cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 520 Documents
ANALISA PENILAIAN RISIKO PADA PROSES PENGELASAN DENGAN METODE JSA PADA PROJECT PEMBANGUNAN PIPA GAS PT XYZ BALIKPAPAN Pratama, Rio Rizky; Siboro, Impol; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1316

Abstract

Kebutuhan akan bahan bakar semakin meningkat, bersamaan dengan bertambahnya jumlah sektor industri yang ada, Indonesia sebagai negara berkembang juga memiliki tingkat pertumbuhan sektor industri yang cukup pesat. Salah satu sektor industri yang ikut berkembang adalah sektor migas dimana di Indonesia merupaka salah satu sektor industri yang cukup besar dan utama. Produksi dalam sektor migas tidak luput dari dibutuhkannya bahan bakar dimana bahan bakar tersebut berupa bahan bakar cair, maupun gas bumi. Gas bumi sebagai salah satu bahan bakar belum di gunakan secara efisien di Kalimantan, di kareanakan distribusinya yang belum efisien dikarenakan masih menggunakan transportasi darat dengan menggunakan mobil tangki gas deangan rute perjalanan cukup jauh, oleh karena itu pemerintah melaksanakan pembangunan jaringan pipa gas guna mempercepat proses distribusi tersebut agar penyalurannya dari hulu ke hilir lebih efisien guna mensuplai kebutuhan untuk kilang maupun jaringan pipa gas untuk masyarakat. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pembangunan di Kota Balikpapan, yang mana PT XYZ sedang dalam masa pembangunan pipa gas yang memiliki aktivitas pengelasan selama masa pemasangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko serta upaya dalam pengendalian risiko pengelasan pada pembangunan jaringan pipa gas di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, melalui pendekatan observasional, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil identifikasi risiko dari proses pengelasan pada pembangunan pipa gas, terdapat 31 potensi bahaya yaitu 3 jenis risiko kategori low-risk, 8 jenis risiko kategori medium-risk, 22 jenis risiko kategori high-risk, dan 4 jenis risiko kategori extream.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG: LITERATUR REVIEW Palar, Yesaya Hawdaya; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1320

Abstract

Sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kerugian jiwa maupun kerusakan aset akibat kebakara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan evaluasi sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 15 artikel ilmiah nasional yang membahas sistem proteksi kebakaran pada berbagai jenis bangunan, seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, fasilitas pendidikan, industri, dan bangunan komersial lainnya. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses identifikasi, pengelompokkan, serta sintesis hasil penelitian berdasarkan tingkat kesesuaian sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, standar yang digunakan, serta faktor yang mempengaruhi keandalan sistem. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif umumnya memiliki tingkat kesesuaian yang lebih baik dibandingkan sistem proteksi pasif. Komponen seperti hydrant, alarm kebakaran, sprinkler, dan alat pemadam api ringan (APAR) pada umumnya telah tersedia dan berfungsi dengan baik, sedangkan sistem proteksi pasif seperti jalur evakuasi, tangga darurat, dan sarana penyelamatan masih banyak ditemukan belum memenuhi standar. Selain itu, inspeksi dan pemeliharaan rutin terbukti berpengaruh terhadap keandalan sistem proteksi kebakaran. Sebagian besar penelitian menggunakan Peraturan Menteru PUPR No. 26/PRT/M/2008, SNI, dan NFPA sebagai acuan evaluasi sistem proteksi kebakaran. Secara umum, implementasi sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung masih memerlukan peningkatan, khususnya pada aspek proteksi pasif, integrasi sistem, dan pengelolaan pemeliharaan secara berkelanjutan.
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP SAFETY BEHAVIOR PADA KARYAWAN DI LINGKUNGAN KERJA: LITERATUR REVIEW Nabila, Azzahra Putri
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1321

Abstract

Kebisingan di lingkungan kerja merupakan salah satu faktor risiko fisik yang dapat memengaruhi kesehatan, kondisi psikologis, serta perilaku keselamatan kerja (safety behavior) karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebisingan terhadap safety behavior pada pekerja melalui metode literature review. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan melalui database seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Analisis dilakukan dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebisingan tidak hanya berdampak pada gangguan pendengaran, tetapi juga berpengaruh terhadap aspek kognitif dan psikologis pekerja, seperti penurunan konsentrasi, peningkatan stres, kelelahan, serta gangguan komunikasi kerja. Kondisi tersebut dapat menurunkan kemampuan pekerja dalam menjaga keselamatan kerja dan meningkatkan risiko perilaku tidak aman (unsafe behavior). Selain itu, paparan kebisingan juga memengaruhi niat pencegahan (prevention intention) dalam bekerja. Dengan demikian, kebisingan memiliki pengaruh signifikan terhadap safety behavior baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga diperlukan pengendalian kebisingan yang efektif di lingkungan kerja.  
SINTESIS METODE PENILAIAN RISIKO ERGONOMI (RULA, REBA, NBM) TERHADAP KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS: A LITERATURE REVIEW Hanif, Ibnu Ihsan; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1322

Abstract

Gangguan Muskuloskeletal (MSDs) merupakan ancaman kesehatan kerja yang signifikan di berbagai sektor industri, baik formal maupun informal. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis efektivitas tiga metode penilaian ergonomi utama, yakni Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan Nordic Body Map (NBM), dalam mengidentifikasi risiko MSDs melalui tinjauan literatur terhadap 15 studi kasus. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan kriteria inklusi artikel ilmiah terbitan tahun 2019-2026. Hasil sintesis menunjukkan bahwa sektor informal dan industri permesinan memiliki tingkat risiko tertinggi, dengan skor REBA dan RULA mencapai level kritis (skor 11/9) terutama pada operator bengkel bubut dan petugas kebersihan. Pemetaan keluhan melalui NBM secara konsisten mengidentifikasi area punggung, pinggang, dan leher sebagai lokasi yang paling rentan mengalami nyeri akibat postur statis dan repetitif. Pembahasan menekankan bahwa kombinasi penilaian subjektif melalui NBM dan penilaian objektif melalui RULA/REBA memberikan akurasi yang lebih tinggi sebagai dasar intervensi desain fasilitas kerja. Kesimpulannya, integrasi ketiga metode ini sangat krusial dalam program pencegahan MSDs guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan fisik pekerja secara berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP TINGKAT FATIGUE DALAM MENURUNKAN ANGKA KECELAKAAN KERJA: LITERATUR RIVIEW Prameswari, Ni Made Putri Sandrina
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1325

Abstract

Sistem shift kerja merupakan metode pengaturan waktu kerja yang banyak diterapkan di berbagai sektor industri untuk menunjang operasional perusahaan selama 24 jam. Meskipun mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja, penerapan sistem shift, khususnya shift malam, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi fisik dan psikologis pekerja. Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah kelelahan kerja (fatigue) yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shift kerja terhadap tingkat kelelahan kerja serta hubungannya dengan risiko kecelakaan kerja melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap tiga jurnal ilmiah yang relevan dengan variabel shift kerja, kelelahan kerja, dan kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa shift kerja memiliki hubungan signifikan terhadap peningkatan stres dan kelelahan kerja. Shift malam menjadi jenis shift yang paling berisiko karena dapat mengganggu ritme sirkadian, mengurangi waktu istirahat, serta menurunkan kondisi fisik dan mental pekerja. Kelelahan kerja yang dialami pekerja berdampak pada menurunnya konsentrasi, kewaspadaan, dan kemampuan pengambilan keputusan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sistem shift kerja yang kurang optimal dapat meningkatkan tingkat fatigue dan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan shift kerja yang lebih ergonomis dan pengelolaan kelelahan yang baik guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.
INOVASI PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG MELALUI INTEGRASI METODE AKTIF-PASIF DAN PEMANFAATAN MATERIAL CIRCULAR ECONOMY: LITERATURE REVIEW Habib, Muhammad Silahul; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1326

Abstract

Kegiatan pertambangan terbuka memiliki konsekuensi lingkungan yang cukup besar, terutama dalam bentuk Air Asam Tambang (AAT) yang ditandai oleh tingkat keasaman tinggi (pH rendah) dan kandungan logam berat yang signifikan, sehingga berisiko merusak ekosistem perairan. Metode pengolahan aktif secara konvensional memang efektif, namun masih menghadapi tantangan berupa tingginya biaya operasional serta ketergantungan terhadap bahan kimia. Penelitian ini bertujuan mengkaji inovasi pengelolaan AAT melalui penggabungan metode aktif dan pasif dengan pendekatan ekonomi sirkular. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 15 jurnal ilmiah terakreditasi dalam rentang waktu 2018–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi kedua metode tersebut dapat meningkatkan efisiensi pengolahan secara signifikan. Pemanfaatan bahan alternatif berbasis limbah, seperti karbon aktif dari tempurung sawit, cangkang tiram, serta geopolimer berbasis red mud, terbukti mampu menggantikan bahan kimia komersial dengan tingkat efisiensi penghilangan logam berat di atas 80%. Selain itu, penggunaan simulasi berbasis Python meningkatkan ketepatan prediksi kualitas air dan mendukung proses pengambilan keputusan. Integrasi ini tidak hanya mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan limbah. Oleh karena itu, pendekatan ekonomi sirkular menjadi solusi inovatif yang relevan dalam mendukung pengelolaan lingkungan pertambangan yang berkelanjutan, adaptif, dan sesuai dengan standar K3L
ANALISIS KEPATUHAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN BERDASARKAN REGULASI PADA FASILITAS PUBLIK DAN INDUSTRI: LITERATUR REVIEW Rahmadhani, Ratu Prima; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan fasilitas publik dan industri tentang penerapan sistem proteksi kebakaran berdasarkan regulasi dan standar yang berlaku. Penelitian ini menggunakan meetode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 15 artikel terpilih dalam rentang tahun 2023-2026 melalui teknik purposive sampling. Proses pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci “sistem proteksi kebakaran” pada berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan matriks sintesis dan conctent analysis dengan membandingkan temuan terhadap regulasi nasional dan standar internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kepatuhan berada dalam kategori baik dengan dominasi nilai di atas 80%, terutama pada sektor industri. Namun demikian, masih ditemukan ketidaksesuaian pada aspek pemeliharaan, inspeksi berkala, dan dokumentasi, serta kelengkapan sistem proteksi kebakaran. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemenuhan regulasi secara administratif dengan implementasi teknis di lapangan, sehingga diperlukan penguatan pengawasan dan manajemen keselamatan untuk meningkatkan efektivitas sistem proteksi kebakaran dalam mendukung keselamatan jiwa dan bangunan.
IDENTIFIKASI KESESUAIAN DAN KEANDALAN PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DAN PASIF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO KEBAKARAN: STUDI LITERATUR Kustanti, Suci Fitria Rahmadani; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian dan keandalan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif sebagai upaya pencegahan risiko kebakaran berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 15 artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar artikel lebih banyak membahas sistem proteksi kebakaran aktif dibandingkan sistem pasif. Tingkat kesesuaian sistem proteksi kebakaran bervariasi, di mana beberapa penelitian menunjukkan kategori baik, namun masih ditemukan kekurangan pada aspek kelengkapan sarana dan penerapan standar. Dari aspek keandalan, masih terdapat permasalahan terkait pemeliharaan, pengujian, serta kesiapan operasional sistem. Selain itu, integrasi antara sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif belum sepenuhnya optimal. penelitian ini menunjukkan bahwa kesesuaian dan keandalan sistem proteksi kebakaran memiliki peran penting dalam upaya pencegahan risiko kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dalam penerapan standar, pemeliharaan sistem, serta integrasi antara sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap risiko kebakaran.
TINJAUAN KEPATUHAN PENYIMPANAN LIMBAH B3 PADA INDUSTRI LOGISTIK BERDASARKAN PP NO. 22 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP: LITERATUR REVIEW Putri, Kayla Salsabila; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1333

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan aspek krusial dalam sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan lingkungan di industri logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan teknis fasilitas penyimpanan sementara limbah B3 di PT X berdasarkan standar Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara, dan penggunaan lembar ceklis evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara infrastruktur, fasilitas penyimpanan di PT X telah memenuhi syarat utama seperti atap bebas bocor dan lantai kedap air. Namun, ditemukan kesenjangan (gap) pada aspek administrasi dan komunikasi bahaya, di mana 40% label limbah ditemukan dalam kondisi rusak atau memudar. Selain itu, fasilitas tanggap darurat seperti spill kit belum tersedia secara memadai di area penyimpanan. Disimpulkan bahwa meskipun PT X menunjukkan komitmen terhadap regulasi, diperlukan perbaikan berkelanjutan pada aspek pelabelan, penyediaan fasilitas tanggap darurat, dan peningkatan kedisiplinan pekerja dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk meminimalisasi risiko paparan toksikologi dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK).
ANALISIS PERAN SAFETY CULTURE DAN SAFETY BEHAVIOR TERHADAP EFEKTIVITAS PENERAPAN K3RS DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Muhklisin, Tasya Mutia; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1334

Abstract

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan dengan tingkat risiko kerja yang tinggi akibat paparan bahaya biologis, kimia, fisika, ergonomi, dan psikososial, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) menjadi sangat penting untuk melindungi tenaga kesehatan, pasien, dan pengunjung. Keberhasilan implementasi K3RS tidak hanya ditentukan oleh kebijakan formal, tetapi juga dipengaruhi oleh safety culture dan safety behavior. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran safety culture dan safety behavior terhadap efektivitas penerapan K3RS di rumah sakit melalui pendekatan literature review. Metode penelitian menggunakan desain literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelusuran artikel ilmiah dari database Google Scholar, Garuda, PubMed, dan ScienceDirect pada rentang tahun 2020-2026. Sebanyak 15 artikel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety culture berperan dalam membangun komitmen organisasi, komunikasi keselamatan, pelatihan, dan sistem pelaporan insiden, sedangkan safety behavior berperan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta keterlibatan dalam pengendalian risiko. Sintesis literatur menunjukkan bahwa hubungan safety culture dan safety behavior berkontribusi signifikan terhadap efektivitas penerapan K3RS melalui penurunan risiko kecelakaan kerja, peningkatan keselamatan tenaga kesehatan, dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan budaya keselamatan dan perilaku kerja aman menjadi strategi utama dalam mendukung keberhasilan implementasi K3RS secara berkelanjutan di rumah sakit.