cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
RAGAM QIRAAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN AYAT AHKAM Kumullah, Saulia Rahimah; Fahrurrozi, Fahrurrozi; Nikmatullah, Nikmatullah; Salam, Sobihatun Nur Abdul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7353

Abstract

Artikel ini membahas ragam qira’at pada ayat-ayat ahkam dan implikasinya terhadap penafsiran. Walaupun qira’at tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menetapkan hukum, tetapi tidak dapat disangkal bahwa variasi qira’at memiliki dampak yang signifikan terhadap hukum yang diformulasikan oleh para ulama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan. Ada enam ayat Al-Qur’an yang dibahas yang memiliki variasi qiraat yang mana bacaannya itu berdampak pada penafsiran, yakni QS. Al-Maidah: 6 tentang hukum membasuh kaki saat berwudhu, QS. Al-Baqoroh: 222 yang berkenaan dengan batas haid wanita, QS. Al-Baqoroh: 184: yang berkaitan dengan mengganti puasa, QS. Al-Maidah: 38 tentang hukum pencurian, QS. Annisa: 43 tentang hukum menyentuh wanita dan QS. Al-Baqaroh: 125 mengenai hukum sholat di masjidil haram. Dari analisis variasi qira’at yang ada dalam keenam ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberadaan variasi qira’at dalam suatu ayat dapat menghasilkan silang pendapat di kalangan ulama dalam menginterpretasi dan menetapkan suatu hukum.
UNIFIKASI ZAKAT DAN PAJAK DI INDONESIA: Studi Analisis Ayat Zakat dengan Metode Tafsir Maqasidi Wasfi ‘Asyur (l. 1975 M) Muslim, Agus; Al-Munawar, Said Agil Husein; Fitriana, Muhammad Azizan
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7472

Abstract

Zakat dan pajak, meskipun merupakan dua hal yang jelas berbeda, namun mempunyai beberapa kesamaan dalam beberapa konteks seperti adanya kewajiban untuk menyerahkan sebagian harta, adanya aturan atau undang-undang yang mendasari kewajibannya, dan keduanya sama-sama dikembalikan kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pemaknaan ayat-ayat zakat dan penafsiran-penafsiran para ulama terhadap ayat-ayat tersebut dan melihat kembali apa sebenarnya yang menjadi maqasid ayat-ayat zakat untuk menganalisis wacana unifikasi zakat dan pajak. Penelitian merupakan penelitan kepustakaan (Library Research) yang bersifat kualitatif. Untuk melakukan penelitian ini, data dihimpun meelalui berbagai sumber, baik dari data primer maupun (primary source) data sekunder (secondary source). Penelitian ini menitikberatkan pembahasan pada bagaimana analisis ayat-ayat zakat dengan metode Tafsir Maqasidi Wasfi ‘Asyur dan bagaimana analisis unifikasi zakat dan pajak  dengan dengan maqasid ayat-ayat zakat. Masalah pertama dibahas dengan identifikasi ayat-ayat zakat dan meneliti penafsiran para mufasir terhadap ayat-ayat zakat dan merumuskan maqasid ayat-ayat zakat dengan metode Tafsir Maqasidi Wasfi ‘Asyur. Pembahasan masalah kedua dilakukan dengan menganaisis unifikasi zakat dan pajak dengan maqasid ayat-ayat zakat yang telah dianalisis pada oembahasan sebelumnya untuk melihat kesesuaian unifikasi zakat dan pajak dengan maqasid ayat-ayat zakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa zakat hadir dalam dimensi yang luas dalam berbagai ayat Al-Qur’an sebagai salah satu pokok kewajiban agama yang bertujuan untuk mencapai kemaslahatan umat. Berdasarkan penelitian ini, unifikasi zakat dan pajak dibutuhkan untuk mencapai maqasid yang terkandung dalam ayat-ayat zakat.
KONSEP POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN (Analisis Quran Surah Luqman Ayat 12-19) Ariyadri, Acep
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7501

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu adalah fenomena bullying di Indonesia yang merupakan tantangan serius dalam dunia pendidikan dan sosial. Meskipun telah ada upaya untuk mengatasi masalah ini, namun bullying masih menjadi permasalahan yang meresahkan. Salah satu aspek yang memperumit situasi ini adalah ragam bentuk bullying yang dapat terjadi, mulai dari pelecehan verbal hingga fisik, bahkan cyberbullying melalui media sosial. Sekolah seringkali menjadi panggung utama bagi tindakan bullying. Anak-anak sering menjadi korban ketidaksetaraan kekuatan yang termanifestasi dalam intimidasi oleh teman sekelas atau sesama pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pola asuh anak yang diterapkan oleh Luqman dan istri Imran kepada anak-anaknya, sebagai representasi dari ayah dan ibu yang ideal untuk dijadikan pedoman  bagi orang tua dalam  mendidik anak-anak mereka dimasa sekarang ini. Penelitin ini menggunakan Library Research, yaitu dengan cara mengumpulkan data-data tertulis dari Al-Qur’an dan kitab-kitab  tafsir sebagai sumber primer, serta buku-buku parenting dan jurnal dan sejenisnya, sebagai data sekunder. Adapun metode Tahlili digunakan dalam mengkaji dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya, secara spesifik dalam konteks penelitian ini menganalisis Qur’an surah Luqman Ayat 12-19. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ditemukan pola asuh anak dengan memadukan keutamaan-keutamaan agama dan akherat serta akhlaq mulia yang dilakukan Luqman secara hikmat kepada anak-anaknya, serta pemberian nama yang baik dan doa-doa yang senantiasa dipanjatkan oleh istri Imran terhadap anak-anak dan keturunannya.  
MOTIVASI MASYARAKAT DALAM MEMAKMURKAN MASJID (Studi Tematik Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 18) Herman, Herman; Sarifudin, Agus; Muslim, Muslim
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7502

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan yang menjadi memotivasi masyarakat dalam memakmurkan masjid. Meskipun tekat dan motivasi masyarakat dalam melakukan ibadah dan mendatangi peribadatan  berbeda-berbeda namun Al-Qur’an telah memberikan bimbingan dan motivasi yang tegas, sehingga hal ini menguatkan dan mendorong masyarakat (Islam) untuk memakmurkan tempat ibadah (masjid). Dalam upaya memakmurkan dan meriahkan Masjid serangkaian kegiatan dan fasilitas yang disediakan tentu harus memadai dan sebaik mungkin, dengan dibuatkan serangkaian kegiatan dan program yang dapat mengundang minat masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap motivasi masyarakat dalam memakmurkan masjid dan hubungan ayat Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 18 dan Al-Jum’ah Ayat. Penelitian ini termasuk kategori penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dimana sebagian data diambil dari hasil pengamatan dan survei dengan mendatangi tempat-tempat peribadatan (masjid), dan juga mencatumkan literatur-literatur yang memadai. Hasil penelitian ini adalah pertama, masyarakat termotivasi dengan adanya perintah untuk memakmurkan masjid dan rangan untuk meninggalkan/menjauhi masjid dan yang dua masyarakat termotivasi dengan adanya fasilitas masjid yang memadai, program-program yang baik dan teratur, dan terstruktur, terfasilitasinya penyaluran makanan siap saji sehingga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat.
URGENSI PEMERINTAHAN DALAM KITAB TAFSIR AL-WASITH LI AL-QUR’AN AL-KARIM KARYA MUHAMMAD SAYYID THANTAWI Basri, St. Risnawati
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7516

Abstract

Pemerintahan memiliki peran penting dalam masyarakat sebagai pengatur, penegak keadilan, dan pelindung hak-hak rakyat. Dalam Islam, Al-Qur’an memberikan panduan mengenai prinsip-prinsip pemerintahan. Muhammad Sayyid Thantawi, seorang mufassir kontemporer dan Grand Syaikh al-Azhar, menjelaskan berbagai ayat terkait pemerintahan dalam karyanya Tafsir al-Wasith Li Al-Qur’an Al-Karim. Istilah seperti al-Mulk, al-Khalifah, Ulil A’mr, dan al-Hukm menggambarkan struktur pemerintahan dan tanggung jawab moral pemimpin. Pemahaman ini memberikan landasan teologis dan panduan praktis bagi para pemimpin untuk mencapai kebaikan bersama. Thantawi mengaitkan prinsip amanah, keadilan, dan musyawarah, yang relevan dalam menghadapi tantangan pemerintahan modern untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menganalisis teks-teks Al-Qur’an dan penafsiran Thantawi, serta mengumpulkan teks-teks yang relevan dengan materi penelitian. Dengan memahami esensi pemerintahan menurut Al-Qur’an perspektif Thantawi, diharapkan para pemimpin dapat menerapkan nilai-nilai Islam dalam pengelolaan pemerintahan, sehingga tercipta masyarakat yang adil dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami pandangan Thantawi, yang dapat menjadi rujukan berharga dalam diskursus tentang pemerintahan dalam Islam dandengan merujuk pada study Islam bidang  ilmu Al-Qur’an dan tafsir, serta menawarkan solusi aplikatif untuk tantangan pemerintahan di Negara-negara muslim saat ini.
AKTUALISASI AKHLAK AL-KARIMAH MENURUT QURAN SURAT LUQMAN [31]: 18-19 (Studi Living Qur’an Pada Santri Madrasah Aliyah Hamzanwadi Khusus Putri Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, NTB) Maemanah, Arina; Sapil, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7576

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta-fakta sosial dewasa ini yang sangat miris, tentang dekadensi akhlak peserta didik pada seorang guru. Penelitian ini akan dilaksanakan di pesantren, Santri Madrasah ‘Aliyah Hamzanwadi      Khusus Putri Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, NTB sebagai subjek penelitian data primer, adapun data sekunder ada nilai-nilai akhlak yang diajarkan berdasarkan kandungan dari Al-Qur’an Surah Luqman ayat 18-19. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kepatuhan para siswa atau tingkat aktualisasi nilai-nilai akhlak pada pesantren tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah menggabungkan dua metode (mix method), yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif penulis menggunakan metode tafsir tahlili untuk mengnalisa penafsiran ayat 18-19 dari surah Luqman, dan pada penelitian kuantitatif penulis menggunakan aplikasi SPSS sebagai dasar melakukan studi Living Qur’an. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri madrasah ’Aliyah Hamzanwadi telah mengaktualisasikan nilai-nilai akhlak pada Qs. Luqman [31]: 18-19 yaitu dari total 202 santri terdapat 29% atau setara dengan 58 orang memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi, 57% atau setara dengan 115 santri tigkat sedang dan 14% atau setara dengan 29 orang dengan tingkat kepatuhan yang rendah. Dari hasil analisis korelasi antara variabel X (tingkatan kelas) dengan variabel Y (data demografi) terhadap tingkat kepatuhan santri hanya 1,8%.  
DIMENSI TEOLOGIS ISTIGHFAR: PERSPEKTIF TAFSIR SURAH NUH AYAT 10-12 DALAM PEMIKIRAN TAFSIR KONTEMPORER Saparjan, Hery; Azizan Fitriana, Muhammad; Ariadi, Syamsul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7640

Abstract

Istighfar sering kali dipandang sebagai ritual semata, tanpa memahami kedalaman spiritual yang terkandung di dalamnya. Artikel ini membahas dimensi teologis dari istighfar dalam konteks ayat Nuh 10-12, yang menggambarkan permohonan ampun dalam hubungan manusia dengan Allah. Melalui tafsir ayat tersebut, penulis mengungkapkan bagaimana Nabi Nuh mengajak kaumnya untuk bertaubat dan memohon ampunan, serta implikasi spiritual yang terkandung dalam tindakan istighfar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis makna serta signifikansi istighfar dalam konteks ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Nuh.  Dan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang praktik keagamaan dan spiritualitas dalam konteks modern. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah deskriptif-analitis.  Hasil kesimpulannya menyatakan bahwa dalam pemikiran Tafsir kontemporer, istighfar dipandang sebagai kunci untuk membuka pintu-pintu keberkahan, termasuk rezeki yang tidak terduga, kebahagiaan, dan ketenangan jiwa. Jurnal ini juga menunjukkan bahwa praktik istighfar dapat menjadi solusi bagi berbagai masalah kehidupan, termasuk krisis yang dihadapi oleh individu dan masyarakat. Dengan demikian, istighfar menjadi bagian integral dari spiritualitas dan praktik keagamaan yang relevan dalam konteks modern, mendorong umat Islam untuk terus berupaya memperbaiki diri dan meningkatkan hubungan dengan Tuhan.
GAYA BAHASA, DIKSI, DAN IMAJINASI: ANALISIS METAFORIS TERHADAP TAFSIR JUZ ‘AMMA ANAK KARYA RONI NUGRAHA Rustandi, Hendi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7651

Abstract

Artikel ini mengkaji gaya bahasa, diksi dan imajinasi: Analisis Metaforis Terhadap Tafsir juz ‘amma Anak Karya Roni Nugraha. Berbeda dengan tafsir anak pada umumnya yang cenderung kuat dalam visualisasi, tafsir anak karya Roni Nugraha lebih mengedepankan aspek gaya bahasa, imajinasi dan diksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir Juz ‘amma untuk anak cenderung dominan menggunakan gaya bahasa perumpanaan dibanding metafora. Di samping itu, tafsir juz ‘amma untuk anak, walau pun berelasi dengan dunia tafsir yang dianggap ilmiah dan serius, namun karena diberikan keterangan untuk anak, maka dalam tafsir tersebut banyak ditemukan diksi humor dengan harapan pembaca tidak cepat jenuh. Di samping diksi humor dan didaktik, diksi kritik sering digunakan Roni untuk mengkritik sikap intoleran, gaya hidup, tidak disiplin dan menyia-nyiakan waktu. Sementara imajinasi dalam tafsir juz ‘amma dimunculkan dalam upaya untuk menumbuhkan kesadaran pada kasih sayang Tuhan, kuasa dan keesaan Tuhan, untuk menumbuhkan sifat empati, dan untuk menumbuhkan rasa takut Translated with DeepL.com (free version)
NILAI TOLERANSI BERAGAMA DALAM AL-QURAN: STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN KLASIK DAN KONTEMPORER Ujang Mimin Muhaemin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7664

Abstract

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia mengalami peningkatan kasus intoleransi yang kerap kali mengatasnamakan agama. Berdasarkan laporan tahunan dari Setara Institute, angka intoleransi beragama di Indonesia masih mengkhawatirkan, terutama dalam bentuk diskriminasi terhadap kelompok minoritas, penolakan pembangunan tempat ibadah, serta aksi kekerasan terhadap kelompok tertentu. Pada tahun 2023 terdapat 217 peristiwa dengan 329 tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 175 peristiwa dengan 333 tindakan. Fenomena ini semakin menguatkan urgensi studi tentang nilai-nilai toleransi. Artikel ini membahas nilai toleransi beragama dalam Al-Qur'an dengan pendekatan studi komparatif antara penafsiran klasik dan kontemporer. Melalui analisis terhadap tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengan kerukunan antaragama, artikel ini menggali pandangan para ulama klasik seperti Ath-Thabari, Ibnu Katsir, dan Al-Qurthubi, serta perbandingannya dengan ulama kontemporer seperti Buya Hamka dan Quraish Shihab. Dengan menelusuri metodologi dan konteks sosial yang melatarbelakangi penafsiran mereka, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana nilai toleransi dalam Al-Qur'an dapat direinterpretasikan dalam konteks modern, serta kontribusi pemikiran mereka dalam menciptakan kerukunan antaragama di Indonesia. Hasil penelitian ini  memberikan perspektif baru mengenai pentingnya pemahaman yang inklusif dalam studi Al-Qur'an dan perannya dalam mempromosikan toleransi di masyarakat multikultural
PERSPEKTIF AL-QURAN DALAM KESEIMBANGAN BERAGAMA: Menakar Moderasi Beragama Melalui Maqashid Syariah Zakaria, Aceng; Thib Raya, Ahmad; Saihu, Made; Rokim, Syaeful
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah meningkatnya urgensi untuk memahami moderasi beragama dalam konteks maqashid syariah, yang merupakan tujuan utama dari syariat Islam. Moderasi beragama atau wasathiyah mengedepankan keseimbangan, keadilan, dan keterbukaan, dan sangat relevan dalam menangkal ekstremisme dan radikalisme. Namun, konsep moderasi dalam Islam harus ditelaah berdasarkan landasan Al-Qur’an dan dikaitkan dengan maqashid syariah, yang mencakup perlindungan atas agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi relasi antara moderasi beragama dan maqashid syariah dalam perspektif Al-Qur’an, serta bagaimana kedua konsep ini dapat mendukung kesejahteraan umat secara holistik. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Al-Qur’an memberikan panduan moderasi dalam beragama yang konsisten dengan tujuan-tujuan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik. Sumber utama yang digunakan adalah ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan prinsip moderasi beragama dan maqashid syariah, serta referensi dari literatur tafsir dan ushul fiqh yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama memiliki keterkaitan erat dengan maqashid syariah, di mana prinsip-prinsip moderasi yang terdapat dalam Al-Qur’an seperti keadilan, keseimbangan, dan toleransi berperan penting dalam menjaga tujuan-tujuan syariah. Moderasi dalam beragama tidak hanya mendukung pencapaian maqashid syariah, tetapi juga memperkuat kesatuan sosial dan perdamaian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa moderasi beragama merupakan manifestasi dari maqashid syariah dalam konteks perlindungan agama dan kehidupan sosial. Kedua konsep ini saling mendukung dan memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an sebagai panduan hidup umat Islam.