cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Pasundan
ISSN : -     EISSN : 25490486     DOI : -
Core Subject : Education,
BIOSFER adalah jurnal atau terbitan berkala ilmiah yang berfungsi sebagai media publikasi gagasan, kajian dan hasil penelitian bermutu terkait biologi dan pendidikan biologi guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional dalam bidang biologi. Sesuai dengan arti Biosfer yaitu bagian luar dari planet bumi mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung, maka artikel yang dimuat didalam jurnal BIOSFER senantiasa mencakup proses kehidupan yang ada di planet bumi. BIOSFER terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Desember dan Juni.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Eksplorasi Persepsi Awal Mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap Teori Evolusi: Apakah Evolusi Bertentangan dengan Keyakinan? Yulianty, Sindanita; Survani, Rifki; Zulkarnaen; Ida Yayu Nurul Hizqiyah; Cita Tresnawati; Noviani Utami
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i2.20236

Abstract

Penerimaan terhadap teori evolusi merupakan salah satu isu menantang dalam dunia Pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi awal mahasiswa terkait teori evolusi sebelum mempelajari mata kuliah evolusi. Pada penelitian melibatkan 99 orang mahasiswa Pendidikan Biologi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket berisi open-ended dan closed-ended questions. Ditemukan bahwa 54,6% mahasiswa percaya dengan teori evolusi, 41,4% ragu-ragu dan 4% tidak percaya. Persepsi mahasiswa yang mengatakan ragu-ragu dan tidak percaya teori evolusi karena (1) menyadari kurangnya pemahaman mereka tentang evolusi; (2) teori evolusi bertentangan dengan keyakinan mereka; (3) adanya keraguan terhadap teori Darwin; (4) bukti terkait evolusi masih belum cukup memadai atau kurang meyakinkan. Adapun persepsi mahasiswa yang menerima teori evolusi dengan landasan sebagai berikut (1) evolusi dapat dibuktikan melalui bukti ilmiah; (2) mereka harus mampu menilai teori evolusi secara ilmiah dan terlepas dari perspektif agama; (3) menyadari bahwa teori evolusi perlu ditinjau dengan berbagai informasi dari berbagai perspektif. Temuan ini dapat dijadikan acuan serta memberikan rekomendasi pendekatan bagi dosen dan para pendidik untuk melaksanakan pembelajaran evolusi.
Pengaruh Model Joyfull Learning Menggunakan Media Uno Stacko For A Question Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik mulyadi prasetyo; Nurhidayah; Wiwik Wiji Astuti
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i2.20382

Abstract

The purpose of this study is to ascertain whether the joyful learning model, which makes use of the Uno Stacko For a Question medium, has an impact on the learning motivation of students in class X at SMA Negeri 8 Gowa. At this point, the author uses interviewing techniques to do quantitative research. All two classes of class X IPA at SMAN 8 Gowa served as the study's subjects. Techniques for gathering data included questionnaires and observation. Descriptive statistical analysis was used to examine the data after it was gathered. Ten statements about student motivation were included in the questionnaire used in this study. The data collection instrument for this study was based on the total score obtained by the research students to determine the average score obtained. Determination of the type of answer choices from the questionnaire using a Likert scale through 3 answer categories. The answers to each instrument item using a Likert scale have a very positive to very negative gradation, which can be words such as always, sometimes and never. The results of this study indicate that the application of the joyful learning model using the Uno Stacko For a Question media can increase students' motivation in learning, because the learning is fun and makes students play an active role in the learning process, so it can be concluded that the use of the joyful learning model has an influence on student motivation
Interactive Digital Teaching Material Konsep Metabolise dalam Meningkatkan Kemampuan Decision Making dan Problem Solving: Interactive Digital Teaching Material Konsep Metabolise dalam Meningkatkan Kemampuan Decision Making dan Problem Solving Tresnawati, Cita; Adi Rahmat; Taufik Rahman; Kusnadi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i2.20509

Abstract

Pembelajaran digital telah memberikan peran penting dalam menjembatani belajar konsep, media ini dirancang dengan memfokuskan pada aktivitas belajar yang dapat mengarahkan pada kemampuan berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan media Interactive Digital Teaching Material (IDTM) dalam meningkatkan kemampuan decision making dan problem solving mahasiswa konsep metabolisme. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest, dengan subjek sebanyak 36 mahasiswa semester III di Program Studi Pendidikan Biologi. Kemampuan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah diukur melalui aktivitas mahasiswa dalam menyelesaikan studi kasus yang tersedia pada IDTM. Instrumen yang digunakan : 1. instrumen lembar kerja mahasiswa dan instrumen test masing-masing sebanyak 2 soal. Hasil menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah memperoleh nilai n-gain 56,19 dan 56,25 pada kriteria cukup efektif dan pada taraf signifikasi (α 0,05) IDTM memberikan peningkatan yang sangat signifikan. Hal tersebut menunjukkan pembelajaran melalui IDTM mengarahkan aktivitas pembelajaran seperti mengamati, mendeskripsikan tabel, mendiskusikan berbagai variabel, menganalisis hubungan antara faktor penyebab dan variabel, mengevaluasi data, mengidentifikasi pola, serta membuat kesimpulan ilmiah. Belajar melalui Fitur studi kasus di IDTM membantu mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan konteks nyata, meningkatkan keterampilan analitis, evaluatif, kolaborati sehingga berpotensi menjadi media pembelajaran efektif untuk mengembangkan kemampuan decision making dan problem solving.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Penggunaan Ensiklopedia Digital Mamalia Berbasis Citizen Science Project Fitri Aryanti; Topik Hidayat; Yayan Sanjaya; Kusnadi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i2.20657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan ensiklopedia digital mamalia berbasis Citizen Science Project (CSP) yang difokuskan pada empat aspek yaitu kebahasaan, penampilan, teknis dan materi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III yang berjumlah 30 mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, menggunakan kuesioner yang terdiri dari 19 butir pertanyaan dan disebarkan melalui google forms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memberikan penilaian positif berdasarkan tingginya persentase jawaban sangat setuju dan setuju. Persentase penilaian pada aspek kebahasaan, rata-rata 45,83% mahasiswa sangat setuju bahwa kalimat yang digunakan mudah dipahami dan komunikatif. Pada aspek penampilan, rata-rata 54,29% mahasiswa sangat setuju tampilan dan fitur yang disajikan jelas, sesuai dengan materi, dan memiliki komposisi warna yang menarik. Pada aspek teknis, rata-rata 55,24% mahasiswa sangat setuju bahwa proses login dapat dilakukan dengan mudah. Pada aspek materi, rata-rata 58,73% mahasiswa sangat setuju materi yang disajikan sudah cukup luas dan informatif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ensiklopedia digital mamalia berbasis CSP mendapatkan penilaian yang sangat baik dari mahasiswa. Temuan ini dapat dijadikan dasar untuk pengembangan lebih lanjut, terutama dalam menyempurnakan fitur-fitur agar lebih menarik dan memperluas cakupan informasi mengenai mamalia.
Pemanfaatan LMS Moodle dalam Pembelajaran Berbasis TPACK untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Peserta Didik Pada Materi Sistem Saraf Nurdiani, Nia; Tari Tauhida; Cartono; Saiman Rosamsi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i2.21571

Abstract

Analytical ability is the ability of students to describe a problem in learning material, in other words, students are able to know, understand, and apply what the teacher has conveyed. One way to improve students' analytical skills is to apply a learning process based on the TPACK framework. This study aims to determine the effectiveness of learning with the e-learning method using the LMS Moodle as a component of the TPACK framework, on the subject matter of the Nervous System. This study used a pre-experimental method with a one-group pretest - posttest design. The instrument used to measure the knowledge ability of students is in the form of pretest and posttest questions as many as 20 items. The subjects used were 23 students in class XI MIPA A SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. The results showed that the average pretest score was 56.7 with the lowest score being 20 and the highest score being 85, with the posttest average score being 84.6, the lowest score being 40 and the highest score being 100, and the results of the N-Gain test. obtained a score of 0.66 with low improvement criteria, while from the acquisition of student questionnaires it was found that learning using the e-learning method that uses LMS Moodle as a component of the TPACK framework is categorized as very attractive to students. Thus, it can be concluded that there is an increase in students' analytical skills on the concept of the Nervous System material by utilizing the LMS Moodle in TPACK based learning.
Profil Literasi Digital Siswa SMP Pada Materi Perubahan Lingkungan Yanti, Aulia Fuji; Hernawati, Diana; Agustian, Dita; Badriah, Liah
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan literasi digital yang memadai sangat penting bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Literasi digital merupakan keterampilan yang perlu dianalisis sebelum pelaksanaan pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil literasi digital siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 66 siswa SMP swasta di Kota Tasikmalaya yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket dengan 20 pertanyaan tertutup menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek literasi digital seperti berpikir kritis dan evaluasi berada pada level lanjut dengan persentase 84,09%, serta kemampuan menemukan dan memilih informasi dengan persentase 75,37%. Di sisi lain, aspek literasi digital seperti keterampilan fungsional (67,80%), kreativitas (65,90%), kolaborasi (65,15%), komunikasi efektif (70,83%), pemahaman budaya dan sosial (71,96%), dan keamanan elektronik (72,53%) berada pada level menengah. Beberapa aspek ini perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan keterampilan literasi digital siswa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan data empiris yang dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran berbasis teknologi digital yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan bagi pendidik dan pengambil kebijakan untuk mengembangkan program pengajaran yang dapat meningkatkan berbagai aspek literasi digital siswa, khususnya pada level menengah, sehingga mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Keanekaragaman dan Pola Sebaran Nekton Neuston di Aliran Sungai Lotik Kalibendo Banyuwangi Ardiyansyah, Fuad; Hasyim As’ari; Towilla
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i1.21595

Abstract

Sungai Kalibendo merupakan lokasi wisata alam, dimana didalamnya terdapat kelompok hewan nekton dan neuston yang menempati pada badan sungainya. Nekton adalah organisme yang dapat berenang dan bergerak aktif melawan arus sungai, sedangkan neuston organisme yang hidup di lapisan tipis permukaan air antara badan air dengan udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan pola sebaran nekton dan neuston di aliran sungai Kalibendo. Metode penelitian yang digunkana adalah menggunakan metode transek dan Visual Ecounter Survey (VES) yang dimodifikasi. Metode tersebut dilakukan dengan cara menyusuri jalur sungai secara bebas sejauh 1km dan lebar 8m, kemudian membagi area penelitian menjadi 3 petak lokasi pengamatan. Hasil dari penelitian tersebut ditemukan sebanyak 9 genus, dimana genus Ansonia, Fejervarya, Macrobrachium, Vestalis,  Pseudagrion, Rhithrogena, Baetis dari kelompok nekton, sedangkan dari kelompok neuston dari genus Gerris, Cybister. Hasil nilai indeks keanekaragaman rendah H`< 1 dimana H`= 0,15-0,31. Pada pola sebaran didapatkan dua pola sebaran seragam (Ip < 0) dan mengelompok (Ip > 0).  Pola sebaran seragam terdapat pada genus Ansonia, Macrobrachium, Vestalis, Vestalis, Rhithrogena, Baetis, Gerris, Cybister. Pola sebaran mengelompok hanya terjadi pada genus Fejervarya.  Perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait keberadaan kelompok organisme pleuston dan bentos.
Sikap Peduli Lingkungan Siswa Terhadap Pelaksanaan Program Adiwiyata Di SMP Negeri 11 Kota Bekasi Butar-Butar, Shezy Angelita; Sunarto; Riska Septia Wahyuningtyas
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i1.23039

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup seperti  kurangnya kepedulian terhadap kebersihan masih menjadi tantangan yang  sering ditemukan di lingkungan sekolah. Pendidikan lingkungan menjadi upaya penting untuk menanamkan sikap peduli lingkungan sejak dini. Salah satu wujud nyata dari pendidikan lingkungan di sekolah adalah melalui program Adiwiyata. Penelitian ini bertujuan menjelaskan sikap peduli lingkungan siswa melalui pelaksanaan program Adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Adiwiyata di SMP Negeri 11 Kota Bekasi sudah efektif dengan mematuhi seluruh komponen buku pedoman Adiwiyata. Sikap peduli lingkungan siswa dapat dilihat berdasarkan dari lima indikator. Hasil dari sikap peduli lingkungan siswa menunjukan kategori baik hingga sangat baik. Pada indikator memelihara kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah (92,60 %) dan pengelolaan sampah (81,04 %), diikuti penghijauan (76,17 %) dan kebersihan kelas (70,69 %). . Hal ini mencerminkan keberhasilan program dalam menanamkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah.
Preferensi Oviposisi Hypothenemus hampei Ferr. Coleoptera:Scolitidae) terhadap Beberapa Jenis Biji Kopi Purwatiningsih, Purwatiningsih; Rosyanda Fisel Kosaya; Kahar Muzakhar
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i1.23546

Abstract

Kemampuan serangga Hypothenemus hampei dalam menentukan tempat bertelur dan pemilihan makan adalah hal yang sangat penting untuk kesuksesan hidup dan keturunannya. Setelah menemukan tanaman, selanjutnya serangga melakukan penafsiran terhadap kesesuaian tanaman sebagai inang. Penafsiran serangga ini tidak terlepas dari kombinasi faktor visual dan kimia. Oleh karena itu dilakukan penelitian terkait preferensi oviposisi H. hampei pada beberapa jenis biji kopi yaitu Coffea robusta, C. arabika dan C. excelsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis biji kopi manakah yang lebih disukai H. hampei untuk meletakkan telurnya. Penelitian ini merupakan  penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 3 jenis biji kopi perlakuan dengan masing -masing 10 ulangan setiap perlakuan yaitu A (biji kopi Arabika), R (biji kopi Robusta) Dan E (biji kopi Excelsa). Uji penelitian dilakukan dengan metode choice dan  nonchoice. Penelitian ini menggunakan 10 serangga betina H. hampei. Pengamatan jumlah telur dilakukan pada hari ke-tujuh. Analisis data menggunakan uji analisis statistik  ANOVA (Analysis of Varian) (α  = 5%) dan uji lanjut Uji LSD (α  = 95%)  dengan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows Evaluation Version. Hasil analisis  varian  menunjukkan bahwa preferensi oviposisi pada tiga jenis biji kopi terdapat perbedaan. Preferensi oviposisi terbesar ditunjukkan pada biji kopi robusta (C. robusta) yaitu dengan jumlah presentase preferensi sebesar {96,42%} (choice) dan {88,73%} (nonchoice). Hal ini diduga karena Biji kopi Robusta memiliki tekstur biji yang lebih lunak dan lebih tipis daripada biji kopi Arabika dan Excelsa. Biji kopi Robusta juga memiliki kandungan senyawa kimia berupa alkaloid yang salah satu contohnya adalah kafein. Kandungan Kafein pada biji kopi Robusta lebih  tinggi dibandingkan dengan biji kopi Arabika dan biji kopi Excelsa setelah dilakukan uji kandungan kafein.
Studi Etnofarmakologi Tumbuhan Aren (Arenga Pinnata (Wurmb.) Merr.) oleh Masyarakat Lokal Kabupaten Aceh Tengah Itawarnemi, Hilmina; Iqbar, Iqbar; Masykur, Masykur
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i1.24071

Abstract

Tumbuhan Aren (Arenga Pinnata (Wurmb. Merr) memiliki aktifitas farmakologis dan telah dimanfaatkan sebagai obat diberbagai daerah dengan cara yang beragam. Masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah sudah sejak lama memanfaatkan aren sebagai obat tradisional, namun pengetahuan mengenai kegunaannya sebagai obat belum terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kegunaan tumbuhan aren sebagai obat oleh masyarakat lokal. Penentuan Lokasi penelitian dan responden dilakukan secara Purposive Sampling, sedangkan untuk kajian etnofarmakologi menggunakan Metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah memanfaatkan tumbuhan aren sebagai sumber obat-obatan untuk menyembuhkan 31 jenis penyakit. Selain penggunaan tujuh bagian tumbuhan, hasil produksi tumbuhan aren seperti air nira dan gula aren juga berkhasiat obat. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah buah (33,52%), sedangkan untuk hasil produksinya adalah air nira (64,29%).  Teknik pengolahan tumbuhan aren sebagai obat paling banyak digunakan dengan cara direbus (16 penyakit). Cara penggunaan tumbuhan aren paling banyak dikonsumsi secara oral. Tumbuhan aren di kabupaten ini merupakan tumbuhan liar yang populasinya saat ini menurun drastis akibat ditebang (61,73%) dan serangan beruang (38,27%).