cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
ISSN : 23032375     EISSN : 25974521     DOI : https://doi.org/10.21009/JKKP
Core Subject : Education,
JKKP (Jurnal Kesejahteran Keluarga dan Pendidikan) provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and the novel technology news related to science of family welfare, education, entrepreneurship and hotel accommodation. Articles published in JKKP are articles that have not been published previously in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
ANALISIS MODAL SOSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN OBJEKTIF KELUARGA PADA PENGHUNI RUSUNAWA PENJARINGAN Faizah, Karin Nur; Doriza, Shinta; Elmanora, Elmanora
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.03

Abstract

Abstrak Mayoritas penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Penjaringan memiliki penghasilan yang rendah dan tidak stabil, sehingga tingginya biaya hidup di perkotaan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya bagi kelompok ekonomi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal sosial terhadap kesejahteraan objektif keluarga dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Juli 2025 dengan teknik quota sampling terhadap 130 kepala keluarga yang tinggal di Rusunawa Penjaringan dan memiliki struktur keluarga lengkap. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden, dan dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan objektif keluarga (p = 0,002), dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,625 yang mengindikasikan bahwa 62,5% variasi kesejahteraan objektif dapat dijelaskan oleh modal sosial. Sebanyak 107 dari 130 responden tergolong sejahtera, yang didukung oleh tingginya modal sosial, terutama pada dimensi kepercayaan yang menjadi komponen tertinggi. Kepercayaan yang tinggi antarwarga berperan penting dalam memperoleh dukungan sosial dan membantu keluarga bertahan dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Abstract Most residents in the Penjaringan Public Rental Housing have low and unstable incomes, making the high cost of living in urban areas a significant burden on family well-being, particularly among low-income groups. This study aims to analyze the influence of social capital on the objective well-being of families using a quantitative associative approach. The research was conducted from January to July 2025, employing quota sampling with a total of 130 household heads residing in Rusunawa Penjaringan who have complete family structures. Data were collected through questionnaires distributed directly to respondents and analyzed using binary logistic regression. The results indicate that social capital has a significant effect on the objective well-being of families (p = 0.002), with a Nagelkerke R Square value of 0.625, suggesting that 62.5% of the variation in objective well-being can be explained by social capital. A total of 107 out of 130 respondents were categorized as well-off, supported by high levels of social capital, particularly in the trust dimension, which emerged as the strongest component. High levels of trust among residents play a crucial role in accessing social support and enabling families to endure economic hardship.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK PASCA PERCERAIAN Ningrum, Dewi Sekar Wangi; Rosanti, Dwi Emilia; Angely, Dyah Ayu Ratna; Ni'mah, Malikhatun; Rayyani, Shafa Aulia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengasuhan orang tua setelah perceraian serta menganalisis dampaknya terhadap kondisi emosional dan sosial anak. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya angka perceraian di Indonesia yang berdampak signifikan bagi anak sebagai pihak paling rentan secara psikologis maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam dinamika pengasuhan anak dalam keluarga bercerai. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu empat anak dari keluarga bercerai yang tinggal di Surabaya dan Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi selama dua minggu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pola asuh yang diterapkan oleh orang tua pasca perceraian, yaitu otoritatif, otoriter, permisif, dan abai. Pola asuh otoritatif memberikan dampak positif berupa kestabilan emosi, rasa aman, serta dukungan sosial yang kuat bagi anak, sedangkan pola otoriter, permisif, dan abai cenderung menimbulkan kecemasan, kebingungan, serta jarak emosional antara anak dan orang tua. Meskipun demikian, sebagian anak menunjukkan kemampuan adaptasi, kemandirian, dan ketangguhan setelah perceraian. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan keterlibatan aktif meskipun hubungan pernikahan telah berakhir. Implikasi penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang tua, pendidik, dan konselor dalam menerapkan pola asuh yang tepat untuk menjaga kesejahteraan psikososial anak pasca perceraian. Abstract This study aims to describe parenting patterns after divorce and analyze their impact on children's emotional and social well-being. The background of this study stems from the increasing divorce rate in Indonesia, which has a significant impact on children as the most psychologically and socially vulnerable group. This study uses a qualitative method with a descriptive approach to gain an in-depth understanding of the dynamics of child rearing in divorced families. The research subjects were selected purposively, namely four children from divorced families living in Surabaya and Malang. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation over a period of two weeks. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that there are variations in the parenting styles applied by parents after divorce, namely authoritative, authoritarian, permissive, and neglectful. Authoritative parenting has a positive impact in the form of emotional stability, a sense of security, and strong social support for children, while authoritarian, permissive, and neglectful parenting tends to cause anxiety, confusion, and emotional distance between children and parents. However, some children show adaptability, independence, and resilience after divorce. These findings emphasize the importance of the role of parents in providing emotional support and active involvement even after the marriage has ended. The implications of this study are expected to serve as a reference for parents, educators, and counselors in applying appropriate parenting styles to maintain the psychosocial well-being of children after divorce.
PENGARUH KETERLIBATAN TUGAS DOMESTIK DAN TINGKAT STRES DUAL EARNER COUPLE TERHADAP KUALITAS PENGASUHAN ANAK Lizardi, Jennifer; Puspita, Callista Dian; Karimah, Azka; Kalamillah, Suryo Slamet Kamal; Kusumawardhani, Sri Juwita
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.07

Abstract

Abstrak Di era saat ini, fenomena pasangan bekerja (dual-earner couple) semakin lazim terjadi di Indonesia. Namun, pasangan ini kerap menghadapi ketidaksetaraan dalam pembagian tanggung jawab domestik yang dapat menimbulkan stres dan memengaruhi kualitas pengasuhan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan berjumlah 251 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria dewasa muda (20–40 tahun), pasangan suami-istri yang bekerja, memiliki anak berusia minimal 6 tahun, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner keterlibatan tugas domestik, kuesioner stres pengasuhan untuk mengukur tingkat stres saat mengasuh anak, serta kuesioner perilaku pengasuhan dengan enam dimensi, yaitu kehangatan emosional, disiplin hukuman, rasa cemas terhadap anak, dukungan otonomi, disiplin permisif, dan disiplin demokratis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara keterlibatan tugas domestik dan stres orang tua terhadap keenam dimensi kualitas pengasuhan secara simultan (F=11,578; p<0,001). Kedua variabel independen berkontribusi sebesar 25,2% terhadap kehangatan emosional, 16,2% terhadap disiplin hukuman, 15,4% terhadap dukungan otonomi, 11,4% terhadap kecemasan, 5,6% terhadap disiplin demokratis, dan 2,4% terhadap disiplin permisif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa rendahnya keterlibatan tugas domestik dan tingginya tingkat stres pada pasangan dual earner berdampak negatif terhadap kualitas pengasuhan anak. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan dan program yang mendukung kesetaraan peran domestik, seperti jam kerja fleksibel, family-friendly policy, serta edukasi mengenai pembagian peran dan manajemen stres keluarga. Abstract In today’s era, the phenomenon of couples who work for a living (dual-earner couples) has become increasingly common in Indonesia. However, these couples often face inequality in the division of domestic responsibilities, which can lead to stress and affect the quality of parenting. This study employed a quantitative approach. Participants consisted of 251 respondents selected using purposive sampling, with the criteria of young adults (aged 20–40 years), married working couples, having at least one child aged six years or older, and residing in the Greater Jakarta area. The instruments used included a domestic task involvement questionnaire, a parenting stress questionnaire to measure stress levels while caring for children, and a parenting behavior questionnaire comprising six dimensions: emotional warmth, punitive discipline, anxiety toward the child, autonomy support, permissive discipline, and democratic discipline. The results showed a significant contribution of domestic task involvement and parental stress to the six dimensions of parenting quality simultaneously (F=11,578; p<0,001). Both independent variables contributed 25,2% to emotional warmth, 16,2% to punitive discipline, 15,4% to autonomy support, 11,4% to anxiety, 5,6% to democratic discipline, and 2,4% to permissive discipline. These findings imply that low involvement in domestic responsibilities and high stress levels among dual-earner couples negatively affect the quality of parenting. Therefore, policies and organizational programs that promote gender equality in domestic roles, such as flexible working hours, family-friendly policies, and public education on role sharing and family stress management are essential to enhance parenting quality.
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs MAARIF NU 01 KERTANEGARA Solikhati, Putri; Kusumastuti, Adhi
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.09

Abstract

Abstrak Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang dicapai siswa selama proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Salah satu faktor eksternal yang kerap mempengaruhi pencapaian belajar siswa adalah kondisi sosial ekonomi orang tua diukur berdasarkan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Maarif NU 01 Kertanegara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan dua variabel yaitu status sosial ekonomi dan hasil belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII sebanyak 97 siswa dan menggunakan teknik total sampling. Metode pengumpulan datanya menggunakan angket yang menyajikan 20 pernyataan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji prasarat yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas, kemudian untuk uji hipotesisnya menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini berasal dari kelompok ekonomi menengah. Nilai F hitung sebesar 2,607 dengan signifikansi 0,110 yang lebih besar dari 0,05 mengindikasikan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara status sosial ekonomi dan hasil belajar.   Abstract Learning outcomes are the level of mastery achieved by students during the teaching and learning process in accordance with the established educational objectives. One of the external factors that often influences student learning achievement is the socioeconomic conditions of parents, measured by their level of education, occupation, and income. The purpose of this study was to determine the effect of parental socioeconomic status on the learning outcomes of grade VIII students of MTs Maarif NU 01 Kertanegara. This type of research is quantitative, examining two variables: socioeconomic status and learning outcomes. The population of this study consisted of 97 grade VIII students, and a total sampling technique was employed. The data collection method used a questionnaire presenting 20 statements. The data analysis technique used in this study included a prerequisite test that consisted of a normality test and a linearity test. For hypothesis testing, a simple linear regression test was employed. The results of this study indicate that most respondents came from the middle economic group. The calculated F-value of 2.607, with a significance level of 0.110, which is greater than 0.05, indicates that there is no significant influence between socioeconomic status and learning outcomes.
KEPUASAN RESPON PENGGUNA TERHADAP KESESUAIAN DAN EFEKTIVITAS BUKU FAMILY LIFE EDUCATION SEBAGAI SUMBER BELAJAR Mughni, Aulia; Jubaedah, Yoyoh; Rinekasari, Nenden Rani
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.08

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan respon pengguna terhadap kesesuaian dan efektivitas buku ajar Family Life Education yang dikembangkan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Ilmu Kesejahteraan Keluarga. Pengembangan buku ajar dilakukan dengan pendekatan model ADDE yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi produk. Identifikasi kebutuhan dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan dosen pengampu dan mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai kekurangan media pembelajaran yang tersedia. Buku ajar yang dihasilkan memuat materi Family Life Education yang terintegrasi dengan nilai karakter, disusun secara sistematis sesuai capaian pembelajaran, serta dilengkapi dengan ilustrasi dan contoh aplikatif di kehidupan keluarga. Validasi ahli terhadap isi, kebahasaan, dan penyajian buku menunjukkan bahwa buku layak digunakan sebagai sumber belajar. Uji terbatas kepada mahasiswa menghasilkan persentase kepuasan rata-rata sebesar 94%, meliputi aspek kemudahan penggunaan, efektivitas dalam mendukung proses pembelajaran, relevansi materi, dan kualitas visualisasi. Mahasiswa menyatakan materi mudah dipahami, dapat membantu pembelajaran mandiri maupun diskusi, serta memberikan wawasan aplikatif tentang konsep Family Life Education. Saran perbaikan yang diajukan pengguna meliputi penambahan konten interaktif seperti QR Code dan penyederhanaan bahasa agar buku dapat diakses oleh kalangan non-akademik. Secara keseluruhan, buku ajar ini dinyatakan sangat sesuai dan efektif sebagai sumber belajar, dapat direkomendasikan untuk digunakan lebih luas, serta membuka peluang pengembangan selanjutnya guna meningkatkan kualitas dan pengalaman belajar mahasiswa serta penguatan pendidikan keluarga.   Abstract This study aims to evaluate user satisfaction regarding the suitability and effectiveness of the Family Life Education (FLE) textbook developed as a learning resource in the Family Welfare Science course. The textbook was developed using the ADDE model, which includes the stages of needs analysis, design, development, and product evaluation. Needs identification was carried out through observations and interviews with lecturers and students to gain insights into the shortcomings of available learning media. The resulting textbook contains Family Life Education material integrated with character values, systematically organized according to learning outcomes, and complemented by illustrations and practical examples from family life. Expert validation of the book’s content, language, and presentation showed that it is suitable for use as a learning resource. Limited trials with students yielded an average satisfaction rate of 94%, covering aspects such as ease of use, effectiveness in supporting the learning process, material relevance, and quality of visualization. Students reported that the material was easy to understand, helpful for independent and group learning, and provided practical insights into the concept of Family Life Education. Suggestions for improvement from users include adding interactive content such as QR Codes and simplifying the language so that the book can be accessed by non- academic readers as well. Overall, this textbook is deemed highly suitable and effective as a learning resource, is recommended for broader use.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP RESILIENSI ORANG TUA TUNGGAL DALAM MENJALANKAN PERAN GANDA Fadhia, Aliyah Nur; Wibowo, Queendra Cheryl; Zain, Hilda Hanuf Hamida; Zahro, Nadia Ama Natuz; Putri, Marchelia Nugra Pradana
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.06

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dukungan sosial dalam membentuk ketahanan (resiliensi) orang tua tunggal yang menjalankan peran ganda dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan tiga orang tua tunggal dengan latar belakang berbeda, yaitu cerai hidup dan cerai mati. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna terkait bentuk dukungan sosial, strategi adaptasi, serta proses pembentukan ketahanan individu. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang tua tunggal, yaitu dua ibu tunggal dan satu ayah tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial, baik dalam bentuk emosional, instrumental, maupun spiritual, memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan psikologis orang tua tunggal. Dukungan dari keluarga inti, khususnya dari orang tua dan anak, menjadi sumber utama penguatan mental, penurunan stres, serta keseimbangan peran dalam menjalani fungsi ganda sebagai ayah dan ibu. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial tidak hanya berfungsi sebagai bantuan eksternal, tetapi juga sebagai pondasi dalam pembentukan makna dan keteguhan diri dalam menghadapi tekanan hidup. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap dinamika dukungan sosial dapat memperkaya kajian tentang ketahanan keluarga serta menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan sosial yang lebih responsif terhadap kebutuhan keluarga tunggal di Indonesia. Abstract This study aims to describe the role of social support in shaping the resilience of single parents who perform dual roles in their daily lives. A qualitative approach was employed using a case study method involving three single parents with different backgrounds: divorce and widowhood. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis to identify patterns of meaning related to forms of social support, adaptation strategies, and the process of individual resilience formation. The research subjects consisted of three single parents: two single mothers and one single father. The findings indicate that social support—emotional, instrumental, and spiritual—plays a significant role in strengthening the psychological resilience of single parents. Support from the nuclear family, particularly from parents and children, serves as the main source of mental reinforcement, stress reduction, and role balance in fulfilling dual functions as both mother and father. This study affirms that social support functions not only as external assistance but also as a foundation for meaning making and self-determination in facing life pressures. The implications of this research suggest that understanding the dynamics of social support can enrich studies on family resilience and serve as a basis for developing more responsive social policies to meet the needs of single-parent families in Indonesia.
GAMBARAN KESIAPAN PERNIKAHAN PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KEKERASAN FISIK DAN PSIKOLOGIS DARI AYAH Nabilla, Nabilla; Lentari, Fransisca Rosa Mira
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.10

Abstract

Abstrak  Kekerasan fisik dan psikologis yang dilakukan oleh ayah terhadap anak perempuan dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan emosional, sosial, dan relasional anak. Dampak tersebut berpengaruh pada kemampuan perempuan untuk membentuk hubungan intim dan kesiapan memasuki pernikahan pada masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesiapan pernikahan perempuan dewasa awal yang mengalami kekerasan fisik dan psikologis dari ayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua partisipan perempuan dewasa awal yang mengalami kekerasan dari ayah, menyaksikan kekerasan serupa terhadap ibu, dan sedang mempersiapkan pernikahan. Partisipan dipilih menggunakan homogeneous purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan tahapan pengkodean, identifikasi tema, serta validasi melalui member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki kesiapan finansial, tetapi menghadapi tantangan dalam aspek emosional dan sosial. Salah satu partisipan menunjukkan kesiapan pernikahan yang optimal melalui refleksi diri dan keterbukaan terhadap bantuan profesional, sedangkan partisipan lainnya belum mencapai kesiapan optimal akibat kecenderungan mengulang pola relasi tidak sehat dari pernikahan orang tuanya. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan psikologis, konseling pranikah, serta intervensi berbasis refleksi diri dan pemulihan trauma penting untuk membantu perempuan korban kekerasan membangun relasi yang setara dan sehat. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas pemahaman tentang pengaruh kekerasan keluarga terhadap kesiapan pernikahan.   Abstract Physical and psychological abuse perpetrated by fathers toward daughters can have long-term impacts on emotional, social, and relational development. Such experiences influence women’s capacity to form intimate relationships and their readiness for marriage in early adulthood. This study aims to describe the marriage readiness of young adult women who have experienced physical and psychological abuse from their fathers. A descriptive qualitative approach was applied, involving two young adult female participants who experienced paternal abuse, witnessed similar violence against their mothers, and were preparing for marriage. Participants were selected using homogeneous purposive sampling; data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis, consisting of coding, theme identification, and validation through member checking. The findings showed that both participants were financially ready but faced challenges in emotional and social aspects. One participant demonstrated higher readiness through self-reflection, emotional regulation, and openness to professional support, while the other showed limited readiness due to reproducing unhealthy relationship patterns from her parents’ marriage. These findings underline the importance of psychological support, premarital counseling, and trauma-informed interventions to assist women who have experienced familial violence in developing balanced, emotionally mature, and equitable relationships. Moreover, the study contributes theoretically by expanding understanding of how domestic violence influences marital readiness and relational development in early adulthood.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 01 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 01 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 1 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 02 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) More Issue