cover
Contact Name
Arlan Kaharu
Contact Email
arlankaharu@ung.ac.id
Phone
+6281342423408
Journal Mail Official
srisutarni@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. B. J. Habibie, Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JAMBURA Journal of Architecture
ISSN : 26545896     EISSN : 28088794     DOI : 10.37905
Jambura Journal of Architecture (JJoA) is a peer reviewed journal published biannual (Juni and Desember) by Architecture Departement, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Gorontalo. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, practitioners and architec for publishing the original research articles or review articles. JJoA is intended to be the journal for publishing of results of research on Architecture both empirical and normative study, especially in architecture issues. The various topics but not limited to, architecture theory, architecture design, architecture science, sustainable built environment, architectural history, material technology, Urban planning, Building structure, in the framework of architecture studies.
Articles 165 Documents
Kampung Segitiga Sompilan: Dinamika Ruang dan Kearifan Lokal Munandar, Munarsi; Suhardi, Cahyani; Mustakima, Dui Buana
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.34450

Abstract

Urbanisasi yang pesat di Yogyakarta telah mendorong transformasi kampung kota, termasuk Blok Sompilan di Kampung Pogung Kidul, yang kini menghadapi tekanan akibat komersialisasi lahan dan pembangunan infrastruktur kota. Permasalahan penelitian ini adalah menelaah bagaimana konfigurasi spasial Blok Sompilan terbentuk melalui praktik sosial warga serta nilai-nilai lokal yang memengaruhi pola spasialnya. Penelitian ini menganalisis produksi ruang di Blok Sompilan, Yogyakarta, dengan pendekatan teori produksi ruang Henri Lefebvre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blok Sompilan dibentuk oleh jaringan jalan berbentuk segitiga yang mengurung pola hunian organik dimana bagian tengah stabil sedangkan bagian tepi lebih dinamis dengan bangunan  multifungsi Temuan ini menunjukkan bahwa Blok Sompilan tidak tumbuh karena “kekurangan” sistem formal, melainkan merupakan hasil produksi ruang yang kompleks dan adaptif: morfologi organik terbentuk dari pewarisan lahan, pembagian kapling dan pembangunan jalan; adanya ikatan emosional terhadap kampung  mendorong  warga untuk tetap bertahan di tengah urbanisasi. Sehingga mengembangkan praktik sosial seperti ngindung serta sistem kepemilikan lahan bangunan yang tumpang-tindih (hibrid). Sehingga ruang di Sompilan adalah ruang negosiasi terus‑menerus antara kebutuhan ekonomi, nilai kultural, dan intervensi infrastruktur formal, sehingga menghasilkan konfigurasi spasial kampung kota yang dinamis.
TELAAH ARSITEKTURAL TERHADAP KARAKTER INDISH PADA DESAIN GEREJA MASEHI INJILI BOLAANG MONGONDOW DI KOTAMOBAGU Erick A, Yohanes P; Ma'sum, Ratna Dwi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.31530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik arsitektur "Indish" pada Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow di Kotamobagu, dengan menelusuri bagaimana elemen desain kolonial Belanda diintegrasikan dengan adaptasi lokal untuk menghadapi kondisi iklim tropis dan kebutuhan fungsional masyarakat setempat. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur dan arsip, analisis foto lama, guna melakukan triangulasi data dan memperoleh gambaran menyeluruh tentang penerapan ciri-ciri arsitektur seperti denah simetris, orientasi bangunan yang menghindari sinar matahari langsung, penggunaan bahan kayu yang kokoh, serta tata ruang yang diadaptasi untuk sirkulasi udara alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja ini mempertahankan beberapa elemen penting dari gaya Indish, misalnya berdirinya bangunan di atas tanah yang luas, penggunaan konstruksi kayu, ventilasi dan pencahayaan alami yang optimal, dan kehadiran elemen simbolik seperti bangunan penggantung lonceng. Namun terdapat penyimpangan pada elemen lain seperti ketiadaan teras yang mengelilingi bangunan, absennya elemen menara khas serta penggunaan material kaca pada jendela, yang mencerminkan proses modifikasi desain seiring perkembangan jaman. Penelitian ini mengungkap bahwa Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow merupakan hasil sintesis dinamis antara warisan arsitektur kolonial dan kearifan lokal menghasilkan identitas visual dan fungsional yang unik serta relevan dengan konteks modern di Sulawesi Utara.Kata kunci: Telaah Arsitektural; Arsitektur Indish; Gereja Masehi Injili; Bolaang Mongondow
REDESAIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH OTANAHA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Monoarfa, Aderival Fidyanto; Siola, Amru; Antu, Evi Sunarti
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.35018

Abstract

Otanaha Regional Public Hospital is a Type C hospital located in Gorontalo Province. Existing issues at the hospital, such as poorly organized circulation, zoning that does not meet requirements, decentralized waste management, and inadequate facilities, serve as the basis for a redesign using a Sustainable Architecture approach. The design challenge is to identify an environmentally sustainable solution that balances the use of materials and energy while improving spatial organization and other environmental factors. The goal of this redesign is to develop a facility that aligns with the specifications and needs of the hospital, ensuring the implementation of physical construction that meets quality, time, and cost requirements, while also adhering to technical standards and building reliability regulations. The method used is an architectural design process incorporating a Sustainable Architecture approach. The resulting redesign incorporates features such as optimized natural lighting and ventilation through strategic placement of window openings and roof design, wastewater treatment for energy and water efficiency, integrated waste management, the selection of environmentally friendly materials, and the application of cultural preservation principles in the façade design, reflecting Gorontalo's cultural motifs.
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PEYAPATA MOUNTAIN RESORT DI KABUPATEN BONE BOLANGO Huda, Miftakhul; Trumansyahjaya, Kalih; Arifin, Sri Sutarni
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.29621

Abstract

Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadi potensi wisata alam yang tidak dapat dikesampingkan. Seperti rangkaian pegunungan yang menyejukkan dan menjadi tujuan pendakian para wisatawan. Pegununganpun menawarkan berbagai hal seperti udara yang sejuk, aktivitas pegunungan yang dapat menjaga kebugaran tubuh, memberikan petualangan dan membangun kebersamaan. Selain itu, keanekaragaman flora fauna menjadi daya tarik yang dimiliki oleh wisata alam. Bone Bolango bagian dari Provinsi Gorontalo merupakan daerah yang memiliki potensi dengan berbagai keanekaragaman sumber daya pariwisata, meliputi alam dan budaya serta pengembangan ekowisata. Salah satunya tempat wisata yang menyediakan wisata alam di Kabupaten Bone Bolango yaitu Bukit Peyapata. Bukit Peyapata merupakan wisata Camping Ground yang menghadirkan nuansa alam dan aktivitas pegunungan. Keadaan iklim yang terbilang cukup ekstrim karena merupakan daerah tropis serta berada pada dataran tinggi, maka perlunya konsep arsitektur yang berkesinambungan serta dapat beradaptasi dengan iklim daerah tersebut. Dari hal ini, maka penggunaan konsep arsitektur tropis dipilih karena mampu beradaptasi serta selaras dengan kondisi dan iklim yang ada.Peneletian ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan Bukit Peyapata Kabupaten Bone Bolango sebagai pengembangan kawasan wisata alam yang terangkum dalam kawasan Mountain Resort, yang memenuhi kaidah arsitektural serta memiliki nilai estetika yang baik. Data pada penelitian dibagi menjadi dua, yakni data untuk objek perancangan Mountain Resort dan data untuk tema perancangan, dimana kedua data ini akan terbagi menjadi data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data primer menggunakan metode observasi secara langsung. Sedangkan teknik pengumpulan data sekunder menggunakan kajian studi literatur, arsip/dokumen yang berhubungan dengan objek rancangan, referensi buku atau skripsi, jurnal-jurnal terkait objek dan tema perancangan, serta melalui media internet. Hasil Laporan berupa konsep perancangan dan penerapannya pada rancangan sebagai pedoman untuk melanjutkan perancangan Peyapata Mountain Resort dengan Pendekatan Arsitektur Tropis di Bone Bolango.
IMPLEMENTASI PRINSIP BANGUNAN PINTAR PADA BANGUNAN KOMERSIAL DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: PUSAT PERBELANJAAN MALL) Lintong, Steven; Mandey, Johansen Cruyff; Supardjo, Surijadi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.35360

Abstract

Kota Manado, salah satu kota di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, menghadapi tantangan signifikan seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan kebutuhan akan infrastruktur yang efisien. Pertumbuhan populasi dan aktivitas komersial yang pesat menyebabkan tekanan pada sumber daya alam, lahan, dan energi. Dalam konteks ini, konsep bangunan pintar (smart building) muncul sebagai solusi inovatif yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah tersebut. Bangunan pintar tidak hanya menawarkan efisiensi energi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Prinsip bangunan pintar melibatkan integrasi teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem bangunan untuk menciptakan lingkungan yang responsif dan adaptif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi terhadap implementasi prinsip-prinsip bangunan pintar dalam konteks bangunan komersial di Kota Manado. Menurut Prof. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D, dkk, dalam Nusantara’s Smart Buildings Guidline (2023) menyatakan bahwa bangunan pintar memiliki 6 prinsip, yaitu otomatisasi, multifungsi, adaptabilitas, interaktivitas, inklusivitas, dan efisiensi. Bangunan pintar dilengkapi beberapa komponen atau fitur yang memungkinkan efisiensi energi, keamanan, dan kenyamanan yang lebih baik. Setiap prinsip memiliki komponen atau fitur yang terintegrasi pada bangunan pintar yang harus memenuhi persyaratan dan spesifikasi fungsional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci fenomena penerapan bangunan pintar dalam konteks bangunan komersial di Manado. Data diperoleh melalui survei terhadap penghuni bangunan untuk mengukur tingkat kenyamanan dan kepuasan mereka, serta wawancara mendalam dengan arsitek, pengembang, dan pengelola bangunan. Hasil penelitian yang dilakukan pada Manado Town Square dan Mega Mall Manado ditemukan bahwa secara umum dan signifikan ke – 2 objek telah mengimplementasikan prinsip – prinsip Bangunan Pintar.