cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan sunarni, neli
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Nationally, the cause of the highest maternal mortality rate (MMR) is bleeding. While anemia in pregnant women is the main cause of bleeding. Anemia in pregnant women is a risk condition that affects maternal mortality. The number of pregnant women in Ciamis Regency in 2021 is 20,051 with an anemia prevalence of 2,309 or 11.5% of the number of pregnancies. According to data from the TPMB Titin Kusumahningrum from January-March 2022 from 23 pregnant women, 30.4% of pregnancies with anemia. The effects of anemia include bleeding and infection in the mother, in infants it can cause IUGR, low birth weight and asphyxia. Meanwhile, the cause of anemia in pregnant women is a lack of iron, folic acid and other nutrients. The purpose of this study was to provide an overview of the midwifery care provided to 4 pregnant women with anemia. This research method uses a qualitative description method with a case study approach. This care is carried out on February 25 – March 17, 2022. Midwives have carried out midwifery care for pregnant women with mild anemia in accordance with their standards and authorities, starting from assessment, formulation of midwifery diagnoses, planning, implementation and evaluation.Keywords: Pregnant women; anemiaSecara nasional penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) paling tinggi adalah perdarahan. Sementara anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan. Anemia pada ibu hamil adalah suatu keadaan risiko yang berpengaruh terhadap angka kematian ibu. Jumlah ibu hamil di Kabupaten Ciamis pada tahun 2021 sebanyak 20.051 dengan prevalensi anemia sebanyak 2.309 atau 11,5% dari jumlah kehamilan. Menurut data di TPMB Titin Kusumahningrum dari bulan Januari-Maret 2022 dari 23 ibu hamil, kehamilan dengan anemia sebanyak 30,4%. Dampak anemia diantaranya pada ibu terjadi perdarahan dan infeksi, pada bayi dapat menyebabkan IUGR, BBLR dan Asfiksia. Sementara itu, penyebab anemia pada ibu hamil adalah kekurangan zat besi, asam folat dan zat gizi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan yang diberikan kepada 4 orang ibu hamil yang mengalami anemia. Metode penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Februari – 17 Maret 2022. Bidan telah melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan anemia ringan sesuai dengan standar dan kewenangannya, mulai dari pengkajian, perumusan diagnosis kebidanan, perencanaan, implementasi dan evaluasi.Kata kunci: ibu hamil; anemia.
Core Stability Exercise Meningkatkan Fleksibilitas Lumbal dan Kekuatan Otot pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Leksonowati, Sri Saadiyah; Sudaryanto, Sudaryanto; Suharto, Suharto
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15102

Abstract

Low back pain is characterized by complaints of pain in the lumbosacrum, sacroiliac, hips and is often accompanied by pain in the legs, numbness and weakness. Low back pain is the main factor causing someone to lose work time and reduce worker productivity. The aim of this study was to determine the effectiveness of core stability exercises to increase lumbar flexibility and muscle strength in patients with low back pain. This type of research was pre-experimental with a one group pretest and posttest design, which was carried out at the Salewangan Regional General Hospital, Maros from April to August 2019. The research sample was 35 patients with low back pain who met the inclusion criteria, namely all patients who were diagnosed lower back pain, regularly undergoing physiotherapy at the hospital, signing informed consent as a research sample; the exclusion criteria were sufferers of low back pain with obesity, patients after muscle or nerve surgery and patients with fractures of the vertebrae. Lumbar flexibility was measured using the scober test and muscle strength was measured using manual muscle testing before and after treatment. Next, the data was analyzed using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed a p-value = 0.000, which means there was a difference in lumbar flexibility and muscle strength between before and after the intervention. It was concluded that core stability exercises were effective for increasing lumbar flexibility and muscle strength in patients with low back pain.Keywords: low back pain; core stability exercise; lumbar flexibility; muscle strength ABSTRAK Nyeri punggung bawah ditandai dengan keluhan nyeri pada bagian lumbo sakrum, sakroiliaka, pinggul dan sering disertai nyeri pada kaki, mati rasa dan kelemahan. Nyeri punggung bawah menjadi faktor utama penyebab seseorang kehilangan waktu kerja dan menurunkan poduktivitas pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas core stability exercises untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal dan kekuatan otot pada pasien nyeri punggung bawah. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest, yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Salewangan, Maros pada bulan April sampai dengan Agustus 2019. Sampel penelitian adalah 35 pasien dengan nyeri punggung bawah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu semua pasien yang terdiagnosis nyeri punggung bawah, rutin menjalani fisioterapi di rumah sakit, menandatangani informed consent sebagai sampel penelitian; dengan kriteria eksklusi  adalah penderita nyeri punggung bawah dengan obesitas, pasien pasca operasi otot atau saraf dan pasien dengan fraktur pada vertebrae. Pengukuran fleksibitas lumbal dilakukan menggunakan scober testdan pengukuran kekuatan otot dilakukan dengan manual muscle testing sebelum dan sesudah perlakuan. Selanjutnya dilakukan dianalisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 yang berarti ada perbedaan fleksibilitas lumbal dan kekuatan otot antara sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa core stability exercises efektif untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal dan kekuatan otot pasien dengan nyeri punggung bawah.Kata kunci: nyeri punggung bawah; core stability exercise; fleksibilitas lumbal; kekuatan otot
Deteksi Perkembangan Anak Usia 3-72 Bulan dengan Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Anak Huru, Matje Meriaty; Mangi, Jane Leo; Batbual, Bringiwatty; Mamoh, Kamilus
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15104

Abstract

Detection of child development is an important thing that must be given to children during their growth and development period. Through developmental detection, deviations or developmental disorders in children can be found, so that early intervention can be carried out. In this way, it is hoped that there will be no severe and permanent impacts. Therefore, research is needed that aims to determine the development of children aged 3-72 months. This type of research was quantitative descriptive which was carried out in Oelnasi Village, Kupang Regency in 2021. The research sample was 70 children aged 3-72 months who were selected using the total population sampling technique. Data about child development was collected through filling out a pre-screening child development questionnaire. The collected data was analyzed using descriptive statistical methods in the form of frequencies and proportions. The results of this study show that the majority of children (90%) had development according to their age. For child development in the appropriate category, it was dominated by boys (95.5%), aged 3-72 months (96.1%), and children who live with both parents (98.4%). It was concluded that in general children aged 3-72 months in Oelnasi Village, Kupang Regency have an appropriate development category.Keywords: children aged 3-72 months; development; gender; age; parentABSTRAK Deteksi perkembangan anak merupakan hal penting yang wajib diberikan kepada anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan. Melalui deteksi perkembangan dapat ditemukan adanya penyimpangan atau gangguan perkembangan pada anak, sehingga dapat dilakukan intervensi secara dini. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi dampak yang berat dan menetap. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak usia 3-72 bulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan di Desa Oelnasi, Kabupaten Kupang pada tahun 2021. Sampel penelitian adalah 70 anak usia 3-72 bulan yang dipilih dengan teknik total population sampling. Data tentang perkembangan anak dikumpulkan melalui pengisian kuesioner pra skrining perkembangan anak. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak (90%) memiliki perkembangan sesuai umurnya. Untuk perkembangan anak dalam kategori sesuai, lebih didominasi oleh laki-laki (95,5%), usia 3-72 bulan (96,1%), dan anak yang tinggal bersama dengan kedua orangtua (98,4%). Disimpulkan bahwa pada umumnya anak berusia 3-72 bulan di Desa Oelnasi, Kabupaten Kupang memiliki kategori perkembangan yang sesuai.Kata kunci: anak usia 3-72 bulan; perkembangan; jenis kelamin; usia; orangtua 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Panekan, Magetan Rahmawati, Debby; Handayani, Tinuk Esti; Suparji, Suparji; Suharto, Agung
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14301

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems that has not been resolved and the incidence rate is still quite high in Magetan Regency, especially in the Panekan Community Health Center working area, namely 49.1%. Toddlers with stunting have an impact on growth and development that is not optimal physically and psychomotorically. This research aimed to analyze the factors that cause stunting. This research was an analytical survey study with a cross-sectional design. The population was 251 toddlers in 17 villages in Panekan District. The sample size was 163 toddlers taken using proportional random sampling and simple random sampling techniques. Independent variables were gender, exclusive breastfeeding, history of LBW and parity; while the dependent variable was the incidence of stunting. Data collection was carried out using children's cohort book documentation and recapitulation data from the Panekan Community Health Center. The collected data was analyzed using a logistic regression test. The research results showed that the majority of toddlers with stunting were male, born LBW, not given exclusive breast milk, and born to mothers with grandemultiparous parity. The results of statistical analysis showed that factors that were significantly related to the incidence of stunting were gender (p = 0.033, OR = 1.84), history of low birth weight  (p = 0.000, OR = 28.3), exclusive breastfeeding (p = 0.000, OR = 58.8) and parity (p = 0.002, OR = 6.49). It was concluded that the factors that contributed to the occurrence of stunting at the Panekan Community Health Center included gender, low birth weight, exclusive breastfeeding, and parity. The dominant factor causing stunting is breastfeeding.Keywords: exclusive breastfeeding; low birth weight; gender; parity; stuntingABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang belum terselesaikan dan masih cukup tinggi angka kejadiannya di Kabupaten Magetan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Panekan yaitu sebesar 49,1%. Balita dengan stunting berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal secara fisik dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya stunting. Penelitian ini merupakan studi survey analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah 251 balita pada 17 desa di Kecamatan Panekan. Ukuran sampel 163 balita yang diambil dengan teknik proportional random sampling dan simple random sampling. Variabel independent adalah jenis kelamin, pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR dan paritas; sedangkan variabel dependent adalah kejadian stunting. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dokumentasi buku kohort anak dan data rekapitulasi data Puskesmas Panekan. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita dengan stunting berjenis kelamin laki-laki, lahir dengan bayi berat lahir rendah, tidak diberikan ASI eksklusif, dan lahir dari ibu dengan paritas grandemultipara. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting adalah jenis kelamin (p = 0,033, OR = 1,84), riwayat BBLR (p = 0,000, OR = 28,3), pemberian ASI eksklusif (p = 0,000, OR = 58,8) dan paritas (p = 0,002, OR = 6,49). Disimpulkan bahwa faktor yang memberikan kontribusi terhadap terjadinya stunting di Puskesmas Panekan meliputi jenis kelamin, bayi berat lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, dan paritas. Faktor dominan penyebab stunting adalah pemberian ASI.Kata kunci: ASI eksklusif; bayi berat lahir rendah; jenis kelamin; paritas; stunting
Relationship between Nutritional Knowledge and Eating Habits with Adolescent Nutritional Status at MTS Persis Sukabumi City. septica, qorry qorry; lestari, ranti ranti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a very important period in the process of human growth and development, the condition of adulthood is largely determined by the state of nutrition and health in adolescence. Nutritional problems that arise in adolescence are caused by a lack of knowledge and poor eating patterns causing an imbalance between consumption and recommended nutritional adequacy. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional knowledge and eating habits with the adolescent nutritional status. This study used a correlational with a cross-sectional study design. The research was conducted in March 2022 at MTS Persis Sukabumi City. The population of this study was all teenagers 13-15 years, totaling 57 people and the sampling technique is total sampling. Data were collected using a questionnaire which was then analyzed using the Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between nutritional knowledge and the nutritional status of adolescent girls with a p-value of 0.001 <0.05. There is a relationship between diet and nutritional status with a p-value of 0.0014 <0.05. There is a relationship between nutritional knowledge and eating habits with adolescent nutritional status at MTS Persis Sukabumi City.
Platform E-Learning Belajar Kesga Kelas Ibu Balita berhasil Meningkatkan Pengetahuan Ibu Mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Herlina, Tutiek; Nisrina, Salsabilla; Ngestiningrum, Ayesha Hendriana; Purwanto, Triana Septianti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14302

Abstract

The Mother Toddler Class program facilitates parents in monitoring their children's growth and development. During the pandemic, the Mother Toddler Class program cannot be implemented, but independent monitoring of children's growth and development can be carried out using the e-learning platform Belajar Kesga. This study aims to determine the effect of the e-learning platform Belajar Kesga Mother Toddler Class on mothers' knowledge of child growth and development. This study used a non-equivalent control group design, involving 88 mothers of toddlers selected using the cluster sampling method, divided into two groups: a treatment group and a control group, each with 44 people. Knowledge was measured in both groups, both before and after the intervention, using Google Forms. Data were then analyzed using the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. In the treatment group, a p-value of 0.000 was obtained, indicating a significant difference in knowledge levels before and after the intervention. In the control group, a p-value of 0.443 was obtained, indicating no significant difference in knowledge levels before and after the intervention. The comparison test of the final knowledge levels between the two groups yielded a p-value of 0.000, indicating a difference in knowledge levels between the two groups, with higher levels in the treatment group. In conclusion, the e-learning platform "Learning Kesga" successfully increased the knowledge of mothers of toddlers regarding child growth and development. Therefore, it is hoped that the use of the e-learning platform "Learning Kesga" can be encouraged.Keywords: toddlers; growth; development; e-learning platform; mothers' knowledge ABSTRAK Kegiatan kelas ibu balita menjadikan orangtua terfasilitasi dalam mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak. Di masa pandemi, kegiatan kelas ibu balita tidak dapat terlaksana, namun dapat dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri dengan menggunakan platform e-learning belajar kesga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh platform e-learning belajar kesga kelas ibu balita terhadap pengetahuan ibu mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent control group, yang melibatkan 88 ibu balita yang dipilih menggunakan metode cluster sampling, yang dibagi menjadi dua untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing 44 orang. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran pengetahuan, baik pada fase sebelum maupun sesudah intervensi, menggunakan Google Form. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p = 0,000 yang bisa dimaknai bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan secara signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,443 yang bisa dimaknai bahwa ada tidak perbedaan tingkat pengetahuan secara signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Pada uji perbandingan tingkat pengetahuan akhir antara kedua kelompok didapatkan nilai p = 0,000, yang bisa dimaknai bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan antara kedua kelompok, dengan tingkat yang lebih tinggi pada kelompok perlakuan. Sebagai kesimpulan, platform e-learning belajar kesga berhasil meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga diharapkan penggunaan platform e-learning belajar kesga dapat digalakkan.Kata kunci: balita; pertumbuhan; perkembangan; platform e-learning; pengetahuan ibu  
Kebiasaan Sarapan pada Anak di SDN 09 Kenagarian Sijunjung Eka Desnita; Yahdian Rasyadi; Nopan Saputra; Novia Asti Rahayu; Fadila Reza Putri; Alvi Yusra
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13201

Abstract

The breakfast pattern contributes to meeting the energy and nutritional needs of children. Not all children of school age have breakfast. This study aims to analyze breakfast habits in elementary school-age children. This research involved 80 students of SDN 09 Kenagarian, Sijunjung. In this descriptive study, children's knowledge of the importance of breakfast was measured by filling out a questionnaire. From the results of data analysis, 86.25% of students had breakfast every day, 82.5% had breakfast at home, 85% of parents played a role in reminding the importance of breakfast, 78.75% of parents accompanied their children at breakfast, 72.5% of students understood that breakfast important to do every day, and 61.25% of students understand the importance of the nutritional value that is fulfilled in breakfast. From the results of this study it could be concluded that most of the students actively had breakfast, but there were still many who did not understand that fulfilling the required nutritional value was important in breakfast. Most parents play an active role in supporting the fulfillment of student breakfast.Keywords: breakfast; elementary school students; habitABSTRAK Pola sarapan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi dan gizi pada anak. Tidak semua anak di usia sekolah bersarapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan sarapan pada anak usia sekolah pendidikan dasar. Penelitian ini melibatkan 80 siswa SDN 09 Kenagarian, Sijunjung. Dalam penelitian deskriptif ini, pengetahuan anak tentang pentingnya sarapan diukur melalui pengisian kuisioner. Dari hasil analisis data, 86,25% siswa sarapan setiap hari, 82,5% sarapan di rumah, 85% orang tua berperan mengingatkan pentingnya sarapan, 78,75% orang tua menemani anak ketika sarapan, 72,5% siswa memahami bahwa sarapan penting dilakukan setiap hari, dan 61,25% siswa memahami tentang pentingnya nilai gizi yang terpenuhi dalam sarapan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari siswa aktif sarapan, namun masih banyak yang belum memahami bahwa terpenuhinya nilai gizi yang dibutuhkan adalah penting dalam sarapan. Sebagian besar orang tua berperan aktif mendukung terpenuhinya sarapan siswa.Kata kunci: sarapan; siswa sekolah dasar; kebiasaan
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia Wahdani Puspawanti; Sinna Idris; Andi Alim; Shermina Oruh; Munadhir Munadhir
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13202

Abstract

Health services are a concept used in providing health services to the community, the main aim of which is preventive and promotive services (invitation to improve health) targeting the general public from various circles, and every effort carried out individually or collectively within an organization to maintain and improve health, prevent and cure disease, and restore the health of individuals, families and communities. The aim of this research was to find out what factors are related to the utilization of health services at Public Safety Center 119 Selayar Islands Regency in 2022. This study was a survey research with a cross-sectional approach. The subjects of this research were 149 respondents selected using total sampling technique. The factors studied included age, education, employment, availability, accessibility, insurance ownership and perception of illness. Data collection regarding all factors and utilization of health services was carried out by filling out questionnaires by respondents. Data were analyzed using Chi-square and Fisher's exact test. The research results showed that the p-value for each factor was age = 0.55, education = 0.002, employment = 0.002, availability = 0.000, accessibility = 0.000, insurance ownership = 0.000 and perception of illness = 0.000. Furthermore, it was concluded that the use of health services was related to education, employment, availability, accessibility, insurance ownership and perception of illness. It is recommended that the public have correct knowledge about the perception of illness, have the willingness to utilize health services and know the benefits of Public Safety Center 119.Keywords: health services; utilization; pain perception ABSTRAK Pelayanan kesehatan merupakan sebuah konsep yang digunakan dalam memberikan jasa layanan kesehatan kepada masyarakat, yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif dan promotif (ajakan meningkatkan kesehatan) dengan sasaran masyarakat umum dari berbagai kalangan, dan setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara kolektif dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan individu, keluarga maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Public Safety Center 119 Kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun 2022. Studi ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 149 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Faktor-faktor yang diteliti meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, ketersediaan, aksesabilitas, kepemilikan asuransi dan persepsi sakit. Pengambilan data tentang semua faktor dan pemanfaatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Data dianalisis menggunakan Chi-square dan Fisher’s exact test.  Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor adalah umur = 0,55, pendidikan = 0,002, pekerjaan = 0,002, ketersediaan = 0,000, aksesabilitas = 0,000, kepemilikan asuransi = 0,000 dan persepsi sakit = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa pemanfaatan pelayanan kesehatan berhubungan dengan pendidikan, pekerjaan, ketersediaan, aksesabilitas, kepemilikan asuransi dan persepsi sakit. Disarankan agar masyarakat dapat memiliki pengetahuan yang benar tentang persepsi sakit, memiliki kemauan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan dan mengetahui manfaat dari Public Safety Center 119.Kata kunci: pelayanan kesehatan; pemanfaatan; persepsi sakit
Metode Bobath Exercises Efektif untuk Meningkatkan Keseimbangan Duduk dan Berdiri pada Anak dengan Cerebral Palsy Suharto, Suharto; Leksonowati, Sri Saadiyah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15404

Abstract

The main problem of this study is the impaired balance of sitting and standing in children with cerebral palsy, due to brain damage during the child's growth and development which is non-progressive and causes limitations in sitting and standing balance. The purpose of this study was to test the effectiveness of the Bobath Exercise method to improve sitting and standing balance in children with cerebral palsy. This study used a one-group pretest and posttest design, involving 33 pediatric patients with cerebral palsy, aged 1-8 years. They required Bobath Exercise intervention, and before and after the intervention, sitting balance measurements were carried out using the Level Sitting Scale and standing balance using the Pediatric Balance Scale. Furthermore, the scores of the measurement results in the pre- and post-intervention phases were compared using a paired samples t-test. The results of the analysis showed that the p-value for the comparison of sitting balance was 0.001, while the p-value for standing balance was 0.023. Both were less than 0.05, so it can be interpreted that there was a significant difference in sitting and standing balance between before and after the intervention. Thus, it can be concluded that Bobath Exercise is an effective method for improving sitting and standing balance in children with cerebral palsy.Keywords: cerebral palsy; children; Bobath Exercises; sitting balance; standing balance ABSTRAK  Masalah utama penelitian ini adalah gangguan keseimbangan duduk dan berdiri anak dengan cerebral palsy, karena adanya kerusakan pada otak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang bersifat non progresif dan menyebabkan terbatasnya keseimbangan duduk dan berdiri. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas metode Bobath Exercise untuk meningkatkan keseimbangan duduk dan berdiri pada anak dengan cerebral palsy. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest and posttest, dengan melibatkan 33 pasien anak dengan cerebral palsy, yang berusia 1-8 tahun. Kepada mereka diperlukan intervensi Bobath Exercise, dan sebelum serta sesudah intervensi tersebut dilakukan pengukuran keseimbangn duduk menggunakan dengan Level Sitting of Scale dan keseimbangan berdiri menggunakan Pediatric Balance Scale. Selanjutnya skor hasil pengukuran pada fase sebelum dan sesudah intervensi dibandingkan dengan paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk perbandingan keseimbangan duduk adalah 0,001, sedangkan nilai p untuk kesimbangan berdiri adalah 0,023. Keduanya kurang dari 0,05, sehingga bisa dimaknai bahwa ada perbedaan kesimbangan duduk maupun keseimbangan berdiri secara signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Bobath Exercise merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan keseimbangan duduk dan berdiri pada anak dengan cerebral palsy.Kata kunci: cerebral palsy; anak; Bobath Exercises; keseimbangan duduk; keseimbangan berdiri
Time Series Analysis of Outpatient Hospital Visit Rates in Madiun City Rohmat .; lina alfiyani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Time efficiency and quality of medical care are indicators of the quality of hospital services. Delays in health services are a problem that is the focus of attention in evaluating the quality of hospital services. Forecasting analysis is used as one method to obtain data sources in the evaluation of comprehensive service quality policies to minimize service delays in the event of a surge in patient visits. The design of this research study is retrospective. The research variable is the number of hospital outpatient visits symbolized by Y. The data used is outpatient visit data from 2017 to 2022. Data for the first two years (years 2017 to 2018) were used to build the demand forecast model, while those from the last three years were used to evaluate the model. Outpatient visit data is a time series count data with discrete values. The data analysis method uses time series analysis with the SPSS 22 program. The results of the time series analysis show that the Y value is 14,710,142. It is hoped that it can be the focus of attention so that when there is a surge in cases, service management can minimize long waiting times.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue