cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
The Success of Freshwater Aquaculture Program: Nile Tilapia or “Nila” Culture In Indonesia Gustiano, Rudhy; Arifin, Otong Z; Subagja, Jojo; Kurniawan, Kurniawan; Prihadi, Tri H; Saputra, Adang; Ath-Thar, M H F; Cahyanti, Wahyulia; Prakoso, Vitas A; Radona, Deni; Kusmini, Irin I; Kristanto, Anang H
Zuriat Vol 34, No 2 (2023): September, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i2.50108

Abstract

This paper discusses the current status of tilapia aquaculture production, historical development based on the production growth, technological advances in genetic improvement and culture system, trade and product development, strategies, and policies in maintaining and improving national production. All data and information used in this manuscript were collected from available publications relating to the past and present status of tilapia cultivation in the country. Nowadays, Indonesia is the second-largest tilapia producer in the world with the contribution of about 25.89% to tilapia global production. In Indonesia, tilapia is the largest production among other cultured species. The annual growth production of tilapia is inccread 11.61% from 2011 to 2018. West Java Provinceis the largest tilapia producer followed by West Sumatra, South Sumatra, and Central Java. In the last six years, most of tilapia production comes from pond culture followed by floating cages, net cages, paddy fields, and pen culture. The success of tilapia culture is much influenced by technological improve in grow-out and genetic improvement of the local varieties. A side of that, trading and global market oriented are also established with various acceptable products. Tilapia aquaculture in Indonesia shows the succsess story of freshwater aquaculture program from nothing before 1990 to be something at present time. To maintain and increase the future production of tilapia, it needs strategies and policies in production and trade. The tilapia program maybe used as a role model for another economic imprortant freshwater species in Indonesia.
Pendugaan Parameter Genetik dan Seleksi Jagung Manis Hibrida Berdasarkan Karakter Hasil dan Komponen Hasil di Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat Astikaria, Astikaria; Rusmana, Rusmana; Firnia, Dewi; Yenny, Ratna Fitry; Muslimah, Rahma Nurul; M, Danu Sabda; Natawijaya, Azis
Zuriat Vol 34, No 2 (2023): September, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i2.48688

Abstract

Kebutuhan jagung manis nasional mengalami peningkatan setiap tahunnya. Varietas hibrida jagung manis dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi jagung. Tujuan penelitian ini untuk menduga parameter genetik dan menyeleksi jagung hibrida rakitan Benih Sumber Andalan Research Center berdasarkan karakter hasil dan komponen hasil. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Benih Sumber Andalan Research Center yang terletak di Kampung Carang Pulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada bulan Desember 2022 - Februari 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan augmented design dengan 20 genotipe uji dan empat pembanding (checks). Berdasarkan hasil seleksi yang diperoleh terhadap karakter pengamatan, diperoleh 15 genotipe terpilih hasil seleksi. Untuk uji keseragaman, 20 genotipe uji telah seragam hal ini dibuktikan dengan adanya keseragaman dengan tiga varietas pembanding, hal ini dibuktikan hasil analisis rekapitulasi sidik ragam memiliki nilai koefisien keragaman < 25% pada seluruh karakter yang diamati.
Embriogenesis Somatik Beberapa Kultivar Seledri (Apium graveolens L.) pada Beberapa Konsentrasi Sukrosa dengan Media Dasar Gamborg B5 Utamy, Aisya Fitrianty Dwi; Amien, Suseno; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52966

Abstract

Embriogenesis somatik dapat menjadi metode pilihan untuk memperbanyak tanaman hasil program pemuliaan tanaman seledri. Penelitian ini bertujuan memperoleh genotip dan penambahan konsentrasi sukrosa yang terbaik untuk memperoleh embriogenesis somatik seledri. Percobaan dilakukan di Laboratorium Teknologi Kultur Jaringan Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Dilaksanakan mulai bulan Desember 2016 sampai Desember 2017. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tiga kultivar seledri yaitu Amigo, Moyang dan Tall Utah. Faktor kedua adalah penambahan konsentrasi sukrosa yang terdiri dari 1% sebagai cek, 1.5%, 3% dan 4.5%. Media dasar yang digunakan yaitu media Gamborg B5 dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2.4 D 1 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dan pengaruh mandiri dari kultivar dan penambahan konsentrasi sukrosa berpengaruh pada embriogenesis somatik. Kultivar Moyang dengan penambahan konsentrasi sukrosa 1% adalah yang terbaik karena unggul dalam pertumbuhan ukuran kalus, jumlah tunas,  jumlah akar dan jumlah daun.
Effect of Composition and Duration of Media Fermentation on Components and Yield of Merang Mushrooms (Volvariella volvacea) Hanafi, Harri; Ria, Elly Roosma; Komariah, Ai; Sondari, Nunung
Zuriat Vol 35, No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i1.54564

Abstract

In the cultivation process, the composition of growing media and the length of composting of growing media affect the yield of merang mushrooms. This research was conducted in June 2023. Aiming, to determine the effect of the interaction of composition and duration of media composting on the components of yield and yield of mushroom. This research was conducted in the mushroom experiment barn of the Faculty of Agriculture, Winaya Mukti University, with an altitude of 898 meters above sea level. Using a randomised group design (RAK) factorial pattern, consisting of two factors. The first  factor is media composition.  m1 (100% cotton + 0% rice husk),  m2 (75% cotton+25% rice husk), m3 (50% cotton+50% rice husk), m4 (25% cotton+75% rice husk), m5 (0% cotton+100% rice husk), m5 (0% cotton+100% rice husk). The second factor is the length of media composting of 5 days (m1) and 10 days (m2). The results showed that the media composition of 75% cotton and 25% rice husk with a composting time of 5 days gave an effect on the components of the results of the diameter of the average yield of 3.1 cm and affected the yield of 160 fruits with a total harvest weight of 1.5 kg per plot.
Uji Daya Hasil 15 Klon Ubi Kayu (Manihot esculenta) F1 Berdasarkan Karakter Hasil dan Komponen Hasil Di Jatinangor Wijaya, Wendy; Karuniawan, Agung; Carsono, Nono
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52969

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia penghasil ubi kayu yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi yang disebabkan oleh konversi lahan. Dengan meningkatnya kebutuhan dan impor ubi kayu Indonesia maka diperlukan ubi kayu yang dapat berproduksi tinggi untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini merupakan salah satu tahapan pada program pemuliaan untuk mengembangkan varietas ubi kayu lokal pada lokasi Jatinangor yang memiliki produksi lebih tinggi dari varietas sebelumnya. Jatinangor dipilih karena memiliki agroekologi yang mirip dengan kabupaten – kabupaten produsen ubi kayu di Jawa Barat antara lain Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi genotipe yang berpotensi menjadi varietas unggul baru dan menyiapkan bahan tanam untuk penelitian selanjutnya. Kegiatan penelitian telah dilakukan pada Kebun Percobaan Ciparanje Unpad, Jatinangor, Sumedang dengan periode waktu dari Desember 2019 hingga November 2020. Pengidentifikasian genotipe yang berpotensi unggul dilakukan dengan membandingkan lima belas genotipe uji dengan tiga varietas cek. Pembandingan dilakukan dengan metode Least Significant Increase (LSI) pada lima belas karakter agronomi. Hasil dari penelitian ini adalah Genotipe 1, Genotipe 4, Genotipe 8, dan Genotipe 9 melebihi varietas cek pada satu karakter agronomi atau lebih. Genotipe 1 memiliki karakter panjang umbi yang melebihi ketiga cek dan berat umbi per tanaman melebihi Cek 2. Genotipe 4 memiliki diameter yang melebihi Cek 2. Genotipe 8 melebihi Cek 3 pada karakter indeks panen. Genotipe 9 melebihi Cek 2 dan Cek 3 pada karakter indeks panen.
Evaluasi Daya Hasil Beberapa Galur Mutan Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Var. MS-UNSIKA Hasil Iradiasi Sinar Gamma Pada Generasi M1 Syafii, Muhammad; Fitriani, Ayu; Wicaksana, Noladhi; Ruswandi, Dedi
Zuriat Vol 35, No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i1.54776

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki sumber karbohidrat tinggi. Kebutuhan komoditas ini setiap tahunnya terus meningkat. Tetapi, di sisi lain produksinya masih rendah. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan teknologi nuklir. Pemanfaaatan teknik nuklir pada tanaman jagung antara lain untuk perbaikan sifat genetik varietas melalui mutasi dengan iradiasi sinar gamma. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan galur-galur mutan jagung manis yang memiliki karakter daya hasil tinggi dengan metode diiradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan di PAIR BATAN dan di lahan milik PT. Pertani pada Mei 2019 sampai September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah galur jagung manis yang terdiri dari 5 taraf, yaitu G1 (MS-02), G2 (MS-04), G3 (MS-06), G4 (MS-07), G5 (MS-08). Faktor kedua adalah dosis iradiasi sinar gamma yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M0 (0 gray), M1 (100 gray), M2 (200 gray), M3 (300 gray), sehingga terdapat 20 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur jagung manis dengan iradiasi dosis sinar gamma memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Secara umum, perlakuan G1M1 (galur MS-02 + dosis sinar gamma 100 gray) memberikan pengaruh terbaik pada parameter hasil panen 3,49 kg/plot, bobot tongkol dengan kelobot sebesar 214,25 gram, bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 154,70 gram, diameter tongkol tanpa kelobot 4,43 cm, dan panjang tongkol tanpa kelobot 16,88 cm. Sedangkan perlakuan G5M0 (galur MS-08 + dosis sinar gamma tanpa radiasi (0 gray)) memberikan pengeruh terbaik terhadap diameter tongkol dengan kelobot 4,98 cm dan  panjang tongkol dengan kelobot 27,73 cm. Dan perlakuan G5M3 (galur MS-08 + dosis sinar gamma 300 gray) memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter kandungan gula yaitu 18,500Brix.
Identifikasi Plasma Nutfah Pisang Nangka (Musa acuminata) secara In-situ sebagai Sumber Aksesi Unggul di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, Jawa Barat Anggraeni, Tiffani Dias; Ismail, Ade; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52970

Abstract

Pisang nangka (Musa acuminata) dapat dijadikan sebagai sumber energi yang baik karena mengandung kalori yang cepat diserap oleh tubuh. Selain itu, pisang nangka mengandung enam komponen utama yang diperlukan oleh tubuh manusia yaitu air, gula, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta asam folat yang cukup tinggi dan dapat juga dikatakan sebagai sebagai pangan fungsional karena memiliki pati resisten. Saat ini pisang yang lebih dikembangkan yaitu Cavendish, sedangkan Jawa Barat memiliki varietas lokal yaitu pisang nangka yang dapat dimanfaatkan. Karakterisasi merupakan salah satu prosedur awal program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan plasma nutfah dan kultivar unggul baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai keragaman genetik pisang nangka di Kecamatan Cibalong. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey purposive sampling dan eksplorasi in-situ yang dilakukan di beberapa desa yaitu Desa Karyasari, Mekarsari, Karyamukti, dan Sagara di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, Jawa Barat dari bulan Januari 2016 sampai dengan Maret 2016. Analisis data dilakukan untuk mendapatkan nilai variasi genetik dan varians fenotipik. Hubungan kekerabatan dan analisis PCA menggunakan program XL-STAT 2016. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat keragaman yang luas pada pisang nangka berdasarkan hasil karakterisasi dari karakter vegetatif dan generatif menurut deskriptor pisang di Kecamatan Cibalong dan terdapat sumber plasma nutfah pisang nangka di Kecamatan Cibalong. Jenis pisang nangka  memiliki nilai INP yang lebih besar dibandingkan jenis pisang lain yaitu 88.56%. Hasil dendogram dari analisis cluster memperlihatkan bahwa variasi yang terdapat pada jenis pisang nangka adalah tinggi.
Karakterisasi Varietas Pisang Lokal (Musa spp.) Di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Hasibuan, John Hendra Parlindungan; Qosim, Warid Ali; Rostini, Neni; Kusumah, Fajar Maulana Wijaya; Ismail, Ade
Zuriat Vol 35, No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i1.54925

Abstract

Pisang yang terdapat di Jawa Barat memiliki varietas lokal yang bervariasi. Pisang lokal (Musa spp.) yang terdapat di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat belum dieksplorasi sebagai sumber data awal untuk program pemuliaan tanaman pisang. Analisis vegetasi dan keragaman pisang salah satu prosedur awal dengan melakukan karakterisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi tentang keragaman pisang lokal (Musa spp.). Penelitian ini dilakukan di tiga desa di Kecamatan Cipatujah (Desa Sindangkerta, Desa Cikawung Ading, dan Desa Kertasari) Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dari bulan Mei sampai Juni 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan metode survei dan eksplorasi. Hasil dari penelitian ini adalah Tanaman tahunan dengan nilai indeks keragaman 1,59 dengan kriteria sedang diposisi pertama, dan tanaman pisang dengan nilai indeks keragaman 1,47 kriteria sedang diposisi kedua dan tanaman semusim dengan nilai indeks keragaman 0,54 dengan kriteria rendah posisi ketiga. Nilai indeks keragaman tanaman tahunan tidak berbeda jauh dibanding tanaman pisang tetapi berbeda jauh dengan tanaman semusim. Jenis pisang yang mendominasi di Wilayah Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya adalah Pisang Raja Siem posisi pertama yaitu 43,51%, Pisang Kapas posisi kedua yaitu 43,43%, Pisang Bangka Wulu posisi ketiga yaitu 31,31% dan Pisang Ambon Jepang posisi keempat yaitu 31,14% berdasarkan perhitungan INP (Indeks Nilai Penting) serta ditemukan 14 jenis Pisang pada 11 titik lokasi pengamatan ditemukan
Keragaman Jenis Pisang Sub-Grup Banana pada Dataran Rendah di Kabupaten Bandung Barat, Sukabumi, dan Sumedang Nugraha, Shandy; Rostini, Neni; Kusumah, Fajar Maulana Wijaya; Ismail, Ade
Zuriat Vol 35, No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i1.54986

Abstract

Pisang merupakan komoditas hortikultura yang mendapat prioritas untuk diteliti dan dikembangkan karena sangat potensial dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri ataupun ekspor. Karakterisasi merupakan salah satu prosedur awal program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan kultivar unggul baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data tingkat keragaman dan kekerabatan jenis pisang sub-grup banana pada dataran rendah di tiga Kabupaten di Jawa Barat berdasarkan karakter morfologi dan agronomi. Penelitian dengan metode survey dan eksplorasi yang dilakukan di beberapa daerah di Jawa Barat (Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Sukabumi) dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2014. Penentuan lokasi sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat keragaman jenis pisang sub-grup banana serta tingkat keragaman hayati agroekosistem pada dataran rendah di tiga Kabupaten di Jawa Barat adalah tinggi. Keragaman genetik dari jenis pisang sub-grup banana pada dataran rendah di tiga Kabupaten di Jawa Barat adalah tinggi. Variasi dipengaruhi oleh seluruh karakter morfologi dan agronomi yang digunakan kecuali karakter bentuk daun dan warna marjin petiolus. Hasil dendogram setiap jenis memperlihatkan variasi yang terdapat pada jenis pisang lokal sub-grup banana adalah luas.
Diversitas Genetik Dahlia pinnata Cav Berdasarkan Karakter Morfologi di Jawa dan Sumatera dengan Menggunakan Analisis Komponen Utama (PCA) Maulana, Haris; Maxiselly, Yudithia; Karuniawan, Agung; Purdianty, Amalia; Zulaicho, Zulaicho; Y.H., Anne
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52968

Abstract

Analisis diversitas genetik menggunakan 32 aksesi koleksi Dahlia pinnata Unpad, berdasarkan karakter morfologi (14 karakter) bertujuan untuk melihat penyebaran Dahlia pinnata di Indonesia. Analisis ini menggunakan PCA yang menggunakan eigen value sebagai nilai diskriminan. Rancangan percobaan menggunakan one row plot yang menjadikan setiap individu menjadi ulangan. Lokasi percobaan berada di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Hasil dari penelitian ini memperoleh grafik biplot dari nilai PCA yang menunjukkan bahwa aksesi-aksesi yang diamati memiliki penyebaran yang acak, tidak mengelompok spesifik. Hal ini menunjukkan perlu dilakukan analisis lebih lanjut berdasarkan karakter lain untuk menjustifikasi pola penyebarannya.