cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24775932     EISSN : 2477846X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JP-BSI), publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in March and September. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Rekonstruksi Cerita Rakyat Pulau Jawa Berdasarkan Perspektif Kesetaraan Gender Dase Erwin Juansah; Ade Husnul Mawadah; Ade Anggraini Kartika Devi
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): VOLUME 6 NUMBER 1 MARET 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i1.2053

Abstract

Ada isu stereotip gender yang secara halus membaur dalam cerita rakyat  Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan merekonstruksi  cerita rakyat Jawa dari perspektif kesetaraan gender. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan paradigma kualitatif dengan model deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan  menganalisis citra perempuan  dalam cerita rakyat yang ada, merekonstruksi cerita rakyat dengan sudut pandang kesetaraan gender, dan  merancang narasi dan visual cerita rakyat. Rekonstruksi cerita rakyat menghasilkan cerita yang tidak melemahkan figur perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa  ideologi cerita rakyat dapat disesuaikan dengan nilai-nilai yang ingin diajarkan kepada generasi muda tanpa mengubah alur cerita, tetapi dengan mengambil sudut pandang sebaliknya.
Fabel Penumbuh Sensitivitas Moral Zulfa Fahmy; Surahmat Surahmat; Alfa Zulia Dwi Karina
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): VOLUME 5 NUMBER 2 SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i2.1898

Abstract

Fabel dipahami sebagai teks yang sangat penuh pelajaran moral, tetapi pada kenyataanya ia tidak dipahami sebagai teks moral. Padahal fabel adalah sarana yang cukup efektif dalam mengajarkan moral pada anak usia dini. Sensitivitas moral tersebut yang harus ditumbuhkan semenjak dini. Sensitivitas moral adalah kepekaan menyimpulkan sebuah kejadian memiliki nilai-nilai moral, bagaimanapun kejadiannya. Fabel bisa disesuaikan agar mampu menumbuhkan sensitivitas tersebut. Permasalahan penelitian ini adalah fabel seperti apa yang bisa menumbuhkan sensitivitas moral. Metode penelitian menggunakan desain sinkronisasi antara telaah pustaka dan hasil angket. Berdasarkan hasil penelitian, fabel yang mampu menumbuhkan sensitivitas moral yaitu (1) adanya sinkronisasi antara tokoh, latar tempat, latar waktu, konflik, dan solusi yang berdasar pada kemampuan aspek tersebut memanggil ingatan tentang amanat/pesan fabel. (2) Solusi yang disampaikan harus berdasarkan kebijaksanaan. (3) Koda berbentuk kalimat pertanyaan yang mampu mengarahkan anak mencapai amanat/pesan yang diharapkan. Intinya adalah, makin sering anak teringat amanat/pesan fabel, makin cepat pula tumbuh sensitivitas moral pada sang anak.
Interferensi Fonologis Bahasa Daerah terhadap Bahasa Indonesia (Studi pada Mahasiswa Penutur Bahasa Bima di Universitas Muhammadiyah Makassar) Munirah Munirah; Aziz Thaba; Akram Budiman Yusuf; Hajarulhuda Dewi Anjani; Abdul Karim
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2330

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bertujuan mengetahui bentuk interferensi fonologis bahasa Bima dalam bahasa Indonesia mahasiswa Unismuh Makassar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan mengetahui faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya interferensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yang memeberikan gambaran dan penjelasan (eksplanasi) terhadap bentuk intereferensi fonologis bahasa Bima dalam bahasa Indonesia mahasiswa Unismuh Makassar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik menyimak, teknik catat, dan teknik rekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interferensi fonologis bahasa Bima dalam bahasa Indonesia terjadi dalam bentuk interferensi fonetik dan fonemik berupa kesalahan bunyi bahasa yakni penggunaan fonem /e/ yang dilambangkan dengan bunyi [ә] vokal pusat tengah tak bundar, penutur dengan kode BDB tidak mengenal penggunaan bunyi [ә] dalam pertuturan, penutur dengan kode BDB cenderung merubah bunyi suatu bahasa sehingga membedakan makna, contohnya /kalapa/ (BDB) yang seharusnya /kelapa/ (BI). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi, antara lain; keterbiasaan penutur menggunakan bahasa pertama (bahasa daerah) dan kurangnya pemahaman terhadap unsur-unsur bahasa kedua (BI), penggunaan bahasa kedua (BI) masih dirasakan asing oleh sebagian besar penutur BDB ketika melakukan interaksi komunikasi dengan penutur yang sama-sama menggunakan kode BDB, sehingga memengaruhi pola komunikasi BI yang baik dan benar dan akhirnya menimbulkan terjadinya kesalahan berbahasa.
Gerakan Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal “Grebeg Suran” Banyumas untuk Pembelajaran Berceramah Kelas XI SMA Lukman Leksono
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam gerakan literasi sekolah berbasis kearifan lokal di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan objek kajiannya adalah kegiatan berliterasi di dua SMA Negeri di Kabupaten Banyumas. Sumber datanya yaitu kegiatan literasi yang melibatkan guru dan peserta didiknya. Pengambilan dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam, dianalisis dengan model interaktif. Keabsahan melalui cara triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai karakter nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong dapat ditanamkan kepada peserta didik melalui gerakan literasi digital sekolah berbasis kearifan lokal dengan mengenalkan video “grebeg suran” Banyumas.  Media video “grebeg suran” Banyumas ini akan dijadikan bahan ceramah oleh para peserta didik. Harapannya agar peserta didik mampu memahami, menghargai, dan mengembangkan budaya “grebeg suran” Banyumas tersebut sebagai budaya warisan leluhurnya yang membanggakan dan menjadi branding daerahnya.
Pengembangan Bahan Ajar Kajian Prosa Fiksi untuk Perguruan Tinggi Berbasis Mobile Learning Aziz Thaba; Abdul Karim Mahmut; Amrul Amrul
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2331

Abstract

Tujuan penelitian ini menghasilkan prototipe bahan ajar kajian prosa fiksi mobile learning yang layak atau valid, efektif, dan praktis. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluation. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Teknik pengumpulan data meliputi teknik tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Melalui penelitian dan pengembangan ini dihasilkan prototipe bahan ajar kajian prosa fiksi berbasis mobile learning telah teruji validitas unsur materi, unsur penyajian, unsur kegrafikan, unsur kebahasaan, dan unsur media atau teknologi. Subjek uji coba satu-satu menilai bahan ajar dengan kategori layak, subjek uji coba lapangan utama menilai bahan ajar dengan kategori sangat layak, dan subjek uji coba lapangan operasional menilai bahan ajar dengan kategori sangat layak. Bahan ajar efektif terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa. Bahan ajar praktis dalam penggunaannya ditinjau dari hasil penilaian keterlaksanaan dan pengelolaan pemakaian bahan ajar di dalam pembelajaran.
Analisis Fungsi Kutipan F6 (Menilai Secara Negatif Pendapat atau Hasil Penelitian Sebelumnya) dalam Artikel Jurnal Berbahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Papua dan Papua Barat Tahun 2019 Juni Syaputra; Elvi Rahmi; Muhammad Ruli
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peranan fungsi kutipan F-6 (menilai secara negatif pendapat atau hasil penelitian sebelumnya) pada artikel jurnal terakreditasi yang ada di Perguruan Tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis teks yang dilakukan berdasarkan tujuan fungi kutipan pada kalimat atau kelompok kalimat dalam artikel jurnal penelitian yang terakredutasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat Tahun 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca secara keseluruhan bagian artikel yang ada pada jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019, menandai bagian-bagian fungsi komunikatif F-6 pada artikel, menganalisis fungsi komunikatif F-6 pada artikel dan menarik kesimpulan dari hasil analisis untuk mengetahui fungsi komunikatif F-6 pada artikel dalam jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019. Sementara teknik analisis dilakukan dengan menandai bagian kalimat yang mengandung fungsi komunikatif F-6 pada artikel, mengumpulkan fungsi komunikatif F-6) pada artikel ke daftar tabel, selanjutnya memberikan kesimpulan fungsi komunikatif F-6 (pada artikel dalam jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan 4% artikel yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat yang yeng menggunakan fungsi kutipan F-6 (menilai secara negatif hasil penelitian orang lain). Untuk menunjang keberlangsungan dan meningkatkan jumlah publikasi, diharapkan para peneliti menerapkan fungsi F-6 dalam menemukan cela penelitian baru dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Hubungan Minat Baca dan Penguasaan Kosa Kata terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi Siswa Kelas VI SDN 24 Macanang Rukayah Rukayah; Aziz Thaba; Abdul Karim Mahmut
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di SDN 24 Macanang Kabupaten Bone yang berjumlah 34 orang sehingga keseluruhan populasi adalah sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan tes. Data dianalisis dengan teknik statistik correlation pearson product moment. Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa; (1) Siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone sebanyak 35,3 persen dikatagorikan berminat dalam membaca, sisanya 64,7 persen dengan katagori cukup berminat. (2) 44,1 persen menguasai kosakata bahasa Indonesia, dan siswanya 55,9 persen dengan katagori cukup menguasai. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai rhitung untuk variabel minat baca terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa sebesar 0,44. Jadi, nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel (0,44>0,34) sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan antara minat baca terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone” diterima. Sedangkan hasil uji hipotesis kedua menunjukkan nilai rhitung untuk variabel penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa sebesar 0,12. Jadi, nilai rhitung lebih kecil daripada nilai rtabel (0,12>0,34) sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan antara penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone” ditolak.
Representasi Ideologi dan Kekuasaan Teks Berita Virus Corona di Indonesia (Analisis Wacana Kritis Roger Fowler, Dkk.) St. Rahmaniar; Johar Amir; Jufri Jufri; Aziz Thaba
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2324

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ideologi dan kekuasan dalam teks berita Virus Corona di Indonesia dengan menggunakan kerangka kerja analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Roger Fowler dkk. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Hasil dalam penelitian ini ditemukan representasi ideologi dan kekuasaan yang terdapat dalam teks berita virus corona khusunya dalam media online CNN Indonesia yang terdiri atas tiga aspek, yaitu aspek kosakata, aspek tata bahasa, dan aspek style. Pertama, representasi ideologi dan kekuasaan aspek kosakata ditemukan adanya penggunaan kosakata modalitas dan kosakata istilah baru. Pada aspek kosakata modalitas ditemukan ideologi dan kekuasaan membatasi pandangan dan pertarungan wacana, sedangkan pada aspek kosakata istilah baru ditemukan ideologi dan kekuasaan membuat klasifikasi. Kedua, representasi ideologi dan kekuasaan pada aspek tata bahasa ditemukan adanya tata bahasa pasivasi dan nominalisasi. Pada aspek tata bahasa pasivasi dan nominalisasi ditemukan ideologi dan kekuasaan marginalisasi. Ketiga, representasi ideologi dan kekuasaan pada aspek style ditemukan adanya penggunaan style klimaks dan antiklimaks. Pada aspek style ditemukan ideologi dan kekuasaan membatasi pandangan.
Aspek Moral Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra: Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra Abdul Kadir; Khazwar Pratama; Ayu Mutmainna; Aziz Thaba
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan aspek moral individu dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra, Mendeskripsikan aspek moral sosial dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra, Mendeskripsikan aspek moral religi dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra. Jenis penelitian ini adalah deksriptif. Penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang berusaha menggambarkan realitas atau fenomena secara apa adanya (objektif) berdasarkan data temuan yang dimiliki. Berdasarkan penjelasan tersebut, deskripsi novel “Sepasang Kekasih yang Belum Bertemua” karya Boy Candra dalam penelitian ini diekplorasi dengan sistematis untuk menemukan data atau fakta terkait aspek moral yang ada di dalamnya dengan menggunakan pisau bedah sosiologi sastra. Hasil dari Penelitian ini adalah tentang kutipan dalam Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu karya Boy Candra dengan pembahasan aspek moral individu, moral sosial, dan moral religi. Moral individu dalam penelitian ini diartikan sebagai persepsi diri seorang pribadi dalam menginterpretasi moral dalam diri dan perilakunnya. Sedangkan moral sosial mengajarkan tentang relasi sosial yang berlandaskan pada moral. dan moral religi meletakkan dasar pemikiran dan perilakunya di atas kaidah atau aturan agama. Untuk itu, konsep ketuhanan, ajaran kebaikan, serta larangan tentang keburukan mejadi dasar aspek moral religi yang terdapat dalam novel “Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu” karya Boy Candra. Temuan tiga ragam moral tersebut diperoleh dengan menggunakan pendekatan kajian sosiologi sastra.
Proses Morfologis Reduplikasi pada Buku Kumpulan Sajak Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono Nafiah Rafiuddin
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i2.2325

Abstract

Penelitian berfokus pada salah satu cabang linguistik yaitu morfologi atau ilmu yang mempelajari pembentukan kata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tenik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah menurut Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang terbagi tiga yaitu reduksi data, display data atau penyajian data, serta kesimpulan dan veriikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis reduplikasi pada buku kumpulan sajak Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang berjumlah 102 sajak, yaitu reduplikasi seluruh yang berjumlah 218 kata, reduplikasi sebagian berjumlah 14 kata dan reduplikasi perubahan fonem yang juga berjumlah 14 kata. Bentuk dasar yang mengalami proses morfologis redupliksi seluruh yaitu; jarum menjadi jarum-jarum, celah menjadi celah-celah, kapal menjadi kapal-kapal, orang menjadi orang-orang, pengembara menjadi pengembara-pengembara dan sebagainya. Bentuk dasar yang mengalami proses morfologis reduplikasi sebagian yaitu; bentuk dasar yang mengalami proses pengulangan bunyi pada suku awal kata dan mengalami pelemahan bunyi, misalnya kata tetapi yang berasal dari bentuk dasar tapi dan mengalami proses reduplikasi pengulangan bunyi pada suku awal kata sehingga ta /a/ mengalami pelemahan bunyi menjadi te /e/ dan kata lelaki dari bentuk dasar laki terjadi perubahan bunyi pada suku awal kata la /a/ dan mengalami pelemahan bunyi menjadi le /e/. Bentuk dasar yang mengalami proses morfologis reduplikasi perubahan fonem yaitu; bentuk dasar yang mengalami proses perubahan bunyi vokal dan konsonan, pada unsur kedua, misalnya kata warna-warni yang berasal dari bentuk dasar warna dan mengalami proses reduplikasi perubahan fonem sehingga terjadi perubahan bunyi vokal /a/ menjadi /i/ dan kata seluk beluk dari bentuk dasar seluk kemudian terjadi perubahan bunyi konsonan sehingga vokal /s/ menjadi /b/.

Page 10 of 18 | Total Record : 178