cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kesiapan Atraksi dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta Septyara Nirma Saputri; Kusumastuti Kusumastuti; Soedwiwahjono Soedwiwahjono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21546

Abstract

Menurut Kementerian Pariwisata (2017) pengembangan pariwisata di Indonesia bertumpu pada potensi budaya dengan porsi 60%. Hal ini direspon oleh Kota Surakarta dengan adanya RPJMD Kota Surakarta tahun 2016 – 2021 yang memiliki visi menjadikan Surakarta sebagai kota budaya. Pengembangan pariwisata budaya memiliki komponen yaitu atraksi dan fasilitas pariwisata budaya, kelembagaan dan masyarakat dengan memperhatikan ketuntasan rencana pengembangan, ketersediaan dan kecukupan. Penelitian ini memfokuskan terhadap komponen atraksi pariwisata budaya karena sangat berpengaruh dalam menarik wisatawan. Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta merupakan salah satu pusat kebudayaan jawa sehingga memiliki atraksi yang berbentuk bangunan sejarah dan seni budaya. Studi yang dilakukan mengenai kesiapan atraksi dalam pengembangan pariwisata budaya dengan menggunakan data primer berupa penyebaran kuesioner untuk dapat mengetahui persepsi atau kepuasan wisatawan dan observasi lapangan di Koridor Slamet Riyadi. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder dengan melakukan studi dokumen terkait rencana pengembangan. Teknik analisis yang digunakan adalah skoring dengan pendekatan skala likert yang memiliki tiga kategori yaitu siap, agak siap dan belum siap. Berdasarkan analisis skoring dapat disimpulkan kesiapan atraksi dalam pengembangan pariwisata budaya di Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta masuk ke dalam kategori siap. Hasil menunjukkan sudah terdapat rencana pengembangan atraksi, tersedia atraksi pariwisata budaya sehingga mampu dikunjungi dan dinikmati wisatawan. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu masih terdapat rencana yang belum terealisasi dan beragam jenis pilihan kesenian daerah dirasa masih kurang memenuhi kebutuhan wisatawan.  Kata Kunci: Kesiapan; atraksi; Komponen Pengembangan; Pariwisata Budaya
Pengaruh Karakter Spasial Pola Hulu Hilir Pertanian Padi Organik Terhadap Peningkatan Ekonomi Pedesaan, Gempol, Klaten Martha Dwi Nugrahaeni; Istijabatul Aliyah; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.22600

Abstract

Analisis spasial terfokus pada identifikasi karakter spasial dan pola spasial. Teori Von Thunen menjelaskan hubungan antara karakter spasial yang terbentuk dalam kegiatan ekonomi pertanian. Hulu hilir pertanian padi organik meliputi karakter spasial pola pengadaan bahan baku, budidaya, dan pasar. Pertanian organik memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi pedesaan. Perkembangan pertanian organik di Desa Gempol dari tahun 2016 - 2018 telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Desa Gempol. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik terhadap peningkatan ekonomi pedesaan. Metode yang digunakan adalah analisis spasial, analisis skoring, dan regresi linear berganda. Berdasarkan analisis spasial diketahui bahwa, pola pengadaan bahan baku dilakukan secara terpusat dengan proses pendistribusian melalui Karang Taruna dan Wanita Tani; pola lokasi budidaya adalah pola menggerombol, dan pola pasar yang terbentuk adalah menyebar. Berdasarkan analisis skoring, karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik memiliki pengaruh yang kuat. Analisis peningkatan ekonomi pedesaan dilakukan dengan teknik skoring. Peningkatan ekonomi yang terjadi di Desa Gempol dari Tahun 2016-2018 adalah peningkatan tinggi. Analisis dengan software SPSS digunakan untuk mengetahui pengaruh karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik terhadap peningkatan ekonomi pedesaan. Selain itu pada peningkatan ekonomi pedesaan komponen pendapatan dilakukan analisis dengan Microsoft Excel karena data yang homogen. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa tingkat pengaruh karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik terhadap jejaring ekonomi pertanian, jumlah tenaga kerja, upah tenaga kerja, biaya, serta pendapatan adalah pengaruh kuat.
Faktor prioritas dalam pola penanganan permukiman kumuh di bantaran sungai (Studi kasus: Kali Pepe, Kota Surakarta) Nisrina Dhiya Rosyada; Ana Hardiana; Paramita Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.24904

Abstract

Keterbatasan lahan di Kota Surakarta menjadi penyebab banyaknya permukiman kumuh akhirnya didirikan di bantaran sungai. Penanganan terhadap permukiman kumuh terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta, salah satunya bantaran Kali Pepe yang melintas di tengah kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prioritas faktor dalam penentuan pola penanganan permukiman kumuh di bantaran Kali Pepe Kota Surakarta. Penanganan permukiman kumuh di bantaran Kali Pepe dilakukan dengan pola pemugaran, peremajaan, dan permukiman kembali. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deduktif. Instrumen survey yang digunakan berupa kuesioner kepada stakeholder terkait penanganan permukiman kumuh bantaran Kali Pepe. Ada delapan faktor dalam pola penanganan permukiman kumuh di bantaran Kali Pepe Kota Surakarta yaitu status legalitas lahan, tingkat kekumuhan, SK Walikota tentang lokasi kumuh, ketersediaan anggaran, luasan kumuh yang ditangani, ketersediaan lahan, peran masyarakat, dan struktur kelembagaan. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui prioritas dari faktor-faktor tersebut adalah analisis AHP. Berdasarkan hasil analisis AHP, menunjukkan prioritas faktor yang berbeda di masing-masing pola penanganan. Prioritas pada pola pemugaran adalah faktor luasan kumuh yang ditangani, sedangkan prioritas pada pola peremajaan adalah faktor SK Walikota tentang lokasi kumuh, serta prioritas pada pola permukiman kembali adalah faktor status legalitas lahan.
Model pertumbuhan kota (urban growth) di Kabupaten Manggarai Timur sebagai administrasi wilayah baru (startup) Abdul Wahid Hasyim; Gunawan Prayitno; Hyang Iman K Gusti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i2.38063

Abstract

Kabupaten Manggarai Timur merupakan hasil pemekaran wilayah dari administrasi Kabupaten Manggarai tepatnya pada tanggal 17 Juli 2017. Sebagai wilayah kabupaten baru (startup), Kabupaten Manggarai Timur masih dalam proses pengembangan dan pembangunan wilayah. Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk di Kabupaten Manggarai Timur semakin meningkat akibat beberapa faktor dan berdampak pada bertambahnya jumlah kebutuhan lahan. Kebutuhan lahan tersebut diwujudkan dengan bertambahnya luas lahan terbangun dibeberapa kawasan dengan berbagai fungsi seperti perumahan, fasilitas umum, perdagangan, dan fungsi lainnya. Bertambahnya luas lahan terbangun akan membentuk sebuah embrio kota yakni bibit awal (startup) terjadinya pertumbuhan kota (urban growth). Peristiwa demikian tentu menimbulkan perubahan fungsi lahan dan rentan terhadap munculnya permasalahan kota di masa yang akan datang apabila tidak diatur dengan regulasi yang kuat. Sehingga diperlukan sebuah kajian penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dianggap sebagai pemicu utama terjadinya perubahan tutupan lahan, khususnya bertambahnya lahan terbangun sebagai wujud pertumbuhan kota (urban growth). Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh (Remote Sensing) dengan teknologi GIS pengolahan Raster Citra Satelit 8 OLI Kabupaten Manggarai Timur dengan tanggal akuisi 22 Maret 2013 dan 11 November 2018. Sampel yang digunakan adalah kondisi lapangan disetiap desa. Berdasarkan hasil keseluruhan analisa data, bahwa pada tahun 2013 dan tahun 2018 pertumbuhan lahan terbangun disetiap desa sangat dipengaruhi oleh faktor kemiringan lahan, kepadatan penduduk, jarak titik pusat desa dengan jalan kolektor terdekat, dan kekuatan pusat aktivitas disuatu kecamatan. Sebagai rekomendasi dalam pengendalian pertumbuhan kota maka diprioritaskan untuk mengontrol jumlah kepadatan penduduk disetiap kawasan.
KOMPARASI PERUBAHAN ASPEK SOSIAL EKONOMI PADA PENGHUNI RUMAH SUSUN PASCA PENANGANAN SQUATTER DI KOTA SURAKARTA Khizam Deby Kurniawan; Ana Hardiana; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v6i1.8494

Abstract

City has main attraction for livable. The public has the view that a town has a comprehensive facilities , good accessibility , a broad field of work and so on. This matter causes population growth developments in the city, because people migrating to the city livelihood for the sake of more worthy. The increasing population is not balanced with the service especially in the field of housing the city settlement that will appear squatter. So that the squatter need to be handled, in general the handling of having two pattern handling squatter approach , that is a pattern on-site and off-site. On site pattern is a problem handling squatter location without move to another region but with providing a place of decent housing. While off site pattern is handling by moving the squatter to the regions and with the status of land was legal. In fact both handling is to improve social life and economic society. One of squatter handling in Surakarta is build a low cost apartment. The limited land in Surakarta is one of the reason to build a low cost apartment in the Surakarta City for handling squatter. Based on issues, this research knowing comparisons of socio-economic change in the low cost apartment post-handling squatter. The method is applicable in weighting analysis methods in identifying the social economy at low cost apartment in Surakarta. This result oh the research re the comparisons of socioeconomic aspects of changes on residents after handling squatter in Surakarta can be seen that in Begalon I low cost apartment experienced a medium increase, while in Begalon II low cost apartment and Semanggi low cost apartment increased low. So that the change in the economic and social aspect of Begalon I low cost apartment with on site pattern has the higher than Begalon II low cost apartment and Semanggi low cost apartment with off site pattern. Keywords: low cost apartment, socioeconomic aspects, squatter
Taman Botani Boyolali Dengan Pendekatan Fun Design Sebagai Pusat Wisata Edukasi Botani Atika Dwi Harjanti; Ofita Purwani; Tri Yuni Iswati
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i2.12368

Abstract

Boyolali is one city in Indonesia with a massive growth in infrastucture development, especially in terms of public and communities space development that became urban planning goals of Boyolali city in the last five years. There are many development programs that have been planned by the goverment, one of them is the plan for building Botanical Garden as a conservation area and public space in 2016. This program is the reason why Boyolali Botanical Garden is choosen as the object design. The design of the Botanical Garden is more focused on the educational recreation purpose that implement fun learning experiences as a learning method. This method has proven to make learning new things, in this case is botany , fun and easier to understand. The architectural approach used to solve the design problems of this Botanical Garden is Fun Design approach, so the design of Botanical Garden tries to direct architectural elements toward a design that gives a pleasant and fun environment to the users because fun environment is the most conductive learning climate for non-formal education. The architectural elements that can help to form a fun environment in Fun Design approach is : Forms, Mass Arragement, Colors, Materials, Aperture and Lighting. These elements can help to create a fun learning environment by emphasizing the design decision on the impression that can be conveyed by each elements. The impression that need to be conveyed by the design to make fun learning environment among others is cheerfullness, energetic, happy, flexible, freedoom, and refreshing. One of the example is the application of bright color (such as yellow, red, blue, ect) to convey cheerfulness and energetic impression on the design.
Penerapan Konsep Arsitektur Ekologis Pada Redesain Tempat Pelelangan Ikan Di Kota Tegal Aris Mulyono; Sri Yuliani; Samsudi Samsudi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i1.17474

Abstract

Indonesia as an archipelago country is very potential to develop the fishery economy. Tegal Fish Trading Market is one of facility to support fishery economic activities in Indonesia which has various problems. Redesign of Tegal Fish Trading Market with Eco-Architecture as a design strategy, expecting  to solve and overcome the existing problems of the building and the area. With building evaluation, we know the problems that exist in the establishment of the Building. Then ecological principles selected to solve the problems that exist. Based on the results of identification, the ecological aspects that will be implemented is nature conservation, especially the beach and coastal, sustainable utility planning that focused on waste treatment and sanitation system, structural planning, facade, building appearance and ecological material so this building could survive in long term (sustainable). By redesign, this Fish Trading Market can be better planne, and then it will have more attractive view of buildings, planned waste treatment systems and planned sanitation systems, and also can recover the nature.
Kesesuaian pelayanan pergerakan pejalan kaki terhadap konsep transit oriented development (Studi kasus: kawasan Dukuh Atas, DKI Jakarta) Astuti Setia Ningrum; Winny Astuti; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.23188

Abstract

Salah satu tujuan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) adalah mewujudkan lingkungan ramah pejalan kaki pada kawasan kompak yang berbasis transit.  Desain kawasan TOD juga mendorong penggunaan moda transportasi umum untuk mendukung pergerakan penduduk. RTRW Provinsi DKI Jakarta 2011-2030 menetapkan Dukuh Atas sebagai kawasan TOD yang diharapkan mampu memberikan pelayanan bagi pergerakan pejalan kaki secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dari pelayanan pergerakan pejalan kaki terhadap konsep TOD di Kawasan Dukuh Atas. Kesesuaian pelayanan pergerakan pejalan kaki ditinjau dari komponen kawasan kompak, simpul transit, jalur pejalan kaki dan fasilitas penunjang. Metode analisis adalah kuantitatif dengan teknik analisis skoring yang menggunakan sakala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelayanan pergerakan pejalan kaki di Kawasan Dukuh Atas sudah sesuai dengan konsep TOD, namun diperlukan adanya peningkatan pelayanan pada beberapa aspek guna mengoptimalkan pelayanan terhadap pejalan kaki.
Potensi dan kendala pengembangan obyek wisata pantai Purwahamba Indah Kabupaten Tegal Mohamad Heri Hidayattuloh; Mei Viantikasari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.27064

Abstract

Salah satu obyek wisata yang dikenal di Kabupaten Tegal adalah obyek wisata pantai Purwahamba Indah. Obyek wisata ini menjadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Tegal. Namun dalam beberapa tahun belakangan, tingkat kunjungan wisatawan di obyek wisata pantai Purwahamba Indah tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi dan kendala dalam pengembangan kembali obyek wisata pantai Purwahamba Indah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Method) dengan strategi eksploratoris sekuensial. Teknik analisis yang digunakan adalah Delphi yang ditunjang dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil studi menunjukan bahwa kendala utama pengembangan obyek wisata Pantai Purwahamba Indah adalah aspek anggaran, masyarakat, dukungan pemerintah dan perencanaan.
DAMPAK PABRIK SRITEX TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN PADA WILAYAH SEKITAR PABRIK Ardhina Kusuma Wardani; Kuswanto Nurhadi; Isti Andini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v6i2.8484

Abstract

Sritex plant keeps growing which is resulting directly or indirectly attracts many labor to reside Sritex plant’s neighbourhood in order to facilitate their activities. Whereas, the Permenperin (Industrial Minister’s Regulation) No. 35 of 2010 states that the minimal distance of house to the location of plant should be more than 2000 meters recalling the hazard potentially generated by the plant to the living of the society staying there. The arrival of the labor from outside Sukoharjo Districts and surrounding areas who reside Sritex plant’s neighbourhood cause environmental burden increasing. On the other side, residents who oriented economic and can take advantage of the opportunities, their economic conditions improved and standard life increased by the existence of the Sritex plant. Based on these problems, this research want to know how impacts the existence of Sritex plant against settlement quality at Sritex plant’s neighbourhood. This research uses quantitative methods supported by several analysis techniques, including descriptive narrative analysis to identify the characteristics of Sritex plant and Paired Sample T-Test analysis to identify settlement quality at Sritex plant’s neighbourhood. The characteristic of Sritex plant divided into expanding and not expanding. While settlement quality is divided into a significant change and insignificant change / stagnant. Then an analysis of the impact of Sritex plant against settlement quality at plant’s neighbourhood using an explanatory descriptive analysis from the results of the previous analysis. Based on the results of the analysis known that the impact of Sritex plant against settlement quality viewed from the physical character of nature (Nature), social community (Society), residential buildings (Shells) and network system (Network) in the entire research area, from 17 sub variables, there are 12 sub variables changed or equal to 71% of settlements quality changed due to the expanding of Sritex plant. So known to occur relations, in which Sritex plant that expands impact on the changing significant of settlement quality on research area which is 2.000 meters of Sritex plant. The impact of expanding Sritex plant against variable of settlement quality from largest to smallest is the first Nature and Society variable, the second Network variable and the third Shell variable. Keywords:the impact of plant, quality settlement

Page 9 of 27 | Total Record : 263