Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Articles
314 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL SISWA
Silfanus Jelatu;
Sariyasa;
I Made Ardana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.478 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.167
Pengaruh Integrasi Media GeoGebra terhadap Pemahaman Konsep Geometri Ditinjau dari Kemampuan Spasial Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi media GeoGebra terhadap pemahaman konsep geometri ditinjau dari kemampuan spasial siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP SANTU Stanislaus Borong sebanyak 113 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiemn semu dengan desain penelitian menggunakan factorial design dengan desain treatment by level yang melibatkan sampel sebanyak 60 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data tentang kemampuan spasial dan pemahaman konsep geometri siswa. Data kemampuan spasial siswa diperoleh melalaui tes kemampuan spasial dan data pemahaman konsep matematika diperoleh melalui tes pemahaman konsep geometry siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pegujian hipotesis digunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa: 1) Pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran berbantuan media GeoGebralebih lebih baik dari pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran berbantuan media GeoGebra dan kemampuan spasial siswa terhadap pemahaman konsep geometri siswa.
IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Yohanes Wendelinus Dasor
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.294 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.168
Implementasi Good Governance Dalam Manajemen Berbasis Sekolah. Good governance adalah penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab, efisien dan efektif, dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif di antara ketiga domain; negara, swasta, dan masyarakat. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam good governance merupakan tolak ukur suatu pemerintahan dikatakan sebagai pemerintahan yang baik. Ada beberapa prinsip good governance yaitu partisipasi, transparansi, akuntabilitas, responsivitas, keadilan, penegakan hukum, efektivitas dan efisiensi, dan visi strategis. Sedangkan Manajemen Berbasis Sekolah merupakan paradigma baru pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Korelasi antara good governance dengan MBS adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip good governance ke dalam MBS. Implementasi good governance erat kaitannya dengan pelaksanaan kebijakan publik dalam konteks sebuah negara demokrasi yang berintikan partisipasi dan kerjasama semua elemen negara (pemerintah, swasta, dan warga negara). Sekolah merupakan salah satu organisasi publik dengan mana seluruh kebijakan yang dihasilkannya berkaitan dengan massa atau publik. Pada aras ini, suatu kebijakan publik di sekolah tidak bisa terelakkan dari tuntutan untuk mengimplementasikan suatu praktek good governance
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DAN PEMBELAJARAN 5 M TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA
Ricardus Jundu;
Anti Kolonial Prodjosantoso
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.87 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.169
Efektivitas Penggunaan Problem Based Learning dan Pembelajaran 5 M Terhadap Pemahaman Konsep Kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan efektifitas model PBL dan pembelajaran 5 M pada materi asam – basa terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI SMA Setia Bakti Ruteng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu menggunakan desain nonequivalent control group design. Analisis yang digunakan yaitu ANAVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efektifitas yang signifikan antara pembelajaran model PBL dengan pembelajaran 5 M ditinjau dari pemahaman konsep siswa kelas XI SMA Setia Bakti Ruteng.
FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA MINAT LAKI-LAKI UNTUK MENJADI GURU PAUD DI KABUPATEN MANGGARAI
Theresia Alviani Sum;
Adriani Tamo Ina Talu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.052 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.170
Faktor Penyebab Kurangnya Minat Laki-Laki untuk Menjadi Guru PAUD di Kabupaten Manggarai. Minat laki-laki untuk menjadi guru PAUD di Manggarai sangat rendah. Hal ini didukung oleh data dari dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai yang menyatakan jumlah guru PAUD laki-laki yang terdaftar hanya berjumlah 2 orang. Tujuan penelitian ini (1) Mengetahui minat laki-laki menjadi guru PAUD di Kabupaten Manggarai. (2) Mengetahui faktor pendukung laki-laki menjadi guru PAUD di Kabupaten Manggarai (3) Mengetahui faktor penghambat kurangnya minat laki-laki menjadi guru PAUD di Kabupaten Manggarai (4) Memberikan solusi dan membangun kesadaran masyarakat dan laki-laki tentang peran dan pentingnya figur laki-laki sebagai tokoh model dalam pembelajaran anak usia dini di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek yang diteliti adalah tentang minat laki-laki menjadi guru PAUD. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dan angket. Sumber data penelitian ini adalah para siswa kelas 3 SMA, para calon guru PAUD, dan para guru PAUD yang ada di Manggarai. Analisis data menggunakan konsep Miles and Huberman yaitu dengan cara mereduksi data, mendisplay data, dan melakukan verifikasi data/kesimpulan
UPAYA PASTORAL UNTUK MENINGKATKAN PERAN KAUM PEREMPUAN DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA
Maksimilianus Jemali
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.824 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.171
Upaya Pastoral Untuk Meningkatkan Peran Kaum Perempuan dalam Kehidupan Menggereja. Gereja pada prinsipnya memiliki keterbukaan terhadap keterlibatan semua umat dalam pewartaan Kerajaan Allah. Gereja turut terlibat membela hak-hak kaum perempuan. Bersedia berada di samping mereka. Gereja tidak melupakan sejarah bahwa kaum perempuan telah ikut ambil bagian dalam pengembangan kehidupan jemaat. Kesadaran historis mengenai peran perempuan dalam liturgi Gereja perlu dimiliki oleh umat. Oleh kesadaran itu umat diharapkan berkembang sikapnya untuk menerima dan menghargai kehadiran perempuan dan laki-laki di wilayah liturgis. Gereja hendaknya memilih pelayan-pelayannya bukan berdasarkan gender. Melainkan, berdasarkan talenta, karisma, kemampuan untuk mewartakan Injil dengan baik kepada siapapun yang paling membutuhkan pewartaan itu. Sebagai komunitas yang menghayati hidup dalam kesetaaan, Gereja memiliki wibawa untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat. Kita mesti mengakui bahwa akhir-akhir ini juga banyak perempuan berperan dalam pelayanan religius, juga pelayanan di sekitar altar.
MEMAHAMI KARAKTER DATA PENELITIAN DENGAN MENGAMATI KOEFISIEN SKEWNESS DAN KURTOSIS
Sebastianus Fedi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.002 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.172
Memahami Karakter Data Penelitian dengan Mengamati Koefisien Skewness dan Kurtosis. Dalam mengolah data penelitian, program excel atau SPSS secara otomatis mengeluarkan hasil hitungan yang memuat berbagai parameter statistika. Pada outputexcel atau SPSS, item yang mudah diperhatikan adalah nilai rataan, modus, median, jumlah nilai data dan banyak data. Sedangkan item lain sepertis kewness dan kurtosis sering tidak diperhatikan karena lupa atau belum mengenal makna kedua konsep tersebut. Padahal, dengan memahami keduanya, peneliti akan dengan mudah memahami karakter data penelitiannya. Maka perlu pembahasan khusus terhadap kedua konsep tersebut. Sementara koefisien kurtosis adalah gambaran keruncingan kurva distribusi data, yakni derajat ketinggian puncak suatu distribusi frekuensi, biasanya diambil relatif terhadap distribusi normal. Ada tiga karakter kurtosis: leptokurtik, platikurtik, dan mesokurtik. Banyak hal tentang skewness dan kurtosis dibahas dalam artikel ini.
REKONSTRUKSI HUBUNGAN KOMITE SEKOLAH DAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Abdul Majir
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.778 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.173
Rekonstruksi Hubungan Komite Sekolah dan Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan. Perubahan paradigma dari sentralisasi ke desentralisasi membuka peluang yang luas bagi masyarakat untuk dapat memainkan peran sebagai pemberi pertimbangan (advisory body), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency), dan mediator sesuai dengan semangat manajemen berbasis sekolah (school-based management). Diharapkan melalui rekonstruksi hubungan masyarakat dengan sekolah atau kerja sama stakeholder pendidikan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan serta mengantisipasi tantangan pendidikan saat ini. Bagaimana penerapan peran komite sekolah di sekolah? Bagaimana sinergitas komite sekolah dengan sekolah selama ini? Bagaimana kerjasama stakeholder pendidikan di era pendidikan abad ke-21 yang sarat dengan persaingan sumber daya manusia? Tulisan ini akan mengkaji peran komite sekolah dan realita kinerja selama ini serta bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh stakeholder pendidikan mempersiapkan dan mengantisipasi persaingan dalam dunia pendidikan.
ESKALASI TINDAKAN POLITIK DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS HANNAH ARENDT
Maria Fatima Mardina Angkur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.691 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.174
Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Pendekatan Saintifik Di PAUD Dalam Rangka Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Konsep utama dari MEA adalah menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi dimana terjadi arus bebas atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN yang kemudian diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi diantara negara-negara anggotanya melalui sejumlah kerjasama yang saling menguntungkan. Untuk itu pemerintah Indonesia perlu untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Indonesia yang terampil, inovatif dan professional. Untuk menciptakan SDM yang terampil, inovatif dan professional, tidak terlepas dari pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas merupakan harapan untuk menciptakan SDM yang terampil, inovatif dan professional. Pendidikan dianggap menjadi sebuah “pabrik” yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan zaman. Terutama pendidikan anak usia dini (PAUD), karena sebagai pendidikan yang sangat fundamental, dan menjadi faktor penentu keberhasilan anak didik pada jenjang pendidikan selanjutnya. Keberhasilan proses penyelenggaraan PAUD tersebut menjadi langkah awal keberhasilan proses pendidikan pada jenjang selanjutnya, dan kegagalan proses pendidikan di usia dini akan berdampak secara terus menerus terhadap proses pendidikan pada jenjang selanjutnya. Sebagai seorang pendidik tentunya memiliki pengaruh yang besar dalam mempersiapkan peserta didik yang mampu bertahan di era mea. Untuk mampu menjawab tantangan di era mea, maka seorang pendidik memiliki tugas yang penting yakni membantu peserta didik yang mampu mengahadapi tantangan di era mea. Hal ini tentunya tidak terlepas dari pemilihan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Salah satunya adalah pendekatan saintifik.
PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN COVARIABEL MOTIVASI BERPRESTASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MATEMATIKA
Fransiskus Nendi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.588 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.175
Penggunaan Pendekatan Kontekstual dengan Covariabel Motivasi Berprestasi dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Akademik Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap prestasi belajar konsep dasar matematika dengan kovariabel motivasi berprestasi. Populasi penelitian adalah prestasi akademik mahasiswa semester II PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng Tahun Akademik 2013/2014 yang berjumlah 634 unit. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara random kelas berjumlah 126 Unit. Penelitian ini dirancang dalam bentuk quasi eksperiment dengan desain posttest only control group design. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi berprestasi, tes kemampuan numerik dan tes prestasi belajar konsep dasar matematika. Data dianalisis menggunakan ANAKOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) terdapat perbedaan prestasi belajar konsep dasar matematika mahasiswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual dengan konvensional (Fhitung=14,46 > Ftabel =3.94); 2) terdapat perbedaan prestasi belajar konsep dasar matematika mahasiswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual dan konvensional setelah dikendalikan motivasi berprestasi (Fhitung=27.03 > Ftabel=3.94); dan 3) terdapat kontribusi yang signifikan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar konsep dasar matematika dengan koefisien determinan sebesar 29.5%.
ACADEMIC WORDS IN BUKU BAHASA INGGRIS KELAS XII
Ely Heldydiana Selamat
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.732 KB)
|
DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.176
Academic Words in Buku Bahasa Inggris Kelas XII. In learning English as a foreign language (EFL), students have to learn vocabulary and its meaning as vocabulary helps them to understand what they hear, to speak in communication, to understand written text and to construct good sentences in writing. In academic field, the words that should be known by the students are academic words. The academic words widely used in academic textbooks and journals named academic word list. Vocabulary Profiler used in this study was a web profiler program developed by Tom Cobb. The profiler is an online program available at www.lextutor.ca/vp. This program helped the researcher to analyze the AWL in a course Buku book Bahasa Inggris kelas XII. The tool counted a total number of words and also the percentage of words appeared: 1000 most frequent words, 2000 most frequent words, academic words, and off list words. The data of the Web Vocabulary Profilers English version 3 described the percentage of AWL in the Buku Bahasa Inggris Kelas XII. For secondary students, course book might be one of the tools to get inputs in term of vocabulary. Asa key component in language class text books have a significant role on language classes. Considering the important role of course book and the necessity of academic vocabulary in a course book, the present study aimed to analyze Academic Words in Buku Bahasa Inggris Kelas XII.