cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2020)" : 9 Documents clear
Pengaruh perkembangan kampus terpadu UII terhadap permukiman di sekitarnya Fahreza Ambraini; Deva Fosterharoldas Swasto; Dwita Hadi Rahmi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.27002

Abstract

Kampus merupakan suatu perkumpulan tersendiri yang terbukti mampu menjadi instrumen pemicu perkembangan wilayah. Salah satunya adalah Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Pembangunan kampus terpadu UII berpengaruh terhadap pemkembangan permukiman di sekitar kampus, berupa pertumbuhan jumlah pelayanan dan jasa baik itu berupa indekos, cafetaria dan rumah makan pada sekitar kampus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kawasan permukiman di sekitar kampus terpadu UII dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan data yang berasal dari hasil observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah, perkembangan dan pembangunan kampus UII, dan mahasiswa yang bermukim di sekitar kampus merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman disekitar kampus UII. Hasil penelitian juga menunjukkan kawasan permukiman yang mengalami perkembangan terbesar adalah Dusun Lodadi, Dusun Kimpulan, dan Dusun Nglanjaran, yang berbatasan langsung dengan kampus terpadu UII. 
Partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sungai (Studi kasus: Sungai Pepe, Sungai Anyar, dan Sungai Premulung, Kota Surakarta) Anastasia Mumpuni; Paramita Rahayu; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.24976

Abstract

Pengelolaan sungai yang kompleks dan bersifat multisektor memerlukan tata kelola yang kolaboratif dalam penyelesaian masalahnya. Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting dalam tata kelola yang kolaboratif. Masyarakat sebagai salah satu pihak terkait dalam pengelolaan sungai memiliki pengaruh yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali bentuk partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sungai yang dilakukan di Kota Surakarta. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif berdasarkan pada kuesioner. Penelitian ini menunjukkan bentuk partisipasi masyarakat dalam tiap program pengelolaan sungai yang dilakukan. Bentuk-bentuk partisipasi yang ada diidentifikasi ke dalam empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan pengawasan/evaluasi. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa selama ini, mayoritas masyarakat berpartisipasi dalam tahap pelaksanaan dan pemanfaatan hasil. Partisipasi masyarakat hanya pada kedua tahap tersebut karena kurangnya penginformasian terkait program dan tidak adanya kesempatan untuk berpartisipasi dalam beberapa tahapan. Partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat, penginformasian program, tokoh masyarakat, dan kesempatan berpartisipasi dalam program.
Hubungan pemanfaatan lahan dengan volume pergerakan di Jalan Margonda Raya, Kota Depok Anggraeni, Okti; Astuti, Winny; Mukaromah, Hakimatul
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.23186

Abstract

Jalan Margonda Raya merupakan jalan arteri yang sekaligus berfungsi sebagai jalan utama di Kota Depok, Jawa Barat. Koridor jalan tersebut merupakan salah satu kawasan yang mengalami perkembangan pemanfaatan lahan akibat adanya Universitas Indonesia (UI). Perkembangan pemanfaatan lahan di kawasan tersebut berorientasi memenuhi kebutuhan mahasiswa sehingga mengakibatkan fungsi pemanfaatan lahan di sepanjang koridor Jalan Margonda Raya menjadi beragam. Pemanfaatan lahan yang beragam membangkitkan pergerakan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan yang juga mempengaruhi volume pergerakan di koridor tersebut. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan lahan dengan volume pergerakan di Jalan Margonda Raya, Kota Depok. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berdasarkan observasi lapangan dan traffic counting pada 32 titik. Data tersebut selanjutnya di analisis mengunakan teknik pemetaan dan statistik deskriptif untuk mengetahui jenis dan luasan pemanfaatan lahan, volume lalu lintas untuk mengetahui volume pergerakan, serta korelasi dan deskripsi untuk mengetahui hubungan dan karakteristik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pemanfaatan lahan dengan volume pergerakan yang terjadi pada koridor Jalan Margonda Raya. Hubungan kuat tersebut menunjukkan karakteristik bahwa semakin luas pemanfaatan lahan pada kawasan penelitian, aktivitas yang terjadi pada pemanfaatan lahan tersebut semakin beragam sehingga menyebabkan tingginya volume pergerakan.
Tingkat keterkaitan fisik kota inti dan kota satelit di kawasan metropolitan PEKANSIKAWAN (Pekanbaru, Siak, Kampar, Pelalawan) Nurrady, Teuku Ichsan; Dewanti, Dewanti; Herwangi, Yori
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.26698

Abstract

PEKANSIKAWAN merupakan konsep kawasan metropolitan yang mengintegrasikan tiga wilayah kabupaten di Provinsi Riau yang ditujukan agar sektor strategis daerah dapat dikembangkan. Dalam konsep ini terjadi interaksi wilayah antara wilayah kota inti (Pekanbaru) dan delapan kota satelit disekitarnya yang meliputi Minas, Kandis, Siak Sri Indrapura, Perawang, Bangkinang, Petapahan, Lipat Kain dan Pangkalan Kerinci. Salah satu isu strategis yang terdapat dalam pengembangan konsep ini adalah pelayanan insfrastruktur fisik (prasarana pendukung). Tujuan dari penelitian ini adalah menemukenali tingkat keterkaitan fisik kota inti dan kota satelit di kawasan metropolitan PEKANSIKAWAN. Metode skoring dan pembobotan digunakan untuk melihat tingkat keterkaitan fisik kota satelit dan kota inti yang dilakukan terhadap tujuh indikator yang telah ditentukan. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan kota satelit Bangkinang, Pangkalan Kerinci dan Minas memiliki keterkaitan fisik yang cenderung lebih baik (dibandingkan dengan kota satelit lain) dengan kota inti Pekanbaru. Hal ini disebabkan karena ketiga kota satelit tersebut terhubung langsung dengan jaringan penghubung utama Sumatera yang menghubungkan Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau dengan provinsi-provinsi lain di Sumatera. Selain itu, kuatnya keterkaitan fisik tersebut juga menjadikan Bangkinang, Pangkalan Kerinci, Minas, dan Kota Pekanbaru merupakan wilayah terintegrasi lebih baik dibandingkan wilayah lain di PEKANSIKAWAN.
Efektivitas infrastruktur perkotaan dalam penanganan risiko banjir di Kota Surakarta Ari Annisa S. Pramitha; Rizon Pamardhi Utomo; Nur Miladan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.23258

Abstract

Kota Surakarta merupakan dataran rendah dengan ketinggian ± 92 m dari permukaan laut dan merupakan cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan-pegunungan di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang dilewati oleh sungai Bengawan Solo. Hal tersebut menyebabakan Kota Surakarta memiliki potensi untuk terjadinya bencana banjir. Maka dari itu, perlu adanya suatu manajemen risiko bencana banjir untuk mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan dari bencana tersebut. Manajemen risiko banjir tersebut salah satunya adalah dengan mitigasi struktural berupa pembuatan sarana dan prasarana pengendali banjir dan pengadaan alat sistem peringatan dini. Penelitian ini berfokus kajian pada kajian tingkat efektivitas dari infrastruktur penanganan risiko bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaji efektivitas dari infrastruktur perkotaan dalam penanganan risiko banjir yang ada di Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efektivitas dari infrastruktur pengendali banjir di Kota Surakarta menunjukkan pada tingkat kurang efektif. Komponen infastruktur tanggul, bendung, dan sudetan sudah efektif menurunkan risiko kejadian (luasan, tinggi banjir, waktu kejadian) banjir dari tahun 2007 hingga tahun 2016. Namun, early warning system bencana banjir yang ada di Kota Surakarta menunjukkan pada hasil tidak efektif karena alat ini belum merata dan belum dapat menjangkau seluruh kawasan rawan banjir. Saat ini, banjir di Kota Surakarta sudah dapat dikendalikan, namun masih bermasalah dengan terjadinya genangan.
Preferensi pemilihan moda transportasi oleh wisatawan domestik di Kota Surakarta Rizky Arif Nugroho; Eko Budi Santoso; Cahyono Susetyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.24384

Abstract

Pariwisata sangat erat kaitannya dengan sektor transportasi. Bagi pariwisata, sektor transportasi berfungsi sebagai penyedia akses menuju suatu tempat tujuan. Hal ini berarti fungsi utama transportasi sangat erat kaitannya dengan aksesibilitas. Dengan kata lain, sektor transportasi memudahkan penggunanya mengunjungi daerah tertentu, misalnya objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pemilihan moda transportasi oleh wisatawan domestik di Kota Surakarta. Paradigma dalam penelitian ini adalah rasionalistik. Analisis dilakukan menggunakan analisis korespondensi untuk mengetahui hubungan antara kategori moda transportasi pilihan wisatawan dan kategori alasan pemilihannya. Hasilnya diketahui jika wisatawan banyak memilih menggunakan sepeda motor karena alasan bebas macet, santai, murah, dan efisien.
Kajian infrastruktur dalam mendukung kegiatan industri lurik ATBM (Studi kasus: Desa Tlingsing, Klaten) Dimas Indo Saputro; Galing Yudana; Istijabatul Aliyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.24136

Abstract

Ketersediaan infrastruktur merupakan faktor penting dalam kelancaran kegiatan di kawasan industri lurik. Salah satu kawasan industri lurik ATBM terbesar yakni di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Desa Tlingsing dalam pengembangan kawasan industri lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) memiliki kendala dalam ketersediaan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan infrastruktur dalam memenuhi kebutuhan kawasan industri lurik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skoring guna mengetahui ketersediaan infrastruktur dalam memenuhi kebutuhan kawasan industri lurik ATBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh infrastruktur yang tersedia sudah mampu memenuhi kebutuhan sebagai kawasan industri lurik, terkecuali jaringan pengolah limbah dan drainase.
Kesesuaian pelayanan pergerakan pejalan kaki terhadap konsep transit oriented development (Studi kasus: kawasan Dukuh Atas, DKI Jakarta) Astuti Setia Ningrum; Winny Astuti; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.23188

Abstract

Salah satu tujuan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) adalah mewujudkan lingkungan ramah pejalan kaki pada kawasan kompak yang berbasis transit.  Desain kawasan TOD juga mendorong penggunaan moda transportasi umum untuk mendukung pergerakan penduduk. RTRW Provinsi DKI Jakarta 2011-2030 menetapkan Dukuh Atas sebagai kawasan TOD yang diharapkan mampu memberikan pelayanan bagi pergerakan pejalan kaki secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dari pelayanan pergerakan pejalan kaki terhadap konsep TOD di Kawasan Dukuh Atas. Kesesuaian pelayanan pergerakan pejalan kaki ditinjau dari komponen kawasan kompak, simpul transit, jalur pejalan kaki dan fasilitas penunjang. Metode analisis adalah kuantitatif dengan teknik analisis skoring yang menggunakan sakala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelayanan pergerakan pejalan kaki di Kawasan Dukuh Atas sudah sesuai dengan konsep TOD, namun diperlukan adanya peningkatan pelayanan pada beberapa aspek guna mengoptimalkan pelayanan terhadap pejalan kaki.
Potensi dan kendala pengembangan obyek wisata pantai Purwahamba Indah Kabupaten Tegal Mohamad Heri Hidayattuloh; Mei Viantikasari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.27064

Abstract

Salah satu obyek wisata yang dikenal di Kabupaten Tegal adalah obyek wisata pantai Purwahamba Indah. Obyek wisata ini menjadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Tegal. Namun dalam beberapa tahun belakangan, tingkat kunjungan wisatawan di obyek wisata pantai Purwahamba Indah tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi dan kendala dalam pengembangan kembali obyek wisata pantai Purwahamba Indah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Method) dengan strategi eksploratoris sekuensial. Teknik analisis yang digunakan adalah Delphi yang ditunjang dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil studi menunjukan bahwa kendala utama pengembangan obyek wisata Pantai Purwahamba Indah adalah aspek anggaran, masyarakat, dukungan pemerintah dan perencanaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9