cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
STUDI EKSPERIMENTAL PEMBAKARAN SERBUK BATUBARA PADA PEMBAKAR SIKLON; EXPERIMENTAL STUDY ON COAL POWDER COMBUSTION IN A CYCLONE BURNER Gunawan, Yohanes; Setiadanu, Guntur Tri; Nafis, Subhan
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 2 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ekperimen pembakaran serbuk batubara kalori rendah menggunakan Pembakar Siklon telah dilakukan untuk  mempelajari pengaruh variasi aliran massa udara dan bahan bakar terhadap karakteristik pembakaran yang terjadi, dimana titik-titik temperatur diukur pada sepanjang badan Pembakar Siklon yang dibagi menjadi 4 titik pengukuran. Peningkatan suplai udara mengakibatkan konsentrasi gas hasil pembakaran cenderung naik dan mengakibatkan nilai equivalent ratio (ER) melebihi 1, dimana dengan nilai ER lebih dari 1 pembakaran akan kaya udara (lean). Emisi CO2, CO, NO dan NOx yang mempunyai nilai terendah dihasilkan dari campuran udara dan bahan bakar dengan nilai ER 1,09 atau nilai air fuel ratio (AFR) 7,6. Temperatur tertinggi untuk semua variasi campuran udara dan bahan bakar terjadi pada area inlet udara dan bahan bakar (T1). Pembakaran stabil terjadi pada komposisi emisi gas (O2 dan CO) terendah, dan nilai temperatur yang hampir sama pada setiap titik pengukuran, yaitu pada variasi feeder batubara 0,78 kg/menit dan blower udara 4,323 m3/menit dengan nilai AFR = 6,6 dan ER = 0,95. Experimental studies burning low calorie coal powder in a cyclone burner have been conducted to study the effect of variations in the mass flow of air and fuel to the combustion characteristics that occurred, where the temperature points measured at the whole body of the cyclone burner is divided into four  measurement points. Increased air supply result in  concentrations of combustion gases tend to rise and result in ER exceeds 1, where if the value of ER more than 1 combustion air would be rich (lean). Emissions of CO2, CO, NO and NOx which have the lowest value resulted from the mixture of air and fuel by the ER value is 1.09 or the value of AFR 7.6. The highest temperature for all variations of a mixture of air and fuel occurs in the area of air and fuel inlet (T1). The most stable combustion occurs on lowest gas emission composition(O2 and CO) and the temperature at each measurement point are almost the same, it's reached on variation of coal feeder 0.78 kg/min and air blower 4.323 m3/min with AFR value = 6.6 and ER = 0.95.
ANALISIS PEMANFAATAN PANAS BUANG PLTG UNTUK MENINGKATKAN DAYA OUTPUT MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN ABSORPSI STUDI KASUS: PLTG PESANGGARAN BALI Suntoro, Dedi; Firmansyah, Arfie Ikhsan; Setiadanu, Guntur Tri; Gunawan, Yohanes
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 2 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTG mengalami penurunan daya output jika beroperasi di daerah yang memiliki suhu dan kelembaban udara tinggi seperti di daerah tropis. Tulisan ini membahas analisis termodinamika dan analisis finansial pemanfaatan panas buang PLTG Pesanggaran Bali untuk meningkatkan daya output dengan cara mendinginkan udara masuk menggunakan sistem absorpsi. Metode analisis temodinamika dilakukan dengan menggunakan bantuan software EES, sedangkan analisis kelayakan finansial menggunakan perhitungan NPV, IRR dan payback period. PLTG Pesanggaran Bali terdiri dari PLTG 1 dan PLTG 2 dengan kapasitas daya 20 MW dan PLTG 3 dan PLTG 4 dengan kapasitas daya 40 MW. Semua PLTG Pesanggaran Bali tidak beroperasi kontinu dan hanya beroperasi pada saat beban puncak, oleh sebab itu dalam analisis kelayakan finansial diskenariokan beroperasi 4 jam/hari sampai dengan 22 jam/hari. Dari analisis termodinamika didapatkan bahwa daya output PLTG 1 dan PLTG 2 meningkat sebesar 3,36% sedangkan PLTG 3 dan PLTG 4 meningkat 4,76%. Analisis kelayakan investasi menunjukan bahwa pemanfaatan panas buang PLTG untuk meningkatkan daya output dengan menggunakan sistem absorpsi pada PLTG 1 dan PLTG 2 layak jika beroperasi dengan NPV 8,516 milyar rupiah, IRR 15,65% dan payback period 4,33 tahun, sedangkan pada PLTG 3 dan PLTG 4 layak jika beroperasi dengan NPV 19,004 milyar rupiah, IRR 17,4, dan payback period 3,99 tahun.
KARAKTERISTIK ASAM LEMAK MIKROALGA UNTUK PRODUKSI BIODIESEL Saadudin, Edi; Fitri, Silvy R.; Wargadalam, Verina J.
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas biodiesel komersial mengacu standar nasional SNI 04-7182-2006 dengan parameter yang harus dipenuhi antara lain kestabilan biodiesel dan angka cetane, dimana karakteristik ini dipengaruhi oleh komposisi asam lemak minyak nabati yang digunakan. Makalah ini membahas komposisi asam lemak minyak mikroalga dan penggunaannya sebagai bahan baku biodiesel. Lima spesies mikroalga dibudidayakan, kemudian kandungan minyaknya diekstrak dan dianalisis. Umumnya spesies yang diuji mempunyai kandungan metil ester jenuh asam palmitat (C16:0) yang dominan, yaitu sekitar 40%, kecuali untuk Tetraselmis sp. yang hanya sekitar 25%. Kandungan asam lemak tak-jenuh terdeteksi pada analisis ini seperti: metil palmitoleat, oleat, linoleat atau oktadekanoat, berkisar antara 10% hingga 30%. Hanya pada Chlorella sp. asam lemak tak-jenuh tidak terdeteksi, yang berarti minyak yang berasal dari spesies ini cenderung mempunyai titik leleh lebih tinggi. Spirulina sp. terdeteksi mempunyai kandungan metil ester tak-jenuh ganda yang cukup besar sehingga akan sangat mudah terotoksidasi dan mendorong proses degradasi minyak lebih cepat. Pengujian lebih jauh seperti uji Rancimat dan angka cetane perlu dilakukan untuk pemahaman lebih baik mengenai kombinasi tiap jenis metil ester.
PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PROTOTIPE GENERATOR TERMOELEKTRIK BERBAHAN BAKAR GAS Setiawan, Andreas; Taryono, Taryono; Ayub, Made R.S.S.N
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membuat TEG (Thermoelectric Generator) berbahan bakar gas serta melakukan pengujian performa dari prototipe yang dihasilkan. TEG dibuat menggunakan empat modul termoelektrik, sebagai reservoir dingin digunakan aliran air sedangkan reservoir panas menggunakan bahan aluminium dengan sepuluh sirip dan pembakar gas. Pengujian TEG dilakukan pada beberapa variasi laju aliran masa bahan bakar 0,0083 g/menit, 0,027 g/menit, 0,062 g/menit, dan 0,218 g/menit. Pengujian dilakukan dengan mengukur tegangan beban, suhu reservoir panas, dan suhu reservoir dingin yang kemudian dianalisa untuk mendapatkan nilai daya yang dihasilkan dan efisiensi generator. Dari hasil uji coba didapatkan bahwa semakin besar laju aliran massa gas, ternyata efisiensi generator justru menurun, meskipun daya yang dihasilkan mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan rancangan pembakar gas yang tidak optimal sehingga tidak semua gas terbakar sempurna, akibatnya sebagian energi tidak terkonversi. Meskipun demikian prototipe mampu mendapatkan efisiensi yang cukup tinggi sampai dengan 12,12 % dan daya maksimal 2,2 Watt. Pada rentang temperatur pengujian nilai koefisien Seebeck rata-rata dari modul termoelektrik terukur sebesar 62,3 µV/K. This research aims to design gas fueled TEG prototype and tests its performance. TEG is made of thermoelectric module as the coolant, while the hot side uses ten-stripped aluminum. TEG testing is done in various gas burning speeds: 0.0083 g/minute, 0.027 g/minute, 0.062 g/minute, and 0.218 g/minute. TEG testing is performed by measuring load voltage and the temperature of the cold and hot sides, from which it is analyzed subsequently to find the power and efficiency of the TEG. Result of the experiment shows that the faster gas burning speed, the lower the efficiency of TEG, even though the power increases. Maximum efficiency reached in the experiment is 12.12 % and maximum power is 2.2 Watt. Average Seebeck coefficient of the thermoelectric module is 62.3 µV/K. The higher the Seebeck coefficient value the better the TEG performance.
Back Cover Vol 17, No 2 (2018) KetJurnal, KetJurnal
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 2 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERHITUNGAN BIAYA KERUSAKAN DAN KARBON DALAM BIAYA EKSTERNALITAS PEMBANGKIT LISTRIK ; COST CALCULATION OF DAMAGE, AND CARBON IN EXTERNALITIES COST POWER PLANT Nasrullah, Mochamad; Kuncoro, Arie Heru
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 1 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik, pemerintah berupaya meningkatkan penggunakan energi baru terbarukan dalam pembangkitan listrik. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian biaya ekster-nalitas pembangkit listrik berbahan bakar fosil, dan berdasarkan hasil kajian tersebut dapat diketahui kebijakan harga listrik dari pembangkit listrik energi terbarukan secara tepat. Metode yang digunakan adalah Impact Pathways Assessment yaitu memperkirakan dampak kerusakan lingkungan (dampak kesehatan bagi manusia), akibat pencemaran udara pada operasional pembangkit listrik yang dikon-versikan dalam bentuk uang (monetary valuation) berupa biaya eksternalitas. Perhitungan biaya ek-sternalitas merupakan gabungan dari biaya kerusakan yang diakibatkan oleh emisi PM10, SO2 dan NOx dengan biaya karbon (carbon tax) akibat emisi CO2. Dengan asumsi carbon tax sebesar 10 $US/MTCO2 berakibat biaya eksternal carbon tax rata-rata menjadi sebesar 2 mills$/kWh. Hasil perhi-tungan menunjukkan biaya eksternalitas yang terkecil adalah PLTP Kamojang sebesar 0,0054 cents$/kWh dan terbesar adalah PLTU Sicanang Belawan sebesar 2,600 cents$/kWh. Penyebab besarnya biaya eksternalitas carbon tax adalah heating value dari bahan bakar dan biaya karbon. Sedangkan besarnya biaya eksternalitas dari kerusakan emisi polutan akibat besarnya tingkat emisi polutan. Per-bandingan biaya eksternalitas menunjukkan pembangkit EBT bisa lebih kompetitif dari pada pem-bangkit fosil. Perencanaan pengembangan pembangkit listrik, jika hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, maka energy fosil di masa mendatang tetap mendominasi. Dengan memasukkan faktor ek-sternalitas diharapkan perencanaan pengembangan pembangkit listrik menjadi paradigma pem-bangunan berkelanjutan. To meet the need for electricity, the government seeks to increase the use of renewable energy in elec-tricity generation. This research aims to assess external costs of fossil-fueled power plants, and based on these results it can be seen that electricity pricing policy of renewable energy power plants appro-priately. The method used is Impact Assessment Pathways estimating the environmental impacts (impacts to human health), air pollution in power plant operations are converted into money (monetary valuation) in the form of external costs. Calculation of external costs is a combination of the cost of damage caused by emissions of PM10, SO2 and NOx at a cost of carbon (carbon tax) as a result of CO2 emissions. Assuming a carbon tax of $ 10 US / MTCO2 result in the external costs of car-bon tax amounting to an average of $ 2 mills / kWh. The calculations show that the smallest of exter-nalities is the smallest of geothermal power plants Kamojang $ 0.0054 cents / kWh and is the largest Sicanang Belawan power plant for $ 2.600 cents / kWh. The cause of the high cost of externalities of a carbon tax is the heating value of the fuel and carbon costs. While the magnitude of the externality costs of damage caused caused by the level of pollutant emissions of pollutant emissions. Comparison of external costs of renewable energy plants could indicate more competitive than fossil plants. Plan-ning the development of power generation, if only consider the economic aspects, fossil energy in the future continue to dominate. By using the externalities factors expected power development planning
PENGENDALI BEBAN ELEKTRONIK TIGA FASA MENGGUNAKAN MIKRO KONTROLER PADA PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO HIDRO (PLTMH) Slamet, Slamet
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini diuraikan tentang rancang bangun rangkaian kontrol beban elektronik menggunakan pengendali IP (Integral Proportional) dengan metode pencuplikan data zero crossing detectorberbasis mikrokontroller Atmega 128 yang berfungsi sebagai penyetel pergeseran sudut penyalaan SCR pada beban komplemen (ballast load). Dalam percobaan, digunakan sensor arus daya masing-masing fasa menggunakan CT 50/5 A, dan sensor tegangan dicuplik dari ADC (Analog Digital Converter) mikrokontroller internal. Data konversi arus, tegangan dan frekuensi ditampilkan dengan menggunakan LCD 16x2 bit yang dibangun dari data masukan. Sedangkan pengujian dilakukan off-grid dan on-grid, Pada off-grid digunakan inverter sebagai penggerak mula untuk memutar generator dan beban diubah-ubah dengan tingkat sensivitas 1 kW dengan tegangan 220 Volt fasa ke netral, sedangkan dengan grid di uji pada PLTMH Melong dengan kapasitas 100 kW. Dari hasil pengendali frekuensi dan tegangan diperoleh akurasi sekitar 0.01 Hz pada saat terjadi perubahan beban, sedangkan untuk kembali ke frekuensi maksimum pada kondisi semula dibutuhkan waktu sekitar 0.5 detik. This research describes the design of electronic load controller circuit using IP controller (IntegralProportional) with the data sampling method using zero crossing detector based on microcontroller type Atmega128 which serves as the setting shifts of the SCR firing angle of load complement (ballast load). In the experiment, the current sensor used in each phase is CT50/5A, while voltage sensor is from ADC (Analog Digital Converter) internal microcontroller. The data of current conversion, voltage and frequency are displayed using the LCD 16x2 bits that are built from input data. Testing of system is done for off-grid and on-grid. On the off-grid, inverter is used as a prime mover to rotate the generator and load is changed with sensitivity level of 1 kW with 220 volt phase to neutral voltage. Meanwhile, the grid is tested on micro hydro power plant of Melong with a capacity of 100 kW. The result from frequency controller has an accuracy of about 0.01 Hz in the event of load changes, while the time needed to return to the maximum frequency at original state is about 0.5 seconds.
PENGUJIAN HARMONISA PADA LAMPU HEMAT ENERGI (LHE) MENURUT STANDAR IEC 61000-3-2 KELAS C, IEEE 512-1992 DAN POWER FACTOR PLN (STUDI KASUS UNTUK LHE 5 WATT) Widhiatmaka, Widhiatmaka; Aman, Mohamad
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 2 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diuji tingkat harmonisa yang ditimbulkan oleh 6 sampel lampu hemat energi (LHE) 5 watt yang beredar di pasaran. Data individual harmonic distortion (IHD) diukur sampai orde ke-39 untuk setiap LHE, sesuai standar International Electrotechnical Commission (IEC) 61000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ITHD berkisar 69,3-81,72%, power factor (PF) 0,54-0,62, dan IHD tertinggi pada orde ke-3 dan diikuti orde ke-5. Menurut standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 519-1992 ITHD < 20%, standar Perusahaan Listrik Negara (PLN) PF ≥ 0,85 dan standard IEC 61000, dapat disimpulkan bahwa 6 sampel LHE tersebut tidak ada yang memenuhi standar performance yang disyaratkan. The level of harmonics generated by the six samples of common market energy-saving lamps (ESL) of 5 watts has been measured up to the 39th order for each ESL, according to IEC 61000. From thetest results of the six samples show ITHD ranged from 69.3 to 81.72%, and power factor (PF) 0.54 - 0.62, with the highest harmonics on the order of the 3rd and 5th. According to the IEEE Standard 519-1992 ITHD has to be less than 20%, PLN standard i.e. PF has to be greater than or equal to 0.85, and the IEC61000. It can be concluded that  the six samples of ESL have not met the required performance standards.
ANALISIS PEMAKAIAN ENERGI PADA SETRIKA LISTRIK TANPA UAP DALAM MENUNJANG PENETAPAN STANDAR KINERJA ENERGI MINIMUM ; ANALYSIS OF ENERGY UTILIZATION ON NON-STEAM ELECTRIC IRONS TO SUPPORT THE IMPLEMENTATION OF MINIMUM ENERGY PERFORMANCE STANDARD ahadi, khalif; Anggono, Tri
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 2 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setrika listrik tanpa uap merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang mengkonsumsi listrik yang banyak digunakan pada sektor rumah tangga. Pemakaian daya listrik yang cukup besar ini perlu diperhatikan tingkat efisiensinya. Besarnya tingkat efisiensi minimum setrika listrik tanpa uap yang masih diperbolehkan untuk dapat beredar dipasaran Indonesia belum ditetapkan oleh pemerintah. Pengujian kinerja terhadap peralatan setrika listrik tanpa uap ini dilakukan untuk mendapatkan data awal dalam penetapan tingkat efisiensi tersebut. Pengujian laboratorium untuk menentukan tingkat efisiensi maupun pemakaian energi listrik dilakukan menggunakan standar pengujian SNI IEC 60311 : 2009. Banyaknya sampel uji yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 unit yang terdiri dari 20 model setrika listrik tanpa uap yang beredar dipasaran pada tahun 2014. Dari hasil pengujian dan analisis statistik didapatkan rekomendasi pemberlakukan nilai standar kinerja energi minimum berdasarkan tingkat efisiensi energi yaitu sebesar 0,9 Wh/oC. Melalui penerapan standar kinerja energi minimum tersebut diharapkan adanya peningkatan efisiensi pemakaian energi listrik pada setrika listrik tanpa uap sebesar 17 %. Non steam electric iron is one of home appliance which consumes electricity that is widely used in the household sector. The level of efficiency for this large power consumption is should be noted. The level of minimum efficiency for non steam electric irons that allowed to entered Indonesian market still not established yet by the government. This performance test of non steam electric irons is conducted to obtain preliminary data in determining the level of efficiency. The laboratory testing to define the efficiency rate or electrical energy consumption was performed using testing standards IEC 60311: 2009. The quantity of samples that used in this research is 40 samples which consists 20 models of non steam electric irons on Indonesian markets in 2014. Testing results and statistics analysis recommends minimum energy performance standard by efficiency rate valued 0.9 Wh/oC. Through the implementation of minimum energy performance standard, it is expected to gain improvement of energy utilization from non steam iron as 17%.
REKAYASA DAN UJI KINERJA REAKTOR BIOGAS SISTEM COLAR PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA Isdiyanto, Rochman; Hasanudin, Udin
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 1 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Lagoon Anaerobic Reactor (CoLAR) atau reaktor anaerobik tertutup telah dapat diterapkan sebagai teknologi pengolahan air limbah industri tapioka yang menghasilkan biogas. Kegiatan kerekayasaan pengembangan bioreaktor sistem CoLAR ini bertujuan untuk menyediakanbiogas sebagai energi terbarukan di lingkungan industri tapioka. Bioreaktor sistem CoLAR terbuat dari bahan geomembran dengan kapasitas 3.600 m3 mampu menampung air limbah dengan laju alir150 m3 per hari. Air limbah akan mengalami proses fermentasi anaerobik dengan waktu tinggal hidrolik selama 20 hari. Hasil pengamatan pada uji kinerja bioreaktor diketahui bahwa bioreaktor CoLAR yang diterapkan dapat bekerja dengan baik. Hal ini ditandai dengan menurunnya nilai rata-rata Total Chemical Oxygen Demand (T-COD) sebesar 70,3 %, yaitu dari 9.011 mg/liter turun menjadi 2.680 mg/liter atau sebesar 0,317 gr COD/Liter/hari atau 949,6 kg COD/150 m3/hari. Sistem bioreaktor mampu menghasilkan rata-rata produksi biogas sebesar 485,4 m3/hari dengankandungan metana sebesar 58,8 %. Kualitas biogas tersebut secara teknis dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan.

Page 4 of 15 | Total Record : 147