cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Inisiasi Menyusu Dini Berdampak Positif Terhadap Pelepasan Plasenta pada Persalinan Kala III Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Nugroho, Setyo Mahanani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13403

Abstract

In Indonesia, early initiation of breastfeeding is only carried out by 4% of mothers giving birth. Finding a hospital that is willing to initiate early breastfeeding is also an obstacle. Not all health workers and health facilities understand and are willing to carry out this program. So research was needed that aimed to analyze early initiation of breastfeeding on placental release in mothers in the third stage of labor. Researchers implemented a cross-sectional study, involving 37 mothers giving birth at the Maddiri Midwife Practice, Ny. Sisfitriyah, Madiun, selected using simple random sampling technique. Data was collected through direct observation, then analyzed using the independent samples t-test. The results of the analysis showed that the average length of placental release for mothers who initiated early breastfeeding was 7.9 minutes; meanwhile, for mothers who did not initiate early breastfeeding, it was 18 minutes. The t-count value was 9.853, while the t-table was 2.2065. So it was interpreted that there was a significant length of placental detachment between mothers who carried out and did not carry out early initiation of breastfeeding with a higher speed in mothers who carry out early initiation of breastfeeding. Thus, it could be concluded that early initiation of breastfeeding can accelerate the release of the placenta in parturient mothers.Keywords: early initiation of breastfeeding; detachment of the placenta; third stage of labor ABSTRAK Di Inonesia, inisiasi menyusu dini baru dilakukan oleh 4% ibu melahirkan. Mencari rumah sakit yang bersedia melakukan inisiasi menyusu dini juga menjadi salah satu kendala. Belum semua tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang sudah memahami dan mau melakukan program tersebut. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis inisiasi menyusu dini terhadap pelepasan plasen pada ibu bersalin kala III. Peneliti menerapkan studi cross-sectional, yang melibatkan 37 ibu bersalin di Praktik Madiri Bidan Ny. Sisfitriyah, Madiun, yang dipilih dengan teknik simple random sampling.  Data dikumpulkan melalui observasi langsung, lalu dianalisis menggunakan independent samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata lama pelepasan plasenta ibu yang melaksanakan inisiasi menyusu dini adalah 7,9 menit; sedangka pada ibu yang tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini adalah 18 menit. Nilai t-hitung adalah 9,853, sedangkan t-tabel adalah 2,2065. Maka ditafsirkan bahwa ada lama pelepasan plasenta secara signifikan antara ibu yang melaksanakan dan tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini dengan kecepatan lebih tinggi pada ibu yang melaksanakan inisiasi menyusu dini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inisiasi menyusu dini dapat mempercepat pelepasan plasenta pada ibu bersalin.Kata kunci: inisiasi menyusu dini; pelepasan plasenta; kala III persalinan
Masalah Anemia dan Rendahnya Konsumsi Sumber Heme pada Remaja Putri Arwiyantasari, Wida Rahma; Hardika, Mufida Dian; Sundari, Sundari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14402

Abstract

Anemia is very risky for adolescent girls because the need for iron at this age increases due to growth, menstruation, and dietary behavior which often violates nutritional rules. So research was needed that aimed to determine the incidence of anemia and eating habits, especially consumption of heme sources in adolescent girls. This research was a descriptive study involving 80 class XII students of SMAN 1 Nglames, Madiun Regency, who were selected using the simple random sampling method. Data regarding the incidence of anemia was obtained through direct hemoglobin examination, while data regarding consumption habits of heme sources was obtained through filling out a questionnaire. The research results showed that daily consumption of non-heme sources was higher than consumption of heme food sources. Meanwhile, 29 out of 80 adolescent girls (36.25%) experienced anemia. It was concluded that the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 1 Nglames, Madiun was still high, and their behavior in consuming heme sources was still lacking.Keywords: adolescent girls; anemia; consumption; heme ABSTRAK Anemia sangat beresiko bagi remaja putri karena kebutuhan zat besi pada usia ini meningkat akibat pertumbuhan, menstruasi, juga perilaku diet yang sering melanggar aturan gizi. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kejadian anemian dan kebiasaan makan, khususnya konsumsi sumber heme pada remaja putri. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang melibatkan 80 siswa kelas XII SMAN 1 Nglames Kabupaten Madiun, yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data tentang kejadian anemia diperoleh melalui pemeriksaan hemoglobin secara langsung, sedangkan data tentang kebiasan konsumsi sumber heme diperoleh melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian meunjukkan bahwa konsumsi harian sumber non heme lebih tinggi dibandingkan konsumsi sumber makanan heme. Sementara itu, 29 dari  80 remaja putri (36,25%) mengalami anemia. Disimpulkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Nglames, Madiun masih tinggi, dan perilaku mereka untuk mengonsumsi sumber heme masih kurangKata kunci: remaja putri; anemia; konsumsi; heme
Urgensi untuk Membangun Sikap Positif Ibu Nifas dalam Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru Lahir Sari, Rury Narulita; Hardika, Mufida Dian; Sundari, Sundari; Ulfa, Maria
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13303

Abstract

Colostrum, the first breast milk that comes out, contains immune substances and has high nutritional value, but there are still postpartum mothers who do not have a positive attitude towards the use of colostrum. So research was needed that aimed to describe the characteristics of postpartum mothers' attitudes regarding giving colostrum to newborn babies. Researchers used descriptive research, involving 32 postpartum mothers at the Independent Practice of Midwife Ny. Sudarsih, Winongo, Madiun. Data regarding the attitudes of postpartum mothers was obtained using an instrument in the form of a questionnaire which was also equipped with questions about the characteristics of the respondents. The data that had been collected was then analyzed using descriptive statistical methods in the form of frequency and percentage diagrams and tables. From the results of the analysis, it was found that the largest age group was 20-35 years (68.75%), the largest parity group was 2 or more children (53.12%), the most education was secondary level (46.88%), the largest occupation was as a housewife (56.25%). Meanwhile, the distribution of attitudes is positive = 65.62%, neutral = 12.5% and negative attitudes = 21.88%. Furthermore, it could be interpreted that there are still many postpartum mothers who did not have a positive attitude towards the use of colostrum, namely 3438%. It was concluded that the attitude of postpartum mothers regarding the use of colostrum still needs to be developed.Keywords: colostrum; postpartum; attitude ABSTRAK Kolostrum sebagai air susu ibu yang keluar pertama kali mengandung zat kekebalan serta bernilai gizi tinggi, namun masih ada ibu nifas yang belum bersikap positif terhadap pemanfaatan kolostrum. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sikap ibu nifas tentang pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif, yang melibatkan 32 ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan Ny. Sudarsih, Winongo, Madiun. Data tentang sikap ibu nifas diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang juga dilengkapi dengan pertanyaan tentang karakteristik responden. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif berupa diagram dan tabel frekuensi dan persentase. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kelompok umur terbanyak adalah 20-35 tahun (68,75%), kelompok paritas terbanyak adalah 2 anak atau lebih (53,12%), pendidikan terbanyak adalah level menengah (46,88%), pekerjaan terbanyak adalah sebagai ibu rumah tangga (56,25%). Sementara itu, distribusi sikap adalah positif = 65,62%, netral = 12,5% dan sikap negatif = 21,88%. Selanjutnya dapat diinterpretasikan bahwa masih banyak ibu nifas yang belum bersikap positif terhadap pemanfaatan kolostrum yaitu 3438%. Disimpulkan bahwa sikap ibu nifas tentang pemanfaatan kolostrum masih perlu dibangun.Kata kunci: kolostrum; nifas; sikap
Pengaruh Pemberiaan Kapsul Buah Golobe (Horsntedtia alliacea) Terhadap Perubahan Kadar Leukosit dan Defrensial Leukosit Pada Usia Lanjut > 60 Tahun Di Desa Tetewang Ismail, Ismail; Tauleka, Ama; Refwalu, Mario H.; Wungow, Silvister F.
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14103

Abstract

The immune system will decrease as a person ages, especially those who are categorized as elderly, so they are very susceptible to various very dangerous diseases such as diseases caused by viruses, bacteria and so on. Increased white blood cell levels are caused by various diseases, one of which is Chronic Myeloid Leukemia (CML). One herbal supplement that is high in antioxidants and contains other compounds that can increase immunity in the elderly during the Covid-19 pandemic situation is Golobe (Hornstedtia alliacea) capsules. This study aimed to analyze the effectiveness of administering golobe fruit capsules to increase leukocyte levels and leukocyte differential in the elderly. This research implemented a one group pre test and post test design, involving 15 elderly people. Respondents were given golobe fruit capsules and leukocyte levels and leukocyte differential were measured before and after the intervention. Then the significance of the differences between the two measurement results was analyzed using the t-test. The results showed that the p-value for the difference in leukocyte levels between before and after administration of golobe fruit capsules was 0.000; and the same results were also obtained for the leukocyte differential variable. Thus, it could be concluded that golobe fruit capsules are effective in increasing leukocyte levels and leukocyte differential in the elderly.Keywords: leukocytes; leukocyte differential; golobe fruit capsules; elderly ABSTRAK Sistem imunitas akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia seseorang, terutama untuk yang sudah dikategorikan sebagai lansia, sehingga sangat mudah terkena berbagai macam penyakit yang sangat berbahaya seperti penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan sebagainya. Meningkatkanya kadar sel darah putih disebabkan oleh berbagai macam penyakit salah satunya adalah penyakit Leukemia Mieloid Kronik (LMK). Salah satu suplemen herbal yang memiliki antioksidan tinggi dan memiliki senyawa senyawa lain yang bisa meningkatkan imunitas pada lansia pada situasi pandemi Covid-19 adalah kapsul Golobe (Hornstedtia alliacea). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pemberian kapsul buah golobe untuk meningkatkan kadar leukosit dan diferensial leukosit pada lansia. Penelitian ini menerapkan rancangan one group pre test and post test, yang melibatkan 15 lansia. Responden diberikan kapsul buah golobe dan dilakukan pengukuran kadar leukosit dan diferensial lekosit sebelum dan sesudah intervensi. Lalu dianalisis signifikansi perbedaan antara kedua hasil pengukuran tersebut menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk perbedaan kadar leukosit antara sebelum dan sesudah pemberian kapsul buah golobe adalah 0,000; dan hasil yang sama juga didapatkan untuk variabel diferensial leukosit. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kapsul buah golobe efektif untuk meningkatkan kadar leukosit dan diferensial leukosit pada lansia.Kata kunci: leukosit; diferensial lekosit; kapsul buah golobe; lansia
Hubungan Pola Makan Dengan Perubahan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Khoirunnisa, Khoirunnisa; Usnawati, Nana; Santoso, Budi Joko; Handayani, Tinuk Esti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses natural bagi seorang perempuan, dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin dengan, namun sebesar 10-20% kehamilan dapat disertai dengan komplikasi. Anemia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadin pada ibu hamil dikarenakan pola makan yang tidak sehat. Tahun 2021 kunjungan K1 yang melakukan pemeriksaan Hemoglobin (Hb) sejumlah 1.694 diantaranya  371 (21,9%) ibu hamil mengalami anemia. Terdapat anemia dengan kadar Hb 8-11 gr/dL dan <8 gr/dL sejumlah 357 (96,2%) dan 14 (3,8%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan perubahan kadar Hb pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan studi kohort. Populasi penelitian ialah 31 ibu hamil di Desa Panekan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple random sampling didapatkan sampel sejumlah 29 ibu hamil. Variabel bebas penelitian ialah pola makan dan variabel terikat ialah perubahan kadar Hb ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan tabel food record dan dilakukan pengamatan selama 14 hari. Analisa hubungan antar variabel menggunakan uji statistika chi square α 0,05. Dari hasil analisis menggunakan chi square disimpulakan ada hubungan pola makan dengan perubahan kadar Hb ibu hamil. Responden diharapkan mampu menjaga pola makan dengan sehat sesuai dengan isi piringku, sehinngga kadar Hb menjadi normal.
Perilaku Positif Bidan dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Puskesmas Bangunsari, Madiun Hardika, Mufida Dian; Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa Ardhianingtyas; Susilo, Hayun Manudyaning
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15105

Abstract

The early breastfeeding initiation program is one of the efforts to reduce the risk of infant death. The behavior of midwives related to the above program is very necessary as support. Therefore, research was needed which aimed to determine the behavior of midwives in implementing IMD at the Bangunsari Community Health Center, Madiun in terms of knowledge, attitudes and practice. Researchers implemented a descriptive study involving all midwives (25 people) who had been trained in early breastfeeding initiation. The variables studied were the behavior of midwives in implementing early breastfeeding initiation, including knowledge, attitudes and practices. To measure knowledge and attitudes, a closed and structured questionnaire was used, while to measure the practice of early initiation of breastfeeding, observations were made when midwives assisted in childbirth. Next, the measurement results were analyzed descriptively in the form of frequencies and proportions. The results of the analysis showed that the largest proportion of knowledge level was very good (68%); the largest proportion of attitudes was positive (76%); while the largest proportion of early breastfeeding initiation practices was good (44%). Thus, it could be concluded that the midwives at the Bangunsari Community Health Center, Madiun have behaved positively or supported the early breastfeeding initiation program.Keywords: early initiation of breastfeeding; midwife; knowledge; attitude, practice ABSTRAK Program inisiasi menyusui dini merupakan salah satu upaya dalam rangka mengurangi resiko terjadinya kematian pada bayi. Perilaku bidan terkait dengan program di atas sangat diperlukan sebagai pendukung. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD di Puskesmas Bangunsari, Madiun dalam aspek pengetahuan, sikap maupun praktik. Peneliti menerapkan studi deskriptif yang melibatkan seluruh bidan (25 orang) yang sudah dilatih tentang inisiasi menyusu dini. Variabel yang diteliti adalah perilaku bidan dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini, meliputi pengetahuan, sikap dan praktik. Untuk mengukur pengetahuan dan sikap digunakan kuesioner tertutup dan terstruktur, sedangkan untuk mengukur praktik inisiasi menyusu dini dilakukan observasi pada saat bidan menolong persalinan. Selanjutnya hasil pengukuran dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi tingkat pengetahuan terbesar adalah sangat baik (68%); proporsi terbesar untuk sikap adalah positif sebanyak (76%); sedangkan proporsi terbesar untuk praktik inisiasi menyusu dini adalah baik (44%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bidan di Puskesmas Bangunsari, Madiun telah berperilaku positif atau mendukung program inisiasi menyusu dini.Kata kunci: inisasi menyusu dini; bidan; pengetahuan; sikap, praktik
Amenorhea dan Spotting sebagai Efek Samping Utama Pemakaian Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroksi Progesterone Acetat) Arwiyantasari, Wida Rahma; Ardhianingtyas, Nisa; Sari, Rury Narulita
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14201

Abstract

One of the most effective family planning methods is the injectable hormonal contraceptive Depo Medroxy Progesterone Acetat. However, this contraception can cause menstrual disorders as one of the side effects that is often found. This study aimed to describe in detail the side effects in the form of menstrual disorders in family planning acceptors with the injectable contraceptive Depo Medroxy Progesterone Acetat. This research was a quantitative descriptive study, involving 45 family planning acceptors with the Depo Medroxy Progesterone Acetat contraception at the Independent Practice of Midwife Endah Wiendarti, Madiun, who were selected randomly. The variable measured was menstrual disorders, with a questionnaire as the measurement tool used. The collected data was analyzed using descriptive statistical methods in the form of frequencies and proportions and presented in the form of diagrams and tables. The results of the analysis showed that the distribution of menstrual disorders that occurred was: amenorrhea 21 (46.7%), spotting (33.3%), hypomenorrhoea (6.7%), oligomenorrhea (6.7%), polymenorrhea (4.4% ) and menorrhagia (2.2%). Based on the research results, it was concluded that amenorrhea and spotting were the main menstrual disorders experienced by family planning acceptors with injectable contraception at the Medroxy Progesterone Acetate Depo at the Independent Practice of Midwife Endah Wiendarti, Madiun.Keywords: injectable contraception; Depo Medroxy Progesterone Acetate Amenorrhea; amenorrhea; spottingABSTRAK Salah metode keluarga berencana yang paling efektif adalah kontrasepsi hormonal suntik Depo Medroksi Progesterone Acetat. Namun kontrasepsi ini dapat menimbulkan gangguan haid sebagai salah satu efek samping yang sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara terperinci tentang efek samping berupa gangguan haid pada akseptor keluarga berencana dengan kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesterone Acetat. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif, yang melibatkan 45 akseptor keluarga berencana dengan kontrasepsi Depo Medroksi Progesterone Acetat di Praktik Mandiri Bidan Endah Wiendarti, Madiun, yang dipilih secara random. Variabel yang diukur adalah gangguan haid, dengan kuesioner sebagai alat pengukuran yang digunakan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode statistika deskriptif berupa frekuensi dan proporsi dan disajikan berupa diagram dan tabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi gangguan haid yang terjadi adalah: amenorea 21 (46,7%), spotting (33,3%), hipomenorea (6,7%), oligomenorea (6,7%), polimenorea (4,4%) dan menoragia (2,2%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa amenorea dan spotting merupakan gangguan haid utama yang dialami oleh akseptor keluarga berencana dengan kontrasepsi suntik di Depo Medroksi Progesterone Acetat di Praktik Mandiri Bidan Endah Wiendarti, Madiun.Kata kunci: kontrasepsi suntik; Depo Medroksi Progesterone Acetat Amenorea; amenorea; spotting
PENGARUH PRAKTIK SADARI DENGAN METODE PEER GROUP EDUCATION TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SADARI PADA REMAJA DI PESANTREN BAITUL QURAN AL JAHRA MAGETAN Bero, Kornelia Alexia; Usnawati, Nana; Santosa, Budi Joko; Handayani, Tinuik Esti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri dilakukan untuk melihat dan memeriksa adanya benjolan atau masalah lain. Studi Penyakit Tidak Menular  tercatat 53,7% masyarakat Indonesia tidak pernah melakukan SADARI Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh praktik SADARI dengan metode peer group education terhadap perubahan perilaku sadari pada remaja di Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bersifat one group pretest-post test design. Sampel yang di ambil dengan teknik proportioned random sampling sejumlah 53 responden. Variable independent adalah praktik SADARI dengan metode peer group education, sedangkan variable dependent adalah perilaku SADARI. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis adanya perbedaan digunakan uji wilcoxon dengan signed rank test 0,05. Hasil penelitian sebelum dilakukan praktik SADARI menggunakan metode peer group education responden sebanyak 51 orang (96,2%) melakukan praktik SADARI dalam kategori tidak tepat, kemudian setelah dilakukan praktik SADARI menggunakan metode peer group education sebagian besar responden yakni sebanyak 33 orang (37,7%) telah memiliki kemampuan praktik SADARI dalam kategori tepat. Hasil analisa data menggunakan uji willcoxon ada pengaruh praktik SADARI dengan metode peer group education terhadap perubahan perilaku SADARI (p value =0,000 < α = 0,05) pada remaja di Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan. Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pratik SADARI dengan metode peer group education terhadap perubahan perilaku SADARI di Pesantren Baitul Al Jahra Magetan. Diharapkan untuk lebih memperluas pengetahuan tentang kanker payudara agar dapat menumbuhkan kesadaran untuk melakukan praktik SADARI sehingga mampu mendeteksi secara dini gejala kanker payudara.Kata Kunci : SADARI; Metode Peer Group Education.
Endorphine Massage untuk Mempercepat Durasi dan Menurunkan Intensitas Nyeri Afterpains Jayanti, Yuni Dwi; Purwanto, Triana Septianti; Wisnu, Nurwening Tyas; Surtinah, Nani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14104

Abstract

Afterpains can be more painful after childbirth, and one option for relieving them is endorphin massage. The purpose of this study was to determine the effectiveness of endorphin massage in reducing the duration and intensity of afterpains. This experimental study, with a pretest and posttest design with a control group, involved 30 mothers with afterpains, divided into a treatment group and a control group, each with 15 participants. The intervention given to the treatment group was endorphin massage. In both groups, the duration and intensity of afterpains were measured through observation. A comparative analysis of the results was performed using a t-test. The analysis showed a p-value of 0.001 for the comparison of changes in pain duration between the two groups, thus interpreting that endorphin massage was more effective in reducing pain duration than the control group. Meanwhile, a p-value of 0.183 was obtained for the comparison of changes in pain intensity between the two groups, thus interpreting that endorphin massage was equally effective in reducing pain duration compared to the control group. Furthermore, it was concluded that endorphin massage is an effective method for reducing pain duration and reducing afterpains intensity.Keywords: afterpains; endorphin massage; pain duration; pain intensityABSTRAK Afterpains akan lebih terasa sakit setelah melahirkan, dan salah satu pilihan untuk meredakannya adalah dengan endorphine massage. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas endorphine massage untuk mempercepat durasi dan menurunkan intensitas nyeri afterpains. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group, yang melibatkan 30 ibu dengan afterpains, yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing 15 orang. Intervensi yang diberikan untuk kelompok perlakuan adalah endorphine massage. Pada keldua kelompok dilakukan pengukuran durasi dan intensitas afterpains dengan cara observasi. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan hasil menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001 untuk perbandingan perubahan durasi nyeri antara kedua kelompok, sehingga diinterpretasikan bahwa endorphine massage lebih efektif untuk mempercepat durasi nyeri dibandingkan kontrol. Sementara itu, nilai p = 0,183 didapatkan untuk perbandingan perubahan intensitas nyeri antara kedua kelompok, sehingga diinterpretasikan bahwa endorphine massage sama-sama efektif untuk mempercepat durasi nyeri dibandingkan kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa endorphine massage adalah metode yang efektif untuk mempercepat durasi nyeri dan menurunkan intensitas afterpains.Kata kunci: afterpains; endorphin massage; durasi nyeri; intensitas nyeri
Sikap Ibu Hamil Sebagai Determinan Perilaku Seksual selama Masa Kehamilan Sundari, Sundari; Hardika, Mufida Dian; Sari, Rury Narulita; Triwahyuningsih, Ria Yulianti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14403

Abstract

Pregnancy is not an obstacle to sexual intercourse. Many studies show that sex during pregnancy is not dangerous and does not cause premature birth. If pregnancy occurs naturally, safe sexual relations can be carried out from the time of conception of the fetus until the beginning of labor. This study aimed to determine the relationship between maternal sexual attitudes and behavior during pregnancy. This research design was cross-sectional. The respondents involved were 34 pregnant women who were chosen randomly. Data about sexual attitudes and behavior was collected through filling out questionnaires. Next, the data was analyzed using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed that the proportion of positive attitudes was relatively small, while the majority of pregnant women had never had sexual intercourse during pregnancy. The results of the hypothesis test showed a p value <0.05, which means that there was a correlation between being prepared and the sexual behavior of pregnant women. Thus, it could be concluded that the attitude of pregnant women is a determinant of sexual behavior during pregnancy.Keywords: pregnancy period; sexual behavior; attitude ABSTRAK Kehamilan bukanlah halangan untuk melakukan hubungan seksual. Banyak penelitian menunjukkan bahwa seks saat kehamilan tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kelahiran prematur. Jika kehamilan terjadi secara alamiah, hubungan seksual yang aman bisa dilakukan sejak masa konsepsi janin hingga awal persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dan perilaku seksual ibu pada masa kehamilan. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Responden yang terlibat adalah 34 ibu hamil yang dipilih secara random. Data tentang sikap dan perilaku seksual dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi sikap positif relatif kecil, sementara itu mayoritas ibu hamil tidak pernah melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p <0,05 yang berarti bahwa ada korelasi antara siakp dengan perilaku sekusal ibu hamil. Dengangan demikian bisa disimpulkan bahwa sikap ibu hamil merupakan determinan bagi perilaku seksual selama masa kehamilan.Kata kunci: masa kehamilan; perilaku seksual; sikap

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue