cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Gambaran Gejala Menopause dan Psychological Well Being pada Wanita Klimakterium Yanita Trisetiyaningsih; Fajriyati Nur Azizah; Khristina Diaz Utami
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i2.478

Abstract

Masa klimakterium merupakan masa transisi dari masa reproduktif ke masa non reproduktif. Pada masa klimakterium akan terjadi perubahan-perubahan dalam diri seorang Wanita yang disebabkan oleh berkurangnya hormon estrogen.  Gejala-gejala fisik yang menyertai menopause seperti rasa panas (hot flush) yang biasanya terjadi pada leher, wajah serta bagian atas dada, keluarnya keringat yang terlalu berlebih, sulit tidur, iritasi pada kulit, kekeringan vagina, mudah lelah, sakit kepala, dan jantung berdebar kencang. Perubahan dan gejala fisik yang terjadi ketika menopause seringkali juga disertai dengan beberapa gejala psikologis seperti wanita menjadi lebih mudah tersinggung, tertekan, gelisah, gugup, kesepian, tidak sabar, gangguan konsentrasi, tegang, cemas, bahkan depresi saat menopause. Adanya perubahan perubahan yang dialami pada masa klimakterium akan menimbulkan perubahan pada psychological well being sehingga berdampak secara tidak langsung pada kualitas hidup.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychology well being dan gejala menopause yang terjadi pada wanita masa klimakterium. Jenis penelitian ini adalah deskripsi eksploratif yang dilakukan di Dusun Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 wanita usia 45-60 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis statistik SPSS.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa 17 orang  (22,4%) sering mengalami hot flushes, 19 orang  (25%) sering mengalami haid tidak teratur, 26 orang (34,2%) sering mengalami gangguan sulit tidur, 34orang (44,7%) mengalami penurunan daya ingat, 44 orang  (57,9%) sering mengalami nyeri otot, dan 32 orang  (42,1%) sering mudah emosional. Gambaran  Psychological Well Being Wanita Klimakterium pada rentang Mean yaitu (73,11), dimana skor minimal adalah 56 dan skor tertinggi adalah 89, dengan tingkat Psychological Well Being  dalam rentang cukup sebanyak 56 responden(73,7%).
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari Aena Mardiah; Dany Karmila; Sukandriani Utami; Ayu Anulus
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.509

Abstract

Stunting merupakan masalah global, termasuk Indonesia dan menduduki posisi kelima terbanyak dalam jumlah stunting di dunia. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2019 sebesar 27,67 %. Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan prevalensi stunting tertinggi yaitu di Kabupaten Lombok Tengah sebesar 45,25 %. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi yaitu penyebab langsung, tidak langsung dan penyebab mendasar. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode rancangan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari karena merupakan salah satu desa dengan prevalensi stunting yang tinggi di Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021. Subjek penelitian ini adalah anak usia 0 – 60 bulan sebanyak 136 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: kuesioner dan lembar observasional. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil bivariat menunjukkan berat badan bayi lahir rendah (p-value=0,007;RP=2,61;CI=1,60-4,28). Faktor demografi (pendidikan ayah (p-value=0,59;RP=1,19;CI=0,62-2,31), pendidikan ibu (p-value=0,28;RP=1,42;CI=0,73-2,77), dan pekerjaan ibu (p-value=0,57;RP=1,61;CI=0,27-9,48)),  faktor praktek perawatan ibu dan anak (pemberian asi eksklusif (p-value=0,17;RP=0,33;CI=0,52-2,15), pemberian MP-ASI (p-value=0,06;RP=1,51;CI=1,32-1,71)), faktor ketersediaan jamban (p- value=0,59;RP=0,77;CI=0,28-2,13), imunisasi (p-value=0,44;RP=0,74;CI=0,40-1,37) dan riwayat penyakit infeksi diare (p-value=0,43;RP=1,23;CI=0,73-2,08) dan ISPA (p-value=0,09;RP=3,73;CI=0,57-24,62) tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Berat badan bayi lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari
Efektivitas Penyuluhan Menggunakan Media dengan Bahasa Daerah Terhadap Pengetahuan Remaja Mengenai Seks Pranikah di Desa Bhuana Giri Karangasem I Gusti Agung Ayu Berlian Audya Parimayuna; Anak Agung Sagung Ratu Putri Saraswati; Muhammad Apriyanto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i1.473

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan global yang masih berlangsung hingga saat ini dan berlangsung karena salah satu faktor yaitu kehamilan yang tidak diinginkan yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja pranikah. Perilaku tersebut juga memberi dampak yaitu risiko penularan penyakit menular sexual dan kanker serviks. Pengetahuan remaja tentang pendidikan seksualitas masih belum memadai terutama untuk remaja yang berada di pedesaan. Informasi kesehatan dibutuhkan melalui promosi kesehatan dengan penyuluhan yang juga menggunakkan media dengan memperhatikan nilai budaya dan kebiasaan masyarakat, salah satunya dari segi penggunaan bahasa daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyuluhan menggunakkan media dengan bahasa daerah terhadap pengetahuan remaja mengenai seks pranikah di Desa Bhuana Giri, Karangasem. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment dan pendekatan two group pretest-posttest design dimana pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan 2 kelompok intervensi. Pengukuran pengetahuan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner kemudian dilakukan analisis dari hasilnya dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dan uji Mann-Whitney untuk menguji beda pengaruh intervensi. Didapatkan hasil bahwa ada perbedaan pengaruh antara kelompok intervensi dengan media bahasa Indonesia dan bahasa daerah yaitu bahasa Bali dimana nilai p=0,025 ≤ α=0,05. Diketahui mean sesudah penyuluhan dengan media Bahasa Indonesia sebesar 20,94 sedangkan mean sesudah penyuluhan dengan media Bahasa Bali sebesar 30,06. Penyuluhan dengan menggunakkan baik media bahasa Indonesia dan bahasa daerah memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai seks pranikah di Desa Bhuana Giri, Karangasem. Namun, penggunaan media dengan bahasa daerah lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan media bahasa Indonesia sehingga perlu diperhatikan penggunaan bahasa dalam penyuluhan mengingat kultur Indonesia yang beragam dari segi bahasa. 
Implementasi Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Makanan Di Pasar Beringharjo Khoiriyah Isni; Naura Salzabila; Fadhil Alfan Yudanto; Muhammad Herdin Paldin; Andi Syahrani Nur Syahbani; Jihan Ananda; Siti Pramesthi Sani
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.498

Abstract

Latar Belakang: Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Indonesia memiliki 34 provinsi yang masing-masing memiliki destinasi wisata yang beragam, salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu tujuan wisata di Yogyakarta adalah pasar Beringharjo yang memiliki beragam makanan tradisional sehingga perilaku hygiene dan sanitasi pedagang perlu diterapkan. Pengelola pasar perlu memperhatikan keamanan dan kesehatan pangan serta perilaku pedagang pangan dalam mengelola dan menyiapkan pangannya. Tujuan: untuk mengetahui higiene dan sanitasi pedagang makanan di pasar Beringharjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian yaitu pedagang makanan dan pengelola pasar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dan observasi terstruktur. Hasil: tiga dari lima informan tidak memahami pengertian makanan sehat, observasi yang dilakukan mengungkapkan bahwa kelima informan telah menerapkan kebersihan di lapak dagangannya. Kesimpulan: Perilaku hygiene dan sanitasi pedagang makanan sudah cukup baik, namun dari segi pemahaman terkait kebersihan dan keamanan masih kurang. Sehingga pengelola pasar perlu melakukan intervensi untuk mengatasi masalah tersebut
Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta Desto Arisandi; Wiwit Sugiarti; Rista Islamarida
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i1.470

Abstract

Indonesia merupakan negara yang menyumbang jumlah penderita TB tertinggi di dunia setelah India dan China.  Prevalensi TB secara regional terhadap penemuan kasus baru TB di DIY sejak tahun 2017 hingga 2019 mengalami peningkatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi karakteristik penderita TB paru wilayah kerja puskesmas Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta tahun 2021.Jenis penelitian deskriptif observsional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu penderita TB paru berusia ³ 15 tahun yang berada di 25 wilayah kerja puskesmas Kabupaten, Sleman, D.I.Yogyakarta pada periode Januari-Desember 2021.Hasil penelitian yaitu jumlah penderita TB paru di wilayah kerja puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta tahun 2021 sebanyak 261 orang dengan karakteristik lebih banyak pada laki-laki (58,62%), usia 15-25 (24,14%), bekerja sebagai Non PNS/Swasta (32,18%), tipe TB dengan kategori kasus baru (81,23%), dan hasil pengobatan akhir dengan kategori sembuh sebanyak 127 orang (48,66%).
Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko Kecelakaan Kerja dengan Metode HIRARC pada Lokasi Pengolahan Emas dengan Cara Amalgamasi di Kecamatan Krueng Sabee Taufiq Karma; Pasyamei Rembune Kala; Ali Bakri; Siti Maulina Rukmana
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.499

Abstract

Pengolahan emas dengan metode amalgamasi merupakan suatu pekerjaan yang memiliki tingkat resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, Terdapat beberapa pekerjaan dalam proses pengolahan emas seperti pemecahan batu, penggilingan, dan pembuangan limbah, namun proses pembakaran amalgam dilaporkan memiliki resiko kesehatan yang paling tinggi, hal ini dapat dilihat berdasarkan beberapa penelian terdahulu yang melaporkan gelaja toksisitas akut dan toksisitas kronik yang dialami oleh para pekerja pengolahan emas metode amalgamasi. Pengendalian resiko kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi bahaya yang ditimbulkan, salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC), metode HIRARC digunakan karena memiliki kelebihan dalam mengidentifikasi dan menganalisa potensi bahaya serta memberikan penilaian resiko pada saat melakukan proses pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat pengolahan emas sehingga resiko kecelakaan kerja dapat di kendalikan serta mengatisipasi terjadinya penyakita akibat kerja yang dapat memberikan kerugian fisik maupun materil. Tahapan penelitian ini dilakukan berdasarkan pada tahapan pengerjaan metode HIRARC. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil identifikasi bahaya pada lokasi pengolahan emas dengan metode amalgamasi diketahui bahwa potensi resiko bahaya pada proses pengolahan emas metode amalgamasi terbagi menjadi 2 tingkat resiko yaitu terdapat 10 potensi bahaya dengan tingkat Medium (M) dan 3 potensi bahaya dengan tingkat High (H). berdasarkan hasil opservasi yang dilakukan, tinggginya tingkat resiko yang muncul disebabkan karena pekerja tidak menggunakan APD yang memadai, tidak adanya APD yang memadai inilah yang menjadi sumber utama resiko kecelakaan yang paling utama
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan, Pengetahuan Dan Dukungan Suami Terhadap Pemilihan Akseptor KB IUD Di Puskesmas Kelurahan Keagungan Tahun 2023 Vika Chita Via; Cusmarih Cusmarih
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v9i1.534

Abstract

Masalah utama yang dihadapi di bidang kependudukan adalah pertumbuhan penduduk yang masih tinggi. Semakin tingginya pertumbuhan penduduk maka semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Dalam rangka menekan ledakan penduduk, pemerintah Indonesia mencanangkan suatu program Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, dengan arah kebijakan yaitu strategi program KB sebagai upaya peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan peran tenaga kesehatan, pengetahuan dan dukungan suami terhadap pemilihan akseptor KB IUD di Puskesmas Kelurahan Keagungan. Penelitian ini menggunakan  menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 40 orang wanita PUS.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling Variabel penelitian meliputi peran tenaga kesehatan, pengetahuan, dukungan suami  dan  akseptor KB IUD. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  peran tenaga kesehatan tidak memiliki hubungan akseptor KB IUD dengan  nilai p  value  (0,385), sementara pengetahuan dan dukungan suami berhubungan terhadap pemilihan akseptor KB IUD dengan nilai p  value masing-  masing (0,000). Disarankan kepada tenaga kesehatan agar lebih mengupayakan dalam melakukan asuhan kebidanan keluarga berencana supaya wanita usia subur semakin mengetahui tentang KB dan mau memilih untuk menjadi Akseptor KB terutama KB IUD.
Hubungan Pengetahuan Dengan Praktik Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Dalam Pemberian Pelayanan Kebidanan Masa Pandemi Covid-19 Pada Praktik Mandiri Bidan Etik Sulistyorini; Fitria Hayu Palupi
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i1.464

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah mewajibkan semua fasilitas kesehatan untuk menerapkan upaya pengendalian dan pencegahan infeksi. Penerapan pengendalian dan pencegahan infeksi di fasilitas Kesehatan tingkat pertama dan di praktik mandiri bidan sangat strategis karena terkait erat dengan pencegahan penyakit infeksi yang bersumber dari masyarakat.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi dalam pelayanan kebidanan masa pandemi Covid-19 pada praktik mandiri bidan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Descriptive Correlative dengan metode pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini seluruh Praktik Mandiri Bidan yang ada diwilayah Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2021 sebanyak 101. Sampel diambil secara Accidental Sampling, dan diperoleh sejumlah 32 responden.Hasil: Karakteristik responden mayoritas berusia 41-50 tahun (53,1%), mayoritas berpendidikan DIV/S1 Kebidanan (50%), dan mayoritas lama menyelenggarakan praktik mandiri bidan > 10 tahun (68,8%). Pengetahuan tentang pengendalian dan pencegahan infeksi mayoritas baik (71,9%), Praktik pengendalian dan pencegahan infeksi mayoritas cukup (87,5%). Hasil Analisa bivariat tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik pengendalian dan pencegahan infeksi pada praktik mandiri bidan dengan nilai signifikansi 0,314 dimana lebih besar dari nilai p value 0,05.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan Bidan tentang pengendalian dan pencegahan infeksi dengan praktik pengendalian dan pencegahan infeksi pada praktik mandiri bidan. Kata Kunci: Pengetahuan, Praktik, Pencegahan Infeksi, Bidan
The Correlation between Intensity of Social Media Use and The Level of Social Anxiety Students Desi Kurniasari; Rodiyah Soekardi; Dwi Endah Kurniasih; Joko Krisdiyanto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i2.500

Abstract

Based on data from the Global Web Index in 2022 around the world there are 4.95 billion internet users and 4.62 billion as active social media users with average usage duration of around 3-4 hours per day. Until January 2022, the number of internet users in Indonesia has reached 204.7 million. While the types of social media that are widely used by students are Whatsapp, Instagram, and Tictoc. The results of a preliminary study on students at Respati Yogyakarta University (Unriyo), showed that out of 10 students from the Faculty of Health Sciences (Fikes), 7 students experienced moderate anxiety, and 3 students experienced mild anxiety. To determine the correlation between the intensity of social media use and the level of social anxiety in students. This is quantitative research using a cross sectional approach. This research was carried out at Fikes, Unriyo in December 2022. Sampling was carried out using the accidental sampling technique. Data analysis used Kendall's tau_b correlation test. Most (65%) of respondents have a high intensity of using social media, and most (71%) of respondents experience moderate levels of social anxiety. The Kendall'a tau_b test results obtained a p value of 0.000 (<0.05). Statistically there is a positive correlation between the intensity of social media use and the level of student social anxiety
Implementasi Clinical Pathway Terhadap Mutu, Biaya dan Varians Pelayanan: Suatu Studi Literatur Neni Ramayani; Rosyidah Rosyidah; Muhammad Syamsu Hidayat
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v9i1.533

Abstract

Pendahuluan: Clinical Pathway, sebuah pedoman terstruktur dan berbasis bukti, berfungsi sebagai kerangka kerja dasar untuk melaksanakan intervensi klinis di dalam fasilitas kesehatan. Yang terpenting, kepemilikan clinical pathway berada di tangan rumah sakit, menggarisbawahi peran integral mereka dalam memandu praktik medis. Tidak hanya sekedar dokumentasi clinical pathway saja, penerapannya yang efektif menjadi sangat penting dalam hal jaminan kualitas dan pengendalian biaya. Saat ini, penerapan clinical pathway di rumah sakit umum berkisar sekitar 30% dari kasus pasien. Clinical pathway (CP) merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam spektrum dokumen dan alat yang penting untuk mewujudkan Good Clinical Governance di rumah sakit. Selain itu, pentingnya CP juga mencakup kepatuhan terhadap Standar Akreditasi Rumah Sakit, sebuah kerangka kerja peraturan yang sangat penting dalam meningkatkan kendali mutu, pengendalian biaya, dan pengurangan varians dalam operasional rumah sakit. Tinjauan literatur ini berusaha untuk menjelaskan hubungan antara implementasi clinical pathway dan parameter utama seperti mutu, biaya, dan varians pelayanan. Metode: Dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur yang ketat, artikel-artikel yang relevan dikurasi dengan cermat menggunakan kata kunci yang telah ditentukan, yaitu Implementasi, Clinical Pathway, Mutu, Biaya, dan Varians Pelayanan. Pencarian dilakukan di database terkemuka seperti PUBMED dan Google Scholar. Proses seleksi melibatkan penerapan Alat Penilaian PRISMA dalam beberapa tahap untuk memastikan ketelitian metodologis dari artikel yang dipilih. Hasil: Dari kumpulan awal 664 artikel, proses penyaringan yang cermat menghasilkan 5 artikel terpilih. Artikel-artikel yang terpilih ini secara kolektif menunjukkan adanya hubungan yang substantif dan bermakna antara implementasi clinical pathway dengan dimensi kualitas layanan, biaya, dan varians. Kesimpulan: Bukti yang diperoleh dari literatur menggarisbawahi dampak afirmatif dari implementasi clinical pathway terhadap penyediaan layanan kesehatan. Secara khusus, implementasi tersebut menunjukkan kapasitas untuk meningkatkan kualitas layanan, mengurangi biaya, dan mengurangi varians, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan dan efisiensi biaya secara keseluruhan dalam pengaturan layanan kesehatan.