cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 520 Documents
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL DALAM SOSIALISASI PROGRAM STOP WORK AUTHORITY DALAM MENINGKATKAN KEBERANIAN PEKERJA MELAPORKAN KONDISI TIDAK AMAN: LITERATUR REVIEW Maryani, Sri; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi instruksional dalam sosialisasi program Stop Work Authority (SWA) dalam meningkatkan keberanian pekerja untuk melaporkan atau menghentikan pekerjaan yang tidak aman. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan literature review melalui kajian jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi instruksional yang jelas dan berkelanjutan, seperti melalui safety talk, mampu meningkatkan pemahaman serta mendorong perilaku kerja yang lebih aman. Penerapan SWA berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja, ditandai dengan meningkatnya pelaporan bahaya dan penurunan kecelakaan kerja hingga mencapai zero accident. Namun, implementasi SWA masih dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, keterampilan, motivasi, pengawasan, serta hambatan psikologis dan sosial pekerja. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang efektif dan dukungan organisasi untuk meningkatkan keberanian pekerja dalam menerapkan SWA.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH B3 TERHADAP KEPATUHAN REGULASI DAN RISIKO K3 BERDASARKAN STUDI LITERATUR Saraswati, Keira; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1336

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan aspek penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah B3 berdasarkan kepatuhan terhadap regulasi dan risiko keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) melalui pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari 15 jurnal ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sebagian besar penelitian yang mengindikasikan tingkat kepatuhan regulasi yang cukup baik, namun implementasi di lapangan masih belum optimal. Risiko K3 tetap ditemukan, terutama akibat ketidaksesuaian dalam penyimpanan, pelabelan, penggunaan alat pelindung diri, serta kurang nya pengawasan, selain itu, terdapat kesenjangan antara aspek administratif dan kondisi actual di lapangan, yang menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi belum sepenuhnya menjamin keselamatan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan implementasi sistem pengelolaan limbah B3 yang terintegrasi dengan penerapan K3 secara konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif serta menjadi referensi dalam upaya peningkatan efektivitas pengelolaan limbah B3 di berbagai sektor
ANALISIS RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA ADMINISTRASI BERDASARKAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DAN RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT (ROSA): LITERATUR REVIEW Ramadhan, Alfa Rizky; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1337

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu gangguan kesehatan kerja yang sering dialami oleh pekerja administrasi akibat aktivitas kerja statis, penggunaan komputer dalam waktu lama, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan pada otot dan rangka tubuh serta berdampak pada produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko MSDs pada pekerja administrasi berdasarkan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA) melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari artikel ilmiah yang relevan. Penulis mengidentifikasi sebanyak 15 artikel dan memilih 4 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami keluhan muskuloskeletal pada kategori ringan hingga sedang, terutama pada bagian leher, punggung, pinggang, dan pergelangan tangan. Sementara itu, hasil penilaian ROSA menunjukkan mayoritas pekerja berada pada tingkat risiko sedang hingga tinggi akibat kondisi workstation yang kurang ergonomis. Selain itu, ditemukan adanya hubungan signifikan antara risiko postur kerja dengan keluhan MSDs. Oleh karena itu, penerapan ergonomi serta evaluasi rutin menggunakan metode NBM dan ROSA penting dilakukan untuk mencegah gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas pekerja administrasi.
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DAN POSTUR KERJA TERHADAP GANGGUAN MUSKULOSKELETAL (MSDs) BERDASARKAN LITERATUR REVIEW Desifa, Sarla; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1338

Abstract

Era modern yang bergantung pada sistem komputerisasi menyebabkan peningkatan durasi kerja duduk statis yang berisiko terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dalam penelitian ini memili tujuan untuk mensintesis temuan terkait analisis Risiko ergonomic pada postur kerja terhadap Musculoskeletal Disorder’s (MSDs). Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah instrumen Nordic Body Map (NBM) guna pemetaan nyeri serta Rapid Office Strain Assessment (ROSA) sebagai alat ukur risiko ergonomi. Hasil penelitan menunjukkan adanya korelasi kuat antara desain stasiun kerja dengan keluhan otot rangka, di mana area leher, bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan menjadi titik nyeri utama. Analisis ROSA memberikan data bahwa sebagian besar lingkungan kerja administratif berada pada kategori Risiko tinggi dengan skor > 5 yang dipicu oleh peralatan kerja yang tidak standar dan posisi tubuh yang canggung. Kesimpulan dari penelitian ini perlunya penekanan intervensi segera melalui perbaikan fasilitas fisik yang adjustable dan edukasi postur kerja sehat untuk memitigasi risiko MSDs dan menjaga produktivitas kerja.
PENERAPAN RAMBU KESELAMATAN GUNA MENINGKATKAN KESADARAN PEKERJA DI AREA PERTAMBANGAN: LITERATUR REVIEW Nail, Muhammad Aufa Ronissa
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1341

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat risiko kecelakaan kerja di sektor pertambangan yang menuntut optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), salah satunya melalui penggunaan rambu keselamatan. Meskipun demikian, efektivitas rambu keselamatan dalam meningkatkan kesadaran pekerja masih dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan rambu keselamatan terhadap tingkat kesadaran pekerja serta kontribusinya dalam upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan analisis artikel ilmiah yang relevan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambu keselamatan memiliki peran signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan pekerja terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja. Namun, efektivitas penerapannya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan rambu, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti tingkat kedisiplinan pekerja, intensitas pengawasan, serta kondisi lingkungan kerja. Pembahasan mengindikasikan bahwa sinergi antara penerapan rambu keselamatan, pelatihan K3, dan sistem pengawasan yang efektif dapat meningkatkan keberhasilan implementasi keselamatan kerja secara menyeluruh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rambu keselamatan merupakan elemen penting dalam sistem K3, namun memerlukan dukungan faktor lain agar mampu secara optimal meningkatkan kesadaran pekerja dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja di sektor pertambangan.
ANALISIS INTEGRASI PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA(K3) PADA PERAWATAN MESIN: STUDI LITERATUR Katuuk, Grego Vinsten
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1342

Abstract

Perawatan mesin memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran proses produksi serta menjaga efektivitas operasional di sektor industri. Namun, masih banyak perusahaan yang menerapkan sistem perawatan secara reaktif sehingga menyebabkan meningkatnya kerusakan mesin, downtime, dan potensi kecelakaan kerja. Oleh sebab itu, diperlukan penerapan preventive maintenance yang terintegrasi dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar kegiatan perawatan mesin dapat dilakukan secara lebih aman dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi preventive maintenance dengan aspek K3 pada kegiatan perawatan mesin berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, prosiding, dan buku referensi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan preventive maintenance secara berkala dan terencana mampu meningkatkan keandalan mesin, mengurangi tingkat downtime, memperpanjang usia pakai komponen, serta mendukung efisiensi operasional perusahaan. Selain itu, penerapan aspek K3 melalui inspeksi rutin, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengawasan prosedur kerja, dan pengujian perangkat keselamatan terbukti dapat menekan risiko kecelakaan kerja. Dengan demikian, integrasi preventive maintenance dan K3 dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan keselamatan kerja, produktivitas, dan keberlangsungan operasional perusahaan.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LIMBAH B3 PADA INDUSTRI: LITERTUR REVIEW Zar, Abu; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1343

Abstract

Peningkatan aktivitas industri, pelayanan kesehatan, serta pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu jenis limbah yang memiliki potensi bahaya tinggi adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah B3 dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan manusia apabila tidak dikelola sesuai dengan standar yang berlaku. Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen limbah B3 menjadi sangat penting dalam upaya meminimalkan dampak pencemaran lingkungan dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen limbah B3 pada sektor industri berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji 15 artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pengelolaan limbah industri, limbah medis, serta limbah B3. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan bahwa pengelolaan limbah B3 telah dilakukan melalui beberapa tahapan seperti pemilahan, penyimpanan sementara, pengangkutan, hingga proses pengolahan limbah. Namun demikian, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas pengolahan limbah, kurangnya pengawasan, serta rendahnya kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur pengelolaan limbah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penyediaan fasilitas pengelolaan limbah yang memadai, serta peningkatan pengetahuan pekerja agar sistem manajemen limbah B3 dapat berjalan lebih efektif.
ANALISIS KEPATUHAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHYA DAN BERACUN (B3) DI PT XYZ: LITERATUR REVIEW Hijriansyah, Muhammad Albi
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1344

Abstract

Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung perlindungan lingkungan dan keselamatan kerja di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pengelolaan limbah B3 di industri berdasarkan regulasi dan standar yang berlaku, serta mengidentifikasi hubungan antara pengelolaan limbah dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, peraturan pemerintah, dan sumber literatur lain yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan limbah B3 telah dilakukan sesuai ketentuan, mulai dari penyimpanan, pengangkutan, hingga penyerahan kepada pihak ketiga berizin. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti fasilitas penyimpanan sementara yang belum memenuhi standar teknis, kurang optimalnya sistem pencatatan dan pelaporan limbah, serta keterbatasan sarana keselamatan kerja. Selain itu, rendahnya pemahaman pekerja dan kurangnya pengawasan internal turut memengaruhi efektivitas pengelolaan limbah B3. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan sistem pengawasan, serta penyediaan fasilitas yang sesuai standar agar pengelolaan limbah B3 dapat berjalan lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.
PENILAIAN RISIKO PADA PEKERJAAN FABRICATED PIPE WELDING DI PT. BHUMI PHALA PERKASA Reagon, Paulus Fernado; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1345

Abstract

Pekerjaan fabricated pipe welding merupakan salah satu aktivitas dalam industri fabrikasi yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko pada pekerjaan fabricated pipe welding di PT. Bhumi Phala Perkasa serta menentukan langkah pengendalian berdasarkan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara terhadap empat pekerja di Workshop 2 PT. Bhumi Phala Perkasa Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi bahaya dalam proses pengelasan, seperti pengangkatan material, pengelasan di ruang terbatas dan ketinggian, serta penggunaan alat berat. Bahaya yang diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi. Pengendalian risiko yang disarankan mencakup eliminasi, substitusi, rekayasa teknik (engineering control), kontrol administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Melalui penerapan metode HIRARC, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan kerja serta meminimalkan risiko kecelakaan kerja pada aktivitas fabricated pipe welding.
EVALUASI EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN (SMKP) TERHADAP PENURUNAN ANGKA KECELAKAAN DI PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA: LITERATUR REVIEW Abidin, Rizal Saiful; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1347

Abstract

Kecelakaan di sektor pertambangan batubara masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pemerintah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) untuk menekan angka kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi SMKP terhadap penurunan angka kecelakaan di perusahaan tambang batubara. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu perusahaan tambang batubara di Kalimantan Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen laporan kecelakaan tahun 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah implementasi SMKP penuh pada tahun 2022, terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 45% pada tahun 2023 dan 62% pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2021. Frekuensi kecelakaan berat menurun dari 5 kasus (2021) menjadi 1 kasus (2024). Implementasi SMKP efektif menurunkan angka kecelakaan di perusahaan tambang batubara, namun masih perlu penguatan pada aspek budaya keselamatan dan kepatuhan pekerja.