cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
PERILAKU KOMUNIKASI “SADAR PANGAN DAN GIZI” PADA AKSEPTOR KB LESTARI (Kasus di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang) Hepi Hapsari
Sosiohumaniora Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i1.5374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku komunikasi “Sadar Pangan dan Gizi” akseptor KB Lestari. Perilaku komunikasi meliputi perilaku mencari dan menyampaikan informasi dilihat dari aspek kuantitas (frekeuensi) dan kualitas (level komunikasi), terpaan media massa dan kontak dengan nara sumber informasi. Metode penelitian survey deskriptif dengan pengambilan contoh acak sederhana. Analisis data dengan deskriptif kualitatif berdasarkan tabulasi frekuensi. Informasi Pangan dan Gizi yang diminati dan banyak dikomunikasikan responden meliputi makanan yang beragam dan bergizi untuk keluarga sehat, ibu hamil, BBBLC, produktivitas ASI, pertumbuhan bayi dan balita, serta kecerdasan anak-anak. Informasi Pangan dan Gizi yang kurang diminati dan kurang dikomunikasikan responden meliputi makanan yang beragam dan bergizi untuk produktivitas kerja, kebugaran jasmani, umur panjang, dan ketahanan tubuh. Level komunikasi berada dalam rentang : hanya sekedar bicara ringan (level 1) sampai mampu berempati dengan lawan bicara (level 3). Responden mendapatkan informasi Pangan dan Gizi dari PLKB, PPL, petugas Puskesmas, kader PKK-Posyandu, bidan desa, aparat desa, dokter/bidan swasta. Media massa cetak maupun elektronik tidak digunakan sebagai sumber informasi Pangan dan Gizi, namun lebih berfungsi sebagai media hiburan. Kata kunci : Perilaku Komunikasi, Pangan-Gizi, Keluarga Berencana
Otonomi Daerah Dan Komunikasi Politik Perempuan: (Analisis Gramcian Kandidat Perempuan Parlemen Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009) Umaimah Wahid
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.996 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5682

Abstract

The research about the women parliament candidacy based on problems, theory, methodology and researchanalysis being utilized by the researcher aims at 1) unveiling affirmative action policy in accordance to the2003 Public Election regulation (UU) and the 2008 political party regulation that are suitable policy along withefforts to enhance women representativeness in parliament within regional autonomy framework; 2) elaboratingpolitical party supports towards quota fulfillment process of 30 percent in line with the 2009 public electionregulation; 3) describing and criticizing mass media roles in the process of the political communication of womencandidates of DKI Jakarta Province in 2009; 4) discovering and exploring quality of the political communicationof women candidates of DKI Jakarta Province 2009; 5) highlighting women efforts and struggles regarding theregulation of political quota and regional autonomy are so-called ‘counter hegemony’ movement. Paradigmused in the research is critical paradigm with Gramcsian analysis model. Theory and concept of this research areAntonio Gramcsi’s thoughts; hegemony-counter hegemony, political network alliance, political communication,radical feminism, mass media in the New Marxist perspective (Gramcsian) and regional autonomy concept.The research uses qualitative approach with case study method and feminist research as well as equipped bymethod of the Gramcsian-Marxist analysis. Results and discussion of the research argue that women have beenundergoing marginalization both culturally and structurally in the political realm resulting in injustice of theirrepresentativeness in parliament. The notion becomes rooted in the social structure and system and has been goingas a cultural system which is patriarchy system. The women altogether have to establish and belong to a solidnetwork alliance to give pressure towards the government; those are in power and the state in order to transformconditions of women representativeness in parliament. They are therefore expected to have bargaining positionthat is balanced or even stronger with the state. The position is needed by women in that they can compete withmen and create broader opportunity by which they achieve it by the release of the 2009 political party regulationand the running of the regional autonomy regulation. In the Gramcsi’s concept, the equality of bargaining positionbetween women movement, represented as civil society and the state represented as political community highlylikely produce conceptual/intellectual and practical clashes to establish new hegemony whose consequence isto prosper woman community and broader civil society as well as political community. In this phase, Gramcsinames it as ‘counter hegemony’ movement in which women can present themselves and bear new hegemony afterwinning the conceptual war against the old hegemony. The women’s struggles to run candidacy of The 2009 DKIregional election took a form of ‘counter hegemony’. The effort was undertaken so that the women can owe highbargaining position in politics that is influenced by the other power namely mass media. The need to supports ofmedia industry is inevitable. Media industry, as institution having capital ideology, might highly possible be usedby women movement/ the civil. In addition, women can take benefits from media to assist struggles of ‘counterhegemony’. As a consequence, the women’s struggles of counter hegemony are complicated to do due to partialand incomprehensive efforts. The women political candidates of DKI Jakarta possess resistant movement spirit orfighting movement to transform cultural values of patriarchy especially in politics. In this notion, it is evident thatemancipation ideology is not effective to strengthen the movement unless it is as communal vision and missionfrom elements of struggles that can produce women great energy to achieve their goals. The energy is no other than‘collective will’ considered as fighting ideology which is necessary therein fighting ideas of women have constantand significant energy.Keywords : regional autonomy, political communication, Gramcsian Analysis, women parliament candidacydkijakarta 2009)
MEMAKNAI KEMBALI KONSTITUSI KITA (Holisme Pembangunan Hukum di Indonesia) Otje Salman; Anthon F. Susanto F. Susanto
Sosiohumaniora Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i2.5544

Abstract

The development of law in Indonesia presently has entered the transition period, that is, turning into paradigmatic law development, which is based on authority, directing to emansipative law. This kind of position demands some sort of enthusiasm to reinterpret our constitution, because basically as quoted from Hegel’s philosophy, constitution is the “spirit” that will be capable of leading this nation to get out of the crises, particularly crises of confidence in law. As the “spirit”, constitution has consequently to be correctly comprehended through the concept based on goodness, wisdom and justice, not on the contrary like evil (wickedness), power and greed. Only with creativity and wisdom, our constitution can be understood more holistically
KEBIASAAN MENGKONSUMSI DALAM KAITANNYA DENGAN SIKAP TERHADAP IKLAN TELEVISI PRODUK CHIPS SNACK PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PRINGSEWU KABUPATEN TANGGAMUS PROPINSI LAMPUNG Ida Nurhaida
Sosiohumaniora Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i1.5332

Abstract

Banyak perilaku khas dalam selang usia anak sekolah dasar. Diantaranya yang sering menarik perhatian para ahli psikologi, kesehatan, gizi maupun komunikasi periklanan adalah dalam hal perilakunya untuk memenuhi keinginannya. Pemahaman perilaku ini mendesak untuk diketahui sehubungan dengan adanya kecederungan sifat konsumtif anak-anak di areal pedesaan seperti di Kecamatan Pringsewu ini terhadap produk-produk industri utamanya chips snack. Bagi khalayak pedesaan ataupun sub urban sifat konsumtif ini menjadi masalah umum mengingat rata-rata tingkat pendapatan perkapitannya yang relatif rendah. Untuk itu maka perlu dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui korelasi antara besarnya uang jajan (Y1) dan jumlah konsumsi produk chips snack (Y2) terhadap: (1) kesukaan terhadap iklan televisi (X1), (2) preferensi terhadap iklan produk ini (X2), (3) keinginan membeli produk ini (X3), dan (4) sikap terhadap iklan produk ini secara agregat (X1 X2 X3). Penelitian ini dilakukan di Ibu Kota Kecamatan Pringsewu Kabupaten Tanggamus pada bulan Januari-Pebruiari 2002. Penarikan contoh dilakukan secara stratifikasi. Dipilih secara sengaja 3 SD yang di pusat kota Kecamatan Pringsewu. Dari setiap SD tersebut masing-masing dipilih kelas 4, 5, dan 6. Dari tiap kelas itu dipilih secara acak 5 anak yang di rumahnya mempunyai TV untuk diwawancari dengan 20 pernyataan dengan 3 katagori pilihan: setuju, tidak setuju, dan tidak tahu. Jawaban setuju diberi skor 1, tidak setuju –1, dan tidak tahu 0. Analisis korelasi yang digunakan adalah korelasi kanonik (canonical correlation analyses) dengan Progam SAS Versi 6.2. Simpulan yang diperoleh adalah bahwa: (1) kesukaan terhadap siaran iklan (X1) tidak berhubungan secara nyata dengan besarnya uang jajan (Y1) dan kebiasaan mengkonsumsi produk chips snack (Y2), dengan R-adj. = 0.240963 dan Pr>F =0.843600, (2) preferensi terhadap iklan produk chips snack (X2) berhubungan secara nyata dengan besarnya uang jajan maupun (Y1) dan kebiasaan mengkonsumsi produk chips snack (Y2), dengan R-adj. = 0.723501 dan Pr>F =0.0065 atau F = 0.061400 atau 6%, dan (4) sikap terhadap iklan televisi produk chips snack (X1,X2,X3) secara agregat berhubungan sangat nyata dengan besarnya uang jajan maupun (Y1) dan kebiasaan mengkonsumsi produk chips snack (Y2), dengan R-adj. =0.955529 dan Pr>F = 0.0000 (
THE EFFECT OF MINDSET PERSONAL ON BEHAVIOR OF INTERNET ENTREPRENEURSHIP STUDENTS OF UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA YPTK PADANG Muharika Dewi; Erna Susanti; Rina Susanti; Zefri Yenni; Eliza Eliza
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.937 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.25625

Abstract

The importance of understanding mindsets to direct behavior in internet-based entrepreneurship is the effort in bringing entrepreneurial learning processes close to changes in entrepreneurial behavior. This study aims to determine the grouping of students’ mind sets in two growth and fixed categories, knowing the description of mind set content and internet entrepreneurial behavior in students, knowing the differences in internet entrepreneurial behavior based on student mindsets, knowing the correlation between mind set and internet entrepreneurial behavior, then know the contribution of mindset to internet entrepreneurial behavior. This research method with a quantitative approach, using a likert scale questionnaire instrument, the sample is students registered at UPI YPTK Padang in 2018/2019 academic year totaling 148 people, sampling from the population is done by purposive sampling technique, data analysis with percentage techniques in describing data, independent test sample t test for different tests, pearson correlation product moment analysis for testing the relationship of variables and the square of r for testing the contribution. The results of the analysis state that 45% of students with a fixed mind set and 55% with a growth mind set, students with a growth mind set have better internet entrepreneurial behavior with an average of 86.82%. Hypothesis testing states that there are differences in student internet entrepreneurial behavior based on personal mindsets, there is a fairly strong correlation between mind set with internet entrepreneurial behavior, with a contribution of 20.4%. It is proven that students with growth mindsets have higher behavior in internet entrepreneurial activities, therefore to increase the ability and interest of students in entrepreneurship must start from the approach to the correct mindset about entrepreneurship. 
KEBIJAKAN PENATAAN MINIMARKET DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG TRADISIONAL DI KOTA BANDUNG: STUDI DI KAWASAN PEMUKIMAN KECAMATAN ANTAPANI Budiman Rusli
Sosiohumaniora Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.12 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i2.5513

Abstract

Penelitian ini menyoroti masalah kebijakan penataan pasar modern dalam hal ini mini market yang belum berjalan sesuai harapan. Ditemukan banyak pelanggaran yang menyebabkan para pedagang tradisional tersudutkan bahkan tidak sedikit yang gulung tikar. Lokasi penelitian ini di kawasan pemukiman Kecamatan Antapani yang tediri dari empat kelurahan yaitu; Kelurahan Antapani Wetan, Kelurahan Antapani Kulon, Kelurahan Antapani Tengan dan Kelurahan Antapani Kidul. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data diperoleh melalui indepth interview, observasi, studi literature dan pengumpulan data sekunder. Adapun informan pada penelitian ini adalah pejabat perijinan BPPT, Disperindag KUKM, Camat Antapani, Minimarket dan Ritel Tradisional di Kecamatan Antapani. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa implementasi Kebijakan Penataan minimarket belum berjalan sesuai dengan harapan. Perkembangan usaha ritel modern masih mendominasi perekonomian masyarakat. Belum ada usaha yang berhasil secara signifikan memberdayakan para pedagang tradisional agar siap bersaing merebut pasar potensial yaitu konsumen yang bermukim di sekitar kawasan perumahan tersebut.Pelanggaran demi pelanggaran masih terjadi. Berdampak pada penurunan omzet yang sangat tajam melampaui angka 70% yang membuat pelaku ekonomi yang lemah ini tersudutkan dan tidak sedikit yang gulung tikar. Dari hasil penelitian di lapangan, penulis menemukan salah satu poin penting dalam mendukung pelaksanaan kebijakan ini melalui memperkuat pola kemitraan. Model kemitraan yang kuat akan menjadi penopang utama kelancaran implementasi kebijakan. Dalam penelitian ini, penulis mengajukan “Model Kemitraan MRT,” sebagai model alternatif dalam mengatasi hambatan dan masalah implementasi Kebijakan Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang diamanatkan Perda Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2009. Kata Kunci: Kebijakan, Minimarket dan Ritel Tradisional
PENERAPAN PRINSIP NEGARA HUKUM DI INDONESIA Haposan Siallagan
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.147 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9947

Abstract

Berdasarkan ketentuan UUD 1945 hasil perubahan, disebutkan dengan tegas bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Prinsip negara hukum Indonesia tidak merujuk secara langsung pada dua paham atau aliranberbeda tentang negara hukum, yaitu negara hukum dalam arti rechtsstaat dan negara hukum dalam arti the rule of law. Namun demikian, penerapan prinsip negara hukum Indonesia didasarkan pada unsur-unsur negara hukum secara umum, yaitu adanya upaya perlindungan terhadap hak asasi manusia, adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan, adanya pelaksanaan kedaulatan rakyat, adanya penyelenggaraan pemerintahan yang didasarkan pada peraturan perundangundangan yang berlaku dan adanya peradilan administrasi negara. Agar tercapai tujuan negara hukum Indonesiasebagaimana dicita-citakan dalam Pembukaan UUD 1945, maka seluruh unsur dimaksud harus diterapkan secara konsisten.
TRAFFICKING PEREMPUAN DAN ANAK DI JAWA BARAT (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANDUNG, INDRAMAYU DAN KARAWANG) Komariah Emong Sapardjaja
Sosiohumaniora Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i2.5297

Abstract

Perdagangan perempuan dan anak telah menjadi masalah internasional karena telah merendahkan harkat dan martabat perempuan dan anak, yang merupakan hak asasi manusia yang sangat fundamental sifatnya. Perdagangan perempuan dan anak mempunyai ciri yang sangat khusus, yaitu semacam penghambaan/ perbudakan, serta merupakan kejahatan transnasional, padahal perbudakan telah dihapuskan sejak tahun 1926. Badan-badan dunia seperti PBB mengeluarkan deklarasi anti perdagangan perempuan dan anak, dan berbagai konvensi internasional melarangnya, seperti CEDAW, serta menggolongkan kejahatan tersebut sebagai kejahatan yang sangat serius. Indonesia dianggap sebagai negara yang kurang serius memerangi kejahatan perdagangan perempuan dan anak. Oleh karena itu penelitian ini mencoba mengungkapan jaringan serta peta perdagangan perempuan dan anak di Jawa Barat sebagai daerah asal korban yang terbesar, serta upaya pencegahannya, melalui studi kasus dan observasi lapangan di Kabupaten Bandung, Indramayu, dan Karawang, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Kata kunci : Trafficking
KINERJA USAHA WIRAUSAHA PEREMPUAN “GUREM” PENERIMA KREDIT DI DESA CIHIDEUNG ILIR, KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR Laras Sirly Safitri; Suharno Suharno; Siti Jahroh
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.685 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.11408

Abstract

Wirausaha perempuan merupakan salah satu faktor kunci pertumbuhan ekonomi, khususnya di perdesaan. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, usaha kecil bahkan skala “gurem” yang dijalankan perempuan seringkali menghadapi hambatan akses terhadap modal. Tujuan dari penelitian ini, untuk menganalisis dampak pemberian kredit melalui pengukuran kinerja usaha perempuan, sebelum dan setelah menerima kredit. Penelitian ini merupakan sebuah aksi yang berbasis pada riset eksperimen. Responden terdiri dari tiga puluh orang yang dipilih secara sengaja (purposive) untuk diberikan perlakuan berupa kredit modal usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja usaha perempuan penerima kredit belum meningkat setelah menerima kredit. Hal tersebut ditunjukkan oleh tingkat pengembalian kredit yang hanya mencapai 83 persen. Di samping itu, Uji Pangkat Tanda Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan omset rata-rata per hari dan marjin keuntungan rata-rata per hari wirausaha perempuan, baik sebelum maupun setelah menerima kredit. Perlu penelitian lanjutan yang dapat mendesain ulang penyaluran kredit yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wirausaha perempuan, serta dilengkapi dengan pendampingan manajemen usaha. 
PEMBERDAYAAN KOPERASI BERBASIS AGRIBISNIS DI DAERAH PEDESAAN Almasdi Syahza
Sosiohumaniora Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.261 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i3.11551

Abstract

Pembangunan ekonomi kerakyatan di daerah Riau difokuskan kepada pemberdayaan petani terutama di pedesaan. Untuk pembangunan ekonomi pedesaan pemerintah daerah telah mengembangkan sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan berbasis agribisnis. Program ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Dalam pengembangan agribisnis masih ditemukan permasalahannya, antara lain: lemahnya struktur permodalan dan akses terhadap sumber permodalan; ketersediaan bahan baku dan kontinuitasnya;  terbatasnya kemampuan  dalam penguasaan teknologi; lemahnya organisasi dan manajemen usaha; dan  kurangnya kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia. Salah satu alternatif pemecahannya untuk mengatasi masalah tersebut adalah memberdayakan lembaga ekonomi pedesaan yaitu koperasi. Koperasi memegang peranan sangat penting pada kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama di pedesaan. Koperasi harus berfungsi sebagai badan usaha di pedesaan dan pelaksana penuh pemasaran produk agribisnis.  

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue