cover
Contact Name
Fitria
Contact Email
jurnal@stikkessurabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@stikessurabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Infokes : Info Kesehatan
ISSN : 2087877X     EISSN : 26552213     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini terbit dua kali setahun bulan Januari dan bulan Juni berisi tulisan ilmiah yang belum pernah di publikasikan dalam media lain. Publikasi ilmiah ini memuat tulisan hasil - hasil penelitian para Dosen dilingkungan STIKES dan para peneliti ilmu - ilmu Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI MENSTRUASI (DISMINOREA) PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI MTS NURUL HIKMAH KOTA SURABAYA TAHUN 2018 jamila, fidatul; A’yun, Salis Qurota
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.465 KB)

Abstract

Hasil survei World Health Organization (WHO) pada tahun 2013enunjukkan lebih dari 80 % wanita usia subur mengalami dysmenorrhea ketika haid, dan 67,2 % nya terjadi pada kelompok umur 13 – 21 tahun. Cara mengatasi nyeri haid dengan mengkonsumsi bahan herbal seperti minuman kunyit asam. Minuman kunyit asam mengandung curcumin, minyak atsiri, anthocyanin dan tanin yang dapat menurunkan tingkat nyeri. Peneliti bertujuan menganalisis pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri menstruasi (dysmenorrhea) primer pada remaja putri di MTS. Nurul Hikmah Kota Surabaya Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pre test post test. Jumlah sampel sebanyak 26 reponden didapatkan dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri menstruasi (dysmenorrhea) menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri menstruasi sebelum diberikan minuman kunyit asam yaitu sebesar 3.50, sedangkan rata-rata tingkat nyeri menstruasi sesudah diberikan minuman kunyit asam yaitu sebesar 1.46. Hasil analisis p-value 0.000 < 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri menstruasi (dysmenorrhea) pada remaja putri di MTS. Nurul Hikmah kota Surabaya tahun 2018. Peneliti harapkan bagi remaja putri untuk mengkonsumsi minuman kunyit asam pada saat dysmenorrhea sebagai salah satu obat tradisionalang dapat menurunkan nyeri menstruasi, disamping itu efek samping yang mungkin terjadi sangat minimal.
Corelation Of Nutrient State and immunization With Incident Of Acute Respiratory Tract Infection Toward Children Under 5 Years Old in Mabelopura Publik Healt Centre (PHC) Hutagaol, Iin Octaviana; Lamidji, Misnawati
Infokes Vol 9 No 01 (2019): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.499 KB)

Abstract

          Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) most common in children under 5 year old. And it could lead death due to attack one of respiratory tract from nose to alveoli. Increasingof ARTI prevalensi influenced by same factors. Such as environment (air polition), individual factor (age, Weight birth, nutrient state and immunization)  family factor. The aim of this research to obtain the correlation of nutrient state and immunization with incident of ARTI toward childrent under 5 years old in Mabelopura PHC. This is analytical research by using cross sectional approaching. The population wera those children under 5 years old who visited Mabelopura PHC and with ARTI diagnosed. Total samples were 43 resppondents and taken by accidental sampling technique. Data analsed by Chi-Square test. The  result shown that most of children have poor nutrient state category (79,1%), incomplete immunization (62,8%), and in suffering of ARTI (65,1%). Conelusion it have correlation between nutrient state and immunization with incident of ARTI  childrent under 5 years old in Mabelopura PHC. Expectation of this research could become one of reference for mabelopura PHC administration in performing of healt promotion toward community about nutrient, immunization and ARTI.
PENGARUH PEMBERIAN JUS NANAS DAN MADU TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI (DISMENORE) PADA REMAJA PUTRI DI SMP TRI TUNGGAL II SURABAYA setianingsih, yana agus; Widyawati, Nurin
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.868 KB)

Abstract

D Dismenore merupakan nyeri perut yang berasal dari kram uterus dan terjadi selama menstruasi. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan  lebih dari 80% wanita usia subur mengalami dismenorea ketika haid, dan 67,2%nya terjadi pada kelompok umur 13-21 tahun (WHO, 2013). Dampak yang diakibatkan oleh dismenore primer berupa gangguan aktifitas seperti tingginya tingkat absen dari sekolah maupun kerja, serta aktivitas olahraganya. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh pemberian jus nanas dan madu  terhadap penurunan nyeri menstruasi (dismenore) pada siswi di SMP Tri Tunggal II Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen, dengan rancangan non equivalent control group pre test and post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling berjumlah 32 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan berjumlah 16 dan kelompok kontrol berjumlah 16. Tingkat dismenore primer diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok perlakuan rata-rata tingkat nyeri sebelum diberikan jus nanas dan madu yaitu sebesar 3,58 dan sesudah pemberian jus nanas dan madu yaitu sebesar 2,12 dengan nilai p-value (0,000<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tingkat nyeri sebelum pemberian jus nanas dan madu yaitu sebesar 2,62 dan sesudah pemberian jus nanas dan madu yaitu sebesar 3,75 dengan nilai p-value (0,001<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan penurunan nyeri menstruasi (dismenore) antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.    
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pijat Bayi (Baby Massage) Di Posyandu Desa Ogoamas, Kecamatan Sojol, Kabupaten DOnggala Lamidji, Misnawati; Mujianti, Cicik
Infokes Vol 9 No 01 (2019): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.674 KB)

Abstract

Laporan World Health Organization (WHO) tentang Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) tahun 2000 mengungkapkan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram akan 4 kali lebih berisiko untuk mengalami kematian neonatal (28 hari pertama) dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan 2500-2999 gram, dan resiko kematianya meningkat menjadi 10 kali dibanding dengan bayi berat badan lahir 3000-3499 gram. Bayi dengan berat badan lahir terbaik memiliki berat badan lahir sebesar 3000-4000 gram. Dari 5 orang ibu, 4 ibu belum mengetahui cara pijat bayi. Terdapat 5 bayi yang berat badan lahir rendah. Sebagian ibu mengatakan takut melakukan pijat bayi karena takut salah dan anak menjadi sakit, adapun pijat bayi biasa dilakukan oleh dukun dan keluarga yang paham tentang pijat bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pijat bayi di posyandu Desa Ogoamas Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan rancangan quasi ekspermental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini 46 ibu dengan teknik pengambilan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0.000, karena nilai 0,000 lebih kecil dari< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara pengetahuan ibu tentang pijat bayi. Hasil uji Wilcoxon di atas diketahui Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0.000, karena nilai P 0,000 lebih kecil dari < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pijat bayi.
Analisis Kandungan Zat Gizi dan Sianida Pada Keripik Biji Karet (Hevea brasiliensis) Maryam, Andi
Infokes Vol 9 No 01 (2019): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.238 KB)

Abstract

Pemanfaatan biji karet sebagai bahan makanan belum banyak diketahui oleh masyarakat. Kandungan sianida (HCN) yang terdapat pada biji karet menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual dan muntah, serta menimbulkan sakit kepala, padahal kandungan zat gizinya relatif tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan zat gizi yang terdapat pada keripik biji karet. Metode penelitian mengunakan komparatif eksperimental. Penelitian dilakukan dengan tiga kali pengulangan untuk masing-masing perlakuan yaitu biji karet segar, biji karet kering hasil reduksi HCN (waktu perendaman 36 jam dan 168 jam), dan keripik biji karet. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar sianida sebesar 86,68% dari kadar HCN biji segar 3,98 mg/kg menjadi 0,53 mg/kg biji karet untuk biji karet kering hasil reduksi sianida dengan perendaman satu minggu dan perebusan selama 2 jam. Keripik biji karet mengandung zat gizi berupa protein 18,0%, lemak total 32,3%, dan karbohidrat 14,3%, sedangkan biji karet kering hasil reduksi mengandung protein 15,6%, karbohidrat 31,6%, dan lemak total 40,9%.
Hubungan Status Gizi Dan Kebiasaan Mengkonsumsi Sayuran Dengan Konsentrasi Timbal Dalam Darah Pada Siswa Sekolah Dasar, Kabupaten Brebes Daramusseng, Andi
Infokes Vol 9 No 01 (2019): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.467 KB)

Abstract

Timbal merupakan logam berat yang bersifat persisten, toksik dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Absorpsi timbal di dalam tubuh sangat lambat, sehingga terjadi akumulasi dan dapat menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan manusia terutama pada anak-anak, seperti gangguan perkembangan otak, memperlambat pertumbuhan, merusak ginjal bahkan kematian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan  status gizi  dan kebiasaan mengkonsumsi sayuran  dengan konsentrasi  timbal dalam darah pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan desain  cross sectional dengan 52 sampel diambil secara purposive sampling. Data diperoleh dari wawancara, observasi, pemeriksaan konsentrasi  timbal dalam darah dan sayuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua siswa sudah terpajan timbal melebihi standar yang ditetapkan CDC (5 μg/dl). Tidak ada hubungan antara status gizi IMT  dengan konsentrasi  timbal dalam darah pada siswa sekolah dasar dengan nilai  r=0,056. Terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara kebiasaan mengkonsumsi sayuran dengan konsentrasi  timbal dalam darah pada siswa sekolah dasar dengan nilai p = 0,028. Konsentrasi  timbal  yang tinggi pada anak  dapat menimbulkan dampak kesehatan dan bahkan menimbulkan kematian. untuk itu, perlu  adanya kerjasama lintas sektoral antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Pendidikan dalam memberikan penyuluhan tentang bahaya timbal bagi manusia dan lingkungan kepada siswa sekolah dasar, guru dan orang tua siswa.
PENGARUH PENGGUNAAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L.) TERHADAP FLOUR ALBUS PADA WANITA USIA SUBUR DI PMB AFAH FAHMI, A. MD. KEB SURABAYA TAHUN 2018 Ula, Zumrotul; Liunesi, Derthi Ferina
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.674 KB)

Abstract

Flour albus merupakan gejala yang sering dialami oleh sebagian besar wanita. Flour albus yang memberi dampak kemandulan dan kanker serviks adalah flour albus patologis yang disebabkan oleh infeksi pada vagina (jamur, bakteri, parasit, virus) sehingga perlu pengobatan segera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  penggunaan air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap flour albus pada wanita usia subur. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan rancang bangun one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang mengalami flour albus sebanyak orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan wanita usia subur sebelum menggunakan air rebusan daun sirih hijau semua mengalami flour albus (100%). Wanita usia subur sesudah menggunakan air rebusan daun sirih hijau sebagian besar flour albus berkurang (91,7%) dan sebagian kecil flour albus tidak berkurang (8,3%). Hasil analisis wilcoxon p=0,003 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh  penggunaan air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap flour albus pada wanita usia subur di PMB Afah Fahmi, A.Md.Keb. Diharapkan bagi bidan untuk memberikan informasi tentang flour albus dan menjadikan rebusan daun sirih hijau sebagai salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya flour albus patologis.
RIWAYAT PEMBERIAN ASI TERHADAP MORBIDITAS BAYI UMUR 0-6 BULAN Muliyati, Hepti
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.804 KB)

Abstract

Masalah gizi seperti gizi kurang dan infeksi akan mengakibatkan peningkatan angka kejadian morbiditas dan mortalitas. Pemberian ASI  perlu ditingkan untuk menurunkan angka morbiditas bayi. Meskipun Departemen Kesehatan RI telah menganjurkan agar bayi menerima ASI  saja  selama  6  bulan  pertama,  namun  hanya  32%  dari  bayi  di  bawah  umur  6 bulan menerima ASI secara eksklusif. Cakupan ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Indonesia mengalami peningkatan yaitu dari 52,3% tahun 2014 (Kemenkes RI, 2015) menjadi 55,7% tahun 2015 (Kemenkes RI 2016). Sementara itu, cakupan ASI esklusif bayi 0-6 bulan di Sulawesi Tengah juga mengalami peningkatan yaitu  dari 55,5% (tahun 2014) menjadi 56,0% (tahun 2015). Walaupun cakupan tersebut telah mengalami peningkatan, namun belum mencapai target RPJMD yang telah ditetapkan yaitu sebesar 85% (Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, 2016). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 45 ibu yang memiliki bayi. Teknik pengambilan sampel secara purposive. Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensia. Statistik inferensia menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan IMD, pemberian kolostrum dan ASI eksklusif dengan morbiditas bayi umur 0-6 bulan dengan masing-masing nilai p=0,045; 0,045; 0,001, namun tidak terdapat hubungan atara pemberian makanan atau minuman prelakteal dan makanan atau minuman tambahan selain ASI dengan morbiditas bayi umur 0-6 bulan.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN KEJADIAN JANTUNG KORONER DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Nurhayati, Nurhayati
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.72 KB)

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Faktor perilaku tidak sehat yang sering dikaitkan dengan kejadian PJK adalah aktivitas fisik dan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan kadar kolesterol total dengan kejadian  penyakit jantung koroner di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien PJK rawat jalan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah di poliklinik jantung dengan jumlah sampel keseluruhan 41 responden yang diambil menggunakan consecutive sampling. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi square dan fisher’s exact dengan tingkat kemaknaan 5%. Analisis bivariat dengan uji chi square menunjukkan ada hubungan aktivitas fisik dengan PJK (p=0,000) dan  uji fisher’s exact menunjukkan ada hubungan kadar kolesterol total dengan kejadian PJK (p=0,000). Dapat dikatakan bahwa seseorang dapat mengalami penyakit jantung koroner karena kurang melakukan aktivitas fisik sehingga pembakaran kalori dan lemak dalam tubuh lebih sedikit.
POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH dg. masikki, maharani farah dhifa
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.184 KB)

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2017, diabetes mellitus termasuk penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di seluruh dunia dan merupakan urutan ke-4 dari prioritas penelitian nasional untuk penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalah dianalisisnya hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik  dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam  RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus Tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam  RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah pada saat penelitian dilakukan yang berjumlah 43 orang. Sampel berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil analisis univariat dari 43 responden menunjukkan sebanyak 41,9% responden yang memiliki pola makan baik dan sebanyak 58,1% responden yang memiliki pola kurang baik.  Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan anatara pola makan dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II dengan p value: 0,000 dan ada hubungan anatara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II dengan p value: 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik  dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Saran bagi RSUD Madani diharapkan  membuat jadwal penyuluhan secara rutin dan membuka ruangan konseling khusus pasien diabetes mellitus sehingga pasien benar-benar bisa memahami cara mengatur pola hidupnya terutama cara mengatur aktivitas fisiknya.