cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285345477070
Journal Mail Official
jjfoodtech@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Food Technology
ISSN : 26549034     EISSN : 27746054     DOI : https://doi.org/10.37905/jjft
Core Subject : Agriculture,
postharvest process and technology food commodities, food processing food process engineering interaction of machinery and food materials chemical and functional food biochemistry and food microbiology nutrition and health local and industrial food management industrial of food processing food safety food security
Articles 165 Documents
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK INSTAN FUNGSIONAL SARI BUAH MANGGA ARUMANIS (Mangivera indica L. v arumanis) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellariodes Benth) Aprilia, Alma; Antuli, Zainudin K; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.12072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan tingkat kesukaan minuman serbuk instan sari buah mangga arumanis dan ekstrak daun miana. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal perbandingan antara sari buah mangga (SBM) dan ekstrak daun miana (EDM), yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu 500 ml : 0 ml ; 425 ml : 75 ml ; 400 ml : 100 ml ; 75 ml : 125 ml. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan antara sari buah mangga dan ekstrak daun miana memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, kadar abu, dan waktu larut minuman serbuk instan dengan nilai masing masing berturut turut yaitu 35,36 – 57,36 ppm ; 3,07 – 4,2 % ; 0,24 – 0, 43 % ; 20,57 – 36,33 detik. Serta memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis yaitu warna berkisar antara 5,13 – 6, 23 (agak suka - suka) aroma berkisar 4,03 – 6,3 (netral - suka)  rasa berkisar antara 4,63 – 5,6 (netral – agak suka) dan tekstur berkisar 4,7 – 5,7 (netral – agak suka). 
KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA MIE KERING UBI BANGGAI UNGU (DIOSCOREA ALATA) TERMODIFIKASI DENGAN METODE AUTOCLAVING-COOLING Asdianto, Asdianto; Limonu, Marleni; Une, Suryani
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.11822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia mie kering ubi banggai ungu (Dioscorea alata) termodifikasi dengan metode autoclaving-cooling 2 siklus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan, data dianalisis dengan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan taraf = 0,05%. Hasil penelitian menujukkan bahwa modifikasi dengan metode autoclaving-cooling dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia dari tepung ubi banggai ungu (Dioscorea alata) dibandingkan pada tepung biasa. Mie kering ubi banggai ungu termodifikasi memiliki kadar air sebesar 6,12-8,38%, kadar protein 14,32-16,64%, swelling power 2,77-5,47g/g, pati resisten 6,28-6,42%, kehilangan padatan akibat perebusan 73,68-93,19%, renggang putus 6,07-8,33%, daya serap air 27,63-84,40%, nilai tingkat kesukaan warna 4,20-5,40, tekstur 4,83-5,07, rasa 4,60-5,40 dan aroma 3,87-4,97. Kata Kunci : Ubi Banggai Ungu (Dioscorea alata), modifikasi tepung, autoclaving-cooling 2 siklus, mie kering
STUDI PEMBUATAN SNACK FOOD BAR BERBAHAN DASAR SACHA INCHI (PLUKENETIA VOLUBILIS L.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS) Muti, Nurfadila; Salimi, Yuszda K; Kasim, Rahmiyati
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.32780

Abstract

Sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) and breadfruit flour (Artocarpus communis) are nutrient-rich local food ingredients with great potential for development as functional food products. This study aimed to develop a snack food bar based on sacha inchi paste and breadfruit flour with an optimal formulation that meets nutritional standards and consumer preferences. The research employed a D-optimal mixture design with three main variables: sacha inchi paste, breadfruit flour, and chopped sacha inchi beans. The formulation process was followed by proximate analysis, antioxidant activity testing using the DPPH method, and organoleptic evaluation covering taste, aroma, color, and texture attributes. Results showed that the optimal formulation consisted of 43.818% sacha inchi paste, 41.197% breadfruit flour, and 14.985% chopped sacha inchi beans, yielding 479.63 kcal per 12 bars. The product exhibited high protein and fat content and demonstrated moderate antioxidant activity (IC₅₀ = 67.06 ppm). Organoleptic testing indicated favorable consumer acceptance, particularly in color and taste. These findings suggest that the combination of sacha inchi paste and breadfruit flour can produce a nutritious and functional snack food bar. The product development contributes to local food diversification and the commercialization potential of competitive tropical ingredients. Snack food bar is one of the snacks in the form of a rod that generally consists of flour equipped with fillers such as fruits, nuts, jam and honey. This study aims to determine the chemical and organoleptic characteristics of snack food bars made from sacha inchi bean paste and breadfruit flour. Pre-treatment in the manufacture of snack food bars is the result of formulation from the results of a mixture design (D-optimal)12 formulation that has a concentration of sacha inci bean paste, breadfruit flour. From the results of the 14 raw material formulas. This study uses a mixture design (D-optimal) 12. The optimization of the formulation of raw materials for making snack food bars in this study was carried out to produce a total energy value of 405.046 kcal while the parameters of the protein content value were 14.01%, fat content was 28.85%, carbohydrate content was 40.96%, moisture content was 14.45%, ash content was 1.72%, fiber content was 2.06% and antioxidant activity was 67.06 ppm. Organoleptic testing produces snack bars with ra rating Keywords: Snack Food Bar, Sacha Inchi Beans, Breadfruit Flour, Total Energy ABSTRAKSacha inchi (Plukenetia volubilis L.) dan tepung sukun (Artocarpus communis) merupakan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi dan berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan snack food bar berbasis pasta kacang sacha inchi dan tepung sukun dengan formulasi optimal yang memenuhi standar gizi dan disukai konsumen. Metode yang digunakan adalah mixture design tipe D-optimal dengan tiga variabel utama, yaitu pasta kacang sacha inchi, tepung sukun, dan kacang sacha inchi. Proses formulasi diikuti oleh analisis proksimat, pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji organoleptik terhadap atribut rasa, aroma, warna, dan tekstur. Hasil menunjukkan bahwa formulasi optimal mengandung 43,818% pasta kacang sacha inchi, 41,197% tepung sukun, dan 14,985% kacang cincang, dengan energi sebesar 479,63 kkal per 12 bar. Produk ini memiliki kadar protein dan lemak tinggi serta menunjukkan aktivitas antioksidan sedang (IC₅₀ = 67,06 ppm). Uji organoleptik menunjukkan penerimaan baik, terutama pada warna dan rasa. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pasta kacang sacha inchi dan tepung sukun dapat menghasilkan snack food bar bergizi dan fungsional. Pengembangan produk ini berkontribusi pada diversifikasi pangan lokal dan potensi komersialisasi berbasis bahan tropis berdaya saing tinggi. 
PENGARUH KONSENTRASI SUSU SKIM TERHADAP KUALITAS FISIK & KIMIA SERTA MIKROBIOLOGI YOGHURT SUSU KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) Duhe, Salma T.; Bait, Yoyanda; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.31352

Abstract

Sacha Inchi merupakan sejenis kacang-kacangan, tumbuh di wilayah hutan tropis Amazon, Peru komoditas yang bisa dikembangkan menjadi berbagai jenis olahan pangan salah satunya dapat dibuat menjadi yoghurt. Yoghurt salah satu produk olahan susu yang difermentasi dengan bantuan bakteri asam laktat (BAL), sehingga diperoleh rasa dan aroma yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaruh yoghurt susu kacang sacha inchi (Plukenetia volubilis L) dengan berbagai konsentrasi susu skim yang berbeda terhadap kualitas fisik kimia mikrobiologi serta dan organoleptik. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan berupa Analysis of Variant (ANOVA) dan uji banding Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan faktor perlakuan berpengaruh nyata terhadap, Bakteri Asam Laktat (BAL), Derajat Keasaman (pH), Total Padatan terlarut (TPT), Viskositas Protein, Lemak, dan rasa tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap Warna, Aroma, hasil uji organoeptik. Hasil analisis Yoghurt susu kacang sacha inchi dengan konsentrasi susu skim 12 - 24% yang hasil pengujian berdasarkan parameter bakteri asam laktat (BAL) diperoleh (4,07×107- 8,76×107 CFU/ml), derajat keasaman (pH) diperoleh (4,74 - 4,26), Tpt diperoleh (10,40-14,57 oBrix), Protein diperoleh (4,23% - 9,61%. %), Lemak diperoleh (5,56% - 3,65%). viskositas diperoleh (125, - 322,00 cP), dan nilai organoleptik warna (4,73 - 4,87 agak suka), aroma (4,87- 4,60 agak suka), rasa (3,67 – 5,53 agak suka).Kata Kunci : Yoghurt, Sacha Inchi, Susu Skim
PENGARUH KONSENTRASI RAGI PADA PEMBUATAN TEMPE KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) Tahir, Salsa; Bait, Yoyanda; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.31351

Abstract

ABSTRAKTempe merupakan salah satu produk pangan hasil fermentasi yang berpotensi sebagai sumber antioksidan serta mengandung beberapa zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Adanya inovasi dalam hal bahan baku yaitu dengan penambahan jenis kacang lain seperti  Kacang Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.) berpotensi untuk meminimalisir import kedelai dari luar. Tujuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana konsentrasi ragi mempengaruhi tempe kacang sacha inchi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan berupa Analysis of Variant (ANOVA) dan uji banding Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa tempe kacang sacha inchi dengan konsentrasi ragi yang berbeda dapat mempengaruhi nilai ph (p0,05), namun tidak mempengaruhi nilai kadar air, protein dan kadar lemak (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai ph diperoleh 5.68-5.41, kadar air diperoleh 42.1%-37.0%, Protein diperoleh 6.82%-3.80%, dan Kadar Lemak diperoleh 31.55%-22.58%. Hasil uji organoleptik perbandingan jamak pada aroma semakin banyak konsentrasi yang ditambahkan sangat lebih baik dari tempe komersil. Rasa agak lebih buruk dari tempe komersil, dan pada tekstur konsentrasi 0,9% dan 1,8% agak lebih buruk, akan tetapi konsentrasi 1,2% dan 1,5% sama dengan tempe komersil.Kata Kunci: Sacha Inchi, Konsentrasi ragi, Tempe
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PERUBAHAN FISIK DAN KIMIA PADA TERONG UNGU (Solanum melongena) Dahlan, Sakinah Ahyani; Kasim, Rahmiyati; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.31514

Abstract

Terong merupakan produk hasil pertanian yang mudah mengalami kerusakan terutama selama penyimpanan, sehingga suhu penyimpanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasipengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan fisik dan kimia pada terong (Solanum melongena). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan suhu penyimpanan yang berbeda, yaitu 5 °C, 15 °C, dan suhu ruang (27-28 °C). Parameter uji meliputi kadar air, warna, tekstur terong, dan pengujian terhadap tingkat kerusakan terong yang penyajian data dilakukan secara deskriptif. Terong yang disimpan pada suhu 5°C menunjukkan kualitas terbaik, dengan tekstur, kadar air, dan warna yang lebih stabil dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu 15°C dan suhu ruang (27°C). Suhu penyimpanan yang lebih tinggi mempercepat kerusakan, meningkatkan laju respirasi, dan menyebabkan perubahan warna serta kehilangan kadar air. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaturan suhu penyimpanan untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kualitas terong.
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN KAPUR SIRIH TERHADAP KUALITAS SENSORI KERIPIK BENGKUANG (PACHYRHIZUS EROSUS) Lestari, Ninda Tiara; Mustika, Sari; Fridayati, Lucy; Holinesti, Rahmi
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.33532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi larutan kapur sirih (Ca(OH)₂) terhadap kualitas sensori keripik bengkuang (Pachyrhizus erosus) . Masalah utama dalam pengolahan keripik bengkuang adalah tekstur yang kurang renyah dan perubahan warna akibat reaksi pencoklatan non-enzimatis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan perlakuan, yaitu kombinasi konsentrasi kapur sirih 8%, 10%, dan 12% serta waktu perendaman 10, 15, dan 20 menit. Irisan bengkuang direndam sesuai perlakuan, lalu digoreng hingga renyah. Uji sensori dilakukan oleh 50 panelis tanpa sensor yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Negeri Padang untuk menilai warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan kapur sirih 12% selama 15 menit menghasilkan skor tertinggi yaitu (6,94), yang menunjukkan hasil terbaik. Data tersebut kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan Anilisis Varian (ANOVA), dan jika Fhitung Ftabel maka dilanjutkan dengan uji Duncan . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap karakteristik tekstur antar perlakuan (p0,05). Namun tidak ditemukan pengaruh yang signifikan terhadap warna, aroma, dan rasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan larutan kapur sirih dengan konsentrasi dan waktu perendaman yang tepat dapat meningkatkan kualitas sensori keripik bengkuang.
KARAKTERISTIK PUDING DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) Fuadi, Asral; Insan, Ranggi Rahimul; Gusnita, Wiwik; Anggraini, Ezi
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.33530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari buah senggani (Melastoma malabathricum L.) terhadap mutu sensoris puding, mencakup warna, aroma, tekstur, dan rasa, melalui uji hedonik. Buah senggani diketahui mengandung antosianin, flavonoid, dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai pewarna alami dan antioksidan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan (0 g, 220 g, 320 g, 420 g, dan 520 g) serta tiga ulangan. Uji hedonik dilakukan oleh 30 panelis semi-terlatih menggunakan skala kesukaan 7 poin. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari buah senggani berpengaruh nyata (p0,05) terhadap semua atribut sensoris. Perlakuan 520 g menghasilkan skor tertinggi untuk warna (6,70), aroma (6,08), dan rasa (5,86), sedangkan tekstur terbaik ditemukan pada perlakuan 420 g (6,12). Warna ungu yang lebih disukai dihasilkan oleh kandungan antosianin, sedangkan persepsi rasa yang seimbang dipengaruhi oleh interaksi senyawa bioaktif dan bahan dasar puding. Hasil ini menunjukkan bahwa sari buah senggani berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami dalam produk puding fungsional berbasis lokal.
PENGARUH SUMBER ETILEN TERHADAP PERUBAHAN FISIK DAN KIMIA MANGGA (Mangifera indica L.) Kasim, Rahmiyati; Dahlan, Sakinah Ahyani; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.31357

Abstract

Etilen merupakan hormon tanaman yang berperan penting dalam pematangan buah klimakterik, termasuk mangga. Hormon ini memicu berbagai perubahan fisik, seperti pelunakan daging buah serta perubahan warna kulit dari hijau menjadi kuning atau jingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan pengaruh sumber etilen, baik kimia maupun alami, terhadap perubahan fisik dan kimia buah mangga selama proses pematangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu jenis etilen kimia dan alami serta lama penyimpanan (0 hari dan 6 hari) dengan tiga kali ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diuji meliputi warna, tekstur, tingkat kerusakan, dan total padatan terlarut (TPT) menunjukkan hasil perubahan nilai warna berupa penurunan kecerahan (L*) dan b* serta adanya peningkatan nilai a* seiring bertambahnya waktu penyimpanan. Tekstur buah mengalami penurunan. Semakin lama penyimpanan, tingkat kerusakan buah semakin tinggi. Pengujian TPT menunjukkan peningkatan dari 4% Brix pada hari ke-0 menjadi 6–7% Brix pada hari ke-6. Hasil ini menunjukkan bahwa baik etilen kimia maupun alami berpengaruh terhadap perubahan fisik dan kimia buah mangga selama proses pematangan, dengan waktu penyimpanan sebagai faktor yang mempercepat perubahan tersebut.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KEJU ANALOG DARI SUSU KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ENZIM RENNET Lanur, Syima; Bait, Yoyanda; Engelen, Adnan
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.29995

Abstract

Keju analog merupakan jenis keju yang terbuat dari protein nabati mengganti protein hewanidan meniru tekstur dan rasa dari keju asli. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuiapakah konsentrasi enzim rennet dapat mempengaruhi karakteristik fisikokimia keju analogdari susu kacang sacha inchi (Plukenetia volubilis L.). Rancangan penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasienzim rennet 1%, 2%, 3%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasilpenelitian pada keju analog dari susu kacang sacha inchi dengan konsentrasi enzim rennetyang berbeda menunjukkan bahwa enzim rennet mempengaruhi karakteristik fisikokimiakeju analog yaitu kadar protein, kadar asam lemak bebas, kadar air, rendemen, viskositas,total padatan keju akan tetapi tidak mempengaruhi nilai pH. Keju analog menghasilkan kadarprotein 6,29%-9,25%, kadar asam lemak bebas 3,99%-5,58%, kadar air 49,51%-53,46%,rendemen 7,1%-9,4%, viskositas 1,004-1,181 cP, total padatan keju 46,54%-50,49% dannilai pH 4,72-4,90 (asam). Berdasarkan penilaian organoleptic warna, aroma, tekstur dan rasakeju analog menghasilkan konsentrasi enzim rennet mempengaruhi rasa dan tekstursedangkan warna dan aroma tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil dari penilaianpanelis menunjukkan Tingkat kesukaan panelis terhadap warna 5,13 (agak suka), aroma 4,07(netral), tekstur 4,73 (agak suka) dan rasa 4,20 (netral).