cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 289 Documents
Genetic Relationship Analysis of Shallot Clones (Allium cepa L. var. aggregatum) from Sumbawa Island Using Simple Sequence Repeat (SSR) Markers Kurniawan Putra; Marselianti; Gilang Anugrah Romadhan; Adelia Elviantari; Azril Al Ghazali
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7582

Abstract

Shallot (Allium cepa L. var. aggregatum) is a strategic horticultural commodity in Indonesia, with West Nusa Tenggara Province serving as one of the major production centers; however, shallot production on Sumbawa Island has declined significantly in recent years. This decline is driven by outbreaks of Fusarium wilt caused by Fusarium sp., which result in substantial yield losses, while current control strategies that rely heavily on fungicide application are considered ineffective and unsustainable. These challenges are further exacerbated by the use of planting material derived from previous harvests without genetic resistance selection, as well as the absence of shallot breeding programs on Sumbawa Island. In this context, the identification of genetic relatedness and diversity is a fundamental step in understanding the genetic structure of shallot populations, which can be accurately assessed using Simple Sequence Repeat (SSR) molecular markers. Therefore, this study aimed to identify the genetic relationship and diversity of shallot clones using SSR markers. The research methods included shallot sampling, genomic DNA isolation, primer screening for SSR-PCR, SSR-based PCR amplification, and data analysis. Shallot cultivation in Sumbawa Regency and West Sumbawa Regency is distributed across the eastern part of Sumbawa Regency and the western part of West Sumbawa Regency, encompassing ten cultivation sites located in several sub-districts. Molecular analysis using simple sequence repeat (SSR) markers revealed that only nine out of fourteen primer pairs were polymorphic, with all samples exhibiting identical DNA banding patterns, indicating low genetic diversity likely resulting from the use of a common parental seed source.
OPTIMALISASI RANTAI PASOK PANGAN MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MINI COLD STORAGE BERBASIS TENAGA SURYA DI INDONESIA: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Nova Ariyanto; Ida A.D. Giriantari; I Nyoman Satya Kumara; I Nyoman Setiawan
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7586

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Tingginya angka kerugian pascapanen (post-harvest losses) pada sektor perikanan dan pertanian, yang diakibatkan oleh minimnya infrastruktur pendingin, menjadi isu krusial yang memerlukan solusi berkelanjutan. Di sisi lain, potensi energi surya yang melimpah di wilayah khatulistiwa menawarkan peluang untuk dekarbonisasi rantai dingin. Artikel ini menyajikan Systematic Literature Review (SLR) mengenai penerapan Mini Cold Storage berbasis tenaga surya. Tinjauan ini mengkaji 48 dokumen relevan yang meliputi artikel jurnal, prosiding, dan laporan teknis periode 2018-2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi sistem pendingin kompresi uap (Vapor Compression Refrigeration) dengan Photovoltaic (PV) dan penyimpanan energi termal (Thermal Energy Storage) berbasis Phase Change Material (PCM) menawarkan efisiensi energi tertinggi dan stabilitas suhu yang optimal. Integrasi sistem kompresi uap (VCR) yang dipadukan dengan inovasi 'Baterai Termal' berbasis material berubah fasa organik (Bio-PCM) terbukti memberikan efisiensi termodinamika terbaik (COP 2,0–4,0) serta mampu mempertahankan suhu pembekuan optimal (-20°C hingga -26°C) selama 24 jam penuh secara mandiri tanpa ketergantungan pada grid listrik konvensional maupun bahan bakar fosil. Teknologi ini tidak hanya layak secara teknis dengan Coefficient of Performance (COP) yang kompetitif, tetapi juga layak secara ekonomi dengan periode pengembalian modal (payback period) yang menarik, serta memberikan dampak sosial positif berupa peningkatan pendapatan nelayan dan pengurangan emisi karbon.
PENGAWASAN TERSENTRALISASI BERBASIS WEBGIS DALAM MONITORING PENGELOLAAN HUTAN BERKELANJUTAN Zulkarnain Batubara; Siti Latifah; Anita Zaitunah
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7635

Abstract

Perubahan paradigma kehutanan di Indonesia yang mengarah pada sistem multiusaha berkelanjutan mendorong dibutuhkannya inovasi terutama dalam monitoring areal. PT. Gunung Raya Utama Timber Industries (GRUTI) sebagai pemegang izin PBPH, menghadapi tantangan monitoring akibat unit areal yang tersebar dan aktivitas masyarakat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menguji aplikasi WebGis sebagai alat monitoring tersentralisasi yang mampu memantau perubahan lahan, realisasi pemanenan, serta kegiatan penanaman hutan dan kopi. Metode penelitian meliputi pengembangan aplikasi berbasis WebGis, pengumpulan data spasial dan non-spasial, uji kelayakan dan usability menggunakan System Usability Scale (SUS), serta pencapaian target produksi, penanaman hutan, dan penanaman kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WebGis sangat layak untuk digunakan dengan nilai SUS sebesar 85,83. WebGis mampu memvisualisasikan okupasi lahan yang signifikan di areal konsesi dalam satu dekade serta memuat informasi realisasi pemanenan kayu, penanaman hutan dan penanaman kopi. Penggunaan WebGis menunjukkan bahwa sistem ini sangat valid, efektif, dan diterima pengguna, dimana informasi dapat berupa bottom up secara valid sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan menyeluruh. WebGis terbukti menjadi solusi monitoring yang efisien dan terpusat dalam mendukung pengelolaan hutan yang adaptif dan berkelanjutan.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL ENZIM LIPASE DARI SUSU KUDA LIAR SUMBAWA Adelia Elviantari; Kurniawan Eka Putra; Fatimatu Azzahra; Inayah Salsabila Putri
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7664

Abstract

. Lipase (triasilgliserol asilhidrolase EC 3.1.1.3) merupakan enzim hidrolitik yang dapat menghidrolisis trigeliserida menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Salah satu jenis lipase yang unik adalah lipase tipe asam yang dapat bekerja pada pH rendah dan bermanfaat dalam produk susu fermentasi, industri pakan ternak, dan industri farmasi. Eksplorasi lipase tipe asam sebagian besar berasal dari produk fermentasi. Salah satu produk fermentasi yang berasal dari Kabupaten Sumbawa adalah susu kuda liar Sumbawa dimana memiliki sifat autofermetasi, namun belum dieksplor terkait keberadaan enzim lipasenya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri asam laktat asal susu kuda liar Sumbawa yang dapat memproduksi enzim lipase. Penelitian ini meliputi pengambilan sampel susu kuda liar Sumbawa di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara; isolasi bakteri asam laktat di media MRSA; identifikasi morfologi bakteri asam laktat, serta skrining bakteri asam laktat yang memiliki aktivitas lipolitik menggunakan rhodamine B. Isolat asal susu kuda liar Sumbawa yang berhasil diisolasi dari penelitian ini sebanyak delapan isolat dengan karakteristik morfologi koloni yang relatif seragam. Seluruh isolat memiliki bentuk koloni bulat dengan elevasi cembung, sedangkan warna koloni bervariasi mulai dari krem hingga kuning. Seluruh isolat merupakan Gram positif yang merupakan ciri utama dari bakteri asam laktat. Berdasarkan hasil skrining lipase pada rhodamine B, seluruh isolat memiliki aktivitas lipase yang bervariasi (lemah dan kuat). Isolat M.1B.004 memiliki aktivitas lipase paling kuat yang dilihat dari pendaran warna orange yang sangat terang akibat dari ikatan kompleks antara asam lemak bebas dengan Rhodamin B.
ANALISIS FALTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PT TELKOM MATARAM) Didi Suwardi; Fitriah Permata Cita; Rozzy Aprirachman
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7666

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja karyawan PT Telkom Mataram serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan pengaruhnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 144 karyawan tetap PT Telkom Mataram, dengan sampel sebanyak 59 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 16. Variabel independen yang diteliti meliputi pendidikan, tingkat pendapatan/gaji, dan kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah produktivitas kerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pendidikan, pendapatan, dan kesehatan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Namun, secara parsial hanya variabel tingkat pendapatan yang berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja dengan nilai signifikansi 0,018 (< 0,05). Sementara itu, variabel pendidikan dan kesehatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Dengan demikian, tingkat pendapatan merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan PT Telkom Mataram. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI REFUSE DERIVED FUEL (RDF) DI TPA REBERAS SUMBAWA Audina Setya Fitriana; Elna Iptariska; Annisatun Nadzafah
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7711

Abstract

Peningkatan timbulan sampah di Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Raberas yang masih didominasi oleh sistem penimbunan. Sampah organik yang terdapat di TPA Raberas memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan karakteristik sampah organik, menghitung potensi energi berdasarkan nilai kalor, serta mengevaluasi kelayakan teknis pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku RDF di TPA Raberas Kabupaten Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengambilan sampel selama tujuh hari berturut-turut, analisis komposisi sampah, pengamatan karakteristik fisik, serta pengujian laboratorium untuk menentukan kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah organik didominasi oleh daun/ranting sebesar 36,66%, kertas/karton sebesar 34,76%, dan sayuran/buah sebesar 23,80%. Karakteristik kimia sampah organik menunjukkan kadar air rata-rata sebesar 58,00%, kadar abu sebesar 5,82%, volatile matter sebesar 28,06%, fixed carbon sebesar 8,12%, dan nilai kalor sebesar 1.406,25 kcal/kg atau setara dengan 5,89 MJ/kg. Berdasarkan estimasi massa sampah organik sebesar 91.425,638 ton/tahun, diperoleh potensi energi RDF sebesar 538.497,00 GJ/tahun. Hasil evaluasi berdasarkan standar EN 15359:2011 dan SNI 8966:2021 menunjukkan bahwa parameter kadar abu dan fixed carbon telah memenuhi kriteria RDF, sedangkan parameter kadar air, volatile matter, dan nilai kalor masih belum memenuhi standar yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, secara kondisi eksisting sampah organik di TPA Raberas belum layak digunakan secara langsung sebagai bahan baku RDF. Namun demikian, sampah organik tersebut memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif apabila dilakukan proses pre-treatment seperti drying, biodrying, atau pencampuran dengan material yang memiliki nilai kalor lebih tinggi.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS PANGAN UNGGULAN KOMPETITIF DAN KOMPARATIF BERDASARKAN KESESUAIAN LAHAN DI KECAMATAN KEPALA MADAN Marwan Hidayat Lussy; Edy Said Ningeula; Iskandar Hamid; La Jati Buton
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7757

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis macam-macam komoditas pertanian unggulan tanaman pangan di Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, dan mengkaji kesesuaian lahan komoditi tanaman pangan di Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Petani yang dijadikan responden adalah petani yang membudidayakan tanaman pangan di Kecamatan Kepala Madan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data pertumbuhan pertanian kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan dan data Provinsi Maluku, serta data diskripsi kesesuaian lahan Kecamatan Kepala Madan. Komoditas ungulan tanaman pangan untuk Kecamatan Kepala Madan terindentifikasi sesuai peringkat adalah Kacang Hijau, Hotong, Jagung, Padi Ladang, dan kacang tanah. Hasil penilaian kesesuaian lahan potensial mendapatkan lahan yang sesuai untuk lahan pertanian pangan di Kecamatan Kepala Madan seluas 6.467,44 Ha. diusahakan oleh pemerintah daerah untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian berkelanjutan (LP2B).
HEGEMONI KOMUNIKASI NEGARA: ANALISIS WACANA KRITIS POLEMIK TEDDY INDRA WIJAYA DAN DINO PATTI DJALAL Rusmin Nurjadin; Yadi Satriadi; Muahibin
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7856

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi komunikasi negara dalam merespons kritik publik, dengan fokus pada klarifikasi oleh Teddy Indra Wijaya terhadap kritik Dino Patti Djalal mengenai anggaran kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menggunakan model Analisis Wacana Kritis (AWK) tiga dimensi Norman Fairclough (2003, 2010), penelitian ini mengkaji bagaimana praktik wacana tersebut memanifestasikan strategi kesantunan linguistik, upaya delegitimasi kredibilitas, dan konstruksi kebenaran tunggal melalui media resmi. Pendekatan AWK Fairclough memungkinkan analisis mendalam tentang hubungan dialektis antara teks, praktik diskursif, dan praktik sosial, mengungkap pertarungan simbolik antara elite birokrasi dan kelompok teknokrat sipil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klarifikasi tersebut bergeser dari pertanggungjawaban institusional menjadi pembelaan personal, berimplikasi pada pengikisan kontrol demokratis masyarakat sipil. Dengan mengintegrasikan analisis linguistik (teks), produksi dan konsumsi wacana (praktik diskursif), serta konteks sosial-politik (praktik sosial), penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penerapan AWK Fairclough secara komprehensif untuk mengungkap mekanisme kuasa dalam komunikasi politik kontemporer dan memberikan kontribusi pada studi tentang dinamika komunikasi negara di era digital.
ANALISIS INSTALASI LISTRIK RUMAH TINGGAL BERDASARKAN STANDAR PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK TAHUN 2011 Indra Darmawan; Idhom Surodi; Desi Maulidyawati; Nova Aryanto
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7926

Abstract

Pentingnya penerapan standar keselamatan instalasi listrik di rumah tinggal sesuai dengan kriteria umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 menjadi penggerak penelitian ini. Kegagalan untuk mematuhi persyaratan dalam instalasi listrik dapat mengakibatkan gangguan sistem, sengatan listrik, kerusakan perangkat elektronik, atau bahkan kebakaran. Meskipun PUIL 2011 sekarang menjadi standar emas untuk perencanaan dan pemasangan instalasi listrik bertegangan rendah di seluruh negeri, PUIL masih kurang dimanfaatkan di lingkungan perumahan. Akibatnya, penilaian sistem kelistrikan rumah diperlukan untuk memastikan sejauh mana mereka mematuhi peraturan yang relevan. Untuk memastikan instalasi listrik rumah tinggal di Desa Moyo Mekar, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa sesuai dengan PUIL 2011, penelitian ini akan mengkaji instalasi saat ini, mengidentifikasi komponen yang tidak memenuhi persyaratan, dan memberikan rekomendasi teknis untuk perbaikan. Strategi deskriptif dengan pendekatan observasional digunakan untuk penyelidikan. Kami menggunakan lembar daftar periksa yang dikembangkan sesuai dengan PUIL 2011 untuk mencatat informasi yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung, pengukuran, dan dokumentasi. Kotak kontak, sakelar, sistem pentanahan, sambungan instalasi, panel sirkuit terpisah, dan konduktor adalah beberapa komponen yang dievaluasi. Sebagian besar persyaratan PUIL 2011 dipenuhi oleh instalasi kelistrikan Ibu Ani, menurut temuan tersebut. Ada kabel 1,5 mm2 yang digunakan untuk rangkaian penerangan dan kabel 2,5 mm2 untuk kotak kontak dengan MCB 6 A dalam susunan ini. Sayangnya, ditemukan bahwa dua lokasi penghubung tidak sesuai dengan kriteria pemasangan dan perlu diperbaiki. Sejumlah saran teknis dibuat untuk meningkatkan keamanan dan keandalan sistem kelistrikan, dan penilaian tersebut menyimpulkan bahwa pemasangan kelistrikan di rumah dapat dilakukan.