cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Hubungan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Ardhianingtyas, Nisa; Sari, Rury Narulita; Hardika, Mufida Dian
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14105

Abstract

One of the main causes of maternal mortality in Indonesia is postpartum hemorrhage, which is thought to be related to the parity status of the mother at the time of delivery. According to a preliminary survey at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun City, which was conducted in May 2020, in 2020 there were 1036 deliveries and 47 of them experienced post-natal bleeding. Around 332 births occurred from January to April 2021, and 18 of them experienced postpartum hemorrhage. This shows that the number of mothers who experience postpartum hemorrhage continues to increase from year to year. So research is needed with the aim of analyzing the correlation between the parity status of mothers giving birth and the incidence of postpartum hemorrhage that occurs at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun City. This study implemented a cross-sectional design. Simple random sampling was used as a technique to select sample members, resulting in a sample size of 68 mothers giving birth from a population of 83 people. Data regarding parity status and the incidence of postpartum hemorrhage were obtained from medical record documents and maternal registration books. After the data was collected, tabulation was then carried out, and continued with descriptive analysis and hypothesis testing using the Spearman correlation test. The results of the study showed that 13.2% of mothers experienced postpartum bleeding. Meanwhile, the p-value from the hypothesis test was 0.006, so it was interpreted that there was a correlation between maternal parity status and the amount of postpartum bleeding. Thus, it could be concluded that parity status is a determinant of the incidence of postpartum hemorrhage at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun CityKeywords: parity; maternity mothers; postpartum bleeding ABSTRAK Salah satu penyebab utama kematian ibu bersalin di Indonesia adalah terjadinya perdarahan pasca persalinan, yang diduga berkaitan dengan status paritas ibu saat bersalin. Menurut survei awal di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota Madiun yang dilakukan pada bulan Mei 2020, pada tahun 2020 terdapat 1036 persalinan dan 47 orang di antara mereka mengalami perdarahan pasca persalinan. Sekitar 332 persalinan yang terjadi mulai Januari hingga April 2021, dan 18 orang di antara mereka mengalami perdarahan pasca persalinan. Ini menunjukkan bahwa jumlah ibu yang mengalami perdarahan pasca persalinan terus meningkat dari tahun ke tahun. Maka diperlukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis korelasi antara status paritas ibu bersalin dengan kejadian perdarahan pasca persalinan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota Madiun. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Simple random sampling digunakan sebagai teknik untuk memilih anggota sampel, sehingga didapatkan ukuran sampel yaitu 68 ibu bersalin dari populasi dengan ukuran 83 orang. Data tentang status paritas dan kejadian perdarahan pasca persalinan didapatkan dari dokumen rekam medis dan buku register ibu bersalin. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan tabulasi, dan dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan 13,2% dari ibu bersalin mengalami perdarahan pasca persalinan. Sementara itu, nilai p dari uji hipotesis adalah 0,006, sehingga diinterpretasikan bahwa ada korelasi antara status paritas ibu dengan jumlah perdarahan pasca persalinan. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa status paritas merupakan determinan kejadian perdarahan pasca persalinan di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota MadiunKata kunci: paritas; ibu bersalin; perdarahan pasca persalinan
Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua Terbukti Meningkatkan Perkembangan Sosial Anak Dengan Retardasi Mental Di Maluku Tengah Lameky, Vernando Yanry; Halalohun, Clemen; Lilipory, Mevy
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14204

Abstract

Background: Mental retardation is a general decline in intellectual function that occurs during child development and is associated with impaired social adaptation. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and parenting styles of parents on the social development of children with mental retardation. Method: descriptive with cross sectional approach. The data collection technique used a total sampling of 44 respondents. Data were collected using a questionnaire and the Vineland Social Maturity Scale (VSMS). Results: The results of the Chi-Square test analysis showed p value = 0.039 (p≤0.05) for parental knowledge of children's social development and p-value = 0.012 (p≤0.05) for parenting patterns on child social development. Conclusion: The results of this study are used as a new program for nurses, the community and all stakeholders to improve the social development of children with mental retardation.Keywords: knowledge of social development; parenting; mental retardation
Asuhan Kebidanan pada Klien dengan Puting Susu Tenggelam Purba, Yeni Trisna; Friani, Sri Rahma; Marbun, Meyana; Saragih, Astri Ulina; Febiola, Marcelyn
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13401

Abstract

Exclusive breastfeeding is very important, especially for babies aged 0-6 months, so efforts must be made not to hamper it. One of the obstacles to smooth breastfeeding is sinking nipples. The study aimed to describe midwifery care for clients with inverted nipples so that they can maintain breastfeeding for their children. This study was a case report conducted at the Independent Practicing Midwife Hj. Hendrayatni in 2023. The study was carried out using a standard midwifery care management approach involving Mrs. E with the age of 28 years. The study results showed that care had been provided according to standards to clients with the diagnosis: Mrs E, 28 years old G1P0A0 with inverted nipples at 1-14 days of postpartum visits. Through a physical examination, it was found that the mother's nipples had sunk, making it difficult for the baby to breastfeed, making it difficult for the baby to breastfeed. Furthermore, breastfeeding was guided using breastfeeding techniques that are appropriate to the client's condition. It was concluded that midwifery care was successfully carried out according to the client's condition so that breast milk was successfully given to the baby.Keywords: sinking nipple; postpartum mothers; baby ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi bayi berusia 0-6 bulan, sehingga harus diupayakan tidak terhambat. Salah satu penghambat kelancaran pemberian ASI adalah puting susu tenggelam. Studi bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan pada klien dengan puting susu tenggelam agar tetap dapat mempertahankan pemberian ASI kepada anaknya. Studi ini merupakan laporan kasus yang dilakukan di Bidan Praktik Mandiri Hj. Hendrayatni pada tahun 2023. Studi dilakukan dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan standar dengan melibatkan Ny. E dengan usia 28 tahun. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan telah diberikan sesuai dengan standar kepada klien dengan diagnosis: Ny E usia 28 tahun G1P0A0 dengan puting susu tenggelam pada 1-14 hari kunjungan nifas. Melalui pemeriksaan fisik diperoleh bahwa puting susu ibu tenggelam sehingga menyulitkan bayi untuk menyusui sehingga bayi sulit untuk menyusui. Selanjutnya pemberian ASI dibimbing menggunakan teknik menyusui yang sesuai dengan kondisi klien. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan berhasil dilakukan secara dengan kondisi klien sehingga ASI berhasil berhasil diberikan kepada bayi. Kata kunci: puting susu tenggelam; ibu nifas; bayi
Hubungan Pola Asuh Dengan Perilaku Emosional Anak Nur Husnina, Nabilah Zul Awanis; Santosa, Budi Joko; Usnawati, Nana; Rahayu, Teta Puji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah perilaku emosional sejak dini dapat menyebabkan masalah kejiwaan jika terlambat diketahui. Setiap orang tua mempunyai pola asuh yang berbeda, gaya pengasuhan yang tidak baik akan menurunkan perkembangan sosial anak.Tujuan : Menemukan hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku emosional anak usia 4-6 tahun di TK Marsudi Siwi Magetan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan model slovin dan didapatkan responden. Variabel independent adalah pola asuh orang tua, sedangkan variabel dependent adalah perilaku emosional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner PSDQ dan KMPE, lalu diolah dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 14 orang, dan anak yang kemungkinan mengalami masalah perilaku emosional sebanyak 13 anak. Hasil uji Chi-Square menunjukkan pengaruh pola asuh orang tua dengan perilaku emosional anak usia 4-6 tahun nilai p-value = 0,002, sehingga Ho ditolak (p = 0,05).Kesimpulan : Dalam menentukan pola asuh pada anak sebaiknya orang tua menerapkan pola asuh deokratis.Saran : Diharapkan kedepannya anak menjadi pribadi lebih baik untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas.Kata kunci: pola asuh orang tua; perilaku emosional.
Pengalaman Bidan Sebagai Determinan Skrining Preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro Indrayanti, Indrayanti; Latip, Abdul; Ulfah, Mariya
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14401

Abstract

Preeclampsia has become a health problem in Indonesia because it is a cause of high maternal mortality in Indonesia. Handling of preeclampsia in Indonesia still varies among health workers, practitioners and hospitals. Preeclampsia can be prevented by conducting preeclampsia screening in pregnant women. The purpose of this study was to analyze the influence of midwives' knowledge, attitudes and experiences on preeclampsia screening in Bojonegoro Regency. The design of this study was a cross-sectional study. The sample in this study was 125 midwives in the Bojonegoro Regency Health Office who were selected randomly. Data on attitude, knowledge and experience variables were collected through questionnaires, while preeclampsia screening was measured using a maternal cohort instrument and a Maternal and Child Health book. Furthermore, data analysis was carried out using the Chi-square test. The results of data analysis showed p-values for each independent variable, namely knowledge = 0.955 (not correlated), cognitive attitude = 0.474 (not correlated), affective attitude = 0.725 (not correlated), conative attitude = 0.725 (not correlated), while experience = 0.000 (correlated). Thus it was concluded that the factors related to preeclampsia screening in Bojonegoro Regency are midwife experience.Keywords: preeclampsia; screening; midwife; experienceABSTRAK Preeklampsia telah menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena merupakan penyebab kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia. Penanganan preeklampsia di Indonesia masih beragam di antara petugas kesehatan, praktisi dan rumah sakit. Preeklampsia dapat dicegah dengan melakukan screening preeklampsia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap dan pengalaman bidan terhadap skrining preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini adalah penelitian cross-sectional. Sampel dalam studi ini adalah 125 bidan di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang dipilih secara random. Data tentang variabel sikap, pengetahuan dan pengalaman dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan skrining preeklampsia dikukur menggunakan instrumen kohort ibu dan buku Kesehatan Ibu dan Anak. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis data menunjukkan nilai p untuk masing-masing variabel independen yaitu pengetahuan = 0,955 (tidak berkorelasi), sikap kognitif = 0.474 (tidak berkorelasi), sikap afektif = 0.725 (tidak berkorelasi), sikap konatif = 0,725 (tidak berkorelasi), sedangkan pengalaman = 0.000 (berkorelasi). Dengan demikian disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan skrining preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro adalah pengalaman bidan.Kata kunci:  preeklampsia; skrining; bidan; pengalaman
Pola Makan sebagai Determinan Kejadian Hipertensi Sistolik pada Lansia di Puskesmas Haliwen Samara, Monika; Berek, Pius A. L.; Asa, Sefrina Maria Seuk
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15101

Abstract

Hypertension in the elderly is often found because most middle-aged or elderly people are at risk of hypertension. The relationship between diet and lifestyle is often found in hypertension research. This study aimed to analyze the relationship between lifestyle and diet with the incidence of hypertension in the elderly at the Haliwen Health Center, Belu Regency, East Nusa Tenggara. The design of this study was cross-sectional, involving 113 elderly people selected using a simple random sampling technique. The incidence of hypertension was measured using a tensiometer and stethoscope. Meanwhile, lifestyle and diet were measured by filling out a questionnaire. The measurement data were analyzed using the t-test. The results showed that the p value for the lifestyle factor of cigarette acid exposure was >0.05; the p value for the lifestyle factor of physical activity was >0.05; while the p value for the diet factor was 0.001, especially for its effect on systolic blood pressure. Furthermore, it was concluded that diet is a determinant of the incidence of systolic hypertension in the elderly at the Haliwen Health Center.Keywords: elderly; hypertension; diet ABSTRAK Hipertensi pada lansia merupakan hal yang sering ditemukan dikarena sebagian besar orang-orang paruh baya atau lansia berisiko terkena hipertensi. Hubungan antara pola makan dan gaya hidup banyak ditemukan dalam riset hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Haliwen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 113 lansia yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter dan stetoskop. Sementara itu, gaya hidup dan pola makan diukur melalui pengisian kuesioner. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk faktor gaya hidup keterpaparan asam rokok adalah >0,05; nilai p untuk faktor gaya hidup aktivitas fisik adalah >0,05; sedangkan nilai p untuk faktor pola makan adalah 0,001, khususnya untuk pengaruhnya terhadap tekanan darah sistolik. Selanjutnya disimpulkan bahwa pola makan merupakan determinan bagi kejadian hipertensi sistolik pada lansia di Puskesmas Haliwen.Kata kunci: lansia; hipertensi; pola makan
Video SAVASIK sebagai Media yang Efektif untuk Menumbuhkan Minat Wanita Usia Subur untuk Mengikuti Pemeriksaan IVA Rahayu, Yunita Diah; Sumasto, Hery; Purwanto, Triana Septianti; Usnawati, Nana
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15202

Abstract

Women's reproductive health problems have a broad impact and affect various aspects of life. Based on data from the Visual Inspection with Acetic Acid (IVA) Program of Ngujung Health Center, in 2021 Ngujung Health Center had five women suspected of having cervical cancer, and was ranked 7th out of 22 health centers in Magetan Regency with a figure of 0.2%. The purpose of this study was to determine the effectiveness of educational media in the form of SAVASIK videos in fostering the interest of women of childbearing age to undergo IVA examinations in the Ngujung Health Center area. This study was an analytical study with a pretest-posttest with control group design. The subjects of this study were 96 women of childbearing age in the Ngujung Health Center area, Magetan, who were selected using the cluster sampling technique. The subjects were divided into a treatment group that received education with the SAVASIK video as a medium and the rest were a control group that was given education using leaflets, each consisting of 48 women of childbearing age. In the pre- and post-intervention phases, the interests of women of childbearing age were measured by filling out a questionnaire. Furthermore, a comparative analysis of interest between the two groups was conducted using the McNemar test. The results of the analysis in this study obtained a p value <0.001, which means that there was a difference in the interest of women of childbearing age to undergo IVA examination between the group that received education using the SAVASIK video and leaflets, with higher achievement in the treatment group. Thus, it could be concluded that the SAVASIK video is effective in increasing the interest of women of childbearing age to undergo IVA examination. The SAVASIK video is expected to be used as an innovation by the Ngujung Health Center as a means of health promotion.Keywords: women of childbearing age; visual inspection of acetic acid (IVA), educational video; interest ABSTRAK Permasalahan kesehatan reproduksi perempuan mempunyai dampak yang luas dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan data Program pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) Puskesmas Ngujung, pada tahun 2021 Puskesmas Ngujung mempunyai lima orang wanita suspek kanker serviks, dan menduduki peringkat ke 7 dari 22 puskesmas di Kabupaten Magetan dengan angka 0,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media edukasi berupa video SAVASIK dalam menumbuhkan minat wanita usia subur untuk menjalani pemeriksaan IVA di wilayah Puskesmas Ngujung. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan pretest-posttest with control group. Subyek penelitian ini adalah 96 wanita usia subur di wilayah Puskesmas Ngujung, Magetan yang dipilih dengan teknik cluster sampling. Subyek dibagi menjadi kelompok perlakuan yang mendapatkan edukasi dengan video SAVASIK sebagai media dan selebihnya adalah kelompok kontrol yang diberi edukasi menggunakan leaflet, yang masing-masing terdiri atas 48 wanita usia subur. Pada fase sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok dilakukan pengukuran minat wanita usia subur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan minat di antara kedua kelompok, menggunakan uji McNemar. Hasil analisis pada penelitian ini mendapatkan nilai p <0,001 yang berarti bahwa ada perbedaan minat wanita usia subur untuk menjalani pemeriksaan IVA antara kelompok yang mendapatkan edukasi menggunakan video SAVASIK dan leaflet, dengan pencapaian lebih tinggi pada kelompok perlakuan. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa video SAVASIK efektif untuk meningkatkan minat wanita usia subur guna menjalani pemeriksaan IVA. Video SAVASIK diharapkan dapat dijadikan sebagai inovasi Puskesmas Ngujung sebagai sarana promosi kesehatan.Kata kunci: wanita usia subur; inspeksi visual asam asetat (IVA), video edukasi; minat
PENDEKATAN PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS HEALTH BELIEF MODEL DALAM UPAYA MENCEGAH STUNTING PADA IBU BALITA Jeniawaty, Sherly
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pendekatan pendidikan kesehatan berbasis Health Belief Model dalam upaya mencegah stunting pada ibu balita di Desa Wonoayu Wilayah Puskesmas Wonoayu Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian pemula yang direncanakan dilaksanakan selama periode waktu 6 - 12 bulan. Health Belief Model (HBM) merupakan teori untuk mengetahui persepsi individu dalam menerima atau tidak kondisi kesehatan mereka atau menentukan sikap bagaimana individu terhadap perilaku kesehatan, namun diharapkan dapat mendorong masyarakat terutama peran ibu untuk melakukan perubahan perilaku untuk meningkatkan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting.Stunting merupakan kondisi yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan seseorang dikarenakan malnutrisi jangka panjang dan meningkatkan resiko terjadinya kesakitan dan kematian serta terhambatnya pertumbuhan mental dan motorik. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendekatan  pendidikan  kesehatan  berbasis  Health Belief Model dalam  upaya mencegah stunting pada ibu balita. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi program pendidikan kesehatan berbasis Health Belief Model; (2) mengidentifikasi perilaku ibu balita dalam upaya mencegah stunting; (3) menganalisis pengaruh program pendidikan kesehatan berbasis Health Belief Model dalam upaya mencegah stunting pada ibu balita. Rancangan penelitian ini menggunakan quasy eksperimetal dengan pendekatan  pre and post test control group design. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Wonoayu. Dengan jumlah subjek penelitian adalah 30 orang untuk kelompok kontrol dan 30 orang untuk kelompok perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dibantu dengan data dari Puskesmas serta buku pintar stunting. Teknik pengambilan data dengan non probability sampling dengan  teknik  purposive sampling.  Data  di  analisis  dengan menggunakan  uji  statistic Mc.Nemar dan  untuk  melihat  perbedaan  menggunakan uji Chi Square. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, HBM, Stunting
Pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Kerja Sebagai Determinan Penerapan Sistem Keselamatan pada Proyek Konstruksi Andini, Beby Citra; Maulana, Hayuri; Ramadhani, Adinda; Arifin, Daud
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15203

Abstract

Occupational safety in the construction sector is a crucial issue that has a direct impact on project productivity and sustainability. This study aimed to empirically test the effect of knowledge about occupational health and safety and the work environment on the implementation of safety systems for construction workers. A quantitative approach was used with a survey method involving 47 workers on a construction project in Medan. The analysis technique used was multiple linear regression testing. The results showed that knowledge had a significant positive effect on the implementation of safety (t = 16.470; p = 0.000); while the work environment had a significant negative effect (t = -16.537; p = 0.000). Simultaneously, both variables had a significant effect on the implementation of safety systems (F = 148.033; p = 0.000) with an R² determination value of 0.871. These findings conclude that increasing knowledge about occupational health and safety has a dominant role; while adaptive work environment management is very important to increase the effectiveness of safety systems in construction projects.Keywords: occupational health and safety; knowledge; work environment; safety system; construction workers ABSTRAK Keselamatan kerja di sektor konstruksi merupakan isu krusial yang berdampak langsung pada produktivitas dan keberlanjutan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan kerja terhadap penerapan sistem keselamatan pada pekerja konstruksi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei yang melibatkan 47 pekerja pada proyek konstruksi di Medan. Teknik analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berpengaruh positif secara signifikan terhadap penerapan keselamatan (t = 16,470; p = 0,000); sedangkan lingkungan kerja berpengaruh negatif secara signifikan (t = -16,537; p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh secara signifikan terhadap penerapan sistem keselamatan (F = 148,033; p = 0,000) dengan nilai determinasi R² sebesar 0,871. Temuan ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja memiliki peran dominan; sedangkan pengelolaan lingkungan kerja yang adaptif sangat penting untuk meningkatkan efektivitas sistem keselamatan di proyek pekerjaan konstruksi.Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja; pengetahuan; lingkungan kerja; sistem keselamatan; pekerja konstruksi
Mendorong Reformasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Pekerjaan Konstruksi di Indonesia Melalui Pembelajaran dari Occupational Safety and Health Administration di Amerika Serikat Cahya, Fanny Dwi; Rahma, Siti; Simbolon, Cika; Arifin, Daud
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15204

Abstract

Occupational safety and health are crucial elements in the implementation of construction projects, considering the high risk of work accidents in this sector. This study aimed to analyze the differences in occupational safety and health management systems between Indonesia and the United States; in order to identify best practices that can be adopted to improve the effectiveness of the construction safety management system in Indonesia. This study was conducted using a literature study method; which examines regulations, implementation, safety culture, and occupational safety technology from various official sources and scientific publications. The results of the study showed that the United States, through the occupational safety and health administration, has a more structured occupational safety and health system, with comprehensive worker training, strict supervision, and adoption of high technology. In contrast, in Indonesia, the implementation of the occupational safety and health management system still faces challenges in the form of low compliance, minimal training, and weak law enforcement. The conclusion of this study emphasizes the need for reform of the occupational safety and health management system in Indonesia by increasing the capacity of supervisors, adopting technology, and building a safety culture, with reference to best practices from the United States.Keywords: construction work; Indonesia; United States; occupational safety and health; occupational safety and health management system; occupational safety and health administration ABSTRAK Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan elemen krusial dalam pelaksanaan proyek konstruksi, mengingat tingginya risiko kecelakaan kerja pada sektor ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja antara Indonesia dan Amerika Serikat; guna mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen keselamatan konstruksi di Indonesia. Studi ini dilakukan menggunakan metode studi literatur; yang mengkaji regulasi, implementasi, budaya keselamatan, serta teknologi keselamatan kerja dari berbagai sumber resmi dan publikasi ilmiah. Hasil studi menunjukkan bahwa Amerika Serikat, melalui occupational safety and health administration, memiliki sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih terstruktur, dengan pelatihan pekerja yang menyeluruh, pengawasan ketat, dan adopsi teknologi tinggi. Sebaliknya, di Indonesia, implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kepatuhan, minimnya pelatihan, serta lemahnya penegakan hukum. Kesimpulan dari studi ini menegaskan perlunya reformasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia melalui peningkatan kapasitas pengawas, adopsi teknologi, dan pembangunan budaya keselamatan, dengan mengacu pada praktik terbaik dari Amerika Serikat.Kata kunci: pekerjaan konstruksi; Indonesia; Amerika Serikat; keselamatan dan kesehatan kerja; sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja; occupational safety and health administration

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue