cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
ISSN : 23032375     EISSN : 25974521     DOI : https://doi.org/10.21009/JKKP
Core Subject : Education,
JKKP (Jurnal Kesejahteran Keluarga dan Pendidikan) provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and the novel technology news related to science of family welfare, education, entrepreneurship and hotel accommodation. Articles published in JKKP are articles that have not been published previously in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA Sardi, Mahdalena; Mutiara, Erli; Emilia, Esi; Rosmiati, Risti; Harahap, Novita Sari
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.04

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan hasil keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dan pengeluaran energi melalui aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Sei Rampah. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sei Rampah pada bulan November 2022 hingga Februari 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 71 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,7% remaja memiliki perilaku makan yang kurang baik, 90,10% memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan 43,70% memiliki status gizi kurang. Uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku makan dan aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,000). Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa perilaku makan dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan status gizi remaja (Y = -1,906 + 0,062 perilaku makan + 0,002 aktivitas fisik; p = 0,000), dengan perilaku makan sebagai faktor yang paling dominan. Dengan demikian, terdapat hubungan antara perilaku makan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Sei Rampah. Hasil ini mengindikasikan bahwa program edukasi gizi dan promosi gaya hidup aktif di lingkungan sekolah dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah dan mengatasi masalah gizi pada remaja. Intervensi yang berkelanjutan dan berbasis sekolah perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas perilaku makan dan aktivitas fisik sebagai upaya mendukung perkembangan remaja yang optimal. Abstract Nutritional status is the result of a balance between nutrient intake from food and energy expenditure through physical activity. This study aims to examine the relationship between eating behavior and physical activity with the nutritional status of adolescents at SMA Negeri 1 Sei Rampah. The research employed an observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted at SMA Negeri 1 Sei Rampah from November 2022 to February 2023, involving 71 adolescents selected through random sampling. Data collection was carried out through anthropometric measurements and questionnaire completion. Bivariate analysis was performed using the Spearman rank test, while multivariate analysis used multiple linear regression. The results showed that 50.7% of adolescents had poor eating behavior, 90.10% had moderate physical activity levels, and 43.70% had poor nutritional status. The Spearman rank test indicated a significant relationship between eating behavior and physical activity with nutritional status (p = 0.000). The multiple linear regression analysis revealed a significant relationship between eating behavior and physical activity with adolescents’ nutritional status (Y = -1.906 + 0.062 eating behavior + 0.002 physical activity; p = 0.000), with eating behavior being the most dominant factor. Thus, there is a significant relationship between eating behavior and physical activity with the nutritional status of adolescents at SMA Negeri 1 Sei Rampah. These findings suggest that nutrition education programs and the promotion of active lifestyles within the school environment can be effective strategies to prevent and address nutritional problems among adolescents. Sustainable, school-based interventions should be developed to improve the quality of eating behavior and physical activity as part of efforts to support optimal adolescent development.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DAN PERILAKU KONSUMTIF REMAJA Abdurrahman, Naufal; Doriza, Shinta; Oktaviani, Maya
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.112.09

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku konsumtif pada remaja. Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong perubahan perilaku sosial, termasuk kebiasaan berbelanja secara daring melalui media sosial. TikTok kini tidak hanya menjadi platform hiburan, tetapi juga wadah promosi dan transaksi yang mendorong perilaku konsumtif di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi penelitian adalah remaja berusia 17–22 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden, terdiri dari 62 perempuan dan 22 laki-laki, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi skala intensitas penggunaan media sosial TikTok (23 item) dan skala perilaku konsumtif remaja (33 item). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hasil r = 0,572 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku konsumtif remaja, dengan keeratan hubungan dalam tingkat sedang. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi frekuensi penggunaan TikTok, semakin besar pula kecenderungan remaja untuk berperilaku konsumtif. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital dan kontrol diri agar remaja dapat menggunakan media sosial secara bijak dan tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan. Abstract This study aims to determine the relationship between the intensity of TikTok social media use and adolescent consumer behavior. Rapid technological developments have driven changes in social behavior, including online shopping habits through social media. TikTok is now an entertainment platform and a promotional and transaction platform that encourages consumer behavior among adolescents. This study used a quantitative approach with a correlational survey method. The study population was adolescents aged 17–22 with a sample of 84 respondents, 62 females and 22 males, selected through a purposive sampling technique. The research instruments included a scale of TikTok social media use intensity (23 items) and a scale of adolescent consumer behavior (33 items). Data analysis using the Pearson Product-Moment correlation test showed a result of r = 0.572 with p = 0.000 (p < 0.05), which means there is a positive and significant relationship between the intensity of TikTok social media use and adolescent consumer behavior, with a moderate level of closeness. These results indicate that the higher the frequency of TikTok use, the greater the tendency of adolescents to behave in a consumer manner. The implications of this study emphasize the importance of digital literacy and self-control so that teenagers can use social media wisely and not get caught up in excessive consumer behavior.
KESIAPAN MENTAL IBU MUDA DARI PERNIKAHAN USIA DEWASA AWAL DI KOTA SURABAYA Lailiyah, Khofifah Nur; Hakim, Rofif Naufal; Mukti, Galuh Aulia; Mubaroka, Kholida Ulfi
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.07

Abstract

Abstrak Fenomena pernikahan pada usia muda atau dewasa awal tidak lagi dianggap sebagai hal yang tabu dalam masyarakat Indonesia. Banyak individu yang memilih untuk menikah pada usia tersebut dengan alasan cinta, tanpa mempertimbangkan secara matang berbagai risiko yang mungkin timbul dalam kehidupan rumah tangga. Keputusan ini berpotensi memengaruhi kondisi psikologis perempuan yang menikah muda, terutama karena kesiapan fisik dan mental yang belum optimal, sehingga rentan mengalami stres. Selain aspek psikologis, pernikahan pada usia dewasa awal juga kerap menimbulkan permasalahan lain, seperti ketidakstabilan finansial. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan mental ibu muda yang menikah pada usia dewasa awal di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teori fenomenologi sebagai landasan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam dan wawancara terstruktur terhadap partisipan yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan mental merupakan faktor krusial dalam menjalani kehidupan pernikahan, khususnya bagi individu yang menikah pada usia dewasa awal. Pada usia tersebut, kemampuan berpikir dan pengendalian emosi belum sepenuhnya matang, sehingga banyak ibu muda yang mengalami tekanan psikologis akibat tuntutan untuk mengelola keluarga. Ketidaksiapan secara fisik, emosional, dan mental menjadi pemicu utama munculnya stres. Lebih lanjut, perempuan yang menikah pada usia dewasa awal juga memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi, baik bagi diri sendiri maupun anak yang dilahirkan. Risiko tersebut mencakup komplikasi kehamilan serta gangguan kesehatan pada anak, yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesejahteraan keluarga. Abstract The phenomenon of early marriage or marriage during early adulthood is no longer considered taboo in Indonesian society. Many individuals choose to marry at a young age for reasons of love, often without thoroughly considering the potential risks that may arise in married life. This decision can significantly affect the psychological condition of young brides, particularly due to their physical and mental readiness being less than optimal, making them more vulnerable to stress. In addition to psychological aspects, marriage during early adulthood often leads to other challenges, such as financial instability. Based on this background, the present study aims to examine the mental preparedness of young mothers who marry during early adulthood in the city of Surabaya. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, using phenomenological theory as the analytical framework. Data collection was conducted through in-depth observation and structured interviews with participants who met the study criteria. The findings indicate that mental readiness is a crucial factor in sustaining a marriage, especially for individuals who marry during early adulthood. At this age, cognitive maturity and emotional regulation are not yet fully developed, resulting in many young mothers experiencing psychological pressure due to the demands of managing a household. The lack of physical, emotional, and mental preparedness is a primary trigger for stress. Furthermore, women who marry during early adulthood are at higher risk of health complications, both for themselves and their children. These risks include pregnancy-related complications and potential health issues in children, which may have long-term impacts on family well-being.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA RANTAU DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Islami, Fathiyyah Nurul; Zulfa, Vania; Faesal, Muhammad
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.03

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kemampuan adaptasi mahasiswa rantau di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif. Lokasi penelitian dilakukan di Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan intrument non-tes berupa kuesioner sebagai sumber data. Penelitian menggunakan instrumen The Sosial Provision Scale untuk dukungan sosial keluarga dan Student Adaptation to College Questionnaire untuk instrumen kemampuan adaptasi. Sampel berjumlah 152  mahasiswa yang memenuhi kriteria yang ditetapkan berdasarkan perhitungan Isaac & Michael dengan taraf kesalahan 5%. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juni – Desember 2023. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang posistif dan signifikan antara dukungan sosial keluarga terhadap kemampuan adaptasi mahasiswa rantau di Universitas Negeri Jakarta. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga, maka akan semakin tinggi pula kemampuan adaptasi mahasiswa yang merantau. Dibuktikan juga dengan analisa regresi sederhana yang menunjukan statistika positif  = 73,960 + 0,501 X dan hasil koefisien determinasi variabel dukungan sosial keluarga terhadap kemampuan adaptasi berpengaruh dengan presentasi sebesar 26% dan sisanya sebesar 74% dipengaruhi oleh faktor lain. Perlunya sosialisasi serta pemahaman bagaimana dukungan sosial dari keluarga membantu mahasiswa rantau yang jauh secara fisik dari keluarga untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Abstract The study aims to determine how much influence family social support has on the adaptability of overseas students at Universitas Negeri Jakarta (UNJ) using associative quantitative research methods. The research location was at the State University of Jakarta. This study used a non-test instrument in the form of a questionnaire as a data source. The study used The Social Provision Scale instrument for family social support and the Student Adaptation to College Questionnaire for adaptability instruments. The sample amounted to 152 students who met the criteria set based on Isaac & Michael's calculation with an error rate of 5%. This research was conducted during June - December 2023. The results showed that there was a positive and significant influence between family social support on the adaptability of overseas students at the State University of Jakarta. Based on these results, it can be interpreted that the higher the social support provided by the family, the higher the adaptability of students who migrate. It is also proven by a simple regression analysis that shows positive statistics   = 73.960 + 0.501 X and the results of the coefficient of determination of the family social support variable on adaptability with a presentation of 26% and the remaining 74% is influenced by other factors. The need for socialization and understanding of how social support from the family helps adaptability.
BERAWAL DARI RUMAH: STUDI KORELASIONAL ANTARA POLA PENGASUHAN PENERIMAAN-PENOLAKAN DENGAN KECERDASAN MORAL REMAJA Wirana, Salma Novia; Hasanah, Uswatun; Kabbaro, Hurriyyatun
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.06

Abstract

Abstrak Peningkatan fenomena kenakalan remaja yang mengindikasikan lemahnya pemahaman moral dan nilai sosial. Pengasuhan orang tua diyakini sebagai faktor penting dalam membentuk kecerdasan moral, karena melalui hubungan emosional dan pola asuh yang diterapkan, anak belajar membedakan antara perilaku yang benar dan yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengasuhan orang tua dengan kecerdasan moral remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 208 siswa dari dua sekolah menengah pertama negeri di Jakarta Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sementara data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengasuhan dengan kecerdasan moral remaja dengan nilai r=0,418 dan p=0,000 (p<0,01). Mayoritas responden (84%) mengalami pola pengasuhan dengan tingkat penerimaan tinggi, sementara 16% mengalami pola pengasuhan penolakan. Selain itu, seluruh dimensi kecerdasan moral, meliputi empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati, toleransi, keadilan, dan kehangatan, berada pada kategori tinggi. Pola pengasuhan yang penuh kasih dan penerimaan emosional merupakan fondasi utama bagi pengembangan kecerdasan moral remaja. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai moral serta pentingnya program parenting education yang menekankan pengasuhan positif dan humanistik. Abstract The increasing phenomenon of juvenile delinquency reflects a weakening of moral understanding and social values among adolescents. Parental upbringing is a crucial factor in shaping moral intelligence, as children learn through emotional bonds and parenting practices to distinguish between right and wrong behaviors. This study aims to analyze the relationship between parental parenting patterns and adolescents' moral intelligence. The research employed a quantitative correlational approach involving 208 students from two public junior high schools in East Jakarta, Indonesia. The sampling technique used was simple random sampling, while data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test. The results revealed a positive and significant relationship between parenting and adolescents' moral intelligence, with a correlation coefficient of r=0,418 and a significance level of p=0,000 (p<0,01). The majority of respondents (84%) experienced a parenting pattern characterized by high acceptance, while 16% experienced parental rejection. Furthermore, all dimensions of moral intelligence, empathy, conscience, self-control, respect, kindness, tolerance, fairness, and warmth, were categorized as high. A parenting style grounded in affection and emotional acceptance provides the fundamental foundation for adolescents' moral intelligence. The implications of this study highlight the need for a collaboration program between families and schools to strengthen character education grounded in moral values, as well as the importance of parenting education programs that emphasize positive, humanistic parenting practices.
TINJAUAN KOMPREHENSIF TERHADAP GAYA PENYELESAIAN KONFLIK DALAM KELUARGA: IDENTIFIKASI STRATEGI YANG ADAPTIF Febryanti, Yusrina Ayu; Syauqila, Ghina; Adenika, Ridha; Aulia, Salsabila Zahra Nur; Alfiya, Fetty; Haryandinny, Shadillah Ilhami Rez’qi; Kristiana, Ika Febriana
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.04

Abstract

Abstrak Konflik merupakan fenomena yang tidak terhindarkan dalam kehidupan keluarga. Konflik yang terjadi dalam satu domain relasi dapat meluas ke domain lainnya dan berpotensi diwariskan antar generasi. Gaya penyelesaian konflik memiliki implikasi yang beragam terhadap dinamika keluarga. Strategi penyelesaian yang bersifat destruktif atau tidak konsisten dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan keluarga serta perkembangan sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, pemilihan gaya resolusi konflik yang sehat dan adaptif menjadi aspek krusial dalam manajemen konflik keluarga. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gaya resolusi konflik, mengeksplorasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi pemilihannya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kesejahteraan anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan desain scoping review dengan meng-akses tujuh basis data akademik, yaitu Scopus, Springer, ScienceDirect, JSTOR, EBSCOhost, ProQuest, dan Emerald Insight. Kriteria inklusi yang digunakan meliputi: (1) artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2024; (2) artikel empiris yang meneliti konflik keluarga dan gaya resolusi atau manajemen konflik; (3) ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia; (4) tersedia dalam format full-text; dan (5) bersifat open access. Dari hasil pencarian, diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan lima gaya resolusi konflik yang diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama: gaya konstruktif (kompromi, mengalah, dan integrasi) serta gaya destruktif (menghindar dan mendominasi). Pemilihan gaya penyelesaian konflik dipengaruhi oleh sejumlah faktor kontekstual, seperti gaya keterikatan, kepribadian, gender, pola komunikasi keluarga, dan pola pengasuhan. Manajemen konflik yang adaptif dan konstruktif tidak hanya berfungsi untuk menyelesaikan konflik, tetapi juga berperan dalam memperkuat kualitas hubungan antar anggota keluarga. Abstract Conflict is an inevitable phenomenon within family life. Disputes arising in one relational domain can extend to others and may even be transmitted across generations. Conflict resolution styles have varying implications for family dynamics. Destructive or inconsistent resolution strategies can negatively impact family well-being and the socio-emotional development of children. Therefore, selecting healthy and adaptive conflict resolution styles is crucial in effective family conflict management. This literature review aims to identify various types of conflict resolution styles, explore contextual factors influencing their use, and evaluate their impact on the well-being of family members. The study employs a scoping review design, utilizing seven academic databases: Scopus, Springer, ScienceDirect, JSTOR, EBSCOhost, ProQuest, and Emerald Insight. The inclusion criteria are as follows: (1) articles published between 2015 and 2024; (2) empirical studies examining family conflict and conflict resolution or conflict management styles; (3) written in English or Indonesian; (4) available in full-text format; and (5) open access. The search yielded 20 articles that met the inclusion criteria. The review identified five conflict resolution styles, categorized into two main groups: constructive styles (compromising, obliging, and integrating) and destructive styles (avoiding and dominating). The choice of conflict resolution style is influenced by several contextual factors, including attachment style, personality traits, gender, family communication patterns, and parenting approaches. Adaptive and constructive conflict management not only facilitates conflict resolution but also strengthens family relationships.
EKSPLORASI PERILAKU CYBERBULLYING REMAJA DI MEDIA WHATSAPP: PERAN POLA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA Nurmasitah, Sita; Bella, Shafina Axa; Na’am, Muh Fakhrihun; Musdalifah
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.02

Abstract

Perundungan dunia maya atau cyberbullying masih menjadi permasalahan yang marak terjadi di kalangan remaja. Fenomena ini menggambarkan bentuk intimidasi yang dilakukan secara sengaja dan berulang menggunakan teknologi digital untuk menyakiti individu atau kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor penyebab munculnya perilaku cyberbullying di kalangan remaja serta menganalisis peran pola komunikasi keluarga dalam membentuk perilaku tersebut, khususnya pada media WhatsApp. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus dan dilaksanakan di SMKN 2 Purwodadi pada bulan Mei–Juli 2024. Informan penelitian terdiri atas tiga siswa kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) 2 yang pernah terlibat dalam kasus cyberbullying serta tiga orang tua (ayah atau ibu) dari masing-masing siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan member check kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu perilaku suka meniru, intensitas penggunaan handphone yang tinggi, kurangnya pengawasan orang tua, pola asuh yang tidak tepat, pengaruh lingkungan sebaya, serta rendahnya pemahaman mengenai dampak cyberbullying. Selain itu, ditemukan tiga pola komunikasi keluarga (otoriter, permisif, dan demokratis) yang memiliki pengaruh berbeda terhadap perilaku remaja dalam berinteraksi di dunia digital. Pola komunikasi demokratis cenderung mendorong terbentuknya perilaku positif dan empatik, sedangkan pola otoriter dan permisif berpotensi meningkatkan risiko keterlibatan remaja dalam cyberbullying. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan positif antara orang tua dan anak sebagai upaya pencegahan serta penanganan cyberbullying secara efektif.   Abstract Cyberbullying remains a prevalent issue among adolescents, representing a form of intentional and repeated intimidation through digital technology aimed at harming individuals or groups. This study aims to explore the factors contributing to adolescent cyberbullying behavior and to analyze the role of family communication patterns in shaping such behavior, particularly on the WhatsApp platform. Employing a qualitative descriptive approach with a case study design, the research was conducted at SMKN 2 Purwodadi from May to July 2024. The informants consisted of three students from Class XI of the Building Design and Information Modeling (DPIB) 2 program who had been involved in cyberbullying cases, along with one parent (father or mother) of each student, selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through technique triangulation and member checking. The findings reveal that adolescent cyberbullying behavior is influenced by several factors, including imitation tendencies, high mobile-phone usage intensity, lack of parental supervision, inappropriate parenting styles, peer influence, and limited understanding of the impact of cyberbullying. Furthermore, three family communication patterns (authoritarian, permissive, and authoritative) were identified, each exerting a different influence on adolescents’ digital behavior. Democratic communication patterns tend to foster positive and empathetic behavior, while authoritarian and permissive patterns may increase the risk of adolescents engaging in cyberbullying. The study concludes that open and positive communication between parents and children plays a crucial role in preventing and addressing cyberbullying effectively.
EVALUASI KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP PROSESI UPACARA ADAT SEREN TAUN DI KASEPUHAN SINAR RESMI Lestari, Dean; Doriza, Shinta; Nugraheni, Prastiti Laras
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.08

Abstract

Abstrak Kepuasan pengunjung merupakan evaluasi terhadap sejauh mana produk memenuhi harapan mereka. Jika produk sesuai dengan harapan, pengunjung akan merasa puas. Evaluasi kepuasan pengunjung dalam upacara adat seren taun di Kasepuhan Sinar Resmi mencakup pengalaman selama prosesi upacara, pemahaman terhadap makna setiap unsur adat, interaksi dengan komunitas lokal, serta kepuasan terhadap fasilitas dan koordinasi acara. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pengunjung terhadap prosesi upacara adat seren taun di Kasepuhan Sinar Resmi, dengan fokus pada indikator kepuasan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ditetapkan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah subjek lima orang pengunjung yang berasal dari luar daerah Kasepuhan Sinar Resmi, berusia 19 tahun ke atas, menghadiri seluruh prosesi upacara adat seren taun dari awal hingga akhir, dan yang telah menghadiri prosesi lebih dari sekali, dengan kehadiran 2-3 kali sebagai parameter yang relevan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan tinjauan pustaka, dengan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung mengalami kepuasan mendalam, dengan sebagian besar memberikan penilaian positif terhadap semua indikator dan faktor kepuasan, yang memungkinkan mereka untuk mengalami kedalaman spiritual dan kekayaan budaya dari upacara tersebut. Abstract Visitor satisfaction is an evaluation of the extent to which a product meets their expectations. If the product meets expectations, visitors will be satisfied. The evaluation of visitor satisfaction in the seren taun traditional ceremony at Kasepuhan Sinar Resmi includes experiences during the ceremony, understanding the meaning of each traditional element, interaction with the local community, and satisfaction with event facilities and coordination. This study aims to analyze visitor satisfaction with the seren taun traditional ceremony at Kasepuhan Sinar Resmi, focusing on satisfaction indicators and influencing factors. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The research subjects were determined using purposive sampling, with five visitors from outside the Kasepuhan Sinar Resmi area, aged 19 years and above, attending the entire seren taun ceremony from start to finish, and having attended the ceremony more than once, with 2-3 attendances as the relevant parameter. Data collection techniques included interviews and literature review, with interview guidelines as the research instrument. Data analysis techniques included data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results show that visitors experienced deep satisfaction, with most giving positive assessments of all satisfaction indicators and factors, allowing them to experience the spiritual depth and cultural richness of the ceremony.
MINDFULNESS, SOCIAL SUPPORT, AND ELDERLY QUALITY OF LIFE Adara, Naufalia; Pranadji, Diah Krisnatuti; Defina
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.02

Abstract

Abstract The quality of life of the elderly can be influenced by mindfulness which is a person's awareness to accept his life and social support from family, friends, and special people. This study aims to analyze the effect of mindfulness and social support on the quality of life of the elderly. The study involved 66 elderlies, consisting of 33 elderlies in Sindang Barang Village, Bogor City and 33 elderlies in Ciasmara Village, Bogor Regency. The study used a cross-sectional design with purposive sampling according to the research criteria, namely elderly widows who live with children. Mindfulness and social support of urban and rural elderly are categorized as low, while quality of life is categorized as good. There were no differences between urban and rural widowed elderly in mindfulness and social support, but there were differences in quality of life. Rural elderly has a better quality of life than urban. Correlation tests showed that family support was related to quality of life. Regression tests showed family support had a positive effect on quality of life. In widowed elderly, high family support will improve their quality of life. Abstrak Kualitas hidup lansia dapat diperngaruhi oleh mindfulness yang merupakan kesadaran seseorang untuk menerima hidupnya serta dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang spesial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mindfulness dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup lansia. Penelitian melibatkan 66 lansia, terdiri dari 33 lansia di Kelurahan Sindang Barang Kota Bogor dan 33 lansia di Desa Ciasmara Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan purposive sampling sesuai kriteria penelitian, yaitu lansia janda yang tinggal bersama anak. Mindfulness dan dukungan sosial lansia perkotaan dan pedesaan berkategori rendah, sedangkan kualitas hidup berkategori baik. Tidak ada perbedaan antara lansia janda di perkotaan dan pedesaan pada mindfulness dan dukungan sosial, namun terdapat perbedaan pada kualitas hidup. Lansia pedesaan memiliki kualitas hidup lebih baik daripada perkotaan. Uji korelasi menunjukkan dukungan keluarga berhubungan dengan kualitas hidup. Uji regresi menunjukkan dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap kualitas hidup. Pada lansia janda, tingginya dukungan keluarga akan meningkatkan kualitas hidupnya.
A STUDY OF REGULAR STUDENTS’ SOCIAL SUPPORT FOR STUDENTS WITH SPECIAL NEEDS: HOW DOES IT RELATE TO SOCIAL ACCEPTANCE? Damas, Fauzia Lazuardi; Kabbaro, Hurriyyatun; Faesal, Muhammad
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.01

Abstract

Abstract The implementation of inclusive education in Indonesia is still a challenge. Not all students with special needs are treated well by regular students. Students with special needs need social support in carrying out the learning process in inclusive schools. More studies need to be conducted on the social acceptance of regular students towards students with special needs. This study analyses the relationship between social acceptance and social support of regular students towards students with special needs. This research uses a correlational quantitative approach. Research data were collected using a proportionate stratified random sampling technique. The sample of this study totaled 209 regular students at SMP N 259 Jakarta, grades 7, 8, and 9, in whose classes there were students with special needs. Data collection used a questionnaire guided by the researcher. The instrument used to measure social acceptance consists of 21 items, while the instrument used to measure social support consists of 20 items. The results showed a correlation coefficient (r) of 0.832. This result means that the relationship between social acceptance and social support of regular students towards students with special needs is significant. So, the higher the social acceptance, the higher the social support. There needs to be socialization about inclusive education to encourage social acceptance of students with special needs. That way, social support will also increase.   Abstrak Implementasi pendidikan inklusi di Indonesia masih menjadi tantangan. Tidak semua siswa berkebutuhan khusus diperlakukan dengan baik oleh siswa reguler. Siswa berkebutuhan khusus membutuhkan dukungan sosial dalam menjalankan proses pembelajaran di sekolah inklusi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerimaan sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menganalisis hubungan antara penerimaan sosial dan dukungan sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 209 siswa reguler di SMP N 259 Jakarta, kelas 7, 8, dan 9, yang di dalam kelasnya terdapat siswa berkebutuhan khusus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dipandu oleh peneliti. Instrumen yang digunakan untuk mengukur penerimaan sosial terdiri dari 21 item, sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengukur dukungan sosial terdiri dari 20 item. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,832. Hasil ini berarti hubungan antara penerimaan sosial dan dukungan sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus adalah signifikan. Jadi, semakin tinggi penerimaan sosial maka semakin tinggi pula dukungan sosialnya. Perlu adanya sosialisasi mengenai pendidikan inklusi untuk mendorong penerimaan sosial terhadap siswa berkebutuhan khusus. Dengan begitu, dukungan sosial juga akan meningkat.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 01 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 01 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 1 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 02 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) More Issue