cover
Contact Name
Eggy Fajar Andalas
Contact Email
andalaseggy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andalaseggy@gmail.com
Editorial Address
Institute of Culture, University of Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
ISSN : 25808567     EISSN : 2580443x     DOI : 10.22219
Core Subject : Humanities, Art,
Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim of dialogue in contemporary socio-cultural conditions, journals encourage cultural analysis and social change that challenge ideological modes and share inequitable justice, contribute to broad theoretical debates, and help stimulate new and progressive social involvement.
Arjuna Subject : -
Articles 280 Documents
Maskulinitas dan Relasi yang Termediasi dalam Perfect Strangers Rizal, Iqbal Abdul; Prabasmoro, Tisna; Adipurwawidjana, Ari J.
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performativitas maskulinitas dalam relasi langsung dan termediasi oleh telepon seluler yang disajikan Perfect Stranges (2022). Perfect Strangers (2022) yang bergenre drama komedi, menyajikan hubungan yang termediasi menimbulkan kekaburan dalam identitas gender yang memengaruhi performativitas maskulinitas tokoh laki-laki karena adanya mediasi telepon seluler. Fase gerhana bulan dalam Perfect Strangers (2022) menjadi media film untuk menyampaikan komedi yang memuat permasalahan terkait performativitas maskulinitas. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan naratologi film dengan mengelaborasi gagasan maskulinitas Connell, gagasan performativitas gender Judith Butler, dan gagasan Cerulo & Ruanie terkait relasi yang termediasi.  Penelitian akan mengkaji penyajian sinematik hubungan antara performativitas maskulinitas dalam relasi yang termediasi oleh telepon seluler dalam Perfect Strangers (2022) versi Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Perfect Strangers performativitas gender melalui telepon seluler digambarkan menimbulkan kekaburan dalam hubungan fisik atau relasi tatap muka. Performativitas gender yang mengacu pada penampilan dan tindakan berulang dalam hubungan tatap muka berbeda dengan relasi yang termediasi dapat digunakan untuk menutupi jati diri yang sebenarnya termasuk identitas seksual. Individu nonheteronormatif dapat menyembunyikan identitas seksualnya dalam hubungan relasi yang termediasi.   This study aims to examine the performativity of masculinity in direct and mediated relationships by cell phones presented in Perfect Strangers (2022). Perfect Strangers (2022), a comedy-drama genre, presents a mediated relationship that causes blurring in gender identity that affects the masculinity performativity of male characters due to the mediation of cell phones. The lunar eclipse phase in Perfect Strangers (2022) becomes a film medium to convey comedy that contains problems related to masculinity performativity. This research is analyzed using film narratology by elaborating on Connell's idea of masculinity, Judith Butler's idea of gender performativity, and Cerulo & Ruanie's idea of mediated relationships.  The research will examine the cinematic presentation of the relationship between masculinity performativity in cell phone-mediated relationships in the Indonesian version of Perfect Strangers (2022). This research shows that in Perfect Strangers, gender performativity through cellular phones is depicted as causing blurring in physical or face-to-face relationships. Gender performativity which refers to the appearance and repetitive actions in face-to-face relationships in contrast to mediated relationships can be used to mask true identities including sexual identity. Non-heteronormative individuals can hide their sexual identity in mediated relationships
Kajian Dialektologi Sinkronis Bahasa Cirebon: Sebuah Upaya Menggali Unsur Relik Itaristanti, Itaristanti; Laily, Idah Faridah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.32709

Abstract

Usaha melestarikan dan menjaga bahasa-bahasa daerah di Indonesia masih harus ditingkatkan, sekalipun untuk bahasa yang berstatus aman. Hal ini dikarenakan penggunaannya semakin tergeser oleh pemakaian bahasa nasional dan bahasa asing yang dianggap lebih memiliki nilai prestise. Oleh karena itu, peneliti tertarik memetakan dialek-dialek pada salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia, yaitu bahasa Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan leksikal yang ada dalam dialek bahasa Cirebon di Kecamatan Kapetakan, Panguragan, Plered, Dukupuntang, Mundu, Waled, Pabedilan, dan Losari di Kabupaten Cirebon serta menggambarkan perbedaan tersebut ke dalam peta dialek. Metode yang digunakan pada tahap pengumpulan data adalah metode pupuan lapangan yang dilanjutkan dengan teknik rekam dan catat. Metode analisis data menggunakan metode dialektometri, sedangkan penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antardaerah yang diperbandingan terdapat kriteria perbedaan bahasa, perbedaan dialek, perbidaan wicara, dan tidak ada perbedaan. Karakteristik bahasa Cirebon tampak pada beberapa ciri. Pertama, banyak terdapat bunyi glotal stop [/] dan berada pada posisi ultima terbuka, misalnya pada kata [sira/], [kita/], [sapa/], dan sebagainya. Kedua, bunyi [o] dominan muncul di Plered, misalnya pada kata [muto], [tibo], [oro], dan lain-lain. Ketiga, penggunaan bunyi semivokal [ʸ] dan [W] muncul hampir merata pada daerah pengamatan, misalnya pada kata [kiʸ|n], [iʸ|], [kiʸE/], dan [kuW|n]. Keempat, retrofleks juga dijumpai pada bahasa Cirebon, misalnya pada kata [waḍOn] yang digunakan di daerah Kapetakan, Panguragan, Plered, Dukupuntang, Pabedilan, dan Losari. Kelima, secara morfologis, kata kerja ada yang dibentuk dengan proses nasalisasi [n], [nd], [G], [nj], [ñ], [m], dan [mb], misalnya pada kata [nalEni/], [ndamOni], [GambUG], [njaIt], [macUl], [mbalaG], dan [mlaku/]. Ada pula kata kerja yang dibentuk dengan reduplikasi, misalnya [j|jaGan] dan [kukur-kukur]. Keenam, pada bidang semantik, dalam medan makna kekerabatan, terdapat kata [rabi] yang mengacu pada ‘istri’ dan [laki] yang mengacu pada ‘suami’. Jika dibandingkan dengan bahasa Jawa dialek standar, baik istri maupun suami diungkapkan dengan kata [bojo]. Pada medan makna kata ganti orang, terdapat kata [isun] dan [kita] yang berarti ‘saya’ dan [sira] yang dapat berarti ‘kamu’ dan ‘dia’. Pada medan makna kata kerja, terdapat kata yang bermakna lebih khusus, misalnya pada kata yang berarti ‘meludah’. Glos [riʸa/] berarti proses meludah yang menimbulkan suara keras karena mengeluarkan dahak dari tenggorok, sedangkan [idu] berarti proses meludah tanpa menimbulkan suara. Preserving local languages in Indonesia still have to improved, even for languages with safe status. This is because its use is increasingly diplaced by the use of national and foreign language which are considered to have more prestige value. Therefore, the researcher is interested in mapping the dialects of local languages in Indonesia, namely Cirebon language. This study aimed to (1) describe different lexemes in a dialect of Cirebon language in Kapetakan, Panguragan, Plered, Dukupuntang, Mundu, Waled, Pabedilan, and Losari Regencies and (2) draw a language map of different lexemes. This research collected data using the pupuan lapangan method with structural interview, recording, and note-taking techniques, successively. The collected data were analyzed using the dialectometry method. Then, the results of this analysis were presented using the formal method. This study revealed that there were criteria of language differences, dialectical differences, phonological aspect differences, and no differences. Besides these results, this study discovered the characteristics of Cirebon language, as follows. There are many glottal stop sounds [/] that are distinct in open ultima positions, as in the word [sira/], [kita/], [sapa/],etc. The sound [o] dominantly appears in Plered, as in the word [muto], [tibo], [oro], etc. Meanwhile, semivowel [ʸ] and [W] are used in nearly all observation areas; for example, the word [kiʸ|n], [iʸ|], [kiʸE/], and [kuW|n]. Retroflex is also found in Cirebon language as in the word [waḍOn]. This sound is used in Kapetakan, Panguragan, Plered, Dukupuntang, Pabedilan, and Losari. Morphologically, some verbs are formed by the nasalization process [n], [nd], [G], [nj], [ñ], [m], dan [mb], as in the word [nalEni/], [ndamOni], [GambUG], [njaIt], [macUl], [mbalaG], and [mlaku/]. Meanwhile, some other verbs are formed by the reduplication process, as in the word [j|jaGan] dan [kukur-kukur]. Semantically, the word [rabi] refers to ‘istri’ and [laki] refers to ‘suami’. In standard Javanese, both of ‘istri’ and ‘suami’ expressed by the word [bojo]. In addition, the word [isun] refers to ‘saya’ and [sira] refers to ‘kamu’ dan ‘dia’. There were more specific semantic domains; for example, the word mean ‘meludah’. The gloss [riʸa/] is interpreted as a process of spitting that raises a loud voice and removes the mucus or phlegm from the throat. Meanwhile, the gloss [idu] refers to the process of spitting without making a sound.
Kusmindari Triwati: Tokoh Pelestari Seni Tari di Kota Pontianak Adalia, Sephira; Oktariani, Dwi; Ismunandar, Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32747

Abstract

Kusmindari Triwati, seorang koreografer aktif di Kota Pontianak, telah menciptakan lebih dari 50 jenis tari tradisional dan kreasi yang dipentaskan secara lokal dan internasional. Selain itu, ia mendirikan Sanggar Andari yang bertujuan melestarikan kesenian tari tradisional di Indonesia. Penelitian biografinya menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif untuk menganalisis perjalanan hidup dan kontribusinya dalam dunia seni tari. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Triwati adalah seorang seniman tari yang sukses, dengan dukungan dari keluarga, lingkungan kerja, dan berbagai penghargaan yang diterimanya, termasuk gelar Tokoh Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Sanggar Andari, yang dipimpinnya, berperan dalam mengembangkan tari tradisional di Kota Pontianak dan melatih generasi muda untuk mengikuti festival tari nasional dan se-Kalimantan. Karya-karyanya yang populer, seperti tari nugal, tari tiga serangkai, dan tari rampak rebana, telah meraih banyak penghargaan dari berbagai instansi. Harapannya adalah agar masyarakat mencintai dan melestarikan budaya daerah dengan totalitas. Sebagai tokoh pelestari tari di Kota Pontianak, kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menghargai dan mempertahankan warisan budaya mereka.   Kusmindari Triwati, an active choreographer in Pontianak City, has created more than 50 types of traditional dances and creations performed locally and internationally. She also founded Sanggar Andari, which aims to preserve traditional dance arts in Indonesia. This research aims to uncover and describe Kusmindari Triwati's biography. The research uses a qualitative approach with descriptive methods to analyze her life journey and contributions to the world of dance. Primary and secondary data were collected through literature studies, observations, interviews with informants, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research results show that she is a successful dancer, supported by family, work environment, and various awards, including the Cultural Figure of West Kalimantan Province awarded by the Governor. Kusmindari Triwati founded Sanggar Andari, which develops traditional dance by educating the younger generation of Pontianak to participate in national and Kalimantan-level dance festivals. Her popular works, such as the nugal dance, three serangkai dance, and rampak rebana dance, have received numerous awards from various institutions. Her hope is that people will love and preserve their local culture wholeheartedly. As a dance preservation figure in Pontianak, her life journey can inspire people to appreciate and maintain their cultural heritage.
Strategi Pembelajaran Tari Untuk Anak di Sanggar Andari Kota Pontianak Afilla, Mutia; Oktariani, Dwi; Ismunandar, Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang di gunakan Sanggar Andari di Kota Pontianak dalam menerapkan pembelajaran tari untuk anak. Dengan menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif untuk memaparkan data-data yang ditemukan dilapangan dari hasil wawancara bersama narasumber yang terlibat dalam proses pembelajaran, observasi serta berbagai studi dokumentasi melalui reduksi data, deskripsi data, dan pengambilan kesimpulan sehingga teknik validasi data nya dapat di uji melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tari untuk anak di Sanggar Andari adalah dengan mengikuti instruksi dari pelatih. Materi yang diberikan untuk anak adalah tari tradisional dan tari kreasi baru Kalimantan Barat dan Nusantara untuk kelas dasar dan mahir atau lanjutan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah strategi pembelajaran demontrasi terbimbing, strategi pembelajaran kontekstual, dan strategi pembelajaran kooperatif yang dilakukan oleh pelatih. Tahapan evaluasi dilaksanakan setahun dua kali dengan sistem pertunjukan tari sekaligus sebagai apresiasi bagi anak dalam proses untuk naik ke tingkat selanjutnya. Sedangkan kendala yang ditemukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu anak kadang merasa jenuh, tidak fokus pada saat pembelajaran berlangsung, pelatih berusaha mengatasi hal tersebut melalui upaya seperti anak akan diberi penanganan khusus, memberikan dorangan, motivasi serta kata kata yang akan membangun semangat anak dalam pembelajaran di Sanggar Andari Kota Pontianak.   This research aims to describe the learning strategies used by Sanggar Andari in implementing dance learning for children. Dance learning for children at Sanggar Andari is one way to improve children's development. Using qualitative descriptive research methods to present data found in the field from interviews with sources involved in the learning process, observations and various documentation studies to support data regarding the learning strategies used at Sanggar Andari in children's classes. Then it is analyzed through several stages, namely: data reduction, data description, and drawing conclusions so that the data validation technique can be tested through source triangulation techniques. The research results obtained show that the dance learning strategy for children at Sanggar Andari, Pontianak City is to follow the instructions of the trainer. The material provided for children is lenggang broken Sembilan as the most basic material for Andari studios for children and the Main Sarong dance material is provided for classes of children who have entered advanced or advanced classes. The learning method used is a guided demonstration method carried out by the Sanggar Andari dance trainer. The evaluation stage is carried out twice a year using a dance performance system as well as an appreciation for children in the process of moving to the next level. Meanwhile, the obstacles found during learning activities are that children sometimes feel bored and do not focus while learning is taking place. The trainer tries to overcome this through efforts such as giving children special treatment, providing encouragement, motivation and words that will build children's enthusiasm for learning. took place at Sanggar Andari.
Proses Kreatif Kusmidari Triwati dalam Penciptaan Tari Rampak Rebana di Sanggar Andari Kota Pontianak Permatasari, Risda Pancha; Oktariani, Dwi; Ismunandar, Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32750

Abstract

Tari Rampak Rebana merupakan tari kreasi baru ciptaan Ibu Kusmindari Triwati, berlandaskan kesenian melayu yang bernafaskan islam dan terdapat pengembangan langkah gerak tari tradisi Melayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Triangulasi data mengolah hasil observasi, wawancara, dokumentasi, yang didapatkan untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil Penelitian ini untuk mengungkap proses kreatif kusmindari triawati dalam penciptaan tari rampak rebana di sanggar andari. Tari rampak rebana adalah eksplorasi gerak yang dilakukan dengan mengamati hubungan antar penari dan pemusik dalam bermain rebana, pola-pola gerak Radad, langkah dan syara. Improvisasi dilakukan dengan melanjutkan tahapan eksplorasi sehingga lebih berkualitas. Evaluasi dilakukan dengan memilih dan memilah rangkaian kebutuhan unsur tarinya. Komposisi tari dilakukan dengan menyusun gerak dan unsur tari lainnya yang telah dihasilkan dalam proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Melalui banyak proses yang dilewati oleh Kusmindari Triwati yang mengajak beberapa seniman musik hingga pada akhirnya tari Rampak Rebana berhasil tercipta pertama kalinya ditahun 1996 dan terus menerus di pertahankan eksistensinya hingga sekarang.   The Rampak Rebana dance is a new dance creation created by Mrs. Kusmindari Triwati, based on Malay arts with an Islamic spirit and there is a development of traditional Malay dance steps. The method used in this research is descriptive qualitative with a choreographic approach. The data in this research is presented in qualitative descriptive form with a choreographic approach. Data triangulation processes the results of observations, interviews, documentation, which are obtained to obtain research results. The results of this research are to reveal the creative process of Kusmindari Triawati in creating the Rampak Tambourine dance at Andari Studio. Rampak tambourine dance is an exploration of movement carried out by observing the relationship between dancers and musicians in playing the tambourine, Radad movement patterns, steps and syara. Improvisation is carried out by continuing the exploration stage so that it is of higher quality. Evaluation is carried out by selecting and sorting a series of needs for the dance elements. Dance composition is done by arranging movements and other dance elements that have been produced in the process of exploration, improvisation and composition. Through many processes, Kusmindari Triwati invited several musical artists until finally the Rampak Rebana dance was successfully created for the first time in 1996 and continues to maintain its existence until now.
Pola Komunikasi Public Relations terhadap Fiksi Penggemar: Alternative Universe (AU) dalam Media Jurnalistik Digital (Media Sosial X) Amanda, Finny Syabhina; Saragih, M. Yoserizal
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32830

Abstract

Dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, komunikasi dapat memecahkan masalah dan meningkatkan hubungan. Teknologi Informasi dan Komunikasi telah memungkinkan terjadinya interaksi tatap muka dan virtual. Internet dan media sosial adalah hasil dari kemajuan teknologi yang memungkinkan orang untuk mengakses informasi, pengetahuan, pendidikan, dan kesenangan. Teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan Twitter. Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal yaitu (1) Pola komunikasi public relations pada akun twitter @perfectlyfine terhadap fiksi penggemar alternative universe (AU) dalam media jurnalistik digital (2) Faktor pendukung dan penghambat yang terjalin antara author dengan readers (3) Alasan media sosial X yang merupakan media jurnalistik digital ini dipilih sebagai media saluran komunikasi dan produksi sebuah karya fiksi penggemar berupa alternative universe (AU). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer denga teknik purposive sampling yang melibatkan informan kunci dan informan pendukung, yaitu pemilik akun Twitter @perfecltyfine serta pengikut yang merupakan pembaca cerita fiksi pada akun Twitter @perfecltyfine serta data sekunder melalui jurnal, buku, maupun artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi public relations yang digunakan penulis menggunakan metode pola komunikasi sirkular dalam setiap proses penyampaian pesan kepada para pembacanya; Media sosial X merupakan salah satu media jurnalisme elektronik yang digunakannya. Media sosial X juga digunakan untuk mendistribusikan cerita fiksi penggemar (fan fiction) alternative universe (AU) karya penulis yang dapat dibaca oleh pembaca dari berbagai kalangan pengguna X. Faktor-faktor yang mendukung proses komunikasi antara penulis @perfecltyfine dengan pembaca cerita fiksi AU antara lain: (1) Metode penulis sangat menentukan sebuah karya tulis yang layak di mata pembaca. (2) Fiksi penggemar yang ditulis oleh penulis berfokus pada tema-tema sosial. (3) Karakter dan pilihan visual penulis membuat pembaca terkesan. (4) Reaksi pembaca terhadap cerita. Penulis memiliki beberapa tantangan, antara lain: (1) Pembaca sering merasa malu untuk berbicara dengan penulis. (2) Sikap apatis pembaca terhadap cerita fiksi penggemar alam semesta alternatif penulis.      By using information and communication technology, communication can solve problems and improve relationships. Information and Communication Technology has made face-to-face and virtual interactions possible. The internet and social media are the result of technological advances that allow people to access information, knowledge, education and fun. Information and communication technology has created Twitter. In this case, this research aims to find out three things, namely (1) The pattern of public relations communication on the @perfectlyfine twitter account for alternative universe (AU) fan fiction in digital journalistic media (2) Supporting and inhibiting factors that exist between authors and readers (3) The reason social media X which is a digital journalistic media was chosen as a media channel for communication and production of a work of fan fiction in the form of an alternative universe (AU). This research was conducted using a qualitative method, through a case study approach with data collection techniques using primary data with purposive sampling techniques involving key informants and supporting informants, namely the owner of the @perfecltyfine Twitter account and followers who are readers of fiction stories on the @perfecltyfine Twitter account and secondary data through journals, books, and articles. The results showed that the public relations communication pattern used by the author used the circular communication pattern method in every process of delivering messages to his readers; Social media X is one of the electronic journalism media he uses. X social media is also used to distribute the author's alternative universe (AU) fan fiction stories that can be read by readers from various X users. Factors that support the communication process between the writer @perfecltyfine and readers of AU fiction stories include: (1) The author's method determines the worthiness of a written work in the eyes of readers. (2) The fan fiction written by the author focuses on social themes. (3) The author's characters and visual choices impress readers. (4) The reader's reaction to the story. Writers have several challenges, including: (1) Readers are often embarrassed to talk to writers. (2) Reader apathy towards the author's alternate universe fan fiction stories.
Pesan–Pesan Dakwah dalam Tradisi Upah-Upah Pernikahan Batak Mandailing Pakpahan, Aidil Bismar Albani; Tanjung, Muaz
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32917

Abstract

Tradisi Mangupah sebuah Budaya yang masih dipertahankan dan dilaksanakan oleh masyarakat Batak Mandailing. Menjadikan al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber rujukan utamanya. Nilai-nilai dakwah adalah nilai-nilai Islam yang menjadikan al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber rujukan utamanya. Namun, nilai - nilai tersebut bukan merupakan “sesuatu yang mati”, sebab nilai-nilai dakwah selalu bersifat dinamis yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan yang ada di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pesan-Pesan Dakwah yang terdapat pada prosesi Mangupah dan bagaimana implementasi masyarakat terhadap Upah-upah pernikahan Batak Mandailing. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Hasil penelitian dapat dilihat sebagai berikut, Tradisi Upah-upah pernikahan sebagai inti dari pernikahan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, yang dimana proses Tradisi ini di nilai sangat sakral dan bermakna dimana banyak terdapat Nilai-nilai Dakwah yang terdapat pada tradisi Upah-upah Pernikahan Batak Mandailing meliputi Nilai syukur, Nilai Nasihat, Nilai Ibadah, Nilai Silaturahmi, dan Nilai Gotong Royong dan Penyajian makanan dalam tradisi Upah-upah Pernikahan.   Mangupah tradition is a culture that is still maintained and implemented by the Mandailing Batak community. Making the Qur'an and Hadith as the main reference source. The values of da'wah are Islamic values that make the Qur'an and Hadith as the main source of reference. However, these values are not "something dead", because the values of da'wah are always dynamic and are adjusted to the times and science in society. This study aims to determine the Da'wah Messages contained in the Mangupah procession and how the community's implementation of Mandailing Batak wedding wages. The method in this research is qualitative with a descriptive approach, qualitative research focuses on understanding the context, meaning, and complexity of a phenomenon. This approach uses methods such as interviews, participatory observation, document analysis, and content analysis to collect diverse and in-depth data. The stages of this research are data collection where researchers look for references to local traditional leaders and based on books and articles, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study can be seen as follows, the Wedding Upah-upah Tradition is the core of marriage as a form of gratitude to Allah SWT, where the process of this Tradition is considered very sacred and meaningful where there are many Da'wah Values contained in the Mandailing Batak Wedding Upah-upah tradition including Gratitude Value, Advice Value, Worship Value, Gathering Value, and Mutual Cooperation Value and Food Presentation in the Wedding Upah-upah tradition.     
Pengaruh Program Sosialisasi dan Kompetensi Komunikasi Relawan Germas serta Dukungan Sarana terhadap Kesadaran Menggunakan Jamban: Studi di Perkampungan Sekitar Sungai Brantas Malang Nasith, Ali
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32921

Abstract

Permasalahan global terkait kesadaran masyarakat dalam menggunakan jamban telah menjadi fokus perhatian dunia karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia. Dampak yang ditimbulkan dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan jamban sangatlah merugikan, mulai dari penyebaran penyakit-penyakit menular hingga degradasi lingkungan yang mengancam keberlanjutan hidup manusia. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh program sosialisasi, kompetensi komunikasi relawan, dan dukungan sarana oleh relawan GERMAS terhadap kesadaran masyarakat dalam menggunakan jamban di perkampungan sekitar Sungai Brantas Malang. Studi ini dengan jenis metode kuantitatif. Lokasi dalam studi ini terletak di perkampungan sekitar Sungai Brantas Malang, dengan 100 responden sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS versi 3. Pengaruh Program Sosialisasi, Kompetensi Komunikasi Relawan, dan Dukungan Sarana terhadap Kesadaran Menggunakan Jamban. Studi ini mengeksplorasi dampak ketiga faktor tersebut pada kesadaran masyarakat di perkampungan sekitar Sungai Brantas, Malang. Program sosialisasi, kompetensi komunikasi relawan, dan dukungan sarana secara signifikan berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat dalam menggunakan jamban. Temuan studi menunjukkan bahwa program sosialisasi, kompetensi komunikasi relawan, dan dukungan sarana secara signifikan berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat dalam menggunakan jamban.   The global issue of public awareness of latrine use has become the focus of global attention due to its significant impact on human health and well-being. The impact of low public awareness in using latrines is detrimental, ranging from the spread of infectious diseases to environmental degradation that threatens the sustainability of human life. This study aims to determine and assess the impact of the GERMAS volunteers' facility assistance, communication skills, and socialization programme on the general public's awareness of toilet use in the communities surrounding the Brantas River in Malang. Quantitative research methodology was employed in this investigation. The communities around the Brantas River in Malang are the study's location. There were one hundred responders in the study's sample. A questionnaire was used in this study's data collection methods. Using SmartPLS software version 3, the Partial Least Square (PLS) approach was used to analyze the data. The Influence of Socialization Programs, Volunteer Communication Competence, and Facility Support on Toilet Usage Awareness. This study explores the impact of these three factors on community awareness in villages around the Brantas River, Malang. Socialization programs, volunteer communication competence, and facility support significantly affect community awareness of toilet usage. The study findings indicate that socialization programs, volunteer communication competence, and facility support significantly influence community awareness of toilet usage.
Analisis Determinan Minat Remaja Islam dalam Partisipasi Kegiatan Dakwah di Kota Tanjungbalai Wisudawan, Muhammad; Haikal, Muhammad Fachran
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32924

Abstract

Dalam konteks Indonesia, praktik dakwah telah menjadi fenomena yang umum di masyarakat. Kegiatan seperti perayaan hari raya, ceramah, kajian agama, serta pelajaran mengaji rutin diadakan di berbagai masjid. Namun, di Kota Tanjung Balai, partisipasi remaja dalam kegiatan dakwah masih terbilang rendah. Meskipun organisasi remaja masjid sering menggelar beragam acara dakwah, jumlah anggota remaja yang aktif terlibat relatif sedikit, dengan kehadiran yang didominasi oleh orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat pemuda Islam di Kota Tanjung Balai terhadap partisipasi dalam kegiatan dakwah. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan melalui platform Google Forms, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan temuan yang valid dan sesuai dengan realitas lapangan melalui penerapan berbagai teknik analisis statistik yang relevan, seperti Uji Statistik Deskriptif, Regresi Linier Berganda, Uji t, dan Uji F. Berdasarkan analisis motivasi (X2), Religuis (X1), dan pengetahuan (X3), minat (Y) dalam partisipasi kegiatan dakwah remaja Islam dipengaruhi. Hipotesis alternatif (H1) diterima, sementara hipotesis nol (H0) ditolak, dengan hasil perhitungan F sebesar 73,490 dan nilai signifikansi (sig) = 0,001, yang melebihi nilai F tabel (1,17). Nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut secara simultan memainkan peran yang signifikan dalam memengaruhi partisipasi remaja Islam dalam kegiatan dakwah. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa minat untuk berpartisipasi dalam kegiatan dakwah secara signifikan dipengaruhi oleh faktor agama, motivasi, dan pengetahuan.   In the Indonesian context, the practice of da'wah has become a common phenomenon in society. Activities such as holiday celebrations, lectures, religious studies, and recitation lessons are routinely held in various mosques. However, in Tanjung Balai City, youth participation in da'wah activities is still relatively low. Although mosque youth organizations often hold various da'wah events, the number of teenage members who are actively involved is relatively small, with attendance dominated by parents. Therefore, this study aims to analyze the interest of Islamic youth in Tanjung Balai City towards participation in da'wah activities. A quantitative approach was used in this study, with data collection conducted through questionnaires distributed through the Google Forms platform, then analyzed using SPSS software. The main objective of this research is to produce valid research results according to field facts through the use of various statistical analysis techniques, such as Descriptive Statistical Test, Multiple Linear Regression, t test, and F test. Based on the analysis of motivation (X2), Relequis (X1), and knowledge (X3), interest (Y) in the participation of Islamic youth da'wah activities is influenced. The alternative hypothesis (H1) is accepted, while the null hypothesis (H0) is rejected, with the result of F calculation of 73.490 and significance value (sig) = 0.001, which exceeds the value of F table (1.17). The significance value of less than 0.05 indicates that the factors simultaneously play a significant role in influencing Islamic youth participation in da'wah activities. From the results of the study, it can be concluded that interest in participating in da'wah activities is significantly influenced by the factors of religion, motivation, and knowledge.
Komunikasi Interpersonal Pada Konsep Diri Generasi Z terhadap Gaya Hidup Shopaholic: Studi Kasus Mahasiswa Ilmu Komunikasi Stambuk 2020-2023 Amanda, Yola; Matondang, M. Alfikri
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.33075

Abstract

Perilaku shopaholic pada umumnya terjadi pada lingkungan terdekat karena factor lingkungan menjadi pengaruh kuat dalam konsep diri seseorang, lingkungan kampus atau universitas menjadi salah satu pengaruh perilaku shopaholic, seperti kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, dan memiliki penampilan mereka sendiri yang rapi, harum, menawan. Fenomena mahasiswa shopaholic sebuah perilaku yang unik dalam budaya perkotaan; orang biasanya menggambarkan diri mereka sebagai hedonis, tetapi mereka juga menghiraukan penampilan, menjaga kondisi tubuh, dan bersosialisasi kepada sesama. Terlepas dari kenyataan bahwa mahasiswa shopaholic lebih mementingkan penampilan secara umum, diketahui bahwa stigma sosial yang positif akan mengembangkan ide sendiri perilaku shopaholic dengan demikian perilaku tersebut membentuk komunikasi interpersonal memandang gaya hidup shopaholic sesuatu yang wajar guna menjaga penampilan agar lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tiga hal: (1) komunikasi interpersonal seorang prilaku shopaholic; (2) konsep diri gaya hidup shopaholic di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; dan (3) sifat hambatan komunikasi interpersonal dan konsep diri gaya hidup shopaholic di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dan pendekatan fenomenologi untuk menangkap data sumber sekunder seperti jurnal, buku, dan artikel, serta wawancara dan observasi mendalam. Sepuluh mahasiswa perilaku shopaholic menjadi informan dalam penyelidikan ini. Konsep diri gaya hidup shopahplic adalah bentuk kepedulian diri terhadap signifikansi penampilan yang mereka hadirkan kepada lingkungannya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan pribadi untuk kepuasan yang menghasilkan pujian publik atas tindakan mereka. Hambatan untuk berkomunikasi secara interpersonal serta gagasan nada negatif atau stigma negatif termasuk stereotip orientasi flexing dan hedonis tertentu. Konsep diri mahasiswa gaya hidup shopaholic di UIN SU memiliki komponen fisik, psikologis, dan sosial yang berbeda. Selain itu, mahasiswa gaya hidup shopaholic di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara memiliki alasan tersendiri untuk melewati gaya hidup metroseksual, dan mereka menyimpan pandangan yang sehat terhadap lingkungan mereka, dan penampilan mereka menunjukkan kepribadian yang baik.   Shopaholic behavior is generally located on larger campuses, like the campus of the Islamic State University of North Sumatra, and has its own tidy, aromatic, and appealing look. Shopaholic students exhibit a distinctive habit in urban society; individuals often define themselves as hedonists, but they also value attractiveness, body maintenance, and mingling with friends. Although shopaholic students give more importance to appearance in general, it is known that a positive social stigma will develop its ideas of Shopaholic behavior. The goal of this study is to discover three things: (1) the interpersonal communication of a shopaholic behavior; (2) the self-concept of a Shopaholic lifestyle at the Islamic State University in North Sumatra; and (3) the nature of the barriers to interpersonal communication and the concept of self-living a ShopAHOLIC at the University of Islamic States of North Sumatra. Descriptive qualitative approaches are used in this research and phenomenological approaches to capture secondary source data Journals, books, and articles are examples of interviews and in-depth observations. Ten students of shopaholic behavior became informants in this investigation. A shopaholic lifestyle Being self-aware is a kind of taking care of yourself for how important looks that people display to their surroundings to achieve personal demands for satisfaction that generates public praise for their actions. Obstacles to interpersonal communication as well as the notion of negative tone or negative stigma include certain stereotypes of flexing and hedonistic orientation. The self-concept of a shopaholic lifestyle student at UIN SU has different physical, psychological, and social components. Besides, shopaholic lifestyle students Students at the Islamic State University of North Sumatra have their reasons for living a metrosexual lifestyle, including great self-confidence, a nice personality as seen by their attractiveness, and a favorable outlook on their surroundings.