cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
PRINSIP ULUL AMRI DALAM TAFSIR SURAT AN-NISA’ : Perspektif Kepemimpinan Qur’ani dan Relevansinya dalam Konteks Sosial Kontemporer Nur Hakim, Lukman; Bukhori, Moh. Syifa Akmaluddin; Ilmi, Moh Hudal Hafid; Jauhari, Akhmad Zaki
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8355

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep Ulul Amri sebagaimana termuat dalam beberapa ayat surat An-Nisa’ (ayat 59, 75, 83, 88, 89, dan 100) untuk merumuskan prinsip-prinsip dasar kepemimpinan dalam perspektif Al-Qur’an. Munculnya krisis kepemimpinan di berbagai lini kehidupan—politik, sosial, dan keagamaan—menunjukkan pentingnya kembali kepada nilai-nilai dasar kepemimpinan Qur’ani. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prinsip kepemimpinan ideal menurut Al-Qur’an dan menilai relevansinya dalam konteks sosial kontemporer. Metode yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhu’i) dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulul Amri dalam Al-Qur’an bukan hanya pemegang otoritas, tetapi juga amanah, kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan kepedulian sosial. Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan kuat dalam membangun model kepemimpinan etis dan solutif di era modern.
BIRRUL WALIDAIN: TANGGUNG JAWAB MORAL DAN SPIRITUAL DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Herman, Herman
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8429

Abstract

Latar belakang penelitian ini muncul dari pergeseran nilai sosial dalam masyarakat modern, di mana hubungan keluarga sering terabaikan karena kesibukan individu. Penghormatan kepada orang tua, yang merupakan ajaran penting dalam Islam, sering kali terlupakan di tengah arus globalisasi dan perubahan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan konsep birrul walidain dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap keharmonisan keluarga serta masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep birrul walidain, yang berarti berbakti kepada orang tua, sebagai tanggung jawab moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengkaji pentingnya penghormatan dan pengabdian kepada orang tua dalam konteks ajaran Islam, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter individu dan keharmonisan sosial. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa birrul walidain tidak hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga berfungsi sebagai landasan etika yang membentuk perilaku baik dalam masyarakat. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pengabdian yang dapat dilakukan anak terhadap orang tua, serta tantangan yang dihadapi dalam menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan modern. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pentingnya birrul walidain dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis dan masyarakat yang beradab.
INTEGRATING ISLAMIC PARENTING PRACTICES INTO URBAN CONTEXTS: A TAFSIR TARBAWI APPROACH Ariyadi, Samsul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8433

Abstract

This study examines the effectiveness of Islamic parenting practices in urban modern contexts by employing a tafsir tarbawi approach in the interpretation of Qur’anic passages. Utilizing a qualitative methodology based on a comprehensive literature review of Scopus-indexed journals from 2019 to 2024, the research integrates attachment parenting theory with traditional Islamic educational (tarbiyah) principles. Focusing on major Indonesian cities where the Muslim population is dominant, the study reveals the challenges of implementing Islamic parenting amidst the complexities of urban digital culture and extraneous socio-economic pressures. Through structured analysis following the IMRAD format, this paper outlines practical frameworks for integrating Islamic parenting values in urban settings and delineates actionable strategies for educators, policymakers, and community leaders. The findings contribute to the academic discourse on Islamic education and modern parenting by proposing an integrative model that bridges classical theological interpretation with contemporary attachment research.
TALAQQI MUSYAFAHAH DALAM ḤALAQAH QIRAAT: Studi Analisis Teori dan Praktik Pengajaran Ilmu Qiraat Ahsin Sakho Muhammad Hissan, Khairatun; Widayati, Romlah; Huda, Ade Naelul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8434

Abstract

Halaqah qirā’āt Jum’at yaitu salah satu ḥalaqah yang diasuh oleh Ahsin Sakho Muhammad secara online, ditemukan semangat para pengkaji dan penghafal Al-Qur’an dalam mempelajari ilmu qirā’āt pada ḥalaqah qirā’āt Jum’at. Dinamakan ḥalaqah qirā’āt Jum’at karena ḥalaqah ini diadakan setiap hari Jum’at setelah shalat subuh melalui media online aplikasi zoom karena latar belakang peserta berasal dari berbagai pelosok daerah yang tidak memungkinkan dijadikan kajian tatap muka (offline). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa bentuk kontribusi Ahsin Sakho Muhammad dalam mengembangkan ilmu qirā’āt di Indonesia. Dimana Ahsin Sakho Muhammad membina para kader dalam ḥalaqah qirā’āt untuk menyiapkan generasi penerus agar ilmu qirā’āt terus berkembang di masa depan dan juga untuk membuktikan relevansi kontribusi Ahsin Sakho Muhammad terhadap masa depan ilmu qirā’āt di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan kajian kepustakaan dan wawancara serta melakukan observasi dari karya-karya Ahsin Sakho Muhammad, Hasil penelitian menyimpulkan dari tiga ḥalaqah yang diasuh Ahsin Sakho Muhammad menggunakan teori dan praktik ifrād al-qirā’āt, jam‘u alqirā’āt dan ḥifẓ al-mutūn. Sehingga melahirkan para peserta yang mampu berkontribusi untuk mengembangkan ilmu qirā’āt seperti menulis buku pedoman belajar ilmu qirā’āt, menjadi pengajar, pembina dan dewan hakim pada MTQ cabang qirā’āt serta imam masjid dengan bacaan berbagai qirā’āt.
SIFAT DHATIYAH ALLAH PERSPEKTIF IBN JARIR AL-TABARI DALAM TAFSIR JAMI AL-BAYAN Solahudin, Solahudin; Yasyakur, Moch; Sarifudin, Agus; Thalib, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8435

Abstract

This study aims to examine the Quranic verses related to the attributes of Allah using a thematic exegesis approach. The main focus of the research is to understand the names and attributes of Allah mentioned in the Quran, which form the foundation of Islamic faith. The research uses a qualitative method with textual and semantic approaches to explore the meanings embedded in the Quranic texts and Hadiths. The primary data sources are the exegesis Jāmi’ al-Bayān fī Ta’wīl al-Qur`ān by Ibn Jarīr al-Ṭabarī and other relevant literature. The findings show that recognizing the names and attributes of Allah in the Quran enhances understanding of tawhid (monotheism) and devotion to Him. Quranic verses containing the names and attributes of Allah emphasize His rubūbiyah (lordship), al-karām (generosity), and al-‘ilm (knowledge) that must be believed and practiced. According to al-Ṭabarī, Allah’s attributes reflect His perfection, including mercy, knowledge, power, wisdom, and majesty, all of which demonstrate His greatness and supremacy. This study underscores the importance of understanding the attributes of Allah to strengthen faith and enhance devotion in worship.
OTORITAS TAFSIR BIL MATSUR: ANALISIS METODOLOGI DAN EPISTEMOLOGI DALAM KAJIAN TAFSIR KLASIK DAN MODERN Muslim, Haris
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir bil matsur adalah metode penafsiran Al-Qur'an yang mendasarkan penafsirannya pada riwayat-riwayat sahih, yang berasal dari Al-Qur'an, Hadis Nabi Muhammad SAW, serta penjelasan para Sahabat dan Tabi’in. Metode ini diakui sebagai pendekatan yang paling otoritatif dalam tradisi Islam klasik, karena memastikan bahwa pemahaman terhadap teks Al-Qur'an didasarkan pada periwayatan yang otentik dan dapat dipercaya. Otoritas metode ini terletak pada kesinambungan pemahaman yang disampaikan oleh generasi pertama Islam, yang dianggap paling dekat dengan sumber wahyu. Namun, dalam perkembangan kajian tafsir di era modern, metode ini menghadapi tantangan metodologis yang cukup signifikan. Salah satu tantangan utamanya adalah munculnya pendekatan hermeneutika dan analisis kontekstual, yang menekankan pentingnya memahami teks dalam konteks sejarah, sosial, dan budaya di mana teks tersebut diturunkan. Para pengkritik tafsir bil matsur berpendapat bahwa metode ini terlalu kaku dan tidak memberikan ruang yang cukup bagi interpretasi yang lebih dinamis, yang dapat merespons perubahan zaman dan kondisi sosial masyarakat modern. Artikel ini menggunakan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tafsir bil matsur di era modern. Fokus utama analisis adalah bagaimana metode tafsir bil matsur dapat diintegrasikan dengan pendekatan hermeneutika modern, tanpa mengorbankan otoritas periwayatan yang menjadi dasar utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan integratif, tafsir bil matsur dapat tetap relevan dengan mempertahankan periwayatan sahih, namun juga memberikan ruang bagi analisis kontekstual yang lebih dinamis dan sesuai dengan tantangan kontemporer.
PEMIKIRAN USHUL AL-TAFSIR PERSPEKTIF MUSAID IBN SULAIMAN AL-THAYYAR Maya, Rahendra; Sarbini, Muhammad; Alfarisi, Muhammad Fadilah; Bulloh, Muhammad Naji
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8463

Abstract

This research article aims to describe and analyze the fundamental thoughts of Musâ’id ibn Sulaimân Al-Thayyâr regarding Ushûl Al-Tafsîr in various related works, especially in five of his works which use the term and label Ushûl Al-Tafsîr. This research uses a qualitative research method with a descriptive literature study approach with data collection techniques through documentation studies using content analysis as a data analysis technique. Primary data sources are the five works of Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr about Ushûl Al-Tafsîr, supported by secondary data source documents related to the theme of discussion of Ushûl Al-Tafsîr as well as the character of Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr and his thoughts. The results of the research article show that Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr is an academic lecturer who has high attention and is very consistent in studying Ushûl Al-Tafsîr as a scientific discipline in his work. Among his interesting thoughts about Ushûl Al-Tafsîr are those relating to the definition and essence of Ushûl Al-Tafsîr, the position of Ushûl Al-Tafsîr, the urgency and purpose of studying Ushûl Al-Tafsîr, and the objectivity of Ushûl Al-Tafsîr. It is hoped that Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr's works regarding Ushûl Al-Tafsîr can be used as reading material and reference sources to overcome the scarcity of references to Ushûl Al-Tafsîr in Indonesia, including in the scientific-academic scope at Islamic religious universities
ANALISIS STRUKTURAL TIPOLOGI TAKUT DALAM AL-QUR'AN (PERSPEKTIF LINGUISTIK DAN SEMANTIK) Rokim, Syaeful; Maya, Rahendra
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8467

Abstract

Fear is a characteristic inherent to humans in this world. However, if not well managed, it can lead to anxiety and distress. The Qur'an provides guidance for humans to regulate this fear so that it can be beneficial in life. This research employs a qualitative approach and descriptive analytical method. The explanation steps utilize maudhui interpretation, which involves collecting verses related to the theme, understanding the reasons for the revelation of the discussed verses, comprehending the meaning of words, and establishing connections between words with interrelated meanings in interpretation. The result of this thematic discussion is that the word "fear" in the Qur'an is mentioned with eight different words, namely al-khauf, al-khasyah, al-ra'b, al-rahbah, al-raw'u, al-faraq, al-faza', and al-wajal. These words share the same meaning, which is anticipation of something undesirable, and pressure on the soul because of it. However, these words have different semantic connotations.
INTERTEKS TERJEMAH AL-QUR’AN SEKTARIAN DENGAN GLOBAL AHLU AL-QUR’AN TRANSLATION: Kajian Atas Produk Terjemah Al-Qur’an Anti Hadis Indonesia dan Relasinya dengan Jaringan Global Rohmat, Rohmat; Ahmadi, Rizqa; Malik, Muhammad Khoirul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.8209

Abstract

Produk terjemahan Al-Qur’an Yayasan Tauhid Indonesia (YATAIN) menghasilkan terjemahan yang berbeda dengan terjemahan Mayoritas Muslim indonesia yang diwakili terjemahan Al-Qur’an oleh kementerian agama. Fokus penelitian ini diarahkan pada model terjemahan  yang menggunakan pendekatan faham inkar sunnah. Penelitian ini menggunakan teori intertekstualitas untuk menganalisis keterkaitan dan perbedaan antara produk tafsir Al-Qur’an kelompok inkar sunnah Indonesia (lokal) dengan kelompok terjemahan ahlu qur’an (global). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi teks. Data utama diperoleh dari terjemahan kelompok Inkar sunnah Indonesia yang dipelopori Nazwar Syamsu dan Minardi Mursid dengan terjemahan Ahlul-qur’an global. Analisis dilakukan dengan membandingkan terjemahan kata kunci tertentu seperti kata “sama’/langit” dalam konteks pengetahuan lokal dan global. Peneliti juga mempertimbangkan latar belakang sosio-kultural para penerjemah, metode terjemahan yang digukan dan dampaknya terhadap pemahaman pembaca. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pendekatan terjemahan. Nazwar Syamsu dan Minardi Mursid cenderung menggunakan metode tafsiriyah dengan konteks ilmiah modern. Sementara terjemahan ahlul-Qur’an global lebih condong pada pendekatan literal. Walaupun sama-sama penganut paham inkar sunnah, keterkaitan intertekstual kedua karya hampir tidak ditemukan. Penelitian ini memberi wawasan baru tentang bagaimana latar belakang penerjemah dan konteks pendekatan yang berbeda mempengaruhi hasil suatu produk terjemahan tertentu
I'JAZ AL-QUR'AN DALAM TAFSIR LUGHAWI PERSPEKTIF ALI BIN AHMAD AL-MAHAIMY: (Studi Analisis Tafsir Tabshîru Ar-Rahmân wa Taysîru Al-Mannân) Riyadhi, Wahyu; Huda, Ade Naelul; Haq, Ziyadul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.8520

Abstract

Kata mukjizat Al-Qur’an dewasa ini sering kali dikaitkan dengan penemuan-penemuan terbaru oleh para ilmuan yang kemudian diklaim bahwa hal tersebut telah dinyatakan dalam Al-Qur’an sejak lama. Namun demikian, i’jâz ‘ilmy yang akhir-akhir ini sering dibicarakan bukanlah satu-satunya bentuk i’jâz dalam Al-Qur’an. Secara global, ulama membagi i’jâz Al-Qur’an kepada tiga aspek. Salah satunya adalah aspek bahasa atau lughawi. Bahkan, para ulama jauh lebih dahulu mengungkap aspek i’jâz lughowiy ini dibanding dua aspek lainnya, yaitu aspek ‘ilmiy dan tasyrî’iy. Kajian i’jaz lughawi mulai berkembang, namun masih berupa pengantar akan pentingnya ilmu ini, belum menghasilkan produk tafsir lughawi secara lengkap, karya tafsir lengkap bercorak lughawi baru muncul pada ke-8 H. Abu Ja’far bin Az-Zubair (w. 708 H). Selanjutnya, pada abad ke-9 muncul pula Burhanuddin al-Biqa’i (w 809 H) menulis tafsir lengkap tentang kebersinambungan ayat dan surat dengan judul nazhmud-duror fi tanasubil ayati was-suwar. Diantara ulama tafsir yang telah mencurahkan perhatian sangat tinggi dalam tema kajian yang sama adalah Syaikh Ali bin Ahmad al-Mahaimy. Ia merupakan seorang ulama berasal dari India, Kajian I’jaz Al-Qur’an dari sisi lughowiy, nampaknya merupakan tren yang cukup menarik pada abad ke-9 H di masa hidup al-Mahaimy. Dalam penelitian ini penulis akan mengkaji terhadap metodologi Ali bin Ahmad Al-Mahaimy dalam kitab tafsir Tabshîru Ar-Rahmân wa Taysîru Al-Mannân bi ba’dhi mâ yusyîru ilâ I’jâzi Al-Qur’ân. Dengan metode deskriptif-analitis penulis akan memaparkan dan menguraikan dimensi i’jaz Al-Qur’an. Dari hasil penelitian ditemukan, Unsur-unsur i’jaz Al-Qur’an dalam kitab tafsir al-Mahaimy, beliau menggunakan ilmu munasabat yang sangat kental. Dalam menuangkan ilmu munasabat-nya ia berprinsip untuk tidak terlalu berpanjang-panjang hingga jatuh pada takalluf, cacat dan dapat mendatangkan kebosanan pembaca.