nilai kadar air. Sifat karakteristik fisik pada produk teh hijau pun mempengaruhi kualitasnya, seperti pada persentase peko yang dihasilkan dan densitas hasil keringan teh. Hasil keringan ini dipengaruhi oleh sistem pengeringan akhir yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi laju penurunan kadar air dan nilai karakteristik fisik berupa nilai densitas dan persentase peko berdasarkan dari sistem pengeringan akhir pada proses pengolahan teh hijau. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel teh hijau pada setiap stasiun proses pengolahan teh hijau. Laju penurunan kadar air yang baik dan menghasilkan kualitas teh yang baik pada parameter nilai densitas terjadi ketika menggunakan penambahan pengeringan semi (RD) yakni menghasilkan kadar air 2-4%, nilai densitas sebesar 0,16 g/mL dan waktu pengolahan yang efektif selama 552 menit, dibandingkan tanpa menggunakan RD yakni kadar air sebesar 4-5%, nilai densitas 0,18 g/mL, dan waktu proses pengolahan selama 762 menit. Penggunaan tambahan pengering semi (RD) memiliki kekurangan yaitu nilai persentase peko sebesar 17,02% yang lebih rendah daripada tanpa pengeringan semi (RD) yaitu sebesar 19,15%.
Kajian Proses Penyeduhan Teh Herbal Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Kayu Manis (Cinnamomum cassia) sebagai Minuman Fungsional Fitry Filianty; Inta Nur Ilmi; Vira Putri Yarlina
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n3.4

Abstract

Produk teh herbal telah berkembang di kalangan masyarakat karena dapat meningkatkan kesehatan. Daun kelor (Moringa oleifera) dan kayu manis (Cinnamomum cassia) menjadi kandidat bahan teh herbal yang memiliki senyawa metabolit sekunder. Faktor yang mempengaruhi banyaknya metabolit sekunder yaitu rasio, suhu, dan lama penyeduhan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) yang dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada p-value 5% dan uji GLM EM MEANS menggunakan SPSS untuk melihat simple effect dari setiap taraf perlakuan pada interaksi faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik nutrisi bahan baku serta mengevaluasi rasio, suhu, dan lama penyeduhan pada seduhan teh herbal daun kelor-kayu manis yang menghasilkan kadar fenolik total tertinggi. Variabel yang digunakan yaitu rasio daun kelor : kayu manis (100:0; 25:75; 50:50; 75;25; dan 0:100), suhu penyeduhan (60oC; 80oC; dan 100oC), dan lama penyeduhan (5 dan 10 menit). Nutrisi yang terkandung dalam daun kelor dan kayu manis dapat berpotensi sebagai bahan yang memiliki nilai fungsional. Hasil skrining fitokimia secara kualitatif daun kelor yang diekstrak dengan aquades terdeteksi adanya alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin, sedangkan pada kayu manis tidak terdeteksi alkaloid. Kadar fenolik seduhan teh berkisar antara 5,42-8,81 mg GAE/g bahan. Perlakuan seduhan teh herbal daun kelor-kayu manis terbaik diperoleh pada rasio 50 : 50 yang diseduh dengan suhu 80°C selama 10 menit menghasilkan kadar fenolik total tertinggi sebesar 8,81±0,03 mg GAE/g bahan.
Pengaruh Penambahan Hidrokoloid CMC terhadap Karakteristik Fruit Leather Jambu Air Camplong Putih (Syzygium samarangense) Mardiyana Mardiyana; Murni Handayani; Fadillah Fadillah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n3.5

Abstract

Buah jambu air camplong putih (Syzygium samarangense) memiliki kandungan air yang tinggi sehingga umur simpannya tidak lama. Salah satu upaya pengawetan buah adalah dengan pengeringan. Pengeringan buah dapat berupa irisan buah kering atau dalam bentuk puree buah yang dikeringkan dalam bentuk lembaran tipis yang dikenal dengan fruit leather dengan ciri khas teksturnya yang plastis dan kenyal. Tekstur ini bisa diperoleh dengan adanya tambahan CMC pada proses pembuatan fruit leather jambu air camplong putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bahan tambahan CMC pada karakteristik (fisika, kimia, dan sensoris) fruit leather jambu air camplong putih. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan rancangan penelitian berupa rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan penambahan CMC sebanyak 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dengan uji statistik Anova One Way dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada signifikansi 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan rendemen sebesar 22,91-26,08%, tensile strength 0,210-0,375 MPa, pH 3,1-3,4, dan kadar air 14,17-16,42%. Berdasarkan uji statistik, penambahan hidrokoloid CMC memberikan pengaruh pada karakteristik fisik dan kimia fruit leather. Hasil uji sensori menunjukkan perlakuan CMC 1% memiliki persentase yang tinggi pada setiap atribut penilaiannya sehingga perlakuan CMC 1% menjadi perlakuan terbaik pilihan panelis.
Kajian Pengaruh Konsentrasi Etanol Terhadap Karakteristik Oleoresin Ampas Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe) Limbah Penyulingan Nada Fauziyah; Asri Widyasanti; Yudi Sutresna
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n3.6

Abstract

Ampas jahe merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari proses penyulingan minyak jahe. Ampas jahe limbah penyulingan masih mengandung minyak atsiri, gingerol, shogaol, dan resin sehingga ampas jahe berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi oleoresin. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengkaji pengaruh perbedaan konsentrasi etanol terhadap karakteristik oleoresin dari ampas jahe merah limbah penyulingan serta memperoleh konsentrasi pelarut terbaik berdasarkan hasil uji organoleptik. Ampas jahe merah diekstrak menggunakan metode maserasi selama 24 jam pada suhu 25°C dengan perbandingan antara ampas jahe merah kering dan pelarut yaitu 1:6 (w/w). Pelarut yang digunakan adalah etanol dengan variasi konsentrasi, terdiri dari etanol 96% sebagai P0 (kontrol), etanol 90% sebagai P1, etanol 70% sebagai P2, dan etanol 50% sebagai P3. Pengujian kandungan pada ekstrak jahe dilakukan secara kualiatif menggunakan metode skrining fitokimia yang terdiri dari uji fenolik, flavonoid, tanin, dan steroid/terpenoid. Karakteristik oleoresin jahe diuji secara organoleptik. Berdasarkan hasil skrining fitokimia, hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat sampel menunjukkan hasil positif mengandung fenolik, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Konsentrasi etanol berpengaruh terhadap karakteristik oleoresin meliputi tingkat kepedasan, aroma, tekstur, indeks bias, dan rendemen yang dihasilkan serta berdasarkan pengaruh tersebut etanol dengan konsentrasi 90% merupakan pelarut terbaik untuk mengekstrak oleoresin ampas jahe.
Analisis Ergonomi dan Ekonomi Mesin Pencacah Plastik Tipe Reel Wahyu Sugandi; S. Rosalinda; Rizky Mulya Sampurno; Ahmad Thoriq
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n3.3

Abstract

Penanganan sampah yang tidak efektif memberikan dampak buruk bagi lingkungan, terutama sampah anorganik atau non biodegradable. Salah satu sampah anorganik yang banyak dihasilkan dari suatu proses industri atau rumah tangga adalah sampah plastik. Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran sudah mengembangkan mesin pencacah plastik tipe reel namun mesin tersebut belum dilakukan analisis ekonomi dan ergonomi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kelayakan ergonomi dan ekonomi untuk mesin tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif yaitu melalui pengukuran antropometri, perhitungan beban kerja, biomekanik, ekonomi dan tingkat kebisingan, pengisian kuesioner dan wawancara. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut; observasi lapang, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, analisis beban kerja, analisis biomekanika, analisis ekonomi dan analisis kebisingan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi mesin pencacah plastik berdasarkan hasil pengukuran antropometri belum memenuhi kaidah ergonomi karena tinggi hopper 170 cm  melebihi tinggi bahu operator 140 cm dan tinggi outlet 40 cm lebih rendah dari tinggi pinggul operator 96 cm sehingga pada saat pengoperasian mesin operator merasa tidak nyaman. Hasil skor REBA yang didapat yaitu 7 untuk posisi menyalakan mesin dan pengambilan hasil cacahan sementara didapatkan skor 6 untuk posisi memasukkan bahan ke dalam hopper, hasil tersebut menunjukkan belum sesuai dengan kaidah ergonomi karena tergolong tingkat resiko sedang. Hasil uji kebisingan yaitu pada hopper 97,9 dB dan outlet 102,24 dB  kondisi dengan beban, hasil tersebut belum sesuai dengan kaidah ergonomi karena melebihi standar yaitu 85 dB. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa mesin sudah layak secara ekonomi, karena hasil menunjukkan NPV Rp. 37.354.120 > 0, BCR 1,11 > 1, IRR 2,07% > suku bunga MARR (suku bunga deposito Bank BRI  2%), dan PBP pada bulan ke- 24.
Analisis Fenol dan Flavonoid Total Pada Beberapa Teh Putih (Camellia sinensis L.) yang Beredar di Pasaran Ardi Rustamsyah; Hesti Kartini; Isye Martiani; Dani Sujana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n3.7

Abstract

Teh putih  (Camellia sinensis L) merupakan teh yang dibuat dari pucuk daun teh muda yang masih menggulung tanpa fermentasi, saat ini merupakan pilihan baru alternatif minuman di Indonesia dengan manfaat yang cukup banyak, memiliki banyak aktivitas diantaranya antioksidan, antimikroba dan antikolesterol. Teh putih juga memiliki aktivitas penghambatan  terhadap enzim α-glucosidase dan xanthin oksidase. Senyawa utama putih yang diduga  dalam aktivitas farmakologi tersebut adalah kelompok senyawa polifenol. Tujuan penelitian ini adalah analisis kadar fenol total dan flavonoid total dari beberapa teh yang beredar dipasaran. Metode penelitian meliputi makroskopis (organoleptik), skrining fitokimia dan  penentuan fenol total dan penentuan flavonoid total. Hasil penelitian dari sampel menunjukan  bentuk teh putih menggulung terpilin, bau khas teh dan rasa seduhan yang sepat, teh  putih juga memiliki kandungan kelompok senyawa metabolit sekunder  fenol, flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan triterpenoid/steroid,  kandungan fenol total sampel P-IRT 510320301146523 memiliki kandungan fenol total dan flavonoid total tertinggi yakni 5,826 ± 0,0370 mgGAE/g sampel dan 0,8061 ± 0,0183 mgQE/g sampel
Analisis Perbandingan Kualitas Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Berbagai Wadah Fermentasi Menggunakan Kultur Campur Christhoperus William Vincent Sucipto; Yoga Aji Handoko
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n3.8

Abstract

Sebagian besar kualitas biji kakao di Indonesia pada umumnya menghasilkan kualitas yang rendah, baik secara fisik ataupun cita rasa. Masih sedikit para petani yang melakukan proses fermentasi biji kakao, padahal biji kakao fermentasi memiliki kualitas yang lebih baik daripada biji kakao non fermentasi. Terbatasnya jumlah panen biji kakao menyebabkan petani enggan melakukan fermentasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh potensi wadah fermentasi ukuran kecil dalam fermentasi biji kakao dengan bantuan kultur campur Lactobacillus plantarum, Acetobacter tropicalis, dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 kali ulangan. Setiap wadah fermentasi dari kotak kayu, besek, bambu, dan paralon menggunakan biji kakao basah sebanyak 1 kg yang difermentasi dengan pemberian kultur campur (10%) dan tanpa pemberian kultur sebagai kontrol. Parameter pengujian yang dilakukan yaitu pH, suhu, rendemen, kadar air, cut test, gula reduksi, total asam, kadar lemak, dan organoleptik yang meliputi: tekstur, warna, aroma, rasa. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan kotak kayu dengan perlakuan kultur campur dengan nilai rendemen (36,18%), kadar air (6,67%), cut test (93%), gula reduksi (2,74%), asam total (0,35%), lemak (46,75%), organoleptik tekstur (4/S), warna (4,5/SS), aroma (4,15/S) dan rasa (3,85/S).

Filter by Year

2007 2025