cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
ANALISIS MA’NA CUM MAGHZA TERHADAP LAFADZ QAṬA‛A DALAM QUR’AN SURAH AL-MA’IDAH AYAT 38 Robert, Ahmad; Prasetiawati, Eka; Mushodiq, Muhammad Agus
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9276

Abstract

Pencuri (sāriqah) yang termaktub pada Al-Maidah ayat 38 yaitu surah kelima dalam Al-Qur’an, memuat lafadz qaṭa‛a (potong) telah lama menjadi subjek perbedaan interpretasi. Kesenjangan antara perintah tekstual ini dengan implementasi hukum di negara modern seperti Indonesia, melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna historis (ma’na at-tarikhi) lafadz qaṭa‛a, mengetahui pesan utama (maghza at-tarikhi) dan menganalisis kontekstualisasi masa kini (maghza al-mutaharrik al-muasir). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pustaka (library research) dengan kerangka teori hermeneutika ma’na cum maghza. Data primer dianalisis dari tiga kitab tafsir yaitu al-Kasysyaf karya al-Zamakhsyari, al-Iklil karya KH. Misbah bin Zain al-Mustofa, dan al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mufasir sepakat pada maghza historis (pembalasan dan pencegahan), namun berbeda pada ma’na dan kontekstualisasi. Al-Zamakhshari menetapkan ma’na linguistik-fiqh (potong pergelangan tangan kanan). KH. Misbah menegaskan ma’na legal-absolut yang menolak kontekstualisasi dinamis. Sebaliknya, Quraish Shihab menawarkan ma’na sosio-historis dan maghza kontemporer yang paling signifikan, yakni memahami hukuman potong tangan sebagai batas maksimal (hadd al-a’la), yang memberi diskresi hakim untuk sanksi alternatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman maghza al-mutaharrik, khususnya melalui pendekatan Quraish Shihab, menawarkan jembatan relevan antara teks wahyu dan sistem hukum kontemporer. Tiga pandangan mufasir tentang lafadz qaṭa‛a dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 38 melalui pendekatan tafsir (linguistik-fiqh, legal-absolut, sosio-historis) menggunakan kerangka ma’na cum maghza menjadi kontribusi praktis dalam penelitian ini.
NERACA KEHIDUPAN DALAM TAFSIR IQTISHADI: Studi Analisis Neraca Syariah Nugroho, Agung; Haq, Ziyadul; Syukron, Ahmad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9317

Abstract

Keseimbangan merupakan kunci utama dalam mencapai keadilan. Dalam Islam, keadilan adalah puncak ajaran yang hanya bisa dicapai jika keseimbangan dalam kehidupan terwujud. Seseorang yang adil menurut perspektif Islam adalah khalifah yang mampu mengelola bumi sesuai kehendak Allah, dan kelak akan menerima balasan surga atas tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan merumuskan kembali konsep Keseimbangan Kehidupan, sebagai respons terhadap banyaknya manusia modern yang menjalani hidup secara tidak seimbang, sebagaimana dicontohkan oleh kisah Qarun dalam Al-Qur’an. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti keseimbangan dari sisi objek kekayaan, penelitian ini memfokuskan pada subjek manusianya. Metodologi yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Komponen Neraca Keuangan Syariah diredefinisi berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Syariah, serta tafsir ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Pendekatan ini juga melibatkan disiplin ilmu lain seperti psikologi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dari berbagai sumber, termasuk penelitian terdahulu, kitab tafsir kontemporer, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK IAI), dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menghasilkan konsep Neraca Kehidupan, yang terdiri dari Modal Awal Kehidupan, Kewajiban Kehidupan, Aset Kehidupan, dan Beban Kehidupan. Penyalahgunaan aset akan meningkatkan beban kehidupan. Kesimpulannya, konsep ini menunjukkan bahwa prinsip akuntansi syariah dapat digunakan untuk menilai dan menggambarkan perilaku manusia dalam kehidupan.
TRANSFORMASI METODOLOGIS ILMU QIRAAT DALAM ASY-SYATHIBIYYAH DAN TAYYIBATUN-NASYR KARYA ASY-SYATHIBI DAN IBN AL-JAZARI Istiqomah, Istiqomah; Aqillah, Hawwa Nasywa; Sirojjudin, M.
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9335

Abstract

Ilmu qirā’at dikenal sebagai salah satu disiplin yang krusial dalam ‘Ulūmul Qur’ān dan telah mengalami kemajuan metodologis yang signifikan sepanjang sejarah perkembangan Islam. Perubahan ini terlihat jelas dari dua karya monumental yang menjadi pilar utama tradisi qirā’at, yaitu Asy-Syāṭibiyyah yang ditulis oleh Asy-Syāṭibī dan Ṭayyibatun-Nasyr oleh Ibn al-Jazarī. Kedua kitab ini tidak hanya menunjukkan kesinambungan dalam transmisi ilmu, tetapi juga mencerminkan adanya perubahan paradigma dalam penyusunan dan sistematika pembelajaran qirā’at. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri bentuk serta arahan perubahan metodologis dalam ilmu qirā’at melalui analisis komparatif terhadap kedua karya ini. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan fokus pada penelitian pustaka (library research), sementara teknik yang diterapkan mencakup pendekatan komparatif dan historis. Temuan menunjukkan bahwa Asy-Syāṭibī mampu menyusun ilmu qirā’at Sab‘ah secara simbolis dan sistematis dalam bentuk nadham yang mudah diingat, sedangkan Ibn al-Jazarī memperluas metodologi yang mencakup Qirā’at ‘Asyr dan memberikan penekanan pada aspek epistemologi serta pedagogiknya. Dengan demikian, peralihan dari Asy-Syāṭibiyyah ke Ṭayyibatun-Nasyr menunjukkan adanya kesinambungan dalam tradisi serta inovasi dalam perkembangan ilmu qirā’at.
CORAK ‘ILMI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN JUZ QALA FAMA KHATHBUKUM KARYA M. YUNAN YUSUF Maulida, Fahma; Badruzaman, Abad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9341

Abstract

Corak ilmi dalam tafsir menunjukkan adanya aspek-aspek yang mengandung unsur saintifik atau ilmiah dalam sebuah penafsiran. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya corak ilmi pada kitab Tafsir Al-Qur’an Juz Qala Fama Khathbukum karya M. Yunan Yusuf. Sementara di beberapa penelitian terdahulu dikatakan bahwa penafsiran M. Yunan Yusuf itu bercorak al-adabi al-ijtima’i. Oleh karenanya disini penulis akan mengeksplor lebih jauh corak ilmi yang terdapat dalam kitab Tafsir Al-Qur’an Juz Qala Fama Khathbukum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif kategori library research dengan menggunakan metode analisis-deskriptif dalam mengolah temuan-temuan data penelitian. Setelah dilakukan penelusuran dan analisis kemudian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat corak ilmi pada Tafsir Al-Qur’an Juz Qala Fama Khathbukum, meskipun tidak semua ayat dalam kitab tafsir tersebut diberikan penjelasan atau penafsiran secara ilmiah, akan tetapi corak ilmi ini terlihat pada penafsiran ayat-ayat kauniyah. Sebagaimana penafsiran pada QS. ar-Rahman [55]: 5-6 tentang Tingkatan Langit dan Bumi; QS. ar-Rahman [55]: 17 tentang Tempat Terbit dan Terbenam Matahari; QS. ar-Rahman [55]: 19-20 tentang Bertemunya Dua Lautan; QS. ar-Rahman [55]: 22-23 tentang Tempat Keluarnya Mutiara dan Marjan; QS. al-Waqi’ah [56]:57-62 tentang penciptaan manusia, dan QS. al-Hadid [57]: 4-6 tentang penciptaan bumi dan langit.
PENGARUH MANAJEMEN WAKTU BERDASARKAN SURAT AL-INSYIRAH TERHADAP EFEKTIVITAS PENYELESAIAN TUGAS AKHIR MAHASISWA Ghoni, Abdul; Rositawati, Ita
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9363

Abstract

Fenomena keterlambatan penyelesaian tugas akhir masih menjadi persoalan serius di kalangan mahasiswa Indonesia, termasuk di perguruan tinggi berbasis pesantren. Penelitian ini menganalisis strategi manajemen waktu berbasis Q.S. Al-Insyirāḥ ayat 7 dan 8 pada mahasiswa beasiswa tingkat akhir STIU Darul Quran Bogor. Ayat tersebut menekankan kesungguhan, kerja keras, kesabaran, dan ketergantungan kepada Allah SWT dalam menyelesaikan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang memadukan metode kualitatif dan kuantitatif.  Metode kualitatif dengan pendekatan tafsir dilakukan untuk menggali nilai-nilai dalam Q.S. Al-Insyirah ayat 7 dan 8, sementara analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 25 sebagai implementasi dari metode Living Quran. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara penerapan strategi manajemen waktu berbasis Q.S. Al-Insyirāḥ ayat 7–8 terhadap efektivitas penyelesaian skripsi mahasiswa, hal ini ditunjukkan dengan skor sig. 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin mahasiswa mampu menerapkan manajemen waktu berdasarka ayat tersebut maka semakin efektif dalam penyelesaian skripsinya.
INTEGRASI NILAI-NILAI LIVING QUR’AN DALAM DESAIN PEMBELAJARAN SEKOLAH ALAM Aziz, Taufiq Nur
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan integrasi konsep living Qur’an dalam kerangka kurikulum pendidikan Sekolah Alam, yang berlandaskan pada empat pilar: akhlak, logika ilmiah, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Integrasi konsep living Qur’an bukan hanya sebagai teks, melainkan sebagai nilai yang hidup dan aplikatif, yang mana alam berfungsi sebagai sumber inspirasi teologis (ayatun fil kaun) dan laboratorium nyata. Metode kualitatif dengan pendekatan library research yang digunakan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Living Qur’an secara holistik mendukung pencapaian pilar-pilar tersebut: akhlak diperkuat melalui pembiasaan ibadah dan etika lingkungan (sebagai wujud syukur dan amanah); logika ilmiah diasah melalui tadabbur (perenungan) ayat-ayat kauniyah yang mendorong penalaran ilmiah dan observasi; kepemimpinan dikembangkan melalui praktik stewardship (kekhalifahan) dan pengambilan keputusan dalam proyek konservasi alam; dan kewirausahaan ditanamkan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, sesuai prinsip ekonomi Islam. Melalui integrasi konsep living Qur’an berhasil menciptakan generasi yang memiliki karakter ekologis kuat, menjadikan sebagai agen perubahan yang bertanggung jawab, sesuai dengan peran hakiki manusia sebagai khalifah di bumi.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENTAL: Kisah Ulul Azmi Dalam Al Qur’an Burhanuddin, Cepi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kisah lima Nabi Ulul Azmi: Nuh As, Ibrahim As, Musa As, Isa As, dan Muhammad Saw sebagai sumber pendidikan kesehatan mental yang kaya dan relevan secara universal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan library research, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme pertahanan psikologis, kecerdasan emosional, dan strategi Islam yang dipraktikkan oleh para Nabi Ulul Azmi dalam menghadapi tekanan, penolakan, dan krisis eksistensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah-kisah tersebut memberikan pelajaran mendalam tentang resiliensi (kesabaran Nabi Nuh), trust and acceptance (keyakinan Nabi Ibrahim), self-control dan manajemen marah (Nabi Musa), compassion and empathy (Nabi Isa), serta tawazun (keseimbangan) emosional dan kepemimpinan adaptif (Nabi Muhammad SAW). Analisis ini menegaskan bahwa Al-Qur'an menawarkan kerangka holistik untuk kesejahteraan mental yang mengintegrasikan spiritualitas (tauhid) dengan ketahanan psikologis, menjadikannya model pendidikan karakter dan mental yang relevan untuk menghadapi tantangan psikososial kontemporer.
PLAGIAT PERSPEKTIF AL-QUR’AN: Studi Analisis Kritis Mufasir Nusantara Setiawan, Budi; Aurelia, Ivana Zafira
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat isu plagiarisme dalam konteks Islam dengan fokus pada tafsir ulama Indonesia, untuk memahami hubungan antara nilai-nilai kejujuran akademik dan perlindungan kekayaan intelektual berdasarkan prinsip Maqashid al-Syariah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana ajaran Al-Qur'an dan tafsir ulama Indonesia, seperti karya Hamka dan M. Quraish Shihab, memandang plagiarisme sebagai pelanggaran etika dan moral, serta untuk menggali bagaimana prinsip Maqashid al-Syariah, terutama hifz al-'Aql (pelestarian akal) dan hifz al-Mal (pelestarian harta), dapat diterapkan dalam konteks akademik modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), yang menganalisis karya-karya tafsir dan sumber-sumber sekunder terkait hukum Islam dan etika akademik. Metode analisis yang digunakan adalah analisis tematik dan hermeneutika kontekstual untuk menggali nilai-nilai kejujuran intelektual dalam ajaran Islam dan relevansinya dengan praktik akademik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan tafsir ulama Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap karya intelektual dan integritas akademik, serta menentang plagiarisme sebagai tindakan yang bertentangan dengan prinsip moral Islam. Selain itu, penerapan Maqashid al-Syariah dalam perlindungan hak kekayaan intelektual menunjukkan relevansi ajaran Islam dalam mendorong kejujuran akademik dan perlindungan terhadap kreativitas intelektual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa prinsip-prinsip Islam, melalui Maqashid al-Syariah, memberikan landasan etika yang kuat untuk melawan plagiarisme dan mendorong integritas dalam dunia akademik. Pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah plagiarisme dengan menanamkan prinsip kejujuran dan tanggung jawab akademik. Penelitian ini juga menyoroti tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam dunia akademik kontemporer dan pentingnya penyelarasan antara nilai-nilai tradisional Islam dengan praktik pendidikan modern.