cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Floribunda
ISSN : 01254706     EISSN : 24606944     DOI : -
Floribunda is published both in Bahasa Indonesia and English, covers wide range of plant diversity, taxonomy and systematics of Malesian flora particulary distributed in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK JENIS-JENIS TUMBUHAN GENUS EUPHORBIA (EUPHORBIACEAE) BERDASARKAN CIRI MORFOLOGI Maria Teresia Danong; Maria T.L. Ruma; Kristina M. Nono; Rony S. Mauboy; Theresia L. Boro; Emilia Etu
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i2.2023.387

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan fenetik jenis-jenis tumbuhan genus Euphorbia (Euphorbiaceae) berdasarkan ciri morfologi di Desa Oben, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara eksplorasi, koleksi dan dokumentasi. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri morfologi, serta gambar tumbuhan pada pustaka. Analisis hubungan kekerabatan jenis-jenis genus Euphorbia menggunakan prosedur simqual melalui program NTSYS–pc 2.02 (Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System). Analisis pengelompokan cluster menggunakan SHAN (Sequential Aglomerative Hierarchical and Nested Clustering). Kategori pengelompokan setiap STO menggunakan kriteria indeks similaritas (IS) dengan kriteria: IS: ≥ 0.75 = sangat dekat, 0.51–0.74 = dekat, 0.26–0.50 = tidak dekat, ≤ 0.25 = sangat tidak dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis tumbuhan genus Euphorbia yaitu E. antiquorum L., E. heterophylla L., E. hirta L., E. milii Des Moul., E. pulcherrima Willd. & Klotzsch, E. tirucalli L., E. tithymaloides L., dan E. trigona Mill. Euphorbia milii memiliki 3 varian yaitu bunga merah, bunga kuning dan bunga merah jambu. Hubungan kekerabatan jenis-jenis tumbuhan genus Euphorbia berdasarkan fenogram dapat dikelompokan dalam 2 kelompok yaitu  kelompok I dengan hubungan  kekerabatan  sangat dekat dan IS = 0.82 dimiliki oleh E. trigona dan E. antiquorum; kekerabatan dekat dengan IS =  0.71–0.53 dimiliki oleh E. milii,  E. heterophylla, E. tithymaloides dan  E. tirucalli. Kelompok II dengan hubungan kekerabatan sangat jauh  atau sangat tidak dekat dengan IS = 0.49 dimiliki oleh E. hirta dan E. pulcherrima.
NOTES ON TAXONOMY OF ATHYRIUM NIGRIPES (BLUME) T. MOORE COMPLEX, AN INSIGHT FROM MOUNTAINS IN JAVA Wita Wardani; Bayu Adjie; Kusumadewi Sri Yulita; Andi Salamah
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i2.2023.406

Abstract

Athyrium nigripes is a highly variable species described and recorded mostly from Java and few from surrounding islands. There are different arguments on its delimitation and hence its extent of distribution. We attempted to elucidate disagreement on delimitation of four related species described from Java: Athyrium nigripes, Aspidium costale, At. pulcherrimum and At. nitidulum with phenetic approach. The analysis formed four clusters; cluster I consist of the large sized and include type specimen of At. pulcherrimum and Asp. costale, cluster II for plants with standard form and include type specimen of At. nigripes, cluster III only for serrated plants and cluster IV contain the At. nitidulum form. Since Asp. costale clustered in group I, this species is more closely related to At. pulcherrimum than to At. nigripes nested in group II.  Large size and degree of division indicate major clustering within the complex species.
AUTHENTICATION OF THREE WAX APPLES CULTIVARS (SYZYGIUM SAMARANGENSE (BLUME) MERR. & L.M. PERRY) BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTER AND FRUIT METABOLITE PROFILE Annisa Nur Rachmah; Asri Febriana; Niken Kusumarini; Eka Oktaviani; Arnia Sari Mukaromah
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i2.2023.409

Abstract

Wax apple is one of the superior fruits of Demak, especially cultivars 'Citra', 'Delima' and ‘Madu Deli Hijau'. Research on the wax apple of the three cultivars is still limited. Therefore, research on the authentication of wax apple cultivars based on morphological characters and metabolite profiles present in one location is important to do. The aims of this study were to identify morphological characters and analyze metabolite profiles, to analyze relationship and to identify morphological characters and metabolite marker profiles in the authentication activities of three wax apples cultivars. Sampling was in Boyolali Village, Demak Regency. The stages of this research included morphological characterization of stem, leaf, fruit and seed organs, phylogeny analysis with MVSP, metabolite profile analysis using GC-MS, and determination of morphological characters and metabolite profiles with PCA. The results showed that there were morphological diversity and metabolite profile variations of the three cultivars. Relationship analysis based on morphological characters and metabolite profiles resulted in different grouping patterns. 'Madu Deli Hijau' and 'Citra' are closely related based on morphological characters and a combination of morphological characters and metabolite profiles. Morphological characters in the authentication of the 'Citra' (dark red exocarp color), 'Delima' (bright red exocarp color, smooth and flat fruit surface, jagged fruit shape), in 'Madu Deli Hijau' (elongated leaf shape and exocarp is green with a pink tinge). Authentication of probable marker metabolite profiles on 'Citra', 'Delima' and 'Madu Deli Hijau' wax apples of 10, 7 and 5 compounds.
LEJEUNEACEAE (SUBFAMILY: LEJEUNEOIDEAE) OF MOUNT SIBUATAN, NORTH SUMATRA, INDONESIA Ferdinand Susilo; Nursahara Pasaribu; Syamsuardi Syamsuardi; Etti Sartina Siregar
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i2.2023.411

Abstract

Lejeuneaceae (Subfamily: Lejeuneoideae) of  Mount Sibuatan, North Sumatra, Indonesia. Information on the local diversity of the subfamily Lejeuneoideae in North Sumatra, Indonesia, is still less reported, especially in Mount Sibuatan. This study aimed to collect, explore and describe the morphological characters and obtain the diversity of the subfamily Lejeuneoideae in the Mount Sibuatan forest area, North Sumatra. Nineteen species of this subfamily are reported, comprising eight genera: Cheilolejeunea, Cololejeunea, Colura, Diplasiolejeunea, Drepanolejeunea, Lejeunea, Metalejeunea, and Pycnolejeunea.. One species, namely Drepanolejeunea pentadactyla, is reported as new record for Sumatra. Identification key to species and pictures of species newly recorded is provided.
KERAGAMAN BEBERAPA KOLEKSI ANGGREK DI KEBUN RAYA EKA KARYA BALI BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN STOMATA Putu Apriliani; Made Pharmawati
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i2.2023.412

Abstract

Tanaman anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai komersial tinggi dan memiliki keunikan khas dalam estetika. Konservasi anggrek telah dilakukan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Ada 265 anggrek yang dikumpulkan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Koleksi anggrek membutuhkan karakterisasi morfologis dan stomata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik morfologi dan stomata delapan spesies anggrek yang dikumpulkan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Karakter morfologi yang diamati meliputi karakter batang, daun, bunga dan habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan spesies anggrek, empat merupakan anggrek epifit, dan empat spesies dapat ditemukan hidup secara epifit dan terrestrial. Delapan spesies anggrek tersebut memiliki bentuk yang bervariasi secara morfologis dari ukuran daun, diameter batang, bentuk daun, warna daun, bentuk bunga, dan warna bunga. Berdasarkan karakteristik stomata, di antara delapan spesies anggrek, terdapat tiga spesies dengan tipe stomata parasitik dan lima spesies dengan tipe anomositik.
KEANEKARAGAMAN NEPENTHES DI KAWASAN BUKIT PERASAK KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Syamswisna Syamswisna; Rexy Maulana Dwi Karmadi
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i2.2023.414

Abstract

Nepenthes memiliki peranan penting dalam suatu ekosistem, di antaranya dapat  mengendalikan populasi serangga serta mengurangi konsentrasi CO2 di udara karena laju fotosintesisnya yang cukup tinggi. Namun populasi tumbuhan Nepenthes terus menurun di habitat alaminya. Di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas, Nepenthes dapat ditemukan di beberapa tempat seperti di kawasan Bukit Perasak, Desa Seberkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies Nepenthes di kawasan Bukit Perasak Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengamatan dilakukan di tiga titik Kawasan penelitian, yaitu hutan sekunder, areal terbuka, dan hutan kerangas dengan menggunakan teknik petak ganda. Pengukuran faktor lingkungan pada habitat Nepenthes seperti suhu udara, kelembaban udara, pH tanah dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga spesies Nepenthes, yaitu Nepenthes gracilis, Nepenthes mirabilis, dan Nepenthes x neglecta. Spesies Nepenthes yang mendominasi di hutan sekunder adalah Nepenthes gracilis dengan INP (Indeks Nilai Penting) 119%, KR (Kerapatan Relatif) 59%, dan FR (Frekuensi Relatif) 60%. Di areal terbuka, yang mendominasi adalah Nepenthes mirabilis dengan INP 106%, KR 55%, dan FR 51%. Di Hutan Kerangas yang mendominasi adalah Nepenthes mirabilis dengan INP 111%, KR 58%, dan FR 53%. Faktor lingkungan pada habitat Nepenthes adalah suhu udara yang berkisar 25,1℃-32,1℃, kelembaban udara yaitu 79%-87,5%, dan pH 5,6-6,3.
COVER FLORIBUNDA Floribunda
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
EPISTOLA BOTANICA: MAYACACEAE IN INDONESIA: AN ALIEN FAMILY ESCAPED FROM CULTIVATION Muhammad Rifqi Hariri; Muhammad Hisyam Fadhil; Arifin Surya Dwipa Irsyam; Dian Rosleine; Rina Ratnasih Irwanto
Floribunda Vol. 7 No. 3 (2023): Floribunda Oktober 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i3.2023.404

Abstract

Mayacaceae Kunth is a monogeneric family with a single genus, Mayaca Aubl. Its family members are herbs found in swamps, lakes, and rivers. The family is distributed throughout the Neotropics, except for M. baumii Gürke, which is only found in Africa [de Carvalho MLS & Machado AFP., Revisiting Mayacaceae Kunth towards to future perspectives in the family, Rodriguésia 66(2): 421-427. 2015]. Mayacaceae consists of ten species and one of them, Mayaca fluviatilis Aubl. is widely cultivated as an aquascape ornamental plant, including in Indonesia. This aquatic family is not yet recorded in the Flora of Java Vol. III [Backer CA & Bakhuizen van den Brink RC., Flora of Java, Vol. III, Groningen: NVP Noordhoff. 1968].
VARIATION IN SUGAR CONTENT AND DISTRIBUTION IN SYZYGIUM SAMARANGENSE FRUITS Pudji Widodo; Elly Proklamasiningsih; Murni Dwiati; Agus Hery Susanto
Floribunda Vol. 7 No. 3 (2023): Floribunda Oktober 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i3.2023.422

Abstract

Jambu semarang (Syzygium samarangense) terdiri dari banyak kultivar dengan kadar gula yang berbeda-beda. Pada setiap buah, kandungan gulanya tidak merata. Tingkat kemanisan buah seringkali menjadi penentu nilai ekonomi dari jambu semarang. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui sebaran gula pada berbagai kultivar jambu semarang, 2) mengetahui sebaran kadar gula di dalam buahnya, 3) mengetahui pengaruh rerata hari hujan per bulan terhadap kandungan gula buah.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan purposive sampling, observasi laboratorium dengan mengukur kadar gula dengan refraktometer, mengkorelasikan faktor lingkungan dengan kandungan gula buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah dengan kadar gula tertinggi terdapat pada kultivar Syzygium samarangense 'Sukaluyu' (maks 16,5 ◦Brix), S. samarangense 'Madu' (maks 14 ◦Brix), S. samarangense 'Kesuma Merah’ (max 10.5 ◦Brix), S. samarangense 'Citra' (maks 8.5◦Brix) yang cocok untuk buah-buahan segar. Sedangkan yang kadar gulanya rendah seperti S. samarangense 'Bajang Leang’ (4.5 ◦Brix), S. samarangense 'Kuning’ (4 ◦Brix) lebih cocok untuk lutis. Pada buah S. samarangense, gula tertinggi biasanya terakumulasi di bagian ujung buah, dan gula terendah berada di pangkal buah.  Kadar gula berkorelasi negatif dengan rerata hari hujan per bulan.  Makin sedikit hari hujan, buah semakin manis.  
NEOTYPIFICATION OF TWO MARASMIELLUS SPECIES (AGARICALES: OMPHALOTACEAE) Atik Retnowati; Fitria Tisa Oktalira
Floribunda Vol. 7 No. 3 (2023): Floribunda Oktober 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i3.2023.423

Abstract

The typification of two species of Marasmiellus is discussed. Since the holotypes of Marasmiellus nugatorius and Marasmiellus pangerangensis did not exist, therefore neotypes of both species are designated here. To aid further identification of those species, a line drawing of macro-micromorphological features is provided.