cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Analisis Tinjauan Dokumen RPJM Desa Sidoharjo, Gunungkidul, DI Yogyakarta 2016-2021 Surani Hasanati; Raden Rijanta; Agus Joko Pitoyo; Adina Muliawati
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.92026

Abstract

Pembangunan merupakan sebuah proses terencana yang digunakan untuk mengingkatkan kondisi soaial, ekonomi, dan lingkungan. Pembangunan desa dilakukan berdasarkan dokumen pembangunan, seperti RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa). RPJMDes Desa Sidoharjo Kecamatan Tepus tahun 2016 – 2021 disusun berdasarkan RPJMD Kabupaten Gunungkidul. Namun, proses perencanaan dokumen RPJMDes memiliki banyak tantangan dan hambatan sehingga dokumen yang dihasilkan dapat memiliki keetidaksesuaian, baik secara teknis maupun substantif. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengkajian ulang terhadap RPJMDes Desa Sidoharjo Kecamatan Tepus tahun 2016–2021. Review terhadap RPJMDes tersebut dilakukan untuk mengetahui isi atau komponen yang termuat dalam RPJMDes serta menemukan beberapa hal yang kurang sesuai pada beberapa peraturan perundang-undangan dan NSPM (Norma, Standar, Pedoman, dan Manual). Hasil penelitian menunjukkan RPJMDes Desa Sidoharjo tahun 2016-2021 sudah selaras dengan RPJMD Kabupaten Gunungkidul tahun 2016- 2021, tetapi juga tidak terlepas dari beberapa kekurangan, baik teknis maupun substansi.
Analisis kluster pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Bogor berbasis karakteristik kewirausahaan pertanian Syhabuddin Al Tapsi; Lukman Mohammad Baga; Feryanto Feryanto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.87909

Abstract

Kabupaten Bogor memiliki aktivitas ekonomi dominan dan unggulan pada sektor pertanian. Akan tetapi, kontribusi sektor pertanian masih lebih rendah dibandingkan sektor lain. Kinerja ekonomi sektor dan PDRB sering digunakan sebagai pendekatan pengukuran untuk pengembangan sektor industri di kawasan, sementara pendekatan karakteristik kewirausahaan belum banyak diadopsi pada pengembangan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kewirausahaan yang dapat menjadi indikator potensi pengembangan wilayah serta menganalisis potensi pengembangan sektor pertanian berbasis karakteristik kewirausahaan di Kabupaten Bogor. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data sekunder tahun 2021-2023 dianalisis menggunakan analisis komponen utama dan analisis kluster k-means. Hasil analisis mengonfirmasi bahwa karakteristik kewirausahaan yang menjadi pembeda utama antar kluster antara lain jumlah wirausaha pertanian, skala usaha, sub sektor usaha pertanian, asal investor, bentuk usaha dan tingkat risiko usaha. Sementara itu, wilayah Kabupaten Bogor terbagi menjadi empat kluster, dengan mayoritas kecamatan berada dalam kategori cukup.
Peran stakeholder dalam pembangunan kawasan perdesaan Margomarem, Kabupaten Wonosobo Ayu Annisa Annasihatul Ainaqo; Zam Zam Masrurun
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.84668

Abstract

Pembangunan kawasan perdesaan merupakan pembangunan antar desa yang dilakukan oleh banyak stakeholder secara kolaboratif sepanjang tahapan mulai pengusulan, penetapan, perencanaan, perda, pelaksanaan, hingga pelaporan dan evaluasi. Kawasan Perdesaan Margomarem mengintegrasikan lima desa (Maron, Tlogo, Menjer, Larangan Lor, dan Mlandi) di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi para stakeholder yang terlibat dan perannya dalam setiap tahap pembangunan Kawasan Perdesaan Margomarem. Dengan menggunakan teknik analisis stakeholder mapping, hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahap  menunjukkan keterlibatan unsur stakeholder yang berbeda. Pada tahap awal (pengusulan dan penetapan kawasan) dan akhir (pelaporan dan evaluasi), stakeholder yang terlibat adalah unsur pemerintah dan masyarakat. Unsur swasta bergabung pada tahap perencanaan pembangunan dan penetapan kebijakan. Pada tahap pelaksanaan pembangunan, stakeholder yang terlibat yaitu unsur pemerintah, masyarakat, swasta, komunitas, dan akademisi. Pelaksanaan pembangunan merupakan tahap dengan stakeholder yang paling kompleks.
Studi aspek infrastruktur dalam penentuan pusat kecamatan pada perimeter kawasan Ibukota Negara Nusantara Rulliannor Syah Putra; Nadia Almira Jordan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.79899

Abstract

Peningkatan kebutuhan ruang bagi penduduk Kecamatan Penajam memberikan dampak terhadap perubahan fungsi guna lahan, dari yang semula kawasan pertanian, perkebunan, dan hutan rakyat, beralih fungsi menjadi kawasan non pertanian seperti fasilitas umum dan perumahan. Sebagai kecamatan dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk per tahun 2010–2020 sebesar 2,45%, pertumbuhan penduduk Kecamatan Penajam diperkirakan akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa dekade yang akan datang. Salah satu indikasi yang mempengaruhi hal tersebut adalah lokasi Kecamatan Penajam yang berbatasan langsung dengan lokasi Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku. Perubahan fungsi lahan dan jumlah penduduk tersebut dapat mempengaruhi bentuk struktur ruang Kawasan terbangun, khususnya penambahan percabangan jaringan jalan dan blok-blok bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi pusat Kecamatan Penajam sebagai titik pertumbuhan wilayah, yang berpotensi sebagai wilayah tujuan perpindahan penduduk di sekitar IKN. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis indeks sentralitas, analisis kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, kepadatan jaringan jalan, indeks beta dan indeks entropi. Seluruh hasil pemetaan dan pembobotan kemudian diolah menggunakan teknik overlay untuk mendapatkan hasil rangkuman analisis tentang pusat kecamatan sebagai pusat pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pusat Kecamatan Penajam hanya memiliki satu sub pelayanan perkotaan dan empat sub pusat lainnya sebagai wilayah penyangga Pusat Kecamatan Penajam yaitu Kelurahan Penajam sebagai pusat pelayanan.
Public Space Index approach: Penilaian kualitas taman sebagai ruang bersama Sabila Azyyati Amalia; Wulan Dwi Purnamasari; Deni Agus Setyono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.92885

Abstract

Taman kota merupakan ruang bersama untuk berbagai aktivitas masyarakat. Taman Samarendah di Kota Samarinda memiliki permasalahan dalam penyediaan dan kualitas fasilitas dalam mengakomodasi aktivitas pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas pemanfaatan taman sebagai ruang bersama. Metode analisis yang digunakan adalah Simpson’s Diversity Index dan Public Space Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek inclusiveness memiliki nilai tertinggi, yaitu 62,97 dari 100. Sedangkan, nilai terendah terdapat pada aspek meaningful activities dengan nilai 51,00 dari 100. Hal ini mengindikasikan bahwa Taman Samarendah Kota Samarinda bersifat lebih inklusif dan ramah bagi berbagai aktivitas dan pengunjungnya. Sedangkan, aspek meaningful activities, comfort, safety, dan pleasurability perlu mendapat perhatian khusus untuk meningkatkan kualitas taman sesuai dengan standar Public Space Index.
Kajian pengukuran performa kota hijau kota metropolitan di Pulau Jawa (studi kasus: Jabodetabek, Kedungsepur, dan Gerbangkertasusila) Dina Rachmayati
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.87483

Abstract

Pendekatan Green City Conceptual Framework (IHS-GCCF) dan Green City Performance Index (GCPI) berbasis pada efisiensi energi dan digunakan untuk masukan pengambilan kebijakan oleh pemangku kepentingan dalam pengembangan metropolitan yang lebih berkelanjutan. Kajian ini menerapkan metode tersebut ke tiga kota metropolitan di pulau Jawa yaitu Jabodetabek, Gerbangkertosusila, dan Kedungsepur, yang memiliki karakteristik yang hampir sama sehingga diharapkan dapat menjadi rujukan para pemangku kepentingan untuk mengubah hal-hal yang menjadi bagian indikator yang mempengaruhi performa penilaian kota hijau tiga perkotaan tersebut melalui Green City Action Plan (GCAP). Data pada delapan sektor dianalisis dengan pengukuran Green City Performance yaitu sosial-ekonomi, CO2 dan energi, tata guna lahan, transportasi, persampahan, air bersih, sanitasi, dan kualitas udara.  Selanjutnya, dilakukan pembobotan dari ahli dan dinilai berdasarkan nilai 1-5, sehingga didapatkan nilai Green Performance tiap sektor. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDRB), infrastruktur permukiman, dan peningkatan kualitas udara mempunyai dampak yang positif terhadap performa kota hijau, sedangkan peningkatan jumlah populasi akan berdampak negatif.
Kajian kelengkapan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang Ibu Kota Nusantara Muhammad Diva Assydik; Denny Zulkaidi; Andi Oetomo; Woerjantari Kartidjo Soedarsono; Ade Tinamei; Tri Rahayu Wulansari; Naimah Putri Kamilla
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.85226

Abstract

Regulasi pengendalian pemanfaatan ruang di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengembangkan sejumlah istilah baru yang penting untuk diteliti kelengkapan dan kesesuaiannya dengan standar normatif di Indonesia agar rencana yang dituangkan dalam rencana induk dapat terimplementasikan dengan baik. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi kelengkapan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di IKN yang digunakan untuk mewujudkan rencana pembangunan IKN. Pada studi ini metode pengambilan data dilakukan melalui desk study mengenai instrumen pengendalian pemanfaatan ruang yang ada di wilayah IKN dan yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif komparatif serta metode analisis yang akan digunakan adalah analisis deskriptif, analisis konten, dan analisis komparatif antara instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di IKN dengan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan disimpulkan bahwa terdapat klasifikasi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di IKN yang menggunakan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang nasional, instrumen pengendalian pemanfaatan ruang khusus IKN setara dengan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang nasional dan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang khusus IKN.
Tingkat jangkauan trayek angkot dalam pengembangan PPK Gedebage berdasarkan interaksi wilayah Tiara Imelia; Chrisna Trie Hadi Permana; Bambang Slamet Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.87213

Abstract

Penetapan PPK Gedebage berdasarkan RTRW Kota Bandung Tahun 2022 - 2042 meningkatkan daya tarik dan pergerakan sesuai dengan fungsinya sebagai pusat pelayanan. Namun, mobilitas yang tidak difasilitasi oleh sistem transportasi yang baik dapat menyebabkan kemacetan, ketidakmerataan pembangunan, dan polusi lingkungan. Sebagai salah satu transportasi publik di PPK Gedebage, nagkutan perkotaan (angkot) dapat mengatasi masalah mobilitas dengan menyesuaikan trayek sesuai kebutuhan masyarakat di pusat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat jangkauan pelayanan trayek angkot yang dilihat berdasarkan interaksi wilayah pada PPK Gedebage. Tingkat jangkauan trayek angkot ditinjau dari jumlah penduduk serta jarak antara kelurahan dengan pusat PPK dan dianalisis dengan teknik analisis gravitasi. Hasil menunjukkan empat kelurahan memiliki interaksi tertinggi dengan pusat pelayanan yaitu Kelurahan Cipamokolan, Cisaranten Kulon, Margasari, dan Darwati. Berdasarkan analisis, trayek angkot hanya melayani 53% dari total luas keseluruhan kelurahan dengan angka interaksi regional terbesar. Hal tersebut menunjukan bahwa trayek angkot saat ini belum sepenuhnya melayani dan menjangkau seluruh kelurahan berdasarkan urgensi interaksi wilayah pusat PPK Gedebage, sehingga dibutuhkan adanya penambahan trayek yang disesuaikan dengan besarnya interaksi antara kelurahan dengan pusat PPK Gedebage.
Front Matter Vol. 20 No.1 (2025) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preferensi pemilihan perumahan formal pada Desa Singopuran, Kabupaten Sukoharjo Selyna Aisya Berlianty; Hakimatul Mukaromah; Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.85715

Abstract

Kota Surakarta memiliki mobilitas dan aktivitas yang tinggi sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang menimbulkan pergerakan kepada wilayah yang berbatasan dengan Kota Surakarta. Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu wilayah urban fringe dari Kota Surakarta akibat aktivitas dengan intensitas tinggi dan berdampak kepada wilayah Desa Singopuran. Perkembangan aktivitas juga menjadikan berkembangnya para penduduk yang menjadikan pertumbuhan dan kebutuhan tempat tinggal terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pemilihan perumahan formal pada Desa Singopuran. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan penggunaan teknik analisis data yaitu analisis faktor dan analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah perumahan formal Desa Singopuran merupakan perumahan dengan kategori perumahan menengah. Faktor yang terbentuk terhadap preferensi para penduduk yaitu Faktor yang telah terbentuk antara lain  faktor aksesibilitas fisik, legalitas, dan penghasilan;  faktor harga bangunan dan sarana pendukung; faktor prasarana pendukung;  faktor lingkungan kawasan perumahan; faktor desain bangunan dan lingkungan sosial; dan faktor karakteristik bangunan.

Page 9 of 14 | Total Record : 137