cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
ISSN : 14441659     EISSN : 25029576     DOI : -
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
KRITIK FEMINISME POSTKOLONIAL UNTUK MEMBONGKAR KULTUR PATRIARKI DALAM BUDAYA MANGGARAI Priskardus Hermanto Candra
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.172 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.141

Abstract

Kaum perempuan dalam suatu masyarakat yang pernah mengalami penjajahan mengalami penderitaan ganda. Dikatakan penderitaan ganda karena sumber penderitaan tersebut berasal dari struktur patriarki itu sendiri dan dari praktik kolonialisme. Yang berbahaya dari praktik kolonialisme untuk konteks kita zaman ini adalah residunya yang terwujud dalam pola pikir, sikap dan tutur kata yang memarjinalkan perempuan. Sikap seperti ini dihidupi dan ada dalam kehidupan sehari-hari entah sadar ataupun tanpa disadari oleh pelaku. Mutasi kolonialisme yang berdampak pada pengabaian kaum perempuan sebagai subjek nampak dalam masyarakat yang praktik adat-istiadatnya sangat kuat. Tulisan ini bermaksud memberikan kritik dari persepektif feminis postkolonial terhadap kultur patriarki yang menjelma dalam beberapa praktik adat di Manggarai. Jika tidak dikritisi dan diidentifikasi maka wacana dan praktik marginalisasi terhadap perempuan akan terus dilakukan karena mendapatkan legitimasi dari budaya dan adat. Tanpa adanya identifikasi dan sikap kritis, perempuan pun pada akhirnya menjadi pihak yang membiarkan marginalisasi itu berlangsung. Gambaran tentang kedudukan dan peran perempuan dalam budaya Manggarai kiranya memberikan pedoman bagi semua orang untuk menghargai dan menempatkan perempuan tanpa harus mengabaikan adat.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA Vinsensius Crispinus Lemba
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.787 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.142

Abstract

Pendidikan karakter dalam keluarga merupakan usaha keluarga untuk membentuk jati diri anggota keluarga. Tujuan utama pendidikan ini adalah menanamkan nilai-nilai baik dan luhur dalam diri anggota keluarga, yang selanjutnya dihidupkan dalam sikap dan perilaku hidup setiap hari. Nilai-nilai tersebut, antara lain seperti yang terkandung dalam budaya Lamaholot yang mengarahkan setiap pribadi untuk menjadi manusia yang beradab (ata diken). Dalam pendidikan karakter, orang tua berperan sebagai pendidik pertama dan tidak tergantikan. Keberadaan anak adalah sebagai subjek otonom, yang memiliki benih karakter sejak awal kehidupannya. Tugas anak adalah memberdayakan benih karakter dalam bimbingan orang tua. Untuk itu, dibutuhkan model pendidikan karakter dalam keluarga yang tepat. Salah satu model alternatif adalah model spiralisasi. Gerakan model ini berawal dari konsientisasi menuju praksis dan berjalan dalam arah timbal balik secara kontinu. Model ini menekankan teladan hidup dan pembiasaan hidup. Keduanya mensyaratkan adanya kebersamaan pribadi secara utuh, keterbukaan dalam semangat dialog, dan kesediaan untuk saling belajar dan memberi.
INTEGRASI PSIKOLOGI KONSELING DALAM SPIRITUAL DIRECTION: Sebuah Pendekatan Psiko-Spiritual Frans Laka Lazar
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.264 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.144

Abstract

Psikologi konseling dan bimbingan rohani atau sipiritual direcion merupakan dua kegiatan relasi membantu. Kedua-duanya memiliki perbedaan dalam tujuan dan pendekatannya. Namun dalam praktek seorang konselor rohani sering kurang mengerti dengan baik kedua pendekatan ini dalam menyelesaikan sebuah persoalan. Persoalan sering dispiritualisasikan sehingga tertutup kemungkinan untuk menggunakan pendekatan konseling yang menekankan penyelesaikan secara manusiawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seorang konselor kurang tahu membedakan dan sekaligus menggunakan kapan pendekatan rohani (spiritual direction) dan pendekatan konseling digunakan dalam mengatasi sebuah persoalan. Oleh sebab itu, penelitian ini ingin membantu konselor atau pembimbing rohani untuk menggunakan masing-masing pendekatan secara tepat dalam menangani sebuah persoalan yang dialami konseli
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DAN PSIKOMOTORIK PADA MATA PELAJARAN KKPI SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 ENDE Petrus Sii
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.635 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap: (1) kemampuan berpikir dan (2) kemampuan psikomotorik siswa SMK Negeri 1 Ende pada mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan penekanan pada posttest-only control group design. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Ende dengan sampel penelitian diambil dari kelas X (B) dan X (C) yang ditentukan dengan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir dan keterampilan siswa dengan dua model pembelajaran. Validasi instrumen dihitung dengan menggunakan analisis faktor dan reliabilitasnya dihitung dengan rumus Cronbach’s Alpha. Uji homogenitas menggunakan Levene Test, uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Kemampuan berpikir dan keterampilan siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuri lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan berpikir dan keterampilan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. (2) Model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan berpikir dan keterampilan siswa.
IDENTIFIKASI SEKOLAH RAMAH ANAK PADA SATUAN PAUD DI KECAMATAN LANGKE REMBONG BERDASARKAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SEKOLAH RAMAH ANAK Adriani Tamo Ina Talu; Fransiskus De Gomes
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.354 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi sekolah ramah anak pada satuan PAUD di Kecamatan Langke Rembong, (2) menemukan faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi terbentuknya sekolah ramah anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan konsep Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, 19 satuan PAUD yang ada di Kecamatan Langke Rembong belum memenuhi kriteria sekolah ramah anak. Kedua, faktor pendukung dan penghambat terbentuknya sekolah ramah anak di 19 satuan PAUD di Kecamatan Langke Rembong. (1) Ada 3 hal sebagai faktor pendukung yaitu (a) adanya standar pelayanan minimal PAUD. (b) Memiliki kebijakan anti kekerasan. (c) Menanamkan nilai-nilai luhur dan budaya dalam pembelajaran melalui pengembangan tema budayaku. (2) Ada beberapa faktor penghambat yaitu: (1) sekolah belum memikirkan perlunya pengembangan sekolah ramah anak. (2) Sekolah tidak paham tentang sekolah ramah anak. (3) Belum memiliki kode etik penyelenggaraan satuan pendidikan berdasarkan pengembangan sekolah ramah anak. (4) Program dan fasilitas kesehatan di PAUD belum memadai. (5) Lingkungan dan infrastruktur yang aman, nyaman, sehat, bersih serta aksesibel yang memenuhi SNI konstruksi. (6) Layanan kegiatan di PAUD belum berpihak pada kepentingan anak. (7) Pendidik dan tenaga kependidikan tidak terlatih dengan panduan konvensi hak anak. (8) Partisipasi masyarakat dan dunia usaha di sekolah belum maksimal
TATO TRADISIONAL MASYARAKAT DESA HAULASI KECAMATAN MIOMAFO KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Yoseph Andreas Gual; Fransiska D. Setyaningsih; Primus P. Bolaer
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.43 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.149

Abstract

Tato tradisional pada masyarakat Haulasi telah punah dalam artian tidak dipraktikan lagi. Padahal dalam masyarakat tradisional, setiap tradisi memiliki fungsi tertentu baik bagi individu maupun bagi kelompok. Semua tradisi termasuk tato tradisional adalah menjaga komunikasi dan relasi manusia dengan lingkungan, sesama dan yang transenden yang pada gilirannya memberikan integrasi sosial. Melalui riset studi kasus dengan paparan data deskriptif, artikel ini mencoba menelusuri sejarah dan fungsi, makna dan penyebab tato tradisional pada masyarakat Haulasi hilang.
STRATEGI ADAPTASI SOSIAL BUDAYA MAHASISWA MANGGARAI DI MALANG PASCA KONFLIK TAHUN 2015 Frederik M Gasa; Radityo Widiatmojo; Asih Zunaidah; Nisrin Husna
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3567.695 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i2.150

Abstract

Adaptasi lintas budaya merupakan sebuah proses penyesuaian yang panjang untuk medapatkan kenyamanan ketika berada di lingkungan baru dan beragam. Mahasiswa Manggarai, Flores (Provinsi Nusa Tenggara Timur) yang tinggal di Malang memiliki karakteristik identitas yang berbeda dan hal ini mempengaruhi proses interaksi dan adaptasi dengan penduduk setempat. Komunikasi yang dibangun antara mahasiswa dan penduduk setempat ini tidak dapat dipahami tanpa mempelajari langkah-langkah dasar dalam proses adaptasi lintas budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif dengan maksud dapat memperoleh pemahaman mendalam dari sudut pandang mahasiswa Manggarai dalam adaptasinya dengan penduduk setempat. Penelitian ini pada akhirnya bertujuan untuk berkontribusi pada studi komunikasi antar budaya di Indonesia, terutama untuk memahami dan memperdalam komunikasi antara budaya masyarakat dari luar daerah dan masyarakat setempat.
MODEL PERNYATAAN POSISI DALAM ARTIKEL JURNAL Yolenta Elsa Ambon; Bernardus Tube
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2199.884 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i2.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model-modelpernyataan posisi yang digunakan dalam paragraf argumentasi pada artikel jurnal mahasiswa.Melalui penelitian ini,peneliti juga mengkaji model pernyataan posisiyang paling dominan digunakan dalam paragraf argumentasi pada artikel jurnal mahasiswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data disediakan dengan menggunakan metode simak. Berdasarkan metode tersebut peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik catat sebagai teknik dasar. Sumber data dalam penelitian ini, yakni artikel jurnal mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Magister, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan model pernyataan posisi yang digunakan dalam paragraf argumentasi pada artikel jurnal mahasiswa terdiri dari pernyataan posisi fakta, pernyataan posisi nilai, dan pernyataan posisi kebijakan. Ketiga model pernyataan posisi tersebut digunakan dengan intensitas yang berbeda. Pernyataan posisi fakta merupakan model yang paling dominan digunakan, sedangkan pernyataan posisi kebijakan paling sedikit digunakan.Pernyataan posisi fakta banyak digunakan karena pernyataan posisi yang diungkapkan berfokus pada fenomena empiris yang dapat diverifikasimelalui pengamatan langsung, eksperimen, atau penelitian pendukung lainnya.Pernyataan posisi nilai digunakan untuk pernyataan posisi yang memuat tentang hal yang diukur secara subjektif. Pernyataan posisi kebijakan merupakan pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkanpernyataan posisi yang bersifat prosedural atau rencana terorganisir.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN BERBASIS BERPIKIR KRITIS (PBBK) DALAM MENYIKAPI PERMASALAHAN SOSIAL AKIBAT PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Marianus Mantovanny Tapung; Marselus Ruben Payong
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3106.873 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i2.152

Abstract

Dari sisi negatif, perkembangan teknologi informasi telah menciptakan permasalahan sosial yang cukup tinggi di kalangan orang muda Indonesia. Hal ini terjadi, selain karena tingkat literasi media yang masih rendah, juga disebabkan karena fasilitas pendidikan yang berbasis berpikir kritis belum terintegrasi secara baik. Padahal, salah satu potensi yang dimiliki oleh orang muda termasuk siswa sekolah menengah pertama adalah kemampuan untuk berpikir kritis. Mengingat hal ini, dengan belajar dari negara-negara maju, salah satu cara untuk menghindari siswa dan masyarakat dari dampak buruk penggunaan media sosial adalah upaya mengintegrasikan pendidikan berbasis berpikir kritis dalam kurikulum sekolah menengah. Dengan adanya pendidikan berbasis berpikir kritis siswa dapat memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk memecahkan berbagai permasalahan sosial, yang salah satu disebabkan karena penggunaan media sosial yang tidak kritis. Banyak penelitian menegaskan tentang pentingnya pendidikan berbasis berpikir kritis ini untuk diintegrasikan ke dalam sistem kurikulum, konten materi, dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Untuk membantu pemangku kepentingan pendidikan dalam mengintegrasikannya, maka perlu rekonstruksi gagasan tentang pendidikan berbasis berpikir kritis ini. Adapun metode rekonstruksi gagasan, selain didasarkan pada kenyataan faktual mengenai kondisi riil pembelajaran di tengah perkembangan teknologi informasi digital, juga berdasarkan pada hasil penelusuran terhadap berbagai literatur yang berkaitan erat dengan pentingnya pendidikan berbasis berpikir kritis.
KAHOOT SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG DALAM BERKATESE DENGAN BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL Kanisius Komsiah Dadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4021.957 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i2.155

Abstract

Penelitian tentang kahoot sebagai media pendukung berketekese dengan berbasis teknologi digital ini bertujuan untuk menemukan peluang media permainan online dalam usaha mengembangkan proses katekese yang berbasis teknologi digital. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subyek penelitian para katekis. Sampel penelitian adalah para katekis paroki yang berkarya di dekenat Tangerang 1 dan 2. Pengumpulan data pendukung dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang digunakan oleh para ketekis di paroki dewasa ini sudah cukup beragam, yakni media berbasis non-IT dan berbasis IT. Pengunaan media dalam proses katekese dapat mengembangkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam diri peserta secara maksimal. Berdasarkan hasil simulasi Kahoot, dapat ditarik kesimpulan bahwa Kahoot merupakan salah satu media alternatif dapat dimanfaatkan dalam proses berkatekese.

Filter by Year

2015 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio More Issue