cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
ANTI PENGKULTUSAN SEBAGAI KARAKTERISTIK PENDIDIK IDEAL DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN: TELAAH ASBᾹB AL-NUZŪL SURAH ᾹLI ‘IMRᾹN (3): 79 Eka Sulistiyawati; Thobroni, Ahmad Yusam; Annisa, Anni
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7797

Abstract

This study aims to examine anti-idolization as a characteristic of the ideal educator, based on the asbāb al-nuzūl (circumstances of revelation) of Qs. Ᾱli ‘Imrān (3): 79. This verse provides a warning to the Jewish and Christian communities during the time of Prophet Muhammad SAW, who tended to idolize their religious figures. This study employs a descriptive-qualitative method with a library research approach. Data sources are drawn from classical tafsir (exegesis) and relevant literature on Islamic educational concepts. The analysis is conducted by interpreting the verse within its socio-historical context and linking it to modern educational conditions. The findings indicate that the principle of anti-idolization is highly relevant in the modern era, where excessive dependence on educators or authority figures can hinder students' freedom of thought and intellectual independence.
ANALYSIS OF FORMS OF PUNISHMENT IN ASBABUN NUZUL VERSES ABOUT THE PROHIBITION OF ADULTERY Lukman, Lukman; Yusam Thobroni, Ahmad; Miftahus Sudury, Ahmad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8170

Abstract

Islam teaches ethical norms in life. One of these norms is the prohibition of committing adultery, as stated in the Qur’an. Adultery is an immoral act that is forbidden by Allah SWT. However, there are still individuals in society who engage in adultery due to various factors, such as an inability to control their desires and a lack of faith. The purpose of punishing those who commit adultery is to protect their dignity as servants of God. This literature research uses a descriptive-qualitative method. The data is obtained from representative literature sources, followed by content analysis and concluding the findings. The research results show that the punishment for unmarried offenders (ghairu muhsan) is flogging one hundred times and exiling them for one year, while the punishment for married offenders (muhsan) is stoning until death.
KAIDAH TARJIH DALAM PENAFSIRAN JAMALUDDIN AL-QASIMI STUDI TAFSIR MAHASIN AL-TA’WIL Rofiudin, Rofiudin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8187

Abstract

Artikel ini mengupas tentang kaidah tarjih dalam penafsiran Jamaluddin Al-Qasimi studi tafsir Mahasin al-Ta’wil. Di antara kaidah tafsir terdapat istilah yang disebut dengan perbedaan penafsiran (ikhtilaf al-tafsir). Secara umum perbedaan dalam menafsirkan lebih merujuk pada perbedaan dari segi variatif ketimbang kontradiktif serta perbedaan penafsiran di kalangan mufasir lebih sedikit, dibandingkan perbedaan pendapat dari segi ahli fiqh. Selain itu, perbedaan panafsiran juga disebabkan dua persolaan, yaitu: pertama, perbedaan pemahaman dalam berijtihad dari kalangan ulama, dan kedua, adanya nash al-Qur’an memungkin memiliki banyak makna. Hal tersebut, merupakan dasar dibutuhkannya tarjih, sebagaimana yang diuraikan dalam Mahasin al-Ta’wil karya Jamaluddin Al-Qasimi dan telah ditegaskan dalam muqadimahnya. Adapun kaidah yang digunakan dalam pentarjihan dengan al-Qur’an, dengan zahir al-Qur’an, dengan dengan makna nazair al-Qur’an,dengan menggunakan hadismentarjih dengan kebahasaan, mentarjih dengan qira’at para Imam. dengan pendapat mayoritas Ulama. dengan dilalah al-siyaq, berdasarkan madzhab ahli sunah wal jama’ah. dengan menggunakan nasikh-mansukh, dengan asbab al-nuzul. Sedang bentuk-bentuk yang digunakan mentarjih adalah al-sahih, al-sawwab, al-rajih, al-haqq, al-‘asahh, al-azhar, al-aksar,  al-aqrab, al-ansab, al-asyhar,  al-aujah, al-asybah, al-tahqiq,  dan al-muta’ayyin.  
METODE PENGASUHAN ANAK DALAM AL- METODE PENGASUHAN ANAK DALAM AL-QUR’AN: Telaah Tafsir Maqasidi Rochma, Nur; Rohti, Wiwin Ainis; Mahmud, Amir; Kuswoyo, Nyoko Adi; Lukman, Lukman
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8194

Abstract

The purpose of this research is to find out child care methods and apply them to parents' daily care in caring for children and identify the application of maqasidi interpretations of Al-Qur'an verses in child care.  This research uses a type of library research, and the study is presented descriptively and analytically. The result of the discussion is that the verses used in this parenting method include QS. An-Nahl verse 90, QS. Al-Baqarah verse 83, QS. Lukman verses 12-19, QS. An-Nur verse 58, QS. Ar-Rum verse 21, QS. An-Tin verse 4, QS. An-Nahl verse 78. This research focuses on verses on child rearing methods through a maqasidi interpretation approach. According to the maqasidi interpretation approach, the verses that describe the verse contain aspects of maqasidi including hifz al-din (guarding religion), hifz al-nafs (guarding the soul), hifz al-'aql (guarding reason), hifz al-nasl ( guarding offspring), and hifz al-mal (guarding property) and hifd al-daulah (guarding the state).
(Studi Kajian Tematik) SOLUSI FENOMENA “MARRIAGE IS SCARY” PERSPEKTIF AL QUR’AN: Studi Kajian Tematik Fauziyah, Sofi; Zainuddin, Ahmad; Masruri, Mukhid; Mufid, Miftara Ainul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8240

Abstract

This study examines the phenomenon of "Marriage Is Scary" from the perspective of the Qur'an, reflecting the fears of many individuals, particularly the younger generation, towards the institution of marriage. The background of this research is based on the negative trends emerging on social media, which portray marriage as something frightening. The issues raised include the primary causes of this fear and the solutions offered by the Qur'an to address the phenomenon. The research method employed is a qualitative literature approach with thematic analysis of the Qur'anic verses that emphasize the importance of marriage. The findings indicate that marriage is viewed as a sacred and positive institution, emphasizing values of love, commitment, and responsibility among partners. By understanding the teachings of the Qur'an, individuals are expected to overcome their fears and see marriage as an opportunity to build harmonious and happy relationships
SOLUSI QURANI BAGI PENDERITA MENTAL DISORDER DALAM PERSPEKTIF TAFSIR ILMI LPMQ: Study Kasus Lembaga Nakhlah Global Consultant Nara Persada, Guntur; Huda, Ade Naelul; Haq, Ziyadul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8292

Abstract

Mental Disorder, Penanganan Gangguan Jiwa, Al-Qur'an Gangguan kesehatan mental adalah merupakan jenis penyakit kesehatan yang berhubungan dengan anatomi tubuh manusia. Di mana penyakit dan gangguan yang timbul sangat berkaitan erat dengan salah satu unsur terpenting dalam diri manusia yakni kejiwaan, yang juga sering disebut dalam istilah yang umum sebagai penyakit mental dan kejiwaan (Mental Disorder)., tujuan penelitian adalah untuk menganalisa bagaimana penanganan penderita mental disorder lembaga nakhlah global consultant dan juga untuk menganalisa bagaimana analisis penanganan penderita mental disorder lembaga nakhlah global konsultan menggunakan tafsir kemenag LPMQ Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitis yang bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menemukan bahwa penanganan gangguan kejiwaaan yang terinspirasi oleh nilai-nilai Qur’ani dan prinsip prinsip Islami dapat memberikan hasil yang positif dalam proses pemulihan bagi penderita, yaitu dengan terapi memaafkan dan terapi doa, serta usaha-usaha external oleh konselor/terapis memberikan arahan spiritual seperti penerimaan atas taqdir Allah, beristigfar, berwudhu, berdzikir, membaca, menghafal dan mentadaburi Al-Qur’an. Begitupun usha internal oleh penderita untuk berlatih (Riyādhoh) dan bersungguh-sungguh (Mujāhadah) dalam melaksanakan amalan hati seperti ikhlas, sabar, ridha untuk dapat membantu menangani gangguan kejiwaan dan mendapatkan ketentraman Hati., Lembaga Nakhlah Global Consultant dalam menangani penderita gangguan jiwa dengan pendekatan islami ini melakukan dua cara yaitu dengan usaha External bantuan konselor dan terapis dan usaha internal yang dilakukan oleh penderita
AL-WUJUH WA AN-NAẒAIR DALAM TAFSIR MODERN (Studi Analisis Kitab Tafsir at-Tafsir al-Wasiţ li Al-Quran al-Karim) Hasanuddin, Hasanuddin; Huda, Ade Naelul; Fitriana, Muhammad Azizan
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8294

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep Al-Wujūh wa An-Naẓā’ir dalam tafsir modern, khususnya dalam kitab Tafsir al-Wasīţ li Al-Qur`ān al-Karīm karya Sayyid Ţanţāwi. Al-Wujūh wa An-Naẓā’ir merujuk pada kata-kata dalam Al-Qur'an yang memiliki berbagai makna tergantung pada konteksnya. Konsep ini sangat penting karena membantu memahami keragaman makna kata-kata dalam Al-Qur'an, memberikan dimensi yang lebih dalam dan kaya terhadap pemahaman teks suci. Sayyid Ţanţāwi memberikan perhatian khusus pada lafaz zikir, doa, dan shalat dalam tafsirnya. Zikir dijelaskan sebagai pengingatan kepada Allah yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga mencakup aspek moral dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penafsiran Sayyid Ţanţāwi serta relevansi dalam al-wasīţ ditinjau dari segi al-Wujūh wa an-Naẓā`ir pada makna lafaz zikir, doa, shalat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis riset kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Kitab Tafsir al-Wasīţ menjadi sumber utama yang kemudian dikomparasikan dengan literatur tafsir lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Sayyid Ţanţāwi atas zikir, doa, dan shalat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran ketiga kata tersebut dalam membentuk kehidupan spiritual dan sosial seorang Muslim. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya memahami Al-Wujūh wa An-Naẓā’ir dalam rangka menafsirkan Al-Qur’an secara mendalam, dan konsep tersebut relevan dengan kebutuhan umat Muslim dalam memahami makna-makna Al-Qur’an di zaman modern.
REINTERPRETASI KISAH NABI AYYUB UNTUK KONSEP SELF-CONTROL: ANALISIS TEORI DOUBLE MOVEMENT Alhusaini, Zikron Fadhil; Muallim, Mohammad; Ghifari, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8302

Abstract

Every human being faces life's trials, such as physical suffering, loss, and psychological stress, which often lead to emotional instability and a negative impact on quality of life. Self-Control is very important, especially in the context of stressful modern life. However, in Indonesia, there are still many individuals who do not understand this concept properly, leading to high rates of mental disorders, depression, and destructive actions. One of the figures in Islam who represents Self-Control is Prophet Ayyub a.s., who is known for his patience in the face of severe suffering. His story is recorded in QS. Al-Anbiya (21:83-84) is generally understood in terms of patience alone, but has not been studied much from a psychological perspective as a form of Self-Control. Therefore, this study aims to reinterpret the story of Prophet Ayyub a.s. to examine the values of Self-Control in it through Fazlur Rahman's double movement hermeneutic approach, in order to understand the historical context and its actualization in the present. This research is qualitative with a double movement hermeneutic approach through two movements of interpretation: from the past context to universal moral principles, then re-contextualized in the present situation. The results show that the story of Prophet Ayyub a.s. not only shows patience, but a form of Self-Control that is active, spiritual, and solutive. In conclusion, the story of Prophet Ayyub can be reflected upon as a relevant model of Self-Control to strengthen mental health in contemporary society.
TRANSFORMASI FILOLOGIS TEKS MANUSKRIP DAN EDISI CETAKAN TAFSIR TARJUMAN AL-MUSTAFID PADA SURAH YUSUF AYAT 1-2 Ida Syarifah, Zulfi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8312

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi teks tafsir Tarjuman al-MustafĪd karya Syekh Abdur Rauf as-Singkili, yang merupakan tafsir Al-Qur'an pertama dalam bahasa Melayu menggunakan huruf Jawi. Dengan metode filologi, penelitian ini membandingkan versi manuskrip dan edisi cetakan tafsir tersebut, khususnya pada Surah Yūsuf ayat 1–2. Analisis difokuskan pada perbedaan ejaan, struktur kalimat, tanda baca, dan penyesuaian linguistik lainnya yang mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan pembaca dari masa ke masa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian pada edisi cetakan, seperti penambahan harakat dan tanda kurung, bertujuan untuk meningkatkan keterbacaan tanpa mengubah makna inti tafsir. Selain itu, penelitian ini menyoroti relevansi Tarjuman al-MustafĪd sebagai jembatan antara tradisi keilmuan Islam klasik dan kebutuhan masyarakat lokal Melayu, serta kontribusinya dalam memperkaya tradisi tafsir Nusantara. Studi ini menegaskan pentingnya kajian filologi dalam memahami perkembangan intelektual Islam di Nusantara melalui transformasi teks keagamaan
INTERPRETASI MAʻNA CUM MAGHZA ANALISIS KONSEP KEBANGSAAN DALAM QS. AL-ḤUJURAT [49]: 13 Wafi, Moh. Ali; Mardhatillah, Masyithah
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8315

Abstract

Pertikaian antarsuku dan etnis di Indonesia tidak selaras dengan kandungan QS. Al-Ḥujurāt [49]: 13. Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa manusia memang diciptakan dengan beragam perbedaan, termasuk berbeda dari segi suku ataupun etnis.  Penelitian ini mengkaji konsep kebangsaan sebagai pesan yang terkandung dalam QS. Al-Ḥujurāt [49]: 13 dalam perspektif hermeneutika kuasi objektif progresif, yakni hermeneutika Mana-cum-Maghza. Penelitian ini berupaya menganalisis konsep kebangsaan dalam QS. Al-Ḥujurāt [49]: 13  dengan berfokus pada tiga term sebagai kata kunci ayat, meliputi manusia (an-nās), bangsa-bangsa (syuʻūb), dan suku-suku (qabā’il). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari bahan kepustakaan, utamanya kitab-kitab tafsir, dan rujukan primer mengenai maʻnā-cum-magzhā. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Ḥujurāt [49]: 13  menjelaskan tentang konsep kebangsaan yang berdasar pada persaudaraan sebangsa. Interpretasi maʻnā-cum-magzhā dari ayat ini menunjukkan adanya tiga pesan utama, yaitu pertama, penegasan bahwa semua manusia sama derajat kemanusiaannya. Kedua, penegasan tentang urgensi persaudaraan sebangsa. Ketiga, toleransi dalam menghadapi setiap perbedaan. Ketiga poin ini merupakan pesan utama yang ada di dalam QS. Al-Hujurat [49]: 13 sekaligus merupakan konsep kebangsaan. Jika suatu bangsa, masyarakatnya menanamkan sikap dan rasa persaudaraan sebangsa dengan tiga pesan utama di atas dengan disadari, dipahami, dan diaplikasikan, maka hidup yang harmonis akan didapatkan.