cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
KAJIAN PENERAPAN PROSEDUR TRAFFIC INFORMATION BROADCAST BY AIRCRAFT (TIBA) PADA UNIT BAWEAN TERHADAP OPERASIONAL LALU LINTAS PENERBANGAN DI WILAYAH UDARA SURABAYA Syahrul Ramadhan Murtadho; Laila Rochmawati; Yeni Rohmawati
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini untuk mengetahui evaluasi pemberian pelayanan Traffic Information Broadcast By Aircraft (TIBA) pada Unit Bawean Terhadap Operasional Lalu Lintas Penerbangan Di Wilayah Udara Surabaya. Dengan jumlah traffic Unit Bawean yang sedikit, maka penulis menyusun Tugas Akhir ini dengan bertujuan agar dapat mengenalisa implementasi Traffic Information Broadcast By Aircraft (TIBA) sehingga pemberian pelayanan informasi penerbangan dapat berjalan dengan optimal. Tugas Akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitataif yang menggunakan dua variabel antara lain: Prosedur Traffic Information Broadcast By Aircraft (TIBA) Pada Unit Bawean (X) terhadap Operasional Lalu Lintas Penerbangan Di Wilayah Udara Surabaya (Y). Dari data yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis awal adalah penerapan Traffic Information Broadcast By Aircraft (TIBA) tetap harus memperhatikan aspek keselamatan penerbangan dan pertolongan kecelakaan pesawat terkait kesiapan dan kesiagaan personil penerbangan. Diantaranya, pelatihan personil pada Unit Bawean, Signal Area yang perlu disediakan, Flight Watch, dan pemberian Weather Information untuk Bawean.
PENGARUH KOORDINASI UNIT ATS GENERAL PURPOSE (GP) JAKARTA DENGAN OPERATOR OPERASI HELIKOPTER TERHADAP PELAYANAN INFORMASI PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG JATSC Warda Sheila Izzati; Fatmawati; Siska Wijayanti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit ATS Jakarta General Purpose (GP) merupakan unit yang melayani Flight Information Service dan Alerting Service kepada semua VFR Flight yang terbang di VFR route di wilayan jawa bagian barat dalam ruang udara FIC Jakarta Sector dan membantu menyampaikan Flight Information Service dan Alerting Service kepada semua IFR Flight yang terbang di bawah 10.00 ft diluar Controlled Airspace. General Purpose (GP) memberikan pelayanan menggunakan fasilitas radio VHF dengan frekuensi 129.9 MHz dan memberikan pelayanan kepada pesawat yang melintas di ruang udara Jakarta Sector yang tidak dilengkapi dengan fasilitas radio HF. Setiap penerbangan harus mengirimkan berita rencana penerbangan (flight plan) paling cepat 24 jam sebelum EOBT atau selambatnya 120 menit sebelum EOBT. Koordinasi flight plan pesawat helicopter yang saat ini merancang manual flight plan (FPL) di sistem E-JAATS, seringkali menjadi kendala jika ada kekeliruan maupun tulisan yang kurang jelas dalam penulisan flight plan yang dikirim oleh operator penerbangan helicopter. Kekeliruan saat memberikan informasi mengenai flight plan akan berdampak pada seluruh kegiatan penerbangan yang sedang dilaksanakan. Tujuan peneliti teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka dan kuesioner. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis kesimpulan yang diharapkan adalah membuat LOCA khusus penerbangan helicopter.
TINJAUAN PERBEDAAN REGISTRASI PESAWAT DALAM PELAYANAN KOMUNIKASI PENERBANGAN DI UNIT JAKARTA FIC MEDAN SECTOR Yuriko Cenciana Putri; Julfansyah Margolang; Siti Nurfadhilah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Registrasi sebuah pesawat memiliki peranan penting dalam pemberian pelayanan Komunikasi Penerbangan. Registrasi pesawat merupakan identitas dari suatu pesawat. Kesesuaian registrasi sebuah pesawat sangat berpengaruh pada saat pemberian pelayanan komunikasi penerbangan berupa traffic info. Registrasi ini juga berkaitan dengan penggunaan SELCAL (Selective Calling). Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat meninjau perbedaan registrasi pesawat dengan data flight plan terhadap pemberian pelayanan komunikasi penerbangan di unit Jakarta FIC Medan Sector dan dapat mengetahui bahwa registrasi pesawat ini berkaitan dengan SELCAL Code. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa bandar udara feeder masih harus meninjau kembali LOCA, membuat contingency plan untuk menjadi back up apabila terjadi bad signal, melakukan pengiriman Request Clearance sesuai LOCA antara Binaka Aerodorome Control Tower (Binaka TWR) dan Medan Flight Service Station (FSS).
APLIKASI AVIATION E-CONVERSATION BERBASIS WEBSITE DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Kevin Firnanda Afand; Laila Rochmawati; Siti Nurfadhilah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Inggris Penerbangan adalah bahasa internasional yang digunakan oleh pengendali lalu lintas udara dan pilot untuk berkomunikasi selama penerbangan. Percakapan yang mampu berkomunikasi secara efektif hanya dengan suara (radio), komunikasi radiotelepon tidak memiliki isyarat wajah dan bahasa tubuh. Komunikasi tanpa sinyal seperti itu dianggap lebih sulit karena membutuhkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi daripada percakapan tatap muka. Saat itu, telepon seluler tidak hanya berguna untuk media, tetapi juga dapat digunakan untuk mengakses media lain melalui Internet. Aplikasi berbasis web merupakan hasil perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan prosedur penelitian ini menggunakan langkah-langkah metode penelitian Waterfall. Metode Waterfall merupakan jenis pengembangan aplikasi yang menekankan pada langkah-langkah yang terstruktur dan sistematis. Model pengembangan ini seperti air terjun, di mana setiap fase dilakukan secara berurutan. Pada metode ini terdapat 5 langkah yang meliputi metode cascade yaitu dari langkah (1) Persyaratan; (2) Desain; (3) Pelaksanaan; (4) Verifikasi dan; (5) Pemeliharaan. Dalam metode ini, semua langkah saling terkait dan harus dilakukan secara berurutan dan bertahap dari atas ke bawah seperti air terjun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjang keterampilan berbicara pengendali lalu lintas udara dalam hal pelayanan lalu lintas udara.
PENGARUH KURANGNYA KEAMANAN RUANG CONTROLLER TERHADAP KINERJA PERSONEL ACO DI BANDARA LONG BAWAN Lutfi Adamalvi; Iwansyah Putra; Yuni Saptandari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan adalah suatu hal yang penting terutama diruang kerja controller atau tower agar tercipta ruang kerja yang aman,nyaman dan kondusif. Tujuan penelitian untuk menentukan sejauh mana dampak resiko terhadap kinerja personel ACO, metode penelitian penulis adalah deskriptif kualitatif dengan data berdasarkan observasi, kuesioner dan dokumentasi untuk populasi dan sampel 2 personel ACO, 2 personel keamanan, 2 unit lain dan 8 Ojt terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengamanan di ruang controller sangat mempengaruhi kinerja personel ACO sehingga menjadi terganggu, kurang fokus dan kurang mampu berkonsentrasi dalam melakukan pelayanan penerbangan, dan lebih rentan terhadap human error. Wilayah yang harus steril di object vital bandara yaitu Restricted area atau area terbatas yakni ruang controller adalah wilayah terbatas dimana setiap pergerakan aktivitas harus mendapatkan izin serta pengawasan yang ketat. Seperti harus mencegah orang masuk tanpa izin seminimal mungkin agar tidak menganggu. Oleh sebab itu keamanan di ruang controller harus terjaga demi keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan
ANALISIS JARINGAN INTERNET WORKING UNIT ATS RO TERHADAP PENDISTRIBUSIAN FLIGHT PLAN DI MAKASSAR AIR TRAFFIC SERVICE CENTER Rivaldy Rahim; Dewi Ratna Sari; Teguh Imam Suharto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) merupakan anak perusahaan dari Perum LPPNPI yang bertanggung jawab menyediakan layanan navigasi penerbangan. Berdasarkan Annex 11, Unit RO ATS adalah unit yang dibentuk dengan tujuan untuk menerima laporan dan flight plan. Pelayanan informasi yang baik dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas informasi lalu lintas udara. Hal ini dapat dilakukan jika kapasitas staf ACO didukung oleh sarana, prasarana dan sarana yang dalam kondisi prima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan penyediaan sistem jaringan internet untuk efisiensi distribusi rencana penerbangan (FPL). Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Dari data yang diperoleh dan analisis masalah, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya penyesuaian antara perangkat Transmitter (TX) dan Receiver (RX) yang digunakan untuk mengoptimalkan internetwork untuk efisiensi flight plan. pelayanan distribusi (FPL) di Makassar Air Traffic Services Center (MATSC). Flight plan (FPL), Internet, Efisiensi, Fasilitas, Pendistribusian
PENGARUH MISSCOORDINATION PADA UNIT FSS DAN ACC (UIOS) TERHADAP PELAYANAN NAVIGASI PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG JAKARTA AIR TRAFFIC SERVICE CENTER (JATSC) Muhammad Riyadh Firdaus; Dewi Ratna Sari; Teguh Imam Suharto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai penyedia layanan navigasi penerbangan, Perum LPPNPI JATSC terus berupaya meningkatkan layanan navigasi penerbangan yang diberikan sesuai dengan dokumen International Civil Aviation Organization (ICAO) Document 4444 Chapter 10 Transfer Of Coordination. Menjelaskan prosedur koordinasi antar unit atau antar departemen kontrol dalam pelayanan informasi penerbangan. Penghalang jalan yang dihadapi personel Aviation Communications Officers (ACOs) adalah bahwa alat suara langsung tidak optimal. Alat direct speech memiliki masalah dengan nomor telepon yang memiliki kesamaan dan fungsionalitas antara unit FSS dan unit ACC (UIOS), dan masih belum ada prosedur standar untuk koordinasi antara unit FSS dan unit ACC (UIOS). Masalah kedua terletak pada pengiriman pesan yang tidak efisien dengan adjacent unit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan dua variabel. Unit FSS telepon (variabel X) dan unit ACC (UIOS) (variabel Y). teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah penyelenggaraan pelayanan penerbangan telah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif solusi permasalahan di Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) dan meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan khususnya dalam proses koordinasi dengan entitas lain.
PENGARUH KELEMsAHAN FITUR VIEW ATS PADA WBF TERHADAP EFISIENSI PELAYANAN ATS MESSAGE DI PERUM LPPNPI CABANG MATSC Rizka Amalia Fitrianingsih; Sudrajat; Putu Agus Valguna
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan terkait dampak WBF terhadap layanan dan pengiriman pesan ATS di MATSC dengan fungsi browsing ATS yang tidak efisien. Pembuatan survey ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek yang digunakan adalah staf ATS RO dari Perum LPPNPI cabang MATSC. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan angket yang digunakan penulis dalam pengumpulan data, dengan mengacu pada sumber-sumber yang relevan. Populasi dan sampel adalah karyawan ATS RO MATSC. Rumusan pertanyaan dalam penelitian ini adalah apakah fungsionalitas WBF berpengaruh terhadap efisiensi layanan pesan ATS Perum LPPNPI cabang MATSC. Pembahasan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa koefisien korelasi adalah 0,80 dan hubungan yang tepat antara variabel X dan Y, sehingga penggunaan fitur di WBF saat ini sangat berpengaruh.Efisiensi dan Kebutuhan Layanan Untuk mengoptimalkan terwujudnya lalu lintas udara yang aman dan efisien layanan informasi, penggunaan fungsi WBF saat ini memiliki dampak yang sangat kuat terhadap efisiensi dan keselamatan layanan. Kami sampai pada kesimpulan bahwa perlu dioptimalkan untuk mendukung layanan penerbangan yang efisien.
ANALISIS PROSEDUR KOORDINASI TERKAIT UPDATING DLA MESSAGE PADA ATS SYSTEM (EJAATS) DI PERUM LPPNPI CABANG JAKARTA AIR TRAFFIC SERVICE Muhammad Rizki Ardana; Wasito Utomo; Iwan Yunariawan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pelayanan informasi penerbangan berkaitan erat dengan kinerja seluruh unit terkait, termasuk oleh unit Air Traffic Service Reporting Office (ATS RO). Menurut Annex 11 chapter 2, Air Traffic Service Reporting Office (ATS RO) adalah Suatu unit kerja yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi/data aeronautical yang berguna bagi unit Air Traffic Services Reporting Office (ATS RO), maka diperlukan koordinasi antara Unit ATS RO dengan Unit FDO untuk menyampaikan slot time terbaru. Penulis melakukan analisis prosedur koordinasi menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ verifikasi). Teknik pengumpulan data menggunakan; observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Optimalisasi koordinasi antara Unit ATS RO dan Unit FDO sesuai LOCA antara Unit ATS RO DAN Unit FDO di Perum LPPNPI Cabang Jakarta Air Traffic Service Centre (JATSC) dan SOP AFS nomor 2.2.4.3, yaitu apabila waktu validasi slot time lebih dari 30 menit tidak perlu dilakukan koordinasi. Untuk mengantisipasi DLA message yang tidak masuk pada ATS system,maka dilakukan koordinasi untuk mengupdate slot time secara manual
PERUM LPPNPI CABANG DENPASAR UNIT FIC BALI SECTOR ANALISA KESEPAKATAN REKONSILIASI SEKTOR BALI DENGAN KUPANG Rudy Setiawan Rokhim; Laila Rochmawati; Yeni Rohmawati
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini menganalisis LOCA (Letter of Coordination Agreement) antara UPG FIC Bali Sector Unit dan Perum LPPNPI Cabang Denpasar Pendekatan Kupang. LOCA telah mengkonfirmasi bahwa Unit Layanan Informasi Penerbangan UPG FIC Bali dikerahkan dari APP ke Wilayah Udara Kupang. Lalu lintas El Tari Kupang sering melakukan kontak pertama dengan Bali Information saat pesawat naik di atas 6000 kaki. Hal ini tidak sesuai dengan LOCA antara UPG FIC Bali Sector dan Kupang APP. Disebutkan bahwa ruang lingkup tanggung jawab UPG FIC Sektor Bali berada di wilayah udara Kupang APP Ground/MSL sampai dengan ketinggian 6000 kaki. Timbulnya kendala tersebut dikarenakan pemusatan unit FSS Bali dan FSS Kupang ke dalam unit sektor UPG FIC Bali dalam waktu kurang dari satu tahun terhitung sejak Agustus 2021 hingga Maret 2022. Sehingga beberapa titik LOCA antara UPG FIC Bali Sector dan APP Kupang dapat dikembangkan untuk kondisi lapangan. Kajian yang dilakukan peneliti sehubungan dengan pelaksanaan OJT dari tanggal 5 Januari 2022 sampai dengan 27 Juli 2022. Lupakan tentang keselamatan. Modifikasi LOCA yang dikembangkan peneliti bersifat koordinasi antar entitas dengan tidak mengubah atau melanggar aturan tertinggi (ICAO Annex).