cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 502 Documents
HUBUNGAN PENINGKATAN LAJU ENDAP DARAH (LED) DENGAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN APENDISITIS INFILTRAT DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2010 - 2014 Yusmaidi Yusmaidi
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.214 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i3.2028

Abstract

Apendisitis infiltrat merupakan komplikasi dari apendisitis akut, dengan tingkat kejadian apendisitis tinggi. Nyeriabdomen akut merupakan salah satu penyebab atau gejala dari appendisitis. Salah satu pemeriksaan laboratorium untukmenegakkan diagnosis appendisitis adalah pemeriksaan jumlah leukosit dan laju endap darah. Pada appendisitis infiltrat,laju endap darah akan meningkat dan jumlah leukosit tergantung dari keadaan tubuh pasien. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan peningkatan laju endap darah (LED) dengan jumlah leukosit pada pasien appendisitis infiltratdi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2010 sampai dengan 2014. Penelitian ini adalah penelitian analitikdengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Variabel bebas pada penelitian iniadalah laju endap darah, sedangkan variabel terikatnya adalah jumlah leukosit. Data yang digunakan diperoleh dari rekammedis dan diolah menggunakan uji chi-square, program SPSS for window ver 21.0 dengan tingkat kemaknaan p-valuekurang dari 0,05. Subyek penelitian ini berjumlah 52 pasien, terdiri dari 17 pasien laki-laki dan 35 pasien perempuan.Berdasarkan hasil uji chi-square, didapatkan hubungan yang bermakna antara peningkatan laju endap darah (LED) denganjumlah leukosit pada pasien appendisitis infiltrat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2010 sampaidengan tahun 2014 dengan p-value sebesar 0,034 dan OR 8,53.
PERBEDAAN JUMLAH LEUKOSIT DARAH DAN LAJU ENDAP DARAH (LED) APENDISITIS AKUT DENGAN APENDISITIS KRONIS DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Iin Rahmayani
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.932 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i4.1990

Abstract

Latar Belakang : Apendisitis adalah peradangan dari apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomenakut yang paling sering. Penyakit ini dapat mengenai semua umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih seringmenyerang laki-laki berusia antara 10-30 tahun. Penyakit ini dapat dijumpai di semua usia, namun paling sering pada usiaantara 20 sampai 30 tahun.Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan jumlah leukosit darah dan laju endap darah (LED) apendisitis akut denganapendisitis kronis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasienapendisitis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan penyakit jantung dan tanpa penyakit jantung periodetahun 2014-2015, sampel diambil sebanyak 50 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji T-test independent.Hasil : Nilai rata-rata jumlah leukosit darah pada pasien apendisitis akut adalah 13.223,2 dengan standar deviasi ±5.507,52. Sedangkan nilai rata-rata Laju Endap Darah (LED) pada pasien apendisitis akut adalah 27,62 mm/jam denganstandar deviasi 18,88 mm/jam.Nilai rata-rata jumlah leukosit darah pada pasien apendisitis kronis adalah 8596.60 denganstandar deviasi ± 2251.66. Sedangkan nilai rata-rata Laju Endap Darah (LED) pada pasien apendisitis kronis adalah 21.08mm/jam dengan standar deviasi 16.55 mm/jam. Hasil uji statistik dengan sample t test diperoleh p-value = 0,000 (p-value <α = 0,05) yang berarti terdapat perbedaan jumlah leukosit darah dan Laju Endap Darah (LED) apendisitis akut denganapendisitis kronis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Kesimpulan : Terdapat perbedaan jumlah leukosit darah dan Laju Endap Darah (LED) apendisitis akut denganapendisitis kronis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Iskandar Rahman; Deviana Utami
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.473 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i4.1932

Abstract

Latar Belakang : Obesitas adalah Akumulasi lemak secara berlebihan atau abnormal dalam tubuh sehingga dapatmengganggu kesehatan. Obesitas yang menetap dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem metabolik berupahiperkolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kadar kolesterol pada MahasiswaKedokteran Universitas Malahayati.Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan studicase control yaitu membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol yang dilakukan secara bersama-sama atausekaligus. Subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati. Sampel yang didapatberjumlah 50 sampel yaitu 25 sampel kasus (mahasiswa obesitas) dan 25 sampel kontrol (mahasiswa tidakobesitas),Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini adalahobesitas sebagai variabel bebas (independent) dan nilai kadar Kolesterol sebagai variabel terikat (dependent). Data dianalisa dengan continuity correction.Hasil : Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%, maka didapatkan nilai p =1,000. Ini berarti bahwa nilai p > α (0,05). dengan OR sebesar 1,042 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidakterdapat hubungan antara obesitas dengan kadar kolesterol dan responden obesitas beresiko untuk mengalamipeningkatan kadar kolesterol yang tinggi sebesar 1 kali dibandingkan dengan yang tidak obesitas.
HUBUNGAN STATUS ANTROPOMETRI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI KELAS II MADRASAH ALIYAH DI PERGURUAN DINIYYAH PUTRI KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2014 Chintya Mutiara; Hetti Rusmini
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.956 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1976

Abstract

Latar Belakang: Salah satu indikator untuk melihat status gizi remaja adalah pengukuran tidak langsungmenggunakan status antropometri untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi, ketidakseimbangan initerlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh. Memahamistatus antropometri penting karena dapat menggambarkan kondisi suplai asupan dan kebutuhan gizi.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan status antropometri dengan kadar hemoglobin pada siswi kelas IIMadrasah Aliyah di Perguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaran tahun 2014.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas II Madrasah Aliyah di Perguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaransebesar 66 orang dengan sampel 66 responden. Analisis data bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah chiSquare dengan uji kemaknaan 95%Hasil Penelitian: Status antropometri termasuk dalam kategori kurang baik yaitu sebanyak 34 orang (51,5%) danyang mengalami anemia sebanyak 40 orang (60,6%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan status antropometridengan kadar hemoglobin pada siswi kelas II Madrasah Aliyah di Perguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaran tahun2014 dengan p-value = 0,000 dan OR = 4,000.Kesimpulan: Ada hubungan status antropometri dengan kadar hemoglobin pada siswi kelas II Madrasah Aliyah diPerguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaran tahun 2014.
KARAKTERISTIK LUARAN MATERNAL DAN PERINATAL PADA REEKLAMPSIA BERAT DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2014 Fonda Octarianingsih; Dexa Rivandi
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.997 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i3.1923

Abstract

Latar Belakang : Preeklampsia merupakan salah satu dari penyebab utama kematian ibu dan masih merupakanmasalah dalam pelayanan obstetri di Indonesia. Pada preeklampsia berat terjadi peningkatan risiko yang merugikan padakeluaran maternal dan perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik luaran maternal dan perinatal padapreeklampsia berat di rumah sakit umum dr. h. abdul moeloek tahun 2014.Metode : Penelitian deskriptif dengan metode cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari catatanmedik pasien preeklampsia berat di rumah sakit umum dr H. Abdul Moeloek tahun 2014 yang memenuhi kriteria inklusi daneksklusi. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel frekuensi.Hasil : Pada keluaran maternal didapatkan 10 kasus (18,5%) impending eklampsia, 5 kasus (9,3%) eklampsia, 4kasus (7,4%) edema paru, 11 kasus (20,4%) indroma HELLP, 1 kasus (1,9%) kematian maternal, dan pada keluaranperinatal didapatkan 19 kasus (35,2%) BBLR, 3 kasus (5,6%) asfiksia neonatorum, 12 kasus (22,2%) kelahiran prematur,11 kasus (20,4%) kematian perinatal.Kesimpulan : Penelitian deskriptif ini menunjukkan bahwa pasien preeklampsia berat memiliki prevalensi efeksamping merugikan yang besar dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi sehingga dapat mempengaruhikeluaran maternal dan perinatal.
HUBUNGAN FUNGSI MOTORIK KASAR TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK CEREBRAL PALSY DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Zam Zanariah Ibrahim; Putri Rizki Amalia; Octa Reni Setiawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.86 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2014

Abstract

Cerebral Palsy adalah spektrum defisit neurologis motorik yang predominan yang terjadi akibat gangguan pranatalatau perinatal, kadang disertai dengan kesulitan belajar, masalah perilaku, dan epilepsi, tetapi sering mampu bertahanhidup hingga dewasa. Perkembangan motorik merupakan aspek perkembangan yang penting karena berkaitan danmendorong aspek perkembangan lain. Kualitas hidup sebagai persepsi individu mengenai posisi mereka dalam kehidupandilihat dengan konteks budaya dan dimana mereka tinggal serta hubungannya dengan tujuan, harapan, standar yangmenjadi perhatian individu tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara fungsi motorik kasar terhadapkualitas hidup anak cerebral palsy di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2014.Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan studi cross sectional. Populasi diambil dari pasienusia 0-12 tahun di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung sebanyak 32 orang. Ujistatistik yang digunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan dari 32 responden, terdapat 18 responden(56.2%) untuk level fungsi motorik kasar berat (level 4 dan 5), 11 responden (34.4%) untuk level fungsi motorik kasarsedang (level 3), 3 responden (9.4%) untuk level fungsi motorik kasar ringan (level 1 dan 2) dan yang memiliki kualitashidup baik sebanyak 19 responden (59.4%), kualitas hidup buruk sebanyak 13 responden (40.6%). Dari hasil uji korelasiSpearman terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi motorik kasar dengan kualitas hidup anak cerebral palsy(p=0.000, r=0.668).
PREVALENSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN PENGGUNA KATETER HARI KEEMPAT DI KELAS II DAN III RSUD ABDUL MOELOK BANDAR LAMPUNG Gilang -; Syuhada -; Nia Triswanti
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 2 (2014): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.633 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i2.1914

Abstract

Infeksi saluran kemih adalah masuknya satu atau beberapa spesies mikroorganisme kedalam saluran kemih,menyebabkan adanya tanda-tanda respon inflamasi dan gejala yang khas. Infeksi selalu ditandai dengan ditemukan bakteripositif pada kultur urin (≥105 mikroorganisme/ml). Infeksi nosokomial saluran kemih didapat ketika pelayanan kesehatanatau seluruh pelayanan, ketika berhubungan dengan pengobatan pasien.Dan merupakan infeksi nosokomial yang palingsering terjadi terutama pada kelas II dan III.Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi nosokomial saluran kemih yaitu,Escherichia coli, Pseudomonas aeroginosa, Stapylococcus sp, Klebsiella pneumoniae.Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui prevalensi dan identifikasi bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada pasien hari keempat pemakaiankateter kelas II dan III RSUD Abdul Moelok Bandar Lampung.Rancangan penelitian ini jenis penelitian deskriptif laboratorik dengan pendekatan cross sectional study. Sampeldalam penelitian ini adalah pasien yang menggunakan kateter hari keempat kelas II dan III sebanyak 30 sampel yang terdiriatas 15 parempuan dan 15 laki-laki. Kemudian sampel diuji kultur.Hasil penelitian ini ditemukan pasien yang mengalami infeksi saluran kemih sebanyak 15 sampel, 14 disebabkanoleh bakteri dan 1 disebabkan oleh jamur.Infeksi saluran kemih banyak terjadi pada terjadi pada perempuan 60% (9 pasien)dari pada laki-laki 40% (6 pasien). Jenis bakteri yang ditemukan dari uji kultur yaitu bakteri Escherichia coli 26,7%,Pseudomonas aeroginosa 26,7%, Stapylococcus aureus 20%, Klebsiella pneumoniae 13,3%, Proteus vulgaris 6,7%.Kesimpulan dari penelitian ini, kateter merupakan faktor yang dapat menyebabkan ISK. Kejadian ISK banyak padawanita dan Bakteri terbanyak yaitu Escherichia coli dan Pseudomonas aeroginosa
POLA KOMPLIKASI SISTEMIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN LAMPUNG PERIODE 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2015 Toni Prasetia
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.201 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i1.2004

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah grup penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi yangdihasilkan oleh defek pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Awal perjalanan penyakit DM bersifat asimptomatiksehingga banyak yang tidak terdiagnosis. Pasien DM baru menyadari bahaya penyakit ini setelah munculnya komplikasi,baik akut maupun kronik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil komplikasi sistemik pada pasien DM tipe 2 diRSPBA lampung.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data rekam medis pasien DM tipe 2 di RSPBA lampungperiode 1 Januari–31 Desember 2015 adalah populasi penelitian berjumlah 313. Besar sampel pada penelitian ini adalah163 pasien.Hasil : Penderita DM lebih banyak perempuan (68,72%) dibandingkan laki-laki (31,28%), dengan jumlah kasustertinggi pada kelompok usia 51–60 tahun (33,12%). Komplikasi akut terbanyak adalah ketoasidosis diabetik (KAD).Komplikasi mikrovaskuler terbanyak adalah retinopati, dan komplikasi makrovaskuler terbanyak adalah ulkus.Kesimpulan : Komplikasi sistemik terbanyak pada pasien DM tipe 2, untuk komplikasi akut adalah KAD, komplikasimikrovaskuler adalah retinopati, dan komplikasi makrovaskuler adalah ulkus.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN BUSNATUL FALAH KECAMATAN TANJUNG KARANG PUSAT BANDAR LAMPUNG Arief Effendi; Neno Fitriani Hasbie; Ania M
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.467 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i2.1967

Abstract

Latar Belakang : Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. prevalensiskabies di puskesmas seluruh Indonesia pada tahun 2008 adalah 5,6%-12,95%. Skabies dapat dipengaruhi oleh karateristikdan sanitasi lingkungan.Metode Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan sanitasilingkungan terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Busnatul Falah Kecamatan Tanjung Karang Pusat BandarLampung. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan study cross sectional dengan pengambilanpurposive sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 orang, sampel sebanyak 50 orang. Teknik pengumpulandata menggunakan data primer, sedangkan analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil : Dari hasil uji chi-square pada derajat kepercayaan 95% (p < 0,05) didapatkan ada hubungan antara usia(p-value 0,038 < 0,05), ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value 0,049 < 0,05), ada hubungan antara penghunidan luas kamar (p-value 0,013<0,05). tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,069 > 0,05), tidak ada hubunganantara penyediaan sumber air ( p-value 0,190> 0,05), tidak ada hubungan antara kualitas fisik air (p-value 0,103 >0,05).Kesimpulan : Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia, tingkatpendidikan, penghuni dan luas kamar terhadap kejadian skabies di Pondik Pesantren Busnatul Falah Kecamatan TanjungKarang Pusat Bandar Lampung.
HUBUNGAN JUMLAH CD4+ DENGAN PENURUNAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN TERINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)/ACQUIRED IMMUNEDEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI RSUDDr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Firhat Esfandiari
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.488 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i4.2037

Abstract

Latar belakang : Acquired Immunedeficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakansistem kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ditandai denganimunosupresi berat yang dapat menyebabkan komplikasi terjadinya anemia, yang ditandai dengan penurunaan jumlahCD4+. Sel limfosit CD4+ merupakan target utama pada infeksi HIV dimana sel ini berfungsi sentral dalam sistem imun tubuh.Pada mulanya sistem imun dapat mengendalikan infeksi HIV, semakin lama terinfeksi HIV akan menimbulkan penurunanjumlah sel limfosit CD4+ <200 sel/mm3, terganggunya homeostasis dan fungsi sel-sel lainnya dalam sistem imun tersebut.Tujuan : Mengetahui hubungan penurunan jumlah CD4+ dengan penurunan hemoglobin pada pasien terinfeksiHIV/AIS di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2014.Metode : Jumlah kadar CD4+ dan kadar hemoglobin didapatkan dari rekam medik pasien yang datang ke KlinikVCT Kanca Sehati RSUAM dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah survey analitik denganrancangan cross-sectional study.Hasil : dari 60 responden didapatkan rerata hb pada pasien terinfeksi HIV/AIDS dengan CD4+ kurang dari 50sel/mm rerata Hb 6,7 gr/dL (11,7%), CD4+ 50-99 sel/mm rerata Hb 7,1 gr/dL (40%) dan CD4+ 100-200 sel/mm rerata Hb 9,4gr/dL (48,3%). Dengan pria mendominasi sebanyak 32 (53,3%). Rentan usia terbanyak 20-30 tahun sebanyak 27 (45%).Kesimpulan : Terdapat korelasi positif antara penurunan jumlah CD4+ dengan penuruunan kadar Hb. Semakinrendah CD4+ maka terjadinya penurunan Hb semakin besar.

Page 3 of 51 | Total Record : 502