cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Pasundan
ISSN : -     EISSN : 25490486     DOI : -
Core Subject : Education,
BIOSFER adalah jurnal atau terbitan berkala ilmiah yang berfungsi sebagai media publikasi gagasan, kajian dan hasil penelitian bermutu terkait biologi dan pendidikan biologi guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional dalam bidang biologi. Sesuai dengan arti Biosfer yaitu bagian luar dari planet bumi mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung, maka artikel yang dimuat didalam jurnal BIOSFER senantiasa mencakup proses kehidupan yang ada di planet bumi. BIOSFER terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Desember dan Juni.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Pengaruh Model PBL Dengan Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Pencernaan Liana Azizah; MIFTAHUL HAKIM
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.25538

Abstract

Keberagaman karakteristik peserta didik   menuntut penerapan strategi pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada peserta didik  . Pembelajaran berdiferensiasi yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) dipandang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar peserta didik  , khususnya pada materi IPA yang bersifat kompleks seperti sistem pencernaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar kognitif peserta didik   kelas VIII SMP pada materi sistem pencernaan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan PBL berdiferensiasi dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest serta angket minat dan bakat. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik   pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (p < 0,05). Rata-rata nilai posttest peserta didik   pada kelas eksperimen sebesar 86,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 60,67. Penerapan model Problem Based Learning yang dipadukan dengan pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik   pada materi sistem pencernaan manusia
Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi Di Kawasan Kampus UIN Palangka Raya Jumrodah, Jumrodah; Muhammad Ikhwannor; Nuridah; Dwi Eka Sari
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.28611

Abstract

Indonesia merupakan salah satu pusat megabiodiversitas dunia dengan lebih dari 31.750 jenis tumbuhan, sekitar 40% di antaranya bersifat endemik. Keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi berperan penting dalam kestabilan ekosistem, terutama di ruang terbuka hijau seperti lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di area Gedung Pascasarjana Kampus UIN Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dengan teknik jelajah dan analisis kuantitatif menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Waktu penelitian dilaksanakan pada minggu kedua bulan Mei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Plot 1 belakang pascasarjana ditemukan 329 individu dari 7 spesies dengan nilai H' sebesar 0,88 (kategori keanekaragaman rendah), didominasi oleh Imperata cylindrica (76%). Sementara itu, di Plot 2 belakang pascasarjana ditemukan 134 individu dari 11 spesies dengan nilai H' sebesar 1,97 (kategori keanekaragaman tinggi), dengan distribusi individu yang lebih merata. Perbandingan kedua plot menunjukkan bahwa distribusi yang seimbang antar spesies lebih memengaruhi tingginya keanekaragaman daripada jumlah individu semata. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan vegetasi dan konservasi tumbuhan tingkat tinggi untuk mendukung stabilitas dan keberlanjutan ekosistem di lingkungan kampus
Identifikasi Keanekaragaman Makroalga di Pantai Nangahale Doi Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur Asnalia Idamadi; Sitti Arafah Bahruddin
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.29590

Abstract

Makroalga memiliki beragam manfaat, namun informasi awal yang didapatkan peneliti bahwa jenis-jenis Makroalga yang ditemukan di Pantai  Nangahale Doi belum diketahui sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Makroalga di Pantai Nangahale Doi Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan dan transek (line transect). Penelitian ini dilakukan di Pantai Nangahale Doi, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Januari 2025 sampai 10 Februari 2025. Lokasi penelitian terdapat 3 stasiun dengan masing-masing stasiun memiliki 3 transek serta setiap transek memiliki 4 buah plot dengan luas wilayah ±15.000 m2. Pembagian stasiun berdasarkan pada sebaran makroalga. Hasil penelitian ini ditemukan 6 spesies makroalga dari 3 divisi. Nilai indeks keanekaragaman (H’) yaitu -1.065 (kategori rendah) indeks kelimpahan ditemukan dengan jumlah tertinggi yaitu (47,252 ind/m2) pada spesies Padina australis dan jumlah terendah yaitu (1,648 ind/m2) pada spesies Turbinaria ornata. Parameter lingkungan utama yang mempengaruhi makroalga adalah suhu, pH., dan substrat
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Disertai Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Fase E di SMAN 16 Padang putri, machdalena; Siska Nerita; Ade Dewi Maharani
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.32430

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berfikir kritis siswa, hal ini disebabkan kurang aktifnya siswa saat diskusi dan partisipasi pada tugas kelompok. Media yang digunakan guru kurang menarik sehingga siswa kesulitan mengembangkan kemampuan berfikirnya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Fase E di SMAN 16 Padang melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai video pada materi Inovasi Teknologi Biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Posttest Only Design. Sampel terdiri atas kelas X E1 sebagai kelas eksperimen dan X E6 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda untuk mengukur kemampuan berfikir kritis, dan data dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan berfikir kritis kelas eksperimen 78,1, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 66,7. Uji t menghasilkan  3,74 >  1,66, sehingga terdapat pengaruh pada model pembelajaran yang diterapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Penerapan model inkuiri terbimbing disertai video dapat  meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa.
Penerapan Pembelajaran Inkuiri Siswa Kelas X MAN 1 Pasaman Barat Terhadap Hasil Belajar Materi Perubahan Iklim dila, Fitriadila; Nurhadi; Mimin Mardhiah Zural
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.32629

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi akibat dari pembelajaran teacher center, kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan media dan pengelolaan kelompok belajar, membuat siswa menjadi tidak tertarik dalam pembelajaran, yang berdampak pada hasil belajar siswa di kelas X MAN 1 Pasaman Barat yang jauh di bawah KKTP (hanya 37–57%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri pada siswa Kelas X MAN 1 Pasaman Barat terhadap hasil belajar materi Perubahan Iklim. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan randomized control-group posttest only design. Sampel penelitian yaitu kelas X.E5 sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran inkuiri, dan kelas X.E6 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran direct learning (ceramah dan diskusi kelompok). Penilaian dilakukan pada tiga ranah hasil belajar (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pada semua aspek berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis memperlihatkan bahwa Nilai thitung untuk ranah afektif (1,93), kognitif (2,54), dan psikomotor (4,85) semuanya lebih besar dari t tabel (1,66). Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran inkuiri berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar
Isolasi dan Uji Antagonistik Bakteri Endofit Akar Tanaman Padi Terhadap Pertumbuhan Fungi Pyricularia oryzae Penyebab Penyakit Blas Dagsy, Irqami Rachma Dwi; As'ari, Hasyim
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.32984

Abstract

Penyakit blas yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae merupakan salah satu masalah utama pada produksi padi di Indonesia, dengan potensi kerugian hasil mencapai 90% pada varietas rentan. Pengendalian penyakit blas masih bergantung pada varietas tahan dan penggunaan fungisida kimia. Penggunaan fungisida kimia memiliki dampak negatif terhadap pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan penangan secara hayati dengan memanfaat bakteri endofit yang mempunyai kemampuan sebagai agen biocontrol.  Penelitian yang dilakuakn bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui aktivitas biokontrol berbagai bakteri endofid  akar tanaman padi terhadap fungi P. oryzae penyebab penyakit blas. Metode penelitian meliputi isolasi bakteri endofit dari akar padi varietas IR-46, dan dilakukan karakterisasi secara makroskopik, mikroskopik, uji biokimia, serta pengujian aktivitas biologis (produksi IAA dan pelarutan fosfat). Uji antagonistik bakteri endofit akar padi dilakukan dengan menggunakan metode kultivasi bersamaan pada media PDA serta mengukur zona hambat terbentuk di sekitar koloni bakteri dan fungi uji, yang dilakukan pengulangan 3 kali. Hasil isolasi dan karaterisasi ditemukan 3 tiga isolat yaitu dari genus Microbacterium, Enterobacter, dan Stenotrophomonas. Hasil  uji antagonis dari ke tiga isolat bakteri endofit akar padi yang di isolasi didapatkan zona hambat terbesar pada genus Stenotrophomonas (10,6 ± 1,05 mm), diikuti Microbacterium (7,13 ± 0,75 mm), dan Enterobacter (4,87 ± 0,76 mm). Kesimpulan penelitian adalah isolat Stenotrophomonas memiliki potensi sebagai agen biokontrol penyakit blas pada padi, dan berpotensi sebagai strategi pengendalian hayati ramah lingkungan dalam mendukung sistem pertanian organik berkelanjutan
Analisis Kebutuhan Modul Ajar Interaktif Berbasis Kearifan Lokal Pesisir pada Materi Perubahan Iklim: Studi Pendahuluan Agustian, Dita; Nissa, Nissa Noor Annashr; Triyanto, Samuel; Ryan, Ryan Ardiansyah; Marlyono, Setio
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.33964

Abstract

Latar belakang penelitian berangkat dari urgensi pendidikan lingkungan yang kontekstual dan integratif dalam menghadapi isu global perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa terhadap pengembangan modul ajar interaktif berbasis kearifan lokal pesisir pada materi perubahan iklim. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa angket kebutuhan, wawancara, dan telaah kurikulum. Subjek penelitian melibatkan 6 orang guru biologi dan 60 siswa sekolah menengah atas di wilayah pesisir Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru membutuhkan sumber belajar yang interaktif, kontekstual, dan mudah diintegrasikan dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka; (2) siswa membutuhkan media pembelajaran yang interaktif, visual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir; (3) kearifan lokal pesisir dipandang relevan sebagai konten pembelajaran adaptasi perubahan iklim, namun belum banyak dimanfaatkan dalam modul ajar konvensional. Dengan demikian, pengembangan modul ajar interaktif berbasis kearifan lokal pesisir dipandang urgen untuk memperkuat literasi sains, kesadaran lingkungan, dan kemampuan adaptasi siswa terhadap perubahan iklim.
Pemanfaatan Noken Papua dalam Kajian Etnobotani: Aplikasi Kearifan Lokal sebagai Sumber Belajar dalam Materi Biologi Agustina Wilhelmina Bowaire; Siti Sriyati
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.35185

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Noken Papua dalam kajian etnobotani sebagai sumber pembelajaran dalam materi biologi. Noken, tas tradisional khas Papua yang terbuat dari serat pohon melinjo (Gnetum gnemon). Meskipun Noken memiliki nilai budaya dan ekologis yang besar, pemanfaatannya dalam pendidikan, khususnya dalam pembelajaran biologi, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Noken sebagai sumber belajar dalam pembelajaran biologi, khususnya dalam kajian etnobotani. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Noken dapat diintegrasikan dalam kurikulum biologi untuk mengajarkan konsep-konsep seperti keanekaragaman hayati, ekologi, dan keberlanjutan. Hasil wawancara dengan guru biologi dan masyarakat adat menunjukkan bahwa meskipun Noken belum dimanfaatkan secara luas dalam pendidikan formal, terdapat potensi besar untuk menggunakannya sebagai alat bantu pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan tradisional dengan sains. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Noken dalam pembelajaran biologi dapat memperkaya kurikulum, memperkenalkan siswa pada kearifan lokal, dan mendorong kesadaran terhadap pelestarian budaya dan lingkungan. Dengan demikian, Noken tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang mendalam dan relevan untuk generasi muda Papua.
Wacana Atemporal: Mengungkap Ilusi Eksplorasi sebagai Ancaman pada Manajemen Waktu Guru Biologi SASTRIA, EMAYULIA; Januharmen, Januharmen; Dinyah Rizki Yanti Zebua
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.36612

Abstract

Buku teks Biologi Kelas XI menyembunyikan ancaman serius karena memuat instruksi yang bersifat atemporal (tidak mencantumkan estimasi durasi waktu yang jelas), sehingga menciptakan kesenjangan antara tuntutan idealistik kurikulum dengan realitas alokasi waktu operasional di kelas. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap mengapa fitur instruksional yang idealis justru menciptakan ancaman ketidakpastian manajemen waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis dokumen dan analisis kritis wacana Critical Discourse Analysis (CDA) model Faircloug. Hasil penelitian didapatkan adanya kesenjangan signifikan antara tuntutan buku teks yang idealistik dan dukungan operasional yang minim. Wacana eksploratif ini menimbulkan ilusi kemandirian belajar padahal ketiadaan panduan waktu efektif memindahkan beban perencanaan temporal dan risiko operasional kurikulum kepada guru. Konsekuensinya, guru berisiko mengorbankan kedalaman eksplorasi demi mengejar cakupan materi, yang pada akhirnya merusak kualitas proses belajar dan menghambat pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka.
Perbandingan Karakter Morfologi Famili Arecaceae di Wisata Ori Green Koptan Tulungagung Fauziah, Arbaul
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.36932

Abstract

Famili Arecaceae merupakan kelompok tumbuhan penting dengan keragaman morfologi yang dapat digunakan sebagai dasar identifikasi dan pengelolaan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies Arecaceae serta membandingkan karakter morfologinya di Wisata Ori Green Koptan, Tulungagung. Penelitian dilakukan pada Maret–Mei 2023 menggunakan metode jelajah (eksplorasi), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan empat spesies, yaitu Elaeis guineensis, Livistona saribus, Cyrtostachys renda, dan Adonidia merrillii. Keempat spesies memiliki ciri umum berupa batang berkayu, tumbuh tegak, dan daun majemuk lengkap, namun menunjukkan variasi pada bentuk batang, pola percabangan, warna batang, bentuk ujung dan pangkal daun, serta pola pertulangan. L. saribus memiliki batang silindris, sedangkan tiga spesies lainnya berbentuk bulat; percabangan C. renda bersifat simpodial, berbeda dari spesies lain yang monopodial. Perbedaan juga ditemukan pada morfologi bunga, terutama bentuk mahkota dan variasi warna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa spesies Arecaceae di lokasi penelitian memiliki karakter dasar yang serupa namun memperlihatkan diferensiasi morfologi yang jelas, sehingga berpotensi digunakan sebagai acuan identifikasi dan pengelolaan lanskap