cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
ISSN : 23032375     EISSN : 25974521     DOI : https://doi.org/10.21009/JKKP
Core Subject : Education,
JKKP (Jurnal Kesejahteran Keluarga dan Pendidikan) provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and the novel technology news related to science of family welfare, education, entrepreneurship and hotel accommodation. Articles published in JKKP are articles that have not been published previously in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM RANGKA PENGURANGAN ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2018 Sukma Aprilia Puntorini; Purnomo, Eko Priyo
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.10

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Family Hope Program (PKH) in the context of reducing the poverty rate in Bantul Regency in 2018. The method used in this study is a qualitative method, the type of data used is secondary data, secondary data, namely collecting data and information obtained by through documentation or archives in Bantul Regency. The results showed that Bantul Regency knew the extent of community understanding of PKH, namely through socialization, as well as providing entrepreneurship training so that beneficiary families (KPM) could be more productive. In addition, Bantul Regency still has several obstacles in implementing PKH. With the PKH, it can make KPM more productive, because there is entrepreneurship training. This entrepreneurship training can make KPM more creative and can increase income in the family. In addition, Bantul Regency still has several obstacles in implementing PKH. The obstacles to PKH in Bantul Regency are the lack of funds to provide supporting facilities and infrastructure for PKH implementers, the lack of availability of human resources, namely PKH facilitators, decreased compliance of PKH participants, and PKH recipient data not being updated so that it is not well targeted. So it is better if this PKH program involves the village government so that someone monitors it directly, the community fulfills its obligations as PKH participants, and there is updating of PKH participant data. Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam rangka pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul Tahun 2018. Program Kelarga Harapan adalah program bantuan tunai yang bersyarat dalam bidang pendidikan dan kesehatan. PKH ini membantu untuk mencapai tujuan Pembangunan Millenium, ada 5 komponen yaitu mengurangi penduduk miskin dan kelaparan, kesetaraan gender, pendidikan dasar, pengurangan angka kematian bayi dan balita, serta pengurangan angka kematian ibu melahirkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis data yang digunakan adalah data sekunder, data sekunder yaitu mengumpulkan data dan informasi yang didapat dengan melalui dokumentasi atau arsip yang ada di Kabupataen Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bantul untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat tentang PKH yitu dengan sosialisasi. Selain itu Kabupaten Bantul masih memiliki beberapa hambatan dalam melaksanakan PKH. Kata kunci: analisis, kemiskinan, PKH, sosialisasi
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DENGAN PEMANFAATAN LIDAH BUAYA UNTUK PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT Ambarwati, Neneng Siti Silfi; Supiani, Titin; Laksmi, Nilam Amelia; Atmanto, Dwi
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.01

Abstract

Background: Aloe vera is a medicinal plant that has been used since 1500 BC in many countries as a local medicine that has thick leaves flesh from the Liliaceae family. There are 75 compounds in Aloe vera leaves flesh have been found including 20 minerals (copper, iron, calcium, zinc, manganese, sodium, potassium, etc), 20 amino acids, vitamins (vitamins A, B, C, E, B12, folic acid ), salicylic acid, and water. Aloe vera is widely used for its antibacterial, anti-viral, anti-inflammatory, the lack of itching, and help prevent skin ulcers. Purpose: This study intends to investigate the effect of fresh Aloe vera gel mask in the reduction of scalp dandruff. Methods: Sampling was done by purposive sampling method as many as 10 people suffering from dry dandruff divided into 2 groups, namely 5 were given care using fresh Aloe vera gel mask and 5 were given control mask treatment. Each sample received 3 treatments a week for 4 weeks. Observations before and after treatment were carried out by experts using a research instrument sheet assisted by a skin and hair analyzer. Test requirements analysis using the normality test and homogeneity test, and data analysis using the T-test. Results: The test results show data are normally distributed and homogeneous, tcount (3.38) > ttable (1.86). This showed that the influence the used of Aloe vera to reduce dandruff on the scalp. Obtained the average value of the reduction in dandruff with use fresh Aloe vera gel mask (0.800) was greater than using a control (0.699). Conclusion: The results of this study indicate that there influence of used Aloe vera leaves flesh mask on reduced dandruff on the scalp. Abstrak Latar belakang masalah: Kesejahteraan keluarga merupakan kondisi keluarga yang memiliki keuletan, ketangguhan, kemampuan sehingga mampu hidup mandiri. Lidah buaya adalah tanaman obat yang telah digunakan sejak 1500 SM di banyak negara sebagai obat lokal yang memiliki daging daun tebal dari keluarga Liliaceae. Ada 75 senyawa dalam daging daun lidah buaya yang telah ditemukan termasuk 20 mineral (tembaga, besi, kalsium, seng, mangan, natrium, kalium, dll), 20 asam amino, vitamin (vitamin A, B, C, E, B12, asam folat), asam salisilat, dan air. Lidah buaya banyak digunakan untuk antibakteri, anti-virus, anti-inflamasi, kurangnya gatal, dan membantu mencegah borok kulit. Tujuan: Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki efek dari masker gel lidah buaya segar dalam mengurangi ketombe kulit kepala dan cara bagaimana lidah buaya ini dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesehateraan keluarga. Metode: Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 10 orang penderita ketombe kering yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 5 orang diberikan perawatan menggunakan masker gel lidah buaya segar dan 5 orang diberi perlakuan masker kontrol. Perlakuan sampel dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu minggu selama 4 minggu. Pengamatan sebelum dan sesudah perawatan dilakukan oleh dua orang ahli kulit dan rambut dengan menggunakan lembar instrumen penelitian. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan analisis data menggunakan uji t. Selanjutnya dilakukan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan literatur untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan menggunakan lidah buaya ini. Hasil: Hasil tes menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, dengan thitung (3,38) > ttabel (1,86). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh penggunaan masker gel lidah buaya dalam mengurangi ketombe pada kulit kepala. Diperoleh nilai rata-rata pengurangan ketombe dengan menggunakan masker gel lidah buaya segar (0,800) lebih besar daripada menggunakan kontrol (0,699). Implikasi: Pembudidayaan lidah buaya dan pemanfaatan lidah buaya sebagai masker dapat meningkatkan kesehateraan keluarga. Kata kunci: kesejahteraan keluarga, masker gel lidah buaya segar, mengurangi ketombe
DISFUNGSI KELUARGA BURUH PABRIK KELURAHAN KUTOREJO PASURUAN Putri, Riski Ananda; Kumalasari, Luluk Dwi; Sugiharto, Aan
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.04

Abstract

This research examines the existence of a shift in functions in the family which is a function that causes some systems in the family structure to change resulting role dysfunction in family members. The research aims to obtain data on how the dysfunction in Kutorejo Village occurs. This research uses a qualitative approach to the type of descriptive research. Subject determination techniques use purposive sampling. The data sources used are primary and secondary data through researchers' notes, photographs, documents, books and other written resources. The data collection techniques are observation, interviews and documentation. This research uses Functional Structural Theory by Robert K. Merton which emphasizes regularity or order, ideas initiated by Merton include functions, manifests, latent functions and dysfunction. The results of this study state that what happens in the family cannot be separated from the role of parents. The helplessness of both parents who work as factory workers requires that the function should be executed precisely shifted to others, so that the main function of the family does not work as it should. This shows that there is a dysfunction of socialization that occurs. Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang adanya pergeseran fungsi di dalam keluarga yaitu fungsi yang menyebabkan beberapa sistem dalam struktur keluarga berubah mengakibatkan adanya disfungsi peran dalam anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai bagaimana disfungsi keluarga buruh pabrik di Kelurahan Kutorejo terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan subyek menggunakan purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder melalui catatan peneliti, foto, dokumen, buku maupun sumber tertulis lainnya. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Struktural Fungsional oleh Robert K. Merton yaitu menekankan pada keteraturan atau order, ide yang digagas oleh Merton antara lain fungsi, manifest, fungsi laten dan disfungsi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa yang terjadi di dalam keluarga peran orang tua sangatlah penting karena dari orag tua anak mendapatkan pendidikan pertama dan yang utama. Namun, dikarenakan orang tua yang bekerja dan tidak berdaya untuk mengasuh anaknya sehingga fungsi-fungsi yang ada di dalam keluarga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Yang terjadi ialah fungsi keluarga bergeser kepada orang lain, hal ini menunjukkan adanya disfungsi keluarga. Kata kunci: Buruh Pabrik, Disfungsi, Keluarga
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN IBU MENGENAI PUBERTAS PADA REMAJA PUTRI DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN Salsabil, Amalina; Novianti, Langgersari Elsari; Hendriati Agustiani
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.02

Abstract

Remaja putri dengan disabilitas intelektual ringan (DI) menunjukkan perkembangan seksual yang sama seperti anak-anak seusianya, termasuk pada masa pubertas. Ibu biasanya merupakan pengasuh utama dan disebutkan sebagai sumber panduan terbaik bagi remaja putri dengan DI ringan untuk mempelajari berbagai perubahan yang terjadi di masa pubertas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki ibu dalam menghadapi pubertas pada anaknya, yang merupakan remaja putri dengan DI ringan. Rancangan penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Tiga orang ibu dari remaja putri dengan DI ringan bersedia untuk terlibat dalam wawancara semi-terstruktur melalui telepon. Hasil wawancara ditranskripsikan, diberikan kode, dan tema berdasarkan kerangka analisis kualitatif Creswell (2012). Strategi triangulasi dilakukan untuk memenuhi keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu cukup mengetahui adanya keterbatasan kemampuan berpikir pada remaja putri dengan DI ringan dan mengetahui beberapa tanda pubertas yang khusus terjadi pada perempuan. Namun, informasi yang dimiliki ibu belum menyeluruh. Terlihat ada ketidaksiapan pada diri ibu saat pertama kali mengetahui anaknya menunjukkan tanda pubertas. Keterampilan yang dimiliki ibu belum dapat mendorong anak untuk memberdayakan dirinya sendiri. Informasi yang disampaikan ibu kepada anak cenderung berupa konsekuensi dari adanya perubahan tubuh, sedikit mengenai fakta biologis, dan belum melibatkan aspek emosi dan sosial pubertas. Penelitian berikutnya dapat dilakukan berupa penyusunan rancangan program intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu dari remaja putri dengan DI ringan agar lebih siap menghadapi pubertas yang dilalui anaknya.
JAJANAN SEHAT KAYA SERAT UNTUK KELUARGA: PEMANFAATAN TEPUNG BEKATUL SEBAGAI SUBSTITUSI BAHAN PEMBUATAN STIK BAWANG Putri, Meddiati Fajri; Rahmawati, Fajar Tri
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.06

Abstract

This study aims to determine the fiber content of food stems replacing bran flour. The method used is an experimental method due to treatment or experiment. The experimental design used in this study was a pretest-posttest control group design. Analyst results obtained were then analyzed statistically. To determine the total nutritional content of dietary fiber using AOAC gravimetric analysis. Rice bran is a by-product of rice milling which consists of layers of aleuron, endosperm, has a better nutritional content than rice. Rice bran is a source of essential unsaturated fatty acids and contains various vitamins, one of which is the B complex vitamin. Besides rice bran is believed to be high in fiber. Sticks are one type of snack that is flat, long like sticks, has a savory taste, has a crispy texture and the final process is through a frying pan. In this article, sticks are modified by utilizing local potential, one of which is bran, which is processed into flour as a substitute for making onion sticks, an alternative to high-fiber healthy snacks for families. Healthy snacks are snacks that are rich in complete nutrition, free of animals that carry germs, processed using enough heat or not half cooked. Laboratory test results of the average total content of dietary fiber in the stems respectively show that bran substitutes 0% (9.66%), 6% (9.94%), 8% (16.07%), and 10% (17.87%). The best quality of rice bran was found in sample 857 with a 10% substitution, because this sample can contribute to the recommended dietary fiber requirement of around 15 grams per day. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar serat pangan stik substitusi tepung bekatul. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimen dikarenakan adanya perlakukan atau percobaan. Desain eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah pretest-posttest control group desain. Hasil analis yang diperoleh kemudian dianalisa secara statistik. Untuk mengetahui kandungan gizi serat pangan total menggunakan analisis gravimetri AOAC. Bekatul merupakan hasil samping penggilingan padi yang terdiri dari lapisan aleuron, endosperm, memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada beras. Bekatul merupakan sumber asam lemak tak jenuh esensial dan mengandung bermacam-macam vitamin salah satunya vitamin B kompleks. Selain itu bekatul dipercaya akan tinggi serat. Stik merupakan salah satu makanan ringan jenis kue yang berbentuk pipih, panjang menyerupai tongkat, mempunyai rasa gurih, berstekstur renyah dan proses akhirnya melalui penggorengan. Pada artikel ini, stik dimodifikasi dengan memanfaatkkan potensi lokal salah satunya bekatul yang diolah menjadi tepung sebagai bahan substitusi pembuatan stik bawang, alternatif jajanan sehat kaya serat untuk keluarga. Jajanan sehat merupakan jajanan yang kaya akan zat gizi lengkap, bebas dari binatang yang membawa kuman penyakit, diolah menggunakan panas yang cukup atau tidak setengah matang. Hasil uji laboratorium kandungan serat pangan total rata-rata dalam stik secara berurutan menunjukkan bahwa substitusi tepung bekatul 0% (9,66%), 6% (9,94%), 8% (16,07%), dan 10% (17,87%). Kualitas terbaik stik bekatul terdapat pada sampel 857 dengan substitusi 10%, karena sampel tersebut dapat menyumbang kebutuhan serat pangan yang dianjurkan yaitu sekitar 15 gram per hari. Kata kunci: Stik, Bekatul, Serat
IMPROVING EDUCATION: USING THE HUMAN OPPORTUNITY INDEX IN SUMATRA BARAT PROVINCE Mardison, Eri
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.05

Abstract

Factors such as gender, location of residence, number of family members, the household head sex, the work status of the household head, the education of the household head, and the income per capita of the household head. Even though this condition is not their choice. The HOI’s results show how much inequality is due to these factors in achieving school participation in 2019 in Sumatra Barat Province. At the preschool level, the new coverage reaches 49.45 percent, which is still around 8.28 percent of opportunities for education that need to be reallocated to ensure equality in 2019. At the elementary and junior high school levels the coverage has reached 98.47 percent, reallocation of opportunities for education that is necessary reallocated to ensure equality in 2019 only 0.43 percent. While at the SMA level, coverage has reached 83.63 percent and opportunities for education that need to be reallocated to ensure equality in 2019 are still 4.50 percent. These results indicate that preschool has not been the priority level in general. The magnitude of the dissimilarity at this level is dominated by the factor i.e; the diploma of household head and per capita income, while other factors can be ignored because it is not significant in logistic regression. At the SD and SMP levels, location of residence and sex of children are factors that influence inequality, while other factors can be ignored. At the SMA level, more factors have a significant effect i.e; the sex of the child, the location of residence, the sex of the household head and the diploma of the household head. Increasing equality of opportunity is one way of providing justice to children in West Sumatra. Knowledge of the contributing factors is a very appropriate way to solve educational problems. In turn, this will be one of the factors to spur increased school coverage. Abstrak Faktor-faktor seperti jenis kelamin, tempat tinggal, jumlah anggota keluarga, jenis kelamin kepala rumah tangga, status pekerjaan kepala rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, dan pendapatan perkapita kepala rumah tangga. Padahal kondisi ini bukanlah pilihan mereka. Hasil HOI menunjukkan seberapa besar ketimpangan yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut dalam pencapaian partisipasi sekolah tahun 2019 di Provinsi Sumatera Barat. Di tingkat prasekolah, cakupan baru mencapai 49,45 persen, yang masih sekitar 8,28 persen dari peluang pendidikan yang perlu dialokasikan untuk memastikan pemerataan di tahun 2019. Di tingkat SD dan SMP cakupannya sudah mencapai 98,47 persen, realokasi Peluang pendidikan yang perlu dialokasikan kembali untuk menjamin pemerataan pada 2019 hanya 0,43 persen. Sedangkan di tingkat SMA, cakupannya sudah mencapai 83,63 persen dan peluang pendidikan yang perlu dialokasikan kembali untuk memastikan pemerataan di tahun 2019 masih 4,50 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa prasekolah belum menjadi tingkat prioritas secara umum. Besarnya ketidaksamaan pada level ini didominasi oleh faktor yaitu; ijazah kepala rumah tangga dan pendapatan perkapita, sedangkan faktor lain dapat diabaikan. Pada tingkat SD dan SMP, lokasi tempat tinggal dan jenis kelamin anak merupakan faktor yang mempengaruhi ketimpangan, sedangkan faktor lainnya dapat diabaikan. Di tingkat SMA, lebih banyak faktor yang berpengaruh signifikan yaitu; jenis kelamin anak, tempat tinggal, jenis kelamin kepala rumah tangga dan ijazah kepala rumah tangga. Meningkatkan kesetaraan kesempatan merupakan salah satu cara untuk memberikan keadilan kepada anak di Sumatera Barat. Pengetahuan tentang faktor-faktor penyebabnya merupakan cara yang sangat tepat untuk menyelesaikan masalah pendidikan. Pada gilirannya, ini akan menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan cakupan sekolah. Kata kunci: IKM, kesetaraan, pendidikan, Sumatera Barat
ANALISIS TEORI CINTA STERNBERG DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA Sanu, Debora Kesia; Taneo, Joris
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.07

Abstract

Household harmony is a desire that every couple wants to achieve. But in the household problems often occur that can not be overcome, resulting in divorce. The divorce rate in Kupang city itself is relatively large and always increases every year. But love is very instrumental to maintain harmony in a household. Sternberg's theory of love reveals about the three components of love that can be the foundation of harmony in a household, namely the component of intimacy, the component of desire, and the component of commitment. Thus, the purpose of this study is to determine the relationship of Sternberg's love theory in household harmony. The method used in this study is a qualitative research method with data collection techniques is an interview. The results of the study, showed that the implementation and impact of Sternberg's love theory in household harmony. Even though in a household do not know clearly what Sternberg's love theory is, but it is implemented by each partner in building and maintaining harmony in the household. In a harmonious household requires intimacy, passion and commitment. These three things are components of the theory of love put forward by Sternberg. But in overcoming any problems that occur in a household also requires God's involvement, so that the problems that occur can be overcome by believing and surrendering to God. Abstrak Keharmonisan rumah tangga adalah suatu keinginan yang ingin dicapai oleh setiap pasangan. Tetapi dalam rumah tangga sering terjadi permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi sehingga mengakibatkan perceraian. Tingkat perceraian dikota kupang sendiri tergolong besar dan selalu meningkat setiap tahunnya. Namun cinta sangat berperan untuk menjaga keharmonisan dalam sebuah rumah tangga. Teori cinta Sternberg mengungkapkan tentang ketiga kompenen cinta yang dapat menjadi fondasi dalam keharmonisan sebuah rumah tangga, yaitu komponen keintiman, komponen hasrat, dan komponen komitmen. Dengan demikian maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan teori cinta Sternberg dalam keharmonisan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah wawancara. Hasil penelitian, menunjukan bahwa implementasi dan dampak teori cinta Sternberg dalam keharmonisan rumah tangga. Sekalipun dalam sebuah rumah tangga tidak mengetahui dengan jelas apa itu teori cinta Sternberg namun diimplementasikan oleh setiap pasangan dalam membangun dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam rumah tangga yang harmonis membutuhkan keintiman, hasrat dan komitmen. Ketiga hal tersebut merupakan komponen teori cinta yang dikemukakan oleh Sternberg. Namun dalam mengatasi setiap masalah-masalah yang terjadi dalam sebuah rumah tangga juga membutuhkan keterlibatan Tuhan, dengan begitu maka masalah-masalah yang terjadi dapat diatasi dengan percaya dan berserah kepada Tuhan. Kata Kunci: hasrat, keintiman, keharmonisan, komitmen, rumah tangga
BUMBU TABUR TEMPE SEHAT, GURIH, DAN PEDAS UNTUK KELUARGA Oktavianti, Dina Nurul; Putri, Meddiati Fajri
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.081.05

Abstract

Bumbu tabur merupakan bumbu yang fungsinya untuk memberikan rasa pelezat pada makanan atau jajanan.Rasa dan warna pada bumbu tabur bermacam-macam jenisnya menambah daya tarik tersendiri. Kandungan protein dari tepung tempe untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat dengan harga relatif terjangkau. Kandungan gizi pada serbuk cabai tersebut dijadikan penambahan dalam pembuatan bumbu tabur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesukaan konsumen terhadap bumbu tabur dengan penambahan serbuk cabai 0%, 20%, 25%dan 30%ditinjau dari aspek aroma,warna,rasa,dantekstur, serta untuk mengetahui kandungan protein pada bumbu tabur.Metode pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimen dikarenakan adanya perlakuan atau percobaan. Desain eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group desain. Hasil analis yang diperoleh kemudian dianalisa secara statistik.Untuk mengetahui kandungan gizi protein menggunakan metode Kjeldahl. Berdasarkan hasil uji kesukaan, sampel yang disukai masyarakat adalah sampel B dengan penambahan cabe 25% dan rata-rata 84,05% yang memiliki rasa cukup pedas. Hasil uji laboratorium kandungan protein tertinggi pada sampel A dengan penambahan cabe 0% dan rata-rata prosentase protein 20,45685%.
KUALITAS PERKAWINAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK Notti, Alfina E.; Ufi, Delsylia Tresnawaty
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.081.10

Abstract

Abstrak Di dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai kualitas perkawinan dan dampaknya terhadap kesehatan mental anak. Sistem perkawinan yang sehat, merupakan relasi yang baik antara suami dan istri serta hubungan orangtua dan anak-anak. Sedangkan perkawinan yang tidak sehat karena orang tua yang suka cekcok, dan karena masih menjalani hubungan dengan wanita idaman lain dan pria idaman lain, maka berdampak pada kesehatan mental anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perkawinan dan dampak pada kesehatan mental anak berusia 6-12 tahun di desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan subjek berjumlah 7 orang yang terdiri atas 2 keluarga. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dari masing-masing keluarga mengatakan bahwa dalam perkawinan yang sudah dibangun selama ini cenderung di dalam sikap maupun kata-kata sering menyertakan kekerasan secara verbal dan nonverbal yang dapat berdampak pada kesehatan mental anak, di mana anak merasa bodoh sehingga berkelanjutan dengan dampak anak lambat dalam hal berpikir dan yang belum terarah. Dampak kesehatan mental terhadap kelakuan anak yang nakal, sering menyendiri, dan berkemauan keras. Demikian juga dampak yang ditimbulkan adalah anak menjadi pendiam dan pemalu, tidak menghargai khususnya pada ayah dan bersifat kasar. Akibatnya anak memiliki perasaan tentang keadaan diri yang kurang diterima. Kata kunci: anak, keluarga, kesehatan mental, kualitas perkawinan The Quality of Marriage and its Impact on the Mental Health of children Abstract This research is motivated by problems regarding the quality of marriage and its impact on the mental health of children. A healthy marriage system is a good relationship between husband and wife as well as the relationship between parents and cildren. Meanwhile, unhealthy marriages because parents are bickering, and because they are still in relationships with other ideal women and other ideal men, have an impact on the mental health of the children. The purpose of this study was to determine which families in unhealthy marriages have an impact on the mental health of children aged 6 – 12 years in Tesabela Village, West Kupang District, Kupang Regency. The method used in this study is a qualitative research method with 7 subjects consisting of 2 families. Based on the result of the data analysis obtained from each family, it is said that in marriages that have been built so far, the attitude and words often include non-verbal violence which can have an impact on the mental health of the child, where the child feels stupid so that it issustainable. With the impact of the child being slow in thinking and unfocused. Mental health impacts on child behaviour that is naughty, often aloof, and strong-willed. Likewise, the resulting impact is that the child becomes quiet and shy, does not respect especially the father and is rude. As a result, the child has feelings about their self that are less than acceptable. Keyword: children, family, mental health, quality of marriage
FENOMENA NOMOPHOBIA PADA ANAK USIA DINI BERDASARKAN TIPOLOGI WILAYAH DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL DAN ANTISOSIAL Novita, Dian; Martiastuti, Kenty
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.081.09

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena nomophobia pada anak usia dini di wilayah perdesaan dan perkotaan, menganalisis perbedaan perilaku nomophobia dan perilaku sosial antara kedua wilayah, serta menganalisis hubungan perilaku nomophobia terhadap perilaku sosial. Penelitian ini dilakukan di dua wilayah yaitu di Kabupaten Kuningan (representatif wilayah perdesaan) dan Kota Depok (representatif wilayah perkotaan) dengan responden masing-masing sebanyak 50 orang, sehingga total responden adalah 100 orang. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah perilaku nomophobia yang menggunakan instrumen NMP-Q (Yildirim,2015) dan perilaku sosial diukur berdasarkan dimensi yang dikembangkan oleh Hurlock (1978) yang terdiri atas perilaku prososial dan antisosial. Melalui uji independent sample t-test, hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada perilaku nomophobia antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Skor rata-rata perilaku nomophobia di perdesaan adalah 35,61 sedangkan di perkotaan adalah 35,72 yang termasuk kategori rendah. Perilaku sosial di kedua wilayah sebagian besar menunjukkan kategori tinggi (64%) dan tidak ada perbedaan perilaku sosial secara umum baik di perdesaan maupun perkotaan. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara perilaku nomophobia dan perilaku sosial namun koefisien korelasi negatif yaitu -0,085 menjadi indikasi bahwa semakin tinggi perilaku nomophobia maka akan semakin rendah perilaku sosial anak usia dini. Hal ini perlu mendapat perhatian bersama, mengingat dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari adanya fenomena nomophobia terutama pada anak usia dini. Kata Kunci: anak usia dini, nomophobia, perilaku sosial Nomophobia Phenomenons in Early Childhood based on Regional Typology and Its Relationship to Prosocial and Antisocial Behaviors Abstract This study aims to identify the phenomenon of nomophobia in early childhood in rural and urban areas, to analyze differences in nomophobic behavior and social behavior between the two regions and to analyze the relationship between nomophobic behavior and social behavior. This research was conducted in two areas, namely Kuningan District (rural area representative) and Depok City (urban area representative) with 50 respondents each, so that the total number of respondents was 100 people. The data collected from this study were nomophobic behavior using the NMP-Q instrument (Yildirim, 2015) and social behavior was measured based on the dimensions developed by Hurlock (1978) which consisted of prosocial and antisocial behavior. Through the independent samples t-test, it was found that the results of the study showed no significant difference in nomophobic behavior between rural and urban areas. The average score of nomophobic behavior in rural areas is 35,61, while in urban areas it is 35,72 which is in the low category. Most of the social behavior in the two regions shows the high category (64%) and there is no difference in social behavior in general, both in rural and urban areas. The results of the correlation test showed that there was no significant relationship between nomophobic behavior and social behavior, but the negative correlation coefficient, namely -0,085, is an indication that the higher the nomophobic behavior, the lower the social behavior of early childhood. This needs mutual attention, considering the bad effects that can be caused by the phenomenon of nomophobia, especially in early childhood. Keywords : early childhood, nomophobia, social behavior

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 01 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 01 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 1 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 02 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) More Issue