cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
ISSN : 23032375     EISSN : 25974521     DOI : https://doi.org/10.21009/JKKP
Core Subject : Education,
JKKP (Jurnal Kesejahteran Keluarga dan Pendidikan) provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and the novel technology news related to science of family welfare, education, entrepreneurship and hotel accommodation. Articles published in JKKP are articles that have not been published previously in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PERILAKU ANAK KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Aristawaty, Aulia; Mashabi, Nurlaila Abdullah; Hasanah, Uswatun
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.05

Abstract

Abstrak Kasus perceraian yang tinggi khususnya di daerah Jakarta Timur dikhawatirkan akan berdampak pada perilaku anak korban perceraian orang tua yang dapat menjadi bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku anak korban perceraian orang tua. Penelitian dilakukan di Jakarta Timur pada bulan Oktober 2022 sampai dengan bulan Februari 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang bercerai yang memiliki anak usia dini yang tergabung dalam komunitas orang tua tunggal sebanyak 100 responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengukur masalah perilaku adalah The Child Behavior Checklist and Related Forms for Assessing Behavioral/Emotional Problems and Competencies (CBCL). Kuesioner yang digunakan memiliki 58 pernyataan setelah diuji validasi dengan dimensi reaksi terhadap emosi, kecemasan/depresi, keluhan somatik, menarik diri, masalah tidur, kesulitan berkonsentrasi, dan perilaku agresif. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis korelasi (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah perilaku anak usia dini yang orang tuanya bercerai berada di tingkat sedang dengan nilai rata-rata 41,54. Hasil juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden, yaitu jenis kelamin anak, usia anak, pekerjaan ayah, dan pekerjaan ibu dengan masalah perilaku anak, sedangkan, terdapat hubungan antara orang tua yang mengasuh dengan masalah perilaku anak. Hasil ini berarti anak usia dini yang orang tuanya bercerai memiliki sedikit masalah perilaku yang akan muncul jika terdapat suatu hal atau kejadian yang tidak disukai anak sehingga akan memicu masalah perilakunya.   Abstract The high number of divorce cases, especially in the East Jakarta area, is feared to have an impact on the behavior of children who are victims of parental divorce which can become problematic. This study aims to determine the behavior of children who are victims of parental divorce. The research was conducted in East Jakarta from October 2022 to February 2023. This research uses the descriptive quantitative method. Sampling using a purposive sampling technique. The sample in this research is divorced parents who have early childhood and are members of a single-parent community of 100 respondents. Data were obtained using a questionnaire. The instrument used to measure behavioral problems is The Child Behavior Checklist and Related Forms for Assessing Behavioral/Emotional Problems and Competencies (CBCL). The questionnaire used has 58 statements after being validated with the dimensions of emotionally reactive, anxiety/depression, somatic complaints, withdrawn, sleep problems, attention problems, and aggressive behavior. Data were processed and analyzed using descriptive statistic analysis techniques and correlation analysis (chi-square). The results showed that the behavioral problems of early childhood whose parents divorced were at a moderate level with an average value of 41.54. The results also show that there is no relationship between the characteristics of the respondents, such as the child's gender, the child's age, the father's occupation, and the mother's occupation, with the child's behavior problems, meanwhile, there is a relationship between the characteristics of the parent who nurtures the child and the child's behavior problems. This result means that early childhood whose parents are divorced have few behavioral problems that will arise if something or an event triggers it.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS 7 SMP NEGERI 1 BATURETNO Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Sari, Isnaeni Anggun; Safuroh, Siti
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.04

Abstract

Abstrak Transisi pendidikan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama merupakan tantangan bagi siswa, khususnya siswa tahun pertama. Siswa tahun pertama perlu mempunyai motivasi belajar yang tinggi guna dapat menjawab tantangan akademik maupun non akademik. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor intrinsik dari dalam diri maupun faktor ekstrinsik dari lingkungan sosial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Populasi adalah siswa kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Baturetno. Total sampling digunakan sebagai teknik sampling. Sehingga subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah seluruh siswa baru kelas tujuh yang berjumlah 255 orang. Pengumpulan data menggunakan Skala Dukungan Sosial Orangtua (12 aitem, α = 0,893), Skala Adversity Quotient (16 aitem, α = 0,895), dan Skala Motivasi Belajar (11 aitem, α = 0,891). Data dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Dukungan sosial orangtua dan adversity quotient berpengaruh secara simultan sebesar 61,6% terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini berimplikasi pada urgensi peran keluarga dalam mendukung keberhasilan siswa di sekolah. Keluarga, khususnya orangtua, perlu menjadi lingkungan sosial yang mendukung serta menempa ketangguhan siswa demi menumbuhkembangkan motivasi belajar.   Abstract The transition from elementary school to junior high school is a challenge for students, especially first-year students. First-year students need to have high learning motivation to be able to answer current academic and non-academic challenges. Learning motivation is influenced by intrinsic factors which come from inside and extrinsic factors from the social environment. The research aims to determine the relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. The population is seventh-grade students of SMP Negeri 1 Baturetno. We used total population sampling. The subjects involved in this study were all first-year junior high school students, totaling 255 people. Data collection used the Parents' Social Support Scale (12 items, α = 0.893), Adversity Quotient Scale (16 items, α = 0.895), and Learning Motivation Scale (11 items, α = 0.891). Data were analyzed by multiple regression analysis. The results showed that there was a relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. Parental social support and adversity quotient have an effect of 61.6% on students' learning motivation. This research has implications for the urgency of the role of the family in supporting student success at school. Families, especially parents, need to be in a social environment that supports and forges student resilience to develop motivation to learn.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SDN. 063/XI KOTO PADANG Suryani; Candra, Hadi; Hartono, Rudi
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.07

Abstract

Abstrak Selain lingkungan Keluarga, lingkungan yang juga berperan untuk melakukan Pendidikan akarakter adalah lingkungan sekolah. Salah satu masalah di sekolah adalah kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter masih rendah. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara memberikan tindakan berupa in house training. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP berorientasi pada penguatan pendidikan karakter melalui in house training di SDN. 063/XI Koto Padang tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus dilakukan dalam tiga pertemuan dengan empat kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan delapan guru di SDN. 063/XI Koto Padang Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan atau observasi, angket atau kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan in house training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP berorientasi penguatan pendidikan karakater di SDN.063/XI Koto Padang yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan keberhasilan. Nilai rata-rata mengalami peningkatan dari 58 (Pratindakan) menjadi 72,13 (Siklus I), dan 86,62 (Siklus II). Persentase ketuntasan keberhasilan juga mengalami kenaikan dari 25% (Pratindakan) menjadi 50% (Siklus I), dan 87,5% (Siklus II). Berdasarkan temuan penelitian, in house training dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP berorientasi penguatan pendidikan karakter.   Abstract In addition to the family environment, the environment that also plays a role in character education is the school environment. One of the problems in schools is that the teacher's ability to develop lesson plans that are oriented towards strengthening character education still needs to be higher. The results of previous studies indicate that one of the strategies to solve these problems is to provide actions in the form of in-house training. This study aims to improve teachers' ability to prepare lesson plans oriented to strengthening character education through in-house training at SDN. 063/XI Koto Padang for the academic year 2021/2022. This research used school action research conducted in two cycles, namely, cycle I and cycle II. Each cycle is carried out in three meetings with four activities: planning, implementation, observation, and reflection. This study involved eight teachers at SDN. 063/XI Koto Padang, Tanah Kampung District, Sungai Penuh City, Jambi Province. Data collection techniques used observation or observation techniques, questionnaires or questionnaires, interviews, and documentation. Furthermore, data processing uses descriptive analysis techniques. The results showed that the implementation of in-house training could improve the ability of teachers to prepare learning implementation plans oriented towards strengthening character education at SDN.063/XI Koto Padang which can be seen from the increase in the average score and the percentage of complete success. The average value increased from 58 (Pre-action) to 72.13 (Cycle I) and 86.62 (Cycle II). The percentage of complete success also increased from 25% (Pre-action) to 50% (Cycle I) and 87.5% (Cycle II). Based on the research findings, in-house training can be a solution to improve the ability of teachers in preparing a learning implementation plan oriented towards strengthening character education.
STRATEGI MINDFULL PARENTING PADA DUAL CAREERS FAMILY Ranita Sari; Hasanah, Uswatun; Nugraheni, Prastiti Laras
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.09

Abstract

Pada masa pandemi, orangtua memiliki peran ganda dalam melakukan aktifitas work from home, yaitu harus bekerja dan mengasuh anak. Namun hal tersebut tidaklah mudah, banyak kasus kekerasan pada anak terjadi karena pola asuh yang salah akibat beban psikis dan fisik orangtua melakukan peran ganda tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan mengoptimalisasi kualitas hubungan antara orang tua dan anak dual career family dengan menerapkan mindfull parenting atau keterampilan pengasuhan berbasis kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi mindful parenting yang dilakukan oleh dual careers family. Metode penelitian ini yang digunakan yakni metode deskriptif kuantitatif. Instrumen Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) yang dirancang oleh McCaffrey (2017) dan di adaptasi oleh Febriani et al. (2021), yaitu dengan dimensi mindful dicipline dan being in the moment with the child. Responden dalam penelitian ini merupakan dual careers family yang berjumlah 93 orang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Penerapan pola asuh mindful parenting orang tua lebih banyak mengunakan dimensi being in the moment with the child sebesar 57%, yang dapat meningkatkan rasa empati terhadap anak dan secara sadar orangtua memandang anak apa adanya sebagai manusia, sehingga orang tua senantiasa hadir pada setiap momen tumbuh kembang anak secara bijaksana dan responsif terhadap kebutuhannya. Sedangkan, Dual Careers Family yang dikategorikan tinggi dalam dimensi Mindful Dicipline sebesar 49%.   Abstract During a pandemic, parents have a dual role in carrying out work from home activities, namely having to work and take care of their children. However, this is not easy, many cases of violence against children occur because of wrong parenting as a result of the psychological and physical burden of parents who carry out this dual role. One of the efforts that can be made to maintain mental health and optimize the quality of the relationship between parents and children in dual career families is to apply mindful parenting or awareness-based parenting. This study aims to identify mindful parenting strategies carried out by dual career families. The research method used is a quantitative descriptive method. This study used the Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) designed by McCaffrey (2017) and adapted by Febriani et al. (2021), namely with the dimension of mindful discipline and being in the moment with the child. Respondents in this study were dual career families, totaling 93 people. The research results obtained show that the application of mindful parenting uses more of the dimensions of being in the moment with the child by 57%, which can increase empathy for children and consciously parents see children as they are as human beings, so that parents are always present at every moment of child development wisely and responsive to their needs. Meanwhile, the Dual Careers Family which is categorized as high on the Mindful Discipline dimension is 49%.
PENGEMBANGAN MEDIA POSTER SEBAGAI MEDIA EDUKASI ORANGTUA DALAM MEMBANTU MENCEGAH PERILAKU PERUNDUNGAN Adnan, Dwi Restu Amanda; Kaloko, Jetun; Sihombing, Kartini; Mahmud, Putra
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.10

Abstract

Bullying is a negative behaviour carried out repeatedly and individually or in groups and causes discomfort to the victim. Character education is one of the first solutions starting from the family to prevent bullying, so parents need to understand what to do with their children. Therefore, it is necessary to have media in the form of posters which is a means of education in helping parents to prevent child bullying. The method used in this study is the research and development method (R&D) with the PPE model (Planning, Production, and Evaluation). The material explained in the poster includes the definition of bullying, the causes of bullying, the impact of bullying on children, character education to prevent bullying, and the role of parents in preventing bullying. The results obtained were that the posters made were included in the outstanding category with a score of 85.5% in the assessment of the quality of the poster media and obtained a score of 84.6% in the assessment of the feasibility of the content of the material. Therefore, the poster is appropriate for parents. Hopefully, this poster can have an impact so that parents begin to implement parental roles in preventing bullying behaviour. Keywords: bullying, character education, parental role Abstrak Perilaku perundungan adalah suatu perilaku negatif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh individu maupun kelompok dan menyebabkan rasa ketidaknyamanan terhadap korban. Pendidikan karakter merupakan salah satu solusi pertama dimulai dari keluarga dalam pencegahan perundungan sehingga orangtua perlu memahami apa yang harus dilakukan terhadap anak. Oleh karena itu, perlu ada sebuah media berupa poster yang menjadi sarana edukasi dalam membantu orangtua melakukan pencegahan terjadinya perundungan pada anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau R&D (Research and Development) dan menggunakan model PPE yaitu Planning (Perencanaan), Production (Produksi), dan Evaluation (Evaluasi). Materi yang dijelaskan dalam poster tersebut berupa pengertian perundungan, faktor penyebab perundungan, dampak perundungan pada anak, pendidikan karakter sebagai upaya mencegah perundungan, dan peran orang tua dalam mencegah perundungan. Diperoleh hasil bahwa poster yang dibuat termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan skor 85,5% dalam penilaian terhadap kualitas media poster dan memperoleh skor 84,6% dalam penilaian kelayakan isi materi. Maka dapat disimpulkan bahwa poster tersebut layak untuk diberikan kepada orangtua. Diharapkan poster ini dapat memberikan dampak agar orangtua mulai menerapkan peran-peran orangtua dalam mencegah perilaku perundungan. Kata kunci: pendidikan karakter, peran orangtua, perundungan
PERAN ORANG TUA TERHADAP PSIKOLOGIS ANAK RANTAU MELALUI KOMUNIKASI JARAK JAUH Najmudin, Muhammad Faisal; Khotima, Nurul Ashyfa; Lubis, Ratna Febriany
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.08

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi jarak jauh yang efektif antara orang tua dan anak rantau dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana orang tua dapat memainkan peran yang efektif dalam mendukung kesejahteraan psikologis anak rantau yang jauh dari keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka yang menggunakan sumber informasi dari bahan pustaka dengan mengumpulkan informasi dan data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal, buku, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya teknologi dan media komunikasi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menjaga hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak rantau. Kunci efektif dan efisien peran orang tua terhadap psikologis anaknya yang sedang merantau melalui komunikasi jarak jauh diantaranya 1) mendukung anak rantau secara emosional, dengan adanya dukungan secara emosional dari orang tua, anak akan lebih mampu mengatasi stres dan masalah emosional yang mungkin muncul selama masa transisi menjadi anak rantau, 2) menjaga komunikasi yang baik, dengan adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak rantau sangat penting agar anak merasa terhubung dengan keluarga dan rumah mereka, 3) memberikan motivasi dan dukungan dalam karir dan pendidikan, agar memastikan anak dapat mencapai potensi terbaiknya, dan 4) memberikan dukungan finansial, agar anak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa peran orang tua terhadap anak rantau melalui komunikasi jarak jauh sangat penting untuk mendukung keberhasilan anak dalam belajar dan kesejahteraan psikologisnya. Komunikasi jarak jauh ini mencakup dukungan emosional, motivasi dalam karir, finansial, dan dukungan moral.   Abstract This study aims to analyze effective strategies for long-distance communication between parents and children who are living overseas, in order to provide a better understanding of how parents can effectively support the psychological well-being of their overseas children who are far from home. The research method employed in this study is a literature review, which uses information gathered from library resources such as books, journals, and other written documents. The results of the study demonstrate that the use of technology and communication media can be an effective means of maintaining relationships and communication between parents and overseas children. Key strategies that parents can employ in order to support the psychological well-being of their migrating children through long-distance communication include: 1) providing emotional support, which can help children better cope with stress and emotional problems that may arise during the transition period; 2) maintaining good communication, which is crucial for helping children feel connected to their families and homes; 3) providing motivation and support in education and career goals to help children achieve their best potential; and 4) providing financial support, which can help ensure that children can meet their basic needs while living overseas. This research concludes that the role of parents towards overseas children through long-distance communication is very important to support children's success in learning and psychological well-being. This long-distance communication includes emotional support, career motivation, financial, and moral support.
PERAN PARENTAL BONDING DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA ANAK USIA REMAJA Elmanora, Elmanora; Handriani, Alya Yunika; Naomi, Ruthy Bernike; Aurelia, Puspa; Ganda, Kezia Rosalinda; Pasla, Hartian
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.10

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parental bonding terhadap self-esteem pada anak usia remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif asosiatif. Pengambilan data dilakukan pada tahun 2022 di wilayah Jakarta. Responden dalam penelitian ini adalah 81 orang anak usia remaja yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini mengumpulkan data karakteristik responden, parental bonding, dan self-esteem. Instrumen pengukuran variabel penelitian terdiri atas 25 butir untuk variabel parental bonding dan 10 butir untuk variabel self-esteem. Setiap pernyataan terdiri atas empat pilihan tanggapan, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan statistika deskriptif dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem remaja termasuk dalam kategori sedang. Remaja juga memiliki tingkat kedekatan dengan orang tuanya dalam kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa parental bonding berpengaruh signifikan terhadap self-esteem remaja (β=0,763, p<0,01). Berdasarkan hasil tersebut, parental bonding dapat meningkatkan self-esteem pada anak usia remaja. Semakin dekat hubungan antara orang tua dengan anak usia remaja maka semakin baik self-esteem yang dimiliki oleh anak. Dengan demikian, peningkatan kedekatan antara orang tua dan anak dapat menjadi solusi untuk meningkatkan self-esteem pada anak, terutama anak usia remaja.   Abstract This study aims to analyze the effect of parental bonding on self-esteem in adolescent children. This study used a cross-sectional design and an associative quantitative approach. Data collection be done in 2022 in the Jakarta area. Respondents in this study were 81 adolescents who were selected using a purposive sampling technique. This study collected data on respondent characteristics, parental bonding, and self-esteem. The research variable measurement instrument comprised 25 parental bonding items and ten self-esteem items variables. Each statement has four response options: strongly agree, agree, disagree, and strongly disagree. Data processing uses descriptive statistics and simple linear regression tests. The study results show that adolescent self-esteem is in the medium category. Teenagers also have a level of closeness with their parents in the medium category. The simple linear regression test results show that parental bonding significantly affects adolescent self-esteem (β=0.763, p<0.01). Based on these results, parental bonding can increase self-esteem in adolescent children. The closer the relationship between parents and adolescents, the better the child's self-esteem. Thus, increasing the closeness between parents and children can be a solution to increase self-esteem in children, especially teenagers.
PERILAKU OVER PROTEKTIF ORANG TUA: PENGALAMAN ANAK DAN DAMPAK YANG DITIMBULKAN Wardana, Ardilia Mahda; Rahmita, Dinar Nur Hijja; Aqila, Nataza; Musthofa, M. Hanif; Faruq, Faruq
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.102.01

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam pengalaman anak mengenai overprotective dan menggali permasalahan anak ketika mendapat aturan yang berlebihan dari orang tua. Metode penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif fenomenalogi dengan melakukan wawancara. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dikarenakan peneliti sudah memiliki karakteristik untuk partisipan sehingga peneliti mencari partisipan yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Karakteristik yang dipilih adalah anak yang berusia antara 11-25 tahun, yang masih memiliki keluarga lengkap, memiliki aturan ketat dalam keluarga, dan tinggal dengan keluarga inti (tidak tinggal dengan kakek, nenek, saudara dll. Hasil penelitian ini memberikan empat tema mengenai pengalaman overprotective yang dilakukan orang tua dalam perspektif anak, tema tersebut ialah pandangan anak mengenai overprotective, keinginan orang tua terhadap anak, bentuk perilaku overprotective orang tua, dan dampak overprotective pada anak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pandangan anak terhadap overprotective berlebihan yang dilakukan oleh orang tua membawa pengaruh perilaku positif dan negatif, tetapi lebih dominan memberikan efek negatif bagi kehidupan anak. Penelitian Ini memberikan Informasi kepada masyarakat khususnya kepada orang tua bahwa perilaku overprotective bisa memberikan dampak buruk bagi anak. Hal Ini bisa menjadi pertimbangan bagaimana peran keluarga khususnya orang tua dalam bersikap ketika berhadapan dengan anak.   Abstract The purpose of this research was conducted to find out more about children's experiences regarding over-protectiveness and explore children's problems when they get excessive rules from their parents. The research method used is qualitative phenomenalogy by conducting interviews. The sampling technique in this study used purposive sampling because researchers already had characteristics for participants, so researchers looked for participants who matched these characteristics. The characteristics selected are children aged between 11-25 years, who still have a complete family, have strict family rules, and live with a nuclear family (don't live with grandparents, siblings etc. The results of this study provide four themes regarding over-the-counter experiences). protective behavior carried out by parents from the child's perspective, the theme is the child's view of overprotectiveness, the desire of parents for children, forms of parental overprotective behavior, and the impact of overprotectiveness on children from this study it can be concluded that children's views on overprotectiveness carried out by parents brings positive and negative behavioral influences, but more dominantly has a negative effect on children's lives. This research provides information to the public, especially to parents, that overprotective behavior can have a bad impact on children. This can be a consideration of how the role family, especially parents, in their behavior when dealing with children.
PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA Adiva Fira Elvadari; Chory Liliyana Zahwa; Rika Amelia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.102.03

Abstract

Game online merupakan game yang sangat digemari oleh berbagai kalangan usia, salah satunya yang paling menonjol adalah pada kalangan remaja. Permainan yang dimainkan melalui internet memang dianggap lebih seru dan lebih menantang, namun tak sedikit juga para pemain game online yang terjerumus menjadi kecanduan akan game online. Seseorang yang dianggap kecanduan dalam game online adalah ketika waktu yang dihabiskan untuk bermain sudah melebihi batas waktu, sudah mengganggu produktivitas kesehariannya, serta keinginan untuk terus-menerus memainkan game-nya. Terdapat beberapa kasus di Indonesia terkait seorang remaja yang kecanduan akan game online yang berdampak pada kematian. Banyak faktor yang dapat membuat seseorang menjadi kecanduan akan game online, salah satunya adalah faktor eksternal yang bersumber dari keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan jika seseorang memiliki hubungan yang kurang baik dalam keluarga dapat membuat seseorang memiliki perilaku yang negatif seperti kecanduan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu studi literatur dengan mengumpulkan dan mengelaborasikan informasi dari berbagai penelitian sebelumnya secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi bagaimana peran orang tua dalam mencegah anaknya terhadap kecanduan game online. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya permasalahan yang ditimbulkan pada anak yang mengalami kecanduan game online, maka pentingnya peran dari pihak keluarga dalam mengawasi dan membimbing anaknya untuk dapat mengontrol dirinya agar tidak mengalami kecanduan akan game online.   Abstract Online games are games that are very popular with various age groups, one of which is most prominent is among teenagers. Games played over the internet are indeed considered more exciting and more challenging, but not a few online game players who fall into addiction to online games. Someone who is considered addicted to online games is when the time spent playing has exceeded the time limit, has interfered with their daily productivity, and the desire to continue playing the game. There are several cases in Indonesia of teenagers addicted to online games that resulted in death. Many factors can make a person become addicted to online games, one of which is external factors that come from the family. Some studies show that if someone has a bad relationship in the family, it can make someone have negative behavior such as addiction. This research uses a qualitative method, which is a literature study by systematically collecting and elaborating information from various previous studies. The purpose of this study is to provide information on how the role of parents in preventing their children from online game addiction. The results of this study indicate that there are many problems caused to children who experience online game addiction, so the importance of the role of the family in taking care of their children.
ANALISIS PROGRAM BANGGA KENCANA: STUDI TINGGINYA ANGKA UNMET NEED DI PROVINSI ACEH Sartika Ayu, Eriena; Munawar, Eddy; Ilham, Ridha; Khairi, Alfin; Silitonga, Mirdat
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.102.04

Abstract

Abstrak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia diberikan target utama untuk menurunkan angka kelahiran menjadi 2,1 anak dari 1000 kelahiran wanita usia subur. Selain daripada itu program Keluarga Berencana juga diyakini dapat mencegah resiko terjadinya stunting pada balita melalui upayanya dalam mengatur kehamilan melalui penggunaan alat dan obat kontrasepsi. Adapun salah satu masalah yang saat ini dialami oleh Provinsi Aceh adalah tingginya angka unmet need. Unmet need sendiri merupakan kondisi tidak terpenuhinya kebutuhan ber-KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin menunda kehamilan ataupun tidak menginginkan anak lagi. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan tingginya persentase unmet need di Provinsi Aceh sehingga target untuk menurunkan persentase unmet need dapat diturunkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mix method. Adapun sampel lokus yang dipilih adalah 4 Kab/Kota yang memiliki persentase jumlah PUS dengan status sangat tinggi di Provinsi Aceh, yaitu: Kota Banda Aceh Kota Subulussalam, Kab. Singkil dan Kab. Pidie yang berjumlah 200 responden. Berdasarkan hasil wawancara dan temuan pada penelitian ini diketahui faktor yang menentukan tingginya angka unmet need di Provinsi Aceh antara lain disebabkan karena informasi masyarakat yang keliru terhadap alat dan obat kontrasepsi; kurangnya sinergi antara PKB dan tenaga kesehatan; rendahnya kualitas komunikasi kader dan keterbukaan PUS yang didata dalam memberikan informasi.   Abstract The Indonesian National Population and Family Planning Board is given the main target to reduce the birth rate to 2.1 children for every 1000 births of women of childbearing age. Apart from that, the family planning program is also believed to be able to prevent the risk of stunting in children under five through its efforts to regulate pregnancy through the use of contraceptive devices and drugs. One of the problems currently being experienced by the Province of Aceh is the high number of unmet need. Unmet need itself is a condition where the need for family planning is not fulfilled for Couples of Reproductive Age who wish to postpone pregnancy or do not want any more children. The purpose of this study is to find out the reasons for the high percentage of unmet need in Aceh Province so that the target to reduce the percentage of unmet need can be lowered. This research was conducted using a mix method. The locus samples selected were 4 districts/cities that had a very high percentage of women with very high status in Aceh Province, namely: Banda Aceh, Subulussalam, Aceh Singkil and KPidie with a total of 200 respondents. Based on the results of interviews and findings in this study, it is known that the factors that determine the high number of unmet need in Aceh Province are caused by, among other things, wrong information from the public regarding contraceptive devices and drugs; lack of synergy between PKB and health workers; low quality of cadre communication and openness of PUS recorded in providing information. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 01 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 01 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 1 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 02 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) More Issue