cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 502 Documents
HUBUNGAN KEBERADAAN TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK DAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DESA SUKAJAYA LEMPASING KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Dessy Hermawan
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.781 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i4.2035

Abstract

Latar Belakang : Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena angka morbiditas danmortalitasnya yang masih tinggi.Penyakit malaria disebabkan oleh parasit sporozoa Plasmodium yang ditularkan melaluigigitan nyamuk anopheles betina infektif.Terdapat banyak tempat perindukan nyamuk di Desa Sukajaya Lempasing salahsatunya adanya genangan air di selokan/parit yang air nya tidak dapat mengalir karena kurangnya perawatan darimasyarakat sehingga menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.Tujuan Penelitian : Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keberadaan tempat perindukannyamuk dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kejadian malaria di Desa Sukajaya Lempasing wilayah kerjaPuskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung tahun 2015.Metode Penelitian :Jenis penelitian ini berupa survey analitik. Pengumpulan data penelitian dilakukanmenggunakan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dengantekhnik pengambilan sampling dengan metode simple random sampling. Data sekunder didapat dari data pasien dengangejala klinis malaria di Puskesmas hanura.Data primer hasil wawancara dengan kuesioner dan observasi tempatperindukannyamuk.Hasil :Dari 60 responden ditemukan kejadian malaria sebanyak 41 (68.3%), jenis kelamin di dominasi laki-laki 39(65.0%), tingkat pendidikan SD 35 (58,3%), pekerjaan sebagai nelayan 19 (31.7%), responden yang dekat dengan tempatperindukan nyamuk sebanyak 53 (88.3%), tingkat pengetahuan kurang tentang malaria 43 (71.7%). Kondisi ekosistemlingkungan yang kurang baik sehingga mendukung untuk perkembangbiakan nyamuk anopheles di sekitar rumah.Chi-Square didapatkanp value < α (0.05), untuk tempat perindukan nyamuk ρ value = 0.028 dan tingkat pengetahuanmasyarakat ρ value = 0.001.Kesimpulan :Terdapat hubungan yang bermakna antara tempat perindukan nyamuk dan tingkat pengetahuanmasyarakat terhadap kejadian malaria.
KORELASI KADAR TIROKSIN (T4), TRIIODOTIRONIN (T3) DAN THYROID STIMULATING HORMONE (TSH) SERUM DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA PASIEN HIPERTIROID DI RSUD Dr.H.ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG BULAN FEBRUARI-MARET TAHUN 2015 Syuhada Syuhada; Rakhmi Rafie
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.23 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i4.1993

Abstract

Latar Belakang : Hipertiroid ditandai dengan jumlah T4 dan T3 yang berlebihan karena hiperaktivitas kelenjar tiroid.Hal tersebut akan memberikan efek spesifik terhadap jaringan tubuh seperti metabolisme sel, termasuk metabolisme lipidseperti perubahan kolesterol total. Dalam diagnosis pasien hipertiroid, pemeriksaan kadar T4, T3 dan TSH serum menjadites fungsi tiroid yang tepat. Penelitian ini dengan cara menggambil darah pasien hipertiroid untuk pemeriksaan kadar T4,T3,TSH serum dan kadar kolesterol total di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. H.Abdul Moeloek pada BulanFebruari-Maret Tahun 2015.Tujuan : Untuk mengetahui adakah korelasi kadar T4, T3 dan TSH serum dengan kadar kolesterol totral padapasien hipertiroid.Metode : Penelitian ini menggunakan metode korelatif analitik dengan rancangan penelitian secara cross sectional.Analisis data dengan Pearson Product Moment. Data yang dikumpulkan berjumlah 25 responden dengan memenuhi kriteriainklusi. Pemeriksaan kada T4, T3 dan TSH serum menggunakan metode ELFA atau ECLIA dan pemeriksaan kadarkolesterol total menggunakan metode CHOD-PAP.Hasil Penelitian : Berdasarkan uji korelasi terdapat korelasi negatif yang cukup kuat (r = -0,420) antara kadar T4serum dengan kadar kolesterol total, terdapat korelasi negatif yang rendah (r = -0,399) antara kadar T3 serum dengankadar kolesterol total, dan terdapatkorelasi positif yang sangat rendah (r = 0,100) antara kadar TSH serum dengan kadar kolesterol total.
HUBUNGAN KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN ANGKA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS KECAMATAN PADEMANGAN JAKARTA UTARA TAHUN 2010-2014 Yesi Nurmalasari; Festy Ladyani Mustofa1
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.548 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i4.1935

Abstract

Latar Belakang : Primigravida adalah ibu yang mengalami kehamilan untuk pertama kali. Pada ibu hamil,pemeriksaan kehamilan salah satu usaha untuk menjaga kehamilannya. Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4 kaliselama kehamilan, hal ini dapat mengidentifikasi ibu dengan risiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). BBLR adalah bayi barulahir yang berat badannya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram. RISKESDAS menunjukkan kejadian BBLR diProvinsi DKI Jakarta dari tahun 2010 sampai 2013 mengalami peningkatan 0,7%.Tujuan : Mengetahui hubungan keteraturan pemeriksaan kehamilan pada ibu primigravida dengan angka kejadianBBLR di Puskesmas Kecamatan Pademangan Jakarta Utara Tahun 2010-2014.Metode : Desain penelitian analitik retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian ini sebanyak97 sampel sesuai kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakandata sekunder, tempat di Puskesmas Kecamatan Pademangan Jakarta Utara tahun 2010-2014. Analisis data menggunakananalisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.Hasil : Hasil penelitian didapatkan ibu primigravida yang tidak teratur memeriksakan kehamilannya dan melahirkanBBLR sebanyak 32 (71,1%) serta yang melahirkan BBLN sebanyak 13 (28,9%), sedangkan ibu primigravida yang teraturmemeriksakan kehamilannya dan BBLR sebanyak 14 (26,9%) serta yang melahirkan BBLN sebanyak 38 (73,1%). Pada ujichi-square didapatkan p-value = 0,001, OR = 6,681 dan CI = 2,745-16,260Kesimpulan : Adanya hubungan yang bermakna antara keteraturan pemeriksaan kehamilan pada ibu primigravidadengan angka kejadian BBLR dengan p-value = 0,001. Ibu primigravida yang tidak teratur memeriksakan kehamilannyaberisiko melahirkan BBLR 6,681 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu primigravida yang teratur memeriksakankehamilannya.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB HORMONAL TERHADAP MUNCULNYA AKNE VULGARIS PADA WANITA USIA 20-40 TAHUN DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Muhammad Syafei Hamzah; Shinta Rapika Pratama; Chintia Mutiara
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.188 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1979

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit yang disebabkan oleh inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai olehpembentukan komedo, papul, pustul, dan nodul dengan predileksi diwajah, leher, lengan atas, dada dan punggung. Aknevulgaris dapat diderita oleh semua usia dan dapat disebabkan oleh faktor ginetik, hormonal, makanan, keaktifan darikelenjar sebacea, faktor psikis maupun infeksi bakteri P.acnes. Pengunaan KB hormonal juga diduga sebagai penyebabmunculnya Anke vulgaris pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan KB hormonalterhadap munculnya Akne vulgaris pada wanita usia 20-40 tahun.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan tekniktotal sampling, besar sampel adalah 69. Data yang didapat adalah data primer dari kuisioner. Uji analisis yang digunakanadalah chi-square.Hasil penelitian diketahui dari penggunaan KB hormonal ada sebanyak 61,9% yang menderita Akne vulgaris,sedangkan responden dengan penggunaan KB non hormonal ada sebanyak 77,8% tidak menderita Akne vulgaris.Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapat nilai (p =0,001) dan nilai OR 5,68. Terdapat hubungan penggunaan KBhormonal dengan kejadian Akne vulgaris pada wanita usia 20-40 tahun di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar LampungTahun 2014.
PERILAKU PEKERJA SEKS KOMERSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS PANJANG Resati Nando Panonsih; Eka Silvia
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.324 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i3.1926

Abstract

Latar Belakang :IMS (infeksi menular seksual) adalah golongan penyakit menular atau penyakit infeksi yang ditularkan terutama dengan cara hubungan seksual melalui penis, vagina, anal dan oral.Berdasarkan hasilprasurveydiketahuidata jumlah PSK yang terdata di PuskesmasPanjangtahun 2013 lebih kurang berjumlah 303orang yang terdiri dari wilayahpemandangan kurang lebih 158 orang dan wilayah pantai harapan lebih kurang 145 orang, dan jumlah data yangmelakukan pemeriksaan dari bulan januari – oktober 2013 berjumlah 761 orang dari jumlah tersebut diantaranya menderitaIMS yaitu 365 orang terkena servisitis/proctitis, 3 orang kandidiasis dan 393 orang lain – lain ( BV, Bubo kondiloma, LGV).Tujuan :Untuk mengetahui perilaku PSK berupa usaha medis dannon medis diPuskesmasPanjang.Metode Penelitian :menggunakan metode Deskriptif Analitik. Desain penelitian adalah Cross-Sectional. Subjekpenelitian adalah seluruh wanita PSK yang memeriksakan diri di Puskesmas Panjang.Hasil : dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan uji statistikuntuk upaya medis didapat pvalue= 0,03 ( p-value < α = 0,05 ) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara upaya medis dengankejadian IMS pada PSK di Puskesmas Panjang dan untuk
HUBUNGAN KENYAMANAN DAN KOMPETENSI TENAGA MEDIS DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RUANG RAWAT PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT DR. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG 2015 Elitha M Utari
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.648 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i3.2021

Abstract

Kepuasan adalah tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkanpenampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang. Dalam rumah sakit,kepuasan pasien sangat penting untuk keberlangsungan rumah sakit. Dan yang mempengaruhi kepuasan tersebut yaitupelayanan di rumah sakit, baik dari fasilitas hingga pelayanan tenaga medis yang ada. Tujuan penelitian ini untukmengetahui hubungan kenyamanan dan kompetensi tenaga medis dengan kepuasan pasien BPJS Ruang Rawat PenyakitDalam Rumah Sakit dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalahseluruh pasien BPJS di ruang rawat penyakit dalam Rumah Sakit dr. Abdul Moeloek pada tahun 2014 sebanyak 3.706pasien. Penarikan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 361 orang. Analisa data yangdilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi-square.Hasil Penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara kenyamanan=0,000 (p < 0,05) dan kompetensi tenagamedis=0,000 (p < 0,05) dengan kepuasan pasien BPJS ruang rawat penyakit dalam RSUD dr. Abdul Moeloek ProvinsiLampung 2015.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kenyamanan dengan kepuasan pasien BPJS dankompetensi tenaga medis dengan kepuasan pasien BPJS Ruang Rawat Penyakit Dalam Rumah Sakit dr. Abdul MoeloekProvinsi Lampung 2015.
HUBUNGAN STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMAN 10 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Panca Ervah Safitry; Marisa Anggraini; Asri Mutiara Putri
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 2 (2014): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.466 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i2.1917

Abstract

Fenomena merokok pada masa remaja dapat berhubungan dengan adanya krisis aspek psikolososial yang dialamipada masa perkembangannya yaitu masa ketika mereka sedang mencari jati dirinya. Merokok menjadi alternatif yangmereka pilih karena dianggap dapat mengurangi ketegangan dan membantu relaksasi terhadap stres.Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan stres dengan perilaku merokok pada siswa SMAN 10 Bandar LampungTahun 2013.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi adalah seluruh siswa laki – laki SMA N 10 Bandar Lampung Tahun 2013 berjumlah 895 orang dengan sampel 276responden. Analisis data bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi Square dengan uji kemaknaan 95%Hasil Penelitian: Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan stresdengan perilaku merokok pada siswa SMAN 10 Bandar Lampung Tahun 2013. Kemudian didapatkan OR = 5.938 yangberarti bahwa responden yang mengalami stres mempunyai risiko sebanyak 5.938 kali mempunyai perilaku merokokdibandingkan dengan responden yang tidak mengalami stres. Kesimpulan: Ada hubungan stres dengan perilaku merokokpada siswa SMAN 10 Bandar Lampung Tahun 2013
HUBUNGAN FISIOTERAPI SELAMA EMPAT MINGGU DENGAN PENINGKATAN KEKUATAN MOTORIK EKSTREMITAS PADA PASIEN PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI POLI REHABILITASI MEDIK RS URIP SUMOHARJO PROVINSI LAMPUNG PERIODE FEBRUARI-MARET 2016 Fitriyani Fitriyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.816 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2008

Abstract

Latar Belakang : Stroke non hemoragik adalah kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat.Proporsi terjadinya stroke non hemoragik lebih besar daripada stroke hemoragik, yaitu 80-85% stroke non hemoragik dan15-20% stroke hemoragik. Pemulihan kekuatan ekstremitas masih merupakan masalah utama yang dihadapi oleh pasienstroke yang mengalami hemiparesis. Sekitar 80% pasien mengalami hemiparesis akut di bagian ekstremitas atas danhanya sekitar sepertiga yang mengalami pemulihan fungsional penuh. Fisioterapi merupakan salah satu upaya untukmeminimalkan angka kecacatan pada orang yang menderita stroke non hemoragik.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan fisioterapi selama empat minggu denganpeningkatan kekuatan motorik ektremitas pada pasien pasca stroke non hemoragik di Poli Rehabilitasi Medik RS UripSumoharjo.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kohort prospektif tanpa kelompok kontrol. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh pasien pasca stroke non hemoragik, rawat inap maupun rawat jalan yang melakukan fisioterapidi Poli Rehabilitasi Medik RS Urip Sumoharjo Provinsi Lampung periode Februari-Maret 2016. Sampel penelitian sebanyak32 orang yang di ambil menggunakan metode purposive sampling.Data di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji T Berpasangan (dependent).Hasil Penelitian : Pasien pasca stroke non hemoragik yang mengikuti fisioterapi (TENS,Infra Red Therapy,Exercise Therapy) selama empat minggu di Poli Rehabilitasi Medik RS Urip Sumoharjo Provinsi Lampung periode Februari-Maret 2016 sebanyak 32 orang. Pasien pasca stroke non hemoragik terbanyak berumur 51-60 tahun yaitu 46,9%, lebihdominan pada laki-laki sebanyak 53,1%. Gambaran hemiparesis dextra lebih dominan yaitu 62,5%.Rerata nilai MMT ekstremitas inferior di awal penelitian adalah 2,84 (SD 1,417). Setelah empat minggu mengikutifisioterapi (TENS, Infra Red Therapy, Exercise Therapy) di Poli Rehabilitasi Medik RS Urip Sumoharjo, reratanya menjadi4,06 (SD 1,366). Sedangkan rerata nilai MMT ekstremitas superior di awal penelitian adalah 2,63 (SD 1,519). Setelahempat minggu mengikuti fisioterapi (TENS, Infra Red Therapy, Exercise Therapy) di Poli Rehabilitasi Medik RS UripSumoharjo, reratanya menjadi 3,91 (SD 1,489).Kesimpulan : Fisioterapi (TENS, Infra Red Therapy, Exercise Therapy) selama empat minggu memiliki pengaruhpositif pada peningkatan kekuatan motorik ekstremitas pasien pasca stroke non hemoragik
PREVALENSI PASIEN SERVISITIS DAN URETRITISGONOKOKUS DI PUSKESMAS RAWAT INAP PANJANG BANDAR LAMPUNG Neno Fitriani Hasbie; Risa Fitriani Sari
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.885 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i1.1970

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Menular Seksual adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual.Infeksi gonokokus merupakan salah satu penyebab timbulnya penyakit menular seksual yang ditandai dengan servisitis danuretritis. Prevalensi pasien servisitis dan uretritis di Puskesmas Panjang pada tahun 2012 sebanyak 303.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi gonokokus pada pasien dengan servisitis danuretritis di Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung.Metodelogi: Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalampenelitian ini berjumlah 75 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel yang berurutan.Hasil: Pasien servisitis dan uretritis di Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung didominasi olehperempuan (74,67%) dengan pendidikan mayoritas SMP (46,67%) dan usia antara 26 sampai 35 tahun (54,67%). Dari 75responden ditemukan pada 12 pasien (16%) yakni 9 pasien perempuan dan 3 pasien laki-laki.Kesimpulan: Terdapat 16% pasien terinfeksi gonokokus servisitis dan uretritis di Puskesmas Rawat Inap PanjangBandar Lampung.
PENGARUH MEROKOK TERHADAP VISKOSITAS DARAH MELALUI PEMERIKSAAN HEMATOKRIT PADA MAHASISWA PEROKOK ANGKATAN 2011 UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG Upik Pebriyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.516 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i4.2040

Abstract

Latar Belakang : Kebiasaan merokok bukan saja merugikan bagi perokok tapi juga bagi sekitarnya. Merokokmenggangu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita hindari. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok,baik secara langsung maupun tidak langsung. Perokok biasanya memiliki hematokrit yang tinggi dibandingkan yang bukanperokok. Fakta menyatakan bahwa perokok bernapas pada 250 ml CO dari setiap bungkus rokok. Hematokrit yang lebihbanyak mengakibatkan kekentalan lebih besarTujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah merokok dapat mempengaruhi viskositas darah melaluipemeriksaan Hematokrit pada mahasiswa perokok angkatan 2011 Universitas Malahayati Bandar Lampung.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik. Rancangan penelitian menggunakan crosssectional dengan populasi adalah mahasiswa perokok dengan usia 18-25 tahun di Universitas Malahayati Bandar Lampungsebanyak 30 orang perokok dan 30 orang bukan perokok. Sampel penelitian ini sebanyak 60 orang. Alat ukur stres yangdigunakan yaitu Kuesioner. Hematokrit diambil dari pemeriksaan laboratorium. Analisa bivariat menggunakan Uji ChiSquare.Hasil : Hasil penelitian diketahui bahwa dari 60 responden sebanyak 80% mempunyai kadar hematokrit normal dan20% memiliki kadar hematokrit yang tinggi. Dari hasil analisa bivariat p-value = 0,024 dan Odds Ratio (OR) = 7,0.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh merokok terhadap viskositas darah melaluipemeriksaan hematokrit pada Mahasiswa perokok Angkatan 2011 Universitas Malahayati Bandar Lampung.Kesimpulan : Diketahui distribusi frekuensi sebagian besar memiliki kadar hematokrit normal (40 - 48 %), yaitusebanyak 48 orang (80%). Sedangkan sebagian kecil memiliki kadar hematokrit tinggi (> 48%), yaitu sebanyak 12 orang(20%).

Page 9 of 51 | Total Record : 502