cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Gambaran Persepsi dan Pengalaman Mahasiswa Baru Keperawatan pada Fase Awal Perkuliahan Putu Sri Febriyanti; Ni Made Dian Sulistiowati; Kadek Eka Swedarma
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i2.488

Abstract

Mahasiswa baru program studi keperawatan mengalami berbagai perubahan yang disebabkan oleh peralihan dari sekolah menengah ke perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pengalaman mahasiswa baru Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Udayana pada beberapa bulan pertama perkuliahannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada bulan Oktober 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan diperoleh 33 orang mahasiswa baru sebagai responden penelitian. Desain penelitian ini menggunakan metode cross-sectional, dengan kuesioner online yang digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (57,57%) berusia 18 tahun, dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (93,93%). Sebanyak 17 responden (51,51%) merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan sisanya merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan. 29 responden (87,87%) menyatakan bahwa kuliah di program studi keperawatan merupakan pilihannya sendiri. Sistem pendukung yang paling dominan dimiliki oleh responden adalah teman sebaya (57,57%). Sebanyak 14 responden (42,42%) menyatakan bahwa materi ajar dan praktik di program studi keperawatan tergolong berat. 21 responden (63,63%) mengatakan bahwa jadwal perkuliahan tergolong padat, dan 9 responden (21,21%) mengatakan bahwa perkuliahan di program studi keperawatan tidak sesuai dengan ekspektasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 responden (75,75%) mengalami cemas dan perasaan berat untuk menghadiri perkuliahan dalam waktu 30 hari terakhir. Berdasarkan beberapa masalah tersebut, ditemukan bahwa 7 responden (21,21%) ingin pindah dari program studi keperawatan. Data-data tersebut menunjukkan bahwa kuliah di program studi keperawatan memberikan beban psikologis yang cukup besar bagi mahasiswa baru. Maka dari itu, peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan intervensi yang mampu meningkatkan kenyamanan mahasiswa baru dan mampu membantu mahasiswa untuk beradaptasi dengan proses pendidikannya.
Intensitas Mengakses Media Sosial Instagram dan Kebiasaan Mengonsumsi Fast Food Pada Remaja Putri Di Desa Caracas Kabupaten Kuningan Jawa Barat Ayu Fitriani; Osi Wulida Nisfilaeliah; Soepri Tjahjono
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.517

Abstract

Kemajuan teknologi menyebabkan tingginya intensitas mengakses media sosial instagram. Remaja putri lebih mudah dipengaruhi oleh instagram. Kebiasaan makan remaja putri cenderung lebih sering mengonsumsi fast food. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas mengakses media sosial instagram dengan kebiasaan mengonsumsi fast food pada remaja putri di Desa Caracas Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di Desa Caracas berusia 17-21 tahun sebanyak 124 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 95 responden. Intensitas mengakses media sosial instagram diukur menggunakan kuesioner, dan kebiasaan mengonsumsi fast food menggunakan FFQ. Analisis bivariat menggunakan uji statistic chi-square dengan tingkat kesalahan α=5%. Hasil penelitian ini adalah intensitas mengakses media sosial instagram termasuk kedalam kategori lama sebanyak 75,8%. Kebiasaan makan remaja putri termasuk kedalam kategori sering mengonsumsi fast food sebanyak 61,2%. Ada hubungan intensitas mengakses media sosial instagram dengan kebiasaan mengonsumsi fast food (p-value 0,036). Kesimpulan yang di dapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara intensitas mengakses media sosial instagram dengan kebiasaan mengonsumsi fast food pada remaja putri di Desa Caracas Kabupaten Kuningan Jawa Barat
Persepsi Kader Posyandu tentang Penggunaan Sistem Informasi Posyandu di Desa Sukoharjo Ngaglik Sleman Tyas Ning Yuni Astuti Anggraini; Ekawati Ekawati; Kharisma Kharisma
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i1.485

Abstract

Proses pemantauan kesehatan ibu dan anak di Indonesia secara rutin setiap bulan dilakukan di Posyandu. Berdasarkan studi pendahuluan melalui Bidan desa, terdapat permasalahan terkait pengumpulan data posyandu yaitu data yang diisi dalam bentuk format lalu dikirimkan ke Bidan Desa setiap 1 bulan sekali, namun kader tidak tepat waktu mengumpulkan. Jika data dalam bentuk manual ini terdapat kesalahan dan kekurangan, maka berakibat pada data Posyandu yang tidak tepat sehingga keputusan pengambilan di Desa bisa kurang tepat yang nantinya akan mempengaruhi kebijakan dalam menanggulangi kesehatan ibu dan anak. Di era yang modern seperti saat ini, dimungkinkan untuk menghemat waktu dan tenaga yaitu dengan sistem komputerisasi. Namun, sistem inipun diharapkan bisa memudahkan para kader, maka studi ini melihat bagaimana pandangan kader posyandu terkait penggunaan sistem informasi posyandu. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif. Subyek penelitian menggunakan purposive sampel yakni di seleksi dari beberapa kader Posyandu di desa Sukoharjo. Pengambilan data menggunakan teknik fokus grup discussion dan observasi terkait dengan pengembangan sistem informasi. Kader berusia muda (31-47 tahun) sebanyak 8 orang (62%), mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 8 orang (62%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 9 orang (69%). Pelaksanaan pelaporan menggunakan sistem informasi pada awalnya mengalami penolakan dikarenakan kebutuhan peralatan yang diharapkan terpenuhi seperti: handphone, akses internet dan pelatihan. Subyek penelitian menggunakan purposive sampel yakni di seleksi dari beberapa kader Posyandu di desa Sukoharjo. Pengambilan data menggunakan teknik fokus grup discussion dan observasi terkait dengan pengembangan sistem informasi. Kader berusia muda (31-47 tahun) sebanyak 8 orang (62%), mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 8 orang (62%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 9 orang (69%). Pelaksanaan pelaporan menggunakan sistem informasi pada awalnya mengalami penolakan dikarenakan kebutuhan peralatan yang diharapkan terpenuhi seperti: handphone, akses internet dan pelatihan. Subyek penelitian menggunakan purposive sampel yakni di seleksi dari beberapa kader Posyandu di desa Sukoharjo. Pengambilan data menggunakan teknik fokus grup discussion dan observasi terkait dengan pengembangan sistem informasi. Kader berusia muda (31-47 tahun) sebanyak 8 orang (62%), mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 8 orang (62%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 9 orang (69%). Pelaksanaan pelaporan menggunakan sistem informasi pada awalnya mengalami penolakan dikarenakan kebutuhan peralatan yang diharapkan terpenuhi seperti: handphone, akses internet dan pelatihan. mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 8 orang (62%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 9 orang (69%). Pelaksanaan pelaporan menggunakan sistem informasi pada awalnya mengalami penolakan dikarenakan kebutuhan peralatan yang diharapkan terpenuhi seperti: handphone, akses internet dan pelatihan. mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 8 orang (62%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 9 orang (69%). Pelaksanaan pelaporan menggunakan sistem informasi pada awalnya mengalami penolakan dikarenakan kebutuhan peralatan yang diharapkan terpenuhi seperti: handphone, akses internet dan pelatihan.Sesuai hasil diskusi dengan kader, sistem informasi di Posyandu harus dapat memfasilitasi tiga hal yaitu handphone, akses internet, dan pelatihan. Diharapkan pula memilih kader yang sesuai agar lebih mudah menggunakan sistem informasi Posyandu.
Infeksi Parasit Usus Di Daerah Kumuh: Suatu Infeksi Yang Terabaikan Lambok Siahaan; Yoan Panggabean; Adelina Sinambela; Janry Sinaga; Jonathan Napitupulu
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.518

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kawasan kumuh untuk mengetahui prevalensi penyakit dan faktor risiko infeksi protozoa usus pada masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Partisipan penelitian diperoleh dengan cara simple random sampling. Diagnosis infeksi parasit usus ditegakkan melalui pemeriksaan mikroskopis dengan metode sediaan langsung dan konsentrasi. Hal serupa juga dilakukan pada spesimen tanah dan air yang diambil dari beberapa titik di sekitar pemukiman warga. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antara infeksi parasit usus dan faktor risiko. Sampel penelitian adalah 216 rumah warga dan kepala keluarga atau wakilnya yang berperan sebagai partisipan. Prevalensi infeksi parasit usus ditemukan sebesar 56,5%. Protozoa usus yang paling umum adalah Cryptosporidium spp. (25,9%). Sedangkan Ascaris lumbricoides (57,7%) merupakan cacing usus yang paling banyak ditemukan. Infeksi protozoa usus berpotensi terjadi 2,7 kali (95% CI: 1,2-5,9) karena tanah terkontaminasi dan 6,2 kali (95% CI: 2,3-16,6) karena air terkontaminasi. Sedangkan infeksi cacing usus juga dapat terjadi 2,8 kali lebih besar (95% CI: 1,4-5,7) jika tanah terkontaminasi dan 2,5 kali lebih besar (95% CI: 1,4-4,5) jika air terkontaminasi. Tanah dan air di sekitar permukiman kumuh telah terkontaminasi oleh parasit usus. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi parasit usus pada penduduk sekitarnya dan menjadi infeksi yang terabaikan. 
Modal Sosial dan Pemberdayaan Remaja dalam Pengendalian Perilaku Merokok: Naskah Konseptual Heni Trisnowati; Supriyati Supriyati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v9i1.530

Abstract

Latar belakang: Modal sosial terbukti berkorelasi positif dengan status kesehatan, dan berkontribusi dalam keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Modal sosial merupakan mediator penting yang mempengaruhi pemberdayaan remaja. Reviu ini bertujuan untuk mensintesis secara komprehensif literatur yang berkaitan dengan modal sosial dan pemberdayaan remaja, khususnya dalam pengendalian perilaku merokok.Metode: Reviu dilakukan dengan cara mencari literatur berupa jurnal dan buku elektronik dari data base online jaringan UGM yaitu ebsco host, science direct, proquest, dan emerald pada periode tahun 2000-2020. Kata kunci meliputi : modal sosial, youth empowerment, tobacco control, dan smoking behavior. Ekstrak data dilakukan secara konsensus oleh tim peneliti. Hasil reviu secara kualitatif dengan pendekatan konsesus yang diperoleh disintesis secara naratif.Hasil:Perilaku merokok merupakan perilaku individu yang lebih banyak dipengaruhi faktor sosial. Modal sosial berkontribusi dalam meningkatkan mobilitas sosial pemuda. Beberapa faktor modal sosial mempunyai peran yang besar dalam perilaku merokok remaja yaitu informasi, orientasi, dan modeling. Partisipasi remaja merupakan indikator utama pemberdayaan, yang pada umumnya dilakukan secara kolektif. Output pemberdayaan remaja meliputi intensi untuk terlibat, nilai-nilai dan perilaku sehat, pengalaman positif dan kontrol masyarakat serta budaya hidup sehatKesimpulan: Modal sosial remaja yang berupa tanggungjawab sosial, mendorong remaja untuk berpartisipasi secara kolektif pada program pengendalian perilaku merokok.
INTERVENSI MINDFULLNESS SPIRITUAL ISLAM UAPAYA PENURUNAN KECEMASAN PADA LANSIA HIPERTENSI ERA NEW NORMAL COVID 19 DI DESA BANGUNREJO NGAWI Kusnul Efa Herfita; Maryatun Maryatun; Alfina Hidayah
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i1.465

Abstract

Pasca pandemic covid 19 tetap membutuhkan upaya pencegahan terhadap penyebaran virus  dengan menerapkan protocol kesehatan. Akan tetapi melihat fenomena di masyarakat pedesaan akan sangat berbeda. Masyarakat mempersepsikan pandemic covid 19 telah hilang sehingga perilaku masyarakat di pedesaan  sebagian besar tidak melakukan protocol kesehatan dalam aktivitas sehari hari. Hal ini tentunya akan sangat beresiko kepada   bayi  atau lansia yang mempunyai kormobid penyakit  yang mempunyai daya imunitas rendah.Lansia hipertensi sebagian besar akan mengalami masalah psikologis yaitu kecemasan yang membutuhkan pengobatan lama.  Pada penelitian ini bertujuan menerapkan intervensi  Mindfulness Spiritual Islam dalam menurunkan kecemasan pada lansia dengan hipertensi Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh intervensi Mindfulness Spiritual Islam terhadap penurunan kecemasan pada lansia hipertensi pasca pandemic covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kuantitatif Quasy eksperiment dan menggunakan rancangan Pretest-Posttest Without Control. Jumlah sampel 30 orang. Penelitian dilakukan di daerah pedesaan  Bangunrejo Ngawi. Kuesioner yang digunakan untuk pengumpulan data kecemasan yaitu DASS atau Despression Anxiety Stress Scale. Analisa data dilakukan dengan cara  uji Paired t-test. Hasil penelitian yaitu  Ada pengaruh yang signifikan pada intervensi   Spiritual Islam pada penurunan kecemasan pada lansia hipertensi.
Paparan Media Informasi dengan Perilaku Swamedikasi pada Masyarakat Kampung Jetisharjo Kota Yogyakarta Jati Untari; Setri Wahyuni Pertiwi; Nur Aini; Rini Pratiwi; Yelli Yani Rusyani
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i2.503

Abstract

Swamedikasi adalah tindakan pemilihan atau penggunaan obat tanpa resep dokter untuk mengatasi penyakit atau gejala penyakit. Masyarakat membutuhkan pengetahuan yang tepat untuk melakukan perilaku swamedikasi. Terdapat 44,14% masyarakat Indonesia yang berusaha untuk melakukan pengobatan sendiri dan sejumlah 103.860 (35,2%) rumah tangga dari 294.959 rumah tangga di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui paparan media informasi dengan perilaku swamedikasi di Masyarakat Kampung Jetisharjo Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan populasi adalah masyarakat Kampung Jetisharjo Kota Yogyakarta sebanyak 244 KK dengan sampel sebanyak 73 kepala keluarga menggunakan teknik Purposive Sampling dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nilai p value 0.016<0.05 dan Odds Ration 4.759, responden cenderung 4.759 kali memiliki perilaku yang baik saat melakukan swamedikasi karena mendapatkan paparan informasi lebih banyak dari sumber informasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara paparan media informasi dengan perilaku swamedikasi di Masyarakat Kampung Jetisharjo Kota Yogyakarta.
Gambaran Determinan Penggunaan Rokok Elektronik Pada Anak Sekolah di Kota Yogyakarta, Indonesia Hesti Yuningrum; Heni Trisnowati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v9i1.514

Abstract

Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan. Prevalensi perokok  anak yang berusia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% pada tahun 2013 menjadi 9,1% pada tahun 2018. Hasil survei (Global Adult Tobacco Survey – GATS) juga menunjukkan adanya kenaikan prevalensi perokok elektronik hingga 10 kali lipat, dari 0.3% (2011) menjadi 3% (2021). Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi tertinggi di Indonesia dengan pengguna rokok elektronik yaitu sebesar 7,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor penentu penggunaan rokok elektronik pada anak sekolah di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan design cross sectional. Teknik pengambilan sampel melalui proportional stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 582 orang  dari 3 SMP Negeri dan 4 SMP Swasta. Variabel penelitian meliputi faktor demografi, tingkat pengetahuan, ketersediaan dan keterjangkauan rokok, kondisi lingkungan sosial, dan pola penggunaan rokok elektronik. Pengumpulan data menggunakan metode angket dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara univariat untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44,5% responden laki-laki dan 55,5% responden perempuan. Nilai rapor responden di atas 8 sebanyak 54,2%, sebagian besar (58,2%) responden tinggal bersama orang tua dan memiliki pengetahuan baik sebanyak 89,3%. Sebagian besar (59,5%) anggota keluarga merokok, dan responden yang memiliki teman dekat perokok lebih dari 4 orang sebanyak 17%. Rokok dijual di sekitar sekolah sebanyak 55%, responden menyatakan harga rokok elektronik mahal sebanyak 54,1%. Pola penggunaan rokok elektronik terdiri dari hanya menggunakan rokok elektronik 4,5%; menggunakan rokok elektronik dan konvensional 5,2%; tidak menggunakan rokok elektronik 90,4%. Kesimpulannya sebagian besar responden tinggal bersama orang tua perokok dan anggota keluarga perokok, selain itu rokok mudah diakses oleh responden karena banyak dijual disekitar sekolah. Kebijakan pengendalian tembakau perlu digalakkan, seperti menaikkan harga rokok, kegiatan promosi kesehatan, dan regulasi peredaran rokok elektronik.
Kesiapsiagaan Siswa terhadap Erupsi Gunung Merapi melalui Video Animasi di SD N Kepuharjo Cangkringan Sleman Nanang Kurniawan; Novita Nirmalasari
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i2.479

Abstract

Bencana letusan gunung berapi adalah peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat serta lingkungan. Salah satu upaya penanggulangan dampak bencana yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan. Komunitas sekolah sebagaipemangku kepentingan atau stakeholder yang berperan dalam hal menyebarluaskan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi mitigasi bencana terhadap kesiapsiagaan siswa di SDN Kepuharjo dalam menghadapi erupsi gunung Merapi. Metode penelitian ini menggunakan Quasi-eksperimental One-Group Pretest-Posttet design dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 39 siswa. Intervensi dileucine dengan pemutaran video animasi mitigasi bencana. Pengukuran kesiapsiagaan bencana dilakukan sebelum dn sesudah intervensi. Analisa data univariat menggunakan persentase dan frekuensi, uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rerata kesiapsiagaan siswa setelah intervensi lebih tinggi (91,57) daripada sebelum Intervensi (66,98). Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan Kesiapsiagaan siswa yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value (0,000<0,05). Kesimpulan dari penelitian yaitu ada pengaruh penggunaan media video animasi terhadap kesiapsiagaan siswa di SD N Kepuharjo dalam menghadapi erupsi gunung Merapi.
Analisis Biskuit Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dan Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Aulya Salsabila Awalin; Susilo Yulianto; Ratih Purwasih
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.515

Abstract

Tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dan tepung kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) mengandung protein tinggi yang dapat diolah menjadi biskuit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji mutu fisikokimia biskuit kombinasi tepung kacang merah dan tepung kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengamatan mutu tepung sesuai dengan SNI 3751:2009 dan pengamatan mutu biskuit sesuai dengan SNI 2973:2011 dan RSNI 2973:2018. Hasil uji organoleptik biskuit yaitu berwarna kuning kecoklatan, beraroma khas biskuit, rasa gurih dan bertekstur renyah. Hasil uji organoleptik tepung kacang merah yaitu berwarna putih kemerahan, beraroma dan berasa khas kacang merah, serta bertekstur serbuk halus. Hasil uji organoleptik tepung kacang koro pedang yaitu berwarna putih tulang, beraroma dan berasa khas kacang koro pedang, serta bertekstur serbuk halus.  Hasil uji kadar air pada tepung kacang merah sebesar 8,74±0,13%, pada tepung kacang koro pedang sebesar 5,25±0,22% dan pada biskuit sebesar 3,81±0,10%. Hasil uji kadar abu tepung kacang merah sebesar 0,67±0,02% dan tepung kacang koro pedang sebesar 0,62±0,01%. Hasil uji kadar abu tidak larut asam biskuit sebesar 0,064±0,005%. Tepung kacang merah, tepung kacang koro pedang, dan biskuit kombinasi positif mengandung protein dengan ditandai dengan endapan putih saat ditambah HNO3 dan perubahan warna menjadi kuning keruh saat dipanaskan. Kadar protein pada tepung kacang merah sebesar 19,27±0,028%, pada tepung kacang koro pedang sebesar 18,49±0,028%, pada biskuit kontrol negatif sebesar 5,01±0,014%, dan pada biskuit kombinasi sebesar 10,28±0,025%. Hasil uji mutu biskuit sesuai dengan SNI 2973:2011 dan RSNI 2973:2018.