cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 502 Documents
ANGKA KEJADIAN OSTEOARTHRITIS GENUE PADAPASIENDENGAN KELUHAN NYERI LUTUT DITINJAU DARI GAMBARAN FOTOROENTGEN GENUEDI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNGTAHUN 2013 - 2015 Alfi Wahyudi
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.51 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i1.1996

Abstract

Latar Belakang : Osteoarthritis genue merupakan penyakit sendi degeneratif yang paling sering terjadi danmenyerang pada sendi lutut, ditandai dengan adanya rasa nyeri pada sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiangka kejadian pasien dengan gejala awal nyeri lutut dan positif osteoarthritis genue setelah diperiksa dengan foto roentgengenue. Lampung tahun 2013-2015 paling banyak terjadi pada usia > 65 tahun yaitu sebanyak 29 orang (34,5%), palingbanyak terjadi pada perempuan yaitu sebanyak 63 orang (75,0%), dari tahun 2013-2015 mengalami peningkatan dan palingbanyak terjadi pada tahun 2015 sebanyak 32 kasus (38,1%), dan temuan radiologis paling banyak yaitu berupapengurangan moderate ruangsendi (grade III) yaitusebanyak 33 orang (39,3%).Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dari tahun 2013 - 2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik totalsampling yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil : Didapatkan sampel sebanyak 84pasienterdiagnosa Osteoarthritis Genue dengan keluhan nyeri lutut yangmemenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Adapun dari hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas penderita OAgenueterdapat pada kelompok usia > 65 tahun yaitu sebanyak 29 orang (34,5%). Didapatkan 63 orang perempuan (75,0%)dan 21 orang laki-laki (25,0%). Didapatkan bahwa pasien OA genuemeningkatsetiaptahunnya, terbanyak pada tahun 2015yaitu 32 orang (38,1%).Didapatkan pasien OA genue terbanyak berdasarkan roentgen genue dengan temuan radiologisgrade III sebanyak 33 orang (39,3%).Kesimpulan : Jumlah kasuspasienterdiagnosa Osteoarthritis Genuedengankeluhannyerilutut di RSUD Dr. H. AbdulMoeloek Provinsi
NILAI SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS PEMERIKSAAN FOTO POLOS ABDOMEN DAN COLON IN LOOP TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT HIRSCHSPRUNG DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PERIODE TAHUN 2010-2014 Andi Siswandi1
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.047 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i1.1949

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Hirschsprung adalah kelainan kongenital pada kolon yang ditandai dengan tiadanya selganglion parasimpatis pada pleksus submukosa Meissner dan pleksus Auerbach. Diagnosis penyakit Hirschsprungditegakkan sedini mungkin mengingat berbagai komplikasi yang membahayakan jiwa.Foto Polos Abdomen salah satupemeriksaan radiologis yang digunakan untuk diagnosis awal penyakit Hirschsprung selain dengan colon in loop.Colon inloop memerlukan zat kontras dan peralatan radiologi yang tidak sederhana.Foto polos abdomen merupakan pemeriksaanyang mudah dan tidak invasif dibandingkan dengan penunjang lainnya, perlu dinilai akurasinya terhadap colon in loop,sehingga seorang dokter umum, terlebih dokter ahli bedah anak harus mampu untuk mendeteksi penyakit Hirschsprungsecara dini.Tujuan penelitian ini adalah Untuk menilai sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan foto polos abdomen dancolon in loop terhadap kejadian penyakit Hirschsprung.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional dengan rancang bangun uji diagnostikmenggunakan data sekunder dari rekam medis pasien di RS Abdoel Moeloek periode Tahun 2014. Teknik pengambilansampel yang digunakan melalui teknik total sampling yang ditentukan dengan kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil : Subjek penelitian ini adalah 68 pasien anak yang dicurigai dengan penyakit Hirschsprung. Hasil analisisdidapatkan bahwa Foto Polos Abdomen memiliki sensitivitas 81,13% sedangkan spesifisitasnya 100%. Sedangkan Colon inloop memiliki sensitivitas 86,79% sedangkan spesifisitasnya 100%.Kesimpulan : Kesimpulan Foto Polos Abdomen mempunyai akurasi yang lebih rendah untuk mendiagnosispenyakit Hirschsprung dengan nilai sensitifitas (81,13% : 86,79 %). Akan tetapi dengan selisih 5,6% Foto polos abdomendapat mengganti colon in loop apabila tidak didapatkan peralatan untuk colon in loop.
PROFIL PASIEN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA LAYANAN PRIMER TINGKAT I DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Resati Nando Panonsih
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.631 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i3.2024

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah insfeksi yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Carahubungan seksual tidak hanya terbatas secara genito-genital saja, tetapi dapat juga secara oto-genital, atau ano-genital,sehingga kelainan yang timbul akibat penyakit kelamin ini tidak terbatas hanya pada daerah genital saja. Menurut dataKemenkes RI tahun 2011, menunjukkan prevalensi gonore berkisar WPS langsung 56%, WPS tidak langsung 47% danwaria 43% sedangkan sifilis berkisar penasun 3%, waria 28% dan LSL 13%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profilpasien PMS pada layanan primer tingkat I di Kota Bandar Lampung tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptifdengan rancangan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari catatan medik pasien PMS. Sampeldalam penelitian ini adalah seluruh pasien PMS di dua puskesmas yaitu Puskesmas Rawat Inap Panjang dan PuskesmasRawat Inap Sukaraja Kota Bandar Lampung pada bulan Januari-Desember 2015. Teknik sampling yang digunakan adalahtotal sampling. Sebagian besar responden di dua puskesmas yang paling banyak adalah perempuan dengan usia 25-49tahun, lulusan SMP dengan faktor risiko yaitu WPS. Diagnosis terbanyak di dua puskesmas adalah Bakterial Vaginosis.Pengobatan PMS yang sering digunakan di dua puskesmas adalah metronidazol yang diberikan pada diagnosis BakterialVaginosis.
HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD Dr. H. ABDOEL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 Achmad Taruna
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.863 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i4.1987

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif danirreversibel berasal dari berbagai penyakit yang berlangsung lambat sehingga ginjal tidak mampu mempertahankanmetabolisme tubuh dan keseimbangan cairan elektrolit saat terjadi uremia. Salah satu penyakit penyebab GGK adalahDiabetes Melitus. Diabetes Melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yangterjadi karena kelainan sekresi insulin,kerja insulin atau kedua-duanya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mencari hubungan Diabetes Melitus dengan kejadian Gagal GinjalKronik di RSUD.Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013.Metode: Jenis penelitian ini berupa deskriptif analitik. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan desainpenelitian cross sectional melalui data rekam medik. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 190 orang dan didapatkan99 sampel. Pada penelitian ini dilakukan uji statistik menggunakan chi-square.Hasil: Dari hasil penelitian, didapatkan dari 99 orang yang dijadikan sebagai sampel terdapat 33 orang yang jugamenderita Diabetes Melitus.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Diabetes Melitus dengan kejadian Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN DERAJAT DIFERENSIASI ADENOKARSINOMA KOLON MELALUI HASIL PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Anggunan Anggunan
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.288 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i4.1929

Abstract

Latar Belakang: Kanker kolon adalah keganasan yang berkembang pada bagian usus besar. Kanker ini biasanyadimulai dengan polip kemudian berubah menjadi kanker. Kanker ini menduduki peringkat ketiga dari jenis kanker terseringdidunia dan merupakan penyebab kematian akibat keganasan tertinggi kedua di dunia.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan derajat diferensiasi adenokarsinomakolon melalui hasil pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Dr.H. Abdul Moeloek ProvinsiLampung.Metodelogi: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan study cross sectional. Penelitianini dilaksanakan pada bulan januari sampai Maret 2015 yang dilaksanakan dibagian Laboratorium Patologi AnatomiRSUD.Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Sampel yang digunakan adalah pasien yang telah melakukan pemeriksaanhistopatologi berupa karsinoma kolon dari bulan Januari 2011 sampai dengan Desember 2014 sebanyak 52 pasien.Hasil: Dari hasil perhitunganan menggunakan uji chi square, hubungan antara usia dengan derajat diferensiasiadenokarsinoma kolon didapat p value = 0,356 (α>0,05). Sedangkan hubungan jenis kelamin dengan derajat diferensiasiadenokarsinoma kolon didapat p value = 0,182 (α>0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolonmelalui hasil pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi di RSUD.Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampungtahun 2011-2014.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Teddy Teddy
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.411 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i2.1973

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan sindroma kronik gangguan metabolism karbohidrat, protein,dan lemak akibat resistensi insulin yang mengakibatkan peningkatan kladar gula darah. Pada umumnya di IndonesiaDiabetes Melitus tipe 2 diikuti dengan dislipidemia. gambaran dislipidemia pada DM tipe 2 yang paling sering ditemukanadalah peningkatan kadar trigliserida.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui Hubungan Kadar Gula Darah Puasa dengan Kadar Trigliserida pada pasienDiabetes Melitus tipe 2 di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.Metode dan Sampel Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangancross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Datadianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil Penelitian : Hasil uji spearman menunjukkan adanya hubungan kadar gula darah puasa dengan kadartrigliserida dengan nilai Sig 2-tailed (p) = 9,937 dengan kekuatan korelasi sedang (r) = 9,383.Kesimpulan : Terdapat hubungan kadar gula darah puasa dengan kadar trigliserida pada pasien diabetes melitustipe 2 dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi positif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DISMENORE DENGAN PERILAKU PENANGANAN DISMENORE PADA SISWI SMA AL-KAUTSAR BANDAR LAMPUNG Asri Mutiara Putri; Okta Reni Seriawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.177 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i3.1920

Abstract

Pendahuluan : Pada remaja putri terjadi suatu perubahan fisik yaitu perubahan organ-organ reproduksi yangditandai dengan datangnya menstruasi. Pada sebagian wanita yang mengalami menstruasi akan timbul nyeri yang disebutdismenore. Dismenore adalah nyeri di perut dan area pelvis yang dialami oleh seorang wanita sebagai suatu akibat dariperiode menstruasinya. Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dariberbagai tingkat usia. Angka kejadian dismenore di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap duniamengalaminya.Metode : Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan waktu crosssectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 164 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan purposivesampling dan didapatkan sampel sebanyak 116 responden. Penelitian ini menggunakan uji chi square dengan alpha 0,05.Hasil : Hasil penelitian didapatkan remaja putri terbanyak memiliki pengetahuan baik sebanyak 80 orang (69,0%)dan perilaku penanganan dismenore baik sebanyak 72 orang (62,1%). Nilai probabilitas diperoleh 0,000.Kesimpulan : Maka dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penanganandismenore siswi kelas XI SMA Al-Kautsar Bandar Lampung.
HUBUNGAN USIA DAN MENARCHE DINI PADA PASIEN KARSINOMA PAYUDARA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Resti Arania
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.284 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2011

Abstract

Latar Belakang: Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko karsinoma payudara antara lain faktor usia,genetik dan familial, hormonal, gaya hidup, lingkungan dan adanya riwayat tumor jinak. Faktor usia paling berperan dalammenimbulkan karsinoma payudara. Selain usia, riwayat menarche dini juga diduga sebagai faktor resiko karsinomapayudara. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara usia dan riwayat menarche dini terhadap angka kejadiankarsinoma payudara di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain Cross Sectional, Rancangan penelitian surveyanalitik dengan teknik Aksidental Sampling. Besar sampel 70 dari rumus korelatif. Analisis data uji chi-square dengan SPSS16.Hasil Penelitian: Pada analisa univariat, golongan usia yang paling banyak adalah kelompok usia 40-49 tahunsebanyak 22 responden (31,4%). Berdasarkan usia menarche mayoritas (52,8 %) mengalami menarche di atas usia > 11tahun. Dan pada analisa bivariat, didapatkan bahwa terdapat hubungan usia > 40 tahun (p-value = 0,000; OR= 37,333),usia menarche (p-value = 0,001; OR= 0,088) dengan kejadian karsinoma payudara.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan usia menarche dengan karsinoma payudara di RSUD Dr. H.Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016.
GAMBARAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA AKIBAT INKOMPATIBILITAS ABO PADA NEONATUS DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 Mala Kurniati
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.05 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i1.2001

Abstract

Latar Belakang : Salah satu faktor resiko terjadinya hiperbilirubinemia adalah Inkompatibilitas ABO, dimanaketidaksesuaian golongan darah merupakan penyebab terbanyak penyakit hemolitik neonatal yang sulit dikenalimanifestasinya. Kejadian ini ditemukan pada ibu bergolongan darah O yang melahirkan bayi bergolongan darah A atau B.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah gambaran kejadian hiperbillirubinemiaakibat inkompatibilitas ABO pada neonatus di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014.Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh neonatal yang mengalami hiperbilirubinemia di RSUD dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung pada periode Januari – November 2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yangsesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.Hasil : Didapatkan 82 sampel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayimendapat suspek inkompatibilitas ABO sebanyak 53 orang (64.6 %) dan yang tidak mengalami suspek inkompatibilitasABO sebanyak 29 orang (35.4 %). Ibu bergolongan darah O yang melahirkan bayi bergolongan darah A sebanyak 21 (40%)dan ibu bergolongan darah O yang melahirkan bayi bergolongan darah B adalah sebanyak 32 (60%).Kesimpulan : Pada penelitian ini suspek inkompatibilitas ABO terjadi pada ibu yang bergolongan darah O yangmelahirkan bayi bergolongan darah A atau B, ikterus yang terjadi < 24 jam setelah lahir dan peningkatan kadar bilirubinindirek neonatus > 12mg/dL sebanyak 96.3% neonatus. Penatalaksanaan paling banyak dilakukan adalah pemberianfarmakologi dan fototerapi sebanyak 45.1%.
HUBUNGAN ANTARA STRES, HIPERGLIKEMIA DAN LAMA MENDERITA DIABETES DENGAN NYERI NEUROPATI DIABETIK DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2013 R A Neilan Amroisa1; Octa Reni Setiawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.758 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i1.1954

Abstract

Latar Belakang : Neuropati ditemukan pada hampir 30% penderita diabetes mellitus. Angka kejadian neuropatidiabetik yang disertai dengan nyeri ditemukan pada 10% sampai dengan 20 % penderita neuropati diabetik, sehingga akanmenimbulkan diabetic neuropathic pain (DNP) dan diabetic peripheral neuropathic pain (DPNP). Lama menderita diabetesdiduga sangat berkaitan dengan perkembangan dan progresivitas neuropati diabetic dan hal ini berpengaruh terhadaptimbulnya nyeri neuropati diabetic pada penderita DM tipe 2.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara stres, hiperglikemia, dan lama menderita diabetes dengannyeri neuropati diabetik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek tahun 2013Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional.Populasi adalah seluruh Lansia yang terdiagnosa neuropati diabetik di RSUD dr. H Abdul Moeloek sebanyak 80orang dan sampel sebanyak 67 orang. Uji statistik yang digunakan dalahchi-square (x2) dan RegresiHasil Penelitian: Hasil analisa bivariat ada hubunganantara stress (p-value = 0,000), hiperglikemia (p-value =0,000) dan lama menderita diabetes (p-value = 0,024) dengan nyeri neuropati diabetik di RSUD dr. H Abdul Moeloek tahun2013.Analisa multivariat, stres dengan hasil bermaknasecara statistic dengan nilai (OR; 129,967 : p=0,000) yang berartibahwa stres merupakan faktor terjadinya neuropati diabetik. Terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan nyerineuropati diabetik.Kesimpulan : Ada hubungan antara stress, hiperglikemia dan lama menderita diabetes dengan nyeri neuropatidiabetik di RSUD dr. H Abdul Moeloek tahun 2013dan terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan nyerineuropati diabetik.

Page 6 of 51 | Total Record : 502