cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
NUANSA MAKNA SINONIM VERBA TRANSITIF BERIMBUHAN meng-kan BERMAKNA INHEREN PERBUATAN DALAM BAHASA INDONESIA Ranti Permatasari; Ngusman Abdul Manaf; Novia Juita
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.482 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.17947

Abstract

Beberapa penelitian tentang sinonim sudah pernah dilakukan, namun belum memberikan penjelasan secara tuntas tentang nuansa makna sinonim verba transitif berimbuhan meng-kan bermakna inheren perbuatan dalam bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis untuk menjelaskan nuansa makna sinonim verba transitif berimbuhan meng-kan bermakna inheren perbuatan dalam bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa kalimat bahasa Indonesia yang berisi sinonim verba transitif berimbuhan meng-kan yang bermakna inheren perbuatan. Sumber data penelitian ini adalah koran nasional Padang Ekspress, majalah Femina, surat undangan pernikahan,dan acara talkshow Mata Najwa di Metro TV tahun 2017. Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian dan dibantu dengan alat berupa format penelitian untuk pencatatan dan penganalisisan data.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencatatan dokumen, teknik sadap, dan teknik introspeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 data yang diperoleh, secara keseluruhan pasangan sinonim verba transitif berimbuhan meng-kan bermakna inheren perbuatan dalam bahasa Indonesia adalah bernuansa makna. Oleh karena itu, sinonim tersebut hanya dapat menggantikan dalam konteks tertentu saja. Sehubung dengan itu, disarankan kepada penutur bahasa Indonesia memperdalam pemahaman tentang nuansa makna pasangan sinonim verba transitif berimbuhan meng-kan bermakna inheren perbuatan agar dapat menggunakan verba tersebut secara tepat dalam kegiatan berbahasa. 
DASAR-DASAR KONFLIK DAN MODEL RESOLUSI KONFLIK PADA MASYARAKAT DESA PANTURA JABAR M. Munandar Sulaeman
Sosiohumaniora Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.723 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i2.5449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apa prasyarat kondisi konflik dan dasar-dasar konflik; Bagaimana keterkaitan nilai sosial budaya atau tradisi dengan terjadinya konflik antar warga dan resolusi konflik. Metode penelitian adalah studi kasus pendekatan kualitatif; Informan diambil secara purposive. Hasil penelitian : Prasyarat kondisi yang mencukupi (sufficiency condition) konflik yaitu: Pertama tradisi minuman keras sebagai simbol hiburan hajatan, yang terlembagakan melalui kesenian tradisional. Kedua, akibat tingginya sensitivitas pribadi, krisis identitas dan harga diri yang menuntut perhatian. Dasar-dasar terjadinya konflik adalah adanya perbedaan atau kontradiksi orientasi nilai sosial dan degradasi pemaknaan nilai sosial budaya dan upacara tradisi. Nilai sosial budaya (tradisi ritual dan seni) memiliki potensi sebagai modal sosial perdamaian karena sifatnya dapat memotivasi dan menumbuhkan perdamaian serta kondusif menggalang dan menumbuhkan kerjasama, tanggungjawab, penyelesaikan masalah bersama, meluaskan jaringan hubungan sosial, rasa solidaritas sosial dan kejujuran. Pemerintah dan masyarakat harus menumbuhkan nilai sosial budaya damai dan harmoni dengan sistem kondusif yang mengaktualisaskan dan merevitalisasi seni dan upacara tradisional melalui pencerahan rasional, logis dan agamis serta professional. Kata kunci: Dasar Dasar Konflik , Resolusi Konflik.
ANALISIS KINERJA KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (ANALYSIS OF FOOD SECURITY PERFORMANCEIN WEST NUSA TENGGARA) Enirawan -; Setia Hadi -; Bambang Juanda -; Ernan Rustiadi -
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.941 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7299

Abstract

Isu ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni ketersediaan pangan yangmemadai di tingkat wilayah, namun merupakan daerah rentan pangan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptifketahanan pangan dan analisis regresi. Kinerja ketahanan pangan pada aspek ketersediaan adalah surplus, namunpada aspek distribusi belum stabil sedangkan aspek konsumsi ditandai masih tingginya persentase penduduk miskindan rasio kasus gizi buruk per 1000 penduduk walau dengan trend menurun. Untuk meningkatkan ketahananpangan wilayah di Provinsi NTB maka perlu upaya peningkatan produktivitas lahan pertanian, peningkatan akseslembaga keuangan, peningkatan peran koperasi dalam mendukung kegiatan usaha tani dan distribusi pangan,Pendidikan masyarakat serta pengembangan pelayanan kesehatan di Provinsi NTB
FAKTOR- FAKTOR YANG BERPENGARUH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI TERNAK DALAM MASA REFORMASI Lilis Nurlina; Marina Sulistyati; Wiwin Tanwiriah
Sosiohumaniora Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.802 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i3.5201

Abstract

Penelitian mengenai Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Tani Ternak dalam Masa Reformasi ini dilakukan di Desa Cidatar Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon petani-peternak sapi perah terhadap setiap program pembangunan yang diintrogasikan ke pedesaan dalam masa reformasi, peran aparat (pelaksana program), serta faktor-faktor yang berpengaruh (pendorong dan penghambat) terhadap pemberdayaan masyarakat tani-ternak di pedesaan pada masa reformasi. Penelitian ini bersifat studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah petani-peternak sapi perah anggota KUD Cisurupan sebanyak 25 orang, ditambah 5 orang informan. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok. Model analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Data sekunder diambil dari Kantor Desa Cidatar, KUD Cisurupan dan Laporan PPL-KCD Peternakan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktorfaktor yang berpengaruh terhadap pemberdayaan petani holtikultura dan peternak sapi perah, untuk faktor pendukungnya berupa suhu lingkungan yang cocok untuk usaha tersebut (daerah dingin: 130C-220C), adanya KUD yang menyalurkan sarana produksi pertanian-peternakan serta menerima hasil produksinya terutama susu dan pengalaman bertani-beternak yang cukup lama (3-20 tahun). Faktor penghambat berasal dari faktor fisik/struktur pemilikan lahan yang sempit, rata-rata kurang dari 0,5 ha, faktor ekonomi dan institusional berupa kebijakan harga yang tidak berfihak kepada mereka baik dari pemerintah maupun harga susu dari KUD yang lebih rendah, Rp. 100/liter dibanding KUD lain yang terdekat dengan KUD Cisurupan dengan kualitas yang sama, serta faktor sosial/kultural berupa sikap dan mentalitas petani-peternak yang lebih berorientasi pada masa kini serta pengurus KUD yang belum melakukan transparansi penuh dalam penentuan kebijakannya. Kata kunci : Pemberdayaan masyarakat tani ternak, faktor fisik, kultural dan institusional.
SENI KERAJINAN KELOM GEULIS DI KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI PELENGKAP FASHION WANITA Agus Nero Sofyan; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.339 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.13968

Abstract

Penelitian ini berjudul “Seni Kerajinan Kelom Geulis di Tasikmalaya sebagai Pelengkap Fashion Wanita”. Tasikmalaya merupakan kawasan di Priangan Timur Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini mengkaji pemerolehan dan pemilihan bahan baku, proses produksi (desain, pengukuran, pencetakan, pengepakan, dan pelabelan), dan pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah survei ke lapangan melalui wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis dari masyarakat dan pemerintah setempat. Selain itu, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan gambar di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kelom geulis sebagai pelengkap fashion wanita. Kelom geulis adalah jenis kerajinan khas yang berasal dari Tasikmalaya yang dibuat turun-temurun. Kelom geulis bagian dari jenis sandal pada umumnya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data lapangan melalui participant observation sebagai data primer dan sumber kepustakan sebagai data sekunder. Objek penelitian ini adalah kelom geulis di Tasikmalaya. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pemerolehan dan pemilihan bahan baku kelom yang berkualitas, proses produksi mulai dari mendesain, mengukur, mencetak, melabel, dan mengepak, serta memasarkan kelom geulis ke tempat-tempat yang strategis, baik dalam maupun luar negeri. Hasil yang dicapai dari penelitian ini bahwa kelom geulis produksi Kota Tasikmalaya memiliki kualitas yang baik, meningkatkan fashion pemakainya sehingga nyaman dipandang (eye-cathcing), dan meningkatkan jumlah produksi karena banyak permintaan dari dalam dan luar negeri. Selain itu, usaha pemerintah setempat dalam pelestarian seni produksi kelom geulis dengan memberikan peningkatan modal kepada para perajin, mendatangkan investor, dan memberikan peluang pemasaran baik di dalam maupun di luar.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU PEJABAT PUBLIK: STUDI PADA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Dede Mariana
Sosiohumaniora Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i3.5400

Abstract

Banyaknya ketidakpuasan dan protes masyarakat atas kinerja pejabat publik di dalam memberikan pelayanan publik (public service) selama ini mengindikasikan kurangnya kesadaran para pejabat publik terhadap nilai-nilai, norma-norma, falsafah kerja, serta orientasi kerja. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah kasus yang terjadi yang mengindikasikan penyimpangan perilaku di kalangan pejabat publik, misalnya kasus kavling gate, korupsi, dan sejenisnya. Padahal dalam konteks masyarakat yang patrimonial, perilaku pemimpin menjadi contoh yang diteladani masyarakat. Sehubungan dengan itu, penelitian ini mengkaji kondisi dan keterkaitan antara budaya organisasi dan perilaku pejabat publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling berstratifikasi dengan ukuran sampel sebesar 180 responden, yang terdistribusi secara proporsional pada pejabat publik Eselon I/b sampai dengan IV/a. Informan kunci dipilih secara purposif di antara pejabat publik yang menduduki jabatan Sekretaris Daerah, Kepala Dinas/Badan/ Biro/Bagian/Subbagian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket, studi kepustakaan dan dokumentasi, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap perilaku pejabat publik secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi budaya organisasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terbentuk oleh nilai-nilai dan norma kolektif yang cenderung konservatif dan tidak adaptif terhadap nilai-nilai baru yang berasal dari luar lingkungan birokrasi. Akibatnya, perilaku pejabat publik cenderung mengarah pada perilaku yang tidak diharapkan, sebagaimana diindikasikan dari banyaknya perilaku yang mengarah pada ritualisme, kejahatan kerah putih, penyuapan, dan menerima suap. Kondisi ini terbentuk dipengaruhi oleh faktor-faktor nilai dan norma kolektif yang membentuk budaya organisasi serta faktor-faktor kontrol sosial dan situasi anomi yang menentukan perilaku pejabat publik. Kata kunci: budaya organisasi, perilaku pejabat publik
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI SOFT SKILLS PADA MAHASISWA DI POLMAN BANDUNG Emma Dwi Ariyani
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.769 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai soft skills pada mahasiswadan faktor-faktor yang berperan dalam penguasaan keterampilan tersebut. Penelitian diikuti olehmahasiswa tingkat II di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (Polman Bandung) yang terdiri dari22 mahasiswi dan 97 mahasiswa. Dengan mengunakan metode penelitian deskriptif dan alat ukursoft skills yaitu soft competency questionnaire-self assessment (SCQ-SA) mengukur enam aspek softskills yaitu motivation, flexibility, willingness to learn, integrity, relationship building dan teamwork& cooperation. Penelitian ini menemukan bahwa gambaran umum soft skills partisipan penelitiantergolong cukup (median = 3). Diantara keenam aspek tersebut, aspek flexibility yaitu keterampilanuntuk beradaptasi merupakan aspek yang lebih dikuasai oleh partisipan dibandingkan aspek-aspek yanglain. Penelitian ini juga menggali permasalahan yang sering dihadapi mahasiswa yaitu masalah motivasi,relasi dengan teman, dan kemauan untuk selalu ingin belajar. Pengujian terhadap perbedaan soft skills diantara perempuan dan laki-laki menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memiliki peran yang signifikanterhadap penguasaan soft skills pada mahasiswa.
DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA PONTIANAK, PROPINSI KALIMANTAN BARAT Decky Irianti; Teta Riasih
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.359 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5667

Abstract

Keberadaan anak jalanan di Indonesia, khususnya kota-kota besar merupakan fakta tidak terbantahkan.Bahkan, dari waktu ke waktu cenderung bertambah, baik kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini tentunya merupakansatu masalah kesejahteraan sosial dan perlu mendapat perhatian serius. Fenomena keberadaan dan berkembangnyaanak jalanan merupakan persoalan yang pada hakikatnya bukanlah pada masalah kemiskinan belaka, melainkanjuga eksploitasi, manipulasi, serta ketidak-konsistenan terhadap cara-cara pertolongan, baik oleh anak jalanan itusendiri maupun oleh pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan penggunakanpendekatan survey deskriptif, karena dalam penelitian ini ingin memperoleh gambaran secara empiric tentagdukungan pemerintah daerah dalam penanganan anak jalanan, sehingga hasil penelitian ini dapat mencapaitujuan untuk mendapatkan generalisasi yang secara factual menggambarkan dukungan pemerintah daerah dalampenanganan anak jalanan di Indonesia, dalam rangka mencapai visi pemerintah daerah “bebas anak jalanan 2014“.Hasil penelitian ini mengungkapkan : Keberadaan anak jalanan di Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Baratyang dari waktu ke waktu cenderung meningkat; program penanganan anak jalanan telah banyak dilakukan olehpemerintah daerah Kalimantan barat baik tingkat propinsi maupun tingkat kota, tetapi belum terkoordinasi denganbaik, hal ini dikarenakan sampai saat ini belum adanya perda yang mengatur tentang penanangan anak jalanan;dan penanganan anak jalanan belum didukung oleh keberadaan pekerja sosial professional yang cukup memadaisecara kuantitas, sehingga upaya penanganan anak jalanan masih belum terstruktur dengan baik.Kata kunci : dukungan pemda, anak jalanan, perlindungan sosial
IMPLEMENASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DASAR DAERAH KEPULAUAN (STUDI DI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA) Very Londa
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.068 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.9224

Abstract

AbstrakKabupaten Kepulauan Talaud yang memiliki 20.209 jiwa penduduk usia sekolah atau 24.38% dari jumlah penduduk menghadapi permasalahan yang antara lain kurangnya guru yang bersedia ditempatkan di daerah, kurangnya sarana fisik baik berupa gedung, alat peraga bidang studi, peralatan laboratorium, buku-buku pelajaran dan peralatan pelajar lainnya; tidak lengkapnya data kependidikan untuk menunjang program on-line jardiknas. Penelitian ini bertujuan  menjelaskan  proses implementasi kebijakan pendidikan dasar dalam pengembangan ilmu administrasi publik dan penyelesaian permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.  Melalui penggunaan desain kualitatif penelitian ini menemukan bahwa sekalipun implementasi kebijakan pendidikan dasar di Kabupaten Kepulauan Talaud pada dimensi idealised policy, Implementing organization dan Environmental faktor khusunya lingkungan lembaga politik. Akan tetapi telah memberikan keberhasilan dalam peningkatan nilai rata – rata mata pelajaran. Serta terjadi peningkatan lulusan maupun prestasi lainnya yang diperoleh peserta didik dalam berbagai perlombaan baik dalam kategori kedaerahan, Provinsi maupun tingkat nasional. Situasi inilah yang oleh peneliti dianggap memiliki keunikan dimana dalam situasi dana yang terbatas, daerah tertinggal dan perbatasan, capaian prestasi pendidikan meningkat. 
KEPEMIMPINAN PENGURUS KOPERASI DALAM MENDINAMISKAN ORGANISASI KOPERASI (KASUS PADA KOPERASI SERBA USAHA (KSU) TANDANGSARI, SUMEDANG) Unang Yunasaf
Sosiohumaniora Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i3.5531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan pengurus koperasi, keadaan dinamika organisasi koperasi, dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Unit analisis adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Tandangsari Kabupaten Sumedang. Pengambilan contoh responden dilakukan secara gugus bertahap (multi stage sampling). Jumlah responden 30 orang dari dua kelompok peternak terpilih. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pengurus KSU Tandangsari tergolong cukup berfungsi. Unsur-unsur kepemimpinannya menunjukkan dalam: mengidentifikasi dan menganalisis organisasi beserta tujuan tergolong cukup, membangun struktur organisasi tergolong cukup, memiliki inisiatif tergolong tinggi, melaksanakan pencapaian organisasi tergolong cukup, mempermudah komunikasi tergolong kurang, dan menciptakan kesatupaduan dan suasana yang menyenangkan tergolong cukup. Dinamika organisasi KSU Tandangsari tergolong cukup dinamis. Unsur-unsur dinamika organisasinya menunjukkan: tujuan koperasi tergolong cukup dinamis, fungsi tugas koperasi tergolong cukup dinamis, pembinaan dan pemeliharaan tergolong cukup dinamis, penerapan peraturan dan sanksi tergolong kurang dinamis, pengadaan fasilitas tergolong sangat dinamis, dan tekanan pada organisasi tergolong dinamis. Derajat hubungan kepemimpinan pengurus koperasi dengan dinamika organisasi KSU Tandangsari menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat. Kata kunci : Kepemimpinan pengurus koperasi, dinamika organisasi koperasi

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue