cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN INSTAN TEH KOMBUCHA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KADAR AIR KRITIS DENGAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT) Risa Meutia Fiana; Cesar Welya Refdi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.812 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.150-156.2018

Abstract

Pendugaan Umur simpan minuman instan teh kombucha dilihat berdasarkan kadar air kritis menggunakan pendekatan ASLT (Accelerated Shelf Life Test) dengan perhitungan menggunakan Model Labuza. Selama penyimpanan sampel ditimbang secara periodik (2 hari sekali selama 40 hari) hingga mencapai berat konstan. Sampel yang telah mencapai berat konstan dianalisa kadar air dan vitamin C. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu umur simpan minuman instan teh kombucha dengan menggunakan pendekatan kadar air kritis dengan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) pada suhu 30° C dan RH penyimpanan 75 % yaitu 503 hari menggunakan kemasan  LDPE (Linear Low Density Polyethy-lene).
RANCANGAN POLA PENGEMBANGAN IRIGASI POMPA DANGKAL BERDASARKAN DATA GEOSPASIAL PADA DAERAH IRIGASI POMPA III NAGARI SINGKARAK Isril Berd; Delvi Yanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.091 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.18.1.46-59.2014

Abstract

Pemanfaatan pompa air dangkal sebagai alternatif pemecahan permasalahan dalam penyediaan kebutuhan air tanaman pada lahan pertanian di Daerah Irigasi Nagari Singkarak perlu diatur pola pengembangannya, sehingga keberlanjutan ketersediaan air tanah tetap terjaga. Rancangan pola pengembangannya memanfaatkan data geospasial sehingga dapat dikaji ruang atau wilayah layanan dari suatu pompa air dangkal. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan DI Pompa III Nagari Singkarak dengan luas 61,93 ha mempunyai irigasi pompa dangkal sebanyak 40 unit (hasil survey Agustus 2013). Dalam pengembangan irigasi pompa dangkal dari hasil analisis berdasarkan luas layanan optimum, hanya dibutuhkan 32 unit pompa dangkal untuk DI Pompa III Nagari Singkarak
ANALISIS ORGANOLEPTIK FORMULA MINUMAN KAHWA DAUN MIX Rilma Novita; Andi Eviza; Jamal Husni; Sri Kembaryanti Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.963 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.58-62.2017

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui penerimaan panelis terhadap 3 formula minuman kahwa daun mix. Formula minuman kahwa daun mix terdiri dari bubuk kahwa daun, susu skim, krimer, dan gula pasir. Formula dibuat dengan memvariasikan berat bubuk kahwa dan susu skim sedangkan berat gula dan krimer dibuat tetap dengan berat total setiap formula 28 gram. Terhadap 3 formula (kode 135, 234, 345) dilakukan uji hedonik meliputi warna, rasa, dan aroma oleh 25 orang panelis agak terlatih dengan 6 skala hedonik. Minuman kahwa daun mix dengan skor rata-rata penilaian tertinggi dari segi warna, rasa, dan aroma adalah formula 345. Hasil analisis dengan One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata antar formula minuman dari segi warna (nilai sig (P)<0.05) tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan dari segi rasa dan aroma (nilai sig (P)>0.05).
ANALISIS NILAI TAMBAH PELAKU RANTAI PASOK GAMBIR DENGAN METODE HAYAMI TERMODIFIKASI Hendra Saputra; Novizar Nazir; Rina Yenrina
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.154 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.73-78.2018

Abstract

Gambir merupakan komoditas unggulan Sumatera Barat, produktivitas rantai pasok gambir saat ini masih memiliki kendala dari tingkat keuntungan yang tidak setara di setiap aliran rantainya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai tambah yang diperoleh di setiap pelaku rantai pasok gambir. Mekanisme rantai pasok gambir diidentifikasi menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sistem yang didukung dengan metode Hayami termodifikasi untuk menghitung nilai tambah. Pada skala industri kapasitas pabrik pengolahan eksportir gambir 1250 kg gambir/jam dan tingkat harga jual gambir masyarakat Rp. 45.000/kg, harga Gambir katekin (Produksi eksportir) Rp 189.000/kg di dapat hasil perbandingan nilai tambah Petani (11%) : Pedagang pengumpul (30 %) : Eksportir lokal (60 %). Dari total nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp.322.602.481.833 pertahun terlihat perbandingan nilai tambah diantara para pelaku rantai pasok gambir yaitu petani, pedagang pengumpul, dan eksportir lokal dimana petani memperoleh Rp. 20.052/kg, pedagang pengumpul Rp. 55.135/kg dan eksportir lokal Rp. 110.813/kg.  Berdasarkan besaran nilai tambah per kg gambir yang diperoleh disetiap rantai pasok gambir, eksportir lokal menerima bagian pendapatan yang lebih baik dibandingkan dengan petani dan pedagang pengumpul.
PENGARUH JENIS GULA YANG BERBEDA TERHADAP MUTU PERMEN JELLY RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) R. Marwita Sari Putri Sari Putri; Retty Ninsix; Aulia Gustina Sari
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.283 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.51-58.2015

Abstract

Bahan pemanis yang sering digunakan dalam pembuatan permen jelly adalah jenis gula sukrosa. Sukrosa sebagai bahan pemanis memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi yaitu sebesar 400 kalori dalam 100 gram bahan. Jenis bahan pemanis alami yang dapat menimbulkan efek kesehatan sangat dibutuhkan dalam industri pengolahan. Adapun jenis pemanis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sukrosa, gula merah, gula jagung dan gula aren. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis gula yang terbaik terhadap mutu permen jelly rumput laut (Eucheuma cittonii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yakni mengadakan  pengamatan   langsung terhadap objek penelitian. Rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan (sukrosa, gula aren, gula merah dan gula jagung). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis gula yang terbaik dalam pembuatan permen jelly rumput laut (Eucheuma cottonii) jenis gula sukrosa (J0) dengan rasa manis dan sedikit keasaman, serta warna merah muda bening dan tekstur yang kenyal dan elastis dengan kadar air dan kadar gula reduksi yang tinggi serta jumlah mikroba selama penyimpanan suhu kamar tidak melebihi yang ditetapkan SNI (2008) maksimum 5×104sel / gram.Kata kunci: Eucheuma cottonii, gula aren, gula jagung, gula merah, permen jelly 
PENGARUH JENIS KEMASAN PADA PENYIMPANAN ATMOSFIR TERMODIFIKASI BUAH TOMAT Ifmalinda Ifmalinda
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.1-7.2017

Abstract

Buah tomat memiliki kadar air tinggi yang menyebabkan buah tomat cepat mengalami kerusakan. Tomat setelah dipanen masih melakukan proses metabolisme menggunakan cadangan makanan yang terdapat dalam buah. Selain aktivitas metabolisme kerusakan dapat juga disebabkan kontaminasi mikroba, pengaruh suhu, udara dan kadar air (Santoso, 2006). Oleh karena itu perlu dijaga mutu dan kesegarannya agar tidak mudah rusak. Salah satu  cara untuk megatasi  kendala tersebut adalah dengan pengemasan dan  pengaturan atmosfir disekeliling produk. Cara paling efektif untuk menurunkan laju respirasi adalah dengan menurunkan suhu produk dan melakukan pengemasan dengan kemasan plastik (Rahmawati, 2010). Pemilihan jenis kemasan yang baik dan penyimpanan dalam udara yang terkendali dapat memperpanjang umur simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi terhadap mutu buah tomat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimen. Penelitian menggunakan dua jenis kemasan plastik dan komposisi O2 = 3-6 % dan CO2 = 5-8% serta penyimpanan pada suhu ruang.  Penelitian  dilakukan di Laboratorium  Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Program Studi Teknik  Pertanian, Fakultas Teknologi  Pertanian Universitas Andalas Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa  jenis kemasan  plastik Wrap dan plastik Polypropilen dalam penyimpanan atmosfir termodifikasi berpengaruh terhadap laju respirasi, total padatatan terlarut, susut bobot dan vitamin C  buah tomat sedangkan  terhadap nilai kekerasan dan umur simpan  tidak berpengaruh
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN PETANI KARET (Studi Kasus di Nagari Limo Koto Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung) Weriantoni Weriantoni; Musbatik Srivani; Lukman Lukman; Fini Fibriani; Silvia Silvia; Enjelia Maivira
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.752 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.161-167.2017

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang penting dalam membentuk Produk Domestik Bruto (PDB) dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan perekonomian Indonesia, sehingga perlu perhatian yang lebih terhadap perkembangan sektor pertanian dan kesejahteraan kehidupan petani tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan, jumlah produksi, tingkat pendidikan dan kebijakan pemerintah terhadap kesejahteraan petani karet yang digambarkan oleh jumlah pendapatan petani. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa luas lahan dan jumlah produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani karet sedangkan tingkat pendidikan dan kebijakan pemerintah berpengaruh negatif dan tidak  signifikan terhadap kesejahteraan petani karet.
PENGARUH PERLAKUAN BLANCHING DAN LEVEL DAYA PENGERINGAN MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG KACANG BOGOR (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Asri Widyasanti; Silvianur Silvianur; Sudaryanto Zain
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.918 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.80-90.2019

Abstract

Kacang bogor merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup baik. Pengolahan yang dilakukan dengan baik dapat mempertahankan kandungan nutrisi dengan baik. Sebagian besar masyrakat mengkonsumsi kacang bogor dengan cara direbus atau sebagai campuran sayur. Salah satu cara pengolahan kacang bogor agar kandungan nutrisinya tidak banyak terbuang yaitu dengan proses pengeringan. Kacang bogor kering yang ditepungkan memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang bogor rebus. Akan tetapi, pengolahan tepung kacang bogor memiliki kendala, salah satunya adalah lama pengeringan. Pengeringan kacang bogor dilakukan dengan menggunakan oven gelombang mikro agar waktu pengeringan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses blansing dan daya oven gelombang mikro terhadap karakteristik tepung kacang bogor yang dihasilkan. Metode rancangan lingkungan yang dipilih adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor perlakukan pendahuluan (a) yang terdiri dari 2 level yakni: tanpa blansing dan dengan blansing dan faktor daya pengeringan oven gelombang mikro (b) yang terdiri dari tiga level, yakni: 50%, 70%, dan 100% dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan blansing dan daya pengeringan oven gelombang mikro 50% selama 30 menit merupakan perlakukan terbaik. Karakteristik hasil perlakuan terbaik ini antara lain efisiensi pengeringan oven gelombang mikro tertinggi 98,66%; diameter rata-rata tepung terkecil 0,272 mm; nilai TCD tepung terendah 4,894; derajat kromatisitas tepung yellow (Y); kadar air tepung  terendah 11,9% (bb); dan kadar abu tepung tertinggi 19,25%.
EVALUASI TEKNO-EKONOMI PEMANFAATAN BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN Fadli Irsyad; Delvi Yanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.039 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.73-79.2016

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1). mengkaji parameter yang mempengaruhi laju produksi biogas, volume dan kualitas biogas yang dihasilkan. 2). menganalisis tingkat kelayakan ekonomi instalasi biogas skala rumah tangga sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu: pembangunan instalsi biogas digester plastik, pengamatan parameter yang mempengaruhi laju produksi biogas, serta analisis teknis dan ekonomis. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah aplikasi teknologi biogas digester plastik dengan bahan bahu kotoran ternak dengan kapasitas digester 4,71 m3, dapat menghasilkan produksi gas rata-rata 0,79 m3/hari.  Hasil ini setara dengan 0,211 liter minyak tanah. Secara ekonomi dibuktikan bahwa penerapan instalasi biogas digester plastik layak untuk dilakukan sebagai energi alternatif pedesaan. Nilai NPV yang dihasilkan dari instalasi biogas digester palstik jika dihitung dengan kesetaraan nilai minyak tanah adalah sebesar Rp 105.078. Nilai Net B/C yang dihasilkan pada tingkat diskont 9%, yaitu 1,23. Sedangkan nilai pengembalian investasi atau payback period sudah dapat dilunasi pada tahun ke-3 pada bulan ke-6.
MODIFIKASI PATI UWI KUNING (DIOSCOREA ALATA) MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI SERTA APLIKASINYA UNTUK EDIBLE FILM N Panjaitan; U Ulyarti; M Mursyid; N Nazarudin
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.194 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.2.196-204.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pati yang dapat menghasilkan pati modifikasi dengan ukuran paling kecil serta untuk mengetahui karakteristik edible film yang dibuat dari pati alami dan edible film dari pati komposit yaitu pati alami ditambah pati modifikasi berukuran lebih kecil.  Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu ekstraksi pati uwi, modifikasi pati uwi dengan metode presipitasi dan pembuatan edible film dari pati alami dan pati komposit.  Penelitian ini didesain untuk menghasilkan pati modifikasi dengan menggunakan 5 taraf konsentrasi pati yaitu 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi 3% menghasilkan ukuran partikel pati terkecil (0,888 × 1,313μm sampai dengan 13,334 × 24,701μm) dengan rendemen pati sebesar 75%.  Edible film yang dibuat dari pati komposit memiliki karakterisktik yang berbeda dengan Edible film dari pati alami saja.  Edible film dari pati komposit menghasilkan nilai ketebalan yang lebih tinggi (0,17± 0,004 mm), kelarutan yang lebih rendah (27,12 ± 6,92 %), transparansi yang lebih rendah (10,37 ± 0,23 %/mm) dan laju transimisi uap air (WVTR) yang lebih rendah 21,2766 g/m2jam dari pada edible film dari pati alami saja.

Page 10 of 32 | Total Record : 312