cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
TINJAUAN QUR’ANI TERHADAP URGENSI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING Rohman, Baeti
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.8973

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan komprehensif, termasuk integrasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penanganan stunting melalui perspektif Al-Qur’an, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis konten terhadap ayat-ayat Al-Qur’an terkait kesehatan, keberkahan, dan pola hidup sehat, dipadukan dengan kajian literatur tentang stunting dan strategi pencegahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani relevan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran spiritual dalam kesehatan anak dan keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan keagamaan dan ilmiah dalam strategi penanggulangan stunting.
IMPLIKASI PERBEDAAN RASM USMANI TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN : Studi Analisis Penggunaan Tā’ Marbūṭah dan Tā’ Maftūḥah Pada Kitab Tafsir al-Jāmiʻ li Aḥkām al-Qur’ān Karya Al-Qurṭubī dan Laṭāif al-Isyārāt Karya Al-Qusyairī Fatahillah, Ahmad; Fathoni, Ahmad; Huda, Ade Naelul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.8974

Abstract

Mayoritas ulama mewajibkan penulisan Al-Qur’an dengan Rasm Usmani Karena ilmu rasm Usmani - sebagaimana ilmu qiraat - saling berkaitan dan tidak bisa lepas dari Al-Qur’an. Terlepas dari tauqīfī atau ijtihādīnya penulisan Al-Qur’an dengan rasm Usmani, nyatanya banyak sekali kata-kata dalam Al-Qu’an yang ditulis berbeda meski berasal dari kata yang sama. Karena setiap kata dalam Al-Qur’an adalah mukjizat, maka munculah beragam produk penafsiran. Dalam memproduksi penafsiran sebagian ulama ada yang memfokuskan pada sisi petunjuk atau pesan dari makna batin atau tersirat (esoterik). Maka dalam penelitian ini penulis mengkaji bagaiman penafsiran Al-Qurṭubī dalam kitabnya al-Jāmiʻ li Aḥkām Al-Qur’ān dan Al-Qusyairī dalam kitabnya Laṭāif al-Isyārāt, yang terkait perbedaan rasm Usmani. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap makna esoterik (batin) atau isyarat makna lain yang terdapat pada kedua kitab tersebut dikaitkan dengan perbedaan rasm Usmani. Perbedaan kata dalam rasm Usmani sangatlah banyak, sebab itu penulis hanya memfokuskan penelitian dari penggunaan Tā’ Marbūṭah dan Tā’ Maftūḥah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, berbasis riset kepustakaan sebagai sumber utama. Adapun rujukan utama penelitian ini adalah kitab Al-Jāmiʻ li Aḥkām Al-Qur’ān dan Laṭāif Al-Isyārāt menggunakan pendekatan deskriptif-analisis, yang kemudian mengkomparasikan kedua kitab tersebut didukung penjelasan dari kitab lainnya. Adapun konklusi (hasil) penelitian ini, penulis berkesimpulan bahwa penafsiran Al-Qurṭubī dalam kitabnya Al-Jāmiʻ li Aḥkām Al-Qur’ān dan Al-Qusyairī dalam kitabnya Laṭāif Al-Isyārāt terdapat makna esoterik (makna batin) yang menyebabkan penulisan huruf akhir Tā’ Ta’nīṡ di beberapa kata yang sama dalam Al-Qur’an ditulis Marbūṭah dan di lain tempat ditulis Maftūḥah, yang sebagian besar adanya kesesuaian penulisan rasm Usmani pendapat al-Dānī dan Abū Dāwud.
KEJAHATAN SIBER PERSPEKTIF AL-QUR'AN: Analisis Melalui Teori Double Movement Fazlur Rahman Ahmad, Amiril; Hamdi, Muhammad Zulfi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.8999

Abstract

Kejahatan siber telah menjadi tantangan besar dalam aspek etika dan hukum di era digital, yang tidak hanya mengancam hak individu tetapi juga merusak tatanan moral sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Al-Qur’an, melalui teori hermeneutika double movement yang dikembangkan oleh Fazlur Rahman, dapat memberikan landasan etik dalam merespons kejahatan siber. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, tafsir tematik, dan analisis konteks digital. Lima ayat yang dikaji: QS Al-Baqarah: 188, Al-Mutaffifin: 1–3, An-Nur: 19, Al-Hujurat: 12, dan An-Nur: 27–28 dianalisis melalui dua gerakan hermeneutik: rekonstruksi makna historis dan formulasi nilai-nilai moral untuk konteks kekinian. Hasilnya menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengajarkan prinsip-prinsip seperti keadilan dalam transaksi digital, perlindungan privasi, dan integritas komunikasi publik. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam menghadapi bentuk-bentuk kejahatan siber seperti pencurian data, penipuan daring, penyebaran fitnah digital, dan akses ilegal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-Qur’an, ketika ditafsirkan melalui pendekatan kontekstual dan moral, dapat menjadi referensi normatif dalam membangun etika digital Islam dan membimbing umat Islam dalam menghadapi tantangan teknologi modern.
METODOLOGI PEMBELAJARAN TAHFIZ DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH BERBASIS ISLAM Yasyakur, Moch; Mujahidin, E; Lisnawati, Santi; Herman, Herman
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9084

Abstract

Pembelajaran Tahfiz atau Pendidikan Agama Islam di abad ke-21 dituntut tidak hanya menyamTahfizkan materi keagamaan secara tekstual, tetapi kontektual dan menumbuhkan pemahaman yang mendalam, nilai-nilai spiritual, serta kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi pembelajaran pendekatan deep learning dalam pembelajaran Tahfiz, serta mengeksplorasi bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas pemahaman dan karakter siswa. Pendekatan deep learning dipahami sebagai strategi pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proses berpikir reflektif, analitis, dan aplikatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif terhadap literatur yang relevan, termasuk teori pembelajaran, kurikulum, dan pendekatan historis dalam pendidikan Islam. Hasil daqri penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran Tahfiz dengan pendekatan deep learning dapat memperkuat internalisasi nilai akidah dan akhlak islami, membangun koneksi antara masa lalu dan realitas kekinian, serta mendorong siswa untuk berpikir kritis terhadap tantangan moral dan sosial. Metodologi pembelajaran Tahfiz yang berbasis akidah dan akhlak yang didesain secara mendalam dapat menjadi alternatif strategis dalam membentuk karakter religius dan kompetensi siswa dalam menghadapi tantangan.
METODE PENULISAN SYEKH ‘ABDUL FATTĀH ‘ABDUL GANI AL-QĀḌĪ (W: 1403 H/ 1982 M) DALAM ILMU QIRA’AT : Studi Analisis Kitab al-Wāfī Syarah Asy-Syāṭibiyyah I’tishom Billah, Muhammad Qudwah; Fathoni, Ahmad; Haq, M. Ziyadul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9086

Abstract

Ilmu Qira’at adalah salah satu cabang ilmu syar’i yang hampir jarang digeluti oleh para penuntut ilmu sekarang ini. Oleh karenanya para ulama kontemporer berusaha untuk menghidupkannya kembali dengan menulis beberapa karya yang berhubungan dengan Ilmu Qira’at. Salah satu karya yang fenomenal dalam bidang ini adalah kitab “Al-Wāfī fi Syarhi Asy-Syāṭibiyyah” karangan Syekh ‘Abdul Fattāh ‘Abdul Gani Al-Qāḍī (w: 1403 H/ 1982 M), seorang ulama Mesir yang ahli dalam Ilmu Al-Qur’an. Kitab ini berisi penjelasan dari kasidah asy-Syāṭibiyyah yang masyhur karangan imam Asy-Syāṭibī (w: 590 H/ 1142 M) rahimahumallāh. Penelitian ini berbicara tentang metode penulisan yang dipraktikan oleh Syekh ‘Abdul Fattāh dalam kitab Al-Wāfī; dengan tujuan untuk menganalisis latar belakang penulisan kitab, kitab rujukan dalam penulisan kitab, sistematik dan metode penulisan kitab. Penelitian sejenis ini telah dikaji oleh beberapa peneliti sebelumnya, akan tetapi semua penelitian tersebut tidak mengkaji metode penulisan kitab Al-Wāfī secara khusus, hanya menjelaskan secara umum kiprah Syekh ‘Abdul Fattāh dalam bidang Al-Qur’an melalui karya-karyanya. Oleh karena itu studi komprehensif kitab Al-Wāfī belum ada yang mengkajinya sampai saat ini. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis penelitian library research atau kajian pustaka melalui pendekatan historis, kritis dan filosofis. Sumber data primer dalam penelitian adalah kitab Al-Wāfī yang diterbitkan oleh Dār As-Salām Kairo (2013), cet. ke-9 dan ¬kitab Asy-Syāṭibiyyah tahkik Syekh Tamīm Az-Zu`bi, dengan didukung oleh kitab-kitab qira’at, bahasa dan hadist sebagai sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah: Syekh ‘Abdul Fattāh membagi syarah kitab Al-Wāfī kepada dua bagian utama, yaitu makna bahasa dan makna umum. Syekh ‘Abdul Fattāh banyak memberikan contoh dari Al-Qur’an saat mensyarah kitab. Terlihat dalam kitab ijtihad Syekh ‘Abdul Fattāh dalam menjelaskan makna bait dan tarjih syarah bait dan hukum suatu bacaan.
RELEVANSI PRINSIP NON-DISKRIMINASI AL-QUR’AN DALAM ADVOKASI KESETARAAN PENYANDANG DISABILITAS DI INDONESIA Kamilia, Nurul; Syukkur, Abdul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9112

Abstract

Masyarakat penyandang disabilitas kerap mengalami diskriminasi sosial dalam berbagai aspek kehidupan, hal ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi Al-Qur’an yang menjunjung tinggi kesetaraan manusia. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan landasan teologis prinsip non-diskriminasi dan menawarkan solusi strategis bernilai Qur’ani yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan interdisipliner, dan teknis analitis data dengan metode tafsir tematik untuk menganalisis ayat-ayat yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an menolak keras segala bentuk diskriminasi berdasarkan asas keadilan (‘adalah), kesetaraan (musawah), dan kemuliaan manusia (karomah insaniyyah) yang terkandung dalam Qs. ‘Abasa ayat 1-10, Qs. Al-Isra’ ayat 70, dan Qs. Al-Hujurat ayat 13. Namun, realitas sosial menunjukkan angka diskriminasi terhadap masyarakat penyandang disabilitas masih tinggi terutama dalam akses pendidikan dan pekerjaan. Adapun solusi strategis berbasis al-Qur’an yang dapat diimplementasikan meliputi: 1). penguatan pengakuan masyarakat akan kesetaraan martabat manusia, 2). aksesibilitas prioritas seperti fasilitas publik inklusif dan afirmasi kebijakan, serta 3). Pengembangan pendekatan berbasis empati dan penghormatan terhadap penyandang disabilitas
The PERSPEKTIF TAFSIR KLASIK DAN KONTEMPORER TENTANG NILAI QUR’ANI DALAM MENGATASI BROKEN HOME Effendi, Sofian; Aprilia, Anita
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9130

Abstract

Penelitian ini membahas harmonisasi keluarga dalam perspektif Al-Qur’an sebagai solusi atas fenomena broken home, dengan mengkaji penafsiran dalam Tafsīr Ibnu Kaṡīr dan Tafsīr al-Miṣbāḥ. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana kedua kitab tafsir memaknai ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pencegahan dan penyelesaian masalah keluarga. Penelitian ini merupakan library research dengan metode kualitatif-komparatif, menggunakan QS. An-Nisāʾ ayat 35 dan QS. At-Taḥrīm ayat 6 sebagai fokus utama. Pendekatan psikologi keluarga melalui teori sistem keluarga Bowen digunakan untuk memperkuat analisis terkait dinamika konflik rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsīr Ibnu Kaṡīr menekankan penyelesaian konflik keluarga melalui pendekatan hukum Islam klasik dan struktur kepemimpinan yang kuat, sedangkan Tafsīr al-Miṣbāḥ lebih menonjolkan pendekatan humanistik, spiritual, dan psikologis dalam membina keharmonisan keluarga. Keduanya sepakat mengenai pentingnya musyawarah, peran ḥakam, serta pendidikan ketakwaan sebagai strategi utama pencegahan dan penanganan broken home. Penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani perlu diimplementasikan dalam konteks modern, misalnya melalui lembaga konseling keluarga berbasis Islam serta peran aktif tokoh masyarakat sebagai mediator dalam konflik rumah tangga. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dan praktis dalam mengembangkan model penyelesaian masalah keluarga yang berakar pada nilai Qur’ani, sekaligus menjadi rujukan dalam penguatan institusi keluarga di era kontemporer
QIRAAT MUTAWATIRAH DAN KONSEKUENSI TANAWWU’‘AL-‘IBADAH (WUDU) DALAM TAFSIR FATH AL-QADIR Pratomo, Hilmy; Zinira, Maurisa
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9235

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi qiraat mutawatir dalam Q.S. al-Ma’idah ayat 6 serta implikasinya terhadap tanawwu‘ al-‘ibadah (keragaman praktik ibadah dalam hal ini wudu), dengan fokus khusus pada penafsiran al-Syaukani dalam Fath al-Qadir. Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa perbedaan qiraat tidak hanya terbatas pada aspek fonetik, tetapi juga berpengaruh terhadap struktur gramatikal, makna semantik, serta penalaran hukum (istinbat al-ahkam). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis Fath al-Qadir secara deskriptif-analitis, menekankan pada dimensi linguistik, semantik, dan yuridis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan bacaan arjulakum (nasb) dan arjulikum (jar) merupakan qiraat mutawatir yang sahih dan tergolong sebagai ikhtilaf al-tanawwu‘ (perbedaan yang bersifat variatif), bukan ikhtilaf al-tadad (pertentangan). Al-Syaukani membatasi kajiannya hanya pada tujuh qiraat kanonik, dengan sengaja mengecualikan qiraat syadzah maupun qiraat ‘asyrah untuk menjaga konsistensi metodologis. Meski mengakui keabsahan kedua bacaan tersebut, melalui metode tarjih yang didukung hadis Nabi, ia menegaskan bahwa hukum membasuh kaki lebih kuat dan lebih otoritatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa qiraat mutawatir berperan ganda yaitu melegitimasi keragaman ibadah sekaligus memperkaya ilmu tafsir dan fikih. Selain menjaga otoritas teks Al-Qur’an, qiraat juga memberikan dasar toleransi, fleksibilitas, dan keterbukaan intelektual dalam praktik keislaman. Dengan demikian, qiraat tidak hanya melestarikan kewibawaan teks, tetapi juga mendorong inklusivitas, kreativitas, dan dinamika dalam ekspresi iman.
KAJIAN KOMPREHENSIF TAFSIR AL-QUR`AN: TAFSIR, TAKWIL, TERJEMAH HINGGA METODE DAN TIPOLOGI Nurrahmaini, Nurrahmaini
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9244

Abstract

Ilmu tafsir mewakili disiplin keilmuan fundamental dan tak terpisahkan dalam studi keislaman. tipologi tafsir Al-Qur'an berkembang dalam berbagai bentuk, seperti tafsir bil ma'tsur yang merujuk pada penjelasan Al-Qur'an dengan hadis Nabi dan atsar sahabat, serta tafsir bil ra'yi yang didasarkan pada ijtihad para ulama dengan tetap berlandaskan pada kaidah syar'i dan kebahasaan. Di samping itu, muncul pula tafsir tematik, tafsir fiqhi, tafsir sufistik, hingga tafsir ilmiah yang menunjukkan keragaman metode dalam memahami Al-Qur'an sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, kajian tafsir, takwil, terjemah, dan tipologi tafsir merupakan kunci dalam membuka khazanah pemahaman Al-Qur'an yang kaya dan dinamis.  
THE PSYCHOLOGICAL BASIS OF BIRR AL-WALIDAYN: A Thematic Analysis of Quranic Verse 14–15 In Surah Luqman Nabilah, Fadwa; Azizah, Alfiyatul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9260

Abstract

The Hadith about Jahimah, who sought the Prophet Muhammad’s permission to participate in battle but was instructed instead to stay with his mother because “Paradise lies beneath her feet,” underscores the noble value of devotion to one’s mother. This virtue is also reflected in Surah Luqman (31:14–15), where God describes the mother’s struggle during pregnancy and weaning as wahnun ‘alā wahnin (“weakness upon weakness”) and commands children to show gratitude to their parents. This study aims to examine the psychological foundation of the Qur’anic injunction of birrul wâlidain (devotion to parents) in Surah Luqman 31:14–15 through the perspectives of maternal psychology and humanistic psychology. Employing a library research method and a descriptive-analytical approach, the study explores two main aspects: first, the maternal psychological perspective, which highlights the emotional and physical challenges experienced by mothers during pregnancy, childbirth, and breastfeeding as formative factors in developing empathy and moral awareness in children; and second, the humanistic perspective, which emphasizes consciousness, empathy, and unconditional love as the essence of filial devotion. The findings reveal that the Qur’anic command to honor one’s parents—particularly the mother—constitutes not only a moral obligation but also an acknowledgment of maternal psychological resilience as the foundation for a harmonious parent–child relationship. Consequently, the moral message of Surah Luqman 31:14–15 transcends ethical instruction, reflecting an emotional and spiritual reciprocity between mother and child and reaffirming the relevance of birrul wâlidain in fostering familial affection and the cultivation of virtuous character.