cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
PERBEDAAN LUAS GERAK SENDI PADA SENDI LUTUT PENDERITA OSTEOARTRITIS PRIMER SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN LATIHAN GERAK SENDI AKTIF DAN PASIF DI RS URIP SUMOHARJO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Aswedi Putra; Zulhafis Mandala
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.903 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i4.2034

Abstract

Latar Belakang : Pada usia lanjut rentan terhadap penyakit sendi, lebih dari 100 jenis penyakit sendi yang dikenal,osteoartritis (OA) merupakan kelainan sendi yang paling sering ditemukan. Hilangnya mobilitas sendi pada osteoartritisakan memaksa sendi untuk bekerja pada keadaan yang secara biomekanis tidak menguntungkan yang nantinya akanmenyebabkan kelelahan dan meningkatkan stress mekanis. Salah satu metode yang paling banyak digunakan untukmeningkatkan pergerakan sendi adalah dengan latihan peregangan dan latihan gerak sendi baik secara aktif maupun pasif.Tujuan Penelitian : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan luas gerak sendi padasendi lutut penderita osteoartritis primer sebelum dan setelah pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif di Rumah SakitUrip Sumoharjo Bandar Lampung Tahun 2015.Metode Penelitian : Jenis penelitian yang di gunakan metode kuasi eksperimental dengan pendekatan pre andpost test. Teknik pengumpulan sampel dalam peneltian ini adalah total sampling dengan sampel berjumlah 30. Penelitiandilakukan pada bulan Maret-Mei 2015. Analisis data menggunakan uji T-Paired dengan SPSS versi 22.Hasil Penelitian : Pada sampel yang berjumlah 30 luas gerak sendi pada sendi lutut penderita osteoartritis primersebelum pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif adalah 103,70o sedangkan setelah pemberian latihan gerak sendiaktif dan pasif adalah 114,23o. Uji statistik didapatkan terdapat perbedaan luas gerak sendi pada sendi lutut penderitaosteoartritis primer sebelum dan setelah pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif.Simpulan : Terdapat perbedaan bermakna antara luas gerak sendi pada sendi lutut penderita osteoartritis primersebelum dan setelah pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Tahun2015.
HUBUNGAN KEBIASAAN SEHARI-HARI DENGAN TIMBULNYA KEJADIAN KANDIDIASIS INTERTRIGO PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DR. H. ABDOEL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 Marni Marni
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.333 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i4.1992

Abstract

Latar belakang : Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harusdiperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Angka insidensi dermatofitosismenurut Hamzah pada penelitian di RSU dr. Abdul Moeloek Lampung tahun 2002 terhadap 7611 pasien yang datangberobat ke Poliklinik Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin periode Januari 1996 s/d Desember 1998, menemukan 1173 menderitadermatofitosis (15,4%).Metode : Penelitian survei analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel yang digunakanadalah 25 pasien rawat jalan di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Dr. H. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Squre.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 responden yang berpakaian bersih sebanyak 15 orang (60%)dan berpakaian tidak bersih sebanyak 10 orang (40%). Kebersihan kulit tidak baik sebanyak 11 orang (44% ) dan yangmemiliki tingkat kebersihan kulit baik sebanyak 14 orang (56%). Tingkat kebersihan tangan dan kuku yang baik sebanyak11 orang (44%) dan yang memiliki tingkat kebersihan tangan dan kuku tidak baik sebanyak 14 orang (56 %). Tingkatkebersihan genitalia yang baik sebanyak 14 orang (56%) dan yang memiliki tingkat kebersihan genitalia tidak baiksebanyak 11 orang (44 %). Tingkat kebersihan penggunaan handuk yang baik sebanyak 12 orang (48%) dan yang memilikitingkat kebersihan penggunaan handuk tidak baik sebanyak 13 orang (52 %). Tingkat kebersihan tempat tidur yang baiksebanyak 10 orang (40%) dan yang memiliki tingkat kebersihan tempat tidur tidak baik sebanyak 15 orang (60 %). Kejadiankandidiasis intertrigo berat sebanyak 14 orang (56%) dan yang mengalami kejadian kandidiasis Intertrigo ringan sebanyak11 orang (44 %). Responden yang mengalami kejadian kandidiasis pada bagian ketiak sebanyak 13 orang (52%), bagianmamae sebanyak 5 orang (20%) dan pada bagian lipatan perut sebanyak 7 orang (28%).Kesimpulan : Terdapat hubungan kebiasaan sehari-hari dengan timbulnya kejadian kandidiasis intertrigo pada pasienrawat jalan di rumah sakit umum Dr.H.Abdoel Moeloek.
KORELASI ANTARA DERAJAT PARASITEMIA DENGAN ANEMIA PADA PENDERITA YANG TERINFEKSI MALARIA DI PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Tusy Triwahyuni; Zulfian Zulfian
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.56 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i4.1934

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit. Padamalaria, derajat anemia yang terjadi tidak sesuai dengan rasio jumlah sel yang terinfeksi. Penghancuran eritrosit padainfeksi malaria disebabkan lisisnya eritrosit akibat infeksi langsung dan peningkatan penghancuran eritrosit yangmengandung parasit. Namun mekanisme tersebut tidak dapat menjelaskan terjadinya anemia berat. Perbedaan hasildidapatkan pada beberapa penelitian yang dilakukan di berbagai wilayah. Tujuan: untuk mengetahui korelasi antara derajatparasitemia dengan anemia pada penderita yang terinfeksi malaria.Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan membuat sediaanapus darah tebal dan tipis untuk menghitung derajat parasitemia dengan metode kuantitatif sedangkan derajat anemia darinilai hemoglobin dengan jumlah sampel 40 pasien. Analisis data dengan uji Spearman dimana nilai p<0,05 dianggapbermakna.Hasil: Rerata indeks parasit pada parasitemia ringan 485,8 parasit/μl darah, sedang 4694 parasit/μl dan berat16810 parasit/μl sedangkan rerata nilai hemoglobin pada anemia ringan 11,66 g/dl, sedang 8,72 g/dl dan berat 5,25 g/dl.Hasil uji Spearman antara parasitemia dengan nilai hemoglobin menunjukkan korelasi negatif (p=0,004; r=- 0,45).Kesimpulan: Semakin berat derajat parasitemia maka nilai hemoglobin semakinmenurun sehingga anemia yangterjadi akan semakin berat.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN KARSINOMA NASOFARING DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013-2014 Hari Purwanto
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.189 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1978

Abstract

Latar Belakang : Karsinoma nasofaring merupakan keganasan di daerah kepala dan leher yang selalu beradadalam kedudukan lima besar diantara keganasan bagian tubuh lain bersama dengan kanker serviks, kanker payudara,tumor ganas getah bening dan kanker kulit.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian Karsinoma Nasofaring diRSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013-2014.Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, Populasi penelitian adalahpasien ca nasofaring yang dirawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2013-2014 sebanyak 87orang orang, sampel diambil sebanyak 87 orang. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-Square (X2).Hasil Penelitian : Angka kejadian Karsinoma Nasofaring di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun2013-2014 sebanyak 81 orang (93,1%). Sebagian besar usia penderita Karsinoma Nasofaring di RSUD DR. H. AbdulMoeloek Provinsi Lampung tahun 2013-2014 adalah ≥ 40 tahun sebanyak 70 orang (80,5%).Sebagian besar jenis kelamin penderita Karsinoma Nasofaring di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampungtahun 2013-2014 adalah laki-laki yaitu sebanyak 61 orang (70,1%).Kesimpulan : Ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian Karsinoma Nasofaring di RSUD DR.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013-2014
HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN PERVAGINAM DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG PERIODE 2012-2014 Moeliadi M. Arsyad
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.805 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i3.1925

Abstract

Kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologis, diharapkan ibu akan melahirkan secara normal, ibumaupun bayinya. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya ruptur perineum antara lain: paritas, janinbesar, ekstraksi vakum atau forseps, dan cara pimpinan persalinan yang salah. Tiga faktor utama kematian ibu melahirkanadalah perdarahan, eklampsia, dan infeksi. Mengetahui hubungan antara paritas dan berat badan lahir dengan kejadianruptur perineum pada persalinan normal di RSUD. dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode 2012-2014. Metodejenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. denganpendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini sebanyak 76 ibu dengan teknik total sampling. .Analisis data yang digunakanadalah analisis univariat dan analisis bivariat diolah menggunakan SPSS Versi 16.0 dengan menggunakan uji spearman’s.Dari 76 sampel, didapatkan distribusi frekuensi paritas ibu paling banyak adalah primipara dengan jumlah 41 ibu (53,9%)dan multipara 35 ibu (46,1%), dan distribusi frekuensi berat badan lahir 1500-2499 gram berjumlah 4 bayi (5,3%), 2500-2999 gram 41 (53,9%), 3000-3499 gram 26 (34,2%), dan > 3500 gram 5 (6.6). distribusi frekuensi ruptur perineum ada 25ibu (32,9%) tidak mengalami ruptur dan 51 ibu (67,1%) mengalami rupture. Hasil penelitian dengan menggunakan ujiSpearman’s didapatkan ada hubungan secara bermakna antara paritas dengan ruptur perineum pada persalinanpervaginam dengan nilai p-value = 0.027. Dan di diperoleh juga nilai contingency coefficient sebesar 0.254 yangmenunjukkan keeratan hubungan lemah. Dan didapatkan hubungan yang bermakna berat badan lahir dengan rupturperineum dengan nilai p-value= 0.000 dan nilai contingency coefficient sebesar 0,497 yang menunjukan keeratan hubungansedang.
GAMBARAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PADA PASIEN PERSALINAN PERVAGINAM DI BAGIAN KEBIDANAN RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 Bambang Kurniawan
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.284 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i3.2020

Abstract

Latar Belakang: Perdarahan postpartum disebabkan oleh beberapa faktor seperti komplikasi persalinan, retensioplasenta, robekan jalan lahir, partus lama, perdarahan dan eklampsia masing-masing, komplikasi selama nifas dan demamnifas.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran kejadian perdarahan post partum pada pasien persalinanpervaginam di Bagian Kebidanan RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan Cross Sectional.Populasi semua ibu yang melahirkan di ruang kebidanan RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, sampel diambilsebanyak 85 orang. Analisis bivariat dilakukan dengan analisis deskriptifHasil Penelitian: Pasien persalinan pervaginam yang mengalami perdarahan post partum dalam kategori umurberisiko (14,1%), paritas multigravida (83,5%) dan primigravida (16,5%), jarak persalinan kurang < 2 tahun (14,1%),kejadian partus lama (8,2%), pasien yang tidak memiliki riwayat perdarahan pada persalinan sebelumnya (80,3$) dan usiakehamilan pasien ≥ 37 minggu (84,7%) sedangkan < 37 minggu (15,3%). Pasien dengan perdarahan post partum yangdisebabkan oleh robekan perineum (23,5%), robekan serviks (15,3%), atonia uteri dan retensi sisa plasenta (16,5%),retensio plasenta (11,8%) dan kelainan pembekuan darah (8,2%). Penatalaksanaan perdarahan post partum pada pasienpersalinan pervaginam berupa obat dan tindakan (83,5%). Komplikasi perdarahan post partum (14,1%).Kesimpulan: Penatalaksanaan perdarahan post partum pada pasien persalinan pervaginam berupa obat dantindakan, komplikasi perdarahan post partum terjadi 14,1% dan tidak ada kematian akibat perdarahan post partum
KECEMASAN BIDAN DI PROPINSI LAMPUNG DALAM MENJALANI TUGAS PENEMPATAN KERJA DI DESA Octa Reni Setiawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 2 (2014): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.573 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i2.1916

Abstract

Bidan desa merupakan salah satu profesi sentral dan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama bidangkesehatan. Mereka harus menjalani penempatan kerja di desa sesuai dengan kebijakan pemerintah sebagai upayapemerataan pelayanan kesehatan. Upaya pemerintah ini diwujudkan melalui program kerja Pegawai Tidak Tetap (PTT).Bidan desa merupakan tenaga kerja profesional yang dihadapkan dengan tugas-tugas pelayanan secara mandiri. Kondisiini memunculkan berbagai tekanan dan frustasi tertentu yang membuat bidan desa merasa berhadapan dengan situasiyang mengancam. Kondisi ini memberikan implikasi psikologis yaitu munculnya kecemasan tertentu. Kecemasanmerupakan luapan emosi yang tidak terkontrol.Penelitian ini berguna untuk mengetahui gambaran kecemasan yang muncul pada bidan di Propinsi Lampungdalam menjalankan tugas penempatan kerja di desa. Kecemasan ini termanifestasi dalam tiga dimensi yaitu dimensifisiologis, kognitif, dan perilaku. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metodepengumpulan data wawancara dan observasi. Peneliti menggunakan analisis data dengan menggunakan metode analisisisi (content analysis).Hasil penelitian ini adalah responden mengalami kecemasan ketika berhadapan dengan permasalahanpermasalahanyang melibatkan interaksi dengan masyarakat. Oleh sebab itu mereka membutuhkan kehadiran orang laindalam beberapa aktivitasnya. Bidan desa merasa tidak mampu dalam menjalankan penempatan kerja di desa karena masihbaru. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa dimensi kecemasan yang dominan adalah dimensi kognitif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI TERHADAP KEPATUHAN MENGONTROL KOLESTEROL LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA PASIEN PASCA STROKE NON HEMORRAGIK DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Edy Ramdhani; Denie Tresna Sanubari; Aswan Jhonet
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.414 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2007

Abstract

Latar belakang : Stroke adalah suatu sindrom yang ditandai dengan gejala dan atau tanda klinis yang berkembangdengan cepat yang berupa gangguan fungsional otak fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam,Tujuan:Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Terhadap Kepatuhan MengontrolKolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) pada Pasien Pasca Stroke Non Hemorragik.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatancross sectional. Sampel pada penelitian ini ada 37 responden pada pasien pasca stroke non hemorragik yang kontrol diRSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Data diambil merupakan data primer, dengan cara wawancara danistrumen yang digunakan adalah kuesioner.Hasil: Hasil: Pasien laki-laki lebih banyak (54,05%) dibanding perempuan (45,94%) Ada hubungan pengetahuan(p= 0,032), sikap (p= 0,001) terhadap kepatuhan mengontrol kolesterol LDL pada pasien pasca stroke non hemorragik,Tidak ada hubungan antara motivasi terhadap kepatuhan mengontrol kolesterol LDL pada pasien pasca stroke nonhemorragik (p= 0,786).
HUBUNGAN KOMPONEN RUMAH SEHAT DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN SERENGSEM KECAMATAN PANJANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Boby Suryawan
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.698 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i2.1969

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya Pneumonia adalah rumah yang tidakmemenuhi syarat. Konsep tatanan rumah tangga sehat adalah pengaturan komponen rumah sehat yaitu keadaan rumahsebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari, kebersihan lantai, kamar tidur sebaiknya sesedikit mungkinberisi barang-barang untuk menghindari debu rumah. Komponen rumah sehat merupakan salah satu faktor pendukungkesehatan bagi penghuninya, kondisi yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menjadi faktor predisposisi terjadinyaISPA.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.seluruh balita di Kelurahan Serengsem Kecamatan Panjang Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung,berdasarkan data yang tercatat di register Puskesmas panjang jumlah balita Januari -Desember 2013 sebesar 941 orang,dengan jumlah sampel 214 orang. Analisa yang digunakan untuk menguji hubungan variabel kategorik digunakan ujistatistik ” chi kuadrat” (chi square)Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara ventilasi (p-value = 0,000), jenis lantai (p-value = 0,003),pencahayaan (p-value = 0,000), bahan bakar (p-value = 0,003) dan kebiasaan merokok (p-value = 0,001) dengan kejadianpneumonia pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung tahun 2013.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara ventilasi, jenis lantai, pencahayaan, bahan bakar dan kebiasaanmerokok dengan kejadian pneumonia pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung tahun 2013.
HUBUNGAN FREKUENSI OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT NATAR MEDIKA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Ringgo Alfarisi
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.154 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i4.2039

Abstract

Latar Belakang : Pengelolaan diabetes mellitus bertujuan untuk mempertahankan kadar gula darah dalam rentangnormal. Aktivitas olahraga ringan sangat bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif atau proses penuaan.Berdasarkan RISKESDAS tahun 2013 menunjukkan prevalensi rerata nasional diabetes melitus sebesar 2,1% denganprevalensi di Provinsi Lampung sebanyak 0,8%.Tujuan : Mengetahui hubungan frekuensi olahraga dengan kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Mellitustipe II Di Rumah Sakit Natar Medika Provinsi Lampung Tahun 2016.Metode : Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian ini sebanyak 75sampel sesuai kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, tempat penelitian di Rumah SakitNatar Medika Provinsi Lampung sejak bulan Januari - Maret Tahun 2016.Hasil : Hasil penelitian diketahui pasien DM tipe II yang melakukan olahraga rutin (senam 4x/bulan) dengan guladarah puasa (GDP)<140 mg/dl sebanyak 35 orang (46,67%), pasien DM tipe II yang melakukan olahraga rutin (senam4x/bulan) dengan gula darah puasa (GDP)≥140 mg/dl sebanyak 21 orang (28,0%), pasien DM tipe II yang melakukanolahraga tidak rutin (senam <4x/bulan) dengan gula darah puasa (GDP)<140 mg/dl sebanyak 1 orang (1,33%), dan pasienDM tipe II yang melakukan olahraga tidak rutin (senam <4x/bulan) dengan gula darah puasa (GDP)≥140 mg/dl sebanyak 18orang (24,00%).Pada uji chi-square didapatkan p-value = 0,000, OR= 30,0 dan CI= 3,729-241,357Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara frekuensi olahraga dengan kadar gula darah puasa pasien DM tipeII. Dari nilai OR dapat dikatakan bahwa pasien dengan DM tipe II yang melakukan olahraga rutin (senam 4x/bulan) dapatmemiliki faktor risiko lebih rendah untuk mengalami peningkatan gula darah puasa (≥140 mg/dl) dibandingkan yang tidakmelakukan olahraga rutin (senam 4x/bulan).

Page 7 of 48 | Total Record : 476