cover
Contact Name
pramesti
Contact Email
fadesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fadesti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa
ISSN : 20870795     EISSN : 26220652     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The main focus of this journal is to promote global discussion forums and interdisciplinary exchanges among academics, practitioners and researchers of visual arts and visual culture. Series will encourage practice and research innovation that focuses on visual arts and visual culture, contributing to a better understanding of the highly dynamic development of dynamic theories, practices and discourses of visual art and visual culture.
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
BATIK DESA SENDANG DUWUR: KAJIAN FUNGSI, MAKNA, DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER Evanti, Shabrina Amelia; Erika Nur Candra; M. Nabilla Al-Fatah; Juwariyah, Anik
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i1.6017

Abstract

Desa Sendang Duwur merupakan salah satu daerah dengan budaya membatik di Lamongan. Motif batik di Desa Sendang Duwur memiliki nilai-nilai luhur yang selaras dengan nilai pendidikan karakter di Indonesia. Kekayaan nilai filosofis serta belum adanya penelitian yang menghubungkan batik Sendang Duwur dengan nilai pendidikan karakter membuat peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut mengenai batik Sendang Duwur. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi literatur atau studi kepustakaan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Metode ini dapat digunakan untuk menghasilkan kesimpulan yang valid dan untuk meneliti kembali sesuai konteksnya.  Teori yang digunakan untuk membedah batik Sendang Duwur adalah teori Semiotika Saussure dan teori fungsi Feldman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur. Terdapat dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana fungsi dari batik Sendang Duwur?; dan (2) Bagaimana makna dan nilai pendidikan karakter pada batik Sendang Duwur?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengetahui fungsi dari batik Sendang Duwur; dan (2) untuk mengetahui makna dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam batik Sendang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat fungsi & makna simbolik. Fungsi batik yakni mempengaruhi perilaku kerja keras dan kreativitas masyarakat. Fungsi fisik batik yakni diterapkan pada seragam dinas, sarung, jarik, dan dekorasi. Makna simbolik pada motif batik Sendang Duwur dibuktikan dengan adanya beberapa motif yang sesuai dengan 18 karakter yakni motif Bandeng Lele, Gapuro Tanjung Kodok, Kepiting, Singo Mengkok, Gedangan, Mondang Liris, Mondag Sungut, dan Patinan.
MOTIVASI ORANG TUA DALAM DUNIA PENDIDIKAN SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA MIX MEDIA Noniek, Noniek Putri Pariska; Yulianto, Yulianto
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i1.6085

Abstract

Peran orang tua sangat penting dan utama sebagai aspek kehidupan dari anak masih kecil hingga mereka dewasa. Salah satu aspek kehidupan yang wajib diperhatikan dengan serius yakni perihal pendidikan. Lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi budaya Jawa, Bapa Biyung memiliki karakteristik tersendiri dalam memberikan motivasi untuk terus menggapai ilmu pengetuhuan. Bapa Biyung secara langsung dan tidak langsung mengacu nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan inti tembang macapat. Proses penciptaan karya mix media ini berdasarkan pada riset dan dukung oleh metode penciptaan pemikiran Herbert Read. Terdapat tiga tahapan yang ditawarkan Hebert Read yakni: pengamatan, tahap penyusunan hasil pengamatan, pemanfaatan susunan tadi untuk mengekspresikan, serta metode penelitian artistik untuk berkarya. Tahapan-tahapan tersebut selama proses penciptaan disadari penuh sebagai tahapan yang bersifat holistik. Karya mix media ini hadir dalam bentuk tiga dimensi dengan bahasa metafor berupa kesatuan bentuk figur Ganesha bertumpu pada tabung berisi gulungan buku. Terkait medium, penciptaan karya mix media ini mencoba merespon barang-barang bekas berbahan dasar besi, plastik dan kertas. Dalam artian khusus karya ini diwujudkan untuk merepresentasikan gagasan kreator tentang motivasi orang tua dalam dunia pendidikan. Dalam arti umum ini hadir sebagai salah satu sarana penyampaian pesan moral kepada para pengamat atau penikmat seni, serta sebagai media alternatif kreatif dalam proses penciptaan karya mix media.
Kajian Sosio Semiotika Megalitikum Pada Sistus Tantaduo Taman Nasional Lore Lindu Nidyah Widyamurti; jauhari, Jauhari; Yudhanto, Sigied Himawan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6242

Abstract

Situs Tantaduo merupakan situs megalitikum yang berada di Lembah Bada taman nasional lore lindu, pada situs tantaduo terdapat sebuah arca yang dikenal dengan nama Watu Baula, arca Watu Baula sebagai objek megalitikum di analisis dengan pendekatan sosio semiotika eco yang terdiri dari signifikansi, kode, dan konteks untuk kemudian di interpretasikan dengan metode hubungan diadik dan triadik antara denotasi, konotasi, dan dan objek dapat diwakili oleh skema segitiga yang terkenal. Hasil penelitian secara analisis deskriptif menunjukan bahwa secara sosio semiotika bentuk arca terdapat berbagai objek penanda yang ditemukan pada badan artefak megalitikum di arca Watu Baula situs Tantaduo, seperti lingkaran garis-garis, corak, guratan dan bolongan -bolongan pada badan arca, memiliki tanda simbolik sebagai reperesentasi masyarakat yang sudah melakukan kegiatan bercocok tanam dalam kehidupan sosial masyarakat megalitikum. Bentuk lingkaran dan bolongan melambangkan symbol siklus hidup dan keberlanjutan, sedangkan ukiran manusia mencerminkan penghormatan terhadap leluhur. di lembah Bada selalu menunjukkan adanya hubungan budaya atau 'bahasa' komunikasi antara kelompok-kelompok masyarakat di wilayah tersebut. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kondisi masyarakat lokal di sekitar situs-situs megalitikum tersebut memiliki kesamaan dalam sistem simbolik sebagai 'bahasa' dan kepercayaan mereka.
Wujud Stigma Perempuan Dalam Seni Lukis Surealis Prayoga, Randi Rama; Karyono, Tri
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6395

Abstract

Penting untuk diingat bahwa stigma perempuan adalah isu kompleks yang terhubung dengan berbagai faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik serta kependidikan. Permasalahan yang sering diamali oleh perempuan, sedikit banyaknya juga penulis rasakan sendiri, diambang usia menuju kedewasaan banyak hal-hal baru yang menarik perhatian sehingga seringkalinya mengalami kesadaran dalam bagaimana masyarakat luas dalam memandang perempuan dalam suatu kotak pemahaman. Banyaknya pengaruh dari pola kehidupan manusia maupun lingkungan sosial seringkali membawa pengaruh bagi seseorang dalam memahami suatu problematika terutama dalam stigma perempuan, sehingga penulis ingin memberi ilustrasi dimana dapat menjadi pemahaman bersama bagaimana melepaskan perempuan dari belenggu stigma membutuhkan upaya kolektif dan berkelanjutan. Tahapan persiapan pembuatan karya ada lima tahap yaitu : (1) Persiapan (2) Elaborasi (3) Sintesis (4) Realisasi Konsep dan 5) Penyelesaian. Karya-karya ini membahas tentang perihal yang jarang dirasakan, serta dimiliki oleh setiap golongan masyarakat bagaimana menganggap perempuan itu memiliki derajat yang sama serta dapat membebaskan mereka dalam hal berekpresi tidak dibendungi oleh cibiran, makian bahkan kekerasan. Untuk itu dengan adanyanya karya-karya penulis harap untuk dapat menyadarkan ataupun hal-hal yang selama ini terjadi itu adalah salah terutama pada stigma perempuan dikehidupan sehari-hari. Menghapus stigma pendidikan perempuan tidak perlu tinggi, akan mempermudah dan membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya.
Jana Kertih: Kemuliaan Manusia dalam Penciptaan Seni Lukis Setem, Wayan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6462

Abstract

Tujuan dari penelitian dan penciptaan seni ini adalah mencipta dan menyajikan karya “Jana Kertih: Kemuliaan Manusia dalam Penciptaan Seni Lukis” sebagai representasi upaya membangun kualitas sumber daya manusia menuju manusia berkualitas suputra sadhu gunawan. Model penciptaan seni lukis menjadi ekspresi budaya yang mampu memainkan peran sebagai media peningkatan apresiasi masyarakat untuk membangkitkan Jana Kertih menuju Jana Hita membangun manusia berkualitas secara individu agar menjadi SDM yang sehat secara jasmani, dan rohani. SDM yang demikian itulah yang dapat berperan membangun kehidupan bersama untuk menciptakan rasa aman, damai, dan sejahtera. Penciptaan ini berbasis riset dengan demikian metodenya terdiri dari dua bagian yang tidak terpisah yakni metode penelitian dan metode penciptaan. Sedangkan metode penciptaan melewati tiga tahap yakni: eksplorasi, improvisasi, dan perwujudan karya yang didahului dengan telaah karya seni sejenis dan kajian literatur. Tahapan eksprimen/percobaan alat dan bahan untuk menemukan desain penyajian karya yang memiliki kebaruan yang kemudian diseminasikan untuk menyampaikan konsep Jana Kertih memuliakan manusia yang mengetahui hakikat dan tujuan hidup sebagai manusia sesuai ajaran agama dan memahami nilai-nilai etis, estetis dan religius.
Pekan Seni Grafis Yogyakarta Sebagai Praktik Budaya Produksi Sasongko, Damar; Nur Kamila, Nisrina; Kaheqsi, Ainur; Alfiandi, Dimas; Rika Winata, Caroline
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6474

Abstract

Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY), diinisiasi oleh Grafis Minggiran, mempunyai peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan seni cetak grafis di Indonesia. Berlangsung setiap dua tahun, PSGY menjadi ajang memperkenalkan seni grafis ke khalayak luas melalui pameran, workshop, seminar, residensi, dan perlombaan. PSGY dapat dikatakan turut memproduksi sebuah kebudayaan, yakni kebudayaan grafis yang dapat menginspirasi para seniman dan masyarakat luas terkait seni grafis. Penelitian ini berupaya mengungkap nilai-nilai serta artikulasi dari suatu budaya yang diproduksi oleh PSGY. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan etnografi dengan pendekatan budaya produksi (culture of production) dari DuGay dan sirkuit budaya (Circuit of Culture) dari Stuart Hall. Melalui pembahasan yang dilakukan, didapat sepuluh nilai dalam PSGY, yakni informatif, edukatif, kolaboratif, nasionalisme, sejarah, kompetitif, dokumentasi, konsisten, inovatif, dan profesionalitas. Sementara produksi PSGY berartikulasi pada regulasi, konsumsi, dan representasi.
Anting Jepit Bunga Cosmos: Kreasi Perhiasan Berbahan Resin dan Bunga Kering -, Chici Yuliana Nadi
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6570

Abstract

"Cosmos Flower Clip Earrings" are the creation of the Petrichor Project UMKM, which responds to consumer requests to create jewelry made from real flower petals. This research aims to determine the effect of differences in earring results using variations in UV (ultra violet) resin smeared techniques on pressed Cosmos flowers in the process of creating original flower petal earrings. The creation method used is an experimental method, with the independent variable being the UV resin application technique, and the dependent variable being pressed Cosmos flowers. The UV resin application technique is divided into two, namely the one-sided smeared technique and the two-sided cross smeared technique. The research data was then analyzed descriptively-qualitatively. There is a significant difference in the final result in the shape of the flower petals, where the one-sided smeared technique changes the shape of the flower petals from flat to curved. Both samples have the same luster, the flowers do not experience color deformation, and have good resistance to impact and scratches.
The Eksistensi Karya Seni Rupa Islam dalam Medan Seni Rupa Indonesia: Studi Kasus Pameran Fragments of Modern Indonesian Art History di OHD Museum Magelang Khairi, Miftahul
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6590

Abstract

This research explains the development of Islamic art in the modern and contemporary Indonesian art scene through Rispul and Tita Rubi's works collected by OHD Museum. The fundamental question is how OHD's taste in choosing its collection? How is the curation process in the exhibition Fragment of Modern Indonesian Art History? And why Rispul and Titarubi's works were chosen for the exhibition? This question is explained through the sociology of art theory from Becker and Bourdieu and uses a qualitative method with a case study approach. The results of the study show that OHD as a pure collector by providing distinction to the works he will collect, thereby gaining legitimacy in the Indonesian and Asian art scene. His legitimacy is able to influence the world of art collecting in Indonesia and Asia. The works of Tita Rubi and Rispul were collected and selected for the exhibition because they fit the criteria of being part of the development of contemporary art and continuing the Islamic art series.
Menyingkap Representasi Perempuan Dan Simbol Agama Dalam Poster Film Horor Indonesia: Melampaui Stereotip Pratiwi, Sekar; Fauziyyah, Ifa Bilqiis; Wahyudi, Luqman
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6594

Abstract

The Indonesian religious-themed horror film industry, as exemplified by Kiblat, Siksa Neraka, and Sijjin, leverages religious symbols to evoke fear and tension, presenting a stark contrast between sacredness and horror. However, this approach has sparked public controversy, with many perceiving it as a desecration of religious sanctity, leading to protests and boycotts that underscore the tension between artistic expression and religious values in Indonesian society. Furthermore, the portrayal of women in these films' posters often reinforces patriarchal stereotypes by depicting them as victims or objects of violence, perpetuating narratives of female subordination and hindering progress toward gender equality. Through Stuart Hall's Representation Theory, this study analyzes the visual and ideological construction of religious symbols and female figures in Indonesian horror film posters, exploring their denotative and connotative meanings to understand the genre's role in shaping social discourse on religion and gender within Indonesia's cultural context.
Makna Simbolis Topeng Malangan Lembu Suro Dalam Perspektif Semiotika Visual Cerly Sudarta Martsidaun
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6603

Abstract

The Lembu Suro Mask in the Topeng Malangan tradition is a cultural heritage that contains complex symbolism and deep mythological narratives. This research aims to explore the cultural meanings contained in the visual elements of the mask through Roland Barthes' visual semiotics approach. The analysis was conducted on the denotation and connotation aspects of elements such as color, shape, motif, and expression, and was linked to the Lembu Suro myth in the local tradition of the Malang community. Data were obtained through the observation of mask artifacts, performance art documentation, and interviews with traditional artists. The analysis results show that the red and black colors on the mask symbolize strength, protection, and bravery. The stern face shape with horns resembling a bull reflects characteristics of leadership, bravery, and spirituality. The visual ornaments adorning the mask reinforce its sacred function in rituals, while also serving as a link to the local narrative about the Lembu Suro myth, which emphasizes the values of loyalty, sacrifice, and cosmic harmony. This research asserts that the Lembu Suro Mask not only serves as a medium of aesthetic expression but also functions as a symbol of cultural identity and spirituality of the Malang community. This study contributes to the preservation of traditional craft arts and a deeper understanding of the importance of visual semiotics in representing local values.