cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Strategi pengembangan konsep Green Tourism pada Kawasan Wisata Malioboro Kota Yogyakarta Wildan Wahyu Nugroho; Ari Ananda Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.92190

Abstract

Kota Yogyakarta dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya dengan salah satu daya tarik wisatawan yaitu Kawasan Malioboro. Salah satu moda yang sering digunakan oleh wisatawan adalah bus pariwisata dengan 3 (tiga) titik lokasi parkir khusus bus pariwisata yaitu TKP Senopati, Abu Bakar Ali, dan Ngabean. Dalam rangka mengusung perwujudan program Sustainable Development Goals, maka peneliti melakukan penelitian dengan menyimulasikan beberapa konsep green tourism yang berfokus pada sisi transportasi berupa pemindahan area parkir bus pariwisata dari Kawasan Malioboro ke Terminal Giwangan dan perencanaan mobilitas wisatawan dari dan ke Terminal Giwangan - Kawasan Malioboro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kinerja lalu lintas saat ini di Kawasan Malioboro, merencanakan moda transportasi berbasis listrik di Kawasan Malioboro, mengintegrasikan mobilitas wisatawan dari area parkir dengan pilihan moda tradisional sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal, serta mengidentifikasi perubahan kinerja lalu lintas dengan adanya rencana penerapan konsep green tourism di Kawasan Malioboro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis usulan konsep green tourism di bidang transportasi antara lain terkait kinerja ruas jalan dan persimpangan wilayah kajian saat ini, perencanaan kebutuhan dan jenis moda transportasi berbasis listrik, perencanaan integrasi area parkir dengan moda tradisional, dan perubahan kinerja lalu lintas terhadap konsep usulan di Kawasan Malioboro. Hasil analisis terhadap simulasi penerapan konsep green tourism di Kawasan Malioboro menunjukkan adanya rata-rata penurunan volume kendaraan pada ruas jalan di area kajian sebesar 28%, pada persimpangan sebanyak 15%, serta rata-rata penurunan emisi Karbon Monoksida (CO) kendaraan sebesar 25%.   
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi daya tarik wisata Pantai Sungai Kinjil Atania Putri Pratiwi; Erni Yuniarti; Nana Novita Pratiwi; Meta Indah Fitriani; Anthy Septianti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.90533

Abstract

Wisata Pantai Sungai Kinjil berkembang dengan daya tarik kuliner lokal yang terus menarik banyak pengunjung. Namun, potensi tersebut masih memiliki berbagai permasalahan di antaranya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan pantai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi daya tarik wisata Pantai Sungai Kinjil menggunakan metode kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sangat mendukung pengembangan wisata. Hal ini terlihat dari awal terbentuknya kawasan wisata sudah terdapat peran aktif masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata seperti memberikan partisipasi pikiran, tenaga, keahlian, barang, dan uang. Hampir semua masyarakat menyumbangkan tenaga untuk gotong royong atau membersihkan tempat dagangan masing-masing. Begitu pula dengan partisipasi dalam bentuk pemikiran dan keahlian, masyarakat setempat memberikan ide-ide untuk kemajuan dan perkembangan objek wisata. Dalam hal keahlian, masyarakat berkontribusi melalui kegiatan berdagang. Namun, sebagian besar masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk memberikan sumbangan uang secara langsung guna mendukung seluruh pembangunan.
Analisis keberlanjutan pengembangan kawasan agropolitan (Studi kasus: Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang) Yeriko Septiawan; Andri N.R. Mardiah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.86827

Abstract

Masalah ketimpangan antara desa dan kota mengakibatkan timbulnya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun pada perkotaan, konsep kawasan agropolitan yang berkelanjutan dapat menjadi solusi masalah kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status keberlanjutan kawasan agropolitan yang berada pada Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan menggunakan analisis MDS (Multidimensional Scaling) dan analisis leverage, dengan menggunakan lima dimensi yaitu ekologi, ekonomi, sosial, infrastruktur serta hukum dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Agropolitan Sepatan, memiliki status kurang berkelanjutan (42,02%), dimana dimensi sosial, ekonomi, dan ekologi masih kurang berkelanjutan. Selain itu, terdapat 14 atribut sensitif yang harus diutamakan untuk meningkatkan status keberlanjutan. Maka, untuk mengatasi ketimpangan wilayah, peningkatan status keberlanjutan Kawasan Agropolitan Sepatan membutuhkan kebijakan yang terencana terutama pada dimensi ekonomi, sosial dan ekologi.  Atribut sensitif yang teridentifikasi pada penelitian ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kawasan agropolitan di titik baru di Kabupaten Tangerang.
Analysis of potential tourism development in perintis reservoir by using environmental approach, Suwawa, Bone Bolango David Chow; Audrey Maura; Meliana Putri Suman; Salsabilah Hamidah Putri Wicaksono; Anna Pudianti; Vincentia Reni Vitasurya
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.92418

Abstract

Perintis Reservoir has big potential with its amazing view, water coverage, and decent nature. However, the reservoir tends to be temporarily crowded by visitor when there is national event that held by government. Moreover, the majority of visitor is only local people. The objective of this study is to create a recommendation and guideline to enhance the future development of Perintis reservoir, so it can be regularly visited by local people, national tourist, and even international tourist. This study method employed various approaches, such as literature review, quantitative data collection, and observation. The identified problem in observation and data collection were solved by literature review. Research results show that there are some problems need to be solved such as inconvenient thermal conditions because of tropical climate and inadequate shading, unready urban facility, unorganized MSME, lack of walkability for pedestrians, and desolate tourism destinations. The environmental approach was chosen as the main solution because it’s the most suitable. The improvement of sidewalk, people domination rather than vehicle, and adding forest bathing sensation by planting wide-crown tree is needed. The Riparian buffer system and rain garden can help to balance water conservation while increasing the naturalness of the landscape. Cycling and other physical activities have a correlation with walkability and should be emphasized. Social physical activities and MSME’s integration with nutrition in wellness tourism themes can be a Perintis reservoir branding. 
Analisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia Vera Azizah Adryawning; Dodi Widiyanto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.86894

Abstract

Ketimpangan menjadi salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam pembangunan di negara berkembang. Variasi tingkat perkembangan wilayah mengarah pada munculnya wilayah maju dan wilayah terbelakang. Di Indonesia, perkembangan wilayah dengan tingkat relatif tinggi terkonsentrasi di Pulau Jawa karena adanya konsentrasi pembangunan di pulau ini. Hal ini berdampak pada terjadinya ketimpangan terhadap provinsi-provinsi lain di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi tingkat perkembangan wilayah di Indonesia tahun 2018-2022; mengidentifikasi tingkat ketimpangan wilayah di Indonesia tahun 2018-2022; dan menganalisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dengan ketimpangan wilayah di Indonesia tahun 2018-2022. Metode yang digunakan adalah analisis faktor, analisis Indeks Williamson, analisis korelasi rank spearman, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia sepanjang 2018-2022. Selain itu, terjadi hubungan antara ketimpangan wilayah dengan tingkat perkembangan wilayah pada beberapa faktor di tahun 2018 hingga 2022.
Identification of spatial and temporal land cover alterations in the Jakarta TOD areas utilizing Google Earth data Rusdiono, Tanuda Pedro; Wibowo, Adi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.97726

Abstract

The Provincial Government of Special Capital Region of DKI Jakarta has designated Transit Oriented Development (TOD) areas at several Mass Rapid Transit (MRT) station locations through Regional Regulation Number 31 of 2022 concerning the Detailed Spatial Planning (RDTR) of DKI Jakarta. This designation aims to enhance spatial utilization within these areas. However, there are concerns that the intensified spatial use may not fully adhere to the minimum planning criteria stipulated in the regulation. This study aimed to identify land-cover changes in Jakarta’s TOD areas between 2012 and 2024. Although the official TOD implementation commenced in 2022, the selection of 2012 as a baseline provides insight into historical land cover conditions before significant TOD influence, thereby allowing an assessment of long-term trends. Satellite imagery from Google Earth for the years 2012 and 2024 were analysed using GIS tools and manually digitized classifications, with a Sankey diagram used to visually represent land cover transitions, particularly in the Lebak Bulus area. The findings revealed that while most TOD areas show limited changes, Lebak Bulus experienced significant conversion of vegetation and open spaces into built-up areas. 
Front Matter Vol. 20 No.2 (2025) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi sarana dan prasarana transportasi sebagai pemenuhan kebutuhan dalam bergerak penyandang disabilitas di Kota Ramah Disabilitas Yogyakarta Fikakurrahni Azzahra; Rr. Ratri Werdiningtyas; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91144

Abstract

Perhatian terhadap kebutuhan mobilitas penyandang disabilitas menjadi isu penting bagi pemerintah kota di Indonesia. Meskipun jumlah penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta hanya 0,56% dari total penduduk, pemerintah tetap perlu menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang mendukung mobilitas mereka. Penelitian ini bertujuan menilai pemenuhan kebutuhan mobilitas penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta sebagai Kota Ramah Disabilitas, yang berarti menyediakan seluruh kebutuhan sesuai standar layanan, termasuk aksesibilitas transportasi umum. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada komunitas penyandang disabilitas dan observasi lapangan. Analisis dilakukan dengan metode pembobotan atau skoring pada setiap komponen subvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas berbeda pada setiap jenis disabilitas, baik untuk transportasi umum massal Trans Jogja maupun transportasi umum pribadi. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyediakan halte, fasilitas transportasi umum, dan jalur pedestrian yang tergolong cukup lengkap untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas.
Tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri Mutiara Riska Ramadhani; Nur Miladan; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.103017

Abstract

Tirtomoyo Sub-district in Wonogiri Regency has relatively high and increasing frequency of landslide disasters. This condition is influenced by the area’s physical characteristics, dominated by hilly terrain, high rainfall intensity, and human activities on slopes that increase disaster vulnerability. Landslide events have caused significant impacts, particularly on infrastructure damage and socio-economic activities. This study aims to assess landslide disaster risk levels in Tirtomoyo Sub-district as a basis for disaster-informed regional development planning. A deductive approach with quantitative methods is employed, utilizing scoring and weighting techniques combined with spatial overlay analysis. The study uses physical environmental data and relevant socio-economic data. The results indicate that Tirtomoyo Sub-district is classified into safe zones and landslide risk zones with low, moderate, and high risk levels. Landslide hazard levels are influenced by slope gradient, lithology, soil type, rainfall, and land cover, with the study area predominantly characterized by moderate hazard levels. Meanwhile, vulnerability assessment based on social, physical, and economic aspects shows that the area is generally dominated by low vulnerability. The interaction between hazard and vulnerability factors generates varying levels of landslide risk across the study area. These findings provide important insights for disaster mitigation strategies and support the development of more adaptive and sustainable regional planning in Tirtomoyo Sub-district.
Analisis kesiapan komponen pariwisata dalam pengembangan Geopark Kebumen Dhimas Endriyanto; Nur Miladan; Mochamad Primasakti Satyagraha
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.98436

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik yang mengakibatkan Indonesia memiliki geodiversity di mana hal ini menjadi salah satu dari tiga pilar pengembangan geopark (taman bumi). Geopark mengadopsi konsep pengembangan wilayah secara berkelanjutan melalui pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Dalam melakukan analisis terkait pariwisata, terdapat komponen-komponen pariwisata yang harus diperhatikan, seperti attraction, accessibility, amenities, dan ancillary. Pemerintah Indonesia memiliki keyakinan bahwa geopark ini akan bermanfaat untuk konservasi serta membantu pertumbuhan pariwisata Indonesia di masa depan, salah satunya terjadi pada Geopark Kebumen yang diusulkan menjadi UNESCO GlobalGeopark. Namun, perkembangan Geopark Kebumen masih belum sejalan dengan konsep konservasi geologi karena marak terjadi aktivitas pertambangan batuan sebagai mata pencaharian penduduk yang di mana hal ini memberi dampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan komponen pariwisata Geopark Kebumen sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Hasil skoring menggunakan skala Guttman menunjukkan bahwa komponen pariwisata Geopark Kebumen masih dinyatakan belum siap. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan komponen pariwisata agar dapat mencapai kondisi yang optimal sehingga akan memberi dampak kepada kemajuan pariwisata, peningkatan lapangan pekerjaan, serta meningkatnya ekonomi masyarakat lokal.

Page 10 of 14 | Total Record : 137