cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Gambaran Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pataruman 1 Katharina Setyawati; Alidina Nur Afifah; Amar Makruf; Fadhilah Istiqamah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang mempengaruhi semua kelompok umur tetapi beban masalah lebih tinggi pada ibu hamil. Berdasarkan hasil pengamatan pada ibu hamil yang melakukan ANC di wilayah kerja Puskesmas Pataruman 1, angka kejadian anemia pada ibu hamil pada tahun 2020 berjumlah 30 kasus ibu hamil dengan anemia. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Pataruman 1 Metode: Penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di wilayah kerja puskesmas Pataruman 1 Kota Banjar pada April-Juni 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pataruman 1. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling yaitu Ibu hamil yang datang ke poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Pataruman 1 dengan nilai HB <11,0 g/dL yaitu sebanyak 5 orang ibu hamil. Data primer berupa wawancara dan data sekunder dari puskesmas Pataruman 1 berupa data ibu hamil. Instrumen menggunakan kuesioner mencakup usia, pendidikan, dan pekerjaan ibu, ekonomi keluarga, pengetahuan ibu tentang anemia, dan kepatuhan ibu mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Pengolahan data menggunakan SPSS 22.0 dengan analisis data univariat. Hasil: Sebagian besar ibu hamil berusia diatas 25 tahun dan berpendidikan menengah, seluruh ibu hamil tidak bekerja atau ibu rumah tangga, ekonomi keluarga sebagian besar berpendapatan diatas UMR, pengetahuan ibu tentang anemia 60,0% masih berada pada kategori kurang, dan 60,0% ibu hamil tidak rutin mengkonsumsi TTD. Simpulan: Ibu hamil yang mengalami anemia mayoritas memiliki pengetahuan yang rendah mengenai anemia serta masih kurangnya kepatuhan dalam mengonsumsi TTD.
Ekstrak Aloe vera dan Isolat Actinomycetes Sebagai Antimikroba untuk Bakteri Escherichia coli Monica, Astried; Bahar, Meiskha; Pramesyanti, Andri; Fauziah, Cut; Yusmaini, Hany; Zulfa, Fajriati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13305

Abstract

Escherichia coli is one of the causes of diarrhea among other causes of diarrhea. Researchers are searching for various types of antibiotics by utilizing bioactive compounds from other living creatures, both plants and animals, and even bacteria such as Actinomycetes and Aloe vera isolates which have been proven to reduce diarrheal diseases, especially those caused by Escherichia coli. The aim of this review was to understand the antibacterial activity of Aloe vera leaf extract and Actinomycetes isolates against Escherichia coli microbes. This study was classified as a systematic review by conducting a literature search from various databases, namely PubMed, Ebsco and National Library E-Resources. The literature was limited to discussions of Escherichia coli, Aloe vera and Actinomycetes. Furthermore, there were 6 articles reporting that Aloe vera could inhibit Escherichia coli and there were also 6 articles reporting that Actinomycetes could inhibit Escherichia coli. Furthermore, it was concluded that Actinomycetes isolates and Aloe vera extracts could be used as alternative antibacterials in the treatment of diarrhea, especially those caused by Escherichia coli.Keywords: Actinomycetes; Aloe vera; antimicrobial; Escherichia coli ABSTRAK Escherichia coli merupakan salah satu suatu penyebab terjadinya diare di antara penyebab diare yang lain. Para peneliti melakukan pencarian berbagai jenis antibiotik dengan memanfaatkan senyawa bioaktif dari sesama makhluk hidup, baik dari tumbuhan maupun dari hewan, bahkan bakteri seperti isolat Actinomycetes dan Aloe vera yang telah terbukti dapat mengurangi penyakit diare, terutama yang disebabkan oleh Escherichia coli. Tujuan dari review ini adalah memahami tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun Aloe vera dan isolat Actinomycetes untuk mikroba Escherichia coli. Studi ini tergolong sebagai systematic review dengan melakukan pencarian literatur dari berbagai database yaitu PubMed, Ebsco dan E-Resources Perpusnas. Literatur dibatasi pada pembahasan tentang Escherichia coli, Aloe vera dan Actinomycetes. Selanjutnya didapatkan 6 artikel yang melaporkan bahwa Aloe vera dapat menghambat Escherichia coli dan didapatkan pula 6 artikel yang melaporkan bahwa Actinomycetes dapat menghambat Escherichia coli. Selanjutnya disimpulkan bahwa isolat Actinomycetes dan ekstrak Aloe vera dapat digunakan sebagai anti bakteri alternatif dalam pengobatan diare, khususnya yang disebabkan oleh Escherichia coli.Kata kunci: Actinomycetes; Aloe vera; antimikroba; Escherichia coli
Kecemasan Berdampak kepada Keteraturan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Sundari, Sundari; Arwiyantasari, Wida Rahma; Ardhianingtyas, Nisa
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13301

Abstract

In general, the menstrual cycle lasts about five days. The occurrence of menstruation is influenced by the hormonal system and it is also possible that someone who experiences menstruation has psychological problems. This study aimed to determine the relationship between the anxiety level of adolescent girls and the regularity of the menstrual cycle. This research was carried out using a cross-sectional design. This research involved 53 adolescent girls who were chosen randomly. Data on anxiety levels were collected through the HARS questionnaire, while data on menstrual regularity were also obtained through interviews. The correlation between the two variables was analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of adolescent girls experienced anxiety (51%); and the majority of them experience irregular menstrual cycles (88.9%). The results of the analysis for hypothesis testing showed a p value = 0.000 or there was a significant correlation between anxiety levels and the regularity of the menstrual cycle. Furthermore, it was concluded that the level of anxiety had an impact on the regularity of the menstrual cycle in adolescent girls.Keywords: anxiety level; menstrual cycle; adolescent girls ABSTRAK Pada umumnya, siklus menstruasi berlangsung selama sekitar lima hari. Terjadinya menstruasi dipengaruhi oleh sistem hormonal dan tidak menutup kemungkinan juga seseorang yang mengalami menstruasi mempunyai masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan remaja putri dengan keteraturan siklus menstruasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan rancangan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 53 remaja putri yang dipilih secara random. Data tentang tingkat kecemasan dikumpulkan melalui kuesioner HARS, sedangkan data tentang keteraturan menstruasi juga diperoleh melalui  wawancara. Korelasi antara kedua variabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri mengalami kecemasan (51%); dan mayoritas dari mereka mengalami siklus mestruasi yang tidak teratur (88,9%). Hasil analisis untuk pengujian hipotesis menunjukkan nilai p = 0,000 atau ada korelasi secara signifikan antara tingkat kecemasan dengan keteraturan siklus menstruasi. Selanjutnya disimpulkan bahwa tingkat kecemasan berdampak kepada keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri.  Kata kunci: tingkat kecemasan; siklus menstruasi; remaja putri
Edukasi Gizi Seimbang Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pitu Tooy, Santje M.; Rumbajan, Deiby; Mado, Juenita E.; Wungow, Silvister F.
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14101

Abstract

In Indonesia, stunting is still a national problem, and the prevalence of stunting in Maluku Province is still relatively high. Therefore, research is needed that aims to analyze the effectiveness of providing balanced nutrition education to increase mothers' knowledge, attitudes and behavior in preventing stunting in the Pitu Health Center working area. This study was experimental research with a one group pretest and post test design, involving 50 mothers who live in the work area of the Pitu Health Center, Halmahera. In the phases before and after providing education, knowledge, attitudes and behavior were measured through filling out questionnaires. Next, data analysis was carried out using paired samples t-test. The research results show that the p value for each variable was 0.000, both for the knowledge, attitude and behavior variables. Thus it was interpreted that there were differences in knowledge, attitudes and behavior between before and after providing education. Furthermore, it could be concluded that providing balanced nutrition education is effective in increasing mothers' knowledge, attitudes and behavior in preventing stunting.Keywords: balanced nutrition education; stunting; knowledge; attitude; behavior ABSTRAK Di Indonesia, stunting masih merupakan masalah nasional, dan prevalensi stunting di Provinsi Maluku relatif masih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis efektifitas pemberian  edukasi gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Pitu. Studi ini merupakan penelitian ekesperimental dengan desain one group pretest and post test, yang melibatkan 50 ibu yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Pitu, Halmahera. Pada fase sebelum dan sesudah pemberian edukasi dilakukan pengukuran pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing variabel adalah 0,000, baik untuk variabel pengetahuan, sikap maupun perilaku. Dengan demikian disimpulkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku antara sebelum dan seudah pemberian edukasi. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi gizi seimbang efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting.Kata kunci: edukasi gizi seimbang; stunting; pengetahuan; sikap; perilaku
Personal Hygiene sebagai Faktor Risiko Terjadinya Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Warga Tunagrahita Paramitha, Silvia Mega; Suliati, Suliati; Puspitasari, Ayu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14205

Abstract

Soil-transmitted helminth infection is an intestinal infection that can occur at any age, especially in people with poor personal hygiene. This condition, related to a lack of awareness of personal hygiene, is still common among people with mental retardation. The purpose of this study was to analyze the correlation between personal hygiene and the incidence of soil-transmitted helminth infection in people with intellectual disabilities. This study used a cross-sectional design involving a sample of 30 people with intellectual disabilities. Data collection was conducted through stool specimen examination, interviews, and observation. Statistical data analysis was performed using the Chi-square test and Spearman correlation test. The results showed a p-value of 0.000 and an r-value of 0.693, indicating a significant and strong positive correlation. The conclusion of this study confirms that personal hygiene problems are a risk factor for soil-transmitted helminth infection in people with intellectual disabilities.Keywords: soil-transmitted helminth infection; personal hygiene; stool examinationABSTRAK Infeksi soil transmitted helminths merupakan infeksi usus yang dapat terjadi pada semua usia terutama pada masyarakat dengan kondisi personal hygiene yang buruk. Kondisi terkait kurangnya kesadaran pribadi dalam menjaga personal hygiene ini masih banyak dijumpai pada warga yang mengalami keterbelakangan mental. Tujuan penelitian ini adalah mengenalisis korelasi antara personal hygiene dengan kejadian infeksi soil transmitted helminths pada warga tunagrahita. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional yang melibatkan sampel yaitu 30 warga tunagrahita. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan spesimen tinja, wawancara, dan observasi. Analisis data secara statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,000 dan nilai r adalah 0,693< sehingga dimaknai bahwa ada korelasi positif yang signifikan dan kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu menegaskan bahwa masalah personal hygiene merupakan faktor risiko kejadian infeksi soil transmitted helminths pada warga tunagrahita.Kata kunci: infeksi soil transmitted helminth; personal hygiene; pemeriksaan tinja 
Intervensi Radiologis dalam Menegakkan Diagnosa Fraktur Ramus Superior dan Inferior Pubis Dextra di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Harahap, Veryyon; Kustoyo, Bambang; Pelawi, Awan; Purba, Marindah Yanti; Sidabutar, Sondang
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13402

Abstract

Fracture of the superior and inferior pubic ramus is a condition in which the patient's pubic bone is fractured, specifically in the superior and inferior ramus. In the world of radiology, pubic fractures are classified as pelvic fractures because the anatomy of the pelvis includes the sacrum, coccyx and hip bones. The causes of this fracture are injury, brittle bones, and high-intensity sports. Symptoms experienced by patients are pain, swelling of the pelvic area and difficulty moving. In making a diagnosis, intervention from a radiologist is needed to confirm the patient's diagnosis. The aim of this study was to display radiological imaging of a fractured pelvis and to determine the interventions carried out by radiologists. This research was a descriptive study, where patients who meet the inclusion criteria are used as the research sample. Patients were selected using an incidental sampling technique, so that 1 patient was obtained for the relevant radiological examination and then descriptive analysis was carried out. The results of the study showed that a fracture line appeared in the right superior and inferior pubic ramus area which caused an asymmetrical symphysis and a linear fracture of the left iliac os. The examination given was an AP projection pelvic photo with CP right in the middle of the patient's body. It was concluded that this occurred due to an injury and also a fracture of the left iliac, making it difficult for the patient to stand and difficult to move the pelvis.Keywords: fracture; pelvis; sacrum; radiological examination                                                                                     ABSTRAK Fraktur ramus superior dan inferior pubis adalah suatu kondisi di mana tulang kemaluan pasien mengalami fraktur, tepatnya di ramus superior dan inferior. Dalam dunia radiologi, fraktur pubis tergolong sebagai fraktur pelvis karena anatomi dari pelvis meliputi sakrum, tulang ekor dan tulang pinggul. Penyebab dari fraktur ini adalah cedera, tulang yang sudah rapuh, dan olahraga berintesitas tinggi. Gejala yang dialami oleh pasien adalah nyeri, pembengkakan area panggul dan kesulitan bergerak. Dalam penegakan diagnosis diperlukan intervensi dari radiolog untuk menegakkan diagnosa pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menampilkan pencitraan radiologis dari pelvis yang mengalami fraktur dan untuk mengetahui intervensi yang dilakukan oleh radiolog. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, di mana pasien yang sudah memenuhi kriteria inklusi digunakan sebagai sampel penelitian. Pasien dipilih dengan teknik incidental sampling, sehingga didapatkan 1 pasien untuk dilakukan pemeriksaan radiologis terkait dan selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif.  Hasil studi menunjukkan bahwa tampak garis fraktur pada daerah ramus superior dan inferior pubis kanan yang menyebabkan asimetris simphysis dan adanya fraktur linear os iliaka kiri. Pemeriksaan yang diberikan adalah foto pelvis proyeksi AP dengan CP tepat di mid tubuh pasien. Disimpulkan bahwa ini terjadi karena adanya cedera dan juga terjadi fraktur iliaka kiri, sehingga pasien sulit berdiri dan sulit menggerakkan bagian panggul.Kata kunci: fraktur; pelvis; sakrum; pemeriksaan radiologi                                    
Pengetahuan dan Perubahan Pola Haid Ibu Setelah Menggunakan Kontrasepsi Pil Kombinasi Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Sundari, Sundari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15103

Abstract

Changes in menstrual patterns in family planning participants who use combination pills can occur due to the influence of the hormones estrogen and progesterone. This study aimed to identify knowledge and changes in mothers' menstrual patterns after using combined pill contraception. This research was a descriptive study involving 33 combined pill contraceptive users at the Independent Practice of Midwife Ny. Hariyati, Madiun Regency, which was selected using accidental sampling technique. Data about knowledge and changes in menstrual patterns were obtained through filling out questionnaires. Data were analyzed descriptively in the form of frequencies and proportions. The results of the analysis showed that the distribution of knowledge levels was: good = 12.12%, sufficient = 60.60% and poor = 27.27%. Meanwhile, the distribution of changes in menstrual patterns was: amenorrhea = 9.09%, spotting = 33.33% and no change = 57.57%. It could be concluded that mothers' knowledge about combined pill contraception is not optimal and the dominant change in menstrual patterns is spotting.Keywords: family planning; combination pills; knowledge; menstrual pattern; spotting ABSTRAK Perubahan pola haid pada peserta keluarga berencana yang menggunakan pil kombinasi dapat terjadi akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan perubahan pola haid ibu setelah menggunakan kontrasepsi pil kombinasi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang melibatkan 33 pengguna kontrasepsi pil kombinasi di Praktik Mandiri Bidan Ny. Hariyati, Kabupaten Madiun, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data tentang pengetahuan dan perubahan pola haid diperoleh melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi tingkat pengetahuan adalah:  baik = 12,12%, cukup = 60,60% dan kurang = 27,27%. Sementara itu, distribusi perubahan pola haid adalah: amenorhea = 9,09%, spotting = 33,33% dan tak ada perubahan = 57,57%. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang kontrasepsi pil kombinasi belum maksimal dan perubahan pola haid yang dominan adalah spotting.Kata kunci: keluarga berencana; pil kombinasi; pengetahuan; pola haid; spotting
Pola Asuh Orang Tua Sebagai Prediktor dari Perilaku Anak Prasekolah Hardika, Mufida Dian; Sundari, Sundari; Arwiyantasari, Wida Rahma
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13302

Abstract

Parenting is a method of consistent behavior that is applied to children from time to time. Thus, parenting patterns that are not in accordance with the child's needs and conditions often cause children to experience less than optimal development. During the preschool period commonly known as the "golden age". Caregiver behavior that does not meet the child's needs can have a negative impact on the child. The aim of this research was to analyze parenting patterns as a predictor of preschool-age children's behavior in kindergarten in Candimulyo Village, Dolopo District, Madiun Regency. This research waan analytical study with a cross-sectional design. The research sample was 45 parents and children who were selected using the simple random sampling method. Data was collected through filling out questionnaires for parenting patterns and secondary data which included a compilation of developmental assessments of preschool children. Next, analysis was carried out using the Chi-square based contingency coefficient test. The research results showed that the contingency coefficient was 0.623, with a p value of 0.000. Thus, it could be interpreted that there was a correlation between parenting patterns and preschool children's behavior. So it is then concluded that parenting styles can be a predictor of preschool children's behavior.Keywords: preschool children; behavior; parenting; parent ABSTRAK Pola asuh adalah suatu metode perilaku konsisten yang diterapkan kepada anak dari masa ke masa. Dengan demikian, pola asuh yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak tak jarang menyebabkan anak mengalami perkembangan yang kurang optimal. Selama masa prasekolah yang biasa dikenal sebagai "masa emas". Perilaku pengasuh yang tidak memenuhi kebutuhan anak dapat berdampak negatif yang merugikan bagi anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola asuh orang tua sebagai prediktor perilaku anak usia prasekolah dalam taman kanak-kanak di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 45 orang tua dan anak yang diseleksi dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner untuk pola asuh oratua dan data sekunder yang mencakup kompilasi penilaian perkembangan anak prasekolah. Selanjutnya dilakukan analisis dengan uji koefisien kontingensi berbasis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien kontingensi adalah 0,623, dengan nilai p adalah 0,000. Dengan demikian bisa ditafsirkan bahwa ada korelasi antara pola asuh orangtua dengan perilaku anak prasekolah. Maka selanjutnya disimpulkan bahwa pola asuh orangtua bisa menjadi prodiktor bagi perilaku anak prasekolah.Kata kunci:  anak prasekolah; perilaku; pola asuh; orang tua    
Pengaruh Pemberian Kapsul Golobe (Hornstedia Zingiberaceae) terhadap Penurunan Kadar Kolestrol pada Penderita Hiperkolesterolemia Usia Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pitu, Tobelo Tengah Kabupaten Halmahera Utara Mintabae, Kencana; Lombogia, Christian
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14102

Abstract

Basically, hypercholesterolemia can be treated by administering synthetic drugs, however, with the limited health service facilities available in North Halmahera, it is important to explore drugs sourced from plant materials to be used as an alternative treatment. Golobe is one of the plants that has the potential to be developed as an alternative treatment for hypercholesterolemia. This study aimed to test the effectiveness of administering golobe (Hornstedia zingiberaceae) capsules to reduce total cholesterol levels in elderly people with hypercholesterolemia in the Pitu Health Center Working Area, Central Tobelo, North Halmahera Regency. This research was an experimental research with a pretest-posttest design with control group. The research sample was chosen randomly according to the researcher's criteria, then divided into two groups. The treatment group was given golobe capsules at a dose once a day and the second group was given golobe capsules at a dose twice a day. Total cholesterol levels were measured before and after treatment for 15 days. Next, a comparative analysis was carried out using the t test. The results of the study showed that there was a reduction in cholesterol levels in both the groups dosed once a day and twice a day, with an average reduction in cholesterol levels of 15.7 mg/dL and 41.6 mg/dL respectively. The results of statistical analysis showed a p-value = 0.000, so it could be interpreted that there was a difference in blood cholesterol levels between before and after treatment. Furthermore, it was concluded that administering golobe capsules was effective in reducing total cholesterol levels.Keywords: golobe capsule; total cholesterol; hypercholesterolemia; elderlyABSTRAK Pada dasarnya hiperkolesterolemia dapat ditangani dengan pemberian obat sintetik, akan tetapi dengan adanya keterbatasan sarana pelayanan kesehatan yang ada di Halmahera Utara, maka eksplorasi obat yang bersumber dari bahan tanaman menjadi penting untuk digunakan sebagai alternatif pengobatan. Golobe merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan untuk alernatif pengobaan hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pemberian kapsul golobe (Hornstedia zingiberaceae) untuk menurunkan kadar kolesterol total pada lansia dengan hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Pitu, Tobelo Tengah Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian dipilih secara acak sesuai kriteria peneliti, lalu dibagi dalam dua kelompok. Kelompok perlakuan diberi kapsul golobe dengan dosis 1 kali sehari dan kelompok kedua diberi kapsul golobe dengan dosis 2 kali sehari. Kadar kolesterol total diukur pada saat sebelum dan sesudah perlakuan selama 15 hari. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar kolesterol baik pada kelompok dengan dosis 1 kali sehari maupun 2 kali sehari, dengan rata-rata penurunanan kadar kolesterol secara berturut-turut sebesar 15,7 mg/dL dan 41,6 mg/dL. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,000, sehingga dapat ditafsirkan bahwa ada perbedaan kadar kolesterol darah antara sebelum dan sesudah perlakuan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pemberian kapsul golobe efektif untuk menurunkan kadar kolesterol total.Kata kunci: kapsul golobe; kolesterol total; hiperkolesterolemia; lansia
Ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR Sulistyowati, Niken Dwi; Santosa, Budi Joko; Usnawati, Nana; Rahayu, Teta Puji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

      Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian BBLR adalah status gizi ibu dimana status gizi ibu hamil dapat diukur menggunakan ukuran lingkar lengan atas (LiLA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar lengan atas (LiLA) dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan case control, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan berat lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Poncol, diambil secara simple random sampling di telusuri secara retrospektif dengan menggunakan perbandingan 1:1 maka sampel terbagi menjadi 52 sampel kasus dan 52 sampel kontrol, variabel independent (LiLA) sedangkan variabel dependen (BBLR). Instrument penelitian menggunakan buku register kohort. Pengukuran dengan chi-square dan odd ratio CI95%. Hasil uji statistik  Chi-square didapatkan x2 : 3,446 nilai p = 0,063 sehingga H0 di terima tidak ada hubungan LiLA ibu hamil dengan kejadian BBLR. Dimungkinkan ada faktor selain LiLA untuk kejadian BBLR di Puskesmas Poncol. Risiko kejadian BBLR 2,820 kali pada ibu hamil LiLA < 23,5 cm  dibandingkan ibu hamil LiLA ≥ 23,5 cm. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya lebih meningkatkan deteksi dini pada ibu hamil untuk pencegahan bayi berat lahir rendah.kesimpulanKata kunci: LiLA; BBLR

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue