cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 526 Documents
The Role of Muay Thai Training in Improving Physical Fitness and VO₂max in Sedentary Adults: A Narrative Review Al Husni Hadi Pasca Putra; Julia Windi Gunadi; Yenni Limyati; Oeij Anindita Adhika
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.23372

Abstract

Aging is a physiological process that results in a gradual decline in physical fitness. Sedentary lifestyles are spreading throughout the world due to a limited availability of spaces for physical activity, coupled with more sedentary lifestyles resulting from office-based jobs and the widespread use of televisions and video devices, which has led to an increase in inactivity and numerous harmful effects on health. Exercise with various modalities can maintain several components of physical fitness, thereby slowing or mitigating the negative effects of aging on physical fitness. Muay Thai is a famous martial arts sport from Thailand. A martial arts-based physical training program with "hard" movements can provide benefits in physical fitness components, such as cardiovascular fitness and muscle strength or endurance. The review aims to examine and synthesize current scientific evidence on how Muay Thai training influences maximal oxygen uptake (VO₂max) and various components of physical fitness in adults, with a particular focus on its potential role as an effective anti-aging intervention for individuals leading sedentary or secondary lifestyles. Literature search using Google Scholar, PubMed, Scopus with the keywords "(muay thai) AND (untrained OR cardiorespiratory OR sedentary). A total of 11 studies met the inclusion criteria, including randomized controlled trials and various intervention studies in adults. The findings indicate that Muay Thai training, particularly in previously untrained individuals, is associated with improvements in VO₂max and other physical fitness components, with increases of approximately 15–30% after 8–13 weeks. It is also linked to enhanced cardiovascular capacity, muscular strength and endurance, balance, coordination, and improvements in cardiometabolic risk factors such as blood pressure. However, most studies focus on trained athletes, highlighting the need for further research in non-athletic and older populations using more robust study designs.
Faktor Risiko Hipertensi pada Lansia di Desa Hajimena Lampung Selatan Bunga Bunga; Veronica Ela Rimawati; Niputu Sudiadnyani; Sigit Pratama Iustitia Nasruddin
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.21485

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia. Karena sering tidak menunjukkan gejala, hipertensi dikenal sebagai silent killer. Di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan, kasus hipertensi pada lansia terus meningkat. Desa Hajimena dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya angka kasus serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Hajimena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 95 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, riwayat keluarga, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan stres memiliki hubungan signifikan dengan hipertensi pada analisis bivariat. Namun, pada analisis multivariat, hanya riwayat keluarga, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik yang terbukti sebagai faktor dominan. IMT dan stres tidak menunjukkan pengaruh signifikan setelah dilakukan analisis lanjutan. Variabel lain seperti jenis kelamin, konsumsi garam, dan konsumsi alkohol tidak memiliki hubungan bermakna secara statistik. Hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup, dengan merokok, rendahnya aktivitas fisik, dan riwayat keluarga sebagai faktor utama. Upaya pencegahan berbasis modifikasi gaya hidup dan intervensi kesehatan masyarakat sangat diperlukan untuk menurunkan risiko hipertensi pada lansia.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Terapi Hormonal: Studi Cross-Sectional Di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto; Reni Zuraida; Khairun Nisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.24456

Abstract

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Kepatuhan pengobatan merupakan perilaku pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran medis yang menentukan keberhasilan terapi, terutama pada terapi hormonal yang berlangsung jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal. Metode penelitian menggunakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Populasi dan teknik sampling yaitu pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal dengan jumlah 120 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Uji Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (P-value 0,027), dukungan sosial (P-value 0,050), efikasi diri (P-value 0,002), efek samping pengobatan (P-value 0,001), hubungan dengan tenaga kesehatan (P-value 0,033), dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (P-value 0,019) dengan kepatuhan pengobatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa efek samping pengobatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung dengan OR 4,022 (CI 95%: 1,705-9,488) yang artinya pasien dengan efek samping ringan berpeluang 4,022 kali lebih tinggi untuk patuh dibandingkan dengan pasien yang mengalami efek samping sedang-berat. Temuan ini menyoroti pentingnya mengelola efek samping untuk meningkatkan kepatuhan.
Pengaruh Lama Terapi Hemodialisis Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di Rumah Sakit Bintang Amin Tahun 2024/2025 Chandra Julio; Zulhafis Mandala; Selvia Anggraeni; Syuhada Syuhada
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.21912

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) ialah kondisi progresif serta membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Lama terapi hemodialisis diduga memengaruhi kondisi klinis pasien, termasuk kadar hemoglobin dan kualitas hidup. Studi ini diselenggarakan guna mengidentifikasi pengaruh lama terapi hemodialisis terhadap kadar hemoglobin dan kualitas hidup pasien GGK di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Studi ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan secara retrospektif menggunakan data sekunder yaitu rekam medis dan kuesioner kualitas hidup pasien selama periode Januari hingga Juni 2025. Berdasarkan studi ini ditemukan jika mayoritas pasien menjalani terapi hemodialisis selama 12 bulan (50%), dengan kadar hemoglobin normal pada 57,7% pasien dan kualitas hidup yang baik pada 73,1% pasien. Terdapat perbedaan proporsi antara lama terapi dengan kadar hemoglobin (p = 0,007), serta dengan kualitas hidup (p = 0,002), di mana pasien dengan durasi terapi lebih lama memiliki proporsi kadar hemoglobin normal dan kualitas hidup baik yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi hemodialisis jangka panjang berkontribusi terhadap stabilitas klinis dan peningkatan kualitas hidup pasien GGK.
Laporan Kasus Kista Ovarium Dextra Pada Wanita Usia 44 Tahun: Pendekatan Diagnostik Dan Penatalaksanaan Carissa Najma Salim; Wanda Febi Sabila; Shifa Azahra; Riski Puspita Sari; Mega Mega; Rezki Yulia Putri Andini; Tsakiyah Sharadeva Haliza; Tazkiyah Shara Diva Haliza; Bambang Kurniawan
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.25007

Abstract

Kista ovarium merupakan salah satu kelainan ginekologi yang sering ditemukan pada wanita usia reproduktif hingga perimenopause. Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak, namun dapat menimbulkan gejala klinis yang signifikan apabila berukuran besar atau berlangsung dalam waktu lama. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis, proses diagnostik, serta penatalaksanaan kista ovarium dextra pada seorang wanita berusia 44 tahun. Pasien datang dengan keluhan nyeri perut bagian bawah disertai benjolan di perut yang dirasakan sejak satu tahun terakhir, serta rasa begah dan gangguan siklus menstruasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan teraba massa pada abdomen bawah dengan nyeri tekan. Pemeriksaan ultrasonografi pelvis menemukan massa kistik pada ovarium kanan berukuran sekitar 9 × 7 cm. Berdasarkan temuan klinis dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis dengan kista ovarium dextra dan direncanakan untuk tindakan operatif. Pasien menjalani laparotomi dengan salpingo-ooforektomi dextra disertai metode operasi wanita. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan kista ovarium jinak tanpa tanda keganasan. Laporan kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan evaluasi menyeluruh terhadap massa ovarium, khususnya pada wanita usia perimenopause, guna mencegah komplikasi dan memastikan penatalaksanaan yang tepat sesuai pedoman klinis.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Emulgel Herbal Kombinasi Minyak Cengkeh Dan Ekstrak Kulit Manggis Sebagai Kandidat Analgetik Topikal Asriaty Dinopawe; Marisa Anggia Ibrahim; Asnur Hi Hukum; Meisanti Ahdi
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.23674

Abstract

Minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) dan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana Linn.) memiliki potensi anti-inflamasi dan analgetik yang menjanjikan untuk sediaan topikal. Namun, studi yang mengevaluasi stabilitas fisik kombinasi minyak atsiri dan ekstrak kaya polifenol dalam satu sistem emulgel berbasis bahan alam masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan emulgel herbal, mengevaluasi stabilitas fisiknya melalui uji stabilitas dipercepat (cycling test), serta menguji keamanannya. Emulgel Formula B, yang mengandung Minyak Cengkeh 0,5% dan Ekstrak Kulit Manggis 1%, diformulasi menggunakan basis lidah buaya, gelatin, dan Tween 80. Sediaan dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan iritasi. Uji stabilitas dipercepat dilakukan melalui metode cycling test pada suhu 4°C dan 40°C selama 3 siklus (Siklus 0 hingga Siklus 3). Hasil menunjukkan sediaan berwarna coklat kemerahan, berbau khas cengkeh, homogenitas tetap stabil, dan memiliki nilai pH stabil pada 5,0 tanpa menimbulkan reaksi iritasi. Namun, stabilitas fisik sediaan terganggu secara signifikan, ditandai dengan perubahan tekstur dari kental menjadi cair setelah Siklus 2. Viskositas turun drastis secara statistik dari 1854,15 cP pada Siklus 0 menjadi 416,07 cP pada Siklus 3. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kombinasi bahan aktif tersebut aman dan biokompatibel dengan pH kulit, sistem basis gelatin-lidah buaya yang bersifat termolabil belum mampu mempertahankan integritas struktural terhadap fluktuasi suhu. Hal ini memberikan dasar penting bagi penelitian selanjutnya untuk mengoptimasi jenis dan konsentrasi gelling agent guna meningkatkan stabilitas termal sediaan analgetik herbal.