cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
ISSN : 23032375     EISSN : 25974521     DOI : https://doi.org/10.21009/JKKP
Core Subject : Education,
JKKP (Jurnal Kesejahteran Keluarga dan Pendidikan) provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and the novel technology news related to science of family welfare, education, entrepreneurship and hotel accommodation. Articles published in JKKP are articles that have not been published previously in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK DI DESA KARUMBU, KECAMATAN LANGGUDU, KABUPATEN BIMA Hadijah; Ichsan
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.06

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi alasan perceraian di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima untuk mengetahui pengaruh perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan peneliti berasal dari observasi dan wawancara. Informasi yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui reduksi dan penyajian data serta inferensi. Berdasarkan penelitian, Faktor penyebab perceraian di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima: 1) faktor tidak saling setia satu sama lain atau adanya perselingkuhan, 2) faktor ekonomi, 3) terjadinya pernikahan di usia muda, 4) Munculnya kesalahpahaman sehingga terus terjadi pertengakaran. Sedangkan dampak dari perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ialah: 1) motivasi belajar sangat rendah karena kurangnya perhatian dan dorongan semangat dari orang tua sehingga motivasi belajar dalam diri anak semakin menurun, 2) konsentrasi belajar anak terganggu contohnya ketika di rumah anak biasanya sering mendengar orag tua bertengkar atau marah-marah sehingga menyebabkan konsentrasi belajar anak terganggu, 3) kurang disiplin atau sopan biasanya dalam hal ini anak kurang sopan dan disiplin anak karena kurangnya bimbingan dan arahan dari orang tuanya untuk berprilaku yang baik. contohnya seperti anak suka bolos sekolah, jarang masuk sekolah, dan sering membuat maslaah untuk mendapatkan perhatian dari orang lain di sekitarnya. Abstract The purpose of this study was to find out what factors influenced the reasons for divorce in Karumbu Village, Langgudu District, Bima Regency, and to determine the effect of parental divorce on children's learning motivation in Karumbu Village, Langgudu District, Bima Regency. In this study, researchers used a qualitative descriptive method. The data collected by researchers came from observations and interviews. The information obtained was analyzed descriptively through reduction and presentation of data and inferences. Based on research, the causes of divorce in Karumbu Village, Langgudu District, Bima Regency: 1) factors of not being loyal to each other or having an affair, 2) economic factors, 3) the occurrence of marriage at a young age, 4) The emergence of misunderstandings that continue to occur quarrels. Meanwhile, the impact of parental divorce on children's learning motivation in Karumbu Village, Langgudu District, Bima Regency is: 1) learning motivation is very low due to lack of attention and encouragement from parents so that motivation to learn in children decreases, 2) the child's learning concentration is disrupted, for example when at home the child usually often hears the parents arguing or getting angry, causing the child's learning concentration to be disrupted, 3) lack of discipline or politeness, usually in this case the child is impolite and disciplined because of a lack of guidance and direction from his parents for good behavior. For example, children like to skip school, rarely go to school, and often make trouble to get attention from other people around them.
ANALISIS SISTEM KELUARGA KRISTEN KATOLIK JAWA YANG MEMILIKI ANAK DENGAN AUTISME: SEBUAH STUDI NARATIF Faiqal Dima Hanif
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.08

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana sistem keluarga yang memiliki peran tersendiri yang berbeda pada keluarga pada umumnya. Terlebih lagi, terdapat seorang anak dengan autisme sebagai anggota keluarga yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Pada keluarga ini, ibu menjadi tulang punggung ekonomi dan ayah cenderung sebagai pendamping bagi anak dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, terjadi suatu hal yang menjadi permasalahan ketika terdapat peran yang tidak umum dan ditambah pula hadirnya anak dengan autisme yang tentunya memerlukan pengasuhan, pendidikan, dan perhatian yang lebih intens. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan naratif deskriptif secara holistik. Hasil penelitian ini terbagi pada lima bagian, yakni struktur keluarga, tahap perkembangan berkeluarga, fungsi dan peran dalam berkeluarga, serta sistem keluarga. Ditemukan bahwa dinamika sistem pada keluarga ini cenderung pada teori ekologi. Dalam keluarga ini, terdapat mikorsistem, makrosistem, dan eksosistem yang berjalan. Secara mikrosistem, terdapat pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional melalui komitmen dan komunikasi positif. Selain itu, pemenuhan spiritualitas dengan rutin ibadah ke Gereja juga menjadi sarana penguatan ketahanan keluarga. Kemudian, secara makrosistem, budaya Jawa yang kental dianut pun membawa keluarga ini pada tradisi tertentu yang kemudian dapat memberi dampak pada sistem dan dinamika keluarga.  Di sisi lain, lingkup eksosistem, seperti lingkungan sosial serta media massa atau penggunaan teknologi pun terlihat dalam dinamika keluarga ini. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menjadi rujukan bagi keluarga lainnya dalam membangun sistem keluarga yang memiliki ketahanan baik. Abstract The research aims to find out and explain how the family system has its own role that is different from the family in general. Moreover, there is a child with autism as a family member which is certainly a challenge for parents. In this family, the mother plays the important role to fulfill the economic needs and the father tends to be a companion for the child in the educational needs. Therefore, there is something that becomes a problem when there is an unusual role and the presence of a child with autism is added which of course requires more intense treatment, education and attention. To answer the formulation of the problem, the researcher used a qualitative method with a holistic descriptive narrative. The results of this study are divided into five parts, namely family structure, family development stages, functions and roles in family, and family system. It was found that the dynamics of the system in this family tends to be ecological theory. Within this family, there are microsystems, macrosystems, and ecosystems. In microsystems, there is fulfillment of physical and emotional needs through commitment and positive communication. In addition, fulfilling spirituality by regularly going to Church is also a means of strengthening family resilience. Then, on a macrosystem basis, the strong adherence to Javanese culture also brings this family to certain traditions which can then have an impact on the system and family dynamics. On the other hand, the scope of the ecosystem, such as the social environment and mass media or the use of technology can also be seen in the dynamics of this family. With this research, it is hoped that it can become a reference for other families in building a family system that has good resilience.
PERAN KELEKATAN ORANGTUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI ANAK RANTAU Wahda, Maziya Rahma
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.10

Abstract

Abstrak Anak rantau seringkali harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru dan berbeda secara sosial, budaya, dan geografis. Hidup di perantauan menuntut mereka menjadi anak yang bisa menangani segala situasi dan kondisi apapun yang menimpanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran orangtua mempengaruhi penyesuaian diri terhadap anak yang merantau melalui kelekatan mereka. Karena pembentukan karakter anak tidak terlepas dari lingkungannya. Maka dukungan emosional dari orangtua menjadi sangat penting. Dan dukungan orangtua didapat dari hubungan emosional mereka yang dibentuk dari kecil. Inilah yang dimaksud dengan kelekatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan. Sumber data yang didapatkan berasal dari berbagai karya tulis seperti artikel, buku, dan tulisan-tulisan yang berkaitan atau membahas tentang objek penelitian. Maka penelitian ini disebut penelitian normatif. Dari sumber data yang dikumpulkan, peneliti kemudian menganalis dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa gambaran tentang perbedaan proses penyesuaian diri anak rantau yang disebabkan oleh perbedaan gaya kelekatan orangtua yang dimiliki. Semakin aman gaya kelekatan yang dimiliki orangtua dengan anak, maka semakin mudah bagi anak untuk menyesuaikan diri di lingkungan baru. Dengan demikian, peran kelekatan orangtua dengan anak harus diperbaiki sedini mungkin, agar menjadi solusi bagi anak dalam membentuk karakter yang mampu menyesuaikan dirinya sebaik mungkin. Abstract Overseas children often have to adapt to a new and different environment socially, culturally and geographically. Living abroad requires them to be children who can handle any situation and any condition that befalls them. This study aims to analyze how the role of parents affects the adjustment of children who migrate through their attachment. Because the formation of children's character can not be separated from the environment. So emotional support from parents becomes very important. And parental support is obtained from their emotional connection which was formed from childhood. This is what is meant by attachment. The method used in this research is library research. The sources of data obtained come from various written works such as articles, books, and writings related to or discussing the object of research. So this research is called normative research. From the data sources collected, the researcher then analyzed and the results were presented descriptively. The results obtained from this study are in the form of an overview of the differences in the process of self-adjustment of overseas children caused by differences in parental attachment styles. The safer the attachment style that parents have with their children, the easier it is for children to adjust to a new environment. Thus, the role of parental attachment to children must be corrected as early as possible, so that it becomes a solution for children in forming characters that are able to adapt themselves as well as possible.
MANFAAT HASIL PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN NUSAHERANG, KABUPATEN KUNINGAN Raehana, Alyssa Saufika; Ana; Yani Achdiani
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.09

Abstract

Abstrak Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang dari generasi ke generasi. Tingginya prevalensi stunting menunjukkan perlunya peningkatan wawasan bagi ibu hamil guna mencegah kelahiran bayi dengan kondisi stunting agar dapat tumbuh sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat penyuluhan pencegahan stunting bagi ibu hamil di Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, ditinjau dari aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui angket daring dalam bentuk Google Form dengan instrumen pengukuran menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pencegahan stunting memberikan manfaat yang sangat tinggi bagi ibu hamil dalam berbagai aspek. Pada aspek kognitif, mayoritas responden menyatakan bahwa penyuluhan sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman mengenai pengertian, ciri-ciri, dan dampak stunting. Pada aspek psikomotor, penyuluhan juga dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan ibu hamil dalam penatalaksanaan dan pencegahan stunting. Sementara itu, pada aspek afektif, sebagian besar responden menyatakan bahwa penyuluhan sangat bermanfaat dalam membentuk pola makan, pola asuh, dan kebersihan lingkungan yang mendukung pencegahan stunting. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar ibu hamil terus berpartisipasi dalam penyuluhan pencegahan stunting untuk memperoleh lebih banyak informasi mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan selama kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan kondisi kesehatan ibu dan janin serta mencegah risiko stunting pada bayi yang akan lahir. Abstract Stunting is a health issue with long-term impacts that persist across generations. The high prevalence of stunting highlights the need to enhance pregnant women’s awareness to prevent the birth of stunted babies, ensuring their healthy growth. This study aims to analyze the benefits of stunting prevention counseling for pregnant women in Nusaherang District, Kuningan Regency, from cognitive, psychomotor, and affective aspects. The research method employed is a descriptive method with a quantitative approach. Data collection was conducted through an online questionnaire using Google Forms, with measurement instruments utilizing the Likert scale. The study results indicate that stunting prevention counseling provides significant benefits to pregnant women across various aspects. In the cognitive aspect, the majority of respondents stated that the counseling was highly beneficial in enhancing their understanding of the definition, characteristics, and impacts of stunting. In the psychomotor aspect, the counseling was also considered highly beneficial in improving pregnant women’s skills in stunting management and prevention. Meanwhile, in the affective aspect, most respondents found the counseling highly beneficial in shaping proper eating habits, parenting styles, and environmental hygiene that support stunting prevention. Based on these findings, it is recommended that pregnant women continue to participate in stunting prevention counseling to gain more information on nutritional fulfillment and maternal health during pregnancy. This aims to optimize the health conditions of both the mother and fetus while preventing the risk of stunting in newborns.
POLA ASUH IBU TERKAIT NUTRISI DAN GIZI UNTUK ANAK USIA DINI Ayumaharani, Alifia Zelika; Pratiwi, Fita; Zaharani, Fitri Kirana; Siffa, Nur; Putri, Yanniah; Oktaviani, Maya
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan gambaran yang kuat dan jelas berdasarkan sumber-sumber yang relevan dan terpercaya mengenai pengaruh dari pola asuh nutrisi gizi Ibu yang relatif keterbatasan ekonomi terhadap perkembangan fisik anak usia dini. Jenis penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dengan cara mewawancarai Ibu anak usia dini usia 3-5 tahun di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur pada bulan Mei 2023. Hasil dari penelitian kali ini yaitu dari total 20 responden, terdapat 7 ibu dengan pola asuh nutrisi gizi yang baik dan 13 ibu dengan pola asuh nutrisi gizi yang buruk. Dari total tersebut, 11 anak atau 55% mengalami stunting. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian yang kami lakukan bahwa pertumbuhan fisik anak bergantung pada cara orang tua membesarkannya, terutama dari pola asuh nutrisi dan gizi. Akan tetapi, untuk membesarkan serta memastikan anak itu tumbuh dengan sehat para Ibu perlu memiliki dasar ilmu dalam menguasai pola asuh yang baik pada anak. Maka, untuk mencegah adanya penghambatan pada pertumbuhan anak usia dini terutama pada orang tua yang mengalami kesulitan ekonomi, diperlukan pengadaan sosialisasi mengenai pola asuh nutrisi dan gizi yang baik, agar permasalahan gizi yang dialami para anak usia dini yang hidup di keluarga yang kesulitan ekonomi dapat teratasi, tidak hanya sosialisasi untuk ibunya, tetapi juga untuk anaknya. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan di posyandu di lingkungan tersebut. Abstract This research aims to provide a solid and clear picture based on relevant and reliable sources regarding the influence of mothers' nutritional parenting patterns with relatively economic limitations on the physical development of early childhood. This type of research was carried out using descriptive qualitative methods. The research was conducted by interviewing mothers of early childhood children aged 3-5 years in the Rawamangun area, East Jakarta, in May 2023. The results of this research were from 20 respondents: seven mothers with good nutritional parenting patterns and 13 mothers with poor nutritional parenting patterns. Of the total, 11 children or 55% experienced stunting. The research results we conducted show that a child's physical growth depends on how parents raise him, especially on nutritional and nutritional parenting patterns. However, to raise and ensure that children thrive, mothers need to have basic knowledge in mastering good parenting patterns for children. So, to prevent obstacles to early childhood growth, especially for parents who experience economic difficulties. It is necessary to provide outreach regarding good nutritional care so that families can resolve nutritional problems experienced by families with economic difficulties, not only socialization for the mother but also for the child. This outreach can be carried out at integrated service posts in the area.
PENGARUH KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN TERHADAP KEMANDIRIAN REMAJA Wardani, Budi Utami Kusuma; Zanita Tasyalia Fitri; Fathia Khairunissa; Nurhasana; Humaira Azahrah
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.03

Abstract

Abstrak Kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak mampu memberikan keteladan yang positif bagi perkembangan remaja di masa dewasanya kelak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap kemandirian remaja. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dengan kelompok remaja berusia 16- 20 tahun, belum menikah, dan masih memiliki ayah sebagai sampel penelitian. Sebanyak 102 sampel penelitian berhasil dikumpulkan pada akhir November sampai dengan awal Desember tahun 2022. Selanjutnya data diolah dengan SPSS menggunakan uji statistik deskriptif, normalitas, linearitas, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap kemandirian remaja. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Sig. yang lebih kecil dari 0,05 (0,00<0,05). Hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah dalam pengasuhan, maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian remaja. Besar pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap kemandirian remaja menunjukkan nilai sebesar 0,181 atau 18,1%, yang berarti 81,9% lainnya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti sehingga dapat dikatakan kemandirian remaja banyak dipengaruhi oleh faktor lain. Dalam pengasuhan, orang tua dapat meningkatkan kemandirian remaja dengan menerapkan gaya pengasuhan demokratis yang mampu mendorong remaja untuk bebas memilih dan melakukan tindakannya secara mandiri, namun tetap dalam pengawasan orang tua yang bertanggung jawab dalam menentukan batasan dan kendali atas tindakan remaja. Abstract The presence of a father figure in child-rearing can provide positive role models for adolescent development into adulthood. This study aims to determine the influence of father involvement in parenting on adolescent independence. The research was conducted using an associative quantitative method with purposive sampling technique. Data were collected through an online questionnaire with a group of adolescents aged 16-20 years, unmarried, and still having a father as the research sample. A total of 102 research samples were collected from late November to early December 2022. The data were then processed using SPSS with descriptive statistical tests, normality, linearity, and simple regression. The results showed a significant and positive influence of father involvement in parenting on adolescent independence. This is indicated by a Sig. value smaller than 0.05 (0.00<0.05). The positive relationship indicates that the higher the father's involvement in parenting, the higher the level of adolescent independence. The influence of father involvement in parenting on adolescent independence shows a value of 0.181 or 18.1%, meaning that the remaining 81.9% is influenced by other variables not studied, suggesting that adolescent independence is largely influenced by other factors. In parenting, parents can enhance adolescent independence by applying a democratic parenting style that encourages adolescents to freely choose and act independently, while still under the supervision of responsible parents in setting limits and control over adolescent actions.
TAHAPAN PEMBENTUKAN RESILIENSI DIRI IBU TUNGGAL PASCA KEMATIAN SUAMI: LITERATURE REVIEW Putri, Ni Putu Putri Diptasari Parwata; Tience Debora Valentina
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.02

Abstract

Abstrak Fenomena Ibu tunggal kerap kali terjadi di beberapa dekade terakhir ini. Ibu tunggal merupakan seorang wanita yang memikul tanggung jawab besar dan mengharuskannya untuk memberi nafkah pada keluarga dengan bekerja, membimbing, mengasuh, dan membesarkan anak. Pencapaian resiliensi bagi Ibu tunggal merupakan hal yang sulit, karena Ibu tunggal dihadapi dengan kondisi kehidupan yang penuh tekanan sehingga menciptakan kondisi baru bagi Ibu tunggal. Untuk menjadi individu yang resilien, dapat dilalui dengan berperilaku dan kognitif, seperti menghargai kehidupan serta berinteraksi. Ibu tunggal dapat dikatakan memiliki resiliensi ketika berhasil dan mampu melalui kondisi buruk dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Berdasarkan permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses tahapan resiliensi diri pada Ibu tunggal pasca kematian suami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review atau narrative review. Kajian Literature menggunakan 10 dari 30 artikel yang telah ditemukan yang menggunakan penelitian kualitatif dengan berbagai metode sampling dan responden Ibu tunggal pasca kematian suami. Hasil penelitian literature yang telah dilakukan, ditemukan bahwa Ibu tunggal melewati beberapa tahapan untuk mencapai resiliensi, tahapan tersebut yaitu Berserah (succumbing), Bertahan (survival), Pemulihan (recovery), dan Berkembang (thriving). Adapun faktor yang menyongkong pencapaian resiliensi Ibu tunggal yaitu faktor dukungan sosial. Dengan memiliki resiliensi yang baik, Ibu tunggal akan dapat mengatasi masa-masa sulit, menjadikan pengalaman sebagai motivasi kedepannya, serta percaya bahwa setiap individu memiliki karakter uniknya sendiri. Abstract The phenomenon of single mothers has become increasingly common in recent decades. A single mother is a woman who bears significant responsibilities, requiring her to provide for her family by working, guiding, nurturing, and raising her children. Achieving resilience for a single mother is challenging, as they face a life full of pressures that create new conditions for them. To become a resilient individual, one can engage in behavioral and cognitive practices, such as valuing life and interacting with others. A single mother is considered resilient when she successfully overcomes adverse conditions and leads a better life. Based on these issues, this study aims to analyze the process of self-resilience stages in single mothers following the death of their husbands. The approach used in this research is a literature review or narrative review. The literature study used 10 out of 30 articles found, employing qualitative research with various sampling methods and respondents being single mothers after the death of their husbands. The literature findings indicate that single mothers go through several stages to achieve resilience, which include Succumbing, Survival, Recovery, and Thriving. A supporting factor for achieving resilience in single mothers is social support. With good resilience, single mothers can overcome difficult times, use experiences as motivation for the future, and believe that everyone has their own unique character.
THE INFLUENCE OF PSYCHOSOCIAL DEVELOPMENT ON THE LEARNING RESPONSIBILITY OF SCHOOL-AGED CHILDREN Mutiara, Ermalia; Hamiyati; Kabbaro, Hurriyyatun
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.111.04

Abstract

Abstract Psychosocial development that is not fully mature can impact the learning responsibility of school-aged children. This study aims to analyze the influence of psychosocial development on the learning responsibility of school-aged children. Data was collected using the cluster random sampling technique. The research sample consisted of 172 fifth and sixth-grade students from one school in Bekasi city and two schools in Bekasi Regency. Data collection was conducted using a questionnaire. The instrument used to measure psychosocial development consisted of 19 items based on the dimensions of industry and inferiority. The instrument used to assess learning responsibility consisted of 22 items based on the dimensions of learning responsibility during the course and learning responsibility outside the course. The collected data was processed and analyzed using descriptive and inferential statistics, specifically simple linear regression tests. The results of the study showed that psychosocial development positively influences learning responsibility. The determination coefficient obtained was 0.496%, meaning that psychosocial development affects learning responsibility by 49.6%, while the remaining 50.1% is influenced by other factors. Therefore, it is essential for involved parties to be aware of children's psychosocial development to enhance their learning responsibility. Abstrak Perkembangan psikososial yang belum matang sepenuhnya dapat memengaruhi tanggung jawab belajar anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkembangan psikososial terhadap tanggung jawab belajar anak usia sekolah. Data dikumpulkan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian terdiri dari 172 siswa kelas V dan VI dari satu sekolah di Kota Bekasi dan dua sekolah di Kabupaten Bekasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengukur perkembangan psikososial terdiri dari 19 butir berdasarkan dimensi industri dan inferioritas. Instrumen yang digunakan untuk menilai tanggung jawab belajar terdiri dari 22 butir berdasarkan dimensi tanggung jawab belajar selama pembelajaran dan tanggung jawab belajar di luar pembelajaran. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, khususnya uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan psikososial berpengaruh positif terhadap tanggung jawab belajar. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,496%, yang berarti perkembangan psikososial memengaruhi tanggung jawab belajar sebesar 49,6%, sedangkan sisanya 50,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Oleh karena itu, penting bagi pihak terkait untuk memperhatikan perkembangan psikososial anak guna meningkatkan tanggung jawab belajarnya.
PENGALAMAN ORANG TUA YANG BEKERJA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: STUDI FENOMENOLOGI Selian, Sri Nurhayati; Yulasteriyani
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.112.02

Abstract

Abstrak Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan, terutama bagi mereka yang juga memiliki tanggung jawab sebagai pekerja. Mereka harus mampu menyeimbangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan secara bersamaan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami lebih dalam pengalaman hidup orang tua yang bekerja dan memiliki anak berkebutuhan khusus. Studi fenomenologi ini mengeksplorasi pengalaman para orang tua melalui pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode bola salju berdasarkan kriteria tertentu, menghasilkan 8 partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan format semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian mengungkapkan dua tema utama, yaitu: (1) berdamai dengan keadaan, dan (2) keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi para spesialis, konselor, serta pekerja sosial dalam merancang strategi dan intervensi yang dapat membantu orang tua bekerja dalam menghadapi tantangan emosional, psikologis, dan finansial dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi komunikasi terbuka, penjadwalan rutin, melibatkan anak dalam aktivitas sehari-hari, dukungan di lingkungan kerja, pelatihan khusus bagi orang tua, bantuan dari spesialis, pemanfaatan teknologi pendukung, fleksibilitas di rumah, dukungan sosial, serta manajemen stres. Abstract Parents of children with special needs face numerous challenges in caregiving, especially when they also have professional responsibilities. Balancing family and work life simultaneously can be demanding. This qualitative study aims to gain deeper insight into the experiences of working parents raising children with special needs. Using a phenomenological approach, this study explores the lived experiences of parents through descriptive analysis. Criterion sampling with a snowball method was used to recruit eight participants. Data were collected through in-depth, semi-structured interviews and analyzed using Moustakas' phenomenological method. The findings revealed two main themes: (1) making peace with the situation and (2) balancing family and work life. These findings can serve as a reference for specialists, counselors, and social work professionals in designing strategies and interventions to help working parents manage the emotional, psychological, and financial challenges of raising children with special needs. Some recommended strategies include open communication, establishing a structured routine, involving children in daily activities, workplace support, specialized parental training, assistance from specialists, utilizing assistive technology, creating household flexibility, social support, and stress management.
PENGEMBANGAN VIDEO PENYULUHAN KESIAPAN KEHIDUPAN BERKELUARGA BAGI REMAJA MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA KAMPUNG KELUARGA BERENCANA Afifah, Nurul; Achdiani, Yani; Ningsih, Mirna Purnama
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.112.03

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pada video penyuluhan Kesiapan Kehidupan Berkeluarga yang selama ini digunakan di Kampung KB, khususnya pada aspek materi yang belum lengkap. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan video penyuluhan Kesiapan Kehidupan Berkeluarga bagi remaja menggunakan aplikasi Canva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan video penyuluhan Kesiapan Kehidupan Berkeluarga bagi remaja pada Kampung Keluarga Berencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan model Planning, Production, and Evaluation (PPE). Peneliti melalui tiga tahapan dalam penelitian, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan uji kelayakan oleh ahli (expert judgment). Hasil validasi pada aspek media menunjukkan rata-rata sebesar 85,3% dengan kriteria sangat layak, khususnya pada aspek ketepatan tata letak, kesesuaian backsound dengan visual, kejelasan informasi tulisan, dan kelancaran video. Hasil validasi pada aspek materi menunjukkan rata-rata sebesar 95,83% dengan kriteria sangat layak, terutama pada aspek kesesuaian materi dengan tujuan penyuluhan, serta kemampuan video dalam mengedukasi sasaran penyuluhan mengenai kesiapan berkeluarga. Kesimpulannya, video penyuluhan Kesiapan Kehidupan Berkeluarga bagi remaja layak diproduksi dengan beberapa revisi dari para ahli. Video yang telah dikembangkan diharapkan dapat bermanfaat bagi penyuluh Kampung KB maupun remaja pada umumnya. Abstract This research was motivated by the limitations of the existing counseling videos on Family Life Preparedness for adolescents used in Family Planning Villages, particularly in terms of incomplete material. Therefore, it is necessary to develop a new counseling video using the Canva application. This study aims to produce a counseling video on Family Life Preparedness for adolescents in Family Planning Villages. The research employed a descriptive method using the Planning, Production, and Evaluation (PPE) model. The researcher went through three stages: needs analysis, product development, and expert judgment. The validation results for the media aspect showed an average score of 85.3%, categorized as very feasible, particularly in terms of layout accuracy, background sound suitability, clarity of written information, and video smoothness. The validation results for the content aspect showed an average score of 95.83%, also categorized as very feasible, especially regarding the relevance of the content to the counseling objectives and the video's ability to educate the target audience about family life readiness. In conclusion, the Family Life Preparedness counseling video for adolescents is feasible to be produced with revisions based on expert input. The developed video is expected to be beneficial for both Family Planning Village counselors and adolescents in general.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 01 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 01 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 1 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 02 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) More Issue