EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Fokus dan scope Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pndidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Articles
2,458 Documents
Pengembangan Flashcard Berbasis Augmented Reality untuk Anak Usia Dini
Chresty Anggreani;
Adrie Satrio
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6802.992 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1639
Era revolusi industri 4.0 memberi dampak perubahan dibidang pendidikan dengan penggunaan media pembelajaran yang berbasis teknologi. Berdasarkan studi pendahuluan di Kelompok B TK Pertiwi, Alalak Barito Kuala, Kalimantan Selatan ditemukan bahwa pendidik hanya mengunakan media pembelajaran berupa LKPD atau buku majalah anak. Kondisi ini memicu kurang menariknya pembelajaran yang mengakibatkan kejenuhan atau kebosanan anak dalam mengikuti aktivitas pembelajar. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan flashcard dengan bantuan aplikasi augmented reality mengunakan pendekatan research and development model ADDIE yaitu: Analysis (analisis), Design (perencanaan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Alat pengumpul data yang digunakan meliputi: wawancara, lembar observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa flashcard berbasis augmented reality yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan praktis untuk digunakan pada pengenalan binatang lahan basah bagi anak usia dini.
Analisis Kesiapan Guru, Siswa, Sarana dan Prasarana dalam Penggunaan Microsoft 365 sebagai Media Penilaian Tengah Semester (PTS) di SMK Negri 1 Pringapus
Rosavira Alma Dianita;
Yuliana TB Tacoh
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.53 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2065
Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, sistem tes manual secara bertahap berubah menjadi sistem tes yang terkomputerisasi. Salah satu sekolah yang menerapkan Penilaian Tengah Semester (PTS) berbasis online adalah SMK Negeri 1 Pringapus dengan menggunakan aplikasi Microsoft 365. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui kesiapan guru, siswa, sarana dan prasarana dalam penggunaan Microsoft 365 sebagai media Penilaian Tengah Semester (PTS) di SMK N 1 Pringapus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif, untuk dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kesiapan guru, siswa, sarana dan prasarana dalam penggunaan Microsoft 365. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analis pengukuran kesiapan Teddy Swatman. Subyek dalam penelitan ini 8 guru Multimedia dan 38 siswa kelas X MM 1 SMK N 1 Pringapus. Berdasarkan hasil penelitian kesiapan guru diperoleh 4.25 yang bermakna siap, penerapan Microsoft 365 dilanjutkan. Dari tingkat kesiapan siswa variable pengalaman memiliki nilai rata-rata sebesar 3.63 yang bermakna Siap, tetapi membutuhkan sedikit peningkatan. Berdasarkan dari kesiapan sarana dan prasarana SMK Negeri 1 Pringapus memiliki nilai rata-rata sebesar 3.9 Siap, tetapi membutuhkan sedikit peningkatan
Konseling Individu Menggunakan Teknik Modeling untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa
Geandra Ferdiansa;
Yeni Karneli
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.191 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.427
Disiplin belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah terlambat masuk sekolah, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas dan terlambat masuk sekolah setelah jam istirahat. Tujuan penelitian ini adalah agar siswa mampu mengentaskan masalahnya secara mandiri dan meningkatnya kedisiplinan belajar siswa di sekolah setelah diberikan perlakuan konseling individu menggunakan teknik modeling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan sasaran siswa yang memiliki kasus kurang disiplin dalam belajar, penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan dan dilaksanakan dalam 2 siklus, penelitian ini dirancang berdasarkan penelitian tindakan yaitu: 1) perencanaan, 2). tindakan, 3). observasi dan 4). refleksi. Setelah diberikan perlakuan konseling individu menggunakan teknik modeling selama 1 bulan dalam 2 siklus, Hasil temuan penelitian pada siklus 1 menunjukkan bahwa konseling individu menggunakan teknik modeling yang diberikan belum efektif untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, setelah siklus ke 2 klien mampu mengentaskan masalahnya secara mandiri dan mampu disiplin dalam belajar. Berdasarkan hasil temuan penelitian maka konseling individu menggunakan teknik modeling efektif meningkatkan kedisiplinan belajar siswa.
Penerapan Budaya Toleransi dalam Kegiatan- Kegiatan Keagamaan di Sekolah Menengah Atas
Janatut Dahlia
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.058 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.2096
Agama mempunyai peran dalam menerapkan budaya toleransi, dewasa ini ada beberapa konflik yang terjadi yang mengatasnamakan agama.. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan budaya toleransi dalam kegiatan keagamaan serta implakasi penerapan budaya toleransi dalam kegiatan kegamaan di SMAN 1 Menganti dan SMAN 22 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitain kualitatif deskriptif yaitu dengan cara mencari informasi tentang gejala yang ada, definisi dengan jelas tujuan yang akan di capai, merencanakan cara pendekatannya, mengumpulkan data sebagai bahan untuk membuat laporan. Hasil dalam penelitian ini Penanaman budaya toleransi di SMAN 1 Menganti dilaksanakan dalam berbagai kegitan keagamaan yang mana hal tersebut dapat mencerminkan kerukuna antar seluruh pemeluk agama didalam sekolah, untuk penerapan budaya toleransi di SMAN 22 Surabaya dalam keseharian, baik dikelas maupun diluar kelas, adapun kegiatankegiatan yang mencerminkan budaya tolerandi meliputi: isra’ miraj, pondok romadhon, natal dan istighosah bersama. Implikasi terhadap budaya penanaman toleransi. Pertama, Menghargai orang lain kedua, Tidak ada diskriminasi dan yang ketiga, Saling menghormati.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Tematik
Emenina Br Tarigan;
Ester Julinda Simarmata;
Antonius Remigius Abi;
Darinda Sofia Tanjung
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (931.904 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.1192
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada tema daerah tempat tinggalku melalui model PBL di kelas IV SD Negeri 040550 Mardingding T.P 2020/2021. Teknik pengumpulan data melalui tes dan lembar pengamatan. Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada tema daerah tempat tinggalku kelas IV SD Negeri 040550 Mardingding. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan pada prates siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 9 orang atau 30% sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 21 orang atau 70%. Maka dilanjutkan penelitian pada siklus I siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 14 siswa atau 47% sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 16 siswa atau 53%, maka terjadi peningkatan pada siklus I dibandingkan pada prates. Akan tetapi belum memenuhi kategori ketuntasan yang telah di tentukan. Maka dilanjutkan penelitian pada siklus II yaitu siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 26 siswa atau 87% sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 siswa atau 13%, maka terjadi peningkatan pada siklus II dibandingkan pada siklus I dan telah memenuhi ketuntasan yang sudah ditentukan
Model Pengembangan Manajemen Lembaga Pendidikan Berbasis Entrepreneurship Menurut Perspektif Islam
Asep Supriatna;
Alfyan Syach;
Vina Febiani Musyadad;
Hani Nurhayanti;
Rini Novianti Yusuf
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 5 (2021): October Pages 1880-3500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (712.618 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i5.766
Membangun lembaga pendidikan pada hakekatnya adalah membangun keunggulan sumber daya manusia, yang menghargai keragaman potensi (multiple intelligences) manusia, pendidikan entrepreneurship menjadi salah satu langkah konkrit untuk lebih memberdayakan lembaga pendidikan Islam. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: konsep manajemen dalam pendidikan Islam, karakteristik manajemen Islam, keunggulan entrepreneurship, kedudukan entrepreneur dalam Islam, dan pengembangan manajemen pendidikan berbasis enterpreneurshif menurut Islam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang model pengembangan manajemen Lembaga pendidikan berbasis entrepreneurship menurut persfektif Islam. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah library research atau penelitian kepustakaan. Dalam pengambilan data diambil dari beberapa sumber diantaranya; al-Quran, Hadis, Buku-buku Islam dan umum, dan referensi-referensi yang menunjang penelitian ini seperti pendapat para Ulama dan para pakar entrepreneur serta pakar pendidikan Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan; manajemen yang tepat adalah manajemen yang dapat memberikan nilai tambah pada sebuah lembaga, sedangkan diantara manajemen yang dapat memberi nilai tambah adalah manajemen yang bernuansa entrepreneurship. Dengan demikian pengembangan manajemen pendidikan berbasis entrepreneurship pada lembaga pendidikan menurut Islam sangat penting karena membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan memberi nilai tambah dan kemaslahatan yang banyak
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Entrepreneur di Sekolah
Renda Lestari;
Boby Syefrinando;
Nel Efni;
Firman Firman
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.257 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1760
Latar belakang penelitian yaitu untuk mengetahui implementasi entrepreneurship dalam masalah media pembelajaran di sekolah. Tujuan dari penulisan yaitu untuk mendeskripsikan nilai, sikap serta semangat entrepeneurship dalam pendidkan dan mendeskripsikan implementasi media pembelajaran berbasis entrepreneur. Metode penelitian ini adalah penelitian studi literatur. Hasil dan Pembahasan penelitian yaitu bahwa Pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship dapat dimaknai sebagai pendidikan calon pengusaha agar memiliki keberanian, kemandirian, serta keterampilan sehingga meminimalkan kegagalan dalam usaha dan juga bukan mendidik seseorang untuk menjadi pedagang. Kesimpulan penelitian bahwa pendidikan entrepreneur memberikan kontribusi berupa sebuah alat atau sumber pendidikan yang mengarahkan dan membekali peserta didik untuk bisa lebih cepat dalam merespon perubahan dan memahami kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.
Senyapan dan Selip Lidah dalam Acara Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karawang 2020
Siti Munawaroh;
Ahmad Abdul Karim;
Hendra Setiawan
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.066 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2474
Debat sebagai kegiatan yang direncanakan biasanya jarang ditemukan kesalahan berbahasa. Namun, peserta debat juga seringkali mengalami ketidaksesuaian antara ujaran dengan hal yang ingin disampaikan, biasanya hal tersebut terjadi karena kurang siapnya peserta dalam melakukan ujaran. Psikolinguistik sebagai ilmu yang membahas kemampuan berbahasa dan kegiatan berpikir mampu mengungkap gangguan yang terjadi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai analisis senyapan dan selip lidah pada debat calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Karawang 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini merupakan rekaman video debat calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Karawang 2020 yang diakses dari kanal youtube Official iNews. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan 155 inventarisasi data senyapan dan selip lidah. Data senyapan berjumlah 124 kali dan selip lidah 31.kali. Pada inventarisasi senyapan terbagi menjadi dua yaitu senyapan terisi berjumlah 109 kali dan senyapan diam sebanyak 15 kali. Senyapan terisi ditemukan bunyi eu, euh, dan lainnya. Sedangkan pada selip lidah ditemukan sejumlah 31 inventarisasi data yang terbagi dalam 16 kekeliruan assembling (antisipasi), 1 campur kata (blends), 3 kekeliruan fitur distingtif, 3 kekeliruan suku kata, dan 8 kekeliruan kata.
Peningkatan Daya Saing Madrasah Melalui Optimalisasi Program Ekstrakurikuler
Suyitno Suyitno
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (405.532 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.518
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan optimalisasi program ekstrakurikuler di MTs Qomarul Hidayah Gondang Tugu Trenggalek untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan data yang diperoleh diolah dan dianalisis sevara interaktif. Pengelolaan ekstrakurikuler di MTS Qomarul Hidayah Gondang Tugu Trenggalek menjadi prioritas tersendiri dalam meningkatkan kompetensi madrasah untuk bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi sasaran kegiatan, substansi kegiatan, dan pelaksana kegiatan serta evaluasi. Pemilihan tenaga pembina masing-masing kegiatan selain dari guru yang memang memiliki kompetensi juga melibatkan pembina-pembina profesional dari luar madrasah. Pencapaian prestasi dari kegiatan ekstrakurikuler di MTS Qomarul Hidayah Gondang Tugu Trenggalek yang gemilang baik di tingkat daerah maupun nasional meningkatkan popularitas madrasah dan kepuasan siswa itu sendiri. Penghargaan dan pengakuan dari madrasah atas prestasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler selain berupa beasiswa juga pemberian pertambahan nilai mata pelajaran tertentu
Gambaran Perilaku Asertif Siswa Sekolah Menengah Atas
Siti Husnah;
Eka Wahyuni;
Lara Fridani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (486.15 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1858
Perilaku asertif pada remaja merupakan kecakapan hidup yang berperan penting pada tahap perkembangan remaja dan sangat diperlukan di setiap sisi kehidupan. Penelitian dilakukan untuk melihat gambaran perilaku asertif siswa SMA dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei yang dilakukan kepada 100 siswa SMA kelas XI MIPA dengan teknik pengambilan sampel cluster Sampling.Untuk mengukur perilaku asertif digunakan instrumen Simple Rathus Asertiveness Scale. Hasil penelitian menunjukan perilaku asertif siswa SMA Negeri 1 Ciampea sebagian berada pada kategori asertif dengan skor rata-rata sebesar 100.31. Sebanyak 1 Siswa (1 %) memiliki perilaku asertif sangat tinggi, 13 Siswa (13%) memiliki perilaku asertif tinggi , 57 Siswa (57%) memiliki perilaku asertif sedang, 24 Siswa (24%) memiliki perilaku asertif rendah dan 5 Siswa (5%) memiliki perilaku asertif sangat rendah. Aspek perilaku asertif yang memiliki mean tertinggi yaitu aspek kemampuan untuk menjalin interaksi sosial termasuk menyapa, membuka percakapan serta mengetahui apa yang harus dikatakan yaitu sebanyak 38 % siswa, sedangkan aspek yang memiliki mean rendah yaitu aspek kemampuan mengungkapkan perasaan dan pendapat sebanyak 48 % siswa memiliki skor rendah. Hasil ini menunjukan bahwa walaupun rata-rata siswa dikategorikan asertif tetapi dalam kemampuan mengungkapkan perasaan, dan pendapat mereka memiliki hambatan.