cover
Contact Name
Eggy Fajar Andalas
Contact Email
andalaseggy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andalaseggy@gmail.com
Editorial Address
Institute of Culture, University of Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
ISSN : 25808567     EISSN : 2580443x     DOI : 10.22219
Core Subject : Humanities, Art,
Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim of dialogue in contemporary socio-cultural conditions, journals encourage cultural analysis and social change that challenge ideological modes and share inequitable justice, contribute to broad theoretical debates, and help stimulate new and progressive social involvement.
Arjuna Subject : -
Articles 280 Documents
Pemaknaan perempuan Generasi Z terhadap maskulinitas joget Tiktok Dyah Pithaloka; Ivan Taufiq; Mutia Dini
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.24793

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki akar budaya timur sangat kuat dan sistem patriarki masih mengakar. dengan adanya budaya yang beragam di Indonesia, terdapat pula beragam persepsi khalayak terhadap isi media, terutama di media sosial yang saat ini sudah menjadi kebutuhan generasi muda yang saat ini masuk dalam lingkup generasi Z. Belakangan ini, media sosial TikTok menjadi salah satu platform yang memiliki tingkat penggunaan terbanyak. Penggunaan media sosial TikTok tidak memandang jenis kelamin maupun gender, semua bisa menunjukan performanya melalui aplikasi tersebut. Fokus pada penelitian ini adalah bagaimana pemaknaan perempuan generasi Z mengenai laki-laki yang mengikuti trend TikTok, salah satunya unggahan joget TikTok yang dilakukan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tanggapan generasi z yang berjenis kelamin perempuan menenai maskulinitas dari unggahan joget TikTok. Data yang dihasilkan dari wawancara informan, dan akan disajikan dalam bentuk kualitatif deskriptif. Penentuan sumber data ini dilakukan memakai teknik snowball sampling. Penelitian ini mencoba mencari tahu bagaimana cara publik memahami dan menafsirkan isi pesan (pemberian makna), berdasarkan pengalaman dan pandangannya dalam berkomunikasi dan mengonsumsi konten media online, yang dianalisis Teori Resepsi Stuart Hall, melalui pembongkaran pesan media melalui tiga kemungkinan posisi, yaitu dominan, negosiasi dan oposisi. Hasil penelitian secara umum menggambarkan bahwa adalah hal yang wajar bagi laki-laki untuk melakukan joget di TikTok, karena hal itu milik semua gender, namun perlu ditekankan bahwa untuk laki-laki terutama di Indonesia dimana hegemoni patriarti masih sangat mengakar, sebaiknya tarian yang dilakukan juga bukan tarian dengan gerakan gemulai.   Indonesia is a country that has solid Eastern cultural roots and a patriarchal system that is still deeply rooted. With the existence of diverse cultures in Indonesia, there are also various audience perceptions of media content, especially on social media, which has now become a necessity for the younger generation, which is currently included in the scope of Generation Z. Recently, social media TikTok has become one of the platforms that have highest usage rate. The use of social media TikTok does not look at gender or gender. Everyone can show their performance through the application. This research focuses on how Generation Z women interpret meaning regarding men who follow the TikTok trend, one of which is men's upload of TikTok dances. This study aims to look at the responses of the female generation Z regarding masculinity from TikTok dance uploads. Data generated from informant interviews will be presented in a descriptive qualitative form. Determination of data sources is done using the snowball sampling technique. This study tries to find out how the public understands and interprets the contents of messages (giving meaning) based on their experiences and views in communicating and consuming online media content, which is analyzed by Stuart Hall's Reception Theory, through dismantling media messages through three possible positions, namely dominant, negotiation and opposition. The study results generally illustrate that it is natural for men to dance on TikTok because it belongs to all genders. However, it needs to be emphasized that for men, especially in Indonesia, where patriarchal hegemony is still very deep-rooted, it is better if the dances are performed as well, not a dance with graceful movements.
Representasi identitas seksual gay di YouTube Yuni Khoirul Fatimah; Poppy Febriana
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.24860

Abstract

Salah satu platform digital di era Media Baru (New Media) yang paling diminati adalah YouTube. Selain menjadi tempat untuk mengembangkan kreativitas, media sosial YouTube juga menjadi ruang kebebasan berekspresi bagi kelompok minoritas seksual, seperti gay. Penelitian ini berfokus pada realitas kehidupan yang terjadi pada pasangan gay di era Media Baru (New Media), khususnya YouTube. Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana representasi identitas orientasi seksual gay di YouTube. Pendekatan yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan teori analisis semiotik milik Roland Barthes. Hasil penelitian ini adalah  representasi YouTuber gay yang muncul dalam kanal YouTube Max & Yos menggambarkan pesan mengenai cara pasangan gay berekspresi dan menampilkan identitas mereka di media sosial YouTube. Identitas gay sebagai sesama jenis yang telah melangsungkan pernikahan di Amerika ditampilkan secara lugas dalam bentuk video coming out,  digital token berupa teks judul, kalimat yang diungkapkan, gestur, foto profil, adegan romantis, gambar, ikon, dan thumbnail video yang diunggah. Selain itu identitas juga muncul dalam bentuk taste performance yang bisa dilihat dari pemilihan warna di setiap video. Dapat disimpulkan bahwa Max & Yos dalam kanal YouTube pribadinya bebas berekspresi dan menerima identitas seksual gay sebagai bagian dalam diri mereka tanpa mempermasalahkan penolakan atau respon negatif yang diterima di media sosial.   YouTube is one of the most popular digital platforms in the new media era. Besides being a place to develop creativity, YouTube is also a space for freedom of expression for sexual minority groups such as gays. This research focuses on the realities of gay couples' life in the new media era, especially YouTube. This study aims to determine how gay sexual orientation identities are represented on YouTube. The approach used in this research is descriptive qualitative. The theory of this research used is Roland Barthes's semiotic analysis. The results of this study are representations of gay YouTubers that appear on the Max & Yos YouTube channel about messages on how gay couples express and present their identities as same-sex couples on YouTube social media. Gay identity as same-sex people who have married in America is displayed straightforwardly in the form of coming-out videos, digital tokens in the title text, spoken sentences, gestures, profile photos, romantic scenes, images, icons, and uploaded video thumbnails. Apart from that, identity also appears in the form of taste performance can be used from the colour selection in each video. It can be concluded that Max & Yos, in their personal YouTube channel, are free to express themselves and accept gay sexual identity as part of themselves without questioning the rejection or negative responses received on social media.
Gambaran nilai dan kebiasaan budaya Jawa dan Batak pada pengendalian diri: Analisis psikologi budaya Riska Trismayangsari; Yuliana Hanami; Hendriati Agustiani; Shally Novita
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25225

Abstract

Jawa dan Batak sebagai dua suku terbesar di Indonesia memiliki perbedaan cukup mencolok dari cara berbicara dan bersikap. Tak hanya itu, nilai-nilai yang diajarkan pada anak-anaknya melalui pengasuhan juga dapat berbeda, salah satunya adalah nilai dalam pengendalian diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran nilai-nilai budaya yang diajarkan melalui pengasuhan yang berkontribusi dalam mempengaruhi pengendalian diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan dalam studi ini berjumlah empat orang dengan dua orang bersuku Jawa dan dua orang bersuku Batak. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan melalui google meet. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai-nilai yang berkontribusi dalam membentuk pengendalian diri dari suku Jawa adalah sopan santun atau tata krama, kejujuran, disiplin, dan kepercayaan. Sementara pada suku Batak adalah nilai tanggung jawab, agama, pendidikan, dan kejujuran. Oleh karena itu, adanya pengaruh budaya yang diturunkan terhadap pengendalian diri dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan intervensi.    Javanese and Batak are the two largest ethnic groups in Indonesia. They have pretty striking differences in the way they speak and behave. Not only that, but the values taught to their children through parenting can also be different. One of them is the value of self-control. This study aims to find out the picture of cultural values taught through parenting that contributes to influencing self-control. This research uses a descriptive qualitative approach. The participants in this study were four people. They are two Javanese and two Batak. The data was obtained through interviews via google meet. The result of the study found that the values that influence the self-control of the Javanese are manners, honesty, discipline, and trust while the Batak are responsibility, religion, education, and honesty. Therefore, the influence of inherited culture on self-control can be considered in intervening.
Jejak falsafah Alam Takambang Jadi Guru dalam repertoar musik tradisional Minangkabau Ayuthia Mayang Sari; Syeilendra Syeilendra; Hengki Armez Hidayat
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25242

Abstract

Alam Takambang Jadi Guru merupakan falsafah yang melandasi cara berpikir masyarakat Minangkabau. Falsafah ini juga sebagai norma-norma adat dan turunannya untuk menjalankan kehidupan yang diatur dalam adat Minangkabau. Jejak  Alam Takambang Jadi Guru atau "segala sesuatu yang ada di ‘alam’ dapat dijadikan guru" terlihat jelas dari penggunaan kata-kata yang berasal dari “alam” (sifat, tumbuhan, hewan, benda, tempat dan kegiatan maupun peristiwa atau kejadian) sebagai bagian dari norma adat yang mengatur setiap tindakan masyarakat Minangkabau baik individu maupun kelompok. Penggunaan kata maupun tutur yang merujuk kepada “alam” dalam setiap falsafah dan norma adat mengacu pada makna kiasan, sehingga falsafah dan norma adat tersebut mampu untuk memunculkan arti serta maknanya. Filosofi Alam Takambang Jadi Guru juga berdampak pada kesenian khususnya musik tradisional Minangkabau. Hal ini terlihat dalam syair dendang dan penamaan repertoar-repertoar musik tradisional Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana falsafah Alam Takambang Jadi Guru digunakan dan bagaimana munculnya dalam kesenian ksususnya musik tradisional Minangkabau sebagai representatif dari falsafah itu sendiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi serta studi literatur. Hasilnya adalah ditemukannya beberapa repertoar kesenian tradisional Minangkabau dengan menggunakan kata maupun tutur yang merujuk kepada “alam” sebagai jejak dari falsafah Alam Takambang Jadi Guru. Nama maupun tutur tersebut hadir dalam repertoar-repertoar musik tradisional Minangkabau yang sesuai dengan interpretasi masyarakat Minangkabau dalam melihat fenomena “alam”.   Alam Takambang Jadi Guru is a philosophy that underlies the way of thinking of the Minangkabau people as customary norms and derivatives to carry out a life regulated in custom. The traces of Alam Takambang Jadi Guru, or "everything in nature can be used as a teacher", is seen from the use of words derived from “nature” (Characteristic, plants, animals, objects, places and activities or events) as part of customary norms that regulate every action of the Minangkabau community both individuals and groups. The use of names and speech that refer to "nature" in every philosophy and customary norm refers to figurative meanings so that these traditional philosophies and standards can bring out their meanings. The Philosophy of Alam Takambang Jadi Guru also impacts art, mainly traditional Minangkabau music. This can be seen in the dendang poetry and the naming of traditional Minangkabau music repertoire. This study aims to know the extent to which the philosophy of Alam Takambang Jadi  Guru is used and how the emergence in the arts, especially Minangkabau traditional music, represents the philosophy itself. The method used in this study is descriptive qualitative with a phenomenological approach. Data collection is carried out by interview, observation and literature study techniques. The result was the discovery of several repertoires of traditional Minangkabau arts using words and words that refer to "nature" as traces of the philosophy of Alam Takambang Jadi Guru. The name and speech are present in the repertoire of traditional Minangkabau music following the interpretation of the Minangkabau people in seeing the phenomenon of nature.
Identitas musik: Studi netnografi rilisan musik di Bandung Oki Turatula Narendra Wigati; Raden Muhammad Mulyadi; Widyo Nugrahanto
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25253

Abstract

Penggemar dan penikmat musik mulai kembali membeli pemutar analog, membeli rilisan dan mengoleksinya. Hal tersebut memunculkan fenomena mengunggah koleksi rilisan musik di instagram. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi identitas musik remaja oleh idharrez, amenkcoy, opetho, alter.naive, dan iamcollapse. Adapun signifikansi topik dalam penelitian ini adalah identitas musik yang berkaitan dengan aging dengan keterlibatnnya dalam mengoleksi rilisan musik fisik yang diunggah di media sosial.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menampilkan data-data untuk mendukung temuan penelitian, serta kajian literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan netnografi dalam mengamati jejak digital yang menampilkan keterlibatan dalam lingkup musik di instagram. Selain itu, melakukan wawancara untuk memperoleh kedalaman informasi melalui lima informan pemilik akun instagram yang dikelola warga kota Bandung dengan rentang usia 35 sampai 42 tahun. Pemilihan kelima pemilik akun yang menjadi informan peneliti berdasarkan kredibilitas yang sudah dikenal dalam lingkup musik di kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan mengunggah rilisan musik fisik di usia muda telah membentuk identitas yang melekat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah musik berperan bagi hidup mereka maka hingga saat ini mereka tetap berada dalam lingkup musik; karya, dan kiprahnya telah dikenal di kota Bandung terlihat dari unggahan mereka di instagram.   Music fans and connoisseurs are returning to buying analog players, purchasing releases, and collecting them. This led to the phenomenon of uploading a collection of music releases on Instagram. The purpose of this research is to reconstruct the musical identity of youth by idharrez, amenkcoy, opetho, alter.naive, and iamcollapse. The significance of the topic in this study is musical identity related to aging with involvement in collecting physical music releases uploaded on social media. This qualitative research presents data to support research findings and a literature review. This study uses a netnographic approach to observing digital footprints that display involvement in the music sphere on Instagram—in addition, conducting interviews to obtain in-depth information through five informants who own Instagram accounts managed by residents of the city of Bandung with an age range of 35 to 42 years. The five account owners who became research informants were selected based on credibility that was well-known in the music scene in the city of Bandung. The results of this study indicate that the activeness of uploading physical music releases at a young age has formed an inherent identity. This study concludes that music plays a role in their lives, so until now, they are still within the scope of music; their works and work have been known in Bandung, as seen from their uploads on Instagram.
Potensi wisata religi makam Ki Marogan sebagai upaya pelestarian kearifan lokal di kota Palembang Oktaria Lestari; Hudaidah Hudaidah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25265

Abstract

Wisata religi merupakan salah satu jenis wisata yang berhubungan dengan aspek-aspek keagamaan. Kegiatan wisata ke tempat keagamaan memiliki makna tertentu bagi umat beragama. Salah satu destinasi wisata religi di Kota Palembang terdapat di Komplek Pemakaman Ki Marogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata religi makam Ki Marogan sebagai upaya untuk melestarikan kearifan lokal di Kota Palembang. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai fakta secara akurat dan sistematis. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara yang mandalam dan observasi langsung ke makam Ki Marogan, sedangkan sumber data sekunder melalui penelusuran literatur dari buku, jurnal, dan laporan penelitian terkait informasi makam Ki Marogan. Berdasarkan dari observasi lapangan bahwa Komplek Pemakaman Ki Marogan memiliki daya tarik tersendiri sebagai wisata religi yang ada di Kota Palembang. Salah satunya terdapat masjid Ki Marogan yang merupakan masjid tertua di Kota Palembang dan memiliki arsitektur yang dipengaruhi oleh kebudayaan Cina, India, dan Arab.   Religious tourism is a type of tourism related to religious aspects. Tourist activities to religious places have a certain meaning for religious people. One of the religious tourism destinations in Palembang City is in the Ki Marogan Cemetery Complex. This research aimed to determine the potential of religious tourism of Ki Marogan's tomb as an effort to preserve local wisdom in Palembang City. The method used was a descriptive qualitative research method with the aim of describing various facts accurately and systematically. The type of data in this study was carried out using primary data and secondary data. As for data collection techniques through deep interviews and direct observation to Ki Marogan's tomb, while the secondary data source was through literature search from books, journals, and research reports related to Ki Marogan's tomb information. This research discussed the existence of Ki Marogan tomb, religious tourism in the Ki Marogan Cemetery Complex, and the values of local wisdom of Ki Marogan tomb. Based on field observations, the Ki Marogan Cemetery Complex has its own charm as a religious tour in the city of Palembang. One of them is the Ki Marogan mosque which is the oldest mosque in Palembang City and has architecture influenced by Chinese, Indian and Arabic culture.
Perspektif pembangkangan sipil terhadap pelarangan perilaku buang air besar sembarangan Odelia Christy Putri Tjandra; Sania Maharani Devianti; Bernadeth Gisela Lema Udjan
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25306

Abstract

Perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) masih ditemui di Indonesia khususnya pada Kabupaten Pasuruan. Perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dapat mengakibatkan dampak kesehatan terhadap masyarakat. Untuk mereduksi perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) pemerintah kabupaten menerbitkan Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik namun hingga saat ini terdapat masyarakat yang melakukan perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Adapun tujuan riset ini yaitu; untuk mereduksi perilaku masyarakat untuk melakukan BABS, mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perilaku BABS masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan belum berubah walaupun telah diterbitkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019, mengetahui strategi yang dapat dilakukan agar Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2019 dapat diimplementasikan dengan efektif.  Jenis penelitian yang akan dipergunakan merupakan penelitian yuridis empiris dan dilakukan di Desa Tambak Lekok, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam (indepth interview) secara langsung dan melalui focus group discussion (FGD). Metode yang dipergunakan dalam menganalisis strategi, yakni metode form SWOT, analisis data mempergunakan analisis faktor internal dan faktor eksternal. Diketahui bahwa penerapan Perda tersebut belum efektif diimplementasikan di masyarakat karena terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Sehingga dibutuhkan suatu strategi dalam implementasi dari adanya Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik agar dapat mengurangi perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan).   Open Defecation Free (ODF) behavior is still found in Indonesia, especially in Pasuruan Regency. The behavior of open defecation free can have a health impact on the community. To reduce the behavior of ODF, the district government issued Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, but until now, some people have carried out ODF behavior. The type of research to be used is empirical juridical research carried out in Tambak Lekok Village, Pasuruan Regency. The objectives of this research are; to reduce community behavior to defecate, find out what factors cause community defecation behavior in the Pasuruan Regency area has not changed even though Perda Kabupaten Pasuruan No. 11 Tahun 2019 has been issued, know the strategies that can be done so that Perda Kabupaten Pasuruan No. 11 Tahun 2019 can be implemented effectively. This research uses a qualitative approach with in-depth interview data collection techniques directly and through focus group discussions (FGD). The methods used in analyzing strategies, namely the SWOT data analysis, use the analysis of internal and external factors. It is known that the implementation of local government regulation has not been effectively implemented in the community because several factors affect it, so a strategy is needed to implement Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2019 in order to reduce the behavior of ODF.
高考 Gāokǎo sebagai penentu masa depan: Tinjauan film Better Days (少年的你 Shào Nián de Nǐ) Dhea Ananda Rakhmatika; Ayesa Ayesa; Tri Wahyu Retno Ningsih
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25314

Abstract

高考 Gāokǎo adalah sistem ujian masuk perguruan tinggi nasional di Tiongkok. Sistem ujian 高考 gāokǎo menjadi salah satu fenomena di Tiongkok karena dianggap penting untuk menentukan masa depan siswa (Liu, 2006). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi 高考 gāokǎo sebagai penentu masa depan siswa di Tiongkok dalam film “Better Days” atau dalam Bahasa Mandarin berjudul 《少年的你 Shào Nián de Nǐ》. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan paradigma fenomenologi. Data penelitian ini menggunakan transkripsi data tekstual berupa dialog Bahasa Mandarin antar tokoh-tokoh film “Better Days”. Data dianalisis menggunakan teori Liu (2006) mengenai peran penting ujian 高考 gāokǎo. Melalui empat belas data berupa dialog yang berkaitan dengan ujian, diketahui bahwa 高考gāokǎo dianggap penting bagi guru, orang tua, dan siswa itu sendiri. Dari sudut pandang guru, 高考 gāokǎo sebagai pembimbing pengajaran dan pembelajaran di sekolah menengah dan juga mengangkat derajat guru dan sekolah. Selanjutnya, dari sudut pandang orang tua yaitu kelak dapat memperbaiki kehidupan perekonomian dan mengangkat derajat keluarga. Terakhir, dari sudut pandang siswa, 高考 gāokǎo menjadi harapan untuk mengubah status sosial di masa depan dan kehidupan yang sejahtera.   高考 Gāokǎo is The National College Entrance Examination which is held in China. It has become a phenomenon in China since it is considered important to determine students’ future (Liu, 2006). The aim of this study is that to know the urgency of  高考 gāokǎo as a determinant of the students’ future in China in the film “Better Days” or in Mandarin entitled 《少年的你 Shào Nián de Nǐ》. Furthermore, this study was a descriptive qualitative research by using a phenomenological paradigm. The data of this study used transcription of textual data in the form of dialogues in Mandarin between the characters in the film “Better Days”. Moreover, the data were analyzed by using (Liu, 2006) theory regards to the important role of the高考gāokǎo examination. Through fourteen data in the form of dialogues related to exams, it shows that高考gāokǎo is considered important for teachers, parents, and the students themselves. Meanwhile, from the teacher’s point of view, 高考gāokǎo has function to guide teaching and learning in senior high schools; besides, it has function to elevate teachers and schools. In addition, from the parents’ point of view, it can improve economic life in the future and elevate the degree of the family. Finally, from student’s point of view, 高考gāokǎo is a hope for changing social status in the future and a prosperous life.
Strategi komunikasi pemasaran The Body Shop melalui brand ambassador: Studi kasus Iqbaal Ramadhan Salma Aisya; Poppy Febriana
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25348

Abstract

Strategi pemasaran memainkan peran penting dalam bisnis untuk mencapai tujuan bisnis yang tepat. Strategi pemasaran yang tepat banyak digunakan dengan cara memasangkan sebuah iklan atau promosi. Salah satunya menggunakan strategi brand ambassador. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi pemasaran The Body Shop dalam menciptakan brand image. Dengan memanfaatkan Iqbaal Ramadhan sebagai brand ambassador. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penelitian studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori  FRED yaitu familiarity, relevance, esteem, dan differentiation. Data yang dikumpulkan melalui beberapa postingan akun media sosial dari The Body Shop dan akun pribadi Iqbaal Ramadhan. Berdasarkan hasil penelitian ini The Body Shop menggunakan strategi pemasaran sosial media Instagram, TikTok, dan website yang menjadi sebuah media komunikasi juga media penghubung antara konsumen The Body Shop serta penggemar Iqbaal Ramadhan dan para generasi milenial saat ini agar informasi mengenai The Body Shop juga dikenal ke khalayak.   Marketing strategy plays an essential role in achieving the right business goals. The right marketing strategy is widely used by placing an advertisement or promotion. One of them is using the brand ambassador strategy. This study analyses how The Body Shop's marketing communication strategy for creating a brand image by utilizing Iqbaal Ramadhan as a brand ambassador. This type of research uses a qualitative descriptive method with case study research. This study uses the FRED theory: Familiarity, Relevance, Esteem and Differentiation. Data was collected through several social media posts from The Body Shop and Iqbaal Ramadhan's personal account. Based on the results of this study, The Body Shop uses a social media marketing strategy of Instagram, TikTok, and a website which is a medium of communication as well as a liaison medium between The Body Shop consumers and Iqbaal Ramadhan fans and the current millennial generation so that information about The Body Shop is also known to the public.
Transformasi cerita dalam ludruk menjadi cerita Gambus Misri di Kabupaten Jombang Abi Utomo; Taufik Dermawan; Yuni Pratiwi
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25373

Abstract

Kesenian Gambus Misri  adalah kesenian berasal dari lingkungan pesantren yang diciptakan oleh santri Tebuireng bernama Asfandi sebagai respon budaya dari lingkungangan yang dibentuk Ludruk. Ludruk  semula memiliki latar belakang sosial yang dekat dengan masyarakat mengambil cerita bertema keluarga, desa, perjuangan, dan legenda kemudian bertransformasi menjadi kesenian Gambus Misri yang memiliki corak keislaman akibat dari pertumbuhan pondok pesantren yang semaikin meluas  di Jombang.  Namun keberadaan kesenian Gambus Misri tidak mengubah eksistensi kesenian Ludruk di deretan kesenaian Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi yang membahas tentang transformasi cerita dalam Ludruk menjadi cerita Gambus Misri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan keterpengaruhan aktivitas kesenian Ludruk terhadap lingkungan pesantren sehingga memunculkan kebudayaan baru. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, penelitian ini akan menghasilkan kajian yang sesuai dengan keadaan lapangan. Penelitian ini mampu menjadi bahan referensi kesejarahan transformasi cerita dalam Ludruk menjadi cerita Gambus Misri bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.   Gambus Misri art originates from the Islamic boarding school environment created by a Tebuireng student named Asfandi as a cultural response to the environment formed by Ludruk. Ludruk originally had a social background close to the community, took stories on the themes of family, village, struggle, and legends, then transformed into Gambus Misri art, which has an Islamic style due to the growth of Islamic boarding schools which are increasingly expanding in Jombang. However, the existence of Gambus Misri art does not change the presence of Ludruk art in the Jombang line of art. This qualitative research uses an ethnographic approach that discusses the transformation of the story in Ludruk into the tale of Gambus Misri. This research aims to show the influence of Ludruk art activities on the pesantren environment so that a new culture emerges. Using an ethnographic approach, this research will produce a study appropriate to the situation in the field. This research can become a historical reference material for transforming the story in Ludruk into the story Gambus Misri for the Jombang Regency Education and Culture Office.