cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
ISSN : 23032375     EISSN : 25974521     DOI : https://doi.org/10.21009/JKKP
Core Subject : Education,
JKKP (Jurnal Kesejahteran Keluarga dan Pendidikan) provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and the novel technology news related to science of family welfare, education, entrepreneurship and hotel accommodation. Articles published in JKKP are articles that have not been published previously in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENERIMAAN DIRI WARGA LANJUT USIA YANG HIDUP SENDIRI Ajisuksmo, Clara Rosa Pudjiyogyanti; Permatasari, Dyah Ayu
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.03

Abstract

This study aims at obtaining description of self-acceptance of elderly who live alone by themselves, as well as factors that affect their self-acceptance. This study implemented a qualitstivee approach by interviewing four participants, two males and two femaleswith age range of 60-70 years. Self-acceptance and self-understanding were measured by aspects of feeling equal with others, having self-confidence, being responsible, outward looking and open minded, having self-determination, realizing to self limitations, and accepting the characteristics as a human. Factors that support high self-acceptance are good self-understanding, religiousity, and the attitude of their surrounding that support their presence. Low self-acceptance is caused by failure to achieve dreams and hopes, lack of social support from their children, and weak economic conditions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerimaan diri warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, serta faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan diri mereka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu wawancara kepada empat partisipan (dua berjenis kelamin laki-laki dan dua berjenis kelamin perempuan) yang tinggal seorang diri dengan rentang usia 60-70 tahun. Penerimaan dan pemahaman akan diri diungkapkan dalam aspek perasaan sederajat dengan individu lain, percaya dengan kemampuan diri, bertanggung jawab, berorientasi keluar diri, berpendirian, menyadari keterbatasan dan menerima sifat-sifat kemanusiaan dirinya. Faktor yang mendukung penerimaan diri yang tinggi adalah pemahaman diri yang baik, nilai-nilai religiusitas, dan sikap masyarakat sekitar yang mendukung kehadiran mereka. Penerimaan diri yang rendah disebabkan oleh faktor, ketidakberhasilan diri meraih impian atau harapan, kurangnya dukungan sosial dari anak, dan kondisi ekonomi yang lemah.
DAMPAK PERCERAIAN ORANGTUA TERHADAP MEANING OF LIFE REMAJA Afdal; Yunasril, Roni; Lestari, Shinta Mecha; Nusa, Silvia Adila; Ramadhani, Annisa Fortuna; Syapitri, Denia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.07

Abstract

Pada umumnya konflik selalu terjadi dalam kehidupan rumah tangga, namun konflik yang terjadi merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya perceraian. Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan (suami istri), namun juga melibatkan anak khususnya yang memasuki usia remaja. Remaja yang orangtuaya bercerai akan mempengaruhi makna hidupnya. Hal ini dikarenakan masa remaja merupakan proses dalam pencarian jati diri mereka dan dimasa inilah ditentukan masa depan dari seorang remaja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran dari makna hidup remaja yang menjadi korban dari perceraian kedua orangtua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk melihat dan mendeskripsikan makna hidup remaja yang menjadi korban dari perceraian kedua orangtua. Penelitian ini dilakukan terhadap 4 orang remaja wanita yang orangtuanya bercerai (umur rata-rata 16-18 tahun; berstatus pelajar) melalui wawancara. Data dianalisis dengan model interaktif yang terdiri dari tiga langkah diantaranya rediksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat informan memiliki pandangan positif dan dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian memilukan mengenai perceraian orangtuanya. Meskipun para informan memiliki masa lalu yang kurang baik, dikarenakan mereka mencari pelarian untuk mendapatkan kebahagiaan yang tidak mereka dapatkan di rumah. Positifnya, para informan mampu belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu dan memiliki keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terkait dengan temuan ini, para orangtua yang sudah bercerai namun memiliki anak dari hasil pernikahannya, disarankan untuk tetap dan lebih memberikan perhatian, kasih sayang dan kebutuhan anak. Agar anak tetap merasa berharga dan tidak terjerumus dalam hal-hal negatif. Kepada informan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kerukunan dalam hubungan dengan keluarga dan orang sekitar dengan harapan dapat meningkatkan kebermaknaan hidup pada remaja yang menjadi korban perceraian dari orangtuanya. Konselor juga memiliki peran dalam meminimalisir dampak yang akan terjadi akibat perceraian orangtua bagi remaja, terutama dampak negatif agar membantu remaja untuk dapat memahami kebermaknaan hidup. Layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat diberikan yaitu layanan informasi dan layanan konseling individual. Kata kunci: makna hidup, perceraian, remaja Abstract In general, conflict always occurs in domestic life, but the conflict that occurs is one of the triggering factors for divorce. Divorce does not only affect the person concerned (husband and wife), but also involves children, especially those entering their teens. Adolescents whose parents are divorced will affect the meaning of their lives. This is because adolescence is a process in the search for their identity and it is at this time that the future of a teenager is determined. This study aims to find out how the description of the meaning of life for teenagers who are victims of the divorce of their parents. The method used in this study is a qualitative descriptive method. This method is used to see and describe the meaning of life for teenagers who are victims of the divorce of their parents. This research was conducted on 4 young women whose parents divorced (mean age 16-18 years; student status) through interviews. The data were analyzed using an interactive model consisting of three steps including data rediction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the four informants had a positive view and could take lessons from every heartbreaking incident regarding their parents' divorce. Although the informants have a bad past, because they are looking for an escape to get happiness that they don't get at home. Positively, the informants are able to learn from past mistakes and have the desire to become a better person. Related to this finding, parents who are divorced but have children from their marriage are advised to stay and pay more attention, affection and children's needs. So that children still feel valuable and do not fall into negative things. To informants to be able to maintain and improve harmony in relationships with family and people around in the hope of increasing the meaning of life in adolescents who are victims of divorce from their parents. Counselors also have a role in minimizing the impact that will occur due to parental divorce for adolescents, especially the negative impact in order to help teenagers to be able to understand the meaning of life. Guidance and Counseling services that can be provided are information services and individual counseling services. Keywords: divorce, meaning of life, youth
APAKAH PEMBELAJARAN JARAK JAUH MEMICU TERJADINYA CULTURE SHOCK PADA PESERTA DIDIK? SEBUAH STUDI LITERATUR Rohmah, Dali Sofiatu; Aina, Ro'yal; Prasetyo, Dimas Teguh
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.02

Abstract

The covid-19 pandemic has changed the face of education in Indonesia over the past 2 years. The learning pattern that was originally carried out face-to-face was later changed to distance learning. Distance learning is still a solution in protecting students from exposure to covid-19 in public places. On the other hand, distance learning triggers negative feelings and reduces learning motivation. The phenomenon of culture shock or culture shock is thought to be able to explain students' feelings and experiences during distance learning. This study uses a qualitative approach with analysis of literature studies from various relevant scientific sources. This study was conducted in the period from January to August 2021. The results of the literature review in this study indicate that many students experience culture shock in all levels of education (from students to university students) and cannot be avoided during distance learning. Distance learning, which demands independence, contributes to learning motivation, adjustment, and interaction with the surrounding environment. During the distance learning period, culture shock often triggers a decrease in motivation and negative feelings in the learning process. To be able to reduce the impact that arises due to culture shock, the support of people around is very necessary. The role of parents and teachers is considered capable of keeping students through the culture shock phase during distance learning during the covid-19 pandemic. Keywords: culture shock, distance learning, students Abstrak Pandemi covid-19 telah mengubah wajah pendidikan di Indonesia selama 2 tahun terakhir. Pola pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka kemudian diubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh masih menjadi solusi dalam melindungi peserta didik dari paparan covid-19 di tempat umum. Di sisi lain, pembelajaran jarak jauh memicu perasaan negatif dan mengurangi motivasi belajar. Fenomena culture shock atau gegar budaya diduga mampu menjelaskan perasaan dan pengalaman siswa selama pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi kepustakaan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Studi ini dilakukan dalam rentang waktu Januari hingga Agustus 2021. Hasil tinjauan literatur dalam studi ini menunjukkan bahwa culture shock banyak dialami oleh peserta didik di segala rentang pendidikan (mulai dari siswa hingga mahasiswa) dan tidak dapat dihindari selama pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh yang menuntut kemandirian ternyata turut berkontribusi pada motivasi belajar, penyesuaian diri, dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Selama masa pembelajaran jarak jauh, culture shock banyak memicu penurunan motivasi dan perasaan negatif dalam proses pembelajaran. Untuk mampu mengurangi dampak yang muncul akibat culture shock, dukungan orang sekitar sangatlah diperlukan. Peran orang tua dan pendidik dinilai mampu menjaga peserta didik melalui fase culture shock selama pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19.
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KELUARGA IBU BEKERJA INFORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Anjar Wati, Restu; Rizkillah, Risda
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.05

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada kesejahteraan subjektif keluarga serta kualitas perkawinan. Pandemi Covid-19 memnyebabkan perubahan pada kehidupan keluarga. Kemampuan beradaptasi keluarga menentukan kualitas hidup keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara karakteristik keluarga dan religiusitas terhadap kesejahteraan subjektif keluarga selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini melibatkan 100 orang ibu yang berasal dari keluarga utuh yang bekerja di sektor informal dan berdomisili di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Pemilihan contoh dilakukan secara non prbability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan secara online menggunakan google form Berdasarkan hasil penelitian lebih dari separuh (56%) tingkat religiusitas keluarga responden termasuk dalam kategori sedang. Sebesar lima puluh persen keluarga memiliki kesejahteraan subjektif dalam kategori tinggi. Berdasarkan analisis korelasi, lama bekerja istri per hari berhubungan negatif signifikan dengan kesejahteraan subjektif keluarga. Berdasarkan analisis regresi (Adjust R square = 0,174) artinya variabel karakteristik keluarga dan religiusitas memengaruhi kesejahteraan subjektif keluarga sebesar 17,4 persen. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan subjektif adalah lama bekerja istri dan religiusitas.
KOMUNIKASI DI DALAM KELUARGA ANTARA ORANG TUA PEKERJA DAN ANAK DI KOTA SURAKARTA Istiqomah, Farida Ayu; Nurhadi; Hermawan, Yosafat
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.09

Abstract

This study describes how the communication carried out by working parents and children in the family in the city of Surakarta. This study uses two kinds of data collection techniques, namely quantitative and qualitative. Qualitative data was obtained through an interview process while quantitative data was obtained through a survey of children from working families and parents who are workers. The results showed that most of the working parents were able to carry out their dual roles. Even though they don't have much time to see each other, working parents can still communicate with their children. The communication that exists between working parents and children is interpersonal communication that occurs directly and face to face. In addition, working parents and children use communication tools and social media to communicate when they cannot meet in person. Communication that exists between workers' parents and children can be verbal and nonverbal. With the busyness that parents have, they are still able to take the time to control and socialize their children. In other cases, there are parents who only focus on the purpose of meeting the needs of their children economically, thus ignoring the importance of intimate communication with children in the family. The better the communication parents provide, the better the impact on the child. Likewise, if communication is not going well in the family, it will have a bad impact on the child. Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana keberjalanan komunikasi yang dilakukan oleh orang tua pekerja dan anak di dalam keluarga di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan dua macam teknik pengambilan data yaitu kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif diperoleh melalui proses wawancara sementara data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap anak yang berasal dari keluarga bekerja dan orang tua yang merupakan seorang pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua bekerja mampu menjalankan peran ganda yang dimilikinya. Meski tidak banyak waktu yang dimiliki untuk saling bertemu, orang tua pekerja tetap dapat mampu menjalin komunikasi dengan anak. komunikasi yang terjalin di antara orang tua pekerja dan anak merupakan komunikasi interpersonal yang terjadi secara langsung dan tatap muka. Selain itu orang tua pekerja dan anak memanfaatkan alat komunikasi dan media sosial untuk berkomunikasi di saat tidak dapat bertemu secara langsung. Komunikasi yang terjalin antara orang tua pekerja dan anak dapat berupa verbal dan juga nonverbal. Dengan kesibukan yang dimiliki orang tua tetap mampu meluangkan waktu untuk melakukan kontrol dan sosialisasi terhadap anak. Dalam kasus lain terdapat orang tua yang hanya berfokus pada tujuan memenuhi kebutuhan anak secara ekonomi saja sehingga mengabaikan pentingnya keintiman komunikasi dengan anak di dalam keluarga. Semakin baik komunikasi yang orang tua pekerja berikan, maka semakin berdampak baik pula bagi diri anak. begitu pula sebaiknya, apa bila komunikasi kurang berjalan baik di dalam keluarga, maka akan berdampak kurang baik pula bagi anak.
PENGARUH PELATIHAN TENTANG PEMILIHAN MAKANAN SEHAT UNTUK MENCEGAH TERJADINYA STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI Rusilanti; Riska, Nur
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.06

Abstract

Stunting adalah salah satu dari tiga beban masalah gizi di Indonesia yang harus segera ditangani. Perbaikan gizi pada remaja melalui intervensi gizi spesifik seperti pendidikan gizi, fortifikasi dan suplementasi serta penanganan penyakit penyerta perlu dilakukan. Masa remaja adalah windows of opportunity kedua yang sangat sensitif dalam menentukan kualitas hidup saat menjadi individu dewasa dan juga dalam menghasilkan generasi selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang pemilihan makanan sehat melalui edukasi gizi untuk mencegah stunting. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan pretest dan post test pada remaja puteri di Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan dengan sampel penelitian sebanyak 20 orang remaja puteri. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah soal berupa pretest yang diberikan sebelum perlakuan dan soal posttest yang diberikan setelah perlakuan. Hasil penelitian ini didapatkan terdapat peningkatkan pengetahuan pemilihan makanan sehat melalui media edukasi gizi pada remaja puteri di Kelurahan Benda Baru dengan hasil pre test sebesar 73,5 yang berarti pengetahuan remaja puteri sebelum menggunakan media edukasi gizi masih tergolong rendah dan setelah menggunakan media edukasi gizi diberikan soal post test dan mendapatkan hasil sebesar 84,5 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan pemilhan makanan remaja puteri setelah menggunakan media edukasi gizi. Hasil uji t diperoleh bahwa adanya pengaruh pelatihan tentang pemilihan makanan sehat untuk mencegah stunting terhadap peningkatan pengetahuan remaja puteri. Kata kunci: edukasi gizi, makanan sehat, remaja putri, stunting Abstract Stunting is one of the three burdens of nutritional problems in Indonesia that must be addressed immediately. It is necessary to improve nutrition in adolescents through specific nutritional interventions such as nutrition education, fortification and supplementation as well as treatment of comorbidities. Adolescence is the second window of opportunity that is very sensitive in determining the quality of life as an adult individual and also in producing the next generation. The purpose of this study was to increase the knowledge of young women about choosing healthy foods through nutrition education to prevent stunting. This type of research is a quasi-experimental research design using pretest and post-test on young women in Benda Baru Village, Pamulang District, South Tangerang City with a research sample of 20 young women. The data collection tools used are questions in the form of pretest given before treatment and posttest questions given after treatment. The results of this study showed that there was an increase in knowledge of healthy food choices through nutrition education media for young women in Benda Baru Village with a pre-test result of 73.5 which means that the knowledge of young women before using nutrition education media is still relatively low and after using nutrition education media questions are given. post test and get a result of 84.5 which means there is an increase in knowledge of adolescent girls' food choices after using nutrition education media. The results of the t-test showed that there was an effect of training on healthy food selection to prevent stunting on increasing knowledge of young women. Keywords: Adolescent Women, Healthy Food, Nutrition Education, Stunting
PERAN ORANG TUA DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH Oktaviani, Maya; Novitasari, Annisa Widya; Glosalalia; Madinatuzzahra; Aulia, Nur
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.04

Abstract

The growth and development of children will depend on how the stimulation provided by the environment. Preschool-age children are in the preoperational stage, wherein during this golden period, children experience rapid progress in their development, including language development. Language development in preschool-age children has a goal so that children can communicate verbally with their surroundings. This research aimed to describe the role of parents in stimulating language development in preschool-age children. This research uses the descriptive qualitative method. The study was conducted at PAUD Bintang Bangsaku, Cimanggis District, Depok City from May to June 2021. The population in this study were children aged 3-6 years (preschool). The sample was selected using the saturation sampling technique of as many as 20 people. Data were collected using a questionnaire with a secondary data source, namely the parents of the sample. The data collected was then analyzed descriptively to describe the role of parents in stimulating language development in preschool-age children. The results showed that parents have many essential roles in the language development of preschool-age children. Parents can be examples and supervisors in the development of children. Togetherness between children and parents is considered necessary because children still easily absorb their surroundings at that age. Several factors can affect language development in children, namely communication between parents and children, parenting, and providing facilities to children. Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak akan bergantung pada bagaimana stimulasi yang diberikan oleh lingkungannya. Anak usia prasekolah berada pada tahap pra operasional di mana dalam periode emas ini, anak mengalami kemajuan yang pesat dalam perkembangannya, termasuk dalam perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah memiliki tujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di PAUD Bintang Bangsaku, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok pada bulan Mei hingga Juni 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 3-6 tahun (prasekolah). Sampel dipillih menggunakan teknik saturation sampling sebanyak 20 orang. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan sumber data sekunder yaitu orang tua dari sampel. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki banyak peran penting dalam perkembangan bahasa anak usia prasekolah. Orang tua dapat menjadi contoh dan pengawas dalam perkembangan anak. Kebersamaan antara anak dan orang tua dinilai penting karena pada usia tersebut anak masih dengan mudah menyerap sekitar. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak yaitu komunikasi antara orang tua dan anak, pola asuh yang dilakukan oleh orang tua, dan pemberian fasilitas kepada anak.
TACKLING JOINT RESEARCH SYSTEM AS THE RESPONSE TO THE GLOBALISATION ISSUE IN INDONESIAN HIGHER EDUCATION Rahmi, Hayatur
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This report exhibits how Indonesian policymakers internationalise their Higher Education Institutions (HEIs) to answer the “global openness” in education. Joint Research (JR) has been implemented by Indonesian policymakers to do so. This research scrutinise such implemented JR by proposing an adopted European framework system in Higher Education Institutions (HEIs). This framework is the transversal dimensions of successful European countries in practising OpenEdu (dos Santos, Punie & Munoz, 2016), namely, strategy, technology, quality and leadership. As the intention of Ministry of Research, Technology and Higher Education (MoRTHE) towards JR is to increase the number of international journal publication, this research favourably recommend the implementation of JR by reforming and upgrading four categories adopted from EU OpenEdu: strategy, technology, quality and leadership. Those categories need to be adopted officially into the JR implementation to produce more international journal and be ready to compete with other institutions globally.
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN PRAKTIK INDUSTRI PADA JOB PERFORMANCE KEAHLIAN PEKERJAAN SOSIAL DAN ILMU KELUARGA Rohaeni, Neni; Achdiani, Yani; Jubaedah, Yoyoh; Rinekasari, Nenden Rani; Yusuf, Shofa Fithriturrohmi
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.091.02

Abstract

This research is motivated by the unavailability of industrial practice assessment instruments on job performance of social work and family science skills by standard demands in social institutions and government agencies. This causes the competence of students when carrying out industrial practices cannot be assessed properly because there is no specific reference in assessing the ability of students. Developing this industrial practice assessment model, it is to clarify and facilitate the process of implementing the practice assessment, so that the implementation of industrial practice can be carried out properly. In addition, there is still a variety of assessment instruments used to assess student job performance in the implementation of Industrial Practice, so that guidance is needed by Standard Operating Procedures in Social Institutions and government agencies. This research aims to develop the Industrial Practice Assessment Model on Job Performance of Social Work and Family Science Expertise. Problem-solving is done using a Research and Development approach, through stages: (1) Preliminary Studies, (2) Model Development, and (3) Model Validation. Industrial Practice Assessment Model on Job Performance competence of social work and family science expertise produced has the advantage of having gone through the stages of needs identification, theoretical analysis, and validation tests through expert judgment practitioners from social institutions and government institutions. The results of validation of industrial practice assessment tools that have been designed are categorized as "Very feasible" so that the assessment tool can be implemented on the implementation of Industrial Practice in social institutions and government agencies. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya instrument penilaian praktik industri pada job performance keahlian pekerjaan sosial dan ilmu keluarga yang sesuai dengan tuntutan standar di lembaga sosial dan lembaga pemerintah. Hal ini menyebabkan kompetensi mahasiswa saat melaksanakan praktik industri tidak dapat dinilai dengan baik karena belum ada acuan khusus dalam menilai kemampuan peserta didik. Dengan dikembangkan model penilaian praktik industri ini adalah diharapkan dapat memperjelas dan memudahkan dalam proses pelaksanaan penilaian praktik, sehingga pelaksanaan praktik industri dapat dilaksanakan dengan baik. Di samping itu, masih beragamnya instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai job performance mahasiswa pada pelaksanaan praktik industri, sehingga diperlukan panduan penilaian yang sesuai standar operasional prosedur di lembaga sosial dan lembaga pemerintah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model penilaian praktik industri pada job performance keahlian pekerjaan sosial dan ilmu keluarga. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan research and development, melalui tahapan: (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan model dan (3) validasi model. Model penilaian praktik industri pada job performance kompetensi keahlian pekerjaan sosial dan ilmu keluarga yang dihasilkan memiliki keunggulan karena telah melalui tahapan identifikasi kebutuhan, analisis teoritis dan uji validasi melalui expert judgement praktisi dari lembaga sosial dan lembaga pemerintah. Hasil validasi alat penilaian praktik industri yang telah dirancang dikategorikan “sangat layak”. Sehingga Model penilaian praktik industri pada job performance kompetensi keahlian pekerjaan sosial dan ilmu keluarga ini dapat diimplementasikan pada pelaksanaan praktik industri di lembaga sosial dan lembaga pemerintah.
KOMUNIKASI ORANG TUA ANAK RETARDASI MENTAL DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA DI SLB HANDAYANI SUKABUMI Aurellia, Olivia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses komunikasi yang terjalin antara ayah dan ibu dari anak retardasi mental penuh dengan tantangan, dalam situasi ini anak retardasi mental perlu diberikan perawatan di keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan komunikasi orang tua anak retardasi mental dalam membangun ketahanan keluarga menggunakan communication theory of resilience (CTR). Metode dan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada sepuluh informan yakni lima ayah dan lima ibu dari anak retardasi mental. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi dilakukan oleh orang tua anak retardasi mental dalam membangun ketahanan keluarga diantaranya a) komunikasi dalam menyusun kenormalan baru, b) komunikasi dalam menyampingkan perasaan negatif dan mengedepankan tindakan produktif, c) komunikasi dalam menegaskan jangkar identitas, d) komunikasi dalam memelihara dan menggunakan jaringan komunikasi, e) komunikasi dalam menerapkan logika alternatif. Kelima proses tersebut memunculkan tema-tema diantaranya komunikasi dengan pasangan, kerja sama, aktivitas sosial, rutinitas baru, mendekatkan diri kepada tuhan, dapat dukungan dalam menciptakan kenormalan, diskusi dengan pasangan, menggunakan hambatan sebagai strategi, percaya diri dalam menjelaskan identitas, berbagi cerita, dapat dukungan ketika mengalami kesulitan, dan membandingkan diri dengan orang lain menjadi faktor untuk membangun ketahanan keluarga, Penelitian ini dapat membantu memberikan informasi mengenai proses komunikasi yang dapat dilakukan oleh orang tua dengan anak retardasi mental untuk membangun ketahanan keluarga.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 01 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 01 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 1 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 02 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) More Issue