cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BANGUNAN BAWAH GEDUNG CATU DAYA DENGAN PONDASI BORE PILE PADA BANDAR UDARA DEPATI PARBO KERINCI JAMBI Widianto, Bagus; Purwayudhaningsari, Ranatika; Triyono, Agus
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Catu Daya di Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci, Jambi,direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang. Namun, denganmempertimbangkan kelebihan yang dimiliki oleh pondasi bore pile, sepertiminimnya getaran saat pelaksanaan dan kemampuan adaptasi terhadap kondisitanah lunak, dilakukan perencanaan ulang struktur bawah menggunakan sistempondasi dalam bore pile. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur bawahmenggunakan pondasi bore pile, serta menghitung biaya yang dibutuhkan untukpelaksanaannya.Proses perencanaan diawali dengan analisis pembebanan struktur atasmenggunakan perangkat lunak SAP2000 yang mengacu pada SNI 1727:2020tentang Standar Beban Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung danStruktur Lain. Perhitungan kapasitas daya dukung bore pile dilakukan secarateoritis menggunakan metode Reese dan Wright (1977), serta melalui analisismenggunakan perangkat lunak LPile dan Group Pile untuk mengevaluasi perilakukelompok tiang terhadap variasi beban.Hasil analisis menunjukkan bahwa bore pile dengan diameter 30 cm dankedalaman 17,4 meter mampu menahan beban maksimum dari struktur denganfaktor keamanan yang memenuhi standar. Struktur pile cap direncanakan dalamdua tipe, yaitu PC-1 (0,70 m × 0,70 m) dan PC-2 (1,50 m × 0,70 m), sedangkansloof dirancang dengan dimensi 200 mm × 250 mm. Total biaya yang dibutuhkanuntuk pekerjaan struktur bawah adalah sebesar Rp 446.201.523,99 (Empat ratusempat puluh enam juta dua ratus satu ribu lima ratus dua puluh tiga rupiahsembilan puluh sembilan sen)
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN MAIN POWER HOUSE MENGGUNAKAN BATA MERAH DAN BATA RINGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Rahmat Tito Atmaja, Nur; Purwayudhaningsari, Ranatika; Winiasri, Linda
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Main Power House di Bandar Udara Internasional I Gusti NgurahRai, Bali, menjadi kebutuhan mendesak akibat meningkatnya konsumsi energilistrik seiring pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan intensitas penerbangan.Sebagai fasilitas vital, pemilihan material bangunan terutama dinding menjadifaktor penting dalam pengendalian biaya dan efisiensi waktu konstruksi. Materialseperti bata merah dan bata ringan memiliki karakteristik berbeda yangmemengaruhi kecepatan pemasangan, beban struktur, dan total biayapembangunan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studiperbandingan. Data diperoleh dari dokumen teknis proyek, dalam perhitungan RABberdasarkan PM 78 Tahun 2014, Bina Marga 2025 dan HSPK Bali Tahun 2025,dan analisis produktivitas tenaga kerja. Fokus kajian ini dibatasi pada pekerjaanpasangan dinding menggunakan bata merah dan bata ringan pada bangunan dualantai Main Power House di sisi selatan bandara. Aspek struktural dan sisteminstalasi tidak dibahas dalam penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bata ringan dapat menghematbiaya dan waktu pemasangan dinding pada perencanaan pembangunan Main PowerHouse di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali secara signifikan,dan juga diperoleh harga sebesar Rp.780.000.000.00 (Tujuh Ratus Delapan PuluhJuta Rupiah), sedangkan menggunakan material bata merah diperoleh harga sebesarRp.829.000.000.00 (Delapan Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah), denganselisih harga sebesar Rp.49.000.000,00 (Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah). Darisegi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dinding pasangan batu batamerah dan plesteran adalah 328 hari, sedangkan waktu yang dibutuhkan untukmenyelesaikan pekerjaan dinding bata ringan dan plesteran adalah 279 hari denganselisih waktu pekerjaan adalah 49 hari.
ANALISIS KONDISI PERMUKAAN PERKERASAN LANDAS PACU MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEKS DI BANDAR UDARA NAMROLE MALUKU Amran Hamid, Resa; Triyono, Agus; Purwayudhaningsari, Ranatika
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, memegangperan penting dalam mendukung konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan.Untuk menjamin keselamatan penerbangan, kondisi landas pacu harus tetap terjaga.Namun, hasil pengamatan menunjukkan adanya kerusakan seperti retak kulit buaya,retakan memanjang dan melintang, serta bleeding pada permukaan. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei visual lapangan berdasarkanstandar ASTM D5340-20 dan metode Pavement Condition Index (PCI). Datadiperoleh dari identifikasi jenis serta luas kerusakan pada setiap segmen landas pacu,dilanjutkan dengan perhitungan nilai PCI melalui tahapan density, deduct value,total deduct value (TDV), dan corrected deduct value (CDV). Hasil menunjukkansebagian besar segmen berada dalam kondisi sangat baik (PCI > 85), namunbeberapa segmen seperti STA 0+050 s/d 0+100 (PCI = 55) dan STA 0+150 s/d0+200 (PCI = 49) memerlukan penanganan. Rekomendasi perbaikan adalahpatching dengan aspal beton (AC) setebal 5 cm. Estimasi biaya perbaikan sebesarRp83.494.796,27 termasuk PPN. Studi ini menekankan pentingnya pemeliharaanrutin dan sistematis untuk menjaga kualitas landas pacu.
PERENCANAAN PELEBARAN JALAN AKSES PKP-PK DI BANDAR UDARA FRANS SALES LEGA RUTENG, NUSA TENGGARA TIMUR Indra Shandika Wiguna, Putu; Winiasri, Linda; Rozi, Fahrur
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng berperan penting dalam menunjangkonektivitas transportasi udara di wilayah Nusa Tenggara Timur. Namunkhususnya bagi kendaraan tanggap darurat seperti PKP-PK belum memenuhistandar teknis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pelebaranjalan akses PKP-PK berdasarkan pedoman teknis terkini, yaitu Manual DesainPerkerasan Jalan No.03/M/BM/2024. Metodologi penelitian melibatkanpengumpulan data primer seperti volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), jeniskendaraan operasional, dan data sekunder berupa nilai CBR tanah. Hasil studimenunjukkan bahwa struktur perkerasan jalan yang dirancang meliputi lapisan AC-WC setebal 5 cm, Lapis Pondasi Atas (Class A) setebal 10 cm, Lapis PondasiBawah (Class B) setebal 15 cm, dan lapisan tanah dasar setebal 20 cm. Total biayapembangunan diperkirakan mencapai Rp. 728.134.000,00 ( Tujuh Ratus Dua PuluhDelapan Juta Seratus Tiga Puluh Empat Ribu Rupiah).
PENGOPTIMALAN KESELAMATAN KERJA PEGAWAI PADA PERAWATAN GEDUNG TERMINAL BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR KALIMANTAN SELATAN Yulio Tri Kresnantara, Reynaldo; Purwayudhaningsari, Ranatika; Maharani Sukma, Meita
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial yang harusdiperhatikan dalam setiap aktivitas pekerjaan, terutama di lingkungan kerjadengan risiko tinggi seperti di area bandar udara. Salah satu lokasi dengan tingkatkerawanan tersebut adalah pada kegiatan perawatan gedung terminal di BandarUdara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Pekerjaan perawatan ini mencakupaktivitas di ketinggian, penggunaan peralatan berat, serta paparan terhadap risikolistrik, mekanik, dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan kerja serta merumuskan strategi yang tepatuntuk mengoptimalkan penerapan K3.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan instrumenberupa kuesioner Skala Likert yang disebarkan kepada 31 responden, yang terdiridari pekerja lapangan dan pengawas. Pengolahan data dilakukan menggunakanaplikasi SPSS versi 25, serta dilengkapi dengan analisis keselamatan kerja (JobSafety Analysis) yang mengacu pada dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi(RKK).Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhikeselamatan kerja meliputi ketersediaan dan kelayakan alat pelindung diri (APD),kedisiplinan dalam penggunaannya, serta efektivitas pengawasan. Penelitian inimenyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelatihan K3, penyediaan APD yangsesuai standar, serta penguatan sistem pengawasan dan evaluasi keselamatan kerjasangat diperlukan guna mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkanproduktivitas di lingkungan bandar udara.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA PERENCANAAN PENUTUP SALURAN DRAINASE AREA RUNWAY STRIP MENGGUNAKAN BETON PRECAST DAN BETON KONVENSIONAL DI BANDAR UDARA KOL. ROBERT ATTY BESSING MALINAU KALIMANTAN UTARA M. C. Hasibuan, Joice; Rozi, Fahrur; Hariyadi, Slamet
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Kol. Robert Atty Bessing Malinau di Kalimantan Utara memerlukaninfrastruktur pendukung yang efisien, termasuk penutup saluran drainase yang kuat,tahan lama, dan cepat terpasang. Penelitian ini bertujuan memberikan alternatifperencanaan yang tepat melalui metode kuantitatif dengan analisis RAB, jadwalproyek, dan evaluasi kekuatan struktur menggunakan SAP2000. Beton konvensionaldicor langsung di lokasi melalui tahapan bekisting, pembesian, dan curing,sedangkan beton precast diproduksi di pabrik dengan mutu K-350 dan dipasanglangsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan beton precast unggul dalamkecepatan pelaksanaan, hanya memerlukan 83 hari dengan 97 pekerja, dibandingkanbeton konvensional yang membutuhkan 125 hari dan 251 pekerja. Namun, biayabeton precast mencapai Rp12,56 miliar, lebih tinggi 57% dari beton konvensionalsenilai Rp7,99 miliar. Perbedaan mutu tidak diseragamkan pada K-350 karena betonkonvensional dengan mutu K-175 sudah memadai untuk beban yang direncanakan,sedangkan beton precast diproduksi dengan standar pabrik dan mutu beton tinggiyang konsisten.
PERENCANAAN RIGID PAVEMENT SURFACE LEVEL HELIPORT TANPA TULANGAN DI BANDAR UDARA JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG Atmadjaya Nuzzulul Ramdhani Akash, Anugrah; Suryono, Wiwid; Fatimah, Siti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Perencanaan Perkerasan Kaku SurfaceLevel Heliport di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagairespons terhadap tingginya frekuensi pergerakan helikopter, khususnyahelikopter AW189, yang hingga saat ini masih melakukan aktivitas take-offdan landing pada apron dan taxiway. Kondisi ini berpotensi menggangguoperasional pesawat sayap tetap dan menimbulkan risiko keselamatanpenerbangan. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan desainperkerasan kaku yang sesuai dengan karakteristik beban helikopter terkritisdan kondisi eksisting bandara, serta memenuhi ketentuan sesuai PM 77Tahun 2015 dan KP 215 Tahun 2019. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan permodelan analitis dan numerik menggunakanperangkat lunak FAARFIELD dan COMFAA sebagai perhitungan untukmendapatkan nilai PCN/ACN. Hasil perhitungan menunjukkan ketebalanperkerasan meliputi lapisan surface 12,5 cm dan subbase 10,2 cm dengannilai PCN sebesar 7,4 dan ACN sebesar 6,5, serta dimensi marka heliport 41 x41 meter sesuai standar FAA AC 150/5390-2D. Untuk itu diperoleh biaya dariperencanaan surface level heliport sebesar Rp.2,389,174,627.99
RANCANGA BANGUN JAM WAKTU SHOLAT BERBASIS JAM ATOM UNTUK EFESINSI WAKTU DI MASJID BAITUL MA’RIFAH DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Faisal, Rifal; Irfansyah, Ade; Suryono, Wiwid
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan waktu sholat memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan ibadahberjamaah di masjid. Namun, Masjid Baitul Ma’rifah selama ini masih menggunakan jam RTC biasayang kurang akurat dan tidak memiliki cadangan daya ketika listrik padam, sehingga seringmengakibatkan keterlambatan penentuan waktu sholat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang danmembangun jam waktu sholat berbasis jam atom dengan memanfaatkan GPS NEO-6M agar waktusholat yang ditampilkan lebih akurat dan selalu sinkron dengan waktu universal. Metode penelitian yangdigunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model PPE (Planning, Production,Evaluation). Perancangan perangkat keras terdiri dari ESP32, GPS NEO-6M, LED P10 sebagai display,dan baterai cadangan, sedangkan perangkat lunak dibuat dengan Arduino IDE menggunakan libraryPrayTimes untuk menghitung jadwal sholat berdasarkan data lokasi GPS. Sistem diuji pada MasjidBaitul Ma’rifah untuk memastikan fungsinya berjalan sesuai rancangan. Hasil pengujian menunjukkanbahwa jam waktu sholat ini mampu menampilkan jadwal sholat secara otomatis, serta tetap menyalameskipun terjadi pemadaman listrik berkat adanya baterai backup. Kesimpulannya, alat ini dapatmeningkatkan efisiensi ibadah jamaah dan memudahkan pengurus masjid dalam menentukan waktusholat secara tepat setiap hari.
PERENCANAAN RIGID PAVEMENT SURFACE LEVEL HELIPORT DI BANDAR UDARA DEPATI PARBO KERINCI Vamela Caroline, Neva; Suryono, Wiwid; Agus Triyono, Setyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena tingginya kebutuhan transportasi udara di wilayah terpencil sepertiKabupaten Kerinci, Jambi, penelitian ini berfokus pada perancangan heliport yangaman. Proyek ini bertujuan merancang struktur perkerasan kaku (rigid pavement)untuk heliport di Bandar Udara Depati Parbo, mendukung operasional helikopterBell 412. Tujuan utama adalah menciptakan struktur heliport yang memenuhistandar teknis dari ICAO Annex 14 Volume II dan Peraturan Menteri PerhubunganNomor PM 64 Tahun 2015. Perencanaan ini mencakup analisis dimensi, ketebalanlapisan, dan perkiraan biaya. Metode yang digunakan adalah analisis strukturalberdasarkan nilai CBR tanah dasar, beban helikopter, dan modulus reaksi tanah (k).Hasilnya, ditemukan bahwa ketebalan lapisan subbase yang optimal adalah 12,7 cm,dengan ketebalan slab beton 15,24 cm. Dimensi area pendaratan (TLOF) dirancangselebar 13 meter, sesuai spesifikasi Bell 412. Volume konstruksi diperkirakan 37 m3,dengan total anggaran biaya sekitar Rp 1.737.000.000,00.
PERENCANAAN PERBAIKAN JALAN AKSES MASUK DAN KELUAR TERMINAL PENUMPANG MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DI BANDAR UDARA JUWATA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Abdillah Firdaus, Naufal; Rozi, Fahrur; Dwiyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Juwata Tarakan di Kalimantan Utara berperan penting dalammendukung mobilitas penumpang dan distribusi barang. Peningkatan lalu lintaskendaraan berat pada tahun 2024 menyebabkan kerusakan signifikan pada jalanakses terminal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kerusakan danmerencanakan metode perbaikan menggunakan Pavement Condition Index (PCI)berdasarkan survei visual ASTM D6433. Hasil menunjukkan jalan akses masuk(perkerasan kaku) sebagian besar dalam kondisi Baik (73,33%), sedangkan jalanakses keluar (perkerasan lentur) didominasi kondisi Buruk (40%). Rekomendasiperbaikan meliputi pembersihan dan pemantauan 107 m2, penambalan 324,6 m2,serta pembongkaran lokal 289 m2 pada jalan masuk (total 721 m2), dan pembersihan10 m2 serta patching 1.125 m2 pada jalan keluar (total 1.194 m2). Estimasi biayaperbaikan sebesar Rp134.053.000,00 untuk jalan masuk dan Rp253.724.000,00untuk jalan keluar. Hasil penelitian ini menjadi dasar perencanaan pemeliharaanyang efektif dan berkelanjutan di Bandar Udara Juwata Tarakan.